spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1256

Kominfo Jelaskan Alasan Pemblokiran Situs Jurdil2019.org

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan terkait pemblokiran situs Jurdil2019.org. Menurut mereka situs tersebut diblokir atas permintaan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Pemblokiran tersebut atas permintaan dari Bawaslu karena situs tersebut diduga telah melakukan pelanggaran seperti berpihak pada salah satu pasangan Capres-Cawapres tertentu.

“Kami sebagai pengampu di ruang siber, begitu menerima permintaan dari instansi yang punya wewenang, biasanya kita melakukan proses, habis itu kita lakukan pemblokiran,” kata Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pengerapan, dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo, Kamis (25/04/2019).

Semuel membantah jika pihaknya gegabah dalam melakukan pemblokiran situs tersebut. Menurutnya, setiap pemblokiran yang dilakukan oleh Kominfo, semuanya sudah melalui proses identifikasi yang berunsur pada peraturan yang dilanggar. 

{Baca juga: Kominfo Pertimbangkan untuk Blokir Game PUBG}

“Jadi setiap website diblokir itu, pasti sudah ada unsur yang dilanggar. Kita gak berani juga melakukan pemblokiran tanpa ada unsur yang dilanggar,” tegas Semuel. 

Selama ini pihak Kominfo terus melakukan upaya-upaya koordinasi. Hal itu untuk menjamin proses transparansi kepada masyarakat terkait kebijakan yang mereka buat.

“Setiap proses itu juga transparan, semua orang juga tau karena kami memposting juga di website, kalau mereka (lembaga tertentu) meminta sesuatu diblokir pasti semuanya sudah tau, karena kami ingin ingin memegang asas transparansi,” tambahnya. 

{Baca juga: Sebar Hoaks, Kominfo Blokir Akun Instagram TNI Palsu}

Terakhir Semuel menilai bahwa dalam menyajikan suatu informasi, terutama yang berkaitan dengan hasil real count, memerlukan proses verifikasi. Mengenai hasil verifikasi real count, lanjut Semuel, kepada pemilik website maupun situs tertentu agar tidak memberikan data-data palsu yang bisa membuat suasana di masyarakat menjadi gaduh.

“Mari kita bantu proses ini, kalau ingin berpartisipasi, silahkan. Pantau semua prosesnya, tapi semuanya harus dalam koridor hukum,” tutur Semuel.

Sebelumnya Kominfo telah dikabarkan telah melakukan pemblokiran terhadap situs Jurdil2019.org sejak minggu malam (21/04/2019) situs pemantau Pemilu tersebut blokir sehingga tidak bisa diakses oleh masyarakat. [NM/HBS]

Kembangkan Smart City, Aplikasi Qlue Akan Hadir di Tiga Kota

Telko.id, Jakarta – Warga di Bandung, Makassar, dan Kupang akan dapat memanfaatkan aplikasi Qlue sebagai platform pelaporan masalah perkotaan. Qlue telah melakukan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan tiga pemerintah kota tersebut pada awal tahun ini dan dijadwalkan aplikasi Qlue akan mulai dapat digunakan oleh warga pada akhir Mei 2019.

Founder dan CEO Qlue, Rama Raditya menjelaskan, memilih tiga kota tersebut karena Qlue telah mendapatkan dukungan penuh dari perangkat pemerintah sehingga proses tindak lanjut laporan warga menjadi efektif.

{Baca juga : Duh! Aplikasi Hotspot Bocorkan Password 2 Juta Jaringan Wi-Fi}

“Kami harap hadirnya Qlue di Bandung, Makassar, dan Kupang dapat membantu warga untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan kotanya untuk menjadi smart city dan mempercepat Indonesia menjadi smart nation. Qlue menyediakan platform berbasis Artificial Intelligence, Internet of Things serta integrasi data yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi dalam menangani permasalahan kota, kata Founder dan CEO Qlue, Rama Raditya.

Lebih lanjut Rama mengatakan, dengan platform Qlue, Pemerintah Daerah semakin cepat dalam menerima laporan warga serta melihat potensi permasalahan yang ada di kota tersebut dalam satu dashboard. Semua data yang terkumpul dalam dashboard akan memudahkan Pemerintah Dearah dalam memformulasikan kebijakan bagi pembangunan daerahnya.

Untuk itu, Qlue sebagai inovasi teknologi karya anak negeri mendorong para warga untuk menggunakan aplikasi Qlue dan menjadi smart citizen. Warga yang cerdas merupakan kunci dalam pengembangan smart city dan memberikan kontribusi mendukung perubahan positif pembangunan kota melalui aplikasi Qlue.

Sejak awal berdiri Qlue mengambil inisiatif untuk terus memperkenalkan smart city solution kepada publik, dan meningkatkan partisipasi warga guna mendorong perubahan pelayanan publik agar lebih transparan dan akuntabel. Kami membangun sebuah platform dalam bentuk dashboard yang dapat menampilkan keluhan warga sehingga pemerintah mempunyai data real-time dan lokasi untuk memetakan berbagai keluhan dan masukan dari warganya, ujar Rama.

{Baca juga : Aman dari “Kebelet” dengan Aplikasi ‘Peta Toilet’}

Saat ini user Qlue mencapai lebih dari 700 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya program GSMA ini, Qlue menargetkan user akan meningkat 125 ribu user baru di tiga kota ini. Saat ini, Qlue telah menjadi perusahaan ekosistem smart city terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 50 institusi negara dan swasta multi-industri telah menggunakan solusi teknologi dari Qlue, mulai dari pemerintahan pusat dan daerah, BUMN, penegak hukum, real-estate, transportasi umum, hingga manufaktur. (MS)

 

Avengers Endgame Tayang, Fortnite Bikin Event Khusus

Telko.id, Jakarta – Mendekati penayangan Avengers Endgame, Epic Games akan kembali mengadakan acara. Sama seperti ketika Avengers: Infinity War tayang pada tahun lalu, Epic akan membuat game mode atau event khusus di Fortnite.

Epic membuat sebuah kicauan dengan tagar #FortniteXAvengers dan kalimat “Whatever it takes”, yang merupakan tagline dari film Avengers: Endgame.

Seperti dikutip Telko.id dari Game Sport, kicauan itu disertai gambar karakter Fortnite dengan tameng khas milik Captain America.

Namun demikian, Epic tidak memberi informasi lengkap tetang event atau mode yang akan mereka buat. Kemungkinan, tameng Captain America akan memiliki peran penting.

{Baca juga: Awas!! Bakal Ada “Racun” di Game Fortnite}

Tahun lalu, Epic Games juga memperkenalkan mode khusus bersamaan dengan penayangan perdana film Infinity War di bioskop di seluruh dunia.

Menurut Game Spot, dalam mode khusus tersebut, pengguna bisa menggunakan Infinity Gauntlet, yang akan muncul secara random pada awal permainan. Ketika mendapatkan Gauntlet, pengguna bisa bermain sebagai Thanos.

Awalnya, Epic membuat Thanos menjadi terlalu kuat walau tidak lama kemudian mereka segera menyesuaikannya. Mode khusus itu memungkinkan Epic untuk mendorong pemain bermain Fortnite dengan cara yang berbeda.

Biasanya, para pemain akan langsung mencoba untuk mendapatkan Gauntlet di awal permainan. Komunitas Fortnite menyarankan, Limited-Time Mode (LTM) dari Infinity Gauntlet dibawa kembali ke Fortnite ketika Endgame tayang.

{Baca juga: Epic Games Bawa ‘Mini BR’ ke Creative Mode Fortnite}

Epic memperkenalkan mode Infinity Gauntlet setelah bersaudara Russo, sutradara dari Infinity War dan Endgame, menghubungi perusahaan untuk bekerja sama. Keduanya tertarik dengan game battle royale ketika film Infinity War tengah dalam proses penyuntingan. [BA/HBS]

Sumber: Game Sport

Ada 1.000 Pemain Curang “Terciduk” di Fortnite World Cup

Telko.id, Jakarta Fortnite World Cup baru saja dimulai. Sialnya, Epic Games harus menghadapi lebih dari 1.000 pemain curang. Hal itu diungkapkan lewat artikel berjudul Competitive Game Integrity.

Epic Games menyatakan telah menangguhkan 1.163 akun. Mereka tidak bisa ikut serta dalam kompetisi selama 14 hari karena mencurangi sistem kawasan, memungkinkan mereka untuk ikut turnamen di lebih dari satu kawasan.

Dari semua pemain yang berbuat curang, 196 orang telah memenangkan berbagai hadiah. Karena itu, kemenangan mereka dianulir dan hadiah yang didapatkan dibatalkan. Sementara itu, 48 akun diblokir karena berbagi akun.

{Baca juga: Avengers Endgame Tayang, Fortnite Bikin Event Khusus}

Menurut Digital Trends, sembilan orang berhasil menang, sementara delapan akun diblokir karena bermain bersama. Epic Games juga mengungkap, satu akun diblokir secara permanen karena menggunakan software cheat.

Pemain-pemain ini diblokir lima menit setelah ikut bertanding dalam pertandingan semi-final yang diadakan setiap minggu. Sementara satu akun dilarang bermain selama 72 jam, karena secara sengaja tidak terhubung ke server agar pemain lain tidak bisa mendapatkan nilai.

Secara keseluruhan, Epic Games memblokir 1.221 orang pada minggu pertama dari Fortnite World Cup. Perusahaan menambahkan, pemain yang berkompetisi menggunakan akun lain atau akun baru ketika mereka dilarang bermain mungkin akan diblokir secara permanen.

{Baca juga: Seru Banget! Perang Pesawat di Mode “Air Royale” Fortnite

Tim eSports Kaliber belum lama ini memutuskan untuk melepaskan salah satu pemainnya, Jonathan Kosmala karena dituduh berbuat curang di babak kualifikasi Fortnite World Cup.

Ia diketahui berbuat curang karena orang yang membuat kode cheat melaporkannya. Masih belum diketahui apakah akun yang diblokir secara permanen adalah Kosmala. [BA/HBS]

Sumber: Digital Trends

Ada 1.000 Pemain Ketahuan Curang di Fortnite World Cup

Telko.id, Jakarta Fortnite World Cup baru saja dimulai. Sialnya, Epic Games harus menghadapi lebih dari 1.000 pemain curang. Hal itu diungkapkan lewat artikel berjudul Competitive Game Integrity.

Epic Games menyatakan telah menangguhkan 1.163 akun. Mereka tidak bisa ikut serta dalam kompetisi selama 14 hari karena mencurangi sistem kawasan, memungkinkan mereka untuk ikut turnamen di lebih dari satu kawasan.

Dari semua pemain yang berbuat curang, 196 orang telah memenangkan berbagai hadiah. Karena itu, kemenangan mereka dianulir dan hadiah yang didapatkan dibatalkan. Sementara itu, 48 akun diblokir karena berbagi akun.

{Baca juga: Avengers Endgame Tayang, Fortnite Bikin Event Khusus}

Menurut Digital Trends, sembilan orang berhasil menang, sementara delapan akun diblokir karena bermain bersama. Epic Games juga mengungkap, satu akun diblokir secara permanen karena menggunakan software cheat.

Pemain-pemain ini diblokir lima menit setelah ikut bertanding dalam pertandingan semi-final yang diadakan setiap minggu. Sementara satu akun dilarang bermain selama 72 jam, karena secara sengaja tidak terhubung ke server agar pemain lain tidak bisa mendapatkan nilai.

Secara keseluruhan, Epic Games memblokir 1.221 orang pada minggu pertama dari Fortnite World Cup. Perusahaan menambahkan, pemain yang berkompetisi menggunakan akun lain atau akun baru ketika mereka dilarang bermain mungkin akan diblokir secara permanen.

{Baca juga: Seru Banget! Perang Pesawat di Mode “Air Royale” Fortnite

Tim eSports Kaliber belum lama ini memutuskan untuk melepaskan salah satu pemainnya, Jonathan Kosmala karena dituduh berbuat curang di babak kualifikasi Fortnite World Cup.

Ia diketahui berbuat curang karena orang yang membuat kode cheat melaporkannya. Masih belum diketahui apakah akun yang diblokir secara permanen adalah Kosmala. [BA/HBS]

Sumber: Digital Trends

Resmi Dirilis, Ini yang Spesial dari Oppo F11 Pro Avengers Edition

0

Telko.id, Jakarta – Oppo meramaikan euforia hadirnya film Avengers: Endgame yang hari ini (24/04) tayang perdana di Indonesia. Brand asal China tersebut resmi merilis Oppo F11 Pro Avengers Edition bagi para konsumen di Indonesia sekaligus para penggemar film Marvel yang menantikan aksi Captain America dkk di film Avengers: Endgame.

Karena menjadi smartphone edisi spesial, maka kemasan, isi paket pembelian hingga desain dari Oppo F11 Pro Avengers Edition pun sangat berbeda dengan F11 Pro versi standar.

Pengguna yang membeli smartphone ini akan disuguhi oleh kotak pembelian berukuran besar dan berwarna hitam dengan adanya logo Avengers di bagian depannya.

{Baca juga: Peringatan! Dilarang Bagikan Spoiler Avengers: Endgame}

Di bagian dalamnya, terdapat sertifikat koleksi dari Marvel yang menandakan bahwa smartphone ini memang merupakan barang koleksi hasil kerja sama antara Oppo dengan Marvel dalam film Avengers: Endgame. Pada sertifikat ini, terdapat badge atau lencana dengan logo Avengers di bagian depannya.

“Collector Badge dengan bentuk koin emas dan ini adalah otentikasi dari Marvel,” kata PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto.

Kemudian, pengguna juga mendapatkan softcase edisi spesial berwarna biru dengan logo Avengers pada bagian dalamnya. Di bagian luar softcase ini, ada i-ring yang menyerupai tameng dari Captain America. Keren kan?

Sementara untuk charger, kabel USB, headset sampai dokumen pendukung, masih sama seperti Oppo F11 Pro versi standar.

{Baca juga: Iron Man dkk Beraksi, Tagar #AvengersEndgame jadi Trending}

Kemudian desain dari smartphone. Oppo F11 Pro Avengers Edition memang punya desain yang sama dengan versi standar. Yang membedakannya adalah warna body dari smartphone ini.

Versi edisi spesial diberikan warna biru tua plus logo Avengers berwarna merah yang melapisi body berbahan dasar polycarbonate dengan lapisan tempered glass pada F11 Pro Avengers Edition. Warna ini punya efek pantulan cahaya yang membuatnya tampak premium dan lebih berkarakter.

“Warnanya punya gradasi warna dengan pola hexagonal dan adanya logo Avengers. Terus ada casing yang terinspirasi dari Captain America,” jelasnya.

“Nah, ada ring stand berbentuk tameng Captain America. Bahan dalamnya berbahaya bludru,” sambung Aryo.

Selain paket pembelian dan desain smartphone yang berbeda, khusus untuk edisi spesial ini Oppo juga memberikan perbedaan pada sisi spesifikasinya. Smartphone tersebut disematkan ROM sebesar 128GB atau dua kali lipat dari versi standar.

Tapi untuk prosesor, RAM, baterai dan sistem operasi, F11 Pro Avengers Edition masih mengusung spesifikasi yang sama seperti prosesor MediaTek Helio P70, RAM 6GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh dan sistem operasi ColorOS 6 berbasis Android 9 Pie dengan wallpaper dan lockscreen ala Avengers. (FHP)

Tencent Ubah Batasan Usia untuk Gamer, Jadi Berapa? 

Telko.id, Jakarta Tencent bersama pemerintah China tak berhenti  memerangi adiksi atau kecanduan game kepada generasi muda. Salah satunya dengan mengubah aturan tentang batasan usia untuk gamer.

Meski sudah berupaya memerangi adiksi, namun upaya Tencent tak sepenuhnya berhasil. Beberapa fitur tetap berhasil ditembus oleh para gamer.

Kini, Tencent dikabarkan menambah batasan usia untuk pemain, dari sebelumnya batasan usia minimal untuk memainkan game adalah 13 tahun, menjadi 16 tahun.

Informasi ini beradar di media sosial China, Weibo. Disebutkan bahwa pemain dengan usia 16 tahun sampai 18 tahun bisa memainkan game selama dua jam saja per hari. Fitur ini juga akan dilengkapi dengan digital lock.

{Baca juga: Begini Cara Main PUBG Mobile di PC Pakai Tencent Gaming Buddy}

Menurut laporan Pocket Gamer, fitur tersebut secara otomatis akan mengunci game setelah melebihi durasi dua jam. Pemain yang mencoba mengaksesnya kembali akan diberikan informasi kapan mereka bisa mengakses lagi.

Sementara untuk usia di bawah 16 tahun akan membutuhkan verifikasi usia yang lebih ketat. Perusahaan tidak menjelaskan proses verifikasinya. Namun, di China, sejak beberapa tahun dikabarkan proses login game akan membutuhkan identitas asli yang terhubung ke database pemerintah.

Bahkan, teknologi tercanggih tahun lalu adalah menyediakan dukungan teknologi pemindai wajah saat pemain login ke dalam game Tencent. Jadi, Tencent akan melakukan verifikasi wajah dengan data identitas yang didaftarkan.

{Baca juga: Gandeng Tencent, Marvelous Rilis “Story of Season” Versi Mobile}

Hal ini diakibatkan banyak pemain di bawah usia 16 tahun yang menggunakan identitas orang lain. Sejak 2017, Tencent memang dikejar pemerintah China untuk mengatasi adiksi game yang sudah semakin memburuk. [BA/HBS]

Sumber: Pocket Gamer

Oppo F11 Pro Avengers Resmi Dirilis, Ini Harganya

0

Telko.id, Jakarta – Bertepatan dengan penayangan perdana Avengers: Endgame di Indonesia dan beberapa negara lainnya, Oppo resmi merilis smartphone edisi spesial bertemakan Captain America dkk, yakni Oppo F11 Pro Avengers Edition. Dijelaskan PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto,

smartphone ini hanya tersedia terbatas di Indonesia.

“Ini adalah edisi spesial dengan jumlah yang terbatas,” katanya.

Oppo F11 Pro Avengers Edition ditujukan bagi konsumen sekaligus para penggemar film Marvel yang menantikan aksi para superhero bumi melawan Thanos Avengers: Endgame.

{Baca juga: Peringatan! Dilarang Bagikan Spoiler Avengers: Endgame}

Asal tahu saja, di film ini Captain America, Iron Man dkk akan melawan Thanos yang telah menghilangkan 50% penduduk alam semesta lewat satu jentikan jari di film sebelumnya, Avengers: Infinity War.

Smartphone ini dikemas secara berbeda oleh Oppo, khususnya pada sisi pewarnaan pada body-nya. F11 Pro Avengers Edition diberikan warna biru tua dengan adanya logo Avengers berwarna merah yang melapisi body belakangnya.

Selain itu, smartphone ini juga disematkan besaran ROM yang lebih besar daripada F11 Pro versi standar, yakni 128GB. Sementara untuk prosesor, RAM, kapasitas baterai dan sistem operasi, masih sama dengan F11 Pro standar.

“Warnanya punya gradasi warna dengan pola hexagonal dan adanya logo Avengers di body san kameranya,” jelas Aryo.

{Baca juga: Iron Man dkk Beraksi, Tagar #AvengersEndgame jadi Trending}

F11 Pro Avengers Edition nantinya akan tersedia secara resmi 24 April hingga 1 Mei secara pre-order di Tokopedia. Untuk harganya, harga Oppo F11 Pro Avengers Edition akan mencapai Rp 5,2 jutaan atau beda Rp 300 ribu dengan versi standar. Berminat? (FHP)

Mobil Listrik Tesla Meledak di Tempat Parkir?

Telko.id, Jakarta – Pada Senin (22/4/2019) kemarin, Tesla menerjunkan tim untuk menyelidiki kebenaran rekaman video yang tersebar di media sosial Weibo terkait mobil listrik Tesla Model 5 yang meledak saat terparkir.

Video yang menyebar secara luas tersebut disertai tanda pagar Tesla Self-Ignites. Tagar itu menjadi topik paling banyak dibaca di platform khusus warga China. Video itu bahkan telah dilihat lebih dari lima juta pengunjung.

Menurut laporan The Guardian, video memperlihatkan sebuah mobil Tesla Model 5 yang sedang terparkir mulai mengeluarkan asap tebal dari bagian kap mesin. Tak lama berselang, mobil berwarna putih tersebut meledak dan terbakar.

{Baca juga: Tiap Minggu, 3000 Mobil Bakal Diproduksi Pabrik Tesla di China}

Ledakan turut membakar sejumlah mobil di sekitarnya. Insiden terjadi pada Minggu (21/4/2019) malam. Sayang, keaslian video itu belum bisa diverifikasi. Namun, netizen menyebut, peristiwa terjadi di sebuah tempat di Shanghai.

“Setelah mengetahui insiden tersebut, kami langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Saat ini, kami sedang menghubungi departemen terkait untuk mengetahui situasi. Tidak ada korban jiwa dalam kasus itu,” kata Tesla via Weibo.

Seperti dikutip Telko.id, Rabu (24/4/2019), insiden tersebut muncul saat Tesla berupaya membangkitkan kembali angka penjualan di China setelah terimbas perang dagang. Tesla kini mengimpor mobil untuk pasar China.

{Baca juga: Tesla Bantah Pabriknya Dipasok Produsen Baterai Asal China}

Menurut informasi, Tesla juga sedang membangun pabrik di Shanghai, yang sebagai tahap awal akan fokus memproduksi mobil Model 3 sekaligus membantu meminimalisasi imbas perang dagang dan perang tarif antara AS dan China. [SN/HBS]

Sumber: The Guardian

AL Azhar Syifa Budi Tunjuk Extramarks untuk Sediakan Kelas Cerdas

0

Telko.id, Jakarta – Al Azhar Syifa Budi resmi menunjuk Extramarks Education Indonesia sebagai penyedia solusi belajar digital di sekolahnya. Solusi bertajuk Kelas CERDAS ini digadang-gadang akan lebih memudahkan guru dan murid dalam proses belajar mengajar.

Kelas CERDAS sendiri merupakan solusi pembelajaran digital yang dapat membantu proses belajar mengajar guru dan siswa di sekolah. Penyajian materi pelajaran pada Kelas CERDAS dirancang sesuai dengan kebutuhan serta karakter belajar siswa yaitu secara Visual, Audio dan Kinesthetics yang dapat memberikan kemudahan bagi siswa dan guru, baik dalam proses mengajar maupun memahami materi pelajaran.

Diungkapkan Dr. H. Edy Junaedi Sastradiharja, M.Pd selaku Pelaksana Harian Yayasan Syifa Budi Perwakilan Bogor, kolaborasi dengan Extramarks ini diharapkan dapat membantu para guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan bagi siswa.

“Kami percaya bahwa di era digital seperti sekarang ini, teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam upaya tersebut. Bukan saja terkait proses belajar, kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan juga akan mengubah banyak hal, termasuk metodelogi dan personalisasi program pembelajaran dan wawasan siswa yang lebih maju,” katanya.

Sekolah Al Azhar Syifa Budi merupakan salah satu sekolah Islam swasta terbesar di Indonesia yang dipelopori oleh keluarga Haji Maulwi Saelan. Selain didasarkan pada nilai-nilai Al-Quran, Al-Hadits, juga berwawasan kebangsaan dengan melaksanakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, Sekolah Al Azhar Syifa Budi juga berkomitmen untuk mengarahkan para siswanya pada pembentukan akhlak mulia, peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara terpadu dan menyeluruh melalui pengintegrasian Kurikulum Nasional dengan Kurikulum Agama Islam.

“Kami merasa senang dan mengapresiasi komitmen  Sekolah Al Azhar Syifa Budi yang berupaya meningkatkan mutu pendidikan berkualitas bagi seluruh siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis teknologi. Kerjasama ini sejalan dengan visi Extramarks yang ingin turut serta meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air,” kata Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Indonesia di Jakarta.

Kerjasama antara Extramarks Education Indonesia dan Sekolah Al Azhar Syifa Budi ini akan berlangsung selama tahun ajaran 2019/2020, yang akan dilakukan di semua unit sekolah SD dan SMP Al Azhar Syifa Budi yang dimulai dari Sekolah Al Azhar Syifa Budi Cibinong dan Sekolah Al Azhar Syifa Budi Legenda, Bekasi.