spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1298

Kominfo Identifikasi 453 Hoaks Selama Maret 2019

Telko.id – Mendekati pemilu, berita hoax masih tetap banyak. Kominfo Identifikasi 453 Hoaks Selama Maret 2019. Total jumlah hoaks yang ditemukenali oleh Kemkominfo menjadi 1.224 hoaks pada periode Agustus 2018 sampai dengan Maret 2019.

Dari 453 hoaks tersebut, terdapat 130  hoaks politik. Sehingga total hoaks politik yang diidentifikasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 311 hoaks. Hoaks politik antara lain berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu.

Jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian terus meningkat menjelang hari pencoblosan 17 April 2019. Jumlah konten hoaks yang beredar di tengah masyarakat cenderung meningkat dari bulan ke bulan.

Di bulan Agustus 2018, hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi oleh Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika. Di Bulan September 2018, naik menjadi 27 hoaks, sementara pada Oktober dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks. Di bulan Desember 2018, jumlah info hoaks terus naik di angka 75 konten.

“Peningkatan jumlah konten hoaks sangat signifikan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2019. Sebanyak 175 konten hoaks yang berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kementerian Kominfo. Angka itu naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks. Angka tersebut menjadi 453 konten hoaks selama Maret 2019,” ungkap Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalm penjelasan tertulisnya.

Fernandus menambahkah bahwa dari jumlah 453 hoaks yang diidentifikasi selama Maret 2019 tersebut, selain terkait isu politik, juga menyasar isu kesehatan, pemerintahan, hoaks berisikan fitnah terhadap individu tertentu, terkait kejahatan, isu agama, internasional, mengarah ke penipuan dan perdagangan serta isu pendidikan.

Tim AIS Kemkominfo dibentuk oleh Menteri Kominfo Rudiantara pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan, verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti.

Kementerian Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten. (Icha)

 

 

Disebut “Orang Gila”, Pria Ini Mantap jadi YouTuber

Telko.id, JakartaYoon Chang-hyun, pria asal Korea Selatan membuat keputusan berani. Ia keluar dari pekerjaan sebagai karyawan Samsung dengan gaji per bulan yang nominalnya tak main-main, dan memilih menjadi seorang YouTuber. Keputusan itu bahkan membuatnya dicap “orang gila“.

Selama bekerja di Samsung, Yoon Chang-hyun menjadi periset di kantor yang berlokasi di Korea Selatan. Gajinya tak main-main, yakni Rp 68 juta per bulan.

Pria berusia 32 tahun tersebut keluar dari Samsung untuk menjadi bintang di YouTube. Bahkan, ia sudah menyiapkan kanal khusus.

{Baca juga: Logan Paul ke Antartika Bareng Kaum Bumi Datar, Mau Ngapain?}

Menurut laporan Reuters, penghasilan Rp 68 juta sebulan termasuk besar di Korea Selatan. Apalagi, ia masih mendapatkan tunjangan asuransi dan lain-lain dari perusahaan. Makanya, banyak pihak merasa heran dengan keputusan Yoon Chang-hyun keluar dari Samsung.

Apapun kata publik, dikutip Telko.id, Senin (01/04/2019), Yoon Chang-hyun tetap bulat dengan pendiriannya. Ia mengaku tak ingin terus bekerja keras sebagai karyawan dengan beban lembur luar biasa. Ia cuek saja dengan predikat “orang gila” atas keputusannya itu.

“Saya banyak mendapatkan pertanyaan, kenapa nekat keluar dari Samsung. Saya bahkan dianggap gila. Bagi saya, pekerjaan kantoran membuat seseorang merasa kesepian. Beban yang ditanggung terlalu besar. Saya harus mencari kehidupan lain,” tegas Yoon Chang-hyun.

{Baca juga: YouTuber Vegan Ini Dihujat Gara-gara Makan Ikan}

Yoon Chang-hyun sekarang hidup dari pendapatannya sebagai YouTuber. Ia menjadi satu milenial yang tidak lagi memegang cita-cita lama orang Korea Selatan, yakni bekerja di perusahaan besar dan menjalani hidup stabil, mampu menghidupi keluarga, dan membeli apartemen.

Asal tahu saja, perusahaan kaya raya semacam Samsung, Hyundai, atau LG memang menjadi idaman lulusan perguruan tinggi di Korea Selatan. Namun, lambat laun, para sarjana mulai berganti pola pikir dengan memilih menjadi YouTuber ketimbang bekerja di konglomerasi tersebut. (SN/FHP)

Ada Penampakan UFO di Foto Ini, Benarkah?

Telko.id, Jakarta – Para pakar teori konspirasi mengklaim, ada penampakan UFO yang bersembunyi di dalam foto wanita ini. Scott C Waring, pengelola UFO Sightings Daily, percaya dirinya melihat UFO di belakang wanita di New Mexico ini.

Dia mengatakan, beberapa minggu lalu, seorang wanita sedang berfoto bersama teman-temannya di New Mexico. Secara tidak sengaja, sebuah benda logam tertangkap kamera.

“Seseorang mengambil foto dengan teman-temannya di New Mexico minggu lalu, ketika benda logam terbang melewati di belakangnya,” katanya.

Ia mengatakan, dari sekian foto yang diambil, hanya ada satu foto yang berhasil menangkap UFO tersebut. Namun, menurutnya itu sudah cukup untuk membuktikan keberadaan UFO.

{Baca juga: NASA: Alien Sudah Kunjungi Bumi}

“UFO tertangkap hanya dalam satu foto, tapi itu sudah cukup. Sepertinya dia mengambil Instagramphotos atau foto untuk beberapa media sosial lainnya, ketika mereka secara tidak sengaja menangkap pesawat alien ini,” ujarnya.

Waring memiliki keyakinan, bahwa benda yang tertangkap dalam foto itu adalah UFO, dan bukan pesawat komersial atau pesawat tanpa awak alias drone.

“Ketika saya membuat foto close-up UFO, saya tidak melihat sayap, baling-baling, jendela, untuk menunjukkan itu adalah pesawat atau jet,”katanya.

Namun, tidak semua orang sependapat dengannya. Kepada Mirror Online, Nigel Watson, penulis UFO Perang Dunia Pertama, mengatakan, sulit untuk menentukan objek itu karena jaraknya yang terlalu jauh.

“Karena objeknya sangat jauh, sulit untuk menentukan detail yang signifikan,” ujarnya.

{Baca juga: Pengguna Google Maps Tak Sengaja Lihat ‘UFO’ di Siang Bolong}

Ia menduga, benda berwarna metalik itu kemungkinan hanyalah balon. Ia tidak sependapat bahwa benda tersebut adalah pesawat ruang angkasa milik alien.

“Seperti yang terlihat, kemungkinan itu hanya balon mylar. Itu dapat bergerak cepat karena mereka cukup kecil dan pada ketinggian yang lebih tinggi angin bisa jauh lebih kuat daripada di permukaan tanah tempat pengambilan gambar,” jelasnya. [BA/HBS]

Sumber: Mirror

Berbeda Berkat Empat Kamera Leica

0

Telko.id – Menggelar acara khusus di kota Paris, Perancis, Huawei resmi menghadirkan trio P30 Series, masing-masing adalah Huawei P30, P30 Pro, dan P30 Lite. Meski ada tiga seri yang diperkenalkan, hanya satu saja yang benar-benar berbeda dan menonjol pada acara di kota romantis itu, yakni Huawei P30 Pro.

Smartphone ini memiliki berbagai teknologi dan fitur baru yang bahkan tidak dimiliki oleh dua saudaranya. Dari sisi layar, kamera Leica, bahkan sampai urusan baterai pun berbeda.

Nah, beberapa saat setelah peluncuran resminya, tim Telko.id langsung mendapat kesempatan untuk menggunakan smartphone ini secara langsung.

{Baca juga: Klaim “Terbaik”, Kamera Huawei P30 Pro Gak Punya 2 Fitur Ini}

Ya, kami menggunakan Huawei P30 Pro dengan versi 256GB dan dilapisi oleh warna gradasi Breathing Crystal. Lebih baik, yuk ikuti ilasan singkat kami lewat handson Huawei P30 Pro berikut ini. Check this out!

Desain

Huawei menjadi salah satu brand yang memberikan peningkatan cukup signifikan pada desain untuk smartphone flagship-nya. Jika melihat dari desain Huawei P20 Pro ke P30 Pro, akan terlihat sentuhan berbeda pada keduanya yang diberikan brand asal China ini.

Dari depan misalnya, kini P30 Pro mengusung layar berukuran 6,47 inci berjenis OLED yang melengkung di sisi kiri dan kanannya, dan memiliki teknologi sensor sidik jari di dalamnya. Resolusi layarnya mencapai maksimal Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dengan aspek rasio 19,5 : 9.

Layar ini  telah mendukung teknologi HDR 10 yang mampu menampilkan konten dengan warna yang tajam. Mirip Huawei Mate 20, smartphone itu juga punya poni berukuran kecil di bagian atasnya sebagai tempat bagi kamera depan.

Ke bagian belakang, sentuhan berbeda juga diaplikasikan Huawei pada smartphone ini. Yang paling kentara adalah frame kameranya.

{Baca juga: Klaim “Terbaik”, Huawei Bandingkan P30 Pro dengan iPhone Xs, Galaxy 10+ dan Kamera DSLR}

Kini, ada empat kamera utama pada P30 Pro, tiga kamera diposisikan vertikal di body kiri atas smartphone. Kemudian di sebelahnya, ada LED Flash dan frame kamera keempat dari P30 Pro tepat di bawahnya.

Hadir juga logo Leica pada bagian bawah frame kamera tersebut, lengkap dengan konfigurasi yang diberikan Leica untuk P30 Pro.

Body P30 Pro diberikan warna gradasi yang keren, terlihat premium dan punya karakter dibandingkan smartphone lain di kelasnya. Unit yang kami gunakan berwarna Breathing Crystal, hasil perpaduan warna putih bersih dengan warna ungu muda, kelihatan berkelas.

Mirip bagian depan, body P30 Pro juga melengkung di sisi kiri dan kanannya. Desain itu membuatnya menjadi enak dan nyaman untuk digenggam menggunakan satu tangan. Feel-nya mirip-mirip seperti menggunakan Samsung Galaxy S10+, yap mirip banget.

Spesifikasi

Secara spesifikasi, Huawei P30 Pro masih menggunakan prosesor yang sama pada seri Mate 20 yang dirilis tahun lalu, yaitu prosesor octa-core (2×2.6 GHz Cortex-A76 & 2×1.92 GHz Cortex-A76 & 4×1.8 GHz Cortex-A55) HiSilicon Kirin 980.

Meski demikian, konfigurasi RAM, ROM, hingga baterai yang ada padanya berbeda. P30 Pro memiliki RAM 8GB, ROM 256GB, dan baterai berkapasitas 4,200 mAh yang mendukung fast charging 40W,
fast wireless charging 15W, dan reverse wireless charging.

Jadi, kalau soal benchmark menggunakan AnTuTu atau aplikasi lainnya, sampai performa, tentu tidak akan jauh berbeda. Yang menarik dari P30 Pro justru adalah kameranya.

P30 Pro dilengkapi dengan Leica Quad Camera System dengan resolusi masing-masing 40MP berteknologi Huawei SuperSpectrum Sensor sebagai lensa utama, 20MP lensa ultra-wide, 8MP lensa telephoto, dan lensa Time of Field (ToF). Sementara kamera depannya, beresolusi 32MP.

Sedikit membahas soal kameranya, teknologi Huawei SuperSpectrum Sensor merupakan teknologi sensor baru dengan konfigurasi RYYB, bukan RGGB seperti sensor kamera smartphone kebanyakan.

{Baca juga: Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”}

Sensor ini menggantikan piksel hijau dengan piksel kuning yang diklaim mampu meningkatkan ISO maksimum menjadi 409.600. Lewat konfigurasi tersebut, Huawei P30 Pro diklaim punya kemampuan handal dalam hal fotografi malam.

Lensa kamera smartphone ini pun didukung oleh teknologi SuperZoom yang mampu memperbesar gambar hingga 5x lipat dengan optical zoom, 10x lipat dengan hybrid zoom, dan 50x lipat dengan digital zoom. Kami sendiri sempat mencoba kamera P30 Pro untuk menangkap beberapa objek di berbagai kondisi pencahayaan, berikut beberapa hasil fotonya:

Selayaknya smartphone flagship, Huawei membanderol P30 Pro dengan harga yang cukup menguras kantong. Sebab, harga Huawei P30 Pro mencapai €999 atau setara Rp 15,9 jutaan untuk varian 8GB/128GB, €1.099 atau Rp 17,5 jutaan untuk model 8GB/256GB, dan €1.249 atau Rp 19,9 jutaan untuk versi 8GB/512GB. (FHP)

Inikah Tampang Seri Redmi dengan Snapdragon 855?

0

Telko.id, Jakarta – Bos Redmi, Lu Weibing telah memberikan konfirmasi soal kehadiran seri Redmi yang bakal masuk ke jajaran smartphone flagship dengan Snapdragon 855. Konfirmasi yang diungkapkan Weibing langsung diperkuat oleh sebuah foto yang memperlihatkan Redmi berprosesor Snapdragon 855.

Dalam foto tersebut, sebenarnya diperlihatkan CEO Xiaomi, Lei Jun yang sedang menggunakan smartphone-nya.

Namun seperti dilansir dari Gizmochina, Senin (01/04/2019), seorang informan asal China mengklaim bahwa salah smartphone lain yang tidak digunakan pada foto merupakan seri Redmi dengan Snapdragon 855.

{Baca juga: Gara-gara Ini, Redmi Note 7 “Batal” Punya Sidik Jari di Layar}

Dikatakan bahwa smartphone dengan bezel berwarna merah dan layar fullscreen tanpa adanya notch, yang diletakkan di atas meja merupakan seri Redmi yang akan diluncurkan.

Sayang, belum ada informasi lainnya soal smartphone tersebut. Namun apabila melihat bocoran foto berkualitas standar ini, bisa jadi smartphone tersebut akan dilengkapi dengan kamera pop-up, dan punya layar berjenis AMOLED dengan dukungan sensor sidik jari di dalam layarnya.

Sebelumnya, VP Redmi, Lu Weibing memberikan pertanyaan untuk para penggemar di Weibo soal fitur yang sebenarnya ingin mereka lihat di Redmi Note 7.

{Baca juga: Sayang Sekali, Redmi Note 7 Pro Gak Masuk ke Indonesia}

Secara mengejutkan, sebagian besar dari mereka mempertanyakan soal tidak adanya sensor sidik jari di layar smartphone tersebut. Lu Weibing langsung merespon pertanyaan itu.

Ia menyatakan, tidak adanya sidik jari di dalam layar smartphone itu karena menggunakan layar LCD, bukan AMOLED. Sekadar informasi, teknologi ini hanya bisa berfungsi di layar AMOLED, sementara smartphone Redmi tersebut hanya mengusung layar LCD berukuran 6,3 inci saja. (FHP)

Gara-gara Ini, Redmi Note 7 “Batal” Punya Sidik Jari di Layar

0

Telko.id, Jakarta – Saat pertama kali dirilis, Redmi Note 7 langsung menjadi salah satu smartphone kelas menengah yang menarik perhatian para Mi Fans (sebutan penggemar Xiaomi), termasuk di Indonesia. Meski demikian, para Mi Fans mempertanyakan keputusan Xiaomi yang tidak menghadirkan fitur yang mereka nantikan, yaitu sensor sidik jari di layar.

Melansir dari Gizmochina, Senin (01/04/2019), VP Redmi, Lu Weibing memberikan pertanyaan untuk para penggemar di Weibo soal fitur yang sebenarnya ingin mereka lihat di Redmi Note 7.

Secara mengejutkan, sebagian besar dari mereka mempertanyakan soal tidak adanya sensor sidik jari di layar smartphone tersebut.

{Baca juga: Redmi Note 7 Akhirnya Resmi Diluncurkan di Indonesia, Ini Harganya!}

Lu Weibing langsung merespon pertanyaan itu. Ia menyatakan, tidak adanya sidik jari di dalam layar smartphone itu karena menggunakan layar LCD, bukan AMOLED. Sekadar informasi, teknologi ini hanya bisa berfungsi di layar AMOLED, sementara smartphone Redmi tersebut hanya mengusung layar LCD berukuran 6,3 inci saja.

“Layar LCD tidak dapat mendukung sidik jari di layar, dan hanya AMOLED saja yang mendukungnya,” katanya.

Selain itu, ia pun beranggapan bahwa sensor sidik jari yang ditempatkan di sisi smartphone juga memiliki tingkat kegagalan yang tinggi. Apalagi, body Redmi Note 7 terbilang tipis, sehingga panel sensor pun akan jauh lebih kecil.

Lu Weibing malah tetap yakin dengan sensor sidik jari yang ditempatkan di body belakang smartphone. Sebab, sensor tersebut dinilai menjadi solusi keamanan terbaik bagi smartphone berlayar LCD.

{Baca juga: Sayang Sekali, Redmi Note 7 Pro Gak Masuk ke Indonesia}

Sebelumnya, smartphone tersebut akhirnya resmi hadir di Indonesia sebagai suksesor Redmi Note 6 yang diluncurkan tahun lalu. Di Indonesia, harga smartphone tersebut dengan varian RAM 3GB dan ROM 32GB mencapai Rp 1.999.000 dan varian 4GB/64GB Rp 2.599.000. (FHP)

Ini Bentuk Dukungan Telkomsel untuk Potensi Wisata Pulau Labengki

0

Telko.id – Program Baktiku Negeriku di Desa Labengki Kecil ini juga ditujukan untuk memaksimalkan pertumbuhan pariwisata Pulau Labengki yang masih belum banyak dikenal orang. Padahal Pulau Labengki memiliki potensi wisata yang sangat tinggi hingga memiliki sebutan sebagai “Raja Ampat Sulawesi” karena kemiripannya dengan lokasi wisata yang terletak di Papua tersebut.

Melalui program Baktiku Negeriku, Telkomsel membantu pembangunan Gapura Desa sebagai penanda dermaga, serta bantuan alat kesenian daerah untuk melengkapi keahlian bermusik masyarakat sekitar guna meningkatkan daya tarik wisata Pulau Labengki dari sisi seni dan budaya lokal.

Dari sisi jaringan, saat ini Telkomsel merupakan satu-satunya operator seluler yang hadir memberikan akses komunikasi di Pulau Labengki, termasuk layanan broadband 4G LTE. Infrastruktur telekomunikasi Telkomsel memberikan cakupan jaringan hingga 100% wilayah pemukiman dan resort, serta 95% lokasi wisata Pulau Labengki.

Telkomsel melakukan optimalisasi jaringan di kawasan wisata dilakukan dengan membangun base transceiver station (BTS) 4G baru, meng-upgrade BTS eksisting menjadi BTS 4G, menambah kapasitas transmisi jaringan, serta memperluas keterjangkauan jaringan.

Sedangkan untuk keseluruhan wilayah Sulawesi Tenggara  saat ini Telkomsel telah menghadirkan sekitar 1.700 BTS 2G, 2.900 BTS 3G,  dan 1700 BTS 4G.  Di wilayah Indonesia Timur sendiri, Telkomsel memanfaatkan fiber optic Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) milik Telkom untuk memperkuat backbone jaringan sehingga kualitas dan kestabilan layanan data lebih terjamin.

“Kehadiran infrastruktur telekomunikasi sangat penting dalam menunjang potensi wisata suatu daerah. Akses komunikasi  yang baik dapat meningkatkan pengalaman para wisatawan yang aktif menggunakan layanan komunikasi selama berada di lokasi wisata, sekaligus meningkatkan nilai jual daerah wisata tersebut. Kami berharap upaya kami dalam mendigitalisasi dunia pariwisata ini mampu menarik semakin banyak wisatawan untuk berkunjung langsung ke Pulau Labengki sehingga turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut,” pungkas Ririek. (Icha)

 

Karyawan Telkomsel Terjun Ke Pulau Labengki Sebarkan #internetBAIK

0

Telko.id – Sebagai perusahaan yang beroperasi sangat dekat dengan masyarakat, Telkomsel ingin memberikan manfaat yang lebih kepada lingkungannya. Itu sebabnya, operator ini hadir dalam kegiatan kepedulian sosial (CSR) Baktiku Negeriku di Desa Labengki Kecil, Sulawesi Tenggara.

Baktiku Negeriku merupakan program pemberdayaan masyarakat yang menyasar daerah-daerah pelosok dengan misi mendorong kemajuan desa yang berkelanjutan, sekaligus sebagai upaya Telkomsel untuk memberi nilai tambah pada lingkungan sekitar  yang turut berkontribusi dan mendukung kemajuan Telkomsel di manapun.

“Desa Labengki Kecil sesuai dengan kategori yang disasar program Baktiku Negeriku, seperti antara lain berlokasi di wilayah rural dengan masyarakat yang relatif berpendapatan rendah. Selain itu daerah ini juga memiliki komoditas khusus atau potensi pariwisata yang belum dikembangkan dengan optimal, sehingga Telkomsel bermaksud untuk ikut mengembangkan potensi tersebut agar taraf ekonomi masyarakat setempat dapat semakin meningkat,” ungkap Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Baktiku Negeriku di Desa Labengki Kecil diadakan dengan berbagai aktivitas, antara lain  kerja sukarela karyawan (employee volunteering), di mana karyawan Telkomsel terpilih akan melakukan sosialisasi pemanfaatan teknologi digital dan penggunaan internetsecara bertanggung jawab, aman, inspiratif, dan kreatif (#internetBAIK)  bagi masyarakat sekitar.

Program yang menyasar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan ini  juga meliputi penyediaan fasilitas umum yang berupa penyediaan kapal sebagai sarana transportasi penyedia air bersih bagi warga.

Selain itu, akan dihadirkan juga taman baca dan pusat digital yang dilengkapi perangkat komputer dengan akses Wi-Fi. Dengan adanya fasilitas tersebut, para warga bisa belajar lebih banyak mengenai pemanfaatan teknologi digital dengan didampingi oleh agen perubahan dari masyarakat desa yang telah mendapatkan pelatihan dari Telkomsel.

Agen perubahan ini akan bertindak sebagai perpanjangan Telkomsel untuk melakukan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat yang masih membutuhkan bimbingan dalam hal pemanfaatan teknologi digital. (Icha)

 

 

 

Klaim “Terbaik”, Kamera Huawei P30 Pro Gak Punya 2 Fitur Ini

Telko.id, Jakarta – Ketika Huawei P30 Pro diperkenalkan, smartphone ini langsung diklaim sebagai salah satu smartphone dengan kemampuan kamera terbaik saat ini. Klaim tersebut wajar, karena Huawei memang meningkatkan kemampuan kamera Huawei P30 Pro secara signifikan.

Akan tetapi, baru-baru ini Huawei mengakui ada beberapa fitur kamera yang hilang dari Huawei P30 Pro.

Dilansir dari phoneArena, Senin (01/04/2019), brand asal China ini memutuskan untuk tidak menghadirkan opsi perekaman video 4K pada 60fps.

{Baca juga: Performanya “Loyo”, Xiaomi Ejek “Softcase” Huawei P30 Pro}

Huawei beralasan, video 4K hanya dapat dilihat di layar berukuran besar, dan kurang masuk akal apabila menambahkan opsi tersebut pada samrtphone flagship terbarubya.

Selain itu, Huawei menilai bahwa format 4K 60fps menghabiskan lebih banyak memori daripada video Full HD atau 4K 30fps. Fitur kedua yang hilang dari kamera P30 Pro adalah tidak adanya autofocus di kamera depan.

Sekadar informasi, smartphone ini membawa kamera depan beresolusi 32MP yang tidak mendukung autofocus. Huawei mengatakan, mereka lebih senang menggunakan sensor kamera berkualitas daripada menghadirkan fitur selfie yang banyak, termasuk autofocus.

Brand ini berpendapat, sebagian besar pengguna ketika selfie mengambil foto dari posisi tetap, sehingga autofocus pada kamera sebenarnya tidak dibutuhkan. Selain itu, autofocus juga akan membuat notch atau poni pada smartphone menjadi lebih besar, yang berpengaruh pada esensi desain smartphone.

Huawei sendiri sebelumnya harus menanggung malu, karena baru-baru ini iklan teaser untuk Huawei P30 Pro sebelum diluncurkan ketahuan menggunakan foto yang bukan hasil jepretan kamera smartphone flagship tersebut.

{Baca juga: Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”}

Setelah aksi tipu-tipu ini ketahuan, pihak Huawei buru-buru menambahkan catatan di sudut teaser tersebut, dengan dalih iklan ini sebatas karya kreatif mereka yang dimaksudkan untuk referensi saja.

Ini bukanlah aksi tipu-tipu pertama yang pernah dilakukan Huawei, dan ketahuan oleh publik. Sebelumnya, Huawei juga pernah ketahuan memanipulasi hasil foto Nova 3 sehingga tampak lebih bagus.

Dalam iklan berdurasi 30 detik, brand asal China ini memperlihatkan kemampuan kamera depan smartphone menengahnya yang dapat mengambil foto selfie di berbagai kondisi.

Tapi ternyata, hasil kamera yang ditampilkan bukan diambil menggunakan kamera depan Nova 3, melainkan kamera DSLR.

{Baca juga: Upss Ketahuan! Hasil Foto di Iklan Nova 3 Pakai DSLR}

Kasus yang sama juga pernah terjadi ketika mereka memperlihatkan kemampuan fotografi dari Huawei P9 di Google+. Huawei ketahuan setelah hasil foto Huawei P9 ternyata diambil oleh kamera Canon EOS 5D Mark III.

Melihat aksi tipu-tipu yang terus berulang dilakukan Huawei ini, banyak pengguna yang mulai mempertanyakan kredibilitas perusahaan asal Chima tersebut. Kenapa untuk pabrikan sekelas Huawei masih harus melakukan aksi memalukan seperti itu?

Rasa kurang percaya diri dengan hasil kamera produknya sendiri ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah kamera smartphone Huawei sudah terlalu buruk untuk ditampilkan, sehingga harus memakai foto palsu? (FHP)

Seru! Begini Cara Main Game Snake di Google Maps

Telko.id – Siapa sih yang gak tahu dengan game legendaris Snake? Game yang memulai debutnya pada ponsel Nokia di tahun 2007-an itu, tetap dikenang oleh semua orang, termasuk Google. Baru-baru ini, raksasa pencarian itu menghadirkan game Snake di Google Maps.

Tujuannya, agar seluruh pengguna smartphone Android ataupun iOS dapat memainkan game ini langsung di Google Maps.

Jadi, mereka bisa mengenang masa lalu saat game ini sedang populer, sambil mencari alamat atau tujuan perjalanan.

{Baca juga: Wow, 5 Game Streamer Indonesia Ini Mirip Artis Korea Lho!}

Selain itu, hadirnya game Snake di Google Maps juga merupakan “lelucon” Google untuk merayakan tradisi April Mop. Well, kali ini tim Telko.id akan memberikan cara untuk memainkan game tersebut di Google Maps. Yuk simak!

  • Pertama yang harus Anda lakukan adalah, memastikan aplikasi Google Maps di Android dan iOS telah diperbarui ke versi terakhir.
  • Selanjutnya, buka Google Maps, dan tekan tombol tiga garis bertumpuk di kiri atas layar.
  • Lalu, tekan tombol Play Snake, dan pilih map game yang Anda sukai.

http://telset.id/

  • Di sini, bukan ular yang Anda mainkan, melainkan seperti kereta api cepat yang biasanya terdapat di negara-negara maju.
  • Anda juga bukan memakan item khusus, melainkan mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya untuk mengunjungi berbagai lokasi penting seperti, Big Ben, Great Sphinx of Giza, dan Eiffel Tower.

http://telset.id/

Bagaimana, mudah caranya kan? Yuk segera mainkan! (FHP)