spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1284

Samsung Perkenalkan Galaxy A70, Khusus untuk “Generasi Live”

0

Telko.id, Bangkok – Samsung Galaxy A70 resmi melenggang di acara A Galaxy Event, di Bangkok, Thailand. Smartphone ini dikhususkan Samsung untuk pengguna yang disebut mereka sebagai “generasi live” atau pengguna yang selalu terhubung ke aplikasi media sosial.

Samsung Galaxy A70 dikemas dengan desain yang hampir sama dengan Galaxy A50 dan seri Galaxy A ke bawah yang juga baru-baru ini diperkenalkan, yakni Infinity-U.

“A70 sudah mempunyai layar Infinity U dengan Super AMOLED,” kata Jacob Barton, Manager, Samsung New Zealand di acara A Galaxy Event di Bangkok, Thailand, Rabu (10/04/2019).

{Baca juga: Samsung Galaxy A80, Pertama dengan Tiga Kamera Depan dan 48MP}

Smartphone ini mengusung layar berukuran 6,7 inci berjenis Super AMOLED beresolusi Full HD+. Layar tersebut sudah disematkan teknologi sensor sidik jari di dalamnya, dan face recognition sebagai opsi keamanan tambahannya.

Untuk spesifikasi, Galaxy A70 ditopang oleh prosesor yang juga digunakan pada Vivo V15 Pro, yaitu octa-core 2.0 GHz Snapdragon 675. Digunakan juga RAM 6GB/8Gab, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 4,500 mAh yang didukung teknologi fast charging.

“Sudah didukung teknologi sensor sidik jari di dalam layarnya. Teknologi ini juga dilindungi sistem keamanan khusus dari Samsung,” jelasnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy Tab S5e Masuk Indonesia, Tebalnya Setara “5 KTP”}

Di sektor kamera, Galaxy A70 punya tiga kamera belakang dengan resolusi 32MP aperture f/1.7 sebagai lensa utama (wide-angle), 8MP lensa ultra wide 123° aperture f/2.2, dan lensa ToF (Time of Flight) 3D Depth. Sedangkan kamera depannya, beresolusi 32MP aperture f/2.0.

“Mempunyai tiga kamera, yang mampu menangkap momen apapun yang disukai pengguna. Kameranya didukung Intelligent Camera,” pungkas Jacob.

Samsung Galaxy A70 akan tersedia secara pre-order pada 18 April mendatang di Indonesia, dan akan dijual perdana pada 5 Mei mendatang. Smartphone ini dihargai Rp 5,7 jutaan. (FHP)

Samsung Galaxy A80, Pertama dengan Tiga Kamera Depan dan 48MP

0

Telko.id, Bangkok – Samsung Galaxy A80 baru saja dirilis dengan desain dan teknologi yang unik. Galaxy A80 bisa dibilang merupakan smartphone pertama yang mempunyai tiga kamera depan plus memiliki lensa dengan sensor 48MP! Kok bisa?

Ya, klaim tersebut terbilang wajar. Sebab, Samsung Galaxy A80 mengusung konsep kamera slider dan kamera berputar yang membuat kamera utamanya bisa digunakan sebagai kamera depan ataupun kamera belakang.

Konfigurasi kameranya sendiri adalah 48MP lensa utama dengan aperture f/2.0, kemudian lensa ultra-wide 123° dengan sensor 8MP aperture f/2.2, dan lensa ToF (Time of Flight) 3D Depth.

{Baca juga: Samsung Rilis Smartphone dengan Kamera Berputar, Galaxy A80}

“Best Battery, Best Device untuk generasi Live. Layar Galaxy A Series juga punya layar Super Amoled Infinity Display,” kata DJ Koh, CEO Samsung Mobile, di acara A Galaxy Event, di Bangkok, Thailand, Rabu (10/04/2019).

Dengan konsep ini, maka bisa dibilang kualitas kamera depan akan setara dengan kamera belakang. Sehingga, para pengguna akan tetap mendapatkan hasil foto maupun video selfie dengan kualitas yang sama baiknya dengan kualitas foto dan video pada kamera belakang.

Karena konsep kamera berputar juga, Samsung Galaxy A80 pun memiliki desain yang benar-benar berbeda jika dibandingkan dengan smartphone Samsung lainnya, termasuk trio Galaxy S10. Smartphone ini tidak mengusung desain Infinity-U, Infinity-V, bahkan Infinity-O sekalipun, melainkan desain baru bernama “New Infinity Display”.

Desain tersebut membuat tampang depan smartphone bebas dari notch atau lubang kamera yang cukup mengganggu tampilan layar. Layar Samsung Galaxy A80 sendiri berukuran 6,7 inci berjenis Super AMOLED beresolusi Full HD+.

““Kami reduce bezel secara signifikan,” ujar Rue Bee Quak, Manager Samsung Malaysia.

{Baca juga: Samsung Galaxy Tab S5e Masuk Indonesia, Tebalnya Setara “5 KTP”}

Samsung Galaxy A80 ditopang oleh spesifikasi kelas atas berupa prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 730G. Prosesor ini baru saja diperkenalkan Qualcomm sebagai seri tertinggi dari seri Snapdragon 700 yang kecepatannya mendekati seri Snapdragon 800.

Digunakan juga RAM 8GB, ROM 128GB, baterai berkapasitas 3,700 mAh yang didukung teknologi fast charging 25W, dan sistem operasi One UI berbasis Android 9 Pie.

Smartphone ini memiliki tiga pilihan warna yang melapisi body berbahan kaca 3D, yakni Phantom Black, Angel Gold, dan Ghost White. Samsung Galaxy A80 akan tersedia pada 25 Mei mendatang. (FHP)

Samsung Rilis Smartphone dengan Kamera Berputar, Galaxy A80

0

Telko.id, Bangkok – Samsung resmi merilis smartphone terbarunya yang masuk ke seri Galaxy A, Samsung Galaxy A80. Smartphone ini membawa sejumlah hal baru yang bahkan tidak dimiliki trio Samsung Galaxy S10 sekalipun, salah satunya adalah kehadiran kamera berputar.

Ya, Samsung Galaxy A80 tidak mengusung desain Infinity-U, Infinity-V, bahkan Infinity-O sekalipun, melainkan desain baru bernama “New Infinity Display”.

Desain ini “bersih” dari notch apalagi lubang kamera seperti trio Samsung Galaxy S10. Seperti bocoran sebelumnya, desain Samsung Galaxy A80 memadukan konsep kamera slider dan kamera berputar.

{Baca juga: Dua Tablet Samsung Terbaru Ini, Cocok untuk “Bermain Sambil Belajar”}

Jadi, kamera utama pada smartphone ini bisa digunakan sebagai kamera belakang maupun kamera depan secara bergantian.

“Kami menyediakan device yang berkualitas, yang memiliki baterai dan power yang mumpuni untuk generasi live” kata CEO Samsung Mobile, DJ Koh di acara A Galaxy Event, di Bangkok, Thailand, Rabu (10/04/2019).

Membahas soal kameranya, ada tiga kamera utama yang disematkan Samsung pada smartphone ini. Masing-masing adalah 48MP lensa utama dengan aperture f/2.0, lensa ultra-wide 123° 8MP aperture f/2.2 dan lensa Tof atau (Time of Flight) 3D Depth.

Samsung Galaxy A80 memiliki layar berukuran 6,7 inci berjenis Super AMOLED dengan resolusi Full HD+. Layar tersebut telah disematkan teknologi sensor sidik jari di dalamnya, yang mempunyai respon yang cukup cepat.

“Kami memberikan baterai dan power untuk bisa digunakan seharian, termasuk memaksimalkan keamanan di dalamnya,” jelasnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy Tab S5e Masuk Indonesia, Tebalnya Setara “5 KTP”}

Smartphone ini ditopang oleh prosesor terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 730G octa-core 2.2 GHz. Kemudian ada RAM 8GB, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 3,700 mAh dengan dukungan teknologi fast charging 25W.

Samsung Galaxy A80 juga sudah berjalan di sistem operasi One UI berbasis Android 9 Pie. Smartphone ini memiliki tiga pilihan warna yang melapisi body berbahan kaca 3D, yakni Phantom Black, Angel Gold, dan Ghost White. (FHP)

XL Siapkan 50 Mobile BTS Agar Pelanggan Nyaman Saat Mudik

0

Telko.id – Setiap menjelang hari raya Lebaran, masyarakat Indonesia punya tradisi yakni mudik ke kampung halaman. Kota-kota besar seperti Jakarta pun akan lengang. Untuk itu XL mempersiapkan jaringannya agar para pelanggannya nyaman saat mudik. Setidaknya, ada 50 mobile BTS yang dipersiapkan.

Penempatan mobile BTS itu berada di sepanjang trans Jawa dan Sumatera yang kemungkinan akan menjadi jalur utama masyarakat selama libur Lebaran. Selain itu juga akan dipasang di tempat tujuan mudik dan tempat-tempat wisata. Bukan hanya itu, ada 10.000 BTS baru juga yang akan dipasang.

Selanjutnya, juga dilakukan optimisasi dan rebalancing jaringan yang dilakukan secara digital di titik kumpul atau hotspot Lebaran, seperti antara lain tempat keberangkatan atau kedatangan pemudik dan tempat tujuan wisata.

“Kami memprediksikan, trafik semua layanan kemungkinan akan meningkat, dengan trafik data kembali akan naik paling tinggi yaitu sekitar 30% dibandingkan hari-hari biasa,” ungkap Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata.

Berdasarkan trend yang terbaca dalam jaringan XL, diperkirakan juga akses pada layanan streaming akan mengalami kenaikan yang signifikan, baik untuk streaming video maupun musik. Untuk itu telah diantisipasi dengan meningkatkan kapasitas baik di jaringan core, transmisi, juga kapasitas radio di jalur mudik.

Untuk itu, pada jaringan core, peningkatan kapasitas secara menyeluruh telah dilakukan yaitu terutama pada radio akses (RAN) di sekitar 1.700 BTS, sekitar 250 jalur /hop transport, serta Sistem Utama Core (GGSN) paket data. Selain itu juga dilakukan penambahan upstream menjadi 1.5x melalui 2 exchange (Singapura dan Australia).

Yessie memastikan bahwa sebagian besar jalur mudik utama telah terlayani dengan jaringan data berkualitas 4G LTE. Di sepanjang Pulau Jawa, 100% baik jalur tol Trans Jawa maupun jalur kereta api Jakarta – Surabaya telah terlayani jaringan 4G LTE. Sementara itu, jalan tol di luar Jawa, yaitu Bakauheni – Terbanggi yang juga sudah beroperasi, jaringan 4G XL Axiata telah meng-cover lebih dari 85% jalur tersebut.

Sementara itu untuk jalan raya non tol pantai Utara Jawa dari Jakarta hingga Surabaya telah ter-cover layanan 4G LTE hingga sekitar 95%, dan jalur non-tol Pantai Selatan mencapai sekitar 90%. Di Sumatera lebih dari 94% jalur mudik utama telah tercover oleh jaringan 4G LTE, sedangkan di Kalimantan mencapai 66%.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kota-kota tujuan utama mudik di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diprediksikan akan mengalami lonjakan trafik sebagai imbas dari terjadinya perpindahan pelanggan untuk mudik dari kota-kota besar seperti Jakarta ke kota yang lebih kecil.

Tahun lalu, wilayah Jawa Tengah menjadi tujuan utama mudiknya pelanggan XL Axiata. Tercatat sedikitnya ada peningkatan jumlah pelanggan di wilayah ini sebanyak 26% yang merupakan pindahan dari wilayah lain dalam periode Lebaran. Di Jawa Barat terjadi kenaikan pelanggan sekitar 14% dan Jawa Timur 12.

Sebaliknya, Sejumlah wilayah di Sumatera juga diprediksi mengalami hal yang sama, seperti antara lain Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Sementara itu, Jabodetabek, Bali, dan Lombok, justru bisa mengalami penurunan karena banyaknya pelanggan XL Axiata yang berlebaran ke daerah lain.

Trafik Data akan mendominasi

XL Axiata memprediksi, trafik layanan data akan kembali mendominasi kenaikan trafik sepanjang Ramadan dan libur Lebaran. Pada periode Ramadan – Lebaran tahun 2018 lalu, total trafik data mencapai tidak kurang dari 7.000TB, sementara itu trafik di hari biasa 2019 sejauh ini sudah mencapai sekitar 9.300TB.

Trafik data Ramadan dan Lebaran tahun 2019 ini diprediksi akan meningkat sekitar 30%. Beberapa faktor mempengaruhi terus meningkatnya trafik data ini dari tahun ke tahun.

Faktor pendorong tersebut antara lain adalah kebiasaan  pelanggan di mana mengakses data tidak hanya sekadar untuk berkomunikasi dengan orang lain, namun juga untuk akses ke berbagai layanan data lainnya, baik untuk hiburan, social media, transaksi jual beli, perbankan, juga akses ke informasi.

Kualitas jaringan data yang semakin baik dan merata juga akan mendorong pelanggan untuk lebih intens mengakses berbagai layanan data dari lokasi yang juga semakin luas. Selain itu, karena jumlah pelanggan data yang terus meningkat tentu juga akan ikut mendorong kenaikan trafik.

Saat ini pelanggan data telah mencapai sekitar 82% dari total pelanggan XL Axiata. Sementara itu jumlah kota/kabupaten yang sudah terjangkau layanan 3G/4G LTE mencapai sekitar 400 kota/kabupaten.

XL Axiata memprediksi, layanan streaming video dan musik akan mengalami kenaikan trafik tertinggi. Hal ini berdasarkan data terakhir mengenai distribusi penggunaan layanan data oleh pelanggan, di mana layanan streaming memang menjadi layanan yang paling dominan, yaitu sekitar 68%.

Pada layanan streaming ini, akses ke layanan video (via Youtube, Facebook, dan Intagram) sangat mendominasi, yaitu mencapai 64%. Streaming lain yang cukup banyak diakses adalah games sekitar 2,5%. Selanjutnya, instant messaging 17%, dan media sosial 15%.

Ada kemungkinan, layanan VoIP akan banyak dipakai untuk menggantikan layanan voice atau telepon, dan instant messaging menjadi pengganti SMS untuk berkirim pesan atau ucapan. Kedua layanan itu akan banyak dipakai untuk mengirimkan ucapan Ramadan dan Lebaran. Selain itu, di masa mudik dan liburan panjang Lebaran, akses ke layanan peta/rute digital jalan seperti Waze dan Google Map juga mengalami peningkatan. (Icha)

Jangan Coba-coba! Selfie di Pantai Ini Bisa Dihukum Mati

Teleset.id, Jakarta – Para wisatawan yang terobsesi dengan foto saat mengunjungi pantai Mai Khao, Thailand, sebaiknya tidak melakukan selfie menggunakan ponselnya. Kalau tetap nekat, mereka bisa terancam hukuman mati.

Ya, saat ini pihak berwenang setempat akan menindak pengunjung pantai yang berbatasan dengan salah satu bandara tersibuk di negara itu, Bandara Internasional Phuket.

Pantai ini menjadi populer dengan turis yang ingin mengambil foto dengan pesawat saat terbang rendah.

Bagian dari pantai yang dekat dengan landasan pacu bandara dikenal sebagai “Unseen Phuket”. Para wisatawan berduyun-duyun ke bagian pantai tersebut hanya untuk berpose dengan pesawat yang sedang mendarat.

{Baca juga: Tragis! Gara-gara Selfie, Gadis Cantik Tewas Tertabrak Kereta}

Menurut Bangkok Post, pihak berwenang menjadi sangat khawatir karena pantai ini semakin populer. Selain itu, pihak berwenang juga sedang meningkatkan zona keselamatan di sekitar landasan dan melarang orang masuk.

Sebab, pihak berwenang khawatir masuknya orang-orang di pantai dapat menimbulkan gangguan bagi para pilot.

Kepala Bandara, Wichit Kaeothaithiam, mengatakan kepada Bangkok Post bahwa peraturan yang lebih ketat harus diterapkan seperti yang disyaratkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dan pelanggar harus dikenakan hukuman berdasarkan Undang-Undang Navigasi Udara.

Para pelanggar yang terbukti bersalah akan menghadapi hukuman berat. Di antaranya, denda $ 1.253, hingga hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Hukuman maksimum adalah hukuman mati,” katanya kepada Bangkok Post.

Turis yang mencari selfie dengan pesawat yang sedang terbang rendah, ternyata juga juga menjadi masalah di pantai populer lainnya.

Pantai Maho di pulau Saint Martin di Karibia telah menyebabkan kematian. Seorang wanita berusia 57 tahun yang berlibur di Saint Martin terbunuh setelah terkena ledakan jet di dekatnya dan menjatuhkannya ke tanah.

Para pejabat berwenang mengatakan, wanita itu telah memegang pagar yang memisahkan pantai dari bandara ketika angin yang dihasilkan oleh mesin jet menghantam punggungnya. Peristiwa ini menyebabkan para wisatawan yang ingin mendapatkan foto pesawat jarak dekat dikritik.

{Baca juga: 10 Selfie Terbaik yang Pernah Dibuat Orang, Pernah Kepikiran?}

Baru-baru ini, pasangan akrobatik dikritik karena melakukan headstand satu tangan beberapa inci dari pesawat kargo. Kedua pelaku, Oleg Kolisnichenko (36), dan Yuliia Nos (25), berada beberapa meter dari pesawat meski hanya sekejap.

“Itu tidak menyentuh kakiku tetapi saya merasakan begitu banyak udara dari pesawat dan saya kehilangan keseimbangan. Sangat menyenangkan dan mengasyikkan, tetapi baru setelahnya saya menyadari betapa berbahayanya itu, ”kata Nos kepada SWNS. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

Huawei Cuek-cuek Butuh ke Apple, Soal Apa?

Telko.id, Jakarta Huawei, Qualcomm, Intel, dan Samsung mengembangkan modem 5G bikinan sendiri. Namun, empat produsen tersebut kabarnya hanya bersedia menjual modem 5G ke Apple. Kenapa?

Awalnya, Huawei enggan menjual modem bernama Balong 5000 ke pabrikan lain. Bahkan, Huawei sempat menyebut Balong 5000 hanya dipakai untuk produk pintar buatan sendiri seperti di smartphone dan perangkat IoT.

Namun, seorang sumber menyebut bahwa perusahaan asal China itu sebenarnya cuma “cuek-cuek butuh”. Artinya, mereka tetap berharap bisa menjual modem buatan mereka. Satu syaratnya, Balong 5000 hanya dijual ke Apple. Aneh!

{Baca juga: Belum Siap, Apple Rilis Smartphone 5G Pertama di 2020}

Keputusan tersebut terbilang aneh karena Huawei adalah perusahaan yang berambisi mengincar posisi kedua dari daftar produsen ponsel terbesar dunia. Faktanya, Huawei ingin menjual modem 5G ke rival.

Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Selasa (9/4/2019), penjualan modem bukanlah sumber pemasukan utama Huawei. Berbanding terbalik dengan Samsung, yang mengandalkan laba dari bisnis semikonduktor.

Huawei mungkin membuat keputusan itu melihat perkembangan mengenai masalah modem di Apple. Raksasa dari Cupertino itu diprediksi terlambat merilis perangkat 5G karena Intel belum bisa menyediakan modem 5G.

{Baca juga: Terkendala Modem, Mungkinkah Apple Rilis iPhone 5G pada 2020?}

Di lain sisi, Apple tak bisa menggunakan modem Qualcomm karena masih terlibat perselisihan. Apple kabarnya masih menunggak pembayaran USD 31 juta atas pelanggaran tiga hak paten milik Qualcomm. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

Smartfren Uji Coba Jaringan di MRT Jakarta

0

Telko.id, JakartaSmartfren menggelar uji coba jaringan selulernya di Moda Raya Terpadu (MRT) mulai dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Lebak Bulus. Layanan ini ada di setiap stasiun, jalur bawah tanah dan stasiun layang.

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengatakan, kehadiran Smartfren di jalur MRT adalah bentuk layanan unlimited  yang dihadirkan oleh Smartfren.

“Sama seperti layanan yang kami hadirkan, dari sisi pelayanan jaringan Smartfren selalu berusaha untuk menghadirkan unlimited connection bagi para pelanggannya atau tanpa terputus. Tidak terkecuali di sepanjang jalur MRT,” ujar Merza saat menemani media mengunjungi stasiun MRT di Bundaran HI Jakarta, Selasa (9/4/2019).

{Baca juga : Setelah Kartu Perdana BosKu, Smartfren Siapkan Bosku Lite}

Lebih lanjut Merza menjelaskan, tujuan hadirnya layanan Smartfren sangat jelas, tidak semata-mata ingin menambah revenue akan tetapi lebih kepada pelayanan pada para pelanggan selama berada di perjalanan.

Misalnya mereka dapat bermain game dengan lancar, streaming video tanpa lagging, hingga browsing, bersosial media dan berkirim pesan melalui sosial messenger, hingga mempersiapkan untuk memesan sarana transportasi online sebelum mereka sampai di stasiun tujuan.

“Mudah-mudahan, dengan hadirnya layanan Smartfren di sepanjang jalur MRT ini dapat memberikan manfaat bagi para pengguna MRT,” imbuhnya.

Sementara itu, Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, mengatakan jaringan Smartfren yang ada di jalur MRT adalah 4G LTE Advanced. Sinyal di bawah tanah dipancarkan dari sistem leaky cable, yang dipasang sepanjang jalur MRT.

Leaky cable ini dibangun oleh PT Tower Bersama yang ditunjuk PT MRT Jakarta sebagai mitra strategis penyedia konektivitas seluler dan jaringan nirkabel atau WiFi.

“Dari sisi sinyal di MRT adalah 4G LTE Advanced. Sinyal ini dipancarkan melalui leaky cable yang dipasang mitra kami, jadi tugas kami hanya menyuntikkan sinyalnya,” jelas Munir.

{Baca juga : 13 Stasiun MRT Baru Ada BTS Telkomsel}

Munir juga menambahkan, Smartfren memakai dua standar 4G LTE di jalur MRT, Time Division Duplex (TDD) dan Frequency Division Duplex (FDD) untuk menyelenggarakan layanan Internet kecepatan tinggi. TDD berada di spektrum frekuensi 2.300 MHz, sedangkan FDD di 850 MHz.

“FDD dan TDD semua ada di sini, tergantung kualitas sinyalnya nanti dan device akan pilih yang paling bagus,” pungkasnya.

Ia menyebutkan bahwa sinyal Smartfren tidak hanya dapat dinikmati di sepanjang rute perjalanan, tapi juga dapat digunakan di setiap stasiun baik 6 stasiun yang berada di bawah tanah maupun 7 stasiun layang. (MS/HBS)

Skyegrid Paket ‘Murmer’ Ini Bisa Dipakai 7 Hari Non Stop

Telko.id – Ingin tetap asyik main game tapi nggak pake mahal? Pakai saja Skyegrid paket Lite, hanya Rp.69 ribu saja per minggu. Dan bisa main cloud gaming selama tujuh hari non-stop terhitung sejak hari pertama berlangganan.

Untuk berlangganan Paket Skyegrid Lite, Gridder–sebutan untuk pelanggan Skyegrid– dapat menempuh langkah yang sama dengan paket bulanannya, yakni membelinya via akun Skyegrid di situs e-commerce lokal, Bukalapak.com.

Bagaimana langkah-langkah berlangganannya? Ya, pelanggan cukup memilih Paket “Skyegrid Lite – Unlimited” pada rak Skyegrid di laman Bukalapak.com, klik “Beli Sekarang,” lalu “Metode Pembayaran” yang diinginkan.

“Paket Skyegrid Lite hadir untuk memenuhi hasrat bermain game para gamer yang ingin menikmati Cloud Gaming dalam waktu singkat. Paket ini pas buat mereka yang ingin menamatkan sebuah game tertentu, atau sekadar online bersama teman-teman sesama gamer,” ujar Rolly Edward, CEO Skyegrid.

Rolly menambahkan, Skyegrid Lite juga dibuat berdasarkan permintaan banyak calon pelanggan yang sangat ingin menjajal teknologi Cloud Gaming, namun dengan paket yang lebih murah dan lebih berfaedah.

Untuk diketahui, masa aktif Paket Skyegrid Lite adalah tujuh (7) hari terhitung sejak transaksi. Dalam kurun waktu tersebut, pelanggan bebas memainkan game Free-To-Play apa saja sepuasnya. Setelah itu, pelanggan diharuskan untuk membeli ulang Paket Skyegrid Lite, atau berpindah ke Paket Skyegrid bulanan yang seharga Rp179 ribu.

“Era Cloud Gaming kian terasa semenjak Google mengumumkan akan ikut terjun di bisnis ini pada ajang 2019 Game Developers Conference lalu. Sebab itu, kami berharap komunitas gamer di Tanah Air dapat mencicipi teknologi Cloud Gaming ini dengan berlangganan Skyegrid Lite yang secara harga lebih terjangkau,” tutur Rolly.

“Ini momentum yang sangat baik. Bagaimanapun, Skyegrid siap bersaing dengan Stadia dan layanan serupa lainnya. Semangat kami tetap sama seperti awal mula, tak hanya membawa solusi bermain game PC ke ponsel Android dan laptop berspesifikasi biasa, tetapi juga ingin mendukung game-game lokal agar lebih dikenal di pentas dunia, seperti DreadOut 2 yang akan rilis tahun ini.”

Baru-baru ini, Skyegrid juga menambah koleksi rak game-nya dengan tiga judul game lokal alias Made in Indonesia, yaitu Pamali (StoryTale Studios asal Bandung), Valthirian Arc: Hero School Story (Agate asal Bandung), dan Ultra Space Battle Brawl (Mojiken Studio asal Surabaya).

Dengan demikian, per hari ini, Skyegrid mempunyai total 85 judul game, dengan komposisi 50-50 untuk game berbayar via akun Steam dan game Free-to-Play.

Terkait optimalisasi product experience, Skyegrid juga akan menghadirkan pengingkatan pengalaman bermain game yang signifikan dalam waktu dekat, yakni dengan mempertajam grafis dan minimalisir input lag.

“Prosesnya telah berjalan 60 persen. Tunggu saja kejutan Skyegrid pada pertengahan tahun ini,” tutup Rolly. (Icha)

 

 

Malaysia akan Tarik Pajak ke Netflix, Spotify dkk

Telko.id, Jakarta – Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan baru terkait layanan digital. Negeri Jiran tersebut akan mengenakan tarif pajak bagi layanan digital seperti Netflix, Spotify, serta layanan digital lain. Aturan tersebut akan berlaku mulai 1 Januari 2020.

Dilansir Telko.id dari Mashable pada Selasa (09/04/2019) kebijakan baru tersebut, diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guang Eng.

Adapun besaran tarif pajak tersebut sebesar 6% setiap tahunnya dan harus dipatuhi kepada layanan digital yang aktif di negara tersebut.

Menurut wakil menteri keuangan, Datuk Amiruddin Hamzah, pemerintah awalnya mengajukan Revisi Undang-undang Pajak Layanan kepada parlemen.

Dalam rancangan tersebut ada peraturan terkait pajak layanan digital yang bertujuan untuk menyamakan kedudukan antara perusahaan lokal dan asing.

Pihak parlemen pun menyetujui rancangan tersebut karena memang perlu ada keadilan antara pemain industri digital baik dari pihak lokal ataupun global.

“Pajak digital adalah untuk menyediakan kompetisi yang setara antara perusahaan lokal dan asing serta penyedia layanan online dan offline,” kata salah seorang anggota parlemen.

{Baca juga: Malaysia akan Pamer Mobil Otonom dengan Jaringan 5G}

Perlu diketahui bahwa kebijakan pajak ini tidak ditanggung oleh pengguna. Kewajiban pajak digital diberikan bagi pihak pengembang seperti pihak Netflix, Spotify, Steam dan layanan digital lainnya. Walaupun tidak bisa dipungkiri, kenaikan harga layanan akan terjadi imbas dari kebijakan tersebut.

Kebijakan tarif pajak bagi layanan digital sebenarnya sudah lama diberlakukan di negara Rusia dan Norwegia yang memasang besaran tarif yaitu 18% dan 25% per tahun. Untuk itu Datuk Amiruddin menilai jika besaran tarif di Malaysia cukup rendah tetapi bukan berarti bisa diabaikan.

{Baca juga: Universitas Ini Larang Streaming Netflix, Kenapa?}

Jika ada yang tidak bayar pajak, maka dapat dikenakan denda hingga RM 50.000 atau Rp 172,4 juta atau kurungan penjara selama 3 tahun. Aturan pajak ini berlaku untuk orang atau organisasi apa pun, dari kebangsaan atau kewarganegaraan apa pun, selama layanan mereka berada di wilayah Malaysia.

Malaysia mengikuti langkah negara tetangga Singapura untuk memperkenalkan pajak untuk layanan digital. Seperti Malaysia, Singapura juga akan mulai pada 1 Januari 2020 nanti. Lantas apakah Indonesia akan mengikuti jejak kedua negara tersebut? [NM/HBS]

Sumber: Mashable

Pemerintah Uji Coba Frekuensi 700 Mhz Untuk Komunikasi Kebencanaan

Telko.id – Pemerintah sedang melakukan uji coba Public Protection and Disaster Relief (PPDR) di kawasan Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (09/04/2019) menggunakan Frekuensi 700 Mhz. Uji coba akan dilaksanakan selama satu bulan, mulai tanggal 9 April 2019 hingga 9 Mei 2019 pada kawasan Pangandaran.

Public Protection and Disaster Relief (PPDR) merupakan standar dunia untuk komunikasi radio bagi lembaga terkait perlindungan publik dan penanggulangan bencana. Perlindungan publik mencakup hal-hal terkait ketertiban dan penegakan hukum, perlindungan jiwa dan harta beda, dan situasi darurat.

Di beberapa negara, pita frekuensi radio 700 MHz telah terbukti handal dan mumpuni. Seperti di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Frekuensi ini secara internasional pun sudah disepakati untuk komunikasi kebencanaan.

“Frekuensi 700 MHz di dunia dinamakan Digital Dividend, sebagian dialokasikan untuk kebencanaan, sebagian untuk mendukung broadband,” kata Menkominfo Rudiantara saat meresmikan uji coba di Plasa Telkom, Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (9/4).

Frekuensi 700 Mhz ini juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan komunikasi kebencanaan yang lebih canggih, peningkatan jangkauan pita lebar di daerah rural, serta perbaikan kualitas pita lebar di kota-kota besar yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Dalam konteks komunikasi kebencanaan, dukungan infrastruktur komunikasi kebencanaan yang canggih dan mampu melayani trafik komunikasi suara (voice) dan multimedia.

Uji coba juga dilakukan di Pangandaran karena beberapa kali, wilayah ini terkena bencana, seperti Tsunami pada 2006 lalu. Selain itu, frekuensi 700 Mhz di wilayah ini tidak banyak digunakan oleh televisi analog.

Dengan uji coba itu diharapkan diperoleh data teknis mengenai kualitas layanan, pengujian aplikasi dan konektivitas, serta data non teknis di lapangan yang diperlukan sebagai rekomendasi penyelenggaraan layanan nantinya.

Penyedia perangkat telekomunikasi yang mendukung uji coba ini antara lain Motorola, Nokia, Huawei, Hytera dan Inti serta dukungan teknis PT Telkom dengan menggunakan teknologi broadband Public Safety LTE pada frekuensi 700 MHz.

Dalam uji coba dilakukan demo uji SMS Blast, Panggilan Suara antar petugas, Pengiriman Gambar dan Video secara Real Time, dan Pengujian Fitur-Fitur pada Aplikasi Layanan Radio Komunikasi.

Kementerian Kominfo melakukan pemantauan dan mengupayakan agar kanal frekuensi 700MHz dapat dimanfaatkan dalam uji coba serta tidak mengganggu kegiatan masyarakat di kawasan Pangandaran dan sekitarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kominfo juga telah mengembangkan Sistem Penyampaian Informasi Bencana melalui SMS Blast pada daerah terdampak bencana dan Layanan Panggilan Darurat 112 yang dikelola oleh Pemda dalam penanganan kondisi darurat. Ke depan, semua layanan tersebut akan terintegrasi dengan Layanan Radio Komunikasi untuk Perlindungan Publik dan Penanggulangan Bencana.

Dengan layanan terintegrasi, diharapkan dapat memaksimalkan peran penting BMKG, BNPB, BASARNAS, POLRI, Pemda dan instansi terkait lainnya dalam manajemen penanggulangan bencana di Indonesia. (Icha)