spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1248

Ini Keunggulan dari Dua Lensa Nikkor Z Terbaru

0

Telko.id, Jakarta – Lensa Nikkor Z 24-70mm f/2.8 S dan Nikkor Z 14-30mm f/4 S baru saja diluncurkan di Indonesia. Kedua lensa berdesain ringkas ini dibanderol dengan harga masing-masing Rp 31,9 jutaan dan Rp 19,9 jutaan.

Lantas, dengan harganya yang mencapai puluhan juta rupiah ini, apa saja yang ditawarkan kedua lensa itu bagi para penggunanya?

Menurut Danu Sagoro, Product Marketing Nikon Indonesia, ada beberapa daya tarik yang ditawarkan keduanya. Salah satunya adalah, lensa ini memiliki ukuran yang ringkas. Nikkor Z 24-70mm f/2.8 S misalnya, berat lensa ini hanya sekitar 805 gram yang nyaman dibawa kemana-mana.

{Baca juga: Ringkas dan Berkualitas, Dua Lensa Nikkor Z Melenggang di Indonesia}

Lalu, kedua lensa juga memiliki ukutan mounting yang lebih besar, yakni 55mm yang disebut sebagai Z Mount. Danu menyatakan, ukuran mounting yang besar dapat meningkatkan kualitas foto yang dihasilkan.

Sebab, ketika lensa dengan mounting kecil, cahaya yang ditangkap akan dibelokkan terlebih dahulu sebelum mencapai sensor. Sedangkan mounting besar, cahaya tidak akan dibelokkan sebelum mencapai sensor, sehingga kualitas foto akan meningkat.

Dengan adanya teknologi itu juga, pengguna dapat menangkap foto wide menggunakan lensa Nikkor Z 14-30mm f/4 S yang berkualitas dengan intensitas cahaya yang merata pada foto, berbeda dengan lensa wide pada umumnya.

Kemudian, dua seri lensa Nikkor Z ini pun masuk ke jajaran high-end dari Z Series bernama S-Lines. Itu artinya, lensa tersebut sudah didukung oleh sejumlah teknologi high-end dari Nikon, salah satunya adalah Nano Crystal Coat dan multi-focusing.

Dijelaskan Danu, teknologi itu merupakan teknologi coating yang mampu mengurangi efek flare dan ghost effects. Lewat teknologi ini, lensa akan lebih toleran terhadap cahaya di belakang objek utama ketika pengguna memotret menghadap langsung matahari atau sumber cahaya.

{Baca juga: Fotografer Ini Buat Lensa Kamera dari Es Berusia 10.000 Tahun}

“Cahaya yang dihasilkan juga merata, karena Nano Crystal Coat dapat mengurangi efek flare saat foto langsung menghadap matahari,” jelas Danu saat peluncuran lensa Nikkor Z Series di Jakarta, Selasa (30/04/2019).

Sementara multi-focusing, memungkinkan pengguna untuk mengambil fokus objek dengan cepat tanpa harus mengkhawatirkan jarak dari objek tersebut. Keuntungannya, foto yang dihasilkan memiliki bidikan fokus yang tetap tajam untuk segala jenis objek.

Lensa Nikkor Z 24-70mm f/2.8 S dan Z 14-30mm f/4 S bakal dijual pada 4 Mei mendatang. Danu mengungkapkan, keduanya mampu menjawab kebutuhan para fotografer untuk menangkap momen apapun. (FHP)

Pria Ini Babak Belur Dihajar Penonton Avengers: End Game

Telko.id, Jakarta – Para penggemar Marvel telah meminta kepada setiap orang agar tidak merusak film terbaru, Avengers: End Game. Namun, seorang pria di Hong Kong justru merusaknya. Akibatnya, pria tersebut babak belur dihajar massa.

Seperti di negara-negara di seluruh dunia, pada hari pertama film ini dirilis, ratusan penggemar Marvel di Hong Kong, rela mengantre di depan bioskop menunggu pengalaman Avengers : End Game pertama mereka.

Hingga akhirnya mereka marah, lantaran ada seorang lelaki berjas putih keluar dari bioskop dan mulai mengungkap spoiler film Avengers terbaru ini, dengan keras di pintu masuk. Padahal, ada ratusan orang rela mengantre untuk film ini.

Menurut TVBS News, sejumlah penggemar film marah karena pria ini mengungkapkan spoiler kunci. Mereka lalu menyerangnya dan memukulinya hingga berlumuran darah.

{Baca juga: Hiii Seram… Efek Jentikan Jari Thanos “Rusak” Google Search}

Sejumlah netizens berkomentar bahwa dia pantas mendapatkannya, dan mereka juga merasa senang melihat ini.

Beberapa netizen berspekulasi mengenai kredibilitas foto yang beredar di medasos ini. Akan tetapi ada beberapa netizens yang berada di sebuah bioskop di Causeway Bay, mengklaim mendengar seseorang mengungkapkan spoiler di pintu masuk.

Menghajar orang yang membocorkan cerita film Avengers: End Game mungkin bukanlah sesuatu yang baik. Tetapi, apakah ada hal lain yang bisa mereka lakukan untuk menghentikan orang menyebarkan spoiler?

{Baca juga: Peringatan! Dilarang Bagikan Spoiler Avengers: Endgame}

Kita semua paham, sulit untuk menahan kegembiraan setelah menonton Avengers: End Game, dan membahas film ini dengan teman-teman anda yang telah menontonnya. Namun, tolong sebaiknya, biarkan mereka menikmati pengalaman mereka dengan film ini sendiri. [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

Ringkas dan Berkualitas, Dua Lensa Nikkor Z Melenggang di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Dua lensa Nikkor Z terbaru baru saja melenggang di Indonesia, yaitu Nikkor Z 24-70mm f/2.8 S dan Nikkor Z 14-30mm f/4 S. Kedua lensa Nikon ini punya konfigurasi yang berbeda, dan dinilai mampu menjawab kebutuhan para fotografer untuk menangkap momen apapun.

“Lensa Z bukan cuma produk baru saja, tapi juga sistem baru dan mounting baru. Ini adalah lensa yang dibutuhkan para fotografer,” kata Sukimin Thio, GM of Imaging Division Nikon Indonesia, saat peluncuran lensa Nikkor Z Series di Jakarta, Selasa (30/04/2019).

Nikkor Z 24-70mm f/2.8 S merupakan lensa zoom dengan ukuran yang ringkas dan punya aperture maksimum yang konstan.

{Baca juga: Fotografer Ini Buat Lensa Kamera dari Es Berusia 10.000 Tahun}

Menurut fotografer profesional, Rio Wibowo, kamera ini cocok digunakan untuk foto portrait atau foto di dalam studio karena memiliki kecepatan fokus yang tinggi, dan bisa menyuguhkan detail dan warna yang berkualitas.

“Fokus lensa 24-70mm ini cepat, dan punya bobot yang ringan. Cocok bagi saya yang kebanyakan memotret foto model, pre-wedding, sampai studio,” ucap fotografer yang kerap disapa Rio Motret itu.

“Lensa ini di fashion dan modelling bisa diandalkan,” lanjutnya.

Sementara Nikkor Z 14-30mm f/4 S, merupakan lensa ultra-wide yang juga punya desain ringkas. Lensa ini menurut Danu Sagoro, Product Marketing Nikon Indonesia, sangat mumpuni untuk mengambil fotografi landscape ataupun cityscape.

{Baca juga: 6 Hal Penting Sebelum Membeli Kamera Mirrorless}

Selain itu, foto wide yang dihasilkan juga memberikan foto dengan intensitas cahaya yang merata, berbeda dengan lensa wide pada umumnya. Danu juga mengatakan, lensa tersebut sudah didukung teknologi anti flare yang bisa mengurangi efek flare pada foto wide yang diambil.

“Ini cocok untuk cityscapelandscape, dan lainnya. Lensa tersebut juga mendukung filter attachment tanpa adaptor,” jelasnya.

Lensa Nikkor Z 24-70mm f/2.8 S dan Z 14-30mm f/4 S bakal dijual pada 4 Mei mendatang. Keduanya dibanderol dengan harga Rp 19,9 jutaan untuk Nikkor Z 14-30mm, sementara Nikkor Z 24-70mm bakal dijual Rp 31,9 jutaan. (FHP)

Xiaomi Mau Rilis Smartphone “Rasa” Flagship Harga Rp 4 Jutaan

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi berencana untuk meluncurkan smartphone terjangkau tapi memiliki fitur ala smartphone flagship seperti teknologi sensor sidik jari di layar. Yang menarik, Xiaomi bakal menyematkan sensor keamanan berbasis biometrik tersebut di layar LCD.

Sekadar informasi, sensor sidik jari optik ataupun ultrasonik di dalam layar biasanya disematkan pada smartphone flagship saja.

Alasannya, teknologi ini tidak kompatibel dengan layar LCD yang biasanya terdapat di smartphone terjangkau, dan hanya berfungsi pada panel OLED yang lebih mahal.

{Baca juga: Dua Ponsel Xiaomi Kamera Pop-up akan Diotaki Snapdragon 855}

Melansir dari phoneArena, Selasa (30/04/2019), Xiaomi menyebut teknologi sebagai Fortsense yang memungkinkan sensor sidik jari bekerja dengan baik di panel layar LCD.

Lewat teknologi itu, Xiaomi dimungkinkan akan membuat smartphone terjangkau dengan fitur keamanan terbaru layaknya smartphone flagship. Sayang, belum diketahui seri smartphone Xiaomi apa yang bakal pertama kali menggunakan teknologi tersebut.

Tapi dilaporkan, brand asal China ini akan menghadirkannya pada tahun 2020 mendatang. Diprediksi, smartphone murah rasa flagship buatan Xiaomi ini akan dilepas dengan harga USD 300 atau setara Rp 4,2 jutaan.

{Baca juga: Dua Smartphone Xiaomi dengan “Notch Menyembul” Siap Dirilis?}

Sebelumnya diberitakan bahwa Xiaomi sedang mempersiapkan dua smartphone dengan desain yang unik. Bagaimana tidak, kedua smartphone ini punya notch atau poni yang menyembul keluar body smartphone.

Hal tersebut terungkap lewat bocoran paten yang menunjukkan dua desain smartphone Xiaomi dengan notch atau frame kamera yang menyembul keluar body smartphone. Kedua desain ini sama-sama menempatkan kamera selfie ganda dan earpiecepada “notch menyembul” di smartphone Xiaomi. (FHP)

Berkendara Lebih Aman dengan Fitur Smart Driving

Telko.id, Jakarta – Penggunaan smartphone saat berkendara atau mengemudi seperti telah menjadi hal yang lazim belakangan ini. Padahal, hal ini jelas-jelas dianggap berbahaya lantaran berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi dan menyebabkan kecelakaan. Tak heran, jika sejumlah negara pun kemudian menetapkan larangan tersendiri mengenai penggunaan smartphone saat mengemudi. Baik itu untuk menelpon, sms, menjelajahi web, dan lainnya.

Penggunaan perangkat pendukung seperti hands free pun adakalanya tetap dilarang. Karena dinilai sama berbahayanya.

Di Amerika Serikat misalnya, kecelakaan mobil akibat gangguan saat mengemudi semakin meningkat. Penyebab utamanya adalah telepon seluler. Pada 2015, 660 ribu pengemudi di negara ini diperkirakan menggunakan smartphone setiap hari, saat mengemudi pada siang hari.

{Baca juga: 4 Cara Sederhana Memperpanjang Umur Baterai}

Kecelakaan kendaraan yang disebabkan oleh pengunaan smartphone saat mengemudi ini nyatanya tak hanya menjadi isu bagi pemerintah setempat – dengan beberapa menetapkan UU terkait ini, para pembuat smartphone pun seperti merasa bertanggung jawab untuk menguranginya. Caranya, dengan menghadirkan fitur khusus di perangkatnya, yang memungkinkan pengemudi tetap fokus saat mengemudi sambil menggunakan smartphone.

Oppo misalnya, menyematkan sebuah mode berkendara (Smart Driving) khusus untuk memastikan pengguna tidak terganggu saat mengemudi. Disini, sistem akan secara otomatis membisukan pemberitahuan. Selain itu, Oppo juga telah mendesain ulang antarmuka panggilan untuk berkendara. Dimana antarmuka panggilan baru akan menggunakan huruf dan tombol besar, dengan fitur yang tersedia untuk hanya menjawab dan menolak panggilan. Jika pengguna menolak panggilan, ponsel akan secara otomatis mengirim SMS untuk balasan. Tentu saja, pengguna dapat menentukan nomor yang diizinkan untuk memastikan tidak akan kehilangan panggilan penting.

{Baca juga: Oppo F11 Pro Avengers Resmi Dirilis, Segini Harganya}

Untuk mengaktifkan Smart Driving di Oppo F11, pengguna cukup masuk ke menu Setting > Smart Service > Smart Driving

Ada dua pilihan mode berkendara disini, satu untuk Anda yang mengendarai mobil, satu lagi yang berkendara dengan sepeda motor. Jika tidak ingin mengaktifkan keduanya, cukup pilih off.

Saat Anda mengaktifkan fitur ini, sebuah notifikasi (bergambar mobil) akan muncul di bagian kanan atas smartphone. Anda juga akan mendapat notifikasi bahwa mode berkendara telah aktif.

Untuk mematikan mode Smart Driving, Anda cukup menarik ke bawah Notification Center, lalu klik “End Driving Mode”. Jika sudah terlanjur masuk ke dalam, pergi ke Settings > Smart Service > Smart Driving > Off.

4 Cara Sederhana Memperpanjang Umur Baterai

Telko.id, Jakarta – Baterai telah menjadi masalah klasik di kerajaan smartphone, bahkan sejak jauh-jauh hari. Alhasil, beragam upaya pun dilakukan para pembuat smartphone demi membuat perangkatnya lebih dari cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan pengguna. Paling tidak, ia tak akan tewas hanya setelah mengerjakan sedikit pekerjaan. Tidak juga hanya sekedar bertahan antara 8 hingga 9 jam.

Lebih dari itu, pembuat smartphone menginginkan perangkatnya bisa bertahan lebih lama, demi memenuhi harapan pengguna yang selalu ingin menjadikan smartphone sebagai temannya baik dalam suka maupun duka. Sebagai hasil dari niat tulus ini, sejumlah teknologi pun dikembangkan, sebelum akhirnya dibenamkan di dalam smartphone-smartphone yang kini banyak beredar di pasaran.

Salah satu diantara teknologi itu adalah apa yang menjadi milik Oppo dan dipanggil VOOC 3.0. Teknologi pengisian daya yang diklaim pabrikan paling aman dan cepat ini konon telah mengalami peningkatan. Dengan algoritma FCC baru, VOOC 3.0 dapat mengatur tegangan tinggi sewaktu melakukan tickle charging, sehingga mempersingkat waktu pengisian secara keseluruhan hingga 20 menit, yang berarti Oppo F11 – sebagai salah satu seri yang mengadopsinya, dapat diisi penuh dalam waktu 80 menit. Teknologi VOOC 3.0 sendiri telah mendapatkan sertifikasi TÜV SÜD, yang berarti mendapat pengakuan oleh organisasi internasional terkemuka ini dalam hal keselamatan dan kecepatan.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Ini yang Spesial dari Oppo F11 Pro Avengers Edition}

Sementara itu, baterai 4000 mAh yang dibawa Oppo F11 memberikan daya tahan lebih lama.

Nah, buat Anda yang mungkin tidak merasa cukup dengan apapun itu ‘daya tahan lebih lama’ yang dimaksud Oppo, dan selalu merasa perlu menyiapkan plan B demi menjaga daya tahan baterai agar tidak mudah terkuras, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

1. Atur kecerahan layar

Terlepas dari tren layar smartphone yang terus berkembang di luar sana, nyatanya bagian ini pulalah yang tak bisa dihindari terus menjadi penyedot energi terbesar. Alhasil, jika Anda ingin menghemat baterai, bagian inilah yang harus dicurigai untuk pertama kali. Pertama-tama, periksa pengaturan kecerahan – jika ini mendekati maksimum, niscaya baterai Anda akan terkuras lebih cepat. Cara paling efisien adalah menjaganya tetap di tengah, mungkin sedikit lebih dekat ke minimum (tapi masih cukup terang untuk dibaca).

Untuk mengatur ini, masuk ke menu Setting>Display and Brightness>Auto screen off.

2. Mode power saving otomatis

Smartphone Anda bekerja lebih keras dari kuda, bahkan ketika Anda tidak menggunakannya sekalipun. Betapa tidak, dia masih melakukan sinkronisasi, update dan sebagainya. Semua kegiatan itu memakan baterai. Beruntung, Oppo F11 memiliki mode Power Saving, yang membuat perangkat Anda menggunakan lebih sedikit energi seperti biasanya. Anda dapat mengaktifkan mode ini kapan saja Anda inginkan. Anda bahkan dapat mengatur mode otomatis pada mode ini saat baterai mencapai tingkat tertentu (biasanya di bawah 5% atau 15%).

{Baca juga: Menjajal Cepatnya VOOC 3.0 Flash Charge di Oppo F11 Pro}

Untuk mengaktifkan mode ini, masuk ke Settings>Battery>Power saving mode.

3. Pilih “Power saving” ketimbang “High Accuracy” untuk lokasi

Untuk mengidentifikasi lokasi pasti perangkat, Anda dapat menggunakan tiga sumber, yakni GPS, WIFI, dan jaringan seluler Anda. Namun, menggunakan mode “Akurasi Tinggi” menghabiskan banyak energi. Ketika Anda tidak membutuhkan lokasi yang sangat tepat, Anda dapat mematikan sinyal GPS dan hanya menggunakan WIFI atau jaringan seluler. Ini akan mengurangi penggunaan baterai Anda.

Untuk memilih opsi ini, masuk ke Settings>Google>Location>Mode.

4. Wallpaper statis

Wallpaper yang menari-nari memang terlihat sangat bagus di layar. Namun animasi yang mereka gunakan cenderung menggunakan lebih banyak baterai daripada wallpaper statis. Jika memang benar-benar ingin menghemat baterai, kesampingkan dulu keinginan untuk tampil keren dengan wallpaper hidup.

Anda bisa melakukan ini dengan masuk ke Settings>Display and Wallpaper.

Begini Cara Aktivasi Fitur Dark Mode di Google Chrome

Telko.id, Jakarta – Google merilis update untuk peramban Chrome versi Android dengan versi 74.0.3729.122. Update ini berbekal sejumlah perbaikan, termasuk kehadiran fitur Dark Mode yang dinantikan pengguna.

Namun, opsi untuk mengaktifkan Dark Mode tidak tersedia secara instan. Anda harus mengaktifkannya via bendera Chrome. Untuk menambahkannya, paste chrome://flags/#enable-android-night-mode di bar alamat peramban Chrome.

Kemudian, ketuk daftar dropdown di menu Android Chrome UI dark mode, dan pilih Enabled dari daftar tersebut dan luncurkan kembali peramban Chrome. Setelahnya, Anda dapat mengaktifkan Dark Mode dengan mengakses menu Settings dan Dark Mode pada Chrome.

{Baca juga: Yeay! Ada Dark Mode di Google Chrome}

Untuk menghadirkan Dark Mode, update ini juga menambahkan jalan pintas Translate di menu yang memungkinkan Anda secara cepat menerjemahkan halaman situs ke dalam bahasa Inggris atau bahasa lain yang diinginkan.

Namun, Anda perlu ketahui bahwa hal ini hanya dapat terlihat saat Chrome mendeteksi bahwa halaman situs berada dalam bahasa berbeda dari bahasa default yang diatur pada perangkat tersebut.

Apabila belum menemukan perubahan tersebut, maka Anda disarankan untuk menggunakan versi terbaru dari Chrome dengan melakukan update yang dapat diperoleh melalui Play Store.

{Baca juga: Google Minta Pengguna Segera Update Chrome, Ini Alasannya}

Pada Februari 2019 lalu, Google memang dikabarkan segera menguji fitur Dark Mode untuk Google Chrome. Mode gelap itu disebut-sebut akan tersedia untuk sistem operasi macOS dan Windows 10 dalam waktu dekat. [BA/HBS]

Sumber: Times Now News

Indosat “Pede” Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran Tanpa Mobile BTS

0

Telko.id, Jakarta – Indosat Ooredoo percaya diri dalam menghadapi lonjakan trafik saat musim libur Lebaran. Mereka mengklaim jaringan 4G Indosat bisa menghadapi lonjakan trafik pada Ramadan dan lebaran tanpa harus mengerahkan Mobile Base Transceiver Station (Mobile BTS).

Menurut Group Head Networking Strategy, Architecture and Solution Indosat Ooredoo, Kustanto mengaku jika, pihaknya akan mengandalkan 18 ribu menara Base Transceiver Station (BTS) yang ada.

“Kita konsepnya tidak mengandalkan mobil BTS lagi sekarang karena di semua wilayah kita itu itu kapasitas sudah dua kali ditingkatkan dua kali lipat,” ujar Kustanto  di Kantor Indosar Ooredoo, Jakarta, Senin (29/04/2019).

Menurut Kustanto pihaknya tetap mengerahkan MBTS untuk meningkatkan kapasitas di lokasi yang terjadi lonjakan trafik tang sangat besar.  Indosat Ooredoo telah mempersiapkan sekitar 100 MBTS untuk mengantisipasi lonjakan trafik data yang luar biasa.

{Baca juga: Jelang Ramadan, Indosat Gelar Test Jaringan di 5 Kota}

“Kalau kita lihat nanti ternyata itu sangat besar trafik dan kita butuh tambahan kapasitas  baru kita deployed MBTS itu. Tapi kami akin bahwa kami bisa fasilitasi lonjakan data berdasarkan prediksi grafik yang ada sekarang,” kata Kustanto.

Kustanto menjelaskan jika nantinya akan terjadi lonjakan trafik hingga 9,3 pentabyte (PB) dalam sehari khususnya menjelang hari raya Idul Fitri. Sedangkan untuk panggilan telepon diprediksi akan mencapai 2,1 juta erlang perhari, dan layanan Short Message Service (SMS) menjadi 125 juta SMS dalam sehari.

“Prediksi kita itu lebaran itu akan ada sekitar 9,3 PB. Jadi itu biasanya kenaikan 15-20% atau kenaikan dibanding hari normal,” tutur Kustanto.

Sebelumnya menyambut bulan suci Ramadan, IM3 Ooredoo meluncurkan produk terbaru yakni paket New Freedom  IM3 Ooredoo dengan total kouta internet hingga 60GB. Paket tersebut memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan teman maupun keluarga dari sahur sampai waktu berbuka puasa tanpa khawatir kehabisan kouta.

President Director Indosat Ooredoo Chris Kanter, momen Ramadan seringkali dimanfaatkan untuk menguatkan kembali tali silaturahmi dan persaudaraan.

{Baca juga: Indosat Gelontorkan Rp 10 Triliun untuk Penetrasi 4G}

“Paket New Freedom adalah paket terlengkap dan terbaik yang menggabungkan dua keuntungan, yakni kouta internet besar dan gratis nelpon ke semua operator. Pelanggan juga akan tetap nyaman dan menikmati semua layanan IM3 Ooredoo selama Ramadan,” kata Chris Kanter

Soal Retail Offline, Xiaomi Belajar dari Samsung dan Vivo

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi mengaku mendapat pelajaran berharga dari perusahaan teknologi pesaing dalam mengembangkan bisnis. Managing Director Xiaomi India, Manu Kumar Jain, mengklaim belajar dari Samsung dan Vivo.

Strategi Xiaomi membangun jaringan retail offline belajar dari dua senior itu. Xiaomi lama hanya mengandalkan pemasaran smartphone di jalur online. Saat ini, di India dan beberapa negara lain, Xiaomi makin giat mendirikan toko fisik.

“Pada awalnya berat. Kami kurang bisa menjual smartphone secara offline dalam enam bulan pertama. Kami kemudian belajar dari brand lain seperti Samsung dan Vivo dalam mengembangkan kehadiran offline kami,” jelasnya.

{Baca juga: Salut! Bos Xiaomi Donasikan Bonus Rp 13,6 Miliar untuk Amal}

Ekpansi offline itu turut membantu Xiaomi menyalip Samsung sebagai vendor ponsel terbesar di India. Samsung pun tak tinggal diam dan menyerang balik dengan seri baru Galaxy M serta Galaxy A yang diklaim laris manis.

Dilansir NDTV, Manu menyatakan bahwa Xiaomi punya target mendirikan sampai 10.000 toko offline di India. Mereka juga berambisi meraih sampai 50 persen market share di negeri itu pada akhir tahun 2019.

{Baca juga: Siap-siap, Xiaomi akan Serbu Pasar Eropa dan Indonesia}

Namun demikian, berjualan secara offline punya konsekuensi berbiaya lebih tinggi ketimbang online. Namun, Xiaomi yakin biaya menjalankan bisnis offline termasuk yang terendah. “Kami hanya punya satu level distribusi,” klaim Manu. [BA/HBS]

Sumber: NDTV

XL Siapkan 50% Capex nya Untuk Implementasi Jaringan 5G

0

Telko.id, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) tengah mempersiapkan diri untuk implementasi jaringan 5G. Untuk itu, XL mengalokasikan 50% dari total Capex 2019 untuk pengembangan jaringan yang berfokus di luar jawa dan persiapan implementasi 5G.

Menurut Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya total Capex XL adalah Rp 7,5 Triliun. Dalam jumlah Capex tersebut, XL membuat alokasi sekitar 50% untuk pengembangan jaringan seperti 5G.

“Untuk bisa 5G harus membutuhkan ekosistem yang baik. Dari Capex dialokasi kurang lebih 50% untuk menggelar fiber optic baik optic sign in untuk backbone atau upstream internet,” kata Yessie di XL Axiata Tower, Jakarta Senin (29/04/2019).

{Baca juga: Dua Tahun Lagi, XL akan Matikan Jaringan 2G}

XL sedang mempersiapkan implementasi 5G. Namun mereka masih menunggu kebijakan pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seperti frekuensi yang digunakan serta biaya dalam penerapan 5G.

“Memang dijelaskan bahwa untuk jaringan 5G dibutuhkan komponen cost yang lebih besar dari cost sekarang. Makanya diperlukan dialog dengan Kominfo terkait lisensi frekuensi 5G dan infrastruktur pemerintah daerah,” tutup Yessie.

Yessie mengatakan bahwa untuk mengembangkan jaringan 5G membutuhkan beberapa penyesuaian seperti frekuensi jaringan dan infrastruktur di daerah.  Hal ini karena jaringan 5G berdampak pada bertambahnya tiang menara, sehingga perlu ada koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Jaringan 5G berakibat pada jarak menara yang semakin pendek, sehingga peran pemerintah daerah sangat penting,” tutur Yessie.

Sebelumnya XL telah menetapkan besaran Capital Expenditure (Capex) untuk tahun 2019. Adapun tahun ini XL telah menetapkan Capex sebesar Rp 7,5 triliun dengan berbagai target dan fokus yang ingin dicapai.

{Baca juga: XL Siapkan Capex Rp 7,5 Triliun untuk Jaringan Data di Luar Jawa}

Menurut Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan jika Capex tahun ini mengalami kenaikan dari tahun lalu sekitar Rp 6,8 triliun.

“Realisasi di tahun 2018 kemarin adalah Rp 6,8 triliun dan tahun ini estimasi Capex kita adalah Rp 7,5 triliun,” ucap Dian. [NM/HBS]