spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1226

Hati-hati! Ada Spyware di Fitur WhatsApp Call

Telko.id, Jakarta – Fitur WhatsApp Call tidak sepenuhnya aman. Hal ini dikonfirmasi WhatsApp dan pengembang perangkat lunak pembuat spyware asal Israel, NSO Group Technologies, yang mengatakan bahwa fitur tersebut memungkinkan masuknya alat spyware bernama Pegasus ke perangkat Android dan IOS.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Selasa (14/05/2019), Pegasus dapat menginfeksi perangkat bahkan jika pengguna tidak menjawab. Pegasus dapat menggunakan kamera, mik suara dan mengambil data terkait, informasi lokasi dan pesan pengguna.

Ada kecurigaan bahwa pelaku berasal dari negara di Timur Tengah yang berusaha untuk menekan kritik yang dilakukan terhadap negara tersebut. Ini tampak setelah adanya upaya untuk menyadap telepon pengacara Inggris yang sedang membantu seorang pemberontak asal Arab Saudi di Kanada pada 12 Mei.

{Baca juga: Tak Cuma Android, iOS Juga Jadi Sasaran Spyware Exodus}

Pihak NSO dituntut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh para pelanggannya. Sebelumnya, perusahaan ini juga mengirimkan perangkat lunaknya ke agen intelijen Timur Tengah, dan aktivis pendukung pemerintah setempat.

Tetapi NSO membantah jika mereka terlibat dalam penyadapan tersebut, dan akan menyelidiki kasus penyadapan ini. “Dalam situasi apapun NSO tidak akan terlibat dalam operasi atau mengidentifikasi target teknologinya,” kata pihak NSO.

WhatsApp telah memberi tahu kasus ini kepada kelompok hak asasi manusia dan Departemen Kehakiman AS. Sebelumnya aplikasi perpesanan ini mengklaim telah melakukan perbaikan di sisi server pada 10 Mei 2019, dan merilis versi aplikasi yang ditambal pada 13 Mei.

Teknologi Spyware memang cukup kontroversial. Tahun lalu  Edward Snowden menduga Arab Saudi menggunakan spyware atau malware mata-mata buatan perusahaan Israel, NSO Group untuk melacak kegiatan jurnalis Jamal Khashoggi lewat ponsel.

{Baca juga: Saudi Gunakan Spyware untuk Lacak Khashoggi via Ponsel?}

Menurut laporan Bloomberg, dikutip Telko.id pada Kamis (8/11/2018), spyware bernama Pegasus tersebut dipakai untuk menguntit wartawan The Washington Post asal Arab Saudi yang dibunuh di konsulat negaranya di Istanbul, Turki. [NM/IF]

Unik! Mesin Otomatis Ini Jualan Smartphone Xiaomi

Telko.id, Jakarta – Xiaomi punya konsep unik untuk menjual smartphone-nya. Mereka menggunakan vending machines atau mesin otomatis bernama Mi Express Kiosk di India.

Nantinya, melalui mesin tersebut, masyarakat India bisa membeli smartphone Xiaomi beserta aksesorisnya secara langsung hanya lewat mesin otomatis

Mi Express Kiosk sendiri telah diluncurkan di India pada Senin (13/05) waktu setempat, tepatnya di Manyata Tech Park di Bengaluru, India. Menurut Global VP Xiaomi, Manu Kumar Jain, mesin ini dirancang untuk menerima segala bentuk pembayaran di kartu kredit, kartu debit, uang tunai dan Unified Payments Interface (UPI).

Dilansir Telko.id dari Live Mint, Selasa (14/05/2019), tampilan Mi Express Kiosk tak jauh beda dengan mesin penjual otomatis pada umumnya. Bedanya, yang ditawarkan olehnya bukan makanan atau minuman, tetapi smartphone dan aksesoris Xiaomi yang bisa dipilih dan dibeli melalui fitur layar sentuh di mesin penjual.

{Baca juga: Redmi Note 7 Dicap “Ponsel Gaib“, Ini Komentar Xiaomi}

Pihak Xiaomi menjelaskan jika mesin ini memudahkan konsumen untuk mengakses dan membeli produk Xiaomi secara instan di pasar offline. Xiaomi bahkan mengklaim, harga yang ditawarkannya adalah harga yang murah, mirip dengan Mi Homes dan Mi.com.

Semua teknologi yang melengkapi Mi Express Kios diteliti dan dikembangkan di India, meskipun konsepnya sudah ada di Cina sejak tahun lalu. Mesin penjual otomatis akan tersedia antara jam 10 pagi hingga 8 malam waktu India, dengan staf promotor tersedia untuk membantu pelanggan.

{Baca juga: Rugi Bandar, Bos Xiaomi Kalah Taruhan Rp 2 Triliun}

Ini bukan yang pertama dan terakhir bagi Xiaomi, karena mereka berencana untuk mendirikan beberapa mesin lagi dalam beberapa bulan mendatang. Perusahaan besutan Lei Jun ini juga akan menargetkan tempat-tempat umum seperti taman, statiu, hingga pusat perbelanjaan. (NM/FHP)

Terkait Blokir Hoaks, Menkominfo: Facebook Sulit Diajak Kerjasama

Telko.id, Jakarta – Menkominfo Rudiantara bercerita tentang sulitnya bekerja sama dengan Facebook dalam memblokir konten hoaks. Menurutnya, Facebook menjadi platform yang paling rendah dalam pemenuhan permintaan pemerintah untuk melakukan blokir konten hoaks.

Dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kominfo di Gedung Wisma Nusantara II, Jakarta, Senin (13/05/2019), anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty mengatakan bahwa Facebook akan menuruti pemblokiran konten hoaks.

Tetapi Rudiantara membantah pernyataan Evita. Menurut pria yang akrab dipanggil Chief RA ini platform pimpinan Mark Zuckerberg itu sulit untuk diminta melakukan pemblokiran hoaks.

“Mengenai Facebook, FB bisa bicara ke Ibu ‘Saya akan ikuti pemerintah’. Kami akan sampaikan ke ibu datanya berapa yang kami minta di take down, berapa yang mereka take down. Facebook adalah yang paling parah,” tutur Rudiantara.

{Baca juga: Facebook Dituding sebagai Produsen Konten Ekstrem}

Rudiantara menyatakan Kominfo harus adu argumen terlebih dahulu dengan Facebook untuk meminta pemblokiran. “Belum tentu yang kita minta take down di-take down dengan berbagai macam alasan. Apa yang dikatakan Facebook kepada teman-teman di Komisi I berbeda dengan kenyataannya,” ujar Rudiantara.

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Selasa (14/05/2019), Rudiantara siap menunjukan data jumlah permintaan blokir dari Pemerintah kepada platform media sosial di Indonesia.

“Dipenuhi oleh twitter berapa persen? Yang dipenuhi Instagram berapa persen? Dipenuhi oleh Facebook berapa persen? Yang dipenuhi oleh Google berapa persen? Kita punya record-nya semua,” tambah Rudiantara.

{Baca juga: Rudiantara Bantah Hoaks Eksodus WNI Jelang Pemilu 2019}

Dalam rapat kerja yang membahas mengenai pengamanan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi selama Pemilu Serentak 2019 itu, Menteri Kominfo menyatakan kementerian yang dipimpinnya sudah dan akan selalu tegas untuk melakukan pemblokiran konten negatif.

“Dia (FB) bicara dengan Ibu kalau Pemerintah minta turunkan, saya berikan datanya, Bu. Kami pun mohon maaf, harus istilahnya ‘sedikit berantem’ dengan mereka. Tapi kalau minta (pemblokiran) kami minta turun terus. Surat kami layangkan terus,” tutupnya. [NM/IF]

Terungkap, Ada “Lubang Kamera” di Layar Samsung Galaxy Note 10

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy Note 10 dilaporkan akan mengusung layar dengan aspek rasio yang sama dengan Samsung Galaxy S10, yaitu 19 : 9. Itu berarti, bisa jadi Note 10 juga akan sama-sama mengadopsi desain layar dengan lubang kamera seperti trio Samsung Galaxy S10.

Dilansir dari LetsGoDigital, Selasa (14/05/2019), laporan itu berasal dari situs HTML5Test yang mengungkap salah satu model dari Samsung Galaxy Note 10 berteknologi 5G dengan nomor SM-N976V.

Di situs tersebut, Note 10 diketahui akan memiliki layar besar yang diperkirakan berukuran 6,28 inci dengan resolusi 1440 x 3040 piksel dan aspek rasio 19 : 9. Smartphone ini juga dipastikan akan berjalan di One UI berbasis Android 9 Pie.

{Baca juga: Bos Samsung Yakin Pimpin Industri Smartphone 1 Dekade Lagi}

Tentu ini adalah peningkatan cukup signifikan di sektor layar. Sebab, layar seri sebelumnya, Galaxy Note 9 cuma beraspek rasio 18,5 : 9 saja.

Hingga kini, belum diketahui spesifikasi ataupun fitur baru dari Note 10. Yang pasti, smartphone ini akan ditopang oleh prosesor yang mendukung teknologi 5G, seperti Snapdragon 855 dan baterai berkapasitas besar dengan dukungan fast charging untuk menopang dayanya.

{Baca juga: Samsung Siapkan Empat Model Galaxy Note 10, Termasuk 5G}

Note 10 sendiri akan memiliki empat model. Dua di antaranya dibedakan dari ukuran body dan layarnya, dengan nomor model SM-N970 untuk versi standar dan SM-N975 untuk Note 10+.

Masing-masing dari model tersebut memiliki versi yang mendukung teknologi jaringan 4G dan 5G. Khusus model 5G, Samsung memberikan nomor model SM-N971 dan SM-N976. (FHP)

Sumber: Lets Go Digital

Bocoran Spesifikasi Lengkap dan Harga Oppo Reno Z

0

Telko.id, Jakarta – Baru-baru ini, muncul bocoran varian lainnya dari jajaran seri Oppo RenoSmartphone tersebut bernama Oppo Reno Z, yang muncul di situs resmi China Telecom, lengkap dengan spesifikasi dan harganya.

Oppo Reno Z hadir dengan layar berjenis AMOLED berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+ dan disematkan sensor sidik jari di dalam layarnya. Desain layarnya memanjang, plus terdapat notch berbentuk waterdrop sebagai tempat bagi kamera depannya yang beresolusi 32MP.

Desain ini sangat berbeda dibandingkan Oppo Reno yang diperkenalkan sebelumnya. Ya, smartphone tersebut mengusung Pivot Rising Camera atau pop-up camera.

{Baca juga: Bocoran Harga Oppo Reno, Lebih Murah dari Oppo R17 Pro?}

Reno Z ditopang oleh spesifikasi menengah ke atas, tepatnya prosesor MediaTek Helio P90, RAM 6GB, ROM 256GB, dan baterai berkapasitas 3,950 mAh dengan dukungan VOOC 3.0 bertenaga 20W.

Di sektor kamera utama, Oppo menyematkan dua kamera dengan konfigurasi 48MP sebagai lensa utama dan 5MP sebagai lensa depth atau bokeh.

Smartphone ini akan dikemas dengan desain warna gradasi yang tampak premium dan eye-catching. Ada empat pilihan warna, yaitu Star Purple, Extreme Night Black, Coral Orange, dan Bead White.

{Baca juga: Hasil Potret Berkualitas Pakai Kamera Oppo Reno 10x Lossless Zoom}

Dengan spesifikasi tadi, Oppo membanderol smartphone-nya ini dengan harga sekitar USD 377 atau setara dengan Rp 5,5 jutaan. Meski bocoran spesifikasi dan harganya terungkap, namun Oppo belum memastikan kapan Reno Z akan benar-benar dirilis ke pasaran. So, kita tunggu saja. (FHP)

Sumber: GSMArena

Smartphone Flagship Redmi “Berubah” jadi Pocophone F2?

0

Telko.id, Jakarta – Sub-brand Xiaomi, Redmi dilaporkan akan mempersiapkan dua smartphone flagship bertenaga Snapdragon 855, yaitu Redmi K20 dan Redmi K20 Pro. Tapi baru-baru ini santer dikabarkan, bahwa Xiaomi bakal mengubah nama K20 Pro menjadi Pocophone F2.

Sekadar informasi, Redmi rumornya memang sedang mengembangkan smartphone baru dengan dengan prosesor Snapdragon 855, yang diprediksi akan bernama Redmi Pro 2.

Dilansir Telko.id dari GSMArena, Selasa (14/05/2019), Pocophone F2 nantinya akan mengusung desain dan teknologi berbeda dibandingkan dengan pendahulunya.

{Baca juga: Membongkar Bagian Dalam Redmi Note 7, Ini Penampakannya}

Sektor layar misalnya, smartphone ini mengadopsi layar AMOLED berukuran 6,39 inci yang dilapisi Gorilla Glass 6, dan didukung oleh teknologi sensor sidik jari di dalam layar.

Selain Snapdragon 855, disematkan juga RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung fast charging 27W.

Sementara untuk kameranya, terdapat tiga kamera belakang dengan sensor 48MP sebagai lensa utama, 8MP lensa ultra-wide, dan 16MP lensa telephoto. Sedangkan kamera depan, Pocophone F2 punya pop-up camera dengan resolusi 20MP.

Ketika versi pro menjadi Pocophone F2, lantas bagaimana dengan versi standar? Dilaporkan, Redmi K20 standar tidak akan menggunakan prosesor Snapdragon 855, melainkan Snapdragon 730.

{Baca juga: Bos Redmi “Ketakutan” Lihat Skor AnTuTu Smartphone Ini}

Sebelumnya, bos Redmi sekaligus VP of Xiaomi, Lu Weibing memberikan teaser soal smartphone flagship Redmi yang bakal meluncur. Lewat situs Weibo pribadinya, Weibing mengatakan soal skor AnTuTu Redmi dengan Snapdragon 855 telah “membuatnya takut”.

“Hanya seorang teman yang memberitahuku tentang poin Redmi terbaru, membuatku takut,” katanya.

Meski demikian, ia tidak menyebutkan berapa skor AnTuTu dari smartphone flagship yang masih misterius tersebut. Sekadar informasi, dalam keadaan normal, smartphone dengan prosesor Snapdragon 855 sanggup mencetak skor 380 ribuan poin.

Apabila sistem smartphone dioptimalkan dengan baik, maka skornya bisa mencapai 400 ribuan poin. Bisa jadi, “hal menakutkan” menurut Weibing adalah skor Redmi yang mencapai 400 ribuan poin. (FHP)

Sumber: GSMArena

Lewat TMI, Telkomsel akan Investasi untuk Startup

0

Telko.id, Jakarta Telkomsel menyediakan dana investasi bagi perusahaan rintisan atau startup yang berada di tahap pertumbuhan awal atau early-growth stage. Untuk itu, Telkomsel membentuk anak perusahaan bernama Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), yang akan melakukan aktivitas investasi bagi perusahaan rintisan.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Senin (13/05/2019), investasi awal yang dikeluarkan adalah sebesar USD$ 40 juta atau Rp 578 miliar. Investasi tersebut hasil kolaborasi dengan MDI Ventures Telkom dan sebuah corporate venture capital (CVC) milik Singtel, yakni Singtel Innov8.

Menurut Dirut Telkomsel, Ririek Adriansyah, bahwa TMI akan berinvestasi pada perusahaan baru yang menjanjikan dan memiliki potensi bekerjasama secara sinergis dalam mengakselerasi pertumbuhan perusahaan tersebut.

“Kami menyadari bahwa Asia Tenggara merupakan kawasan yang berkembang dengan sangat cepat, kolaborasi kami bersama MDI Ventures Telkom dan Singtel Innov8 melalui TMI akan memberikan Telkomsel kemampuan untuk menghadirkan engagement model yang lebih fleksibel, responsif dan dapat diandalkan bagi startup yang mencari akses ke permodalan strategis kami,” kata Ririek.

{Baca juga: Cara Telkomsel Pastikan Jaringan di Ruas Tol Utama di Sumatra dan Jawa Aman}

Hal senada juga dikatakan oleh CEO TIM, Andi Kristianto. Menurutnya, TIM bekerja sama dengan startup dalam membangun rencana strategis dan eksekusi operasional untuk memaksimalkan nilai jangka panjang.

“Kami selalu mencari cara untuk memanfaatkan aset Telkomsel dan memposisikannya untuk bisa dikembangkan dengan cara yang berbeda. Banyak market insights yang dapat kami berikan dari perspektif enterprise dan consumer di Indonesia. Kami juga dapat membantu meningkatkan corporate awareness dalam ekosistem bisnis digital,” ujar Andi.

{Baca juga: 10 Ribu BTS Multi-Band Telkomsel Perkuat RAFI 2019}

Berkolaborasi dengan startup bukanlah hal yang baru bagi Telkomsel. Sejak 2015, lebih dari 5.000 startup dari 20 kota di Indonesia telah mendapatkan akses kepada sumber daya Telkomsel melalui program The NextDev.

Pada tahun 2018, Telkomsel juga meluncurkan program inkubasi untuk internet of things (IoT) bernama Telkomsel Innovation Center (TINC), yang bertujuan untuk  membantu mereka mengeksekusi strategi go-to-market dan meningkatkan kapabilitas teknis produk mereka.[NM/HBS]

Mozilla Kembangkan Mode “Super Private Browsing”, Apa Itu?

Telko.id, JakartaMozilla mungkin menilai bahwa mode incognito atau mode private ketika mengakses internet tidak benar-benar melindungi privasi pengguna. Sebab, menurut Ubergizmo, Mozilla sekarang tengah menjajaki kemungkinan memperkenalkan mode “Super Private Browsing” di Firefox.

Seperti dikutip Telko.id, Senin (13/05/2019), Mozilla bakal menghadirkan mode Super Private Browsing di versi Firefox terbaru. Cara kerja mode itu adalah dengan menyematkan konektivitas Tor di Firefox.

Nantinya, semua lalu lintas internet akan dialihkan dan dienkripsi di seluruh server Tor. Menurut Mozilla, mode private biasa masih mengirimkan lalu lintas pribadi melalui server ISP atau milik perusahaan pengguna bekerja.

{Baca juga: Mozilla Rilis Firefox Send, Apa Itu?}

Mode seperti itu tidak benar-benar pribadi seperti yang pengguna kira. Dan, mode itu pun tidak akan melindungi pengguna dari malware keyloggers atau spyware yang bisa sebenarnya bisa dicegah menggunakan konektivitas Tor ke Firefox.

Akan tetapi, mode ini punya kelemahan. Karena prosesnya yang rumit, Tor dapat mengakibatkan waktu pemuatan halaman yang lebih lama. Inilah sebabnya, Mozilla mengeksplorasi ide untuk melihat kesuksesan dari mode tersebut.

{Baca juga: Firefox 66 Mampu Blokir Klip dan Video Otomatis}

Mozilla akan melihat apakah mode itu dapat dijalankan tanpa terlalu membebani perangkat dan mengurangi pengalaman pengguna saat menjelajah internet. Apakah cara ini akan berhasil atau tidak, masih harus dilihat. Namun, kedengarannya seperti memiliki potensi yang cukup besar. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Fix! Final Fantasy VII Remake akan Dirilis dalam Beberapa Bagian

Telko.id, Jakarta – Square Enix baru saja merilis video teaser dari game Final Fantasy VII Remake. Pada video, developer tersebut memperlihatkan beberapa gameplay dari game yang kemungkinan besar akan hadir di PlayStation 4 itu.

Melansir dari Ubergizmo, pada Senin (13/05/2019), Square Enix menyatakan bahwa mayoritas konten asli dari Final Fantasy VII Remake sedang digarap ulang.

Mereka juga memastikan bahwa game akan hadir dalam beberapa bagian, ketika diluncurkan secara resmi nanti.

{Baca juga: Mantan Sutradara Final Fantasy Bikin ‘Game Paralympics’}

“Sebagian besar konten asli sedang dikerjakan ulang, dan dengan demikian game akan berada di beberapa bagian. Lebih banyak informasi akan dipublikasikan pada bulan Juni ini, jadi tetaplah disini,” jelas Square Enix.

Kabar ini mengkonfirmasi bocoran sebelumnya soal game Final Fantasy VII Remake yang akan dirilis beberapa bagian. Dan, ini bukanlah pertama kali Square Enix merilis game dalam banyak bagian, karena sebelumnya, mereka pun merilis game Hitman dalam beberapa bagian di tahun 2016.

{Baca juga: Asyik! Game Final Fantasy Terbaru akan Dirilis untuk Android}

Hingga kini, belum ada penjelasan kenapa Square Enix melakukan hal serupa untuk Final Fantasy VII Remake. Diharapkan, perusahaan ini akan meluncurkan secara resmi pada ajang E3 2019 yang digelar di Los Angeles Convention Center, Amerika Serikat. (BA/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Bos Apple Ajak Anak-anak Belajar Koding Sejak Dini

Telko.id, Jakarta Bos Apple, Tim Cook mengatakan jika materi koding bisa diajarkan sejak dini di sekolah. Menurutnya, jika belajar koding bisa diterapkan sejak dini, maka tidak perlu lagi belajar 4 tahun di universitas untuk mahir ngoding.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo, pendapat Cook ini muncul ketika bertemu dengan Liam Rosenfeld, salah satu pemenang beasiswa acara Apple Worldwide Developers Conference 2019.

“Saya tidak berpikir gelar empat tahun diperlukan untuk menjadi mahir dalam koding. Saya pikir itu pandangan tradisional yang lama,” tutur Cook.

{Baca juga: Terungkap, Ini Kunci Sukses Bill Gates Bangun Microsoft}

Tim Cook kagum karena Rosenfeld masih berusia 16 tahun, tapi bisa lolos beasiswa tersebut. Menurutnya, Rosenfel adalah contoh bagaimana belajar koding bisa dilakukan di usia muda dan tanpa harus menunggu untuk masuk ke universitas.

“Jika kami bisa mendapatkan materi koding di kelas awal dan sudah menghadapi tantangan saat melakukan koding selama masa sekolah seseorang, maka pada saat Anda lulus anak-anak seperti Liam, mereka sudah bisa merancang aplikasi yang bisa dipasang di App Store,” jelas Cook.

{Baca juga: Ini 6 Seri iPhone dan iPad yang Gak Kebagian iOS 13}

Ucapan Cook bukan berarti gelar sarjana tidak perlu, tetapi Ia menyarankan bahwa mungkin dengan memulai lebih awal di usia yang lebih muda, maka dapat membuat proses belajar koding lebih efisien.

Apple sendiri telah berusaha melakukan bagian mereka dalam mendorong anak-anak untuk ngoding, seperti meluncurkan aplikasi Swift Playgrounds yang mengajarkan anak-anak tentang dasar-dasar pengkodean.(NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo