spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1283

Samsung Rilis Smartphone dengan Kamera Berputar, Galaxy A80

0

Telko.id, Bangkok – Samsung resmi merilis smartphone terbarunya yang masuk ke seri Galaxy A, Samsung Galaxy A80. Smartphone ini membawa sejumlah hal baru yang bahkan tidak dimiliki trio Samsung Galaxy S10 sekalipun, salah satunya adalah kehadiran kamera berputar.

Ya, Samsung Galaxy A80 tidak mengusung desain Infinity-U, Infinity-V, bahkan Infinity-O sekalipun, melainkan desain baru bernama “New Infinity Display”.

Desain ini “bersih” dari notch apalagi lubang kamera seperti trio Samsung Galaxy S10. Seperti bocoran sebelumnya, desain Samsung Galaxy A80 memadukan konsep kamera slider dan kamera berputar.

{Baca juga: Dua Tablet Samsung Terbaru Ini, Cocok untuk “Bermain Sambil Belajar”}

Jadi, kamera utama pada smartphone ini bisa digunakan sebagai kamera belakang maupun kamera depan secara bergantian.

“Kami menyediakan device yang berkualitas, yang memiliki baterai dan power yang mumpuni untuk generasi live” kata CEO Samsung Mobile, DJ Koh di acara A Galaxy Event, di Bangkok, Thailand, Rabu (10/04/2019).

Membahas soal kameranya, ada tiga kamera utama yang disematkan Samsung pada smartphone ini. Masing-masing adalah 48MP lensa utama dengan aperture f/2.0, lensa ultra-wide 123° 8MP aperture f/2.2 dan lensa Tof atau (Time of Flight) 3D Depth.

Samsung Galaxy A80 memiliki layar berukuran 6,7 inci berjenis Super AMOLED dengan resolusi Full HD+. Layar tersebut telah disematkan teknologi sensor sidik jari di dalamnya, yang mempunyai respon yang cukup cepat.

“Kami memberikan baterai dan power untuk bisa digunakan seharian, termasuk memaksimalkan keamanan di dalamnya,” jelasnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy Tab S5e Masuk Indonesia, Tebalnya Setara “5 KTP”}

Smartphone ini ditopang oleh prosesor terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 730G octa-core 2.2 GHz. Kemudian ada RAM 8GB, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 3,700 mAh dengan dukungan teknologi fast charging 25W.

Samsung Galaxy A80 juga sudah berjalan di sistem operasi One UI berbasis Android 9 Pie. Smartphone ini memiliki tiga pilihan warna yang melapisi body berbahan kaca 3D, yakni Phantom Black, Angel Gold, dan Ghost White. (FHP)

XL Siapkan 50 Mobile BTS Agar Pelanggan Nyaman Saat Mudik

0

Telko.id – Setiap menjelang hari raya Lebaran, masyarakat Indonesia punya tradisi yakni mudik ke kampung halaman. Kota-kota besar seperti Jakarta pun akan lengang. Untuk itu XL mempersiapkan jaringannya agar para pelanggannya nyaman saat mudik. Setidaknya, ada 50 mobile BTS yang dipersiapkan.

Penempatan mobile BTS itu berada di sepanjang trans Jawa dan Sumatera yang kemungkinan akan menjadi jalur utama masyarakat selama libur Lebaran. Selain itu juga akan dipasang di tempat tujuan mudik dan tempat-tempat wisata. Bukan hanya itu, ada 10.000 BTS baru juga yang akan dipasang.

Selanjutnya, juga dilakukan optimisasi dan rebalancing jaringan yang dilakukan secara digital di titik kumpul atau hotspot Lebaran, seperti antara lain tempat keberangkatan atau kedatangan pemudik dan tempat tujuan wisata.

“Kami memprediksikan, trafik semua layanan kemungkinan akan meningkat, dengan trafik data kembali akan naik paling tinggi yaitu sekitar 30% dibandingkan hari-hari biasa,” ungkap Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata.

Berdasarkan trend yang terbaca dalam jaringan XL, diperkirakan juga akses pada layanan streaming akan mengalami kenaikan yang signifikan, baik untuk streaming video maupun musik. Untuk itu telah diantisipasi dengan meningkatkan kapasitas baik di jaringan core, transmisi, juga kapasitas radio di jalur mudik.

Untuk itu, pada jaringan core, peningkatan kapasitas secara menyeluruh telah dilakukan yaitu terutama pada radio akses (RAN) di sekitar 1.700 BTS, sekitar 250 jalur /hop transport, serta Sistem Utama Core (GGSN) paket data. Selain itu juga dilakukan penambahan upstream menjadi 1.5x melalui 2 exchange (Singapura dan Australia).

Yessie memastikan bahwa sebagian besar jalur mudik utama telah terlayani dengan jaringan data berkualitas 4G LTE. Di sepanjang Pulau Jawa, 100% baik jalur tol Trans Jawa maupun jalur kereta api Jakarta – Surabaya telah terlayani jaringan 4G LTE. Sementara itu, jalan tol di luar Jawa, yaitu Bakauheni – Terbanggi yang juga sudah beroperasi, jaringan 4G XL Axiata telah meng-cover lebih dari 85% jalur tersebut.

Sementara itu untuk jalan raya non tol pantai Utara Jawa dari Jakarta hingga Surabaya telah ter-cover layanan 4G LTE hingga sekitar 95%, dan jalur non-tol Pantai Selatan mencapai sekitar 90%. Di Sumatera lebih dari 94% jalur mudik utama telah tercover oleh jaringan 4G LTE, sedangkan di Kalimantan mencapai 66%.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kota-kota tujuan utama mudik di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diprediksikan akan mengalami lonjakan trafik sebagai imbas dari terjadinya perpindahan pelanggan untuk mudik dari kota-kota besar seperti Jakarta ke kota yang lebih kecil.

Tahun lalu, wilayah Jawa Tengah menjadi tujuan utama mudiknya pelanggan XL Axiata. Tercatat sedikitnya ada peningkatan jumlah pelanggan di wilayah ini sebanyak 26% yang merupakan pindahan dari wilayah lain dalam periode Lebaran. Di Jawa Barat terjadi kenaikan pelanggan sekitar 14% dan Jawa Timur 12.

Sebaliknya, Sejumlah wilayah di Sumatera juga diprediksi mengalami hal yang sama, seperti antara lain Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Sementara itu, Jabodetabek, Bali, dan Lombok, justru bisa mengalami penurunan karena banyaknya pelanggan XL Axiata yang berlebaran ke daerah lain.

Trafik Data akan mendominasi

XL Axiata memprediksi, trafik layanan data akan kembali mendominasi kenaikan trafik sepanjang Ramadan dan libur Lebaran. Pada periode Ramadan – Lebaran tahun 2018 lalu, total trafik data mencapai tidak kurang dari 7.000TB, sementara itu trafik di hari biasa 2019 sejauh ini sudah mencapai sekitar 9.300TB.

Trafik data Ramadan dan Lebaran tahun 2019 ini diprediksi akan meningkat sekitar 30%. Beberapa faktor mempengaruhi terus meningkatnya trafik data ini dari tahun ke tahun.

Faktor pendorong tersebut antara lain adalah kebiasaan  pelanggan di mana mengakses data tidak hanya sekadar untuk berkomunikasi dengan orang lain, namun juga untuk akses ke berbagai layanan data lainnya, baik untuk hiburan, social media, transaksi jual beli, perbankan, juga akses ke informasi.

Kualitas jaringan data yang semakin baik dan merata juga akan mendorong pelanggan untuk lebih intens mengakses berbagai layanan data dari lokasi yang juga semakin luas. Selain itu, karena jumlah pelanggan data yang terus meningkat tentu juga akan ikut mendorong kenaikan trafik.

Saat ini pelanggan data telah mencapai sekitar 82% dari total pelanggan XL Axiata. Sementara itu jumlah kota/kabupaten yang sudah terjangkau layanan 3G/4G LTE mencapai sekitar 400 kota/kabupaten.

XL Axiata memprediksi, layanan streaming video dan musik akan mengalami kenaikan trafik tertinggi. Hal ini berdasarkan data terakhir mengenai distribusi penggunaan layanan data oleh pelanggan, di mana layanan streaming memang menjadi layanan yang paling dominan, yaitu sekitar 68%.

Pada layanan streaming ini, akses ke layanan video (via Youtube, Facebook, dan Intagram) sangat mendominasi, yaitu mencapai 64%. Streaming lain yang cukup banyak diakses adalah games sekitar 2,5%. Selanjutnya, instant messaging 17%, dan media sosial 15%.

Ada kemungkinan, layanan VoIP akan banyak dipakai untuk menggantikan layanan voice atau telepon, dan instant messaging menjadi pengganti SMS untuk berkirim pesan atau ucapan. Kedua layanan itu akan banyak dipakai untuk mengirimkan ucapan Ramadan dan Lebaran. Selain itu, di masa mudik dan liburan panjang Lebaran, akses ke layanan peta/rute digital jalan seperti Waze dan Google Map juga mengalami peningkatan. (Icha)

Jangan Coba-coba! Selfie di Pantai Ini Bisa Dihukum Mati

Teleset.id, Jakarta – Para wisatawan yang terobsesi dengan foto saat mengunjungi pantai Mai Khao, Thailand, sebaiknya tidak melakukan selfie menggunakan ponselnya. Kalau tetap nekat, mereka bisa terancam hukuman mati.

Ya, saat ini pihak berwenang setempat akan menindak pengunjung pantai yang berbatasan dengan salah satu bandara tersibuk di negara itu, Bandara Internasional Phuket.

Pantai ini menjadi populer dengan turis yang ingin mengambil foto dengan pesawat saat terbang rendah.

Bagian dari pantai yang dekat dengan landasan pacu bandara dikenal sebagai “Unseen Phuket”. Para wisatawan berduyun-duyun ke bagian pantai tersebut hanya untuk berpose dengan pesawat yang sedang mendarat.

{Baca juga: Tragis! Gara-gara Selfie, Gadis Cantik Tewas Tertabrak Kereta}

Menurut Bangkok Post, pihak berwenang menjadi sangat khawatir karena pantai ini semakin populer. Selain itu, pihak berwenang juga sedang meningkatkan zona keselamatan di sekitar landasan dan melarang orang masuk.

Sebab, pihak berwenang khawatir masuknya orang-orang di pantai dapat menimbulkan gangguan bagi para pilot.

Kepala Bandara, Wichit Kaeothaithiam, mengatakan kepada Bangkok Post bahwa peraturan yang lebih ketat harus diterapkan seperti yang disyaratkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dan pelanggar harus dikenakan hukuman berdasarkan Undang-Undang Navigasi Udara.

Para pelanggar yang terbukti bersalah akan menghadapi hukuman berat. Di antaranya, denda $ 1.253, hingga hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Hukuman maksimum adalah hukuman mati,” katanya kepada Bangkok Post.

Turis yang mencari selfie dengan pesawat yang sedang terbang rendah, ternyata juga juga menjadi masalah di pantai populer lainnya.

Pantai Maho di pulau Saint Martin di Karibia telah menyebabkan kematian. Seorang wanita berusia 57 tahun yang berlibur di Saint Martin terbunuh setelah terkena ledakan jet di dekatnya dan menjatuhkannya ke tanah.

Para pejabat berwenang mengatakan, wanita itu telah memegang pagar yang memisahkan pantai dari bandara ketika angin yang dihasilkan oleh mesin jet menghantam punggungnya. Peristiwa ini menyebabkan para wisatawan yang ingin mendapatkan foto pesawat jarak dekat dikritik.

{Baca juga: 10 Selfie Terbaik yang Pernah Dibuat Orang, Pernah Kepikiran?}

Baru-baru ini, pasangan akrobatik dikritik karena melakukan headstand satu tangan beberapa inci dari pesawat kargo. Kedua pelaku, Oleg Kolisnichenko (36), dan Yuliia Nos (25), berada beberapa meter dari pesawat meski hanya sekejap.

“Itu tidak menyentuh kakiku tetapi saya merasakan begitu banyak udara dari pesawat dan saya kehilangan keseimbangan. Sangat menyenangkan dan mengasyikkan, tetapi baru setelahnya saya menyadari betapa berbahayanya itu, ”kata Nos kepada SWNS. [BA/HBS]

Sumber: NY Post

Huawei Cuek-cuek Butuh ke Apple, Soal Apa?

Telko.id, Jakarta Huawei, Qualcomm, Intel, dan Samsung mengembangkan modem 5G bikinan sendiri. Namun, empat produsen tersebut kabarnya hanya bersedia menjual modem 5G ke Apple. Kenapa?

Awalnya, Huawei enggan menjual modem bernama Balong 5000 ke pabrikan lain. Bahkan, Huawei sempat menyebut Balong 5000 hanya dipakai untuk produk pintar buatan sendiri seperti di smartphone dan perangkat IoT.

Namun, seorang sumber menyebut bahwa perusahaan asal China itu sebenarnya cuma “cuek-cuek butuh”. Artinya, mereka tetap berharap bisa menjual modem buatan mereka. Satu syaratnya, Balong 5000 hanya dijual ke Apple. Aneh!

{Baca juga: Belum Siap, Apple Rilis Smartphone 5G Pertama di 2020}

Keputusan tersebut terbilang aneh karena Huawei adalah perusahaan yang berambisi mengincar posisi kedua dari daftar produsen ponsel terbesar dunia. Faktanya, Huawei ingin menjual modem 5G ke rival.

Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Selasa (9/4/2019), penjualan modem bukanlah sumber pemasukan utama Huawei. Berbanding terbalik dengan Samsung, yang mengandalkan laba dari bisnis semikonduktor.

Huawei mungkin membuat keputusan itu melihat perkembangan mengenai masalah modem di Apple. Raksasa dari Cupertino itu diprediksi terlambat merilis perangkat 5G karena Intel belum bisa menyediakan modem 5G.

{Baca juga: Terkendala Modem, Mungkinkah Apple Rilis iPhone 5G pada 2020?}

Di lain sisi, Apple tak bisa menggunakan modem Qualcomm karena masih terlibat perselisihan. Apple kabarnya masih menunggak pembayaran USD 31 juta atas pelanggaran tiga hak paten milik Qualcomm. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

Smartfren Uji Coba Jaringan di MRT Jakarta

0

Telko.id, JakartaSmartfren menggelar uji coba jaringan selulernya di Moda Raya Terpadu (MRT) mulai dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Lebak Bulus. Layanan ini ada di setiap stasiun, jalur bawah tanah dan stasiun layang.

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengatakan, kehadiran Smartfren di jalur MRT adalah bentuk layanan unlimited  yang dihadirkan oleh Smartfren.

“Sama seperti layanan yang kami hadirkan, dari sisi pelayanan jaringan Smartfren selalu berusaha untuk menghadirkan unlimited connection bagi para pelanggannya atau tanpa terputus. Tidak terkecuali di sepanjang jalur MRT,” ujar Merza saat menemani media mengunjungi stasiun MRT di Bundaran HI Jakarta, Selasa (9/4/2019).

{Baca juga : Setelah Kartu Perdana BosKu, Smartfren Siapkan Bosku Lite}

Lebih lanjut Merza menjelaskan, tujuan hadirnya layanan Smartfren sangat jelas, tidak semata-mata ingin menambah revenue akan tetapi lebih kepada pelayanan pada para pelanggan selama berada di perjalanan.

Misalnya mereka dapat bermain game dengan lancar, streaming video tanpa lagging, hingga browsing, bersosial media dan berkirim pesan melalui sosial messenger, hingga mempersiapkan untuk memesan sarana transportasi online sebelum mereka sampai di stasiun tujuan.

“Mudah-mudahan, dengan hadirnya layanan Smartfren di sepanjang jalur MRT ini dapat memberikan manfaat bagi para pengguna MRT,” imbuhnya.

Sementara itu, Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, mengatakan jaringan Smartfren yang ada di jalur MRT adalah 4G LTE Advanced. Sinyal di bawah tanah dipancarkan dari sistem leaky cable, yang dipasang sepanjang jalur MRT.

Leaky cable ini dibangun oleh PT Tower Bersama yang ditunjuk PT MRT Jakarta sebagai mitra strategis penyedia konektivitas seluler dan jaringan nirkabel atau WiFi.

“Dari sisi sinyal di MRT adalah 4G LTE Advanced. Sinyal ini dipancarkan melalui leaky cable yang dipasang mitra kami, jadi tugas kami hanya menyuntikkan sinyalnya,” jelas Munir.

{Baca juga : 13 Stasiun MRT Baru Ada BTS Telkomsel}

Munir juga menambahkan, Smartfren memakai dua standar 4G LTE di jalur MRT, Time Division Duplex (TDD) dan Frequency Division Duplex (FDD) untuk menyelenggarakan layanan Internet kecepatan tinggi. TDD berada di spektrum frekuensi 2.300 MHz, sedangkan FDD di 850 MHz.

“FDD dan TDD semua ada di sini, tergantung kualitas sinyalnya nanti dan device akan pilih yang paling bagus,” pungkasnya.

Ia menyebutkan bahwa sinyal Smartfren tidak hanya dapat dinikmati di sepanjang rute perjalanan, tapi juga dapat digunakan di setiap stasiun baik 6 stasiun yang berada di bawah tanah maupun 7 stasiun layang. (MS/HBS)

Skyegrid Paket ‘Murmer’ Ini Bisa Dipakai 7 Hari Non Stop

Telko.id – Ingin tetap asyik main game tapi nggak pake mahal? Pakai saja Skyegrid paket Lite, hanya Rp.69 ribu saja per minggu. Dan bisa main cloud gaming selama tujuh hari non-stop terhitung sejak hari pertama berlangganan.

Untuk berlangganan Paket Skyegrid Lite, Gridder–sebutan untuk pelanggan Skyegrid– dapat menempuh langkah yang sama dengan paket bulanannya, yakni membelinya via akun Skyegrid di situs e-commerce lokal, Bukalapak.com.

Bagaimana langkah-langkah berlangganannya? Ya, pelanggan cukup memilih Paket “Skyegrid Lite – Unlimited” pada rak Skyegrid di laman Bukalapak.com, klik “Beli Sekarang,” lalu “Metode Pembayaran” yang diinginkan.

“Paket Skyegrid Lite hadir untuk memenuhi hasrat bermain game para gamer yang ingin menikmati Cloud Gaming dalam waktu singkat. Paket ini pas buat mereka yang ingin menamatkan sebuah game tertentu, atau sekadar online bersama teman-teman sesama gamer,” ujar Rolly Edward, CEO Skyegrid.

Rolly menambahkan, Skyegrid Lite juga dibuat berdasarkan permintaan banyak calon pelanggan yang sangat ingin menjajal teknologi Cloud Gaming, namun dengan paket yang lebih murah dan lebih berfaedah.

Untuk diketahui, masa aktif Paket Skyegrid Lite adalah tujuh (7) hari terhitung sejak transaksi. Dalam kurun waktu tersebut, pelanggan bebas memainkan game Free-To-Play apa saja sepuasnya. Setelah itu, pelanggan diharuskan untuk membeli ulang Paket Skyegrid Lite, atau berpindah ke Paket Skyegrid bulanan yang seharga Rp179 ribu.

“Era Cloud Gaming kian terasa semenjak Google mengumumkan akan ikut terjun di bisnis ini pada ajang 2019 Game Developers Conference lalu. Sebab itu, kami berharap komunitas gamer di Tanah Air dapat mencicipi teknologi Cloud Gaming ini dengan berlangganan Skyegrid Lite yang secara harga lebih terjangkau,” tutur Rolly.

“Ini momentum yang sangat baik. Bagaimanapun, Skyegrid siap bersaing dengan Stadia dan layanan serupa lainnya. Semangat kami tetap sama seperti awal mula, tak hanya membawa solusi bermain game PC ke ponsel Android dan laptop berspesifikasi biasa, tetapi juga ingin mendukung game-game lokal agar lebih dikenal di pentas dunia, seperti DreadOut 2 yang akan rilis tahun ini.”

Baru-baru ini, Skyegrid juga menambah koleksi rak game-nya dengan tiga judul game lokal alias Made in Indonesia, yaitu Pamali (StoryTale Studios asal Bandung), Valthirian Arc: Hero School Story (Agate asal Bandung), dan Ultra Space Battle Brawl (Mojiken Studio asal Surabaya).

Dengan demikian, per hari ini, Skyegrid mempunyai total 85 judul game, dengan komposisi 50-50 untuk game berbayar via akun Steam dan game Free-to-Play.

Terkait optimalisasi product experience, Skyegrid juga akan menghadirkan pengingkatan pengalaman bermain game yang signifikan dalam waktu dekat, yakni dengan mempertajam grafis dan minimalisir input lag.

“Prosesnya telah berjalan 60 persen. Tunggu saja kejutan Skyegrid pada pertengahan tahun ini,” tutup Rolly. (Icha)

 

 

Malaysia akan Tarik Pajak ke Netflix, Spotify dkk

Telko.id, Jakarta – Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan baru terkait layanan digital. Negeri Jiran tersebut akan mengenakan tarif pajak bagi layanan digital seperti Netflix, Spotify, serta layanan digital lain. Aturan tersebut akan berlaku mulai 1 Januari 2020.

Dilansir Telko.id dari Mashable pada Selasa (09/04/2019) kebijakan baru tersebut, diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guang Eng.

Adapun besaran tarif pajak tersebut sebesar 6% setiap tahunnya dan harus dipatuhi kepada layanan digital yang aktif di negara tersebut.

Menurut wakil menteri keuangan, Datuk Amiruddin Hamzah, pemerintah awalnya mengajukan Revisi Undang-undang Pajak Layanan kepada parlemen.

Dalam rancangan tersebut ada peraturan terkait pajak layanan digital yang bertujuan untuk menyamakan kedudukan antara perusahaan lokal dan asing.

Pihak parlemen pun menyetujui rancangan tersebut karena memang perlu ada keadilan antara pemain industri digital baik dari pihak lokal ataupun global.

“Pajak digital adalah untuk menyediakan kompetisi yang setara antara perusahaan lokal dan asing serta penyedia layanan online dan offline,” kata salah seorang anggota parlemen.

{Baca juga: Malaysia akan Pamer Mobil Otonom dengan Jaringan 5G}

Perlu diketahui bahwa kebijakan pajak ini tidak ditanggung oleh pengguna. Kewajiban pajak digital diberikan bagi pihak pengembang seperti pihak Netflix, Spotify, Steam dan layanan digital lainnya. Walaupun tidak bisa dipungkiri, kenaikan harga layanan akan terjadi imbas dari kebijakan tersebut.

Kebijakan tarif pajak bagi layanan digital sebenarnya sudah lama diberlakukan di negara Rusia dan Norwegia yang memasang besaran tarif yaitu 18% dan 25% per tahun. Untuk itu Datuk Amiruddin menilai jika besaran tarif di Malaysia cukup rendah tetapi bukan berarti bisa diabaikan.

{Baca juga: Universitas Ini Larang Streaming Netflix, Kenapa?}

Jika ada yang tidak bayar pajak, maka dapat dikenakan denda hingga RM 50.000 atau Rp 172,4 juta atau kurungan penjara selama 3 tahun. Aturan pajak ini berlaku untuk orang atau organisasi apa pun, dari kebangsaan atau kewarganegaraan apa pun, selama layanan mereka berada di wilayah Malaysia.

Malaysia mengikuti langkah negara tetangga Singapura untuk memperkenalkan pajak untuk layanan digital. Seperti Malaysia, Singapura juga akan mulai pada 1 Januari 2020 nanti. Lantas apakah Indonesia akan mengikuti jejak kedua negara tersebut? [NM/HBS]

Sumber: Mashable

Pemerintah Uji Coba Frekuensi 700 Mhz Untuk Komunikasi Kebencanaan

Telko.id – Pemerintah sedang melakukan uji coba Public Protection and Disaster Relief (PPDR) di kawasan Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (09/04/2019) menggunakan Frekuensi 700 Mhz. Uji coba akan dilaksanakan selama satu bulan, mulai tanggal 9 April 2019 hingga 9 Mei 2019 pada kawasan Pangandaran.

Public Protection and Disaster Relief (PPDR) merupakan standar dunia untuk komunikasi radio bagi lembaga terkait perlindungan publik dan penanggulangan bencana. Perlindungan publik mencakup hal-hal terkait ketertiban dan penegakan hukum, perlindungan jiwa dan harta beda, dan situasi darurat.

Di beberapa negara, pita frekuensi radio 700 MHz telah terbukti handal dan mumpuni. Seperti di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Frekuensi ini secara internasional pun sudah disepakati untuk komunikasi kebencanaan.

“Frekuensi 700 MHz di dunia dinamakan Digital Dividend, sebagian dialokasikan untuk kebencanaan, sebagian untuk mendukung broadband,” kata Menkominfo Rudiantara saat meresmikan uji coba di Plasa Telkom, Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (9/4).

Frekuensi 700 Mhz ini juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan komunikasi kebencanaan yang lebih canggih, peningkatan jangkauan pita lebar di daerah rural, serta perbaikan kualitas pita lebar di kota-kota besar yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Dalam konteks komunikasi kebencanaan, dukungan infrastruktur komunikasi kebencanaan yang canggih dan mampu melayani trafik komunikasi suara (voice) dan multimedia.

Uji coba juga dilakukan di Pangandaran karena beberapa kali, wilayah ini terkena bencana, seperti Tsunami pada 2006 lalu. Selain itu, frekuensi 700 Mhz di wilayah ini tidak banyak digunakan oleh televisi analog.

Dengan uji coba itu diharapkan diperoleh data teknis mengenai kualitas layanan, pengujian aplikasi dan konektivitas, serta data non teknis di lapangan yang diperlukan sebagai rekomendasi penyelenggaraan layanan nantinya.

Penyedia perangkat telekomunikasi yang mendukung uji coba ini antara lain Motorola, Nokia, Huawei, Hytera dan Inti serta dukungan teknis PT Telkom dengan menggunakan teknologi broadband Public Safety LTE pada frekuensi 700 MHz.

Dalam uji coba dilakukan demo uji SMS Blast, Panggilan Suara antar petugas, Pengiriman Gambar dan Video secara Real Time, dan Pengujian Fitur-Fitur pada Aplikasi Layanan Radio Komunikasi.

Kementerian Kominfo melakukan pemantauan dan mengupayakan agar kanal frekuensi 700MHz dapat dimanfaatkan dalam uji coba serta tidak mengganggu kegiatan masyarakat di kawasan Pangandaran dan sekitarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kominfo juga telah mengembangkan Sistem Penyampaian Informasi Bencana melalui SMS Blast pada daerah terdampak bencana dan Layanan Panggilan Darurat 112 yang dikelola oleh Pemda dalam penanganan kondisi darurat. Ke depan, semua layanan tersebut akan terintegrasi dengan Layanan Radio Komunikasi untuk Perlindungan Publik dan Penanggulangan Bencana.

Dengan layanan terintegrasi, diharapkan dapat memaksimalkan peran penting BMKG, BNPB, BASARNAS, POLRI, Pemda dan instansi terkait lainnya dalam manajemen penanggulangan bencana di Indonesia. (Icha)

Dua Tablet Samsung Terbaru Ini, Cocok untuk “Bermain Sambil Belajar”

0

Telko.id, Bangkok – Dua tablet Samsung kelas menengah akhirnya resmi diperkenalkan untuk para pengguna di Indonesia. Adalah Samsung Galaxy Tab A10 dan Samsung Galaxy Tab A with S Pen yang cocok disebut sebagai tablet untuk “bermain sambil belajar”.

Bagaimana tidak, keduanya dinilai bisa memenuhi kebutuhan entertainment sekaligus mendukung kegiatan belajar dan mengajar para penggunanya.

Kedua tablet ini sebenarnya mengusung spesifikasi yang hampir sama, kecuali ukuran layar, baterai, teknologi speaker, dan juga kehadiran pulpen pintar Samsung, S Pen.

{Baca juga: Main Gadget Malam Hari Bikin Anak-anak Susah Tidur}

Samsung Galaxy A10 memiliki layar berukuran 10,1 inci berjenis IPS LCD dengan resolusi 1200 x 1920 piksel. Sementara Galaxy A with S Pen, punya layar berukuran 8 inci dengan resolusi yang sama.

“Ini membuktikan komitmen kami untuk semakin mendekatkan teknologi kepada gaya hidup konsumen, termasuk di dunia pendidikan,” jelas Selvia Gofar, Senior Product Marketing Manager Samsung Mobile Indonesia di acara Media Session Galaxy Tab Series, di Bangkok, Thailand, Selasa (09/04/2019).

Untuk spesifikasinya, keduanya sama-sama disokong oleh prosesor octa-core 1,8 GHz Exynos 7904, RAM 3GB, ROM 32GB, dan sama-sama menjalankan sistem operasi One UI berbasis Android 9 Pie. Sementara baterainya, berkapasitas masing-masing 6,150 mAh untuk Galaxy Tab A10 dan 4,200 mAh untuk Galaxy Tab A with S Pen.

Khusus untuk Galaxy Tab A with S Pen, disematkan pulpen pintar ala Samsung yang biasanya terdapat pada seri Samsung Galaxy Note. S Pen di tablet ini memiliki presisi yang ditingkatkan dari seri sebelumnya, dan mempunyai 4.000 pressure level yang sangat berguna bagi pengguna yang suka menggambar.

Pindah ke bagian kamera, keduanya sama-sama memiliki kamera belakang 8MP dan kamera depan 5MP. Pembeda lainnya dari kedua tablet ini adalah, speaker.

Ya, di Samsung Galaxy Tab A10, Samsung memberikan dua speaker stereo berteknologi 3D Dolby Atmos. Sedangkan Samsung Galaxy Tab A with S Pen, hanya satu speaker saja dan dukungan Dolby Atmos hanya aktif ketika pengguna menggunakan headset.

{Baca juga: Samsung Galaxy Tab S5e, Tablet Pertama dengan Bixby 2.0}

Samsung Galaxy A10 akan tersedia berbarengan dengan seri Galaxy Tab S5e, yakni akhir April mendatang. Tablet ini dibanderol dengan harga Rp 4,9 jutaan dan memiliki tiga opsi warna, yakni Black, Silver, dan Gold.

Sedangkan Samsung Galaxy Tab A with S Pen, tersedia pada 15 April mendatang dengan dua opsi warna yaitu Black dan Silver. Tablet ini dihargai Rp 3,9 jutaan, dan Samsung akan memberikan free license dari aplikasi Ruangguru dan Dreambox Parental Control selama 1 bulan penuh untuk para pengguna.

“Tablet ini mampu mendukung aktivitas belajar pengguna, sekaligus membantu orang tua untuk mengawasi anak-anaknya,” ujar Selvia.

Selain Samsung Galaxy Tab A10 dan Tab A with S Pen, Samsung juga resmi memperkenalkan salah satu seri tabletflagship-nya, Samsung Galaxy Tab S5e. Samsung Galaxy Tab S5e memiliki desain yang tidak seperti tablet pada umumnya, yang biasanya punya bobot berat dan body yang cukup tebal.

{Baca juga: Samsung Galaxy Tab S5e Masuk Indonesia, Tebalnya Setara “5 KTP”}

Tablet ini hanya berbobot 400 gram dengan ketebalan mencapai 5,5 mm saja. Meski demikian, spesifikasi yang diusungnya terbilang mumpuni, seperti layar besar 10,5 inci Super AMOLED, prosesor Snapdragon 670, RAM 4GB, ROM 64GB, hingga baterai berkapasitas 7,040 mAh.

Samsung melepasnya dengan harga Rp 7,4 jutaan, dan akan tersedia pada akhir April mendatang. Tablet ini punya tiga pilihan warna, yaitu Black, Silver, dan Gold. (FHP)

Samsung Galaxy Tab S5e Masuk Indonesia, Tebalnya Setara “5 KTP”

0

Telko.id, Bangkok – Samsung resmi memperkenalkan salah satu seri tablet flagship-nya, Samsung Galaxy Tab S5e. Apabila dibandingkan dengan seri terdahulunya, yakni Samsung Galaxy Tab S4, tablet ini memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam sisi desainnya.

Samsung Galaxy Tab S5e memiliki desain yang tidak seperti tablet pada umumnya, yang biasanya punya bobot berat dan body yang cukup tebal.

Diungkapkan Randy Tonggo, Product Marketing Manager Samsung Mobile Indonesia, tablet ini hanya berbobot 400 gram dengan ketebalan mencapai 5,5 mm saja.

{Baca juga: Waah… Laptop Gaming Ini Bisa Berubah Jadi Tablet Terkencang}

“Jika dibandingkan, ketebalannya sama dengan 5 Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditumpuk, dan beratnya lebih ringan dari segelas kopi yang biasa kita beli,” katanya di acara Media Session Galaxy Tab Series, di Bangkok, Thailand, Selasa (09/04/2019).

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Tablet ini mengusung layar berukuran besar, tepatnya 10,5 inci berjenis Super AMOLED beresolusi (2560 x 1600 piksel). Dijelaskan Selvia Gofar, Senior Product Marketing Manager Samsung Mobile Indonesia, layar sebesar itu mampu menunjang berbagai aktivitas pengguna secara maksimal, dari bekerja sampai hiburan.

Sementara untuk spesifikasinya, Samsung Galaxy Tab S5e telah menggunakan prosesor octa-core 2.0 GHz Snapdragon 670, RAM 4GB, ROM 64GB yang bisa diperluas menggunakan microSD hingga 512GB, baterai berkapasitas 7,040 mAh yang didukung fast charging 18W, dan sistem One UI berbasis Android 9 Pie.

Meskiditujukan bagi pengguna dengan mobilitas yang tinggi, namun Samsung tetap memaksimalkan sisi multimedia pada tablet terbarunya ini. Menurut Selvia, Galaxy Tab S5e telah memiliki empat speaker stereo dari AKBG dengan dukungan teknologi Dolby Atmos.

{Baca juga: Main Gadget Malam Hari Bikin Anak-anak Susah Tidur}

Yang menarik, speaker ini dapat beradaptasi secara otomatis pada saat pengguna menggunakannya secara portrait ataupun landscape.

“Tablet ini juga sudah punya empat speaker stereo dari AKG. Suaranya seperti berputar karena ada teknologi 3D Dolby Atmos,” ucapnya.

Di sisi kamera, Samsung menyematkan kamera utama dengan sensor 13MP aperture f/2.0 di belakang, dan kamera selfie dengan sensor 8MP aperture f/2.0 untuk kebutuhan memotret, video call, dan lainnya. Lantas, bagaimana dengan harga Samsung Galaxy Tab S5e?

Well, Samsung melepasnya dengan harga Rp 7,4 jutaan, dan akan tersedia pada akhir April mendatang. Tablet ini punya tiga pilihan warna, yaitu Black, Silver, dan Gold. Seperti seri Galaxy Tab S sebelumnya, Samsung juga menyediakan aksesoris berupa Pogo Keyboard yang bisa dihubungkan lewat port magnetik di body tablet seharga Rp 1,6 jutaan. (FHP)