Telko.id, Jakarta – Awal April 2019, Apple memangkas lagi harga iPhone XR, iPhone XS, dan iPhone XS Max di China. Diskon yang diberikan sampai enam persen. Alhasil, penjualan iPhone di Negeri Panda itu pun berhasil terdongkrak naik.
Asal tahu saja, iPhone XR di toko online Apple berharga 6.199 Yuan atau sekitar Rp 13,1 juta, turun 4,6 persen ketimbang sebelumnya. Sementara iPhone XS dan iPhone XS Max, mendapat diskon 500 Yuan.
Harga iPhone XS dan iPhone XS Max di toko online Apple masing-masing menjadi 8.199 Yuan atau sekitar Rp 17,4 juta dan 9.099 Yuan atau lebih kurang Rp 19,3 juta. Konsumen di China akhirnya terpancing.
{Baca juga:Hore! Harga iPhone XR Dikorting Hingga Rp 3,6 Jutaan}
Menurut Cult of Mac, dikutip Telko.id, Kamis (11/4/2019), penjualan iPhone di China memperlihatkan efek positif. Analis Wedbush, Daniel Ives, memaparkannya dalam sebuah memo kepada investor.
“Harga iPhone XR yang berantakan merupakan faktor utama kehancuran pendapatan perusahaan pada Desember 2018 di China. Namun, program diskon membuat permintaan naik,” tulis Ives dalam dokumen.
Ives percaya bahwa Apple belum akan berhenti untuk memangkas harga iPhone di China. Ia pun menyarankan kepada Apple untuk memangkas harga iPhone XR lebih besar, bahkan hingga kisaran 20 persen.
{Baca juga:5 Seri iPhone Ini “Harga Aslinya” Kurang dari Rp 6 Juta}
Ives menambahkan bahwa potongan harga yang besar akan mendorong sekitar 60 juta hingga 70 juta pengguna iPhone di China untuk membeli perangkat baru dalam waktu 12 bulan hingga 18 bulan ke depan. [SN/HBS]
Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, GM dari Redmi, Lu Weibing mengatakan bahwa bocoran renderRedmi Pro 2 yang beredar sebelumnya sama sekali tidak benar. Beberapa hari setelah konfirmasi Weibing, muncul video hands-on yang diduga sebagai Redmi Pro 2 dengan kamera berlubang.
Sekadar informasi, sebelumnya render atau rekayasa 3D dari Redmi Pro 2 menampilkan desain fullscreen dan kamera pop-up dari smartphone tersebut.
Meski Weibing telah membantah soal desain smartphone Redmi terbarunya yang sebelumnya tersebar, ia tetap mengkonfirmasi bahwa mereka tengah mempersiapkan seri Redmi yang ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855.
{Baca juga: Ini Bocoran Foto Redmi Pro 2 dengan Kamera Pop-up}
Melansir dari GSMArena, Jumat (12/04/2019), video hands–on itu menampilkan bagian depan dan belakang dari flagship di seri Redmi itu.
Di bagian depan, smartphone benar-benar tidak menggunakan kamera pop-up, melainkan kamera berlubang. Akan tetapi, desain kamera berlubang di smartphone ini berbeda dengan desain Honor View 20 dan trio Samsung Galaxy S10.
Bukannya menempatkan kamera di sudut kiri atau kanan layar, Redmi malah menempatkan lubang kamera di tengah-tengah layar mirip seperti notch atau poni berbentuk waterdrop. Terlihat juga, bezel jagoan seri Redmi ini pun cukup tipis, termasuk dagu atau bezel bagian bawahnya.
Ke bagian belakang, smartphone dipastikan tidak akan mengusung teknologi sensor sidik jari di dalam layarnya. Sebab, terdapat sensor sidik jari di body tengah, yang juga terdapat frame tiga kamera yang diposisikan secara vertikal di sisi kiri body smartphone.
{Baca juga: Fix! Redmi Pro 2 Ditenagai Prosesor Snapdragon 855}
Body-nya sendiri punya warna yang glossy, sehingga kemungkinan besar bodysmartphone ini akan dilapisi dengan bahan dasar polycarbonate atau kaca.
Sebelumnya, Redmi Pro 2 sudah dipastikan menggunakan prosesor Snapdragon 855. Ini sesuai dengan pernyataan bos Redmi, Lu Weibing yang mengkonfirmasi soal kehadiran seri Redmi yang masuk ke jajaran smartphone flagship dengan Snapdragon 855.
Di samping itu, smartphone ini juga sudah memiliki tiga kamera ganda di bagian belakangnya dengan lensa utama beresolusi 48MP, mirip seperti Redmi Note 7. (FHP)
Telko.id, Jakarta – April 2019, Ateam mengumumkan pre-registrasi untuk Revue Starlight Re LIVE yang akan segera dirilis secara global. Informasi menyebut, game itu bakal rilis ke seluruh dunia pada bulan ini.
Hasil garapan yang dibuat bersama Bushiroad dan Ateam tersebut akan mencakup bahasa Inggris, Korea, dan bahasa China Tradisional.
Untuk pasar global, seperti dikutip Telko.id dari Gamer Braves, Revue Starlight Re LIVE tentu bisa dimainkan dalam bahasa Inggris.
Sekadar informasi, Revue Starlight Re LIVE adalah game untuk smartphone berbasis pada properti Revue Starlight yang populer Stage Girls. Pemain bisa menikmati kisah asli yang menampilkan sembilan Stage Girls di serial musik dan anime.
{Baca juga: Gearbox Software Pamer Cuplikan Game Borderlands 3}
Menurut laporan, Revue Starlight Re LIVE bahkan punya 15 Stage Girls baru yang dibuat khusus. Permainan ini telah dirilis sejak Oktober 2018 lalu di Jepang dan dengan sangat cepat mengumpulkan banyak pemain.
Waralaba Revue Starlight pertama kali diluncurkan oleh Bushiroad bersama Nelke Planning pada April 2017. Sebagai awalan, mereka mengadakan pertunjukan musik di AiiA 2.5 Theater, Jepang, pada 22 dan 24 September 2017.
Kemudian, serial animenya memulai debut pada Juli-September 2018 dengan Kinema Citrus sebagai studio animasinya. Anime-nya pun kebagian jatah spin-off bergenre komedi dengan mengusung judul Shoujo Konto All-Starlight.
{Baca juga: Cara Download Call of Duty Mobile di Smartphone Android}
Selain anime, waralaba ini juga diwujudkan dalam manga yang dikreasikan oleh Tsubaki Ayasaki, berjudul Butai Revue Starlight: Show Must Go On. Ada pula seri manga yonkoma (empat panel) berjudul Yonkoma Starlight yang dibuat oleh Makimaki Mawaru. [BA/HBS]
Telko.id, Jakarta – Google telah mengizinkan pengguna memfilter hasil pencarian berdasarkan waktu. Kini, mesin pencari menguji perintah baru yakni before dan after untuk memfilter langsung dari search box.
Dilansir 9to5Google, di semua platform, pengguna Search bisa memfilter hasil berdasarkan jam terakhir, 24 jam, minggu, bulan, dan tahun.
Opsi ‘Custom date range’ tersedia di web desktop untuk menetapkan rentang dari dan ke yang tepat.
Dua perintah baru, before dan after, memungkinkan Anda memfilter langsung dari search box dan digunakan secara bersamaan.
{Baca juga: Ultah ke-15, Google ‘Kasih Kado’ Dua Fitur Baru Gmail}
Implementasi baru ini menghadirkan filter yang tepat untuk aplikasi Android dan iOS, serta web seluler tanpa perlu Google membuat UI pemilih tanggal kustom.
“Before: & after: Perintah mengembalikan dokumen sebelum dan sesudah tanggal. Anda harus memberikan tanggal year-month-day atau satu tahun. Anda bisa menggabungkan keduanya.
Sebagai contoh: (avengers endgame berfore: 2019), (avengers endgame after: 2019-04-01), dan (avengers endgames after: 2019-03-01 before: 2019-03-05)),” kata Google.
Dengan format pertama (avenger endgame before: 2019) memungkinkan pengguna mencari konten Avenger Endgame sebelum 2019.
Sedangkan format kedua (avenger andgame after: 2019-04-01), memungkinkan pengguna mencari konten yang diunggah setelah 1 April 2019.
{Baca juga: Butuh 6 Tahun untuk Google “Tiru” Fitur Waze Ini}
Sementara format ketiga (avengers endgames after: 2019-03-01 before: 2019-03-05) memungkinkan Anda mencari konten yang diunggah setelah 1 Maret, tapi sebelum 5 Maret. Mengutip Ubergizmo, fitur telah tersedia melalui bagian ‘Tools’ saat Anda menggunakan antarmuka pengguna.
Telko.id, Jakarta – Sebuah proyektor seukuran kantong celana telah diluncurkan di situs crowdfunding Kickstarter. Nebra AnyBeam, perusahaan yang berbasis di Inggris, mengklaim proyektor terkecil di dunia ini memiliki portabilitas yang tak tertandingi.
Saat ini, Nebra AnyBeam sedang menggalang dana sebesar £ 40.000 atau sekitar Rp 740 juta, untuk dapat meluncurkan ciptaannya ke pasar akhir tahun ini.
Perangkat ini adalah proyektor laser ‘pico’ yang dayanya dapat diisi dengan baterai portabel atau port USB laptop dan memproyeksikan layar 150 inci ke atas di dinding terdekat.
Perangkat ini bekerja dengan input HDMI apa pun, sehingga Anda dapat menfhubungkannya ke Amazon Fire TV Stick atau Chromecast jika anda ingin menonton layaknya di bisokop.
{Baca juga: Unik! Di Negara Ini Masih Ada yang Pakai Pager}
Karena menggunakan sinar laser daripada bohlam biasa, sehingga tidak perlu menyesuaikan fokus seperti proyektor standar.
Dalam website Kickstrater, Tim Nebra mengatakan, mereka memberdayakan orang-orang muda, tua atau di antaranya untuk memahami dan menguasai teknologi saat ini dan besok.
“Nebra terdiri dari pengembang produk, insinyur, pembuat, dan penggerutu yang bersemangat tentang dunia teknologi,” tulis mereka.
Mereka mengatakan, ketika proyektor tradisional dapat menjadi panas dan berisik, proyektor laser ini tidak dilengkapi kipas, tidak bersuara dan tidak perlu mengganti bohlam.
AnyBeam merupakan perangkat mandiri yang dapat dicolokkan ke ponsel cerdas, stik Fire TV, Chromecast, atau perangkat lainnya.
“Apakah itu menonton film al-fresco dengan teman-teman, menyampaikan presentasi dengan cepat atau membawa ide-ide nda ke layar lebar, AnyBeam adalah jawabannya,” kata mereka.
{Baca juga:Bisa Jadi Jet Tempur, Ini Kemampuan Pesawat Otonom Boeing
Jika perangkat ini telah mendapatkan pendanaan penuh, tim berharap akan mengirimkannya pada Agustus 2019. Harga ‘Early Bird’ untuk beberapa perangkat pertama adalah £ 229 atau sekitar Rp 4,2 juta.
Jika anda tertarik dan ingin memilikinya, anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang perangkat ini website Kickstarter. [BA/HBS]
Telko.id, Jakarta – Tampaknya Anda harus berhati-hati ketika memberikan data pribadi kepada pihak hotel. Riset terbaru menunjukan bahwa 67% situs website hotel telah membocorkan data pribadi pengunjung.
Dilansir Telko.id dari Engadget pada Kamis (11/04/2019), lembaga riset Symantec telah melakukan penelitian di lebih 1500 hotel di 54 negara.
Hasilnya mereka menemukan bahwa 67% dari hotel itu tanpa sengaja membocorkan informasi pribadi para tamu. Mereka menilai jika terjadi kesalahan keamanan di email konfirmasi saat Anda memesan di hotel.
Menurut peneliti Symantec, Candid Wueest kebocoran terjadi pada fitur pesan email konfirmasi. Banyak pesan menyertakan tautan aktif yang mengarahkan ke situs website terpisah. Selain itu kode pemesanan dan email tamu seringkali bocor sehingga data pribadi bisa diakses.
Hal ini yang membuat keamanan data tamu cukup rentan. Para pencuri seperti hacker hanya perlu mengakses kode pemesanan dan email Anda untuk menemukan alamat, nama lengkap, nomor ponsel dan informasi sensitif lainnya.
{Baca juga: Waduh! Tamu Hotel di Korea Selatan Jadi Korban Kamera Tersembunyi}
Symantec juga menemukan bahwa sejumlah kecil hotel tidak mengenkripsi tautan yang dikirim dalam email konfirmasi sehingga peluang hacker untuk mengambil data tamu semakin besar.
Belum lagi beberapa hotel yang sengaja membagikan data pribadi tamu kepada pihak ketiga. Juru bicara Symantec mengatakan bahwa mereka telah menghubungi hotel-hotel yang memiliki kelemahan keamanan dan sebagian besar, tetapi tidak semua, dari hotel mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya.
Symantec tidak akan mengungkapkan hotel mana yang disebutkan dalam penelitian ini, tetapi mengatakan pihaknya melihat total 45 situs web yang berbeda yang mencakup lebih dari 1.500 hotel.
Hotel-hotel dalam penelitian ini tersebar di 54 negara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada, meskipun di negara-negara itu ada perlindungan General Data Protection Regulation (GDPR) atau perlindungan data pribadi yang ketat.
{Baca juga: Wisatawan Indonesia Lebih Suka “Hotel Instagramable” untuk Liburan}
Hotel yang diteliti mulai dari bintang dua hingga resor pantai hingga bintang lima. Lantas, apa yang bisa dilakukan pelanggan untuk menjaga privasi mereka?
Symantec menyarankan agar orang menggunakan VPN untuk mengubah reservasi hotel mereka ketika terhubung ke WiFi publik. Anda juga dapat memeriksa tautan URL konfirmasi Anda untuk melihat apakah detail pemesanan Anda memiliki keamanan yang lemah atau tidak.
Biasanya tautan URL dengan cacat keamanan akan terlihat seperti ini: https: //booking.the-hotel.tld/retrieve.php? Prn=1234567&mail=john_smith@myMail.tld.
{Baca juga: Hotel Futuristik Alibaba Gunakan Robot Layani Tamu}
Wueest memberi tahu bahwa mereka juga melihat bahwa terdapat celah keamanan di 5 mesin pencari informasi perjalanan.
“Ini (… temuan) menunjukkan itu adalah masalah umum dalam industri perjalanan dan bukan hanya masalah lokal,” tulisnya. [NM/HBS]
Telko.id, Jakarta – Fitur pemindai sidik jari di smartphone sudah biasa. Perusahaan tas ransel memiliki ide baru untuk meningkatkan keamanan barang penggunannya selama perjalanan dengan menggunakan pemindai sidik jari, layaknya di smartphone.
Mereka menambahkan pemindai sidik jari pada tas ransel. Agazzi, startup yang akan memproduksi tas ini sedang mengkampanyekan proyek mereka di Kickstarter.
Fingerprint scanner yang dipasang pada tas punggung ini memungkinkan hanya penggunanya yang dapat membuka resleting tas.
Selain itu, tas berteknologi tinggi ini juga dilengkapi lampu merah yang dapat dinyalakan ketika Anda sedang bersepeda dan juga lampu putih yang akan memudahkan ketika anda sedang mencari barang di dalamnya.
{Baca juga: Canggih! Ilmuwan Berhasil Ciptakan Baterai dari Kertas}
Tim yang berada di balik proyek pembuatan tas ini mengatakan tas ini sudah sekitar 95 persen rampung. Rencananya, tas ini akan mulai dapat dikirim pada Oktober, tahun ini kepada para pendukung Kickstarter.
Harga tas ini berkisar £ 189 atau sekitar Rp 3,5 juta. Tas ini memiliki berat 1,45kg dan memiliki kapasitas 23 liter dan memiliki desain yang keren.
Untuk dapat menyalakan lampu dan memfungsikan fitur ini pemindai, Anda harus menyediakan powerbank. Selain itu, tas ini juga memiliki strip reflektif yang membantu pengguna ketika sedang bersepeda dalam kegelapan.
{Baca juga: Keren! Casing Smartphone Ini Bisa Jadi Drone}
Jadi, menurut Anda, apakah kita benar-benar membutuhkan tas yang dilengkapi dengan pemindai sidik jari? Mungkin tidak, tapi tetap saja itu ide yang keren. [BA/HBS]
Telko.id, Jakarta – Selain menghadirkan ROG Zephyrus S terbaru, Asus juga memperkenalkan sebuah laptop mainstream baru untuk gamer di Indonesia, yaitu Asus TUF Gaming FX505DY.
Berbeda dengan seri TUF Gaming yang sudah dirilis sebelumnya, TUF Gaming FX505DY menggunakan kombinasi prosesor AMD Ryzen 5 dan chip grafis Radeon RX560.
“Gaming adalah untuk semua dan TUF Gaming FX505DY merupakan jawaban ASUS untuk semua gamer,” ujar Jimmy Lin, Country Manager ASUS Indonesia di Jakarta, Rabu (10/4/2019).
Ia menyebutkan, bahwa tidak hanya tampil dengan performa kencang, TUF Gaming FX505DY juga merupakan laptop yang sangat tangguh dan sudah mengantongi sertifikasi ketahanan berstandar militer.
Laptop ini dilengkapi layar IPS-level berukuran 15,6 inci yang sudah memiliki resolusi Full HD (1920 x 1080 pixel). Layar tersebut juga sudah menggunakan teknologi NanoEdge Display sehingga hadir dengan ukuran bezel yang sangat tipis, yaitu hanya 6,5 milimeter.
{Baca juga: Asus Kuasai 60% Pasar Laptop Gaming Indonesia}
Dengan bezel yang sangat tipis tersebut, TUF Gaming FX505DY dapat tampil dengan bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop 15 inci lainnya.
Soal performa, TUF Gaming FX505DY ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen 5 3550H, yang memiliki konfigurasi 4 core dan 8 thread dengan kecepatan pemrosesan hingga 3,7GHz. Prosesor tersebut didukung oleh GPU AMD Radeon RX560 yang memiliki VRAM sebesar 4GB.
Yang menarik adalah kombinasi hardware tersebut ternyata tidak hanya powerful untuk menjalankan berbagai macam game modern saat ini, tetapi juga dapat digunakan sebagai penunjang kebutuhan para kreator konten.
Prosesor Ryzen 5 3550H memiliki kemampuan multitasking yang sangat baik berkat jumlah core dan thread yang diusungnya. Prosesor tersebut juga cocok digunakan untuk menjalankan aplikasi profesional seperti video atau photo editor.
Seperti pendahulunya, TUF Gaming FX505DY juga sudah mengantongi sertifikasi ketahanan berstandar militer MIL-STD 810G.
Sertifikasi ketahanan tersebut membuktikan TUF Gaming FX505DY telah lolos berbagai pengujian ekstrem seperti uji jatuh dan gertaran, uji temperatur, uji kelembapan, hingga uji radiasi sinar matahari.
Agar lebih tangguh, Asus menghadirkan sistem pendingin khusus yang menggunakan Hypercool Technology. Teknologi pendingin tersebut terdiri dari dua kipas berperforma tinggi serta sistem Anti-Dust Cooling sehingga debu tidak akan menumpuk pada heatsink yang dapat menghambat performa pendinginan.
Kombinasi sistem pendingin tersebut membuat komponen pada TUF Gaming FX505DY tidak mudah panas dan memiliki umur penggunaan yang lebih panjang.
TUF Gaming FX505DY juga telah dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 yang merupakan sistem operasi terbaik untuk PC gaming.
Selain didukung oleh berbagai pengembang game terkemuka, Windows 10 juga hadir dengan fitur penunjang kegiatan bermain game seperti Game Mode yang membuat game dapat berjalan lebih lancar.
Windows 10 juga mendukung API grafis modern seperti DirectX 12 yang dapat menghadirkan pengalaman visual lebih baik ketika bermain game.
{Baca juga:Duo ROG Zephyrus S, Bodi Super Tipis dengan GeForce RTX}
Terdapat juga XBOX App yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat gaming dan tempat berkumpulnya komunitas gamer, tetapi juga dapat digunakan sebagai aplikasi untuk melakukan perekaman dan live streaming ketika bermain game.
Windows 10 sangat fleksibel dan memiliki dukungan terhadap berbagai aksesori gaming, mulai dari beragam controller hingga HOTAS. Ditambah dengan sistem keamanan modern, gamer akan lebih terlindungi dari berbagai ancaman keamanan. [HBS]
Telko.id, Jakarta – Redmi Note 7 dan Redmi Note 7 Pro mulai dijual di India pada 13 Maret 2019 lalu. Dalam sebulan, Xiaomi mengklaim bahwa dua ponsel tersebut sudah laku terjual lebih dari satu juta unit.
Klaim penjualan kedua ponsel ini melampaui satu juta unit di India hanya dalam sebulan diucapkan oleh Raghu Reddy, pimpinan divisi penjualan Xiaomi India, seperti dilansir Android Central.
“Dengan kerendahan hati, kami senang melihat kecintaan Mi Fans terhadap seri tersebut. Ponsel itu memang sudah menjadi kelas tersendiri di segmennya,” katanya, seperti dikutip Telko.id, Kamis (11/4/2019).
{Baca juga:Review Redmi Note 7: Ketahanan Bodi dan Baterai Jempolan}
Reddy menyatakan, capaian penjualan kedua ponsel ini menginspirasi Xiaomi untuk terus menambah persediaan serta membantu Mi Fans kami agar bisa lebih mudah dalam mendapatkannya.
Ponsel ini memang diperkirakan menjadi ponsel populer. Maret 2019 lalu, Xiaomi sempat merilis ponsel tersebut di India lewat program flash sale. Menurut Xiaomi, program tersebut berakhir dengan sukses besar.
Sebanyak 200 ribu unit terjual hanya dalam hitungan menit. Padahal, ponsel ini untuk pasar India berbeda dengan di China. Untuk varian di India, punya kamera belakang ganda 12MP dan 2 MP.
{Baca juga: 5 Fakta Redmi Note 7, Nomor 4 Paling “Greget”}
Harga terendahnya 9.999 Rupee atau sekira Rp 2 juta untuk varian 3/32GB. Sementara varian 4/64GB, dijual dengan harga 11.999 Rupee atau lebih kurang Rp 2,4 juta. Warnanya pun hanya Onyx Black, Sapphire Blue, dan Ruby Red. [SN/HBS]
Telko.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya foto “tampang” black hole atau lubang hitam diperlihatkan kepada publik. Foto ini merupakan prestasi yang ditorehkan oleh jaringan ilmuwan teleskop radio yang tergabung dalam Event Horizon Telescope.
Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Kamis (11/04/2019), para astronom mampu menangkap gambar nyata dari black hole serta bayangan yang menyertainya.
Kolaborasi banyak ilmuwan yang dibiayai oleh Amerika Serikat dan National Science Foundation ini cukup penting, karena menjelaskan ‘sosok’ black hole yang sebenarnya.
Lubang hitam adalah material padat dan memiliki daya gravitasi yang kuat. Lubang hitam tersebut memiliki titik yang bernama “Event Horizon” yang mampu menghisap semua benda sehingga sulit untuk mengambil gambar black hole.
Untuk mendapatkan foto ini tidaklah mudah. Ilmuwan membutuhkan 8 buah teleskop yang berada di bumi dan ketika digabung seolah-olah menjadi teleskop seukuran planet bumi.
{Baca juga: 10 April, Astronom untuk Pertama Kalinya akan Ungkap Foto Black Hole}
“Bertahun-tahun yang lalu, kami pikir kami harus membuat teleskop ruang angkasa yang sangat besar untuk menangkap lubang hitam dengan membuat teleskop radio di seluruh dunia bekerja dalam konser seperti satu instrumen,” jelas Paul Hertz, Direktur Divisi Astrofisika NASA, Amerika Serikat.
Gambar ini didapatkan di pusat galaksi Messier 87 yang berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi. Tampak pada foto, lubang hitam dikelilingi bayangan kuning yang melingkar, dan memiliki massa 6,5 miliar kali lebih besar dari Matahari.
{Baca juga: Penelitian Hawking soal Black Hole Tersedia Secara Online}
Selain dengan teleskop, pencarian black hole ini juga dibantu oleh beberapa pesawat luar angkasa NASA. Dari Bumi, para astronom menggunakan data dari Satelit Chandra dan NuStar milik NASA untuk mengukur kecerahan sinar-X jet M87.
Penemuan ini adalah usaha besar untuk mendapatkan benda langit spektakuler dan menambah khazanah pengetahuan mengenai semesta yang berada di luar bumi kita. [NM/HBS]