spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1221

Kasus “Pedo Guy”, Elon Musk Segera Hadapi “Kursi Pesakitan”

Telko.id, Jakarta – Masih ingat perselisihan antara CEO Tesla, Elon Musk dengan seorang penyelam asal Inggris? Keduanya perang komentar usai proses evakuasi para pemain sepak bola yang terjebak di sebuah gua Thailand pada pertengahan 2018.

Sekarang, kasus itu berlanjut, karena Musk segera menghadapi sidang. Hakim pengadilan federal di Los Angeles menetapkan tanggal persidangan 22 Oktober 2019. Musk harus menghadapi kasus pencemaran nama baik dengan pelapor Vernon Unsworth.

Sekadar informasi, Musk kesal dengan ucapan Unsworth yang membantu penyelamatan 12 anak dan seorang pelatih tim sepak bola dari gua Thailand. Musk geram lantaran penyelam tersebut mengkritik kapsul selam buatan tim SpaceX yang dihibahkan untuk evakuasi.

{Baca juga: Bos SpaceX Sebut “Pedofil” untuk Tim Penyelam di Gua Thailand}

Musk bahkan melontarkan kata cukup sadis. Ia menyebut sang penyelam dengan julukan “Pedo Guy” alias pedofil. Musk mengungkapkan kekesalannya via akun Twitter pada Minggu (15/07) lalu. Ia mengatai Unsworth sebagai pria penyuka anak-anak.

Seperti dikutip Telko.id dari New York Post, Senin (13/05/2019), Musk berpendapat bahwa penghinaannya terhadap Unsworth dilindungi oleh hukum. Namun, hakim yang mengawasi kasus ini tidak setuju, dan ia menolak upaya pembatalan sidang dari Musk.

{Baca juga: Belum Dituntut Penyelam Gua Thailand, Elon Musk Heran}

Dalam gugatan yang dilayangkan ke meja hijau, Unsworth meminta ganti rugi lebih dari USD 75.000 atai Rp 1 miliar. Gugatan tersebut juga berisi desakan agar pengadilan secara tegas melarang Musk untuk membuat komentar yang meremehkan pada masa mendatang.

Kasus ini merupakan yang kali kedua dalam rentang waktu kurang dari satu tahun melibatkan Musk gara-gara komentar tak terkontrol di Twitter. Sebelumnya, Musk dan Tesla diperkarakan lantaran menyesatkan investor dengan cuitan soal perusahaan terbuka. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Mengenal Ekosistem Samsung Galaxy, dari S10 Sampai Buds

Telko.id, Jakarta – Kapan tepatnya hidup bisa menjadi begitu simple hingga tak mengharuskan kita beranjak kemana-mana saat ingin mendapatkan sesuatu? Saat kita memiliki smartphone seperti Galaxy S10, yang memungkinkan kita mentenagai apapun perangkat yang kita punya. Tanpa harus repot-repot berurusan dengan kabel yang panjang.

Tapi tentu saja, ada hal yang harus dicatat, yakni kesemua perangkat itu harus mendukung apa yang dipanggil Qi. Qi sendiri merupakan standar untuk pengisian nirkabel yang telah didukung oleh sejumlah perusahaan termasuk Google, Nokia, Apple, dan tentu saja, Samsung.

Nah, nama terakhir boleh dibilang menjadi satu yang paling jadi sorotan belakangan ini, apalagi setelah smartphone flagshipnya – Samsung Galaxy S10 – dinobatkan sebagai salah satu smartphone paling inovatif. Tentu saja, layar berlubang menjadi alasan utama. Tapi jangan lupakan juga bahwa ada kemampuan lain yang membuat suksesor S9 ini layak menjadi headline. Apa itu? Wireless PowerShare.

Ya, fitur ini secara nyata mengubah Galaxy S10 menjadi sumber tenaga bagi perangkat lain. Bukan lagi sekedar perangkat untuk melakukan panggilan, untuk menjelajah web, untuk bermain game dan lainnya. Lebih dari itu, ini adalah sumber kehiduoan bagi perangkat lainnya yang memiliki teknologi sejenis.

Dari beberapa perangkat yang dimaksud, berikut dua diantaranya:

Samsung Galaxy Watch
Orang-orang yang bekerja di Samsung sepertinya sangat cocok untuk menjadi Menteri Kesehatan. Mereka sangat peduli dengan kesehatan pengguna, dan ini salah satunya ditandai dengan telah dibenamkannya aplikasi Samsung Health di badan Galaxy S10.

Bukan cerita baru memang, karena di seri sebelumnya pun aplikasi serupa sudah ada. Namun, Samsung sepertinya berusaha sangat keras untuk memaksimalkan fitur ini kali ini. Paling tidak, mereka percaya bahwa masih ada segelintir orang di luar sana yang sangat peduli dengan kesehatannya. Mereka yang terbiasa melacak aktivitasnya, nutrisinya, tingkat stress-nya, jumlah detak jantung, hingga tidurnya. Salah satunya dengan menggunakan jam tangan pintar.

Lebih dari sekedar jam digital, Samsung Galaxy Watch juga melengkapi dirinya dengan kemampuan fitness tracker sekaligus instruktur gaya hidup sehat personal, dimana dengan mengunduh My BP Lab, tekanan darah dan kesehatan fisik pengguna dapat terpantau dengan lebih akurat setiap saat.

Samsung menawarkan Galaxy Watch dalam dua ukuran dan tiga warna. Model 42mm yang lebih kecil hadir dalam warna hitam atau rose gold, sedangkan model 46mm hanya hadir dengan casing perang dan bezel serta tali hitam.

Dari segi desain, cukup menarik perhatian. Dan meski adakalanya layar besar dibutuhkan untuk bisa melihat berbagai informasi aplikasi di pergelangan dengan jelas, kami menilai keputusan Samsung untuk memilih kedua ukuran sangat bijaksana. Paling tidak, selalu ada pilihan bagi mereka yang bertangan kecil.

Kami mencoba Galaxy Watch 42mm dan menemukan bahwa jam tangan ini cukup nyaman dipakai. Tapi, desain plastik perangkat bersistem operasi Tizen ini tidak melulu membuat kami bisa menonjol di keramaian.

Galaxy Buds
Menemani Anda melakukan olahraga harian, Galaxy Buds jadi mitra tebaik dalam mendengar musik atau berbagai konten audio lainnya, karena didukung oleh kualitas suara tebaik yang dikreasikan oleh AKG.

Selain itu, Teknologi Enhanced Ambient Sound memberikan penggunanya kemampuan mendengar suara di sekitar dengan jelas, meski saat earbuds terpasang di telinga. Sehingga ketika tengah berolahraga, pengguna dapat tetap sadar akan kondisi lingkungan, bahkan ketika tengah melakukan panggilan telepon, atau mendengarkan lagu favorit.

Ketiga perangkat, baik Galaxy S10, Galaxy Watch maupun Galaxy Buds dapat dengan mudah disinkronisasi dengan menggunakan Bluetooth.

Untuk mengaktifkan kemampuan charging S10, pengguna cukup pergi ke pengaturan Cepat lalu pilih Wireless PowerShare. Letakkan Galaxy Watch, atau Galaxy Buds berhadapan dengan S10. Anda masih dapat menggunakan S10 saat mengisi daya ponsel lain.

Nah, mengingat Wireless PowerShare akan menguras baterai ponsel Anda lebih cepat dari biasanya, kami sarankan untuk memperhatikan dengan baik berapa banyak daya tahan baterai yang dimiliki.

Ini 6 Seri iPhone dan iPad yang Gak Kebagian iOS 13

0

Telko.id, Jakarta – Apple kemungkinan besar bakal merilis secara resmi sistem operasi iOS 13 pada gelaran Worldwide Developer Conference (WWDC) 3 Juni 2019. Akan tetapi, dirilisnya iOS 13 secara resmi tidak akan menjadi kabar gembira bagi pengguna iPhone 6, iPhone 6 Plus, dan iPhone SE.

Penyebabnya, sistem operasi suksesor iOS 12 tersebut tidak lagi mendukung iPhone 6, iPhone 6 Plus, dan iPhone SE.

Laporan iPhoneSoft menyebut, iOS 13 tidak akan tersedia untuk beberapa ponsel yang mendukung iOS 12. Selain iketiga smartphone tadi, perangkat lain yang tidak mendapat pembaruan iOS 13 adalah iPhone 5s, iPad Mini 2, dan iPad Air.

{Baca juga: Banyak yang Baru! Ini Bocoran Fitur iOS 13 yang Segera Dirilis}

Dikutip Telko.id dari Digital Trends, Senin (13/05/2019), sebelumnya memang sempat beredar rumor bahwa iPhone SE hanya akan mendapat dukungan pembaruan sistem operasi OS hingga tiga tahun. Jika iOS 13 benar-benar tak mendukung, berarti kabar itu benar.

Terkait kehadiran sistem operasi ini, Apple kabarnya akan menghadirkan beberapa fitur andalan seperti Dark Mode, Mutitasking, Undo Gesture, Font Management, serta Volume HUD. Khusus untuk Dark Mode, fitur ini akan secara otomatis mengubah seluruh sistem di perangkat menjadi gelap.

Fitur tersebut juga bakal mendukung opsi High Contrast yang sebelumnya sudah hadir di perangkat macOS. Selain itu, aplikasi iPad yang berjalan di perangkat Mac menggunakan Marzipan akan mendukung native Dark Mode di iOS dan macOS.

Baca juga: Bocor, Begini Tampang iPhone dengan iOS 13 dan Dark Mode}

Mengenai fitur Multitasking untuk iPad, pengguna bisa menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Masing-masing aplikasi bisa ditempatkan di bagian tertentu dari layar sekaligus dapat dimatikan dengan cara drag aplikasi ke arah luar layar.

Hal baru lainnya adalah HUD dari volume yang dirancang ulang. Apple juga meningkatkan kemampuan Siri yang mampu menolak kesalahan umum ketika pengguna memberikan perintah suara “Hey Siri!”, seperti tangisan bayi, tawa, dan lainnya. (SN/FHP)

Sumber: Digital Trends

Mengenal Ekosistem Samsung Galaxy, Praktis Serba Wireless

Telko.id, Jakarta – Kapan tepatnya hidup bisa menjadi begitu simple hingga tak mengharuskan kita beranjak kemana-mana saat ingin mendapatkan sesuatu? Saat kita memiliki smartphone seperti  keluarga Samsung Galaxy, yang memungkinkan kita mentenagai apapun perangkat yang kita punya. Tanpa harus repot-repot berurusan dengan kabel yang panjang.

Tapi tentu saja, ada hal yang harus dicatat, yakni kesemua perangkat itu harus mendukung apa yang dipanggil Qi. Qi sendiri merupakan standar untuk pengisian nirkabel yang telah didukung oleh sejumlah perusahaan termasuk Google, Nokia, Apple, dan tentu saja, Samsung.

Nah, nama terakhir boleh dibilang menjadi satu yang paling jadi sorotan belakangan ini, apalagi setelah smartphone flagshipnya – Samsung Galaxy S10 – dinobatkan sebagai salah satu smartphone paling inovatif. Tentu saja, layar berlubang menjadi alasan utama. Tapi jangan lupakan juga bahwa ada kemampuan lain yang membuat suksesor S9 ini layak menjadi headline. Apa itu? Wireless PowerShare.

Ya, fitur ini secara nyata mengubah Galaxy S10 menjadi sumber tenaga bagi perangkat lain. Bukan lagi sekedar perangkat untuk melakukan panggilan, untuk menjelajah web, untuk bermain game dan lainnya. Lebih dari itu, ini adalah sumber kehiduoan bagi perangkat lainnya yang memiliki teknologi sejenis.

Dari beberapa perangkat yang dimaksud, berikut dua diantaranya:

Samsung Galaxy Watch
Orang-orang yang bekerja di Samsung sepertinya sangat cocok untuk menjadi Menteri Kesehatan. Mereka sangat peduli dengan kesehatan pengguna, dan ini salah satunya ditandai dengan telah dibenamkannya aplikasi Samsung Health di badan Galaxy S10.

Bukan cerita baru memang, karena di seri sebelumnya pun aplikasi serupa sudah ada. Namun, Samsung sepertinya berusaha sangat keras untuk memaksimalkan fitur ini kali ini. Paling tidak, mereka percaya bahwa masih ada segelintir orang di luar sana yang sangat peduli dengan kesehatannya. Mereka yang terbiasa melacak aktivitasnya, nutrisinya, tingkat stress-nya, jumlah detak jantung, hingga tidurnya. Salah satunya dengan menggunakan jam tangan pintar.

Lebih dari sekedar jam digital, Samsung Galaxy Watch juga melengkapi dirinya dengan kemampuan fitness tracker sekaligus instruktur gaya hidup sehat personal, dimana dengan mengunduh My BP Lab, tekanan darah dan kesehatan fisik pengguna dapat terpantau dengan lebih akurat setiap saat.

Samsung menawarkan Galaxy Watch dalam dua ukuran dan tiga warna. Model 42mm yang lebih kecil hadir dalam warna hitam atau rose gold, sedangkan model 46mm hanya hadir dengan casing perang dan bezel serta tali hitam.

Dari segi desain, cukup menarik perhatian. Dan meski adakalanya layar besar dibutuhkan untuk bisa melihat berbagai informasi aplikasi di pergelangan dengan jelas, kami menilai keputusan Samsung untuk memilih kedua ukuran sangat bijaksana. Paling tidak, selalu ada pilihan bagi mereka yang bertangan kecil.

Kami mencoba Galaxy Watch 42mm dan menemukan bahwa jam tangan ini cukup nyaman dipakai. Tapi, desain plastik perangkat bersistem operasi Tizen ini tidak melulu membuat kami bisa menonjol di keramaian.

Galaxy Buds
Menemani Anda melakukan olahraga harian, Galaxy Buds jadi mitra tebaik dalam mendengar musik atau berbagai konten audio lainnya, karena didukung oleh kualitas suara tebaik yang dikreasikan oleh AKG.

Selain itu, Teknologi Enhanced Ambient Sound memberikan penggunanya kemampuan mendengar suara di sekitar dengan jelas, meski saat earbuds terpasang di telinga. Sehingga ketika tengah berolahraga, pengguna dapat tetap sadar akan kondisi lingkungan, bahkan ketika tengah melakukan panggilan telepon, atau mendengarkan lagu favorit.

Ketiga perangkat, baik Galaxy S10, Galaxy Watch maupun Galaxy Buds dapat dengan mudah disinkronisasi dengan menggunakan Bluetooth.

Untuk mengaktifkan kemampuan charging S10, pengguna cukup pergi ke pengaturan Cepat lalu pilih Wireless PowerShare. Letakkan Galaxy Watch, atau Galaxy Buds berhadapan dengan S10. Anda masih dapat menggunakan S10 saat mengisi daya ponsel lain.

Nah, mengingat Wireless PowerShare akan menguras baterai ponsel Anda lebih cepat dari biasanya, kami sarankan untuk memperhatikan dengan baik berapa banyak daya tahan baterai yang dimiliki.

Mengenal Ekosistem Galaxy S10, Praktis Serba Wireless

0

Telko.id, Jakarta – Kapan tepatnya hidup bisa menjadi begitu simple hingga tak mengharuskan kita beranjak kemana-mana saat ingin mendapatkan sesuatu? Saat kita memiliki smartphone seperti Galaxy S10, yang memungkinkan kita mentenagai apapun perangkat yang kita punya. Tanpa harus repot-repot berurusan dengan kabel yang panjang.

Tapi tentu saja, ada hal yang harus dicatat, yakni kesemua perangkat itu harus mendukung apa yang dipanggil Qi. Qi sendiri merupakan standar untuk pengisian nirkabel yang telah didukung oleh sejumlah perusahaan termasuk Google, Nokia, Apple, dan tentu saja, Samsung.

Nah, nama terakhir boleh dibilang menjadi satu yang paling jadi sorotan belakangan ini, apalagi setelah smartphone flagshipnya – Samsung Galaxy S10 – dinobatkan sebagai salah satu smartphone paling inovatif. Tentu saja, layar berlubang menjadi alasan utama. Tapi jangan lupakan juga bahwa ada kemampuan lain yang membuat suksesor S9 ini layak menjadi headline. Apa itu? Wireless PowerShare.

Ya, fitur ini secara nyata mengubah Galaxy S10 menjadi sumber tenaga bagi perangkat lain. Bukan lagi sekedar perangkat untuk melakukan panggilan, untuk menjelajah web, untuk bermain game dan lainnya. Lebih dari itu, ini adalah sumber kehiduoan bagi perangkat lainnya yang memiliki teknologi sejenis.

Dari beberapa perangkat yang dimaksud, berikut dua diantaranya:

Samsung Galaxy Watch
Orang-orang yang bekerja di Samsung sepertinya sangat cocok untuk menjadi Menteri Kesehatan. Mereka sangat peduli dengan kesehatan pengguna, dan ini salah satunya ditandai dengan telah dibenamkannya aplikasi Samsung Health di badan Galaxy S10.

Bukan cerita baru memang, karena di seri sebelumnya pun aplikasi serupa sudah ada. Namun, Samsung sepertinya berusaha sangat keras untuk memaksimalkan fitur ini kali ini. Paling tidak, mereka percaya bahwa masih ada segelintir orang di luar sana yang sangat peduli dengan kesehatannya. Mereka yang terbiasa melacak aktivitasnya, nutrisinya, tingkat stress-nya, jumlah detak jantung, hingga tidurnya. Salah satunya dengan menggunakan jam tangan pintar.

Lebih dari sekedar jam digital, Samsung Galaxy Watch juga melengkapi dirinya dengan kemampuan fitness tracker sekaligus instruktur gaya hidup sehat personal, dimana dengan mengunduh My BP Lab, tekanan darah dan kesehatan fisik pengguna dapat terpantau dengan lebih akurat setiap saat.

Samsung menawarkan Galaxy Watch dalam dua ukuran dan tiga warna. Model 42mm yang lebih kecil hadir dalam warna hitam atau rose gold, sedangkan model 46mm hanya hadir dengan casing perang dan bezel serta tali hitam.

Dari segi desain, cukup menarik perhatian. Dan meski adakalanya layar besar dibutuhkan untuk bisa melihat berbagai informasi aplikasi di pergelangan dengan jelas, kami menilai keputusan Samsung untuk memilih kedua ukuran sangat bijaksana. Paling tidak, selalu ada pilihan bagi mereka yang bertangan kecil.

Kami mencoba Galaxy Watch 42mm dan menemukan bahwa jam tangan ini cukup nyaman dipakai. Tapi, desain plastik perangkat bersistem operasi Tizen ini tidak melulu membuat kami bisa menonjol di keramaian.

Galaxy Buds
Menemani Anda melakukan olahraga harian, Galaxy Buds jadi mitra tebaik dalam mendengar musik atau berbagai konten audio lainnya, karena didukung oleh kualitas suara tebaik yang dikreasikan oleh AKG.

Selain itu, Teknologi Enhanced Ambient Sound memberikan penggunanya kemampuan mendengar suara di sekitar dengan jelas, meski saat earbuds terpasang di telinga. Sehingga ketika tengah berolahraga, pengguna dapat tetap sadar akan kondisi lingkungan, bahkan ketika tengah melakukan panggilan telepon, atau mendengarkan lagu favorit.

Ketiga perangkat, baik Galaxy S10, Galaxy Watch maupun Galaxy Buds dapat dengan mudah disinkronisasi dengan menggunakan Bluetooth.

Untuk mengaktifkan kemampuan charging S10, pengguna cukup pergi ke pengaturan Cepat lalu pilih Wireless PowerShare. Letakkan Galaxy Watch, atau Galaxy Buds berhadapan dengan S10. Anda masih dapat menggunakan S10 saat mengisi daya ponsel lain.

Nah, mengingat Wireless PowerShare akan menguras baterai ponsel Anda lebih cepat dari biasanya, kami sarankan untuk memperhatikan dengan baik berapa banyak daya tahan baterai yang dimiliki.

Video Ini Ungkap Desain Dual-slider Asus Zenfone 6

0

Telko.id, Jakarta – Menjelang peluncurannya, muncul dua video yang memperlihatkan desain Asus Zenfone 6 secara gamblang. Kedua video ini mengkonfirmasi bahwa Asus Zenfone 6 bakal mengadopsi desain dual-slider yang membuatnya lebih menarik.

Video pertama diunggah oleh YouTubers, Geek Loko. Ia memperlihatkan Asus Zenfone 6 berlayar fullscreen dengan bezel tipis dan tanpa notch atau poni.

Smartphone ini dikemas dengan konsep slider yang bisa digeser ke atas dan ke bawah. Saat digeser ke bawah, smartphone terlihat memiliki kamera selfie ganda.

{Baca juga: Lebih Mahal! Ini Bocoran Harga Asus Zenfone 6}

Sementara saat digeser ke atas, akan terlihat speaker yang menghadap ke depan. Speaker ini diprediksi berteknologi stereo yang bisa memberikan pengalaman multimedia yang berbeda kepada penggunanya nanti.

Asus Zenfone 6 juga terlihat punya kamera ganda di bagian belakangnya. Kamera tersebut diposisikan secara horizontal, dan berada di bagian tengah atas body smartphone. Tepat di bawahnya, terdapat sensor sidik jari konvensional.

Sedangkan video kedua, diunggah oleh YouTubers SupraPixel. Unit smartphone yang diperlihatkannya belum final atau masih bersifat prototype, dan punya desain cukup berbeda dibanding dengan video pertama, karena ukurannya yang sedikit lebih besar dan padat.

Namun, smartphone ini tetap mengusung desain slider yang bisa digeser ke bawah untuk menampilkan kamera depan, dan ke atas untuk menampilkan panel kontrol untuk kamera. Smartphone tersebut memiliki kamera ganda di bagian belakang, punya sensor sidik jari konvensional, dan disematkan USB-C yang diapit oleh speaker dan mikrofon.

Asus Zenfone 6 sendiri dipastikan bakal ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Asus lewat teaser yang dibagikannya di berbagai media sosial.

{Baca juga: Fix! Ini Dia Spek Lengkap Asus Zenfone 6}

Dalam teaser-nya juga, Asus memperlihatkan bahwa Zenfone 6 memiliki jack audio 3,5mm, dua slot kartu SIM + microSD, Smart Key, dan LED notifikasi. Selain informasi tersebut, Head of Global Marketing Operations Asus, Marcel Campos pun turut membagikan sedikit bocoran soal Zenfone 6.

Lewat Instagram, ia membagikan detail spesifikasi via kode Morse. Apabila diterjemahkan, maka smartphone terbaru Asus ini akan memiliki kamera ganda dengan resolusi masing-masing 48MP dan 13MP, serta baterai berkapasitas 5,000 mAh. (FHP)

Bidik Pasar Asia Tenggara, Tinder Lite Segera Dirilis

Telko.id, Jakarta – Perusahaan Induk Tinder, Match Group mengonfirmasi jika Tinder akan merilis versi Lite (lebih ringan) dari aplikasi. Versi ini disebutnya ditujukan untuk pangsa pasar di Asia Tenggara dan negara-negara berkembang lainnya.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (13/05/2019), Asia Tenggara adalah pangsa pasar yang besar dan pihak Tinder berharap kehadiran Tinder Lite nantinya bisa meningkatkan pendapatan dan jumlah pengguna. Pun meski banyak layanan serupa yang telah meluncurkan versi serupa untuk melayani pengguna di pasar negara berkembang.

{Baca juga: Tinder Rekrut Eks Bos Lasso, Mau Bikin Pesaing TikTok?}

Rencana Tinder untuk meluncurkan versi Lite ini pertama kali diungkap oleh CEO Match Group, Mandy Ginsberg. Mandy mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk merilis Tinder Lite yang ditujukan bagi pengguna, yang memiliki smartphone menengah ke bawah dan akses data internet terbatas.

Sayang, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kapan tepatnya aplikasi ini akan tiba dan fitur apa yang akan dibawanya.  Diprediksi, beberapa fitur harus dihilangkan untuk membuat aplikasi lebih ringan dan kurang intensif data.

Sebelumnya, Tinder juga meluncurkan fitur baru bernama Festival Mode. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk saling bertemu di sebuah konser musik yang akan mereka hadiri. Dilansir Telko.id dari The Verge pada Jumat (03/05/2019), pengguna bisa menambahkan lencana ke profil mereka untuk mengiklankan konser musik yang akan dihadiri.

{Baca juga: Tinder Luncurkan Fitur untuk Nobar Konser Musik}

Aplikasi ini akan meminta pengguna untuk membuat pilihan pada kartu Festival Mode, yang akan memberi pengguna lain petunjuk bahwa mereka akan berada di sebuah festival dan mereka berpotensi untuk bertemu.

Pengguna akan dapat memilih dari 12 festival di Amerika Serikat dan Inggris, termasuk Governor Ball, Bonnaroo Music & Arts Festival, EDC Las Vegas, Lovebox, Inggris dan setiap opsi festival akan dibuka tiga minggu sebelum acara. [NM/IF]

Bos Redmi “Ketakutan” Lihat Skor AnTuTu Smartphone Ini

0

Telko.id, Jakarta –  Bos Redmi sekaligus VP of Xiaomi, Lu Weibing memberikan teaser soal smartphone flagship Redmi yang bakal meluncur. Lewat situs Weibo pribadinya, Weibing mengatakan soal skor AnTuTu Redmi dengan Snapdragon 855 telah “membuatnya takut”.

Melansir dari Gizchina, Senin (13/05/2019), Weibing mengaku bahwa ada seorang teman yang baru saja memberitahukan kepadanya soal skor AnTuTu dari Redmi bertenaga Snapdragon 855.

“Hanya seorang teman yang memberitahuku tentang poin Redmi terbaru, membuatku takut,” katanya.

{Baca juga: Bocoran Spek High-end dari Redmi Pro 2}

Meski demikian, ia tidak menyebutkan berapa skor AnTuTu dari smartphone flagship yang masih misterius tersebut. Sekadar informasi, dalam keadaan normal, smartphone dengan prosesor Snapdragon 855 sanggup mencetak skor 380 ribuan poin.

Apabila sistem smartphone dioptimalkan dengan baik, maka skornya bisa mencapai 400 ribuan poin. Bisa jadi, “hal menakutkan” menurut Weibing adalah skor Redmi yang mencapai 400 ribuan poin.

Smartphone Redmi dengan prosesor Snapdragon 855 sendiri diprediksi akan bernama Redmi Pro 2. Smartphone ini kabarnya bakal mengusung layar berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+ (2340 x 1080 piksel).

{Baca juga: Membongkar Bagian Dalam Redmi Note 7, Ini Penampakannya}

Selain Snapdragon 855, smartphone juga telah disematkan RAM 8GB, dan ROM 128GB. Di sektor kamera, Redmi menyematkan tiga kamera belakang untuk smartphone flagship-nya dengan konfigurasi 48MP + 8MP + 13MP. Sementara kamera depan, hanya beresolusi 32MP saja.

Sebelumnya, bocoran desain Redmi Pro 2 muncul dengan konsep yang “sedikit nyeleneh”. Bagaimana tidak, smartphone memiliki kamera berlubang yang ditempatkan di tengah-tengah layar mirip seperti notch atau poni berbentuk waterdrop. (FHP)

Lewat Pixel 3a, Google Sindir Harga Selangit iPhone X

Telko.id, Jakarta Google baru-baru ini telah mengumumkan harga untuk smartphone buatannya, Google Pixel 3a dan Google Pixel 3a XL. Demi membuat khalayak semakin familiar dengan harga yang dibanderolnya untuk kedua perangkat, Google pun memasang sebuah iklan. Menariknya, raksasa teknologi ini membandingkan Google Pixel 3a dengan iPhone X, yang jauh lebih mahal.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (13/05/2019), dalam iklan yang terkesan mengejek itu, diketahui bahwa harga Google Pixel 3a adalah USD 399 atau sekitar Rp 5,7 jutaan.

Singkat kata, jauh lebih murah dibandingkan iPhone X yang dibandrol dengan harga USD 999 atau Rp 14,3 juta.

{Baca juga: Tampil Mewah, Ini Bocoran Tampang dari iPhone X Fold}

Kualitas kamera iPhone X juga menjadi bahan ejekan Google. Dalam iklan yang sama terlihat bahwa ada dua foto seorang perempuan yang sedang bermain ski es dengan kondisi cahaya yang rendah. Hasilnya, Google Pixel 3a mampu menangkap objek foto lebih jelas ketimbang iPhone X.

Iklan Google ini tampaknya sebagai bentuk sindiran untuk seri iPhone X yang harganya selangit. Selain itu, banyak pihak yang menganggap jika seri iPhone ini mendorong harga ponsel cerdas menjadi ribuan dollar. Sementara kualitas kameranya sendiri masih tertinggal, seperti pada iklan Google tersebut.

Sebelumnya Google telah memperkenalkan Google Pixel 3a dan Pixel 3a XL dalam gelaran Google I/O Developer Conference di California Amerika Serikat, Selasa (08/05/2019) lalu.

Kedua ponsel ini dipasarkan untuk menyasar segmen yang lebih murah ketimbang Pixel 3 versi reguler. Pixel 3a dan Pixel 3a XL membawa spesifikasi yang serupa. Keduanya dibekali dengan chipset Snapdragon 670 dengan RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB.

{Baca juga: 10 Smartphone Canggih yang Muncul di Film Avengers}

Di bagian kamera, keduanya dibekali dengan kamera depan beresolusi 12 megapiksel f/1.8 dan 8 megapiksel f/2.0 untuk kamera utama. Lengkap dengan Electronic Image Stabilization yang membuat gambar lebih stabil ketika diambil dalam keadaan bergerak.

Untuk harga, jika Pixel 3a dibanderol dengan harga USD 399 atau sekitar Rp 5,7 jutaan, Pixel 3a XL dibanderol dengan harga lebih mahal yakni USD 479 atau sekitar Rp 6,9 jutaan. Keduanya sudah dapat dipesan sejak Selasa lalu di beberapa negara tertentu. [NM/IF]