spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1318

Teknologi Xiaomi Mi Band 4 Setara Apple Watch

0

Telko.id, Jakarta – Setelah merilis Mi Band 3 pada tahun lalu, tidak ada alasan lagi bagi Xiaomi untuk meluncurkan penerusnya, yakni Xiaomi Mi Band 4 di tahun ini. Sebab, seri Mi Band selalu menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin memiliki perangkat wearable terjangkau dengan fitur berlimpah.

Beruntung, seperti dilansir dari MySmartPrice, Sabtu (23/03/2019), nampaknya Xiaomi benar-benar akan merilis Mi band 4 dalam waktu dekat.

Baru-baru ini muncul sertifikasi dari Bluetooh SIG (Special Interest Group) yang mengungkapkan bahwa Mi Band 4 akan didukung oleh teknologi Bluetooth 5.0 LE (Low Energy).

{Baca juga: Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan dengan Bantuan Smartwatch}

Selain itu, wearable ini pun akan memiliki dua model berbeda. XMSH08HM untuk model Mi Band 4 dengan NFC yang dihadirkan pada beberapa negara, dan XMSH07HM yang tidak memiliki NFC. NFC pada perangkat itu nantinya terintegrasi dengan sistem pembayaran Xiaomi Pay.

Mi Band 4 juga diprediksi akan disematkan salah satu fitur andalan Apple Watch Series 4. Perangkat tersebut nantinya akan memiliki fitur ECG atau Electrocardiogram yang mampu mendeteksi ritmeyang tidak normal pada detak jantung penggunanya.

Perlu diketahui, ECG sangat dibutuhkan bagi pengguna, karena mereka dapat mengetahui kemungkinan terserang penyakit AFib atau Atrial Fibrillation, stroke, pembekuan darah, penyakit jantung, dan lainnya.

{Baca juga: Kaya Fitur, Mi Band 3 Dihargai Rp 360 Ribuan}

Selain sejumlah bocoran fitur tadi, perangkat itupun akan memiliki layar yang lebih besar dan memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih baik. Sayangnya, masih belum diketahui berapa harga Mi Band 4, termasuk tanggal rilisnya. (FHP)

Smartphone Nokia Kirim Data Pengguna ke China

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone Nokia dilaporkan telah mengirimkan data pengguna ke China. Laporan ini diterbitkan oleh penyiar publik asal Norwegia, NRK yang mengklaim telah menemukan beberapa buktinya.

Dalam laporannya NRK menyatakan bahwa smartphone Nokia tertentu telah mengirimkan data pengguna seperti lokasi GPS, nomor seri perangkat, hingga nomor telepon pengguna ke server di China.

Parahnya, data-data pribadi nan penting tersebut dikirimkan tanpa diberikan lapisan keamanan apalagi enkripsi.

{Baca juga: Nokia 9 PureView Segera Sambangi India, Indonesia Kapan?}

Server ini diketahui memiliki domain “vnet.cn”, dan dikelola oleh operator China Telecom. Pengiriman data pengguna sendiri baru diketahui pada salah satu smartphone menengah Nokia, Nokia 7 Plus.

Data pengguna akan ditransfer ke server China saat smartphone dinyalakan, menghidupkan layar, ataupun membuka kunci smartphone. Akibat laporan ini, HMD Global sebagai pemegang lisensi merek Nokia langsung ditangani dan diselidiki oleh badan pengawas perlindungan data Finlandia.

Dilansir dari phoneArena, Sabtu (23/03/2019), HMD Global telah memberikan keterangan resminya terkait kejadian ini. Mereka memastikan, bahwa tidak ada informasi atau data pengguna yang dibagikan ke pihak ketiga.

{Baca juga: Waduh, Nokia 9 PureView Bikin Penderita Trypophobia Ketakutan}

Meski demikian, mereka mengakui bahwa ada kesalahan aktivasi pada Nokia 7 Plus yang mempengaruhi distribusi paket software satu batch untuk smartphone itu. Akibatnya, smartphone secara keliru mencoba mengirim data ke server pihak ketiga.

“Namun, data tersebut tidak pernah diproses dan tidak ada orang yang dapat diidentifikasi berdasarkan data ini. Kesalahan ini telah diidentifikasi dan diperbaiki pada Februari 2019 dengan mengalihkan klien ke varian negara yang tepat,” kata HMD Global.

HMD telah memastikan bahwa semua smartphone yang terkena dampaknya telah menerima perbaikan software. (FHP)

Gemerlap Malam Singapura dalam Bidikan Oppo F11 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Kamera yang mumpuni untuk memotret suasana malam mulai menjadi tren yang diusung oleh sejumlah merek smartphone, tak terkecuali Oppo. Lewat produk barunya, Oppo F11 Pro, merek asal China ini menjanjikan hasil foto malam yang berkualitas kepada penggunanya.

Oppo F11 Pro memiliki kamera 48MP aperture f/1.79 dan lensa depth 5MP aperture f/2.4 di bagian belakang. Oppo menyematkan sejumlah fitur, khususnya untuk kebutuhan foto malam bernama Nightscape.

Nah, tim Telko.id sendiri sudah menggunakan smartphone ini selama beberapa hari, sekaligus menjajal langsung kemampuan Nightscape Oppo F11 Pro untuk memotret di malam hari atau di kondisi pencahayaan yang kurang.

{Baca juga: Menjajal Cepatnya VOOC 3.0 Flash Charge di Oppo F11 Pro}

Kami menggunakannya untuk memotret suasana gemerlapnya malam Singapura yang penuh kelap kelip lampu dari gedung-gedung pencakar langit di kawasan Beach Road dan Fullerton Road, hingga aktivitas masyarakat di sana ketika menikmati malam. Berikut hasil fotonya:

Secara keseluruhan, kami menyukai foto-foto malam yang dihasilkan oleh kamera utama Oppo F11 Pro. Satu sih alasannya, smartphone ini mampu memberikan foto malam dengan warna yang bagus serta ketepatan detail yang cukup akurat.

Warna gemerlap lampu di gedung-gedung, pantulan cahaya di laut, orang-orang yang berlalu lalang, dan objek-objek lainnya dapat ditangkap dan ditingkatkan warnanya dengan baik oleh kamera ini. Selain itu, “penyakit” foto malam seperti noise juga berhasil dikurangi oleh kamera smartphone ini.

{Baca juga: Berkenalan Lebih Jauh dengan ‘Rising Camera’ Oppo F11 Pro}

Lantas, bagaimana dengan detailnya saat foto diperbesar? Well, kami memperbesar beberapa foto sebanyak 2 kali atau tap layar 2 kali untuk melihat apakah kami masih bisa mendapatkan detail yang benar-benar bagus atau tidak, berikut hasilnya:

Kamera Malam Oppo F11 Pro Zoom

Perlu diakui jika detail pada foto tidak tertangkap seluruhnya dengan baik oleh kamera. Sebab, ada beberapa objek yang tampak blur atau kabur dari titik fokus. Namun untuk kualitas warna dan secara keseluruhan, kami pastikan bahwa Oppo F11 Pro sudah berhasil memberikan yang terbaik bagi pengguna yang suka foto malam.

Sementara untuk kamera depannya, Oppo menyematkan kamera 16MP aperture f/2.0. Kami sebelumnya telah mencoba selfie di kondisi cahaya yang baik, sekarang kami mencoba untuk narsis di malam hari menggunakan kamera depan F11 Pro. Berikut hasil fotonya:

Kamera Selfie Malam Oppo F11 Pro

Sebagai brand yang mencoba memperkenalkan dan menggunakan “identitas baru” dengan meninggalkan jargon “Selfie Expert” dan berfokus menjadi expert untuk urusan foto portrait, Oppo terbilang sukses mempertahankan kualitas kamera depannya.

{Baca juga: Oppo F11 dan Oppo F11 Pro, Apa Bedanya?}

Kamera depan mampu menangkap foto selfie berkualitas tidak hanya saat kondisi siang, tapi juga malam. Meski khusus untuk foto malam, hasil fotonya cukup berkurang kualitasnya. Wajar kok, malam soalnya.

Oppo F11 Pro sendiri mengusung layar berukuran 6,5 inci beresolusi Full HD+ dengan aspek rasio 19,5 : 9. F11 Pro juga ditopang oleh spesifikasi yang bertenaga, seperti prosesor MediaTek Helio P70, RAM 6GB, dan ROM 64GB. Untuk harga, smartphone tersebut dilepas Rp 4,9 jutaan. (FHP)

Hadir di 15 Negara, Begini Cara Pakai Paket Roaming Internasional Smartfren

0

Telko.id, Jakarta – Bagi pengguna Smartfren yang ingin bepergian ke luar negeri, sekarang tidak perlu khawatir, karena Smartfren menghadirkan paket roaming internasional yang berlaku di 15 negara kawasan asia pasifik. Negara mana saja?

Hadirnya paket ini tentu memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan untuk selalu terkoneksi dan berkomunikasi ketika berada di luar negeri..

“Paket roaming internasional kami hadirkan agar para pelanggan kami tetap terkoneksi dan dapat berkomunikasi selama berada di luar negeri,” kata Djebeng Sakti Wibowo, Div Head of  International Business Smartfren.

“Setelah pada tahun lalu kami hadir di Singapura dan Malaysia. Kali ini kami hadir di lebih banyak yaitu di 15 negara yang berada di kawasan Asia Pasifik.” sambungnya, dalam keterangan pers, Jumat (22/03/2019).

Paket roaming internasional Smartfren dapat diperoleh dengan harga Rp. 150.000 dengan benefit kuota internet 4G sebesar 2GB berlaku selama 7 hari.

{Baca juga: Warga Bali Bakal Punya Kartu Perdana Khusus Smartfren}

Paket ini dapat diperoleh pelanggan, baik ketika masih berada di Indonesia ataupun setelah berada di luar negeri, adapun mekanismenya adalah sebagai berikut:

Pembelian paket ketika masih di Indonesia :

  1. Pembelian paket melalui Galeri Smartfren.
  2. Pembelian paket melalui aplikasi MySmartfren.
  3. Pembelian paket melalui website my.smartfren.com.
  4. Pembelian paket melalui panggilan *128#.

Pembelian paket ketika sudah berada di luar negeri :

  1. Pembelian paket melalui aplikasi MySmartfren.
  2. Pembelian paket melalui website my.smartfren.com.
  3. Pembelian paket melalui panggilan *128#.
  4. Untuk menghindari terkena tarif harian (Paket Internet Smart Day Pass – IDR 70,000), pastikan pembelian paket dilakukan dengan menggunakan koneksi Free WiFi di negara setempat atau pembelian paket melalui panggilan *128#.

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menggunakan layanan internasional roaming dari Smartfren adalah:

  1. SIM Card sudah mendukung untuk pengaktifan Internasional Roaming.
  2. Perangkat dapat digunakan di luar negeri.
  3. Status Internasional Roaming sudah aktif .
  4. Pastikan pengaturan perangkat Anda sudah benar.

{Baca juga: Dengan Palapa Ring, Smartfren akan Ekspansi ke Natuna}

Adapun paket internasional roaming Smartfren berlaku di 15 negara yang berada di kawasan Asia Pasifik antara lain, Singapore, Australia, Malaysia, New Zealand, HongKong, Taiwan, Macau, Brunei, Korea Selatan, India, Jepang, Filipina, Thailand, Bangladesh, China. [HBS]

Malaysia Tidak Haramkan Game PUBG

Telko.id, Jakarta – Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) tidak melakukan pengawasan atau melarang game berbasis perang, seperti PUBG. Ketua MCMC, Al-Ishsal Ishak, mengatakan ini sebagai tanggapan atas diskusi yang terjadi di media tentang masalah ini.

“Jawaban singkat saya adalah tidak. Kami tidak memantau atau menghentikan game berbasis perang selama kontennya sesuai dengan ketentuan undang-undang,” katanya usai menggelar pertemuan dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia-MCMC Cyber ​​Crime Committee.

Namun, apabila konten mereka melanggar hukum, baru MCMC akan mengambil tindakan tegas.

{Baca juga: Gamers Ini Nyaris Tewas Gara-gara Kecanduan Main PUBG}

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mengatakan game online yang keras seperti PlayerUnknown’s Battleground (PUBG) tidak boleh disalahkan atas tindakan ekstremis.

Dia mengatakan, ekstrimis akan melakukan tindakan kekerasan dengan atau tanpa pengaruh game online.

Hal itu disampaikan ketika ditanya apakah pemerintah akan melarang game online dengan unsur-unsur kekerasan seperti PUBG, menyusul insidengn penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru yang menyebabkan 50 orang terbunuh.

{Baca juga: Menpora Malaysia Sebut Teror Penembakan Bukan karena PUBG}

Dalam sebuah pernyataan, MCMC juga telah menghubungi semua platform media sosial agar menghapus video penembakan Christchurch. MCMC juga akan terus memantau penyebaran video semacam itu di Internet.

Untuk diketahui, pada 15 Maret 2019 lalu, seorang pria melakukan serangan penembakan di Masjid Selandia Baru dan disiarkan secara langsung selama sekitar 17 menit di Facebook saat ia menembak jatuh para jemaah di dua masjid di Christchurch. [BA/HBS]

Sumber: New Straits Time

 

Rusia Ciptakan Kacamata Canggih Pilot Helikopter Perang

Telko.id, Jakarta –  Pemerintah Rusia menciptakan kacamata canggih malam atau night vision goggles (NVG) untuk pilot helikopter serang dan transportasi militer. Kacamata tipe GEO-ONV1 tersebut dipasang di helm pilot helikopter Mi-8/17/24 dan Ka-52 di Suriah.

Dilansir TASS, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, ilmuwan berhasil meningkatkan karakteristik konverter elektro-optik dan membuat perangkat generasi ketiga yang terbukti lebih unggul ketimbang milik Amerika Serikat.

Dikutip Telko.id, Jumat (22/3/2019), kacamata GEO-ONV1 dirancang tidak hanya untuk menembakkan persenjataan, tetapi memungkinkan pasukan menentukan titik lepas landas dan pendaratan secara aman di situs tak memungkinkan.

Baca juga: Rusia Mulai Garap Roket Pengangkut ‘Soyuz-5’

“Kacamata tersebut juga berfungsi untuk orientasi selama penerbangan pada malam hari. Saat ini, hanya Rusia dan Amerika Serikat yang menguasai produksi konverter elektro-optik generasi ketiga,” terang  juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.

Sekadar informasi, pada 12 April 2016, Helikopter Serang Mi-28N Night Hunter jatuh di Suriah dan menewaskan dua pilot. Insiden itu terjadi ketika pilot kehilangan arah selama penerbangan pada malam hari di atas daerah yang tidak memiliki fitur.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pilot helikopter mengoperasikan Mi-28N dengan kacamata ONV-1 Skosok yang diproduksi pada 1990-an. Menyusul hasil penyelidikan, semua penerbangan helikopter yang memakai kacamata Skosok pun dilarang.

{Baca juga: Terminator Buatan Rusia Bisa Gantikan Peran Manusia}

Beberapa waktu lalu, Kalashnikov, perusahaan senjata asal Rusia, memperkenalkan Rex-1. Senapan tersebut diklaim berkemampuan spesial. Rex-1 mampu memblokir manuver pesawat tanpa awak alias drone serta sinyal ponsel GSM, 3G, maupun 4G LTE.

Rex-1 merupakan senapan berjuluk “tactical anti-drone jammer”. Rex-1 dipakai oleh Pasukan Lintas Udara Rusia dalam latihan militer Vostok 2018. Rex-1 mampu memblokir sinyal ponsel di frekuensi 800 Mhz, 1,8 Ghz, 2,1 Ghz, 2,4 Ghz, sampai 5,8 Ghz.

Sumber: Tass

Duh! Kecanduan Ponsel, Wanita Ditemukan Tewas Masih Pegang Ponsel

Telko.id, Jakarta – Kurang berisitrahat akibat keseringan memakai ponsel akan berdampak buruk bagi kesehatan. Kecanduan ponsel bahkan dapat mengakibatkan kematian. Sehingga pastikan anda memiliki cukup tidur setiap hari.

Seorang wanita berusia 27 tahun, bermarga Dong di Zhejiang, China, tiba-tiba meninggal di tengah malam. Saat ditemukan, tangannya masih memegang ponsel dan membuka situs belanja online.

Menurut ET Today, Dong mempunyai dua anak kecil, seorang anak perempuan berusia enam tahun dan seorang putra berusia dua tahun.

Pagi itu, ibu mertuanya memanggil Dong hingga dua kali untuk sarapan, namun tidak ada tanggapan, sehingga ibu mertuanya pergi ke kamar untuk memeriksanya.

{Baca juga: 3 Dampak Negatif Terlalu Sering Pakai Ponsel}

Begitu masuk ke dalam kamar sang anak, ia mendapati Dong sedang berbaring miring sambil memegang ponselnya. Namun, ketika dia akan membangunkan Dong, dia terkejut karena menemukan tubuh menantunya sudah kaku dan dingin.

Segera ia dilarikan ke rumah sakit, namun Dong dinyatakan sudah meninggal. Dokter yang memeriksa menduga, kematian Dong disebabkan kelelahan berlebihan yang menyebabkan serangan jantung mendadak.

Rupanya, setiap hari Dong harus merawat kedua anaknya yang masih kecil dan bertanggung jawab untuk menidurkan mereka setiap malam. Namun, karena dia tidak punya cukup waktu untuk bermain-main dengan ponselnya pada siang hari, dia punya kebiasaan tidur larut.

Setelah menidurkan kedua anaknya, ia baru berbaring di tempat tidurnya sekitar pukul 01.00 pagi. Kebiasaannya ini menyebabkan dia menderita insomnia dan kecanduan ponsel. Dia tidak bisa tidur dengan baik jika dia belum bermain dengan ponselnya.

{Baca juga: Duh! Kelamaan Main Ponsel, Tangan Wanita Ini “Mati Jari”}

Setiap malam, Dong membuka media sosial dan melihat situs belanja online hingga larut malam. Suaminya mengatakan, sehari sebelumnya Dong tampak baik-baik saja dan mengajak anak-anaknya bermain.

Suaminya juga mengakui bahwa Dong memiliki kebiasaan bermain dengan ponselnya hingga larut malam, sebelum dia akhirnya terlelap tidur. [SN/HBS]

Sumber: World of Buzz

Pemain Game PUBG Bisa Berubah Jadi Pembunuh, Benarkah?

Telko.id, Jakarta Game PUBG tengah menjadi sorotan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Game PlayerUnknows’s Battlegrounds itu dituding memberikan dampak buruk atau mudarat pada para pemainnya. Benarkah?

Game PUBG dinilai dapat memotivasi orang untuk melakukan aksi kekerasan, bahkan nekat melakukan aksi pembunuhan. Sudah separah itukah?

Menurut Psikolog Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani bahwa konten game yang mengandung kekerasan seperti PUBG bisa mengandung apa yang disebut referensi perilaku.

Dijelaskan Anna, bisa saja timbul referensi pemain bahwa tindakan saling membunuh itu diperbolehkan di dunia nyata.

“Jadi ini yang dikhawatirkan orang-orang kalau referensinya seperti itu, maka perilaku pemainnya adalah membunuh. Tapi kita juga tahu bahwa referensi perilaku tidak langsung serta merta menjadi perilaku pembunuh,” jelas Anna kepada Tim Telko.id pada Jumat (22/03/2019).

Ia menyebutkan, bahwa ada beberapa filter dulu sebelum sebuah referensi perilaku bisa menjadi perilaku negatif yang agresif, seperti aksi kekerasan.

{Baca juga: Di Kota Ini, Main PUBG Bisa Ditangkap Polisi}

Menurutnya, jika orang tersebut berpikir bahwa membunuh adalah perilaku yang salah ataupun tidak pandai menggunakan senjata api, maka bermain game kekerasan tidak akan berpengaruh pada perilaku mereka.

“Begitu pula kalau pada dasarnya mereka adalah orang yang penuh dengan cinta kasih, maka mereka tidak akan begitu saja membunuh orang lain,” tutur Anna.

Dia berpendapat, sebaiknya masyarakat dan pemerintah perlu menguatkan filter-filter tersebut. Caranya dengan menggalakan pendidikan karakter di rumah dan sekolah.

“Jadi bagaimana caranya seseorang gak gampang terpengaruh dengan apa yang ditonton, dimainkan, bagaimana caranya mau benci sekalipun sama orang lain, tapi masih tetap mengedepankan toleransi kehidupan bersama,” kata Anna.

Selain itu, ia menilai bahwa asupan konten agresif bukan hanya dari game atau tontonan film saja. Pergaulan di lingkungan masyarakat dan dunia pendidikan juga mempertontonkan muatan agresif yang berdampak para perilaku masyarakat, khususnya anak-anak.

{Baca juga: Dianggap Bawa Mudarat, MUI Bakal Haramkan PUBG?}

“Contohnya ketika di sekolah dibiarkan adanya bullying atau di masyarakat orang banyak berkata kasar, itu akan jadi asupan agresivitas,” sebutnya.

“Menurut saya kalau fatwa haram betul-betul dibuat, tapi pendidikan kehidupan bermasyarakat masih cenderung agresif dan dibiarkan saja, nggak akan terlalu banyak berpengaruh,” tegas Anna.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengkaji game PUBG. Mereka akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram PUBG atau tidak, karena game tersebut dinilai telah menimbulkan mudarat atau dampak buruk.

Nah, bagaimana menurut Anda, apakah setuju dengan rencana MUI yang akan mengeluarkan fatwa haram PUBG? Silahkan kasih komentar. [NM/HBS]

Logan Paul ke Antartika Bareng Kaum Bumi Datar, Mau Ngapain?

Telko.id, JakartaKaum Bumi datar bakal punya hajatan akbar. Tahun depan, mereka berencana melakukan perjalanan ke Antartika untuk membuktikan kebenaran teori konspirasi tersebut. Menariknya, YouTuber Logan Paul kabarnya akan ikut hadir. Seperti apa pembuktiannya?

Mereka yang akan berangkat ke Antartika adalah orang-orang yang mengikuti acara Flat Earth International Conference (FEIC) pada November 2018 lalu.

Selain acaranya sendiri, hal menarik lainnya adalah kabar yang menyebutkan bahwa Youtuber kondang Logan Paul tertarik untuk bergabung ke Antartika.

Sebelumnya, Logan sempat tertangkap kamera mengikuti FEIC 2018 di Denver, Amerika Serikat. Ia bahkan mengunggah video terkait teori konspirasi Bumi datar berjudul “The Flat Earth: To The Edge and Back” di kanal YouTube.

Menurut laporan The Next Web, kaum Bumi datar ke Antartika untuk melihat dinding es setinggi hampir 50 meter dengan tebal ratusan meter yang menjadi kawasan paling ujung di sekeliling Bumi sekaligus batas dengan luar angkasa.

{Baca juga: Tak Ada Lagi “Bumi Datar” di Google Maps}

“Antartika berada di sepanjang keliling Bumi. Sebagian besar penganut Bumi datar percaya bahwa manusia berada di sebuah kubah mirip salju, seperti yang ada di Antartika,” katanya, seperti dikutip Telko.id dari The Next Web, Jumat (22/3/2019).

Sebelumnya dilaporkan, YouTube ternyata menjadi pemicu kenapa jumlah penganut Bumi datar meningkat pesat. Menurut riset terbaru, banyak orang percaya soal Bumi datar setelah menonton video konspirasi yang ada di YouTube.

Menurut Asheley Landrum, asisten profesor ilmu komunikasi di Texas Tech University, 29 orang dari 30 penganut Bumi datar mengaku mulai yakin dengan teori tersebut setelah menonton video-video konspirasi di saluran YouTube.

Ahli AI Guillaume Chaslot pun menjelaskan fenomena tersebut. Ia menyebut, video konspirasi sering dipromosikan oleh YouTube karena algoritma menjadi bias berkat sekelompok kecil pengguna yang sangat aktif di platform.

{Baca juga: Penganut Bumi Datar Bertambah Gara-gara YouTube}

Landrum menegaskan, YouTube tidak salah. Namun, ia berpendapat, YouTube bisa melakukan sesuatu untuk melindungi penggunanya dari informasi salah. [SN/HBS]

Sumber: The Next Web

Kalahkan PUBG, Jumlah Pemain Fortnite Tembus 250 Juta

Telko.id, Jakarta – Popularitas game Fortnite tampaknya tidak menyurut. Sejak diluncurkan pada tahun 2017, game ini telah memiliki 250 juta pemain terdaftar, meninggalkan pesaingnya PUBG yang “baru memiliki” 100 juta pemain.

Pengembang Fornite, Epic Games, menerangkan bahwa jumlah tersebut berarti ada peningkatan sebesar 50 juta pemain dalam waktu empat bulan.

Dikutip Telko.id dari Cnet, pada bulan Desember 2018, Epic Games mengumumkan bahwa jumlah pemain Fortnite telah mencapai 200 juta pemain.

{Baca juga: Raup Rp 33,7 Triliun, Fortnite Kuasai Industri Game 2018}

Angka tersebut menunjukkan bahwa Fortnite masih menjadi raja game battle royale. Padahal, pesaingnya juga tidak kalah populer.

Seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds atau yang lebih dikenal sebagai PUBG. Dirilis di tahun yang sama dengan Fortnite, PUBG kini “hanya” memiliki 100 juta pemain.

Sedangkan Apex Legends, pendatang baru di ranah battle royale yang diluncurkan Electronic Arts pada bulan Februari 2019, mendapatkan 50 juta pemain dalam sebulan pertama.

“Kami tidak melihat tren penurunan sama sekali dalam data pengguna,” kata CEO Epic Games, Tim Sweeney, seperti dilansir CNET.

Catatan ini menjadikan Fortnite sejajar dengan game-game populer lainnya, seperti Tetris, Minecraft dan Grand Theft Auto 5. Sweeney juga membanggakan banyaknya populasi gamer perempuan yang memainkan Fortnite.

{Baca juga: Jumlah Pemain Fortnite Hampir Sebanding Populasi Indonesia}

“Ini merupakan first shooter game dengan populasi perempuan yang besar. Seseorang memperkirakan sekitar 35%, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Itu karena Fortnite menyatukan pemain dalam pengalaman sosial,” jelas Sweeney. [BA/HBS]

Sumber: CNET