spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1266

Asyik! Samsung Galaxy M20 Dapat Update, Apa yang Baru?

Telko.id, Jakarta – Samsung baru-baru ini merilis pembaruan sistem untuk Samsung Galaxy M20. Dalam pembaruan itu, Samsung mempercepat kecepatan charging untuk smartphone menengahnya tersebut.

Mengutip dari Tizen Help, Jumat (19/04/2019), pembaruan sebesar 73,53MB itu membawa peningkatan kecepatan charging Samsung Galaxy M20.

Pembaruan ini cukup mengherankan, karena sebenarnya Galaxy M20 diberikan teknologi fast charging 15W untuk mempercepat pengisian baterainya yang berkapasitas 5,000 mAh.

{Baca juga: Hands-on Samsung Galaxy M20: Smartphone Berponi Khusus Milenial}

Sehingga tidak jelas apa masalah charging yang diperbaiki oleh Samsung pada smartphone yang dibanderol Rp 2,7 jutaan di Indonesia ini.

Selain pembaruan untuk meningkatkan kecepatan charging, Samsung pun memberikan sejumlah peningkatan sistem dan patch keamanan terbaru, meski masih berjalan di Android 8.1 Oreo.

Samsung Galaxy M20 sendiri merupakan bukti bahwa brand sekelas Samsung juga harus mengikuti tren desain saat ini. Smartphone ini mengadopsi desain Infinity-V yang membuatnya mempunyai notch berbentuk waterdrop yang mungkin “terinspirasi” dari Oppo F9, Vivo V11 Pro, dan smartphone menengah lainnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy M20 vs Realme 3: Duel Smartphone Harga Rp 2 Jutaan}

Galaxy M20 pun memiliki bezel yang cukup tipis di tiap sisinya, yang mengelilingi layar besar berjenis PLS TFT berukuran 6,3 inci dengan resolusi Full HD+. Samsung menyematkan mesin utama berupa prosesor octa-core 1.8 GHz Exynos 7904, GPU Mali G71 MP2, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh.

Membahas soal kameranya, terdapat kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 13 MP aperture f/1.9 dan 5 MP lensa ultra-wide. Sementara kamera depan, beresolusi 8 MP dengan aperture f/2.0. (FHP)

Sumber: Tizen Help

Dirilis 24 April, Redmi Y3 Fokus ke Kamera Selfie

0

Telko.id, Jakarta – Setelah Redmi Note 7 dan Redmi 7, kini Redmi bersiap untuk merilis smartphone menengah lainnya di tahun ini lewat Redmi Y3Sub-brand Xiaomi tersebut memastikan akan meluncurkan Redmi Y3 pada 24 April mendatang di India.

Saat diluncurkan nanti, smartphone itu akan mengusung dua hal yang memang dibutuhkan oleh para pengguna smartphone menengah maupun Mi Fans (penggemar perangkat Xiaomi) saat ini, yaitu baterai besar dan kamera selfie yang mumpuni.

Lewat unggahan di akun Twitter Redmi India, brand ini mengkonfirmasi bahwa Redmi Y3 punya kamera depan dengan sensor 32MP yang ditempatkan pada notch berukuran kecil dengan desain waterdrop.

{Baca juga: Video Ini Pastikan Redmi Pro 2 punya “Kamera Berlubang”}

Kemudian, Redmi Y3 juga bakal ditopang oleh baterai berkapasitas 4,000 mAh. Kapasitas sebesar itu merupakan peningkatan yang signifikan dibanding Redmi Y2 yang punya baterai 3,080 mAh saja.

Fitur lain dari Redmi Y3 juga terungkap lewat situs Amazon yang telah memberikan sekilas informasi soal smartphone ini. Dalam situs tersebut, smartphone itu akan diberi warna gradasi, sekaligus dilapisi oleh lapisan percikan untuk melindunginya dari tumpahan air.

{Baca juga: Redmi 7 Segera Diluncurkan di Indonesia, Catat Tanggalnya!}

Sebelumnya, Redmi memastikan akan menghadirkan Redmi 7 di Indonesia. Rencananya, Redmi akan merilis smartphone baru itu di pada akhir bulan April mendatang.

Hal ini dipastikan setelah Xiaomi Indonesia mengirimkan undangan peluncuran Redmi 7 kepada tim Telko.id. Dalam undangannya, smartphone ini disebutkan akan melenggang resmi pada 23 April mendatang. (FHP)

Layar Galaxy Fold Rusak, Samsung: Jangan Cabut Lapisan Layarnya!

0

Telko.id, Jakarta – Layar Galaxy Fold dilaporkan bermasalah, meski belum dijual secara resmi. Mengetahui kejadian tersebut, Samsung langsung memberikan keterangan resmi atas masalah pada smartphone lipat pertama mereka itu.

Perusahaan asal Korea Selatan ini mengatakan akan menyelidiki unit Samsung Galaxy Fold yang rusak secara langsung walaupun masih belum bisa memberikan penjelasan soal kemungkinan penyebab utamanya.

“Sejumlah sampel Galaxy Fold telah disediakan kepada awak media untuk diulas. Kami menerima beberapa laporan mengetai layar pada sampel yang kami sediakan,” kata Samsung dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari GSMArena, Jumat (19/04/2019).

{Baca juga: Waduh, Layar Samsung Galaxy Fold “Gampang Rusak”?}

“Kami akan secara menyeluruh memeriksa unit-unit ini secara langsung untuk menentukan penyebabnya,” jelas mereka.

Selain itu, Samsung juga menekankan soal masalah yang terjadi pada layar Galaxy Fold akibat lapisan pelindung yang dilepas oleh sejumlah pengguna. Samsung menyatakan, lapisan pelindung itu dilarang untuk dilepas dengan alasan apapun.

“Secara terpisah, beberapa reviewer melaporkan telah melepas lapisan atas layar yang menyebabkan kerusakan. Layar utama Galaxy Fold punya lapisan pelindung atas yang merupakan bagian dari struktur tampilan yang dirancang untuk melindungi layar dari goresan yang tidak diinginkan,” papar Samsung.

“Melepas lapisan pelindung atau menambahkan lapisan lainnya dapat menyebabkan kerusakan. Kami akan memastikan informasi ini disampaikan dengan jelas ke pelanggan kami,” sambung perusahaan ini.

Sebelumnya, Sejumlah pengguna yang merupakan tech reviewer melaporkan kerusakan pada Samsung Galaxy Fold mereka setelah beberapa hari menggunakan smartphone lipat Samsung itu.

{Baca juga: Ada “Kerutan” di Layar Samsung Galaxy Fold, Lihat Videonya}

Hal ini dilaporkan oleh jurnalis The Verge, Dieter Bohn yang mengalami kerusakan pada unit review smartphoneitu setelah dua hari menggunakannya. Kejadian serupa juga dialami oleh Steve Kovach, jurnalis dari CNBC. Lewat akun Twitter-nya, Kovach memperlihatkan video Galaxy Fold dengan kondisi layar yang rusak setelah pemakaian selama satu hari.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman juga mengalami kejadian yang sama. Namun bedanya, kerusakan itu terjadi karena ia melepas lapisan pelindung yang ia kira sebagai pelindung layar atau screen protector. (FHP)

Samsung Langsung Respon Laporan Rusaknya Layar Galaxy Fold

0

Telko.id, Jakarta – Layar Galaxy Fold dilaporkan bermasalah, meski belum dijual secara resmi. Mengetahui kejadian tersebut, Samsung langsung memberikan keterangan resmi atas masalah pada smartphone lipat pertama mereka itu.

Perusahaan asal Korea Selatan ini mengatakan akan menyelidiki unit Samsung Galaxy Fold yang rusak secara langsung walaupun masih belum bisa memberikan penjelasan soal kemungkinan penyebab utamanya.

“Sejumlah sampel Galaxy Fold telah disediakan kepada awak media untuk diulas. Kami menerima beberapa laporan mengetai layar pada sampel yang kami sediakan,” kata Samsung dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari GSMArena, Jumat (19/04/2019).

{Baca juga: Waduh, Layar Samsung Galaxy Fold “Gampang Rusak”?}

“Kami akan secara menyeluruh memeriksa unit-unit ini secara langsung untuk menentukan penyebabnya,” jelas mereka.

Selain itu, Samsung juga menekankan soal masalah yang terjadi pada layar Galaxy Fold akibat lapisan pelindung yang dilepas oleh sejumlah pengguna. Samsung menyatakan, lapisan pelindung itu dilarang untuk dilepas dengan alasan apapun.

“Secara terpisah, beberapa reviewer melaporkan telah melepas lapisan atas layar yang menyebabkan kerusakan. Layar utama Galaxy Fold punya lapisan pelindung atas yang merupakan bagian dari struktur tampilan yang dirancang untuk melindungi layar dari goresan yang tidak diinginkan,” papar Samsung.

“Melepas lapisan pelindung atau menambahkan lapisan lainnya dapat menyebabkan kerusakan. Kami akan memastikan informasi ini disampaikan dengan jelas ke pelanggan kami,” sambung perusahaan ini.

Sebelumnya, Sejumlah pengguna yang merupakan tech reviewer melaporkan kerusakan pada Samsung Galaxy Fold mereka setelah beberapa hari menggunakan smartphone lipat Samsung itu.

{Baca juga: Ada “Kerutan” di Layar Samsung Galaxy Fold, Lihat Videonya}

Hal ini dilaporkan oleh jurnalis The Verge, Dieter Bohn yang mengalami kerusakan pada unit review smartphoneitu setelah dua hari menggunakannya. Kejadian serupa juga dialami oleh Steve Kovach, jurnalis dari CNBC. Lewat akun Twitter-nya, Kovach memperlihatkan video Galaxy Fold dengan kondisi layar yang rusak setelah pemakaian selama satu hari.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman juga mengalami kejadian yang sama. Namun bedanya, kerusakan itu terjadi karena ia melepas lapisan pelindung yang ia kira sebagai pelindung layar atau screen protector. (FHP)

Waduh, Layar Samsung Galaxy Fold “Gampang Rusak”?

0

Telko.id, Jakarta – Layar Samsung Galaxy Fold dilaporkan bermasalah. Sejumlah pengguna yang merupakan tech reviewer melaporkan kerusakan pada Samsung Galaxy Fold mereka setelah beberapa hari menggunakan smartphone lipat Samsung itu.

Hal ini dilaporkan oleh jurnalis The Verge, Dieter Bohn yang mengalami kerusakan pada unit review smartphone itu setelah dua hari menggunakannya.

Ia menjelaskan, mulanya ada tonjolan berukuran cukup kecil tepat di bagian tengah layar atau pada lipatan layar. Menurutnya, tonjolan itu menekan lipatan layar yang mengakibatkan panel OLED Galaxy Fold rusak.

{Baca juga: Ada “Kerutan” di Layar Samsung Galaxy Fold, Lihat Videonya}

“Apapun yang terjadi, itu pasti bukan karena saya telah memperlakukan smartphone ini dengan buruk,” jelasnya.

“Saya sudah melakukan hal-hal biasa, seperti membuka dan menutup smartphone dan menyimpannya di saku,” sambung Bohn.

Ia beranggapan, tonjolan kecil pada layar yang merusak panel OLED Galaxy Fold karena adanya benda kecil yang mungkin masuk ke celah smartphone lipat pertama Samsung itu. Sehingga akan membuat lipatan layar menjadi tidak sempurna dan malah merupakan smartphone.

{Baca juga: Mainan Lipat Lego Ini “Lebih Canggih” dari Galaxy Fold}

Kejadian serupa juga dialami oleh Steve Kovach, jurnalis dari CNBC. Lewat akun Twitter-nya, Kovach memperlihatkan video Galaxy Fold dengan kondisi layar yang rusak setelah pemakaian selama satu hari.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman juga mengalami kejadian yang sama. Namun bedanya, kerusakan itu terjadi karena ia melepas lapisan pelindung yang ia kira sebagai pelindung layar atau screen protector.

Smartphone ini dilengkapi dengan lapisan pelindung. Samsung mengatakan, Anda tidak seharusnya melepasnya. Saya melepasnya karena tidak tahu (konsumen juga tidak tahu). Ini tampak seperti dapat dilepas di sudut kiri, jadi saua melepasnya. Saya percaya ini menjadi penyebab masalah,” ucapnya.

{Baca juga: Corning Siapkan Lapisan Gorilla Glass Khusus Smartphone Lipat}

Dilaporkan, kemungkinan unit review yang diterima tidak menyertakan catatan peringatan pada smartphone, seperti unit ritel Galaxy Fold yang akan dijual Samsung ke konsumen. Catatan itu berisi peringatan agar pengguna tidak melepas lapisan pelindung di smartphone.

Akan tetapi, peringatan itu tidak menjawab permasalahan yang dialami oleh Dieter Bohn dan Steve Kovach yang mengaku tidak melepas lapisan layar Galaxy Fold. (FHP)

Sumber: The Verge

Mengintip Tugas Donna Agnesia Sebagai Duta Extramarks Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Presenter dan pemain film Donna Agnesia resmi menjadi brand ambassasdor Extramarks Indonesia. Lewat perannya ini, Donna akan memperkenalkan lebih jauh mengenai solusi belajar digital 360 derajat kepada masyarakat luas.

Diungkapkan Country Manager Extramarks Indonesia, Fernando Uffie, masuknya Donna Agnesia sebagai bagian dalam keluarga besar Extramarks Indonesia ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para ibu-ibu bekerja di seluruh Indonesia dalam mendidik putra-putrinya.

“Kami menilai Donna Agnesia sangat sesuai dengan segmen pasar yang akan kamis sasar,” kata Uffie, melalui keterangan resmi, Kamis (18/04/2019).

Seperti diketahui, Donna Agnesia sendiri merupakan seorang ibu bekerja dengan tiga orang anak yang sangat peduli dengan pendidikan. Kondisi ini mau tak mau harus membuatnya selalu sigap dalam memantau anak-anak. Baik itu ketika ia sedang berada di rumah ataupun sedang bekerja di luar rumah. Bukan persoalan mudah, pastinya. Dan hal ini pun banyak dialami oleh ibu-ibu bekerja lainnya di Indonesia.

“Sebelum menggunakan solusi belajar digital 360 derajat, saya selalu memantau anak-anak dengan menghubungi ‘nanny’ yang menjaga mereka. Saya khawatir anak-anak terlalu banyak bermain, lupa belajar sehingga nanti ketinggalan pelajaran sekolahnya. Soalnya, menurut saya pendidikan adalah nomor satu. Sekarang masih juga, tetapi bukan lagi urusan belajar anak-anak. Untuk urusan belajar saya sudah bisa memantaunya melalui laptop, tablet, maupun smartphone,” ungkap Donna.

Donna menambahkan, dengan solusi dari Extramarks Indonesia, ia kini benar-benar bisa memantau anak-anak lebih dalam lagi. Mulai dari waktu yang digunakan untuk belajar, mata pelajaran, materinya tentang apa dan hasil jawabannya bagaimana ketika mereka melakukan tes. Jadi progress belajar anak selalu bisa dipantau.

“Menurut saya solusi belajar digital 360 derajat ini penting untuk disebarluaskan, karena memang akan sangat membantu para ibu-ibu bekerja dalam memantau pendidikan putra-putrinya,” imbuh Donna.

Insipirasi ini juga yang ingin disampaikan oleh Exramarks Indonesia sebagai perusahaan yang menawarkan solusi belajar digital 360 derajat. Harapannya agar dapat membantu para ibu bekerja dalam memantau pendidikan putra-putrinya.

Sebagai brand ambassador, Extramarks Indonesia akan melibatkan Donna Agnesia dalam berbagai kegiatan Below The Line (BTL), termasuk sosialisasi dan edukasi di media sosial. Donna diharapkan dapat mengenalkan produk Extramarks ke lebih banyak ibu-ibu bekerja di Indonesia.

PING!!! Layanan BBM Resmi Tamat pada 31 Mei 2019

Telko.id, Jakarta – Setelah dalam tiga tahun terakhir terkesan “hidup segan mati tak mau”, layanan BlackBerry Messenger (BBM) akhirnya mengambil keputusan untuk menghentikan layanan BBM pada 31 Mei 2019.

“Hari ini kami mengumumkan bahwa BBM akan berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019,” demikian tulis keterangan yang Telko.id kutip dari blog BBM, Kamis (18/4/2019).

Pihak BBM juga menjelaskan alasan kenapa mereka akhirnya mengambil keputusan untuk mempensiunkan aplikasi messaging yang sempat sangat popular di Indonesia itu.

Menurut mereka, selama tiga tahun terakhir adalah masa-masa yang sangat sulit. Meski telah memperbaharui BBM dengan menghadirkan layanan lintas-platform, namun tetap tidak bisa membangkitkan kembali BBM ke masa kejayaannya.

{Baca juga: Tahun Ini BlackBerry Tidak Luncurkan Ponsel Baru}

“Kami telah mencurahkan hati dan tenaga kami untuk mewujudkannya, dan kami bangga atas apa yang telah berhasil kami capai hingga saat ini,” sebut BBM

“Namun, tak dapat dipungkiri, industri teknologi begitu dinamis. Walau kami telah mengerahkan berbagai upaya, banyak pengguna memilih beranjak ke platform lain, sementara pengguna baru sulit untuk didapat,” tulis BBM.

Setelah memastikan layanan messaging mereka akan segera tamat, BBM pun mengucapkan terima kasih pada para pengguna, mitra, dan karyawannya, yang telah menjadi bagian dari BBM selama ini.

“Walaupun berat, kini telah tiba waktunya untuk kami pun beranjak. Dukungan Anda sangat berarti bagi kami,” kata BBM.

“Kami harap Anda akan terus mengenang berbagai memori indah bersama BBM yang telah turut membentuk masa depan platform pesan instan hingga hari ini,” demikian pernyataan BBM menutup salam perpisahannya.

{Baca juga: Seperti WhatsApp, BBM juga Bisa Lewat Dekstop}

Layanan BBM sendiri sempat sangat populer di Indonesia di awal tahun 2000an. Saking populernya, Indonesia sempat dijuluki sebagai “Negeri BBM”, karena memiliki jumlah pengguna terbanyak di dunia.

Tapi setelah kemunculan beberapa aplikasi instant messaging baru sepereti WhatsApp, Facebook Messenger, Line, dll, pamor BBM pun akhirnya meredup. Kini layanan yang kini bernaung di bawah grup Emtek itu akhirnya akan benar-benar tamat pada 31 Mei 2019 nanti. Selamat tinggal, BBM. [HBS]

Facebook Ketahuan Simpan 1,5 Juta Kontak Pengguna Tanpa Izin

Telko.id, Jakarta – Facebook kembali menjadi sorotan. Sejak Mei 2016, jejaring sosial itu telah mengakses daftar kontak pengguna dan mengunggah konten ke server-nya, tanpa meminta izin. Kabarnya ada 1,5 juta kontak email yang telah diunggah oleh Facebook.

Menurut laporan Business Insider pada Rabu (17/04/2019), Facebook menjelaskan bahwa saat pengguna memasukan kata sandi email, justru perusahaan memanfaatkannya untuk mengakses kontak email mereka.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Kamis (18/04/2019), pihak Facebook mengakui tindakan tersebut, namun mereka mengaku jika tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini.

“Kami menemukan bahwa dalam beberapa kasus kontak email orang juga diunggah secara tidak sengaja ke Facebook ketika mereka membuat akun mereka,” kata juru bicara Facebook.

{Baca juga: Sempat Terjadi Masalah Server Down, Facebook Minta Maaf}

“Kami memperkirakan bahwa hingga 1,5 juta kontak email orang mungkin telah diunggah. Kontak ini tidak dibagikan kepada siapa pun dan kami menghapus mereka,” tambah pihak Facebook.

Facebook tampaknya melanggar komitmen mereka yang diutarakan pada maret lalu. CEO Mark Zuckerberg berjanji bahwa di di masa depan perusahaan yang dipimpinnya akan lebih fokus pada keamanan privasi pengguna.

Seperti dikutip dari Ubergizmo, komitmen tersebut merupakan upaya Facebook untuk membangun kembali kepercayaan publik terharap platform mereka.

Zuckerberg mengakui bahwa ini tampaknya berlawanan dengan intuisi perusahaan, tetapi Ia percaya bahwa ini adalah sesuatu yang dapat mereka lakukan untuk para penggunanya.

{Baca juga: Facebook Janji akan Lebih Fokus Pada Privasi Pengguna}

“Saya mengerti bahwa banyak orang meragukan jika Facebook dapat atau bahkan ingin membangun platform yang berfokus pada privasi ini. Terus terang kami saat ini tidak memiliki reputasi yang kuat untuk membangun layanan perlindungan privasi, dan kami secara historis berfokus pada alat untuk berbagi lebih terbuka,” tulis Mark. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

PlayStation 5 Dukung Resolusi 8K, 3D Audio dan SSD 

Telko.id, Jakarta – Sony mengungkapkan bahwa PlayStation 5 (PS5) akan mendukung resolusi 8K, 3D audio, SSD, dan backward compatibility. Artinya, pengguna juga bisa memainkan game PlayStation 4 di konsol baru itu.

Lead System Architect PS4, Mark Cerny, mengatakan, konsol generasi baru yang tengah Sony kembangkan bukan sekadar memiliki spesifikasi yang lebih tinggi, seperti PS4 Pro. Hardware PS5 akan sama sekali baru.

Konsol tersebut akan menggunakan CPU delapan core berbasis Ryzen generasi tiga dari AMD, yang dibuat dengan proses 7nm Zen.

{Baca juga: Bukan 2021, Sony Rilis PlayStation 5 Tahun Depan?}

PS5 juga akan memiliki GPU khusus yang dibuat berdasarkan hardware AMD Radeon Navi, yang bisa membawa fitur ray-tracing ke konsol.

Menurut laporan The Verge, jika memiliki TV resolusi 8K, pengguna bisa memainkan game dengan resolusi yang sama. Selain grafik yang lebih baik, Sony juga menekankan fitur 3D audio. Chip AMD yang baru juga menyertakan chip khusus untuk fitur tersebut.

Harapannya, hal ituakan membuat pengalaman bermain game menjadi kian nyata, baik ketika bermain menggunakan speaker TV ataupun headphone. Perubahan besar lain yang ada di PlayStation 5 adalah penggunaan SSD untuk menggantikan harddrive.

{Baca juga: Ini Dia Game Terlaris PlayStation 4 di 2018}

Sony menyatakan, penggunaan SSD akan membuat waktu load menjadi lebih singkat dan gameplay bisa menjadi lebih beragam. Dalam sebuah demonstrasi, fast-traveling pada Spider-Man yang memakan waktu 15 detik pada PS4, hanya memakan waktu 0,8 detik pada developer kit dari PS5.

PS5 juga disebutkan akan bisa digunakan untuk memainkan game PlayStation 4. Beda dengan PS3 dan PS4, PS4 dan PS5 memiliki arsitektur serupa. Karena itu, membuat PS5 bisa memainkan game PS4 lebih mudah. Selain itu, tampaknya, game masih akan memiliki bentuk fisik yang bisa dibeli. [BA/HBS]

Sumber: The Verge

Gara-gara Serangan Kutu, Apple Store Ditutup

Telko.id, Jakarta – Toko Apple alias Apple Store yang buka 24 jam di kawasan Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat, terpaksa tutup. Penyebabnya sepele. Sang manajer menemukan sejumlah kutu di toko tersebut.

Kutu-kutu itu sebenarnya telah ditemukan tiga minggu atau empat minggu lalu. Namun, keberadaanmua baru dianggap sebagai masalah pada minggu lalu. Ada kutu yang ditemukan berjalan di atas meja.

Menurut laporan Engadget, seperti dikutip Telko.id, Kamis (18/4/2019), guna menghindari kemungkinan dampak buruk, meja tersebut pun dibuang. Pihak Apple lantas memanggil petugas jasa pembasmi hama.

{Baca juga: 17 Pelaku Pencurian Berantai di Apple Store Terciduk}

Tak hanya di meja, para pekerja waktu yang bertugas malam di Apple Store itu juga menemukan kutu di pakaian. Mereka lalu merekamnya dalam bentuk video. Parahnya, kutu-kutu “menggerayangi” para staf.

Akibat kejadian tersebut, Apple Store di kawasan Fifth Avenue itu terpaksa ditutup selama enam jam pada malam hari. Pihak toko ingin para pembasmi hama bisa bekerja secara maksimal dalam membasmi serangan hama.

Apple menolak untuk mengomentarinya. Manajemen toko menegaskan bahwa persoalan kuru telah selesai. Di New York, keberadaan kutu bukanlah hal aneh. New York adalah negara bagian dengan jumlah kutu terbanyak keenam.

Sekadar informasi, pada 2010 Niketown di Fifth Avenue harus tutup untuk sementara karena kehadiran banyak serangga. Kejadian serupa pernah pula merepotkan petugas di Empire State Building dan Time Warner Center.

{Baca juga: Video Detik-detik Penangkapan Komplotan Pencuri di Apple Store}

Keberadaan serangga di Apple Store jelas mengejutkan. Sebab, Apple Store wajib dalam kondisi selalu bersih. Menurut pihak terkait, serangga tertarik dengan kawasan yang memiliki darah, hangat, dan berkarbon dioksida. [SN/HBS]

Sumber: Engadget