spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1192

Remaja Ini Bobol Sistem Apple Demi Lowongan Pekerjaan

Telko.id, Jakarta – Sekira empat tahun lalu, seorang remaja berusia 13 tahun asal Australia bersama seorang rekannya berhasil dua kali bobol sistem Apple. Remaja itu melakukannya lantaran ingin mendapat pekerjaan di Apple.

Identitas remaja ini tak diungkapkan, demikian pula rekannya. Yang jelas, kasus telah berproses di pengadilan Adelaide, dan remaja itu sudah berumur 17 tahun. Menurut Mark Twiggs, sang pengacara, pelaku telah dibebaskan.

“Syaratnya, ia berperilaku baik selama sembilan bulan. Pun dengan rekannya, yang berusia lebih tua. Apple sama sekali tidak mengalami kerugian akibat perbuatan mereka,” terangnya, dikutip Telko.id dari TechSpot, Rabu (29/05/2019).

Mark melanjutkan, remaja ini nekat menerobos sistem Apple karena yakin bakal mendapat tawaran pekerjaan jika akhirnya ketahuan. Nahas, Apple justru mengontak FBI dan meneruskannya ke polisi Australia

“Ia terinspirasi dari seorang peretas yang berhasil mendapat pekerjaan setelah membobol sistem perusahaan. Faktanya, ia malah menjalani sidang. Beruntung, pengadilan mempertimbangkan masa depannya,” tambah Mark.

Terkait masa depan yang dipertimbangkan oleh pengadilan, pelaku memang bercita-cita menjadi seorang ahli sistem keamanan serta kriminolog. Kalau sampai punya catatan kriminal, pelaku bakal tak bisa mencapai cita-cita itu.

“Pengadilan akhirnya memutuskan untuk tidak memberi catatan kriminal. Hakim menyebut bahwa pelaku punya bakat di bidang teknologi informatika. Namun, hakim minta agar bakat tersebut tak disalahgunakan,” pungkas Mark. (SN/FHP)

Sumber: Techspot

Super Mario Maker 2 Direct Berlakukan Sistem Acak

Telko.id, Jakarta –  Game Super Mario Maker 2 Direct menawarkan kesenangan karena Anda dan teman-teman bakal bisa berkompetisi satu sama lain secara kelompok, baik dengan duduk bersama maupun melalui nirkabel lokal.

Sayang, menurut Nintendo World Report, perusahaan menyatakan bahwa tidak akan mungkin bagi Anda dan teman-teman untuk bekerja sama secara online satu sama lain. Game tersebut sekarang memberlakukan sistem acak.

Penting untuk dicatat bahwa Nintendo belum membuat pengumuman resmi dalam hal ini. Menurut Ubergizmo, pernyataan itu baru datang dari perwakilan perusahaan. Pihak Nintendo belum bisa dimintai konfirmasi.

{Baca juga: Tahun Ini Nintendo Switch akan Rilis Dua Seri Baru}

Beberapa waktu lalu, pihak perusahaan secara mengejutkan merilis lagi Boxboy + Boxgirl untuk perangkat Switch.  Game Boxboy + Boxgirl mencakup lebih dari 250 teka-teki baru untuk dipecahkan.

Menariknya, game tersebut punya mode co-op dan menampilan visual yang sedikit lebih rapi. Seperti halnya semua permainan puzzle, premis Boxboy sangat sederhana.

Pengguna harus membuat jembatan dan tangga untuk menavigasi setiap tingkat. Pengguna bisa menggunakan balok sebagai tongkat atau pengait.

{Baca juga: Studi: Game Super Mario 64 Bisa Cegah Dimensia}

Kabar bagusnya, game itu akan terus mendapatkan pembaruan desain. Seiring peningkatan level permainan, pengguna juga dipaksa memikirkan berbagai taktik guna memecahkan teka-teki yang ada.

Versi Switch dari game tersebut tidak menawarkan pengalaman berbeda dibanding pendahulunya. Nintendo pun menggadang Boxboy + Boxgirl bisa populer lantaran hadir lebih modern dan lebih mudah diakses.

Sumber: Ubergizmo

Ada Bug, Facebook Bakal Bikin Smartphone Bergetar

Telko.id, Jakarta – Facebook dilaporkan sedang melakukan inovasi untuk efektivitas pelaporan bug di platform. Lewat pembaruan aplikasi, media sosial ini memungkinkan pelaporan bug Facebook dengan cara menggetarkan smartphone milik pengguna.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (29/05/2019), nantinya Facebook menyajikan menu popup yang berfungsi untuk mengirim laporan bug dari pengguna. Inovasi itu bakal hadir untuk perangkat berbasis iOS maupun Android.

Selain bug, fitur baru tersebut juga dimanfaatkan oleh raksasa media sosial ini untuk saran pelaporan hal-hal lain. Sebagai misal, jika ada hal tertentu yang tidak bisa diketahui di platform, pengguna bisa menggunakan fitur itu untuk melaporkannya.

{Baca juga: Blok Akses WhatsApp, Kominfo “Gembosi” Internet Positif}

Facebook memang terus melawan peredaran bug maupun akun palsu di platform. Pada kuartal I-2019, mereka telah menghapus lebih dari dua miliar akun palsu. Jumlah tersebut tercatat meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Sebelumnya, pada kuartal IV-2018, media sosial ini menghapus lebih dari 1,2 miliar akun palsu. Namun, tahun ini, jumlahnya meningkat tajam. Ada 2,19 miliar akun yang dihapus selama kuartal I-2019 atau hampir dua kali lipat ketimbang kuartal IV-2018.

{Baca juga: Tegas! Facebook Hapus 2 Miliar Akun Palsu}

Menurut Wakil Presiden Facebook, Guy Rosen, peningkatan jumlah akun palsu disebabkan oleh spammer dan oknum tertentu yang ingin bertindak negatif di platform. “Oknum mencoba membuat akun palsu dalam jumlah besar,” paparnya.

Ia pun menegaskan bahwa Faceboook bisa dalam sekejap menghapus banyak akun palsu secara otomatis. Penghapusan berlangsung saat akun dibuat. Facebook bahkan telah menghapus 99,8 persen akun sebelum dilaporkan oleh pengguna. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Main PUBG di Tempat Umum, 4 Gamers Diciduk Polisi India

Telko.id, Jakarta – Bermain game Player Unknown’s BattleGrounds (PUBG) di India akan berurusan dengan hukum. Kabarnya, ada 4 gamers ditangkap karena bermain game PUBG di ruang publik, tepatnya di Kota Ahmedabad, India.

Dilansir Telko.id dari Mashable pada Rabu (29/05/2019) alasan ditangkapnya gamers tersebut karena dampak buruk dari PUBG. Menurut pihak berwenang bermain PUBG mendorong kecenderungan pemain untuk berprilaku agresif dan melakukan tindakan kekerasan.

India memang sangat keras melarang para gamers bermain PUBG. Petugas kepolisian bahkan mengawasi anak muda yang menggunakan smartphone dalam mode landscape karena terindikasi sedang bermain PUBG. Di awal Maret 2019, polisi menangkap 10 siswa karena diketahuan bermain di tempat umum.

Mereka yang ditangkap dilepaskan dengan peringatan atau denda kecil, atau di penjara selama 1 malam karena kejahatan bermain video game. Sekalipun hukumannya tidak berat, penangkapan tersebut melahirkan trauma tersendiri bagi para remaja.

{Baca juga: India Blokir Game PUBG, Fortnite dan Pokemon, Kenapa?}

Kasus tersebut sempat menjadi sorotan media internasional. Hasilnya peraturan tersebut tidak bertahan lama. Kota-kota di Gujarat dan Rajkot India mencabut larangan bermain PUBG pada bulan April dan Mei lalu.

India sebelumnya juga mengeluarkan kebijakan terkait prilaku pemain PUBG. Para gamers di India hanya boleh memainkan gamebergenre battle royal itu selama enam jam per hari.  Seperti dilaporkan India Today, kini game PUBG Mobile di India memiliki fitur yang membatasi waktu bermain. Meski demikian, Tencent, pemilik lisensi PUBG Mobile. belum mengumumkan fitur ini di situsnya.

{Baca juga: Gamers di India Cuma Bisa Main PUBG Enam Jam per Hari}

Dilaporkan banyak gamer di India yang menggungah ke Twitter mengenai pesan yang mereka terima saat bermain PUBG Mobile. Pada proses login,mereka akan menerima pesan bahwa mereka baru bisa login lagi enam jam kemudian. [NM/HBS]

Sumber: Mashable

Samsung Galaxy Fold Baru akan Rilis Juli 2019?

Telko.id, Jakarta –  Sudah lebih dari sebulan sejak resmi menunda peluncuran Samsung Galaxy Fold, Samsung belum mengumumkan tanggal rilis terbaru. Laporan terbaru, Samsung belum akan merilis ponsel layar lipat buatannya itu pada Juni 2019.

Media Korea seperti Yonhap dan The Korea Herald melaporkan, sumber industri anonim menyatakan bahwa Galaxy Fold sudah pasti tak akan rilis pada bulan depan. Artinya, kehadiran ponsel layar fleksibel itu masih misteri.

Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Rabu (29/5/2019), pejabat perusahaan membeberkan bahwa tanggal peluncuran baru ponsel itu akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang. Kabarnya, Samung sedang menyempurnakannya.

{Baca juga: Samsung Masih ‘Galau’ Soal Waktu Perilisan Galaxy Fold}

Tak hanya menyetabilkan kualitas perangkat keras, Samung juga harus melakukan sertifikasi ulang perangkat untuk digunakan dengan jaringan seluler. Beruntung, sumber lain menyebut, saat ini ada perang antara Amerika Serikat dan Huawei.

Perselisihan antara Amerika Serikat kontra Huawei memberi Samsung lebih banyak waktu untuk menyelesaikan masalah. Batas waktu persetujuan penundaan dari FCC untuk Samsung terkait pre-order ponsel lipat tersebut adalah Jumat (31/5/2019).

Meski demikian, semua laporan menunjukkan bahwa Samsung masih berencana untuk merilis ponsel berdesain lipatnya itu. Memang, peluncurannya sedikit lebih lambat dari harapan. Kemungkinan besar, Samsung merilis Galaxy Fold pada Juli 2019.

{Baca juga: Waduh, Layar Samsung Galaxy Fold “Gampang Rusak”?}

Beberapa waktu lalu, Samsung telah menyatakan masih menimbang-nimbang waktu peluncuran Galaxy Fold seharga USD 2.000 ke publik. CEO Samsung, Koh Dong-jin, pun berjanji segera memberi keputusan terkait hal itu dalam waktu dekat. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

Fast Charging 100W akan Hadir di Samsung Galaxy Note 10?

0

Telko.id, Jakarta – Samsung bakal pamer kemampuan fast charging 100W atau pengisian cepat baterai dengan memperkenalkan sepasang kontroler Power Delivery (PD) Tipe-C baru, bernama SE8A dan MM101. Keduanya akan tertanam dengan fitur eFlash yang memungkinkan pembaruan firmware.

Jika dihitung, keduanya mampu menyediakan daya hingga 100 watt (20V/5A). SE8A berisi fitur keamanan tambahan yang disebut Secure Element. Kehadirannya menjadikan SE8A sebagai kontroler PD pertama yang menawarkan tingkat keamanan ekstra.

Bagaimana dengan MM101? MM101 dapat merasakan kelembapan yang mampu menghentikan proses pengisian dalam situasi apapun, termasuk saat pengguna menerima goncangan fatal. MM101 mendukung Advanced Encryption Standard (AES), yang berguna untuk otentikasi produk.

Baik SE8A maupun MM101 memiliki perlindungan “tegangan berlebih”. Dengan kontroler PD baru di smartphone terbaru, charger akan “berkomunikasi” dengan handset untuk melewati “jumlah optimal” pengisian daya secara efisien.

Menurut laporan phoneArena, seperti dikutip Telko.id, Rabu (29/05/2019), kemampuan pengisian daya 100W jelas lebih dahsyat dibanding kemampuan pengisian cepat 15W di Samsung Galaxy S10 serta 25W di Galaxy A dan Galaxy S10 5G.

Xiaomi sebenarnya sudah terlebih dahulu melakukannya pada awal tahun ini ketika meluncurkan teknologi 100W bernama Super Charge Turbo. Sistem tersebut diklaim dapat mengisi daya baterai 4.000mAh dari nol persen hingga 50 persen dalam tujuh menit.

Samsung mengatakan bahwa MM101 masih dalam fase sampel. Sementara SE8A, sekarang dalam produksi massal. Artinya, pengguna kemungkinan bisa melihat pengisian cepat 100W tersedia untuk Samsung Galaxy Note 10 atau handset kelas atas yang segera rilis. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Janda Bos Amazon Donasikan Gono-gini Rp 519 Triliun untuk Amal

Telko.id, Jakarta – MacKenzie menjadi wanita terkaya ketiga di dunia setelah bercerai dengan bos Amazon, Jeff Bezos. Ia pun telah menandatangani Giving Pledge, sebuah komitmen untuk memberikan lebih dari setengah kekayaannya demi kegiatan amal.

“Pendekatan saya terhadap filantropi akan terus menjadi pemikiran. Bakal butuh waktu, upaya, dan perawatan. Saya akan terus mendonasikan harta berupa uang sampai brankas benar-benar kosong,” kata MacKenzie, dikutip Telko.id dari TechCrunch, Rabu (29/5/2019).

Informasi menyebut, ia akan mendonasikan setengah dari total kekayaan senilai USD 36 miliar atau lebih kurang Rp 519 triliun. Ia mengikuti jejak para konglomerat seperti Warren Buffett dan Bill Gates. Mereka sudah terlebih dahulu terlibat dalam Giving Pledge.

{Baca juga: Cerai dengan Bos Amazon, MacKenzie jadi Wanita Terkaya Sedunia}

Giving Pledge memberi ruang kepada para konglomerat untuk menyumbangkan minimal setengah dari total kekayaan untuk kegiatan kemanusiaan. Hal tersebut berlaku saat mereka masih hidup. Mereka bisa pula menyatakannya dalam bentuk surat wasiat.

Bezos resmi bercerai dengan MacKenzie pada April 2019 lalu. Sebagai buah dari perceraian, ia langsung menjadi wanita terkaya ketiga di dunia. Ia mendapat harta gono-gini sekitar USD 35 miliar atau lebih kurang Rp 495 triliun plus empat persen saham di Amazon.

Namun demikian, MacKenzie tak lagi memiliki saham di media The Washington Post dan perusahaan pesawat luar angkasa milik Bezos, yakni Blue Origin. Ia pun merasa bersyukur telah menyelesaikan proses perceraian dengan Bezos. “Kami saling dukung,” ucapnya.

{Baca juga: Upss! SMS Mesum Jeff Bezos Dijual Rp 2,8 Miliar}

Bezos awalnya memiliki 16,3 persen saham di Amazon. Dengan kesepakatan perceraian dengan Mackenzie, Bezos akan memiliki 75 persen dari jumlah tersebut. Sisanya pun otomatis menjadi milik MacKenzie, wanita yang dinikahinya pada 1994 silam. [SN/HBS]

Sumber: Techcruch

Emma Sri Martini Resmi Jadi Dirut Telkomsel

0

Telko.id,Jakarta– PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) resmi mengangkat direktur utama yang baru. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Telkomsel Smart Office, Jakarta pada Rabu (29/05/2019), Emma Sri Martini resmi ditunjuk sebagai Dirut Telkomsel.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Rabu (29/05/2019) dalam keputusan pemegang saham, PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) dan Singapore Telecommunications Ltd. (SingTel) melakukan penyegaran beberapa jajaran direksi Telkomsel.

Hasilnya Emma Sri Martini ditunjuk sebagai Dirut Telkomsel, menggantikan Ririek Adriansyah. Emma merupakan sarjana Informatika dari Institute Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1993 dan  sempat mengikuti program pendidikan ekonomi pasar di Harvard Kennedy School pada tahun 2011.

{Baca juga: Ririek Adriansyah Resmi Ditunjuk Jadi Dirut Telkom}

Sebelum diangkat menjadi Dirut Telkomsel, Emma menjadi Presiden Direktur di PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sejak 23 Februari 2009. Emma bertugas mengawasi keseluruhan operasi PT SMI termasuk pengembangan strategi jangka panjang dan pengawasan soal kepatuhan yang ketat terhadap praktik tata kelola perusahaan.

Selain itu, Emma juga sempat menjabat sebagai Director of Finance and Support PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) dari 2004 hingga 2009 dan Komisaris di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama di periode yang sama.

Sebelumnya terjadi pergantian kepemimpinan terjadi di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah resmi ditunjuk menjadi Dirut Telkom yang baru menggantikan Alex J. Sinaga. Ririek sebelumnya menjabat sebagai Dirut Telkomsel. [NM/HBS]

Berikut ini susunan lengkap Direksi Telkomsel:

  • President Director: Emma Sri Martini
  • Director Sales: Ririn Widaryani
  • Director Finance: Herry Supriadi
  • Director Human Capital Management: Irfan A Tachrir
  • Director Network: Iskriono Windiarjanto
  • Director Planning & Transformation: Edward siew Ying
  • Director Information Technology: Bharat Alva
  • Director Marketing: Alistair Johnston

 

Siapakah Emma Sri Martini, Direktur Utama Baru Telkomsel Ini?

Telko.id – Emma Sri Martini, baru saja ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkomsel tahun 2018 untuk menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel, menggantikan Ririek Adriansyah yang melanjutkan karirnya menjadi Direktur Utama Telkom.

Sebelum penunjukan tersebut, Emma menjabat sebagai Presiden Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sejak berdirinya perusahaan pada bulan Februari 2009.

Sebagai orang nomor satu di perusahaan pembiayaan pembangunan infrastruktur yang tergolong baru di tanah air, Emma memegang tanggung jawab besar dalam pengembangan strategi jangka panjang perusahaan serta penerapan praktek tata kelola perusahaan yang solid.

Secara kapabilitas diri, perempuan berusia 47 tahun dengan gelar sarjana Teknik Informatika dari Insitut Teknologi Bandung ini telah kaya pengalaman di perusahaan plat merah. Pasalnya, Emma pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Dukungan di PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 2004-2009.

Tidak hanya itu, pasca krisis ekonomi 1997/1998 di Indonesia, Emma juga ikut mengambil peran sebagai Asisten Wakil Presiden-Grup Kepala dari Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN).

Demi mengejar hasratnya di bidang infrastruktur, Emma lantas menempuh program Market Economy di Harvard Kennedy School pada 2011. Saat ini, perempuan yang pernah bekerja di sebagai komisaris di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama ini aktif sebagai pembicara dan panelis pada forum infrastruktur di dalam negeri maupun internasional. (Icha)

 

Sah! Emma Sri Martini Jadi Direktur Utama Telkomsel

Telko.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkomsel tahun 2018 memutuskan bahwa Emma Sri Martini resmi ditunjuk untuk memimpin Telkomsel sebagai direktur utama yang baru menggantikan Ririek Adriansyah yang naik menjadi Direktur Utama Telkom Grup.

Padahal, beberapa hari belakang ini, santer terdengar bahwa nama-nama yang dari Telkomsel maupun dari Telkom yang bakal menduduki posisi tertinggi di Telkomsel tersebut.

Rupanya, RUPS menunjuk Emma Sri Martini yang saat ini masih menjadi sebagai direktur di PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sejak February 2009. Hal ini, bagi Telkomsel seperti mengulang sejarah. Telkomsel kembali dipimpin oleh Srikandi, yakni seperti kala Koesmarihati Menjabat sebagai Direktur Utama (dirut) Telkomsel pertama. Bedanya, sekarang dari luar Telkom.

Selain direktur utama, beberapa direktur pun terjadi pergantian personal. Di mana, Sukardi Silalahi, Posisi Direktur Sales digantikan oleh Ririn Widaryani yang sebelumnya menjabat sebagai EVP Area Jabotabek & Jabar Telkomsel.

Lalu, direktur Network yang semula dijabat Bob Apriawan kini digantikan oleh Iskriyono. Mewakili Singtel, Rachel Goh kembali ke Telkomsel menggantikan Alistair Jhonston sebagai Direktur Marketing.

Berikut jajaran direksi Telkomsel hasil RUPST tahun buku 2018:

Direktur Utama: Emma Sri Martini

Direktur Keuangan: Heri Supriadi

Direktur HCM: Irfan A. Tachrir

Direktur Network: Iskriyono

Direktur Sales: Ririn Widaryani

Direktur Planning & Transformation: Edward Ying

Direktur IT: Bharat Alva

Direktur Marketing: Rachel Goh

(Icha)