spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 130

MediaTek Kembangkan Chipset 2nm TSMC, Capai Tonggak Sejarah Baru

0

Telko.id – MediaTek mengumumkan kemitraan dengan TSMC untuk mengembangkan chipset berteknologi 2nm.

Chipset pertama dengan proses N2P ini telah mencapai tahap tape-out dan diperkirakan memasuki produksi massal pada akhir 2026.

Langkah ini menandai tonggak baru dalam kolaborasi kedua perusahaan untuk menghadirkan solusi berkinerja tinggi dan hemat daya.

Joe Chen, Presiden MediaTek, menyatakan bahwa inovasi ini didukung oleh teknologi 2nm TSMC dan menegaskan kepemimpinan industri mereka.

“Sejarah panjang kolaborasi erat kami dengan TSMC telah menghasilkan kemajuan luar biasa dalam solusi untuk pelanggan global kami,” ujarnya. Chipset ini ditujukan untuk segmen ponsel flagship, komputasi, otomotif, pusat data, dan aplikasi lainnya.

Teknologi 2nm TSMC menjadi yang pertama mengadopsi struktur transistor nanosheet, dengan N2P sebagai evolusi berikutnya.

Dibandingkan dengan proses generasi N3E, N2P menawarkan peningkatan performa hingga 18% pada daya yang sama, pengurangan daya sekitar 36% pada kecepatan yang sama, dan peningkatan kepadatan logika sebesar 1,2 kali.

Dr. Kevin Zhang, Wakil Presiden Senior Pengembangan Bisnis dan Penjualan Global serta Wakil Co-COO TSMC, menambahkan bahwa N2P mewakili langkah maju signifikan dalam era nanosheet.

“Kolaborasi berkelanjutan kami dengan MediaTek berfokus pada memaksimalkan peningkatan performa dan kemampuan energi di berbagai aplikasi,” jelasnya.

Keberhasilan tape-out chipset 2nm MediaTek ini memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan global. Sebelumnya, Samsung juga telah mengumumkan rencana produksi massal chipset 2nm, menunjukkan persaingan ketat di industri semikonduktor.

Penerapan teknologi 2nm diharapkan membawa dampak signifikan bagi perangkat konsumen. Chipset ini tidak hanya meningkatkan performa perangkat flagship tetapi juga mengoptimalkan efisiensi daya, yang menjadi faktor kritis dalam pengembangan perangkat mobile dan komputasi.

Selain untuk ponsel, chipset 2nm MediaTek berpotensi digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk otomotif dan pusat data. Inovasi ini sejalan dengan tren industri yang menuntut solusi lebih cepat dan lebih efisien secara energi.

Perkembangan teknologi 2nm TSMC juga menarik perhatian banyak pihak, mengingat persaingan ketat antara Snapdragon dan Exynos dalam uji performa multi-core. Kehadiran chipset 2nm dapat mengubah lanskap persaingan di pasar processor global.

MediaTek telah lama dikenal melalui chipset seperti MediaTek Helio P70 yang digunakan di Oppo A8, dan langkah mereka dengan teknologi 2nm semakin memperkuat portofolio produk.

Sementara itu, brand seperti Xiaomi juga terus berinovasi dengan fitur seperti Magic Back Screen di Xiaomi 17 Pro, yang mungkin dapat memanfaatkan chipset generasi terbaru ini.

Dengan jadwal produksi massal yang ditargetkan akhir 2026, chipset 2nm MediaTek diprediksi mulai digunakan dalam perangkat konsumen pada 2027.

Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi MediaTek tetapi juga mendorong percepatan adopsi teknologi canggih di berbagai sektor. (Icha)

Semifinalis SFT 2025 Angkat Tema Teknologi untuk Olahraga dan Lingkungan

0

Telko.id – Sebanyak 80 tim berhasil lolos ke babak semifinal Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025. Program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perjalanan transformatif bagi inovator muda untuk mengembangkan solusi berbasis STEM guna menjawab tantangan di komunitas mereka.

Dua tema global yang diangkat tahun ini adalah Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan dengan 45 tim, serta Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga dengan 35 tim.

Samsung bersama International Olympic Committee (IOC) memperkuat komitmen dalam mengatasi tantangan sosial melalui pendidikan dan inovasi.

Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, mengatakan, “Samsung percaya bahwa masa depan inovasi ada di tangan generasi muda. Melalui SFT 2025 kami ingin memberikan lebih dari sekadar kompetisi, melainkan juga ruang belajar, berkolaborasi, dan mengasah keterampilan yang relevan dengan era digital.”

Indonesia sebagai salah satu pasar teknologi terbesar dunia dengan 212 juta pengguna internet dan 353 juta sambungan seluler aktif menegaskan urgensi penguasaan teknologi, khususnya AI, bagi generasi muda.

Program seperti Samsung Solve for Tomorrow 2025 menjadi penting dalam menyiapkan talenta digital masa depan.

Content image for article: Semifinalis SFT 2025 Angkat Tema Teknologi untuk Olahraga dan Lingkungan

Semangat humanis dan empati tercermin dari para semifinalis. Tim dari SMAN 5 Surabaya mengembangkan AICTFIVE, platform yang menggabungkan olahraga interaktif dengan permainan edukatif untuk anak-anak penyandang disabilitas, khususnya cerebral palsy.

“Melihat langsung tantangan anak-anak, mulai dari terbatasnya akses terapi di wilayah 3T hingga biaya yang tinggi, kami terdorong menghadirkan metode baru yang lebih menarik dan efektif,” ujar Zelma Nadhifa Hafizana Alasiry, ketua tim.

Di sisi lain, Naufal Akmal Rizqulloh dari tim 4U, IPB University menghadirkan KAMA Food Analyzer, inovasi untuk membantu masyarakat mengetahui kesegaran makanan dengan mudah dan akurat.

“SFT 2025 mengajarkan bahwa inovasi sejati lahir dari empati, memahami kebutuhan orang, dan merancang solusi yang benar-benar bermanfaat,” katanya.

Tahun ini, SFT 2025 secara global menjadi lebih istimewa dengan adanya program Global Ambassador hasil kemitraan Samsung dengan IOC.

Sebanyak 10 tim terbaik dari seluruh dunia yang lolos seleksi regional dan global akan mendapat gelar Global Ambassador.

Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan ide-ide inovatif, bertukar pengalaman dengan peserta dari seluruh dunia, dan memperluas jaringan kolaborasi internasional. Para Global Ambassador juga akan mengikuti rangkaian kegiatan inspiratif bertepatan dengan Olimpiade Musim Dingin 2026.

Gibran Tegar, semifinalis dari Universitas Indonesia, menyatakan semangat timnya untuk bersaing di kancah global.

“Sejak awal, tim kami sudah mempersiapkan proyek dengan serius dan terus mengembangkannya melalui workshop-workshop serta sesi mentoring yang disediakan SFT.”

Pemenang SFT 2024, Safina Amelia Khansa dari tim Solyd Ias, Universitas Gadjah Mada, berbagi tips bagi para peserta.

“Jangan ragu untuk terus berdiskusi dengan mentor agar ide selalu fokus dan berkembang. Siapkan presentasi dengan sepenuh hati, mulai dari slide, video, hingga cara penyampaian.”

Program Samsung Solve for Tomorrow sejalan dengan tren generasi muda Asia Tenggara yang semakin dominan menggunakan AI dalam berbagai inovasi.

Melalui program ini, Samsung terus mendorong terciptanya solusi teknologi yang berdampak positif bagi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi, empati, dan inovasi, SFT 2025 menjadi panggung bagi generasi muda Indonesia untuk membuktikan bahwa teknologi dapat digunakan untuk menciptakan dampak nyata.

Program ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga mengembangkan pola pikir global yang diperlukan untuk menjawab tantangan masa depan. (Icha)

Realme 15 Lite 5G : Spesifikasi dan Harga Terungkap

0

Telko.id – Realme dikabarkan sedang mempersiapkan kehadiran Realme 15 Lite 5G sebagai varian termurah dalam seri Realme 15.

Berdasarkan laporan terbaru, ponsel ini akan menawarkan spesifikasi menarik seperti layar OLED 120Hz, chipset MediaTek Dimensity 7300 Energy, dan baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 80W.

Laporan dari Phone Finder mengungkap bahwa Realme 15 Lite 5G akan menjadi penerus dari Realme 15, 15 Pro, dan 15T.

Ponsel ini diposisikan sebagai entry-level 5G dengan sejumlah fitur unggulan yang biasanya ditemukan di segmen mid-range.

Meski belum ada pengumuman resmi dari Realme, bocoran ini memberikan gambaran jelas tentang apa yang dapat diharapkan konsumen.

Layar perangkat ini disebutkan berukuran 6,67 inci dengan teknologi OLED, resolusi Full HD+ (1080 x 2400 piksel), refresh rate 120Hz, dan kecerahan puncak hingga 2.000 nit.

Fitur keamanan hadir melalui fingerprint sensor di bawah layar. Desainnya ramping dengan ketebalan 7,6 mm dan bobot 185 gram, serta dilengkapi sertifikasi tahan debu dan cipratan air IP65.

Dari sisi performa, perangkat ini bakal ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7300 Energy yang dioptimalkan untuk efisiensi daya.

Ponsel ini juga dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 80W.

Sayangnya, perangkat ini akan diluncurkan dengan sistem operasi Android 15 dan antarmuka Realme UI 6.0, yang mungkin menjadi kekurangan mengingat sistem operasi tersebut masih baru.

Untuk fotografi, perangkat ini bakal menggunakan kamera utama 50 MP dengan sensor Sony Lytia LYT-600 dan fitur stabilisasi optik (OIS).

Kamera tersebut didukung oleh sensor monokrom 2 MP dan sensor flicker. Sementara kamera selfie beresolusi 16 MP. Ponsel ini juga memiliki dual speaker untuk pengalaman audio yang lebih imersif.

Realme 15 Lite 5G akan tersedia dalam tiga pilihan warna: Satin Green, Glitter Gold, dan Electric Purple. Dua varian RAM dan penyimpanan ditawarkan, yaitu 8/128GB dan 8/256GB.

Harga yang dibocorkan adalah INR 17.999 untuk varian 8/128GB dan INR 19.999 untuk varian 8/256GB, setara dengan sekitar Rp 3,5 jutaan dan Rp 3,9 jutaan.

Kehadiran Realme 15 Lite 5G diharapkan dapat bersaing dengan ponsel entry-level 5G lainnya di pasar, seperti iQOO Z10 Lite 5G dan Xiaomi 11 Lite 5G NE.

Meski belum ada kepastian tanggal peluncuran, Realme 15 Lite 5G diprediksi akan menarik perhatian konsumen yang mencari ponsel 5G dengan harga terjangkau.

Meski demikian, Realme 15 Lite 5G masih dalam tahap rumor dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh perusahaan.

Informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan global, termasuk di Indonesia, masih perlu ditunggu. Untuk saat ini, konsumen dapat membandingkannya dengan ponsel lain seperti Apple iPhone 17 Series yang juga tengah menjadi perbincangan. (Icha)

Xiaomi 17 Pro Bawa Magic Back Screen, Kembali ke Desain Sekunder

0

Telko.id – Xiaomi secara resmi mengonfirmasi kehadiran layar sekunder pada seri flagship terbarunya, Xiaomi 17 Pro.

Fitur yang dinamai “Magic Back Screen” ini diintegrasikan pada bagian kamera belakang, menawarkan berbagai opsi tampilan seperti wajah jam, notifikasi, dan viewfinder kamera.

Pengumuman ini disampaikan melalui video teaser di platform Weibo, menampilkan kedua varian, Xiaomi 17 Pro Max dan Xiaomi 17 Pro.

Brand asal Tiongkok itu belum memberikan detail teknis mengenai ukuran dan spesifikasi layar sekunder tersebut.

Namun, dari video yang dibagikan, terlihat bahwa Magic Back Screen akan menawarkan fleksibilitas bagi pengguna untuk menampilkan informasi penting tanpa harus menyalakan layar utama.

Ini menjadi langkah menarik mengingat Xiaomi terakhir kali menyematkan layar sekunder pada Mi 11 Ultra di tahun 2021.

Xiaomi 17 Pro series diprediksi menjadi salah satu flagship andalan brand dengan dukungan chipset mutakhir dan teknologi kamera canggih.

Keberadaan Magic Back Screen juga dinilai dapat memperkuat posisi Xiaomi dalam persaingan smartphone premium, terutama dalam segmen inovasi desain dan fungsionalitas.

Keberhasilan Xiaomi dalam menghadirkan inovasi tidak lepas dari kinerja keuangan yang solid. Baru-baru ini, perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan signifikan pada kuartal II 2025, yang dapat mendukung pengembangan produk-produk mutakhir seperti Xiaomi 17 Pro series. Xiaomi mencatat pendapatan Rp261 triliun di Q2 2025, dengan laba bersih naik 75,4%.

Selain itu, kemajuan dalam teknologi chipset juga berperan penting. Produksi massal chip 2nm oleh TSMC yang dimulai pada kuartal IV 2025 dapat memberikan dampak positif terhadap performa dan efisiensi perangkat seperti Xiaomi 17 Pro.

TSMC memastikan produksi massal chip 2nm dimulai kuartal IV 2025, membuka peluang bagi brand smartphone untuk mengintegrasikan prosesor yang lebih powerful.

Xiaomi juga terus memperkuat ekosistem produknya, termasuk perangkat kamera pintar. Peluncuran Smart Camera 4 Dual-Camera Edition baru-baru ini menunjukkan komitmen brand dalam menghadirkan solusi teknologi yang terintegrasi.

Xiaomi meluncurkan Smart Camera 4 Dual-Camera Edition di China, menambah portofolio produk IoT mereka.

Dengan Magic Back Screen, perangkat ini tidak hanya menawarkan fungsionalitas tambahan, tetapi juga estetika yang berbeda dari kompetitor.

Langkah ini sekaligus mengingatkan pada era Mi 11 Ultra, yang kala itu menjadi pembicaraan karena keunikan desainnya.

Kehadiran layar sekunder di kedua varian Pro menunjukkan bahwa Xiaomi serius menjadikan fitur ini sebagai pembeda di pasar flagship.

Hingga saat ini, Xiaomi belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi maupun harga untuk Xiaomi 17 Pro series.

Namun, dengan teaser yang telah dibagikan, dapat dipastikan bahwa brand sedang mempersiapkan peluncuran dalam waktu dekat.

Para penggemar dan pengamat teknologi pun menantikan detail lebih lanjut mengenai spesifikasi dan pengalaman penggunaan Magic Back Screen. (Icha)

Meta Ray-Ban Display : Kacamata Pintar dengan HUD dan Wristband Kontrol

0

Telko.id – Meta secara tidak sengaja membocorkan kacamata pintar terbarunya dengan tampilan heads-up display (HUD) terintegrasi melalui unggahan video di YouTube.

Video yang kemudian dihapus tersebut memperlihatkan kacamata yang dipasangkan dengan gelang sEMG untuk mengontrol antarmuka.

Kacamata ini menawarkan HUD tetap yang hanya terlihat oleh mata kanan, tanpa upaya mengintegrasikan visual ke dunia nyata, sehingga bukan kacamata augmented reality (AR).

Kacamata ini memiliki bingkai yang sedikit lebih tebal dan dilaporkan lebih berat, dengan bobot 70 gram dibandingkan 50 gram pada model Ray-Ban Meta tanpa layar.

Harga yang dikabarkan mencapai $800, menurut laporan Mark Gurman. Produk ini akan dipasarkan sebagai Meta Ray-Ban Display untuk membedakannya dari model Ray-Ban lainnya.

Meta Ray-Ban Display glasses with a built-in HUD leak, sEMG wristband also featured

Gelang yang digunakan bersama kacamata ini merupakan evolusi dari Neural band yang pernah diperlihatkan sebelumnya.

Gelang ini menggunakan teknologi sEMG (Surface Electromyography) yang mendeteksi sinyal listrik dari otot lengan bawah untuk melacak pergerakan jari, memungkinkan pengguna berinteraksi dengan kacamata. Fitur ini memungkinkan akses konstan ke Meta AI, pesan, navigasi, dan lainnya.

Meta Connect 2025, konferensi tahunan perusahaan, dimulai hari ini dan kemungkinan besar Meta Ray-Ban Display akan diumumkan, baik hari ini atau dalam beberapa hari ke depan. Unggahan video tersebut diduga bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi pengenalan produk.

Perkembangan kacamata pintar dengan HUD semakin menarik perhatian, terutama dengan integrasi teknologi AI dan kontrol gerakan.

Sebelumnya, perusahaan seperti Xiaomi juga telah mengumumkan kacamata AI yang menawarkan fitur serupa, meski dengan pendekatan berbeda.

Sementara itu, Oppo juga memamerkan berbagai teknologi baru dalam pameran sebelumnya, menunjukkan minat besar industri terhadap wearable technology.

Dengan bobot yang lebih berat dan harga yang lebih tinggi, Meta Ray-Ban Display ditujukan bagi pengguna yang menginginkan akses cepat ke informasi digital tanpa harus mengeluarkan ponsel.

Meski bukan kacamata AR, kehadiran HUD tetap memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan kacamata pintar konvensional.

Peluncuran resmi produk ini diharapkan memberikan kejelasan lebih mengenai spesifikasi, ketersediaan, dan kompatibilitas dengan perangkat lain.

Pengembang dan penggemar teknologi wearable tentu menantikan inovasi terbaru dari Meta dalam ajang Meta Connect 2025. (Icha)

Motorola Moto G36 Bocor di TENAA, Bawa Baterai Raksasa 7000mAh

0

Telko.id – Motorola dikabarkan tengah mempersiapkan kehadiran ponsel baru dalam jajaran Moto G, yaitu Moto G36.

Perangkat dengan kode XT2533-4 ini telah muncul di situs sertifikasi TENAA, mengungkap sejumlah spesifikasi penting, termasuk baterai berkapasitas sangat besar.

Moto G36 akan dilengkapi dengan baterai berkapasitas 6.790mAh (rated), yang kemungkinan memiliki kapasitas tipikal hingga 7.000mAh.

Angka ini sama dengan yang digunakan pada Moto G06 Power, dan jauh lebih besar dibandingkan Moto G56 yang hanya 5.200mAh.

Dengan dukungan pengisian daya 33W, ponsel ini diharapkan dapat memberikan daya tahan baterai yang sangat lama.

Dari segi tampilan, Moto G36 akan menggunakan layar LCD berukuran 6,72 inci dengan resolusi 1.080 x 2.400 piksel.

Meski memiliki ukuran dan resolusi yang sama dengan Moto G56, belum diketahui apakah panel layarnya mendukung refresh rate 120Hz seperti seri sebelumnya.

Dimensi ponsel ini adalah 166,3 x 76,5 x 8,7 mm dengan bobot 210 gram. Ukuran yang lebih tebal dan berat ini dipengaruhi oleh kapasitas baterai yang besar, mirip dengan Moto G06 Power yang memiliki ketebalan 8,8 mm dan berat 220 gram.

Pada sektor kamera, Moto G36 akan membawa setup kamera belakang ganda yang terdiri dari sensor utama 50MP dan ultra-wide 8MP, serta kamera selfie 32MP.

Spesifikasi ini serupa dengan yang dimiliki Moto G56, menunjukkan bahwa Motorola tetap mempertahankan kualitas fotografi yang baik untuk segmen menengah.

Sayangnya, chipset yang digunakan pada Moto G36 disebut-sebut kurang mampu dibandingkan seri G56. Meski belum diketahui secara pasti chipset apa yang digunakan, inti utamanya hanya mampu mencapai kecepatan hingga 2,4GHz.

TENAA juga mencantumkan opsi RAM mulai dari 4GB hingga 16GB dan penyimpanan internal 64GB hingga 512GB, meski opsi RAM 16GB dianggap tidak biasa untuk segmen ini.

Belum ada informasi resmi dari Motorola mengenai tanggal peluncuran Moto G36. Namun, mengingat pola perilisan sebelumnya, kemungkinan ponsel ini akan hadir tanpa pengumuman besar-besaran.

Kehadiran Moto G36 dengan baterai berkapasitas besar ini dapat menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai.

Seperti halnya Tecno Pova 7 dan Pova 7 Pro yang juga menawarkan baterai besar, ponsel ini ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan perangkat dengan daya tahan ekstra.

Perkembangan teknologi ponsel dengan baterai besar terus mengalami peningkatan, tidak hanya dari segi kapasitas tetapi juga efisiensi.

Beberapa brand seperti realme dengan GT 7 Series juga fokus pada pengembangan fitur yang mendukung pengalaman penggunaan yang lebih lama.

Selain itu, integrasi AI dalam perangkat mobile juga menjadi tren yang terus berkembang. Seperti yang dilakukan Lenovo dengan perangkat AI terbarunya, optimasi perangkat lunak dan hardware semakin penting untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi daya. (Icha)

Evolusi Galaxy AI: Samsung Perluas Akses AI

0

Telko.id – Samsung memperkuat komitmennya dalam memimpin inovasi teknologi konsumen melalui evolusi Galaxy AI di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.

Strategi ini diwujudkan dengan memperluas akses kecerdasan buatan yang sebelumnya eksklusif untuk seri flagship, kini tersedia di berbagai perangkat Galaxy.

Galaxy AI pertama kali diluncurkan bersamaan dengan seri Galaxy S24 pada Januari 2024. Dalam perkembangannya, teknologi ini telah berevolusi dari fitur terbatas menjadi solusi terpadu yang dapat diakses lebih luas.

Filosofi “AI for All” menjadi landasan utama Samsung dalam mendemokratisasi kemampuan AI canggih bagi pengguna.

Menurut pernyataan resmi Samsung, transformasi cara berinteraksi dengan perangkat menjadi lebih intuitif, proaktif, dan kontekstual merupakan fokus utama pengembangan Galaxy AI. Pendekatan ini tidak hanya berlaku untuk kawasan Asia Tenggara dan Oseania, tetapi juga secara global.

Content image for article: Evolusi Galaxy AI: Samsung Perluas Akses AI Canggih di Asia Tenggara & Oseania

Evolusi Galaxy AI menandai babak baru dalam strategi Samsung untuk menghadirkan pengalaman teknologi yang lebih inklusif. Perusahaan mengundang pengguna untuk turut serta dalam perjalanan transformasi digital melalui AI yang dapat diakses semua orang.

Pengembangan Galaxy AI sejalan dengan tren evolusi fitur AI pada perangkat flagship terbaru yang semakin terintegrasi dengan ekosistem digital pengguna. Samsung terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk memastikan teknologi AI mereka tetap relevan dengan kebutuhan pasar.

Implementasi Galaxy AI juga didukung oleh pembaruan sistem operasi, termasuk One UI 8 yang resmi digulirkan untuk Galaxy S25 series. Integrasi antara hardware dan software menjadi kunci dalam menyajikan pengalaman AI yang mulus dan responsif.

Content image for article: Evolusi Galaxy AI: Samsung Perluas Akses AI Canggih di Asia Tenggara & Oseania

Selain perangkat konvensional, Samsung juga mengembangkan teknologi AI untuk perangkat inovatif seperti ponsel lipat tiga kali yang sedang dalam tahap uji pasar. Ekspansi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan AI canggih di berbagai form factor perangkat.

Keberhasilan Galaxy AI di kawasan Asia Tenggara dan Oseania menjadi indikator penting bagi Samsung dalam mengukur penerimaan pasar terhadap teknologi AI terbaru. Respons positif dari pengguna di kawasan ini akan memengaruhi strategi global perusahaan dalam pengembangan AI ke depan.

Dengan terus memperluas jangkauan Galaxy AI, Samsung berupaya mentransformasi tidak hanya cara pengguna berinteraksi dengan perangkat, tetapi juga bagaimana teknologi dapat meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari secara lebih demokratis dan accessible. (Icha)

Telkom Ganti Pengurus di RUPSLB 2025, Demi Akselerasi Transformasi Digital

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Agenda utama rapat adalah penetapan perubahan susunan pengurus perseroan, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung akselerasi transformasi digital di lingkup TelkomGroup.

Pemegang saham menyetujui perubahan struktur kepemimpinan yang diharapkan memperkuat arah strategis TelkomGroup.

Susunan baru Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi hasil RUPSLB Telkom 2025 terdiri dari Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama, serta Dian Siswarini yang tetap memegang posisi Direktur Utama.

Perubahan pengurus ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi kepemimpinan Telkom dalam menghadapi dinamika industri digital.

“Telkom terus bertransformasi menjadi digital telco dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. Dengan struktur pengurus yang semakin solid, kami optimistis dapat mempercepat langkah transformasi, menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, serta memperkuat kontribusi Telkom bagi bangsa dan negara,” jelas pernyataan resmi perseroan.

Sebagai hasil keputusan rapat, pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan yang diharapkan memperkuat arah strategis TelkomGroup dalam mengakselerasi transformasi digital. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi hasil RUPSLB Telkom 2025 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama             : Angga Raka Prabowo
  • Komisaris                          : Rionald Silaban
  • Komisaris                          : Rizal Mallarangeng
  • Komisaris                          : Ossy Dermawan
  • Komisaris                          : Silmy Karim
  • Komisaris Independen        : Deswandhy Agusman
  • Komisaris Independen        : Ira Noviarti
  • Komisaris Independen        : Yohanes Surya

Jajaran Direksi

  • Direktur Utama                                                         : Dian Siswarini
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko                      : Arthur Angelo Syailendra
  • Direktur Human Capital Management                          : Willy Saelan
  • Direktur Wholesale & International Service                  : Honesti Basyir
  • Direktur Enterprise & Business Service                        : Veranita Yosephine
  • Direktur Strategic Business Development & Portfolio     : Seno Soemadji
  • Direktur Network                                                       : Nanang Hendarno
  • Direktur IT Digital                                                    : Faizal Rochmad Djoemadi
  • Direktur Legal & Compliance                                        : Andy Kelana

Sepanjang enam bulan pertama tahun 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp73,0 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp11,0 triliun dan margin laba bersih 15,0%. Capaian ini mencerminkan kombinasi efisiensi operasional dan penguatan disiplin modal yang konsisten.

Profitabilitas Telkom juga tetap terjaga, ditandai dengan pencatatan EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) perseroan sebesar Rp36,1 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,5%.

Content image for article: Telkom Umumkan Perubahan Pengurus di RUPSLB 2025 untuk Akselerasi Transformasi Digital

Menghadapi dinamika pasar dan kondisi makroekonomi, fundamental Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi digital tetap solid.

Melalui penguatan fokus transformasi, Telkom memproyeksikan peluang pertumbuhan bisnis yang optimis pada periode semester dua.

Sejalan dengan formasi kepemimpinan baru ini, Telkom kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi digital inovatif, memperkuat posisi sebagai digital telco berdaya saing global, dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perubahan kepemimpinan di sektor telekomunikasi memang menjadi tren strategis dalam menghadapi era digital.

Selain fokus pada transformasi digital, kinerja keuangan yang solid juga menjadi perhatian utama. Selain itu, Telkom juga dikenal konsisten dalam memberikan return kepada pemegang saham. Pada masa sebelumnya, Telkom bahkan membagikan dividen hingga Rp15,26 triliun di tengah tantangan pandemi.

Dengan struktur kepemimpinan yang baru, Telkom berharap dapat terus mempertahankan momentum positif dan mempercepat transformasi digital di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. (Icha)

Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 Siap Rilis, Debut di Ponsel Ini

0

Telko.id – Qualcomm telah mengonfirmasi chipset flagship generasi terbarunya, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5. Pengumuman ini menarik banyak perhatian karena skema penamaannya yang melompati dari gen sebelumnya. Ini menjadi pertanda bahwa Qualcomm kembali memakai skema penamaan Snapdragon 8 gen yang pertama kali digunakan pada 2021.

Menurut Qualcomm sendiri, nama Snapdragon 8 Elite Gen 5 dipilih karena ini merupakan chipset kelima dalam lini seri tersebut, setelah Snapdragon 8 Gen 1 hingga Snapdragon 8 Elite yang dianggap sebagai Gen 4.

Dilansir dari GSM Arena, Qualcomm menyebut ini adalah ‘sebuah evolusi dari kerangka kerja yang sudah mapan’ dan bukan sebuah perubahan total.

Pengumuman resmi dan detail lengkap dari Snapdragon 8 Elite Gen 5 akan diungkap dalam acara Snapdragon Summit yang dimulai pada 23 September mendatang di Hawaii.

Walau belum dirilis, bocoran soal spesifikasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 sudah ramai diperbincangkan. Chipset terbaru ini disebut akan menggunakan inti CPU Oryon kustom dengan clock speed inti utama mencapai 4,6 GHz.

Baca juga:

Menarikan, kabarnya aka nada juga versi khusus “for Galaxy” atau Extreme Edition yang bisa melaju lebih kencang lagi, hingga 4,7 GHz.

Disisi grafis, Qualcomm digadang-gadang akan menyematkan GPU baru dengan clock speed 1,2Ghz.

Kolaborasi antara CPU dan GPU baru ini dibuat dengan teknologi fabrikasi N3p 3nm dari TSMC, diyakini akan menghadirkan peningkatan performa yang signifikan.

Ponsel-ponsel flagship ditahun yang mendatang akan diperkirakan akan menawarkan pengalaman yang jauh lebih lebih cepat dan mulus.

Bocoran lainnya yaitu tentang prediksi skor AnTuTu untuk chipset ini yang disebut dapat menembus rekor baru yakni dikisaran 4,2 juta hingga 4,4 juta poin.

Skor sebesar itu jelas telah jauh melampaui chipset flagship yang ada di pasaran sekarang. Kalau benar terbukti, ponsel dengan chipset ini nantinya akan sanggup menghadapi tugas multitasking yang berat sekalipun. Seperti bermain game dengan grafis ultra, multitasking berat, sampai menjalankan pemrosesan AI yang kompleks.

Para penggemar chipset ini tidak perlu lama bertanya-tanya nantinya chipset ini akan digunakan di smartphone mana, karena Xiaomi sudah mengonfirmasi secara resmi bahwa seri Xiaomi 17 akan  dibekali dengan chipset ini dan menjadi yang pertama di dunia.

Seri terbaru ini akan hadir dalam tiga varian, yaitu Xiaomi 17, Xiaomi 17 Pro, dan Xiaomi 17 Pro Max.

Kabar kepastian ini membuat persaingan di pasar smartphone premium tahun depan akan dipastikan semakin panas. (AGI)

Snapdragon dan Exynos Geser A19 Pro di Uji Multi-core

0

Telko.id – dominasi Apple dalam perolehan skor multi-core tertinggi untuk sebuah chipset ponsel berakhir di tahun ini. Setelah peluncuran iPhone 17 pekan lalu, skor benchmark A19 Pro menunjukkan peningkatan yang moderat 13 persen dibandingkan dengan generasi sebelumnya A18 Pro.

Namun, chipset Android terbaru seperti Snapdragon 8 elite Gen 5 dari Qualcomm dan Exynos 2600 dari Samsung berhasil mengungguli A19 Pro dalam tes multi-core.

Megutip Seluler.id performa dari A19 Pro diuji menggunakan Geekbench 6, dengan skor single-core 3.895 dan multi-core 9.746. Angka ini memang solid untuk sebuah chipset flagship, naming Apple tampaknya mencapai titik jenuh dalam kategori multi-threaded. Hal ini kemungkinan besar dilakukan untuk mempertahankan efisiensi daya yang menjadi andalan chipset buatan mereka.

Disisi lain, Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang diuji pada Galaxy S26 Edge dengan clock performance core diturunkan menjadi 4.00GHz (dari 4.74GHz default) berhasil mencetak skor multi-core 11.515. Artinya, chipsetp dari Qualcomm ini unggul 18,2 persen dibanding A19 Pro. Meski demikian, dalam tes single-core, Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih tertinggal 12,9 persen.

Baca juga:

Exynos 2600, yang diprediksi sebagai chipset 2nm GAA pertama Samsung, juga menunjukkan performa yang mengesankan. Chipset ini mengungguli A19 Pro sebesar 15,5 persen dalam multi-core, meski tertinggal 15 persen dalam single-core. Hasil ini menunjukkan bahwa Samsung dan Qualcomm berhasil mengejar ketertinggalan dari Apple, sesuatu yang beberapa tahun lalu dianggap mustahil.

Meski unggul dari sisi multi-core, baik Snapdragon 8 Elite Gen 5 maupun Exynos 2600 menggunakan konfigurasi core yang lebih banyak. Snapdragon 8 Elite Gen 5 menggunakan cluster CPU 8-core, sementara Exynos 2600 bahkan menggunakan 10-core. Sebaliknya, Apple tetap mempertahankan konfigurasi 6-core pada A19 Pro untuk efisiensi daya yang maksimal.

Jika Apple beralih ke konfigurasi 8-core atau 10-core, percakapan tentang performa chipset mungkin akan sangat berbeda. Namun, keputusan Apple untuk memprioritaskan efisiensi justru memberikan celah bagi pesaingnya untuk unggul dalam kategori multi-core.

Kendati begitu, keunggulan Apple di single-core performance masih tak tergoyahkan. A19 Pro tetap menjadi chipset smartphone tercepat dalam kategori ini, dan rivalnya masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyeimbangkannya. Performa single-core yang tinggi sangat penting untuk pengalaman pengguna sehari-hari, seperti membuka aplikasi dan merespons input dengan cepat.

Perkembangan ini juga menunjukkan bagaimana persaingan chipset smartphone semakin ketat. Bebrapa tahun lalu, performa chipset Android sering kali tertinggal jauh dari A-series Apple. Namun, dengan inovasi dari Qualcomm dan Samsung, gap tersebut berhasil dipersempit secara signifikan.

Kedua chipset Android ini masih dalam tahap pengembangan dan belum resmi diluncurkan. Snapdragon 8 Elite Gen 5 kemungkinan akan dipakai oleh berbagai vendor Android flagship, sementara Exynos 2600 diprediksi akan menghadirkan varian tertentu dari Galaxy S26. Dengan demikian persaingan performa chipset smartphone tahun depan diprediksi akan semakin sengit.

Dengan harga smartphone flagship yang kian meningkat, konsumen menjadi lebih kritis dalam memilih perangkat yang menawarkan performa dan efisiensi terbaik. Kenaikan harga iPhone dan Galaxy diprediksi terjadi di tahun depan, yang membuat persaingan performa chipset semakin relevan bagi calon pembeli.

Kedepannya, persaingan chipset smartphone tidak hanya tentang angka benchmark, tetapi juga tentang bagaimana teknologi in diimplementasikan dalam perangkat nyata. Baik Apple, Qualcomm maupun Samsung akan terus berinovasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna. (AGI)