spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1316

Tarif Ojol Resmi Dirilis, Tarif nya Rp1.850 – Rp2.600 per km

0

Telko.id – Akhirnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengeluarkan juga aturan untuk ojek online pada hari ini (25/03 2019) sesuai janjinya minggu lalu. Aturan ojek online yang baru ini akan berlaku mulai 1 Mei 2019.

Dalam aturan baru tersebut, batas bawah tarif paling rendah ditetapkan sebesar Rp1.850 per km, sedangkan batas atas tarif paling tinggi ditetapkan sebesar Rp2.600 per km. Di mana, yang terendah adalah untuk zona 1 yakni diwilayah Sumatera, Bali, Jawa selain Jabodetabek sebesar Rp1.850 per km.

Sedangkan batas bawah tarif zona II (Jabodetabek) ditetapkan sebesar Rp2.000 per km dan zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku, dan Papua) ditetapkan sebesar Rp2.100 per km.

Sementara batas atas tarif tertinggi ditetapkan untuk zona III sebesar Rp2.600 per km, kemudian zona II sebesar Rp2500 per km, dan zona I Rp2.300 per km.

“Biaya jasa minimal di rentang Rp8.000-Rp10 ribu, ini per 4 km. Kalau masyarakat naik ojek online di bawah 4 km ini biayanya sama,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi di Jakarta, Senin (25/3).

Budi menjelaskan penetapan tarif dilakukan guna melindungi konsumen dan memberikan kepastian kepada para pengemudi ojek online. Adapun rentang tarif, menurut Budi, ditetapkan oleh masing-masing aplikator.

“Untuk zona II Rp2.000 per km nett. Ini ada biaya aplikator 20 persen dan aplikator akan memberikan subsidi,” jelas dia.

Dalam regulasi tersebut, menurut dia, pemerintah juga mengatur asuransi jika terjadi kecelakaan. Nantinya, BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, hingga Jasa Raharja akan dilibatkan.

“Di dalam keputusan ini, akan kami lakukan evaluasi tiga bulanan,” kata dia.

Sebelumnya, tarik ulur tentang tarif ini telah terjadi, antara pengemudi ojek online, aplikator dan pemerintah. Di mana, selama ini tarif yang ditetapkan Grab dan Gojek sebagai aplikator dirasa terlalu mencekik bagi para mitra, yaitu sekitar Rp1.200 hingga Rp1.500 per km. Sedangkan versi pengemudi tarif yang diinginkan Rp2.500 hingga Rp3.000. Di sisi lain, keinginan pemerintah ingin tarif mulai Rp2.000- Rp2.500 per km. (Icha)

Tampang Desain Samsung Galaxy A90 yang “Anti Tompel”

0

Telko.id, Jakarta – Samsung diprediksi akan memperkenalkan smartphone terbarunya pada April mendatang. Smartphone tersebut disinyalir merupakan Samsung Galaxy A90 yang merupakan smartphone menengah dengan “rasa” flagship.

Samsung Galaxy A90 akan tampil berbeda daripada seri Galaxy A lainnya atau bahkan lebih baik dari Samsung Galaxy S10 sekalipun. Sebab, smartphone ini akan menjadi satu-satunya smartphone Samsung dengan layar infinity tanpa notch ataupun lubang kamera alias tompel.

Prediksi ini diperkuat dengan adanya sejumlah bocoran yang muncul di Twitter. Bocoran pertama memperlihatkan lapisan pelindung layar yang dengan jelas menunjukkan bezel tipis pada Galaxy A90.

{Baca juga: Samsung Galaxy A90 Punya Kamera Pop-up dan Berputar?}

Bocoran itu juga diperkuat oleh keterangan dari Steve Hemmerstoffer atau @OnLeaks yang menyatakan bahwa Galaxy A90 memiliki bezel berukuran 1,2mm dan dagu atau bezel bagian bawah sebesar 3,6mm.

Dilansir dari phoneArena, Senin (25/03/2019), Samsung Galaxy A90 juga bakal menjadi smartphone terbesar dari Samsung saat diperkenalkan. Sebab, smartphone itu akan mengusung layar berukuran 6,73 inci , jauh lebih besar daripada Galaxy S10+.

Tak cuma desain yang jadi unggulannya, Samsung juga akan menyematkan spesifikasi mumpuni pada smartphone-nya itu. Dilaporkan, Samsung Galaxy A90 ditenagai oleh spesifikasi yang tak jauh berbeda performanya dari Galaxy S10e.

Bukan menggunakan Snapdragon 855 ataupun Exynos terbaru, smartphone ini akan menggunakan prosesor Snapdragon seri 700 terbaru yang disebut sebagai Snapdragon 7150. Prosesor ini dibangun berdasarkan fabrikasi proses 8nm, yang artinya akan lebih bertenaga dan efisien daripada Snapdragon 845 dengan 10nm.

Hingga kini, belum ada bocoran spesifikasi lengkap soal smartphone tersebut. Namun dikabarkan, Galaxy A90 memiliki RAM 6GB, ROM minimal 64GB, baterai berkapasitas 3,700 mAh yang didukung fast charging 25W dan sistem operasi Android 9 Pie.

{Baca juga: Gaya “Berponi”, Samsung Galaxy A70 & Galaxy A90 Siap Rilis?}

Sebelumnya dikabarkan bahwa Samsung akan memberikan fitur kamera berputar pada Galaxy A90. Lewat fitur ini, kamera bisa bertukar posisi ke bagian depan atau belakang smartphone tergantung dari keinginan pengguna.

Secara konsep, smartphone ini akan mirip dengan konsep desain Oppo N1 yang juga punya fitur kamera berputar. (FHP)

Ini cara Alcatel-Lucent Enterprise Dukung e-Gov di Indonesia

Telko.id – Tidak bisa dipungkiri, transformasi digital tidak hanya berlaku di swasta saja, tetapi pemerintahan juga perlu melakukannya. Indonesia pun sudah melakukannya.  Bahkan,  Upaya perbaikan birokrasi tersebut telah meningkatkan peringkat Government Effectiveness Index Indonesia, dari peringkat 103 pada tahun 2015 menjadi peringkat 86 pada tahun 2016 atau naik 17 peringkat.

Sementara itu, peringkat Indonesia dalam E-Government Development Index (EGDI) yang dirilis PBB dari tahun ke tahun juga menunjukkan peningkatan. Laporan tersebut menyatakan Indonesia berhasil menaikkan peringkat dari Middle ke High EGDI Country. Pada tahun 2010, total indeks EGDI Indonesia adalah 0,4026 dan pada tahun 2018, indeks Indonesia mencapai 0,5258 atau naik 0,1232 poin.

“Inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, misalnya melalui program kota pintar (smart cities), merupakan sinyal positif bagi penerapan connected government. Dari 17 negara yang mengalami peningkatan indeks EGDI, lima berasal dari Asia dan Indonesia adalah salah satunya. Hal ini menandakan transformasi digital di Indonesia sudah berjalan cukup baik dan saya yakin ke depannya, Indonesia akan menikmati manfaat besar dari digitalisasi ini,” ujar Ernest Lee, VP Government Vertical ALE APAC.

Maraknya pembahasan mengenai e-government mendorong Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) sebagai penyedia solusi komunikasi terintegrasi menyelenggarakan ALE GovDay 2019: The Future of Government.

Pada acara ini, ALE berbagi strategi pemanfaatan teknologi dan transformasi digital yang bisa mendukung penerapan e-government di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh pakar teknologi informasi adan komunikasi, e-government, serta perwakilan pemerintah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Luar Negeri dan lain-lain.

“Melalui ALE GovDay 2019, kami ingin memberikan kontribusi bagi penerapan e-government di Indonesia. Sesuai dengan misi ALE untuk menghubungkan semua hal  demi menciptakan pengalaman teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, kami ingin membantu mewujudkan connected government untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintah kepada publik,” ujar Adios Purnama, Country Manager Alcatel-Lucent Enterprise.

Adios berharap pada acara ini, ALE bersama para pakar dapat membahas perkembangan e-government di Indonesia dan bersama-sama mencari solusi terbaik bagi pembangunan e-government di Indonesia.

Selain berbagi pengalaman dan strategi, dalam acara ini, ALE bersama dengan partner teknologi seperti Fujitsu, Samsung, Sangfor, Lenovo, Aca Pacific, Artapala, Virtus dan lain-lain menghadirkan beberapa solusi komunikasi bagi penerapan e-government.

ALE sendiri telah berpengalaman membantu pemerintah di berbagai negara dalam menerapkan e-government.

ALE berperan penting dalam pengembangan smart city pertama di Palestina, tepatnya di kota Rabawi, melalui solusi Rainbow CPaaS dan UCaaS. Di Thailand, ALE mendukung Bangkok Metropolitan Administration (BMA) mengelola jaringan dengan lebih mudah dan sederhana.

OmniVista 2500 yang digunakan ALE di BMA memungkinkan pemerintah setempat mengelola dan me-maintain jaringan secara terpadu dan simpel serta mendukung penggunaan perangkat Internet of Things(IoT) sebagai bagian dari rencana ‘Smart City’ di Bangkok.  (Icha)

Astrolab Tertua di Dunia Milik Vasco da Gama Ditemukan

Telko.id, Jakarta – Sebuah astrolab Vasco da Gama ditemukan oleh para penyelam di Laut Arab pada 2014 lalu. Saat itu, para pelaut tengah mencari sisa-sisa kapal karam. Tapi seketika, mereka melihat benda seperti cakram logam yang tidak biasa yang diklaim sebagai astrolab tertua di dunia.

Kemudian, cakram logam tersebut diteliti dan terbukti merupakan astrolab atau alat navigasi dari penjelajah yang sangat terkenal di dunia. Laporan menyebut, astrolab itu berasal dari puing-puing sebuah kapal di armada Portugis.

Menurut laman Science News, astrolab tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan kedua Vasco da Gama ke India pada 1502 hingga 1503. Terdapat ukiran di astrolab yang membuat peneliti meyakininya sudah digunakan sejak awal 1496.

{Baca juga: Robot Oppy Tewas Diterjang Badai Debu di Mars}

Seperti dikutip Telko.id, Minggu (24/03/2019), astrolab itu memiliki ukiran lambang kerajaan Portugal dan Bumi yang dikelilingi seperti cincin. Hal tersebut diyakini terkait dengan raja Portugis yang memerintah dari akhir 1495 hingga 1521.

Kemudian, pencitraan laser di bagian cakram menunjukkan keberadaan 18 tanda skala yang dipisahkan di interval lima derajat. Perangkat itu digunakan untuk mengukur ketingian laut dan dapat diukur dari nol derajat hingga 90 derajat.

{Baca juga: Akhirnya, Tablet Raja Firaun Amenhotep I Kembali ke Mesir}

Dalam penelitian yang dipublikasikan secara daring pada 16 Maret 2019 di Internasional International Journal of Nautical Archaeology, ada satu cakram logam yang diyakini sebagai astrolab pelaut lain. Namun, keaslian serta umurnya masih bias.

Dari 104 artefak yang diketahui telah digunakan sebagai astrolab mariner, penemuan terbaru tersebut tak hanya menjadi yang tertua. Namun, penemuan itu sekaligus menjadi satu-satunya yang dihias dengan simbol nasional suatu negara. (SN/FHP)

Oops! Bos Huawei Ketahuan Bawa iPhone Saat Diciduk Polisi

Telko.id, JakartaCFO Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Bandara Internasional Vancouver, Kanada, pada Desember 2018 lalu. Kala bos Huawei itu ditangkap, ia ternyata ketahuan menggunakan barang-barang keluaran Apple.

Seperti dilansir The Verge, dikutip Telko.id, Senin (25/03/2019), saat melakukan penangkapan di Bandara Internasional Vancouver, kepolisian Kanada menyita iPhone 7 Plus, MacBook Air ukuran 12 inci, dan iPad Pro milik Meng Wanzhou.

Informasi tersebut terkuak berdasarkan berkas-berkas pengadilan. Pengacara Meng Wanzhou telah mengajukan permintaan salinan data yang tersimpan di perangkat-perangkat buatan Apple, yang notabene adalah rival Huawei itu.

{Baca juga: Bos Huawei Sindir Samsung Galaxy Fold, Apa Katanya?}

Permintaan tersebut disetujui dan perangkat akan dikirimkan ke bagian pendaftaran Mahkamah Agung British Columbia sambil menunggu penilaian berikutnya. Tentu saja, kabar itu menjadi perbincangan hangat internal Huawei.

Sekadar informasi, Huawei pernah memecat dua pegawai karena mencuit di akun resmi perusahaan lewat Twitter untuk iPhone. Selain perangkat Apple, saat ditangkap, Meng Wanzhou juga membawa Huawei Mate 20 RS Porsche Design.

Sebelumnya dikabarkan, Huawei menyiapkan gugatan hukum untuk pemerintah Amerika Serikat terkait tuduhan pembatasan akses pasar. Pengumuman Huawei menuntut Amerika Serikat pada Kamis (07/03/2019) waktu setempat.

{Baca juga: Buntut Penangkapan Bos Huawei, China Penjarakan 13 Warga Kanada}

Seorang sumber menyebut bahwa gugatan itu akan diajukan di Distrik Timur Texas, wilayah yang sama dengan lokasi kantor pusat Huawei di Amerika Serikat. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mempertahankan bisnis Huawei.

Selain hendak melayangkan gugatan, Huawei baru-baru ini menginisiasi sejumlah kampanye untuk memperbaiki citra perusahaan. Huawei akan melayangkan undangan bagi media Amerika Serikat untuk melihat langsung kantornya. (SN/FHP)

Tak Sekedar Motret, Kamera Samsung Galaxy A Bisa Untuk Bayar-bayar!

Telko.id – Menurut Samsung, tren selfie sudah lewat. Kini sudah masuk era of Live. Di mana semua kegiatan konsumen yang masuk dalam generasi Live memiliki kebutuhan untuk bisa mendapatkan solusi dengan cepat. Dan sebagian besar online. Itu sebabnya, kamera di Samsung Galaxy seri A ini tidak hanya bisa digunakan untuk memotret saja. Bisa juga juga untuk melakukan pembayaran!

Memang generasi sekarang ini maunya always on. Maklum saja, sebagian besar waktunya digunakan untuk kegiatan secara online. Mulai dari ingin terkoneksi dengan cepat, melakukan live streaming di sosial media, chat, video, musik, film, bermain game online, berbelanja hingga transaksi – semuanya dilakukan secara cepat dan live.

Berdasarkan data dari Google terungkap bahwa 95.2% dari mereka senang untuk menonton video streaming dan 70% dari mereka juga gemar untuk membagikan konten menarik secara langsung. Menurut data BI Intelligence Calculations, konsumsi mobile video diprediksi akan meningkat sebanyak 8.7x di tahun 2021 dan 71% merupakan konten live video.

Galaxy A Series memberikan pilihan kepada konsumen mulai dari Galaxy A50 dilengkapi fitur premium dengan desain layar Infinity-U, Triple Camera, dan Scene Optimizer, hingga Galaxy A10 yang dilengkapi fitur esensial bagi generasi live seperti kapasitas memori yang besar, dual camera dan baterai tahan lama.

Tentu, tren ini dilihat betul oleh Samsung sehingga lahir lah serangkaian Galaxy A terbaru yakni A50, A30, A20 dan A10 dengan teknologi yang telah ditingkatkan, seperti layar tanpa batas, kamera canggih, baterai tahan lama serta penyimpanan data lebih besar untuk mendukung keseharian generasi live.

“Samsung memahami kebutuhan generasi masa kini. Mereka suka menonton live streaming pertandingan olahraga seperti sepak bola, suka streaming musik, live gaming, juga tentu saja membuat konten live seperti Instagram story ataupun Instagram live yang sedang marak dan bisa membuat terciptanya interaksi langsung yang seru. Tren selfie itu dulu, sekarang, selamat datang Era of Live,” kata Denny Galant, Head of Product Marketing IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia.

Yang menarik, Samsung sudah menyiapkan pembayaran langsung melalui fitur kamera, menjadikan hidup lebih praktis dan menyenangkan.

Fasilitas ini dapat dimaksimalkan berkat dukungan Bixby Vision. Aplikasi belanja online yang dapat membantu kita untuk mencari inspirasi barang yang dibutuhkan – hanya dengan mengarahkan kamera kepada objek barang yang dituju, pengguna langsung mendapat rujukan toko online untuk membeli barang tersebut. Bertransaksi juga dapat secara instan dan cepat, berkat Samsung Pay.

Samsung Pay dibenamkan pada Galaxy A Series untuk mendukung mereka melakukan live payment. Hanya dengan menggunakan aplikasi kamera pada Galaxy A, atau dengan swipe up layar saat di home screen maupun ketika layar terkunci, pengguna dapat memilih e- wallet untuk pembayaran.

Samsung Pay

Samsung Pay adalah pengembangan aplikasi pada smartphone Samsung Galaxy yang memungkinkan pengguna untuk dapat melakukan live transaction sehingga melakukan pembayaran lebih cepat dan mudah, dengan teknologi QR menggunakan dompet digital dari layanan mitra yang sudah bekerja sama dengan Samsung.

Khusus di Samsung Galaxy A aplikasi Samsung Pay sudah langsung pre-installed. Pengguna seri lain bisa install dari Google Playstore dan Galaxy Store. Dengan catatan, Samsung Pay hanya tersedia dan bisa digunakan pada Samsung Galaxy berbasis OS Android Pie.

Setelah masuk aplikasi Samsung Pay, kita bisa menentukan sumber dana mana yang akan dipergunakan untuk bertransaksi.

Setelah itu, kita juga dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi kamera. Cukup buka aplikasi kamera Samsung dan arahkan pada kode QR merchant untuk langsung melakukan transaksi. Pastikan juga kita sudah telah memasang akun Samsung Account untuk memanfaatkan fitur Samsung Pay.

Samsung Pay saat ini bermitra dengan Dana sebagai sumber dompet digital pengguna dan sedang melakukan uji coba tertutup (closed beta testing) pada perangkat-perangkat tertentu saja. Samsung membuka kerja sama dengan mitra- mitra dompet digital di Indonesia yang menyelenggarakan pembayaran bagi penggunanya.

Untuk menggunakan akun Dana sebagai sumber e-wallet Samsung Pay, pastikan pengguna telah memiliki akun Dana sebelumnya. Proses pendaftaran akun Dana juga bisa dilakukan secara mudah hanya dengan 3 langkah pada aplikasi Samsung Pay. (Icha)

Mengenal Teknologi di MRT Jakarta Setelah Diresmikan

Telko.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan moda transportasi massal MRT atau Moda Raya Terpadu yang pertama di Indonesia. MRT Jakarta yang diresmikan Presiden Jokowi adalah fase 1 dengan rute Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia.

“Dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim, MRT fase pertama saya nyatakan dioperasikan, sekaligus MRT fase II hari ini kita mulai lagi,” katanya, saat meresmikan MRT fase pertama di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (24/03/2019).

Masyarakat Indonesia perlu menanti dalam waktu yang sangat panjang untuk dapat merasakan MRT pertama di Tanah Air. Sebab, moda transportasi ini sudah direncanakan sejak puluhan tahun yang lalu hingga akhirnya benar-benar diresmikan.

{Baca juga: 13 Stasiun MRT Baru Ada BTS Telkomsel}

Penantian panjang masyarakat Indonesia diganjar langsung dengan moda transportasi massal berteknologi tinggi yang dapat menunjang kenyamanan dan keselamatan setiap penumpangnya. Lantas, apa saja teknologi yang ada di MRT Jakarta?

Berbicara soal lintasan atau relnya terlebih dahulu. Indonesia membangun terowongan jalur bawah tanah dengan menggunakan bor bernama Earth Pressure Balance (EPB) buatan perusahaan Jepang bernama Japan Tunnel System Corporation.

Yang canggih, selain menggerus tanah, mesin ini pun memasang segmen beton berbentuk lingkaran cincin pada waktu yang bersamaan. Segmen beton tersebut mampu menahan tekanan dari luar terowongan dengan baik.

Tak hanya jalur bawah tanah, MRT Jakarta juga melintasi jalur layang yang dibangun berdasarkan struktur direct fixation track with Anti-Vibration sleeper. Jalur layang juga ditambahkan komponen bernama synthetic rubber tiga dimensi agar kereta dapat melaju dengan mulus tanpa terdengar suaranya.

{Baca: Unik! Negara Ini Bolehkan Pelat Nomor Berhiaskan Emoji}

Pernah melihat video viral beberapa waktu lalu yang memperlihatkan sebuah koin Rp 500 yang didirikan di depan jendela MRT yang melaju kencang? Nah, video itu mengumpamakan kenyamanan MRT Jakarta yang bahkan tetap membuat koin Rp 500 bisa berdiri kokoh tanpa terjatuh.

Sekarang berbicara soal keretanya, Indonesia melalui PT MRT Jakarta bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang bernama Nippon Sharyo untuk membuat moda transportasi massal ini.

Untuk setiap satu rangkaian MRT Jakarta terdiri dari enam gerbong. Tiap gerbongnya, memiliki dimensi panjang 20 meter, dengan lebar 2,9 meter dan tinggi mencapai 3,9 meter dengan kapasitas angkut maksimum mencapai 322 orang per gerbongnya atau 1.950 orang per rangkaian yang terdiri dari enam gerbong.

Saat membangun jaringan moda transportasi massal yang baik, kenyamanan penumpang memang menjadi fokus penting untuk MRT Jakarta. Sehingga mereka pun menerapkan sistem platform screen doors (PSD) sebagai pembatas dan pengaman antara peron dan jalur kereta.

{Baca juga: Ditanyakan Prabowo dalam Debat Capres, Apa sih Maksudnya Unicorn?}

Ada dua jenis PSD yang digunakan, yakni full-height untuk stasiun bawah tanah dan half-height untuk stasiun layang. Di tiap partisi, terdapat tiga pintu yaitu pintu otomatis, pintu darurat, dan pintu khusus masinis.

Tidak seperti KRL Commuterline yang hanya menggunakan batas kuning untuk mengamankan peron dengan jalur kereta, PSD benar-benar dapat mencegah penumpang terjatuh ke area rel kereta.

Sistem persinyalan juga tak luput dari perhatian dalam membangun MRT Jakarta. Sebab, sistem ini sangat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan para penumpang.

{Baca juga: 5 Konten Hoaks yang Bikin Heboh di Awal 2019}

Khusus untuk moda transportasi ini, digunakan sistem CBTC atau Communication Based Train Control. Sistem ini diklaim mampu meningkatkan ketepatan jadwal kereta, dan memangkas jarak singkat antar kereta sehingga mampu meningkatkan kapasitas angkut yang lebih besar.

MRT Jakarta sendiri akan beroperasi mulai besok (25/03), atau sehari setelah diresmikan. Nantinya, selama seminggu dari tanggal 25 sampai 31 Maret 2019 mendatang, masyarakat dapat mencoba MRT secara cuma-cuma.

Direncanakan, MRT Jakarta mulai berfungsi secara komersial pada 1 April 2019 mendatang. Penumpang nantinya akan membayar tarif sesuai dengan stasiun yang mereka lalui. (FHP)

Aman dari Kebelet Kencing dengan Aplikasi “Peta Toilet”

Telko.id, Jakarta – Apabila Anda sedang berlibur ke China, dan kesulitan untuk cari toilet, jangan khawatir. Sebab, kini peta toilet di China sudah ditampilkan dalam aplikasi Baidu Maps.

Hadirnya fitur tersebut di Baidu Maps memudahkan para wisatawan yang kesulitan membaca papan petunjuk berbahasa China ataupun bertanya ke penduduk setempat saat membutuhkan toilet segera.

Melansir dari The Star Online, Minggu (24/03/2019), fitur ini dikembangkan oleh raksasa pencarian China, Baidu atas permintaan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China.

{Baca juga: Ponsel Lebih Kotor dari Toilet, Begini Cara Bersihkannya}

Di aplikasi ini, pengguna dapat menemukan sekitar 20.000 toilet yang dibangun sebelum tahun 2019 yang tersebar di seluruh pencuru China. Toilet di tempat-tempat wisata, pusat transportasi, restoran, tempat hiburan, area rekreasi dan taman dapat ditemukan dengan mudah.

Aplikasi ini juga dapat membantu wisatawan menemukan toilet bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus atau disabilitas. Untuk memastikan bahwa daftar toilet tidak palsu, kementerian memerintahkan staf dan departemen terkait untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi memgenai toilet yang akan dipasang di peta.

Masih soal toilet, beberapa waktu lalu di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2019, hadir robot pembersih toilet bernama Giddel Toilet Cleaning Robot. Giddel Toilet merupakan robot yang mampu menggosok setiap lubang dan bagian toilet yang sulit dijangkau.

{Baca juga: Robot Rp 7 Jutaan Ini Bisa Bersihkan Toilet Sampai Kinclong}

Robot pembersih toilet ini, dirancang untuk membersihkan hampir seluruh bagian toilet, termasuk di atas dudukan luar dan dalam, bagian saluran pembuangan, dan lainnya.

Giddel, perusahaan yang mengembangkan robot tersebut mengatakan, bahwa robot ini memiliki teknologi sikat non-putaran, sehingga bebas dari percikan. Selain itu, robot itu juga dibangun dengan body berbahan dasar plastin anti-mikroba.

Robot pembersih toilet ini dijual telah di Amazon dengan harga sekitar USD 500 atau sekitar Rp 7,1 juta. Harga itu sudah termasuk dudukan toilet yang memungkinkan pengguna memasang robot pembersih toilet. (BA/FHP)

Jaring Startup Teknologi, Telkomsel Kembali Gelar ‘The NextDev 2019’

0

Telko.id, JakartaTelkomsel kembali menggelar The NextDev 2019, sebuah ajang pencarian dan pengembangan startup teknologi di Indonesia yang diadakan kelima kalinya secara berturut-turut.

Kick-off The NextDev 2019 dengan tema “Social Impact and Go Beyond” diadakan di Universitas Padjajaran Bandung, 23 Maret 2019.

Sesuai tema yang diusung tahun ini, The NextDev 2019 bertujuan untuk memperkuat dampak sosial yang dihasilkan oleh early stage startup.

Dengan cara melengkapi kemampuan dan kapabilitas mereka dari segi bisnis, soft skill, dan hard skill, mulai dari skalabilitas, riset dan pengembangan, desain, branding, hingga model bisnis dan kualitas produk.

“Sejak pertama kali diadakan, The NextDev selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun,” kata Director Human Capital Management Telkomsel Irfan A. Tachrir, dalam keterangannya, Minggu (24/3/2019).

{Baca juga: Telkomsel Umumkan 3 Aplikasi Pemenang The NextDev 2018}

“Tahun ini melalui The NextDev, kami ingin mengajak para pengembang startup untuk menghadirkan dampak sosial yang positif bagi masyarakat Indonesia,” sambungnya.

Selain itu, tambah Irfan, Telkomsel ingin mendorong sekaligus memperkuat para kreator aplikasi yang berpartisipasi dalam Talent Scouting maupun Academy, agar mampu melahirkan inisiatif dan terobosan yang memberikan dampak sosial yang positif bagi kemajuan Indonesia.

The NextDev Talent Scouting 2019 merupakan platform pencarian startup pengembang aplikasi digital. Program yang telah berlangsung selama lima tahun ini mewadahi potensi dan mendorong kontribusi positif generasi muda.

Dalam The NextDev Talent Scouting 2019, persyaratan utama aplikasi yang didaftarkan adalah harus mampu menghadirkan dampak sosial positif yang dapat membantu kehidupan masyarakat Indonesia di segala bidang dengan Minimum Viable Product (MVP).

Selain itu syarat lainnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 hingga 30 tahun. Peserta dapat mendaftar secara individu atau tim (maksimal tiga orang) melalui situs thenextdev.id.

Para peserta The NextDev Talent Scouting akan mempresentasikan ide-ide brilian mereka dalam pitching day yang berlangsung pada periode April hingga Oktober 2019 di sembilan kota.

Kesembilan kota tersebut adalah Jakarta (24 April), Palembang (2 Mei), Denpasar (27 Juni), Makassar (18 Juli), Medan (8 Agustus), Yogyakarta (29 Agustus), Pontianak (19 September), Semarang (10 Oktober), dan Surabaya (31 Oktober).

{Baca juga: Setelah Panen Tomat, Nama Startup Ini Mendunia}

Sementara itu, The NextDev Academy 2019 merupakan sebuah ajang untuk mengasah dan mempertajam kualitas aplikasi yang diciptakan startup yang menjadi finalis The NextDev 2018.

The NextDev Academy digelar untuk meningkatkan skalabilitas socio-technopreneurs melalui pengembangan diri yang meliputi berbagai bidang bahasan, di antaranya dalam hal business strategydesign sprintbrandingproduct developmentinvestment, serta digital marketing. [HBS]

 

Waah.. Mahasiswa di Negara Ini Tidak Bisa Lagi “Titip Absen”

Telko.id, Jakarta – Titip absen pada saat kuliah tentu pernah dialami oleh sebagian besar mahasiswa. Mahasiswa titip absen biasanya ingin membolos tanpa “terdeteksi” oleh dosen, karena sebelumnya telah meminta teman untuk menandatangani lembar absen kehadiran atas namanya.

Akan tetapi, mahasiswa di China tidak bisa lagi menggunakan cara ini untuk bolos. Sebab dalam beberapa tahun terahir, China telah membuat kemajuan pesat dalam teknologi Artificial Intelligence (AI).

Salah satu teknologi AI yang diaplikasikan adalah sistem yang mampu mengawasi para mahasiswa yang menghadiri kelas di Universitas Hangzhou Dianzi.

{Baca juga: Jadi Tamu Kehormatan Universitas Stanford, Bos Apple Bangga}

Dilansir dari World of Buzz, Minggu (24/03/2019), mahasiswa yang menghadiri kelas diharuskan masuk dengan kode verifikasi yang dikirim ke smartphone mereka. Mereka yang datang terlambat akan menerima notifikasi berisi sanksi bolos kelas.

Jika mahasiswa ada yang tidak hadir di kelas, maka sistem AI akan mengingatkan mereka tentang apa yang telah dilakukannya melalui pesan berbunyi, “Halo, ini little AI, asisten suara cerdas dari penasihat Universitas Hangzhou Dianzi. Saya perhatikan anda tidak hadir di kelas hari ini,”.

Sistem ini juga akan mencatat respon mahasiswa dalam membalas pesan tersebut, dan menuliskannya sebelum mengirimkannya ke departemen konseling. Kemudian, mahasiswa akan “diajak bertemu” dengan pihak konseling untuk menindaklanjuti sanksi.

{Baca juga: Tinder Bantu Mahasiswa Cari Jodoh di Kampus}

Hingga saat ini, sistem absen cerdas telah diterapkan di sebagian besar program studi Universitas Hangzhou Dianzi. Menurut Wakil Direktur Kantor Urusan Mahasiswa, Hu Haibin, sebelum ada sistem ini, guru perlu tujuh hingga delapan menit untuk melakukan panggilan.

Namun, sekarang hanya perlu 15 detik. Wah, keren dan efisien untuk mencegah tindakan titip absen ya! (FHP)