spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1193

Duo “Flagship Killer 2.0” ala Redmi Resmi Melenggang

0

Telko.id, Jakarta – Redmi resmi merilis duo smartphone terbaru yang mereka sebut sebagai “Flagship Killer 2.0”, yakni Redmi K20 dan Redmi K20 Pro. Keduanya mengusung sejumlah hal dengan “rasa” flagship, mulai dari desain, hingga dapur pacu utamanya.

Kedua smartphone ini mengusung layar berjenis OLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+ dan aspek rasio 19,5 : 9. Layarnya telah disematkan sensor sidik jari di dalamnya.

Sensor optik tersebut merupakan generasi terbaru, yang terdiri dari lensa 3P dengan ukuran piksel besar 7,2μm dan teknologi DSP.

Itu berarti, akurasi sensor sidik jari ini 30% lebih baik, kecepatan unlock yang meningkat 10%, dan punya area yang lebih besar 15% dibandingkan dengan sensor sidik jari yang ada sekarang.

Redmi K20 versi standar ditopang oleh prosesor Snapdragon 730 (8nm), RAM 6GB, ROM 64GB/128GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 18W.

Sedangkan Redmi K20 Pro, ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB/256GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 27W.

Redmi menghadirkan juga fitur Game Turbo 2.0 yang mampu meningkatkan performa Redmi K20 saat pengguna bermain game. Mode tersebut juga memungkinkan pengguna untuk tetap membalas pesan saat bermain game. Dan, tidak akan ada rasa lag saat menjalankan keduanya.

Di bagian kamera, keduanya masing-masing memiliki tiga kamera utama dengan konfigurasi 48MP lensa utama, 13MP lensa ultra-wide, dan 8MP lensa telephoto. Ke bagian depan, keduanya sama-sama mengadopsi kamera pop-up dengan resolusi 20MP. (FHP)

Biar Mudik Nyaman, Pakai “Peta Digital” Jelajah Nusantara

0

Telko.id, Jakarta – Menjelang musim mudik Lebaran, PT XL Axiata bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan aplikasi peta digital bertajuk “Peta Jelajah Nusantara”. Peta digital ini akan membantu masyarakat mendapatkan infomasi jalur mudik.

Aplikasi ini dibangun sebagai sarana pemandu bagi masyarakat yang melakukan perjalanan darat di wilayah Indonesia dengan sejumlah fitur yang memudahkan pengguna menemukan rute perjalanan dan berbagai informasi yang paling dibutuhkan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa peta navigasi digital sudah menjadi kebutuhan masyarakat pengguna jalan secara umum, karena peta dalam lembaran tercetak sudah mulai ditinggalkan,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam keterangannya, Selasa (28/5/2019).

“Peta digital memang lebih fleksibel dalam penggunaannya, berbagai informasi juga bisa dimasukkan tanpa khawatir dengan ruang yang tersedia. Budi Karya Sumadi, dalam keterangan pers, Selasa (28/5/2019).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menambahkan, aplikasi Peta Jelajah Nusantara sengaja diluncurkan bertepatan pada masa mudik lebaran untuk menambah referensi masyarakat yang membutuhkan sarana navigasi untuk pulang ke kampung halaman.

{Baca juga: Hore! XL Axiata Bagi-bagi THR Lewat Paket Xtra Rejeki}

Yang membedakan aplikasi ini dengan aplikasi navigasi yang sudah ada adalah sejumlah informasi tambahan yang dibutuhkan selama perjalanan, seperti keberadaan dan info mengenai posko mudik, posko kesehatan, terminal hingga informasi mengenai area rawan kecelakaan dan jalur alternatif.

Pada kesempatan yang sama, Chief Human Capital XL Axiata, Rudy Afandi menyebut bahwa aplikasi Peta Jelajah Nusantara merupakan hasil tindak lanjut dari kerjasama kedua pihak dalam digitalisasi informasi layanan Kemenhub kepada masyarakat.

Menurutnya, XL siap untuk mendukung upaya pengembangannya lebih lanjut. Masih perlu penyempurnaan untuk aplikasi ini agar lebih kaya dengan informasi dan data yang dibutuhkan pengguna jalan.

“Kami melihat banyak hal positif jika suatu aplikasi navigasi ini dibuat oleh pemerintah. Sebagai pengelola dan pembuat kebijakan atas layanan transportasi, maka tentunya banyak informasi yang bisa dituangkan dalam aplikasi Peta Jelajah Nusantara ini,” ujar Rudy.

Beberapa informasi yang bisa didapat misalnya, mengenai peraturan dan tata tertib berkendara, kondisi jalan, potensi gangguan yang terjadi karena misalnya ada perbaikan jalan, daerah rawan bencana, hingga jalur alternatif.

{Baca juga: Pendapatan XL Axiata di Q1 2019 Naik 9%}

Informasi dan data yang tersaji di dalam aplilkasi Peta Jelajah Nusantara merupakan data resmi yang ter-update dari sejumlah instansi yang terkait dengan pelayanan transportasi (Kemenhub), Kesehatan (Kementerian Kesehatan), sarana dan prasarana jalan (Bina Marga, Kementrian PUPR), serta keamanan dan ketertiban (Korlantas Polri).

Untuk kebutuhan mudik Lebaran 2019, informasi yang tersaji di dalam aplikasi Peta Jelajah Nusantara adalah navigasi jalur mudik di semua wilayah tujuan mudik di seluruh Indonesia.

Peta navigasi yang tersaji terhubung dengan aplikasi Google Map. Masyarakat luas bisa secara mudah mendapatkan aplikasi ini dari Google Play Store untuk smartphone Android.

Selanjutnya informasi keberadaan posko-posko di sepanjang jalur utama, termasuk posko informasi jalan, posko mudik, posko kesehatan, juga terminal bus. Selain letak posko, pengguna juga bisa mengetahui nama dan nomor kontak petugas di setiap posko.

{Baca juga: XL Axiata Kenalkan “Laut Nusantara” ke Nelayan Banyuwangi}

Kemudian juga ada informasi pengaturan jalur lalu lintas, misalnya jalur satu arah, ganjil genap, dan jalur alternatif. Peta digital ini juga dilengkapi dengan informasi mengenai letak titik-titik  rawan kecelakaan di jalur mudik. Dengan pengaturan, pengguna akan bisa mendapatkan notifikasi setiap mencapai daerah titik rawan kecelakaan sejak radius 2,5 km. [HBS]

Smartfren Sediakan Kartu Perdana untuk Wisatawan Asing

0

Telko.id, Jakarta – PT Smartfren Telecom menghadirkan kartu perdana Smartfren Tourist Pack bagi wisatawan asing. Kartu tersebut diperuntukan bagi turis mancanegara agar komunikasi mereka tetap lancar selama di Indonesia.

Menurut VP Mobility Development Smartfren, Hermansyah kartu ini sengaja dihadirkan agar para wisatawan mancanegara dapat memperoleh kemudahan akses komunikasi selama berada di Indonesia.

“Seperti untuk mencari dan mendapatkan referensi lokasi wisata di Indonesia Selain itu kami berharap hadirnya kartu ini dapat juga mendukung kemajuan dunia pariwisata di Indonesia,” ujar Hermansyah.

{Baca juga: Smartfren akan Uji Coba 5G di Kawasan Marunda}

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Selasa (28/05/2018), Kartu Perdana Smartfren Tourist Pack menghadirkan 2 penawaran paket data. Pertama, kartu perdana Tourist Pack Unlimited Internet Kouta 24 Jam dengan harga Rp 100 ribu dan berlaku selama 14 hari.

Paket kedua adalah Kartu Perdana Tourist Pack kouta 30GB dengan harga Rp 200 ribu yang berlaku selama 14 hari. Semua kartu tersebut juga memberikan bonus menelpon internasional selama 10 menit.

Selain menghadirkan kartu perdana Tourist Pack, Smartfren juga melakukan langkah peningkatan kualitas koneksi data, di beragam tempat tujuan wisata di Indonesia. Saat ini jangkauan Smartfren bisa dinikmati di sebagian besar tempat wisata, antara lain: Pulau Sabang, Batam, Danau Toba, Bukit Tinggi, Bali, Gili Islands Lombok , Mandalika, Senggigi, Bantimurung dan Rammang Rammang Maros

{Baca juga: Mudik Lebaran, Smartfren Prediksi Trafik Data Naik 25%}

Dengan hadirnya layanan terbaru Kartu PerdanaTourist Pack dan hadirnya Smartfren di sebagian besar daerah tujuan wisata nasional,  mereka sangat optimistis, dapat mendukung kemajuan dunia pariwisata di Indonesia dengan memberikan kenyamanan dan juga kemudahan berkomunikasi bagi para wisatawan mancanegara, selama mereka berada di Indonesia. [NM/HBS]

Demi Fortnite, Microsoft Hadirkan Xbox One S Warna Ungu

Telko.id, Jakarta – Fortnite masih menjadi game paling populer. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Microsoft pun ingin melayani para pemain Fortnite dengan menyediakan konsol edisi terbatas, Xbox One S warna ungu.

Menurut laporan Ubergizmo, bocoran gambar menunjukkan bahwa Microsoft segera menawarkan bundel Fortnite dengan Xbox One S berwarna itu.

Menurut WinFuture, Microsoft akan merilis Xbox One S ungu dalam beberapa minggu ke depan. Bundel tersebut ditujukan untuk penggemar Fortnite sehingga akan mencakup skin baru yang disebut Dark Vertex.

{Baca juga: Pemain Fortnite Tak Lagi Bisa Turun di Tilted Towers}

Harganya 2000 V-Bucks dalam mata uang game, mendapat bonus EA Access, Xbox Live Gold, dan Xbox Game Pass selama satu bulan.  Pemain tidak perlu menyalin permainan karena Fortnite Battle Royale tersedia gratis.

Microsoft telah mengonfirmasi kapan akan mulai menjual konsol edisi terbatas itu. Microsoft bakal mengumumkannya pada konferensi pers 9 Juni di E3 2019. Microsoft yakin kehadiran konsol tersebut sangat dinanti.

Beberapa waktu lalu, Microsoft diketahui juga mendaftarkan paten desain controller Xbox untuk gamer tunanetra. Berdasarkan dokumen paten yang diserahkan oleh Microsoft, desain controller Xbox bakal memiliki huruf Braille.

Menurut Inverse, desain controller Xbox ber huruf Braille memiliki nama haptic vrailler chording capability. Gamer tunanetra bisa merancang fungsi controller sesuai keinginan lewat bantuan huruf Braille.

{Baca juga: Ada Pakaian Baru Star-Lord di Game Fortnite}

Nantinya, di controller itu terdapat aksesoris berupa paddle. Paddle bisa digunakan untuk mengetik teks menjadi sebuah kombinasi huruf Braillle. Paddle bisa pula membaca huruf Braille yang diterjemahkan dari teks. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo.com

AS-China Perang Dagang, Pabrik Apple Pindah ke Indonesia

Telko.id, Jakarta – Indonesia nampaknya akan mendapatkan keuntungan dari imbas perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kabarnya perusahaan pemasok perangkat Apple, yakni Pegatron, akan memindahkan produksi non iPhone dari China ke Indonesia mulai bulan depan.

Dilansir Telko.id dari Wwcftech pada Selasa (28/05/2019), selama ini Apple memiliki 3 mitra manufaktur yang beroperasi di China, yakni Foxconn, Pegatron dan Wistron.

Namun pada bulan Juni mendatang, Pegatron akan beroperasi di Indonesia melalui PT Sat Nusapersada yang berpusat di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Belum jelas produk mana yang akan diproduksi oleh perusahaan tersebut. Walaupun kabar berhembus jika MacBook dan iPad yang bakal diproduksi di Indonesia. PT Sat Nusapersada hanya mengonfirmasi jika produk mereka akan dikirim ke Amerika Serikat.

{Baca juga: Tahun Depan, Pabrik Perakit iPhone akan Pindah ke Batam}

Pegatron sendiri telah menginvestasikan USD$ 300 juta atau Rp 4,3 Triliun untuk perbaikan 2 fasilitas manufaktur di Indonesia. Tetapi perpindahan Pegatron mengakibatkan hilangnya pekerjaan bagi pekerja China yang tampaknya telah menjadi target pertama perang dagang antara AS dan China.

Sebelumnya isu perpindahan Pegatron di Batam sudah berhembus sejak tahun lalu. Dilansir dari Nikkei Asian Review, nantinya pabrikan ini akan menyewa sebuah pabrik di Batam dalam enam bulan ke depan untuk memproduksi sebagian produk non-iPhone yang terkena tarif impor Amerika Serikat.

Perang dagang antara AS dan China juga memasuki babak baru. Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional.

{Baca juga: Amerika Serikat Desak Korea Selatan Embargo Huawei}

Trump terkhusus sangat antipati untuk membuka jalan terkait larangan melakukan bisnis dengan Huawei. Perintah yang diteken oleh Trump akan mendorong undang-undang ekonomi internasional untuk memberi wewenang kepada presiden mengatur perdagangan. [NM/HBS]

Sumber: Wwcftech

Riccardo Zacconi akan Lepas Jabatan Bos Candy Crush

Telko.id, Jakarta – Riccardo Zacconi, pencipta waralaba Candy Crush, mengundurkan diri sebagai CEO King Digital Entertainment. Hal itu terungkap pada pengajuan peraturan dari perusahaan induk Activision Blizzard.

Zacconi, yang telah memimpin pengembang game selama lebih dari 16 tahun, akan mengundurkan diri dari jabatan mulai 1 Juli 2019. Namun, ia akan tetap menjabat sebagai kepala King Digital Entertainment.

Nantinya, seperti dilansir CNET, ia bertugas untuk memberikan panduan bagi manajemen di King dan Activision Blizzard. Waktunya pun tidak akan total terfokus di King Digital Entertainment.

Baca juga: 11 Oktober, Candy Crush Debut di Android dan iOS}

Activision Blizzard sudah menjadi salah satu penerbit game terbesar ketika mengakuisisi King Digital Entertainment pada 2016 sebesar USD 5,9 miliar. Candy Crush merupakan aplikasi ponsel paling menguntungkan sepanjang masa.

Belum lama ini, Aplikasi video game, termasuk Candy Crush, akan dilarang menawarkan skema “bayar untuk menang” kepada anak-anak. Biasanya, anak-anak rela membayar untuk peningkatan fitur dan bonus.

Pelarangan tersebut bahkan akan ditetapkan dalam bentuk undang-undang. Senator Josh Hawley dari Missouri mengusulkan RUU untuk permainan yang secara eksplisit mencari uang dari pemain di bawah umur.

{Baca juga: Game Candy Crush Diangkat ke Layar Kaca}

Selama ini, marak video game yang menargetkan anak-anak untuk mendulang uang. Praktik itu memaksa orang tua membayar sejumlah uang untuk pembelian fitur untuk meningkatkan bonus di sebuah game. [BA/HBS]

Sumber: CNET

Lampu Lalin akan Bisa Prediksi Perilaku Pejalan Kaki

Telko.id, Jakarta – Peneliti dari Austria sedang mengembangkan inovasi baru di lampu lalu lintas (lalin). Mereka sedang mengembangkan teknologi lalin yang mampu memprediksi perilaku pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (28/05/2019), mereka ingin mengembangkan supaya lampu lalu lintas bisa lebih pintar. Misalnya lampu lalu lintas akan otomatis menjadi merah jika pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan.

Peneliti akan menggunakan kamera untuk memindai perilaku pengguna jalan. Ketika mendeteksi  ada orang yang berdiri di posisi kanan yang menunjukkan niat mereka untuk menyeberang, maka ia akan mengirim sinyal ke lampu lalu lintas.

{Baca juga: Di China Ada Jalur Khusus Pejalan Kaki Sambil Main Ponsel}

Menurut para peneliti metode ini sebenarnya sekitar 3-4 detik lebih cepat dibandingkan dengan jika pejalan kaki meraih tombol di lampu lalu lintas. Selain dapat memindai pengguna jalan, teknologi ini juga membantu menciptakan sistem yang dinamis di mana jika mendeteksi sekelompok orang yang berusaha menyeberang.

Nantinya, lampu lalu lintas akan memperpanjang durasi lampu hijau untuk memungkinkan lebih banyak orang menyeberang jalan. Perusahaan asal Wina, Austria Günther Pincher berencana meluncurkan lampu merah ini di negara tersebut. Teknologi untuk pejalan kaki memang terus dikembangkan, demi keselamatan mereka.

Sebelumnya Pemerintah Kota Tel Aviv, Israel memasang lampu LED khusus di trotoar jalan raya. Lampu tersebut bernama Lampu Zombie yang berfungsi untuk melindungi para pejalan kaki yang berjalan tanpa bisa lepas dari penggunaan ponsel.

{Baca juga: Israel Bikin “Lampu Zombie” Biar Pejalan Kaki Gak Ketabrak}

Kepala Divisi manajemen Lalu Lintas Kota Tel Aviv-Yafo, Tomer Dror mengatakan, lampu itu dipasang di trotoar sebelum penyeberangan jalan atau zebra cross. Dengan begitu, mereka yang masih sibuk mengoperasikan ponsel tahu kapan berhenti. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Travis Strikes Again, No More Heroes Hadir di PS4 dan PC

Telko.id, Jakarta – Travis Strikes Again, No More Heroes yang diluncurkan secara eksklusif pada Januari 2019 untuk Nintendo Switch akan menuju ke platform baru. Menurut Game Spot, game ini akan hadir di PlayStation 4 dan PC.

Tidak ada kabar kapan Travis Strikes Again akan diluncurkan di PlayStation 4 dan PC. Demikian pula perbedaan apa yang mungkin ada dibandingkan dengan edisi Switch. Atau, jangan-jangan Travis Strikes Again No More Heroes juga akan dirilis di Xbox One.

Pengembang Grasshopper Manufacture berjanji akan mengumumkan lebih banyak detail pada waktunya. Yang jelas, Travis Strikes Again, No More Heroes bakal hadir tujuh tahun setelah peristiwa No More Heroes 2: Desperate Struggle.

{Baca juga: Gameloft Rilis Dua Game Mobile Bertema Disney}

Dengan plot yang tidak masuk akal, Travis Touchdown menemukan dirinya terjebak dalam konsol video game berhantu yang disebut Death Drive Mk-II. Bersama Badman, Travis harus berjuang keras untuk keluar dari enam game hack-and-slash style Death Drive yang berbeda.

Permainan ini cukup kooperatif dengan satu pemain sebagai Travis dan yang lainnya sebagai Badman. Ada juga serangan khusus co-op yang unik.  Ke depan, Suda51 mengatakan bahwa mungkin ada lebih banyak game serupa di E3 pada bulan Juni 2019.

{Baca juga: 3 Game Gameloft Ini Dapat Dukungan Xbox Live}

Akhir dari Travis Strikes Again dengan sangat kuat menyarankan bahwa game No More Heroes baru sedang dalam pengembangan. Asal tahu saja, Seri No More Heroes dimulai dengan No More Heroes 2007 untuk Nintendo Wii. [BA/HBS]

Sumber: Game Spot

Ilmuwan Temukan Simpanse Makan Kura-kura, Pertanda Apakah Ini?

Telko.id, Jakarta – Para peneliti dari dua perguruan tinggi di Jerman, University of Osnabruck dan Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, menemukan perliaku simpanse yang tidak biasa.

Dalam sebuah studi terbaru, yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, menggambarkan bagaimana sebuah kelompok simpanse di Taman Nasional Loango di Gabon tertangkap kamerea sedang menghancurkan cangkang reptil, kemudian memanjat pohon untuk menikmati makanan ringan mereka.

Sekelompok Simpanse ini telah tertangkap kamera sedang melahap kura-kura. Para peneliti mengatakan teknik yang ditampilkan oleh simpanse ini menunjukan simpanse mempunyai kemampuan untuk meningkatkan perangkat alat kognitif mereka yang sangat besar dan fleksibel.

{Baca juga: Ilmuwan Teliti Otak Buaya Pakai MRI dan Musik Klasik

Ini merupakan pertamakalinya, para peneliti menyaksikan simpanse yang  berburu kura-kura dan memakannya. Para peneliti melihat perilaku tak biasa seklompok simpanse Rekambo antara Juli 2016 dan Mei 2018.

Mereka mengamati 10 simpanse yang sedang berburu kura-kura berengsel, yang berasal dari Afrika, pada 38 kesempatan. 34 di antaranya para simpanse ini berhasil menyantap kura-kura.

Simpanse yang berburu kura-kura umumnya berkelamin jantan dan menggunakan teknik pemukulan cangkang yang berbeda.

Daging kura-kura dibagi dengan simpanse lain, termasuk mereka yang tidak berhasil membuka cangkangnya, sebanyak 23 kali.

“Dalam dua kasus dimana simpanse remaja berusaha menghancurkan kura-kura, mereka tidak berhasil,” tulis para penulis.

Para simpanse ini membuka cangkang kura-kura seperti ketika sedang membuka kulit kacang. Sebuah teknologi yang hanya dikuasai simpanse yant berusia sekitar sembilan hingga sepuluh tahun.

{Baca juga: Ilmuwan Israel Berhasil Bikin Jantung Buatan, Dicetak 3D}

Kemampuan atau teknik untuk menghancurkan cangkang kura-kura juga bergantung pada kekuatan simpanse. Teknik penghancuran yang serupa juga telah diamati ketika membuka kacang-kacangan dan buah-buah bercangkang keras.

“Selain itu, mungkin juga melibatkan periode waktu yang relatif lama untuk belajar, berlatih, dan memperbaiki,” tulis jurnal penelitian tersebut. [BA/HBS]

Sumber: Metro.co.uk

ByteDance Segera Rilis “Smartphone TikTok”

0

Telko.id, Jakarta – Perusahaan induk TikTok, ByteDance dikabarkan ingin membuat smartphone sendiri. Nantinya, smartphone TikTok ini akan membuat aplikasi buatan ByteDance, seperti Jinri Toutiao, TikTok, dan masih banyak lagi.

Dikutip dari The Verge, Selasa (28/05/2019), CEO ByteDance, Zhang Yiming memang telah lama bermimpi untuk membuat smartphone dengan aplikasi bawaan buatan mereka.

Bahkan, perusahaan ini kabarnya telah bekerja sama dengan produsen smartphone, Smartisan dan mengakuisisi portofolio paten di awal tahun ini.

Beberapa karyawan Smartisan juga dikabarkan telah mengembangkan smartphone ByteDance ini. Sayang, belum ada informasi valid soal desain, spesifikasi, hingga pasar yang dituju oleh smartphone ini ketika resmi dirilis nanti.

{Baca juga: Pemilik TikTok Luncurkan Aplikasi Pesan Instan, Seperti Apa?}

ByteDance sendiri di tahun 2018 tercatat sebagai startup paling tajir sejagat, dengan nilai mencapai US$ 75 miliar atau setara Rp 1.141 triliun.

Perusahaan pemilik aplikasi Tik Tok ini meraih posisi pertama setelah mendapat suntikan modal sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 45,6 triliun dari SoftBank. Bytedance melengserkan Uber dari posisi puncak startup paling tajir, yang kini bernilai sekitar US$ 72 miliar atau setara Rp 1.095 triliun.

{Baca juga: Bernilai Rp 1.141 Triliun, Ini Dia Startup Paling Tajir}

Kabar ini cukup mengejutkan, mengingat Byteance tak banyak hadir di luar China. Kemungkinan, kekayaan perusahaan ini disokong oleh kepopuleran aplikasi Tik Tok dikalangan remaja Barat.

Pada awalnya aplikasi siaran langsung karaoke itu bernama Musical.ly sebelum diakuisisi dan kemudian dimerger dengan layanan Douyin milik Bytedance dan berubah nama menjadi Tik Tok. (NM/FHP)

Sumber: The Verge