spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1191

Spek Huawei Mate 30 Bocor, Tak Lagi Pakai Android?

0

Telko.id, Jakarta – Di akhir tahun ini, Huawei diprediksi akan merilis seri smartphone flagship terbaru mereka, yakni Huawei Mate 30 dan Huawei Mate 30 Pro. Kedua smartphone ini dilaporkan akan menggunakan sejumlah teknologi baru, termasuk sistem operasi pengganti Android.

Dikutip dari Gizmochina, Senin (03/06/2019), smartphone itu bakal berjalan di atas sistem operasi HongMeng OS. Sistem operasi pengganti Android itu dikhususkan Huawei untuk pasar China saja.

Asal tahu saja, ketika Google menghentikan dukungan Android untuk Huawei, CEO Bisnis Konsumen Huawei, Yu Chengdong langsung menegaskan bahwa mereka akan meluncurkan sistem operasi Hongmeng paling lambat Juni 2020 mendatang.

{Baca juga: Huawei Siapkan Sistem Operasi Pengganti Android, Ini Namanya}

Menurut Yu, Hongmeng akan kompatibel dengan semua smartphone, tablet, dan perangkat lainnya. Selain itu, Hongmeng juga kompatibel dengan semua aplikasi Android dan aplikasi web.

Huawei Mate 30 maupun Mate 30 Pro juga akan ditopang juga oleh prosesor terbaru, HiSilicon Kirin 985. Prosesor ini dibangun berdasarkan proses fabrikasi 7nm, yang juga diadopsi oleh Kirin 980.

Ada beberapa teknologi baru yang dibawa prosesor tersebut. Seperti teknologi Extreme Ultraviolet Lithography (EUV), dan juga modem onboard Balong 5000 5G.

Hingga kini, masih belum ada informasi detil soal Mate 30 Series. Tapi dikabarkan, smartphone ini akan diluncurkan pada 22 September mendatang.

{Baca juga: Smartphone Huawei Terancam Tidak Didukung Android Lagi}

Selain bocoran tadi, Mate 30 Series juga rumornya akan mengusung layar OLED berukuran 6,71 inci buatan BOE, yang juga didukung dengan adanya teknologi in-screen fingerprint di dalamnya.

Smartphone ini tetap mengadopsi frame kamera berbentuk persegi, yang menjadi tempat bagi empat kamera utamanya. Mate 30 Series juga akan ditopang oleh baterai berkapasitas 4,200 mAh dengan fast charging 55W. (FHP)

Sumber: Gizmochina

Spek Huawei Mate 30 Bocor, Tidak Pakai Android?

0

Telko.id, Jakarta – Di akhir tahun ini, Huawei diprediksi akan merilis seri smartphone flagship terbaru mereka, yakni Huawei Mate 30 dan Huawei Mate 30 Pro. Kedua smartphone ini dilaporkan akan menggunakan sejumlah teknologi baru, termasuk sistem operasi pengganti Android.

Dikutip dari Gizmochina, Senin (03/06/2019), smartphone itu bakal berjalan di atas sistem operasi HongMeng OS. Sistem operasi pengganti Android itu dikhususkan Huawei untuk pasar China saja.

Asal tahu saja, ketika Google menghentikan dukungan Android untuk Huawei, CEO Bisnis Konsumen Huawei, Yu Chengdong langsung menegaskan bahwa mereka akan meluncurkan sistem operasi Hongmeng paling lambat Juni 2020 mendatang.

{Baca juga: Huawei Siapkan Sistem Operasi Pengganti Android, Ini Namanya}

Menurut Yu, Hongmeng akan kompatibel dengan semua smartphone, tablet, dan perangkat lainnya. Selain itu, Hongmeng juga kompatibel dengan semua aplikasi Android dan aplikasi web.

Huawei Mate 30 maupun Mate 30 Pro juga akan ditopang juga oleh prosesor terbaru, HiSilicon Kirin 985. Prosesor ini dibangun berdasarkan proses fabrikasi 7nm, yang juga diadopsi oleh Kirin 980.

Ada beberapa teknologi baru yang dibawa prosesor tersebut. Seperti teknologi Extreme Ultraviolet Lithography (EUV), dan juga modem onboard Balong 5000 5G.

Hingga kini, masih belum ada informasi detil soal Mate 30 Series. Tapi dikabarkan, smartphone ini akan diluncurkan pada 22 September mendatang.

{Baca juga: Smartphone Huawei Terancam Tidak Didukung Android Lagi}

Selain bocoran tadi, Mate 30 Series juga rumornya akan mengusung layar OLED berukuran 6,71 inci buatan BOE, yang juga didukung dengan adanya teknologi in-screen fingerprint di dalamnya.

Smartphone ini tetap mengadopsi frame kamera berbentuk persegi, yang menjadi tempat bagi empat kamera utamanya. Mate 30 Series juga akan ditopang oleh baterai berkapasitas 4,200 mAh dengan fast charging 55W. (FHP)

Sumber: Gizmochina

Unik, Payung Ini Dilengkapi Kipas dan “Kabut Air”

Telko.id, Jakarta  – Pemanasan global atau global warming menyebabkan bumi semakin panas. Saat ini payung konvensional dianggap kurang efektif untuk menangkal teriknya panas matahari.

Kini ada sebuah payung canggih yang baru saja diluncurkan pada saat musim panas di Jepang. Payung ini mungkin akan menjadi payung masa depan, menggantikan payung konvensional.

Fanbrella diperkenalkan baru-baru ini di tengah musim panas di Jepang, ketika suhunya mencapai 40 derajat. Sekilas, perangkat keren ini tampak seperti payung konvensional, namun ternyata terdapat kipas yang tersembunyi di bawah tenda.

{Baca juga: Netizen Temukan Penampakan Aneh di Foto Ini, Coba Tebak!

Jika kipas masih tidak cukup untuk membuat anda tetap dingin, anda dapat menempelkan botol air ke nozzle untuk menggunakan fungsi semprotan kabut inbuilt di dalam kipas. Payung ini dapat menyemprotkan kabut air halus ke wajah anda.

Semprotan ini juga dioperasikan secara manual, jadi anda bisa memilih kapan dan di mana anda ingin menyemprotkan kabur air yang menyegarkan itu. Sayangnya, fanbrella belum dijual di Indonesia.

 

{Baca juga: Wow! Pria Ini Ciptakan ‘Senjata’ Mirip Jaring Spiderman

Payung canggih ini baru tersedia di Jepang, dan dibanderol dengan harga 5980 yen atau Rp 790 ribu. Untuk sementara, sebaiknya kita bisa mencari mall yang menyediakan AC secara gratis, untuk menghindari terik panas matahari. [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

Microsoft Siapkan Xbox Pass untuk Gamer PC  

Telko.id, Jakarta – Microsoft akan menyediakan layanan berlangganan game Xbox Pass untuk gamer PC.  Saat ini, semua game PC yang merupakan bagian dari Game Pass bisa dimainkan di Xbox dan PC Windows.

Sekarang, Microsoft meluncurkan layanan berlangganan game yang benar-benar baru untuk gamer Windows. Layanan tersebut akan memiliki lebih dari 100 game dari 75 developer. Sekitar 20 game bisa dimainkan di PC melalui Xbox Game Pass.

“Dua tahun lalu, kami meluncurkan Xbox Game Pass di Xbox One. Sejak saat itu, kami mengerti betapa pentingnya kumpulan game yang terkurasi untuk pemain dan developer,” kata Chief Xbox, Phil Spencer, seperti dilansir The Verge.

{Baca juga: Minecraft Mobile Raup Pendapatan Rp 1,5 Triliun}

“Kami meneliti apakah daftar game terkurasi juga sama pentingnya bagi pemain dan developer PC. Kami juga mempertimbangkan pentingnya membawa sesuatu yang baru ke ekosistem PC gaming dan kami bisa melakukannya,” imbuhnya.

Microsoft mendesain layanan sesuai kebutuhan pemain dan developer PC. Dinamai Xbox Game Pass, sama seperti layanan orisinal, tapi ini adalah pengalaman berbeda yang kami kembangkan bersama dengan komunitas PC.

Sayang,belum diketahui game apa saja yang akan tersedia atau berapa harga yang harus dibayar. Game Pass untuk pemain Xbox dihargai USD9.99 atau sekira Rp 140 ribu. Belum diketahui juga kapan Microsoft akan meluncurkan layanan ini.

{Baca juga: 3 Game Gameloft Ini Dapat Dukungan Xbox Live}

Microsoft akan mengumumkan Game Pass untuk PC pada awal tahun depan dalam ajang E3. Mereka telah bekerja sama dengan developer seperti SEGA, kreator Metro Exodus Deep Silver, studio Fallout dan Elder Scrolls Bethesda, dll. [BA/HBS]

Sumber: The Verge 

Apple Batasi Pelacakan Pihak Ketiga di Aplikasi Anak-anak

Telko.id, Jakarta Apple berencana mengumumkan pembatasan baru untuk pelacakan pihak ketiga di aplikasi anak-anak. Dilansir The Verge, informasi mengenai pembatasan ini akan diumumkan pada WWDC 2019.

Pelacakan iklan ini merupakan proses perusahaan pihak ketiga dalam mengumpulkan dan berbagi informasi mengenai kebiasaan penelusuran, telepon, dan lain-lain. Informasi bisa digunakan untuk menargetkan minat pengguna secara khusus.

{Baca juga: Pengguna iPhone Kini Bisa Unduh Aplikasi dan Game Ukuran Besar}

Menurut Joanna Stern dari The Wall Street Journal, aplikasi iOS anak-anak bernama Curious World mengirim informasi mengenai nama, usia, dan buku putranya ke Facebook. Perusahaan mengklaim itu adalah sebuah kesalahan.

Namun, Stern dan rekannya berhasil menemukan pelacak di 79 dari 80 aplikasi iPhone. Ada sejumlah laporan terbaru mengenai seberapa banyak data yang sebenarnya diteruskan dari iPhone ke pihak ketiga.

Geoffrey Fowler di The Washington Post menemukan bahwa aplikasi-aplikasi mengirimkan data ke perusahaan pemasaran pada malam hari saat mereka tidak aktif.

{Baca juga: Remaja Ini Bobol Sistem Apple Demi Lowongan Pekerjaan}

Pada April, Apple menimbulkan kekhawatiran di antara para orangtua dengan melarang aplikasi pemantau apa yang bisa dilakukan anak-anak mereka di telepon. Sekarang mungkin sudah waktunya bagi Apple memperhatikan masalah privasi.

Apple juga sempat memblokir Tumblr dari platform App Store. Hal ini dibenarkan langsung oleh Tumblr, yang menyatakan bahwa masalah tersebut menjadi sumber kenapa aplikasi mereka dihapus dari App Store beberapa saat lalu.

 

Huawei Mulai Kurangi Produksi Ponsel Baru?

Telko.id, Jakarta – Sebagai dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, Huawei kabarnya menurunkan jumlah produksi ponsel baru. Hal itu terungkap berkat informasi dari seorang sumber anonim.

Dikutip Telko.id dari 9to5google, Minggu (2/6/2019), sumber tersebut membeberkan bahwa Foxconn menangguhkan produksi untuk beberapa ponsel setelah perusahaan Huawei menurunkan jumlah pesanan.

Bocoran ini jelas merupakan sinyal bahwa Huawei benar-benar terpapar keputusan AS yang memasukkan Huawei dalam daftar hitam. Bisnis Huawei di luar China, khususnya AS dan Eropa, pun terancam ambruk.

{Baca juga: Dampak Embargo AS, Minat Pelanggan Huawei Menurun}

Beruntung, di tengah prahara yang menerpa, Huawei tetap mempertahankan posisi sebagai vendor ponsel terbesar kedua di dunia. Menurut laporan keuangan kuartal I-2019, Huawei masih menempel ketat Samsung.

Perusahaan riset pasar Gartner Inc melaporkan hasil pengiriman ponsel pada kuartal I-2019, di mana Samsung tetap di urutan pertama dengan 71,62 juta unit. Namun, angka itu turun 1,3 persen dibanding tahun lalu.

Di bawah Samsung, Huawei mencatat penjualan 58,4 juta unit. Pangsa pasar Huawei naik dari 10,5 persen pada kuartal I-2018 menjadi 15,7 persen pada perioda yang sama tahun ini. Huawei melejit di pasar negara Eropa.

{Baca juga: Lawan Embargo, Huawei Menentang Pasal NDAA Amerika Serikat}

Pengiriman ponsel Huawei meningkat 50 persen menjadi 59,1 juta unit pada kuartal I-2019 sehingga berhasil membenamkan Apple di peringkat ketiga. Apple sendiri mengalami penurunan penjualan menjadi 44,56 juta unit. [SN/HBS]

Sumber: 9to5google

Saat Ramadhan, Pengguna Waze Naik 44 Persen, Kemana saja?

0

Telko.id – Ternyata selama bulan puasa tidak menyusutkan aktivitas masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari data yang dimiliki oleh Waze, aplikasi peta perjalanan. Bahkan terlihat pengguna aplikasi sapanjang ramadan ini naik 44% dibandingkan biasanya.

Tak hanya itu, pengguna Waze yang lebih dari 4 juta pengguna aktif di Indonesia pun, berdasarkan data yang ada menghabiskan waktu rata-rata 81 menit per hari di jalan.

Namun, untuk ramadhan lalu lintas diprediksi meningkat hingga 98%, dengan peningkatan sekitar 25% dari waktu biasanya.

Jam  sibuk  biasanya berlangsung  antara pukul 03.00 sore dan 08.00 malam di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Surabaya, Medan, Bandung, dan lainnya. Lalu lintas terpadat muncul pada pukul 05.00 sore, ketika orang mulai meninggalkan rumah atau kantor mereka dengan harapan mereka bisa  mempersingkat  waktu perjalanan hingga ke tujuan atau sekedar hadir tepat waktu untuk berbuka puasa.

Waze Indonesia Country Manager Marlin R Siahaan mengatakan Waze juga mengalami peningkatan jumlah pengguna hingga 26% selama musim Ramadhan. Ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang ingin segera sampai ke rumah atau tempat makan untuk mengejar waku berbuka.

“Mereka cenderung mencari rute alternatif menghindari kemacetan dan Waze adalah pilihan terbaik. Hal ini menjelaskan mengapa kami memiliki banyak Wazer baru selama Ramadan,” kata Marlin seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (1/6/2019).

Berdasarkan data ramadhan tahun lalu, Waze menemukan tiga destinasi utama yang dikunjungi orang Indonesia, yaitu toko serba ada yang menarik 4.1 juta navigasi, restoran dan outlet makanan siap saji dengan 1.5 juta navigasi, dan warung kopi dengan 391.000 navigasi.

Toko serba ada menjadi tujuan terbanyak, karena orang biasanya membeli makanan ringan atau minuman untuk mereka berbuka puasa saat mereka masih berada di jalan. Restoran siap saji dan warung kopi juga menjadi destinasi populer karena dengan banyaknya cabang dan outlet tersebar di seluruh kota mudah untuk didatangi. Selanjutnya, outlet dengan layanan drive-through terbukti lebih praktis bagi pengemudi.

Marlin juga memprediksi pengguna Waze akan kembali meningkat di momen jelang Idul Fitri karena banyak dimanfaatkan oleh para pemudik yang mencari rute tersingkat untuk sampai di kampung halamannya. Selain itu, banyak juga yang menggunakan Waze untuk mencapai lokasi wisata.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, navigasi pada aplikasi Waze umumnya meningkat selama Idul Fitri, dimana orang-orang mengambil manfaat pergi “mudik” atau berkendara ke tujuan wisata,” tambahMarlin.

Soal konsumsi bahan bakar pun meningkat akibat bertambahnya orang yang bepergian. Mendekati Hari Idul Fitri merupakan waktu tersibuk pom bensin yang disebabkan oleh budaya “mudik” di Indonesia, bahan bakar lebih banyak dibutuhkan untuk perjalanan jauh, banyak orang pulang kampung atau pergi liburan.

Berdasarkan data tahun lalu, terjadi pengingkatan navigasi hingga 87% di Medan, 62% di Semarang, 42% di Surabaya, 34% di Bandung, dan 20% di Jakarta. Angka tertinggi muncul di Medan diakibatkan oleh kurangnya infrastruktur transportasi umum di kota tersebut.

Sebaliknya, kilometer berkendara tertinggi  Wazer (para pengguna Waze)  terjadi di Semarang (148%), diikuti Surabaya (95%), Bandung (53%), Medan (48%), dan Jakarta (25%).  “Hal ini terjadi karena orang diharuskan mengemudi lebih jauh dari segi jarak di Semarang,” ucap Marlin. (Icha)

 

Spotify Bakal Bisa Dengarkan Musik Berbarengan

Telko.id, Jakarta Spotify bakal menghadirkan fitur baru yang bisa dipakai oleh para pengguna untuk mendengarkan musik secara bersama-sama. Fitur tersebut bernama Social Listening.

Keberadaan fitur Social Listening di Spotify diungkap oleh blogger kondang Jane Manchun Wong, Katanya, fitur itu belum dirilis dan sedang diuji kerentanan keamanannya secara internal.

Ia menyebut, Social Listening bisa diakses dengan cara memindai kode unik atau tautan. Dengan demikian, seperti dilansir TechRadar, para pengguna bisa mendengarkan musik berbarengan.

{Baca juga: Fitur Spotify Ini Cocok untuk yang Suka Ketiduran}

Manakala fitur Social Listening sudah aktif, bakal muncul daftar di menu Already Connected.  Kemudian, Now Playing UI akan menunjukkan erapa banyak teman yang mendengarkan musik.

Dikutip Telko.id, Minggu (2/6/2019), fitur Social Listening baru erfungsi untuk para teknisi Spotify. Kabar mengungkap bahwa fitur tersebut akan hadir perdana di beberapa negara tertentu.

Belum lama ini, Spotify untuk Android menghadirkan fitur Sleep Timer atau pengatur waktu tidur. Fitur itu cocok bagi pengguna yang suka tertidur sambil mendengarkan musik via Spotify.

{Baca juga: Spotify Uji Coba Fitur Storyline untuk Musisi, Seperti Apa?}

Fitur Sleep Timer di Spotify sebenarnya sudah cukup lama hadir di perangkat berbasis iOS. Entah kenapa fitur tersebut baru sekarang bisa tersedia untuk perangkat bersistem operasi Android.

Fitur Sleep Timer memungkinkan pengguna untuk menghentikan pemutaran musik setelah lima menit hingga satu jam setelahnya. Pengguna pun tak lagi perlu menggunakan aplikasi pihak ketiga. [SN/HBS]

Sumber: Techradar

Aplikasi “Peta Jelajah Nusantara” Permudah Pemudik Pulang Kampung

0

Telko.id – XL Axiata bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) meluncurkan aplikasi navigasi digital “Peta Jelajah Nusantara”.  Aplikasi ini dibangun sebagai sarana pemandu bagi masyarakat yang melakukan perjalanan darat di wilayah Indonesia dengan sejumlah fitur yang memudahkan pengguna menemukan rute perjalanan dan berbagai informasi yang paling dibutuhkan.

“Peta navigasi digital sudah menjadi kebutuhan masyarakat pengguna jalan secara umum. Peta dalam lembaran tercetak sudah mulai ditinggalkan karena peta peta digital memang lebih fleksibel dalam penggunaannya, berbagai informasi juga bisa dimasukkan tanpa khawatir dengan ruang yang tersedia. Kementerian Perhubungan mengapresiasi kerjasama dengan XL Axiata dan instansi pemerintah lainnya untuk pembangunan aplikasi Peta Jelajah Nusantara ini. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan saat peluncuran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menambahkan, aplikasi Peta Jelajah Nusantara sengaja diluncurkan bertepatan pada masa mudik lebaran untuk menambah referensi masyarakat yang membutuhkan sarana navigasi untuk pulang ke kampung halaman atau sekadar mengisi liburan panjang.

Yang membedakan aplikasi ini dengan aplikasi navigasi yang sudah ada adalah sejumlah informasi tambahan yang dibutuhkan selama perjalanan, seperti keberadaan dan info mengenai posko mudik, posko kesehatan, terminal hingga informasi mengenai area rawan kecelakaan dan jalur alternatif.

Pada kesempatan yang sama, Rudy Afandi, Chief Human Capital XL Axiata, menyebut bahwa aplikasi Peta Jelajah Nusantara merupakan hasil tindak lanjut dari kerjasama kedua pihak dalam digitalisasi informasi layanan Kemenhub kepada masyarakat.

Menurutnya, XL Axiata siap untuk mendukung upaya pengembangannya lebih lanjut. Masih perlu penyempurnaan untuk aplikasi ini agar lebih kaya dengan informasi dan data yang dibutuhkan pengguna jalan.

“Kami melihat banyak hal positif jika suatu aplikasi navigasi ini dibuat oleh pemerintah. Sebagai pengelola dan pembuat kebijakan atas layanan transportasi, maka tentunya banyak informasi yang bisa dituangkan dalam aplikasi Peta Jelajah Nusantara ini. Misalnya mengenai peraturan dan tata tertib berkendara, kondisi jalan, potensi gangguan yang terjadi karena misalnya ada perbaikan jalan, daerah rawan bencana, hingga jalur alternatif,” lanjut Rudy.

Informasi dan data yang tersaji di dalam aplilkasi Peta Jelajah Nusantara merupakan data resmi yang ter-update dari sejumlah instansi yang terkait dengan pelayanan transportasi (Kemenhub), Kesehatan (Kementerian Kesehatan), sarana dan prasarana jalan (Bina Marga, Kementrian PUPR), serta keamanan dan ketertiban (Korlantas Polri).

Untuk kebutuhan mudik Lebaran 2019, informasi yang tersaji di dalam aplikasi Peta Jelajah Nusantara adalah navigasi jalur mudik di semua wilayah tujuan mudik di seluruh Indonesia. Peta navigasi yang tersaji terhubung dengan aplikasi Google Map. Masyarakat luas bisa secara mudah mendapatkan aplikasi ini dari Google Play Store untuk smartphone Android.

Selanjutnya informasi keberadaan posko-posko di sepanjang jalur utama, termasuk posko informasi jalan, posko mudik, posko kesehatan, juga terminal bus. Selain letak posko, pengguna juga bisa mengetahui nama dan nomor kontak petugas di setiap posko.

Kemudian juga ada informasi pengaturan jalur lalu lintas, misalnya jalur satu arah, ganjil genap, dan jalur alternatif. Demi keamanan dan keselamatan pelanggan, aplikasi Peta Jelajah Nusantara juga dilengkapi dengan informasi mengenai letak titik-titik  rawan kecelakaan di jalur mudik. Dengan pengaturan, pengguna akan bisa mendapatkan notifikasi setiap mencapai daerah titik rawan kecelakaan sejak radius 2,5 km.

XL Axiata berkomitmen untuk terus membantu Kementerian Perhubungan dan sejumlah instansi pemerintah lainnya dalam memaksimalkan layanan penyampaikan informasi kepada masyarakat luas.  Kerjasama XL Axiata dengan Kemenhub sudah terjalin sejak Maret 2018 untuk berbagai program layanan kepada masyarakat. (Icha)

 

 

Seperti Inikah Ponsel Lipat Sony Bernama Xperia F?

0

Telko.id, Jakarta – Ada rumor yang menyebut bahwa saat ini Sony sedang menggarap ponsel layar lipat. Ponsel berlayar fleksibel buatan Sony kabarnya bakal hadir mengusung nama Xperia F.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Minggu (2/6/2019), Sony kemungkinan besar baru akan merilis Xperia F pada 2020 mendatang. Spesifikasi ponsel tersebut telah bocor meski tak lengkap.

Ponsel layar lipat Sony dinamai Xperia F lantaran merujuk kepada istilah Foldable. Layar fleksibelnya OLED buatan Samsung. Layar itu kabarnya sama persis dengan yang dipakai di ponsel Galaxy Fold.

{Baca juga: 5 Smartphone Lipat yang Diperkenalkan Tahun Ini}

Sony juga disebut bakal tetap menggunakan kualitas layar yang tinggi. Rasio aspeknya 21:9, mirip Xperia 1. Menariknya, ponsel lipat buatan Sony bakal menawarkan koneksi internet jaringan 5G.

Awal 2019 lalu, Sony membuat terobosan baru lewat Xperia 1. Ponsel itu mengusung layar ukuran besar dengan aspek rasio 21:9, yang biasa digunakan dalam pembuatan film blockbuster.

Xperia 1 diperkenalkan Sony pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol. Layarnya berjenis HDR OLED berukuran 6,5 inci dengan mengadopsi teknologi seri TV Sony Bravia.

{Baca juga: Selain Ponsel, Samsung Juga Bikin Laptop Layar Lipat}

Sony Xperia 1 juga andal menangkap foto dan rekam video 4K dalam rasio 21:9. Tiga kamera utamanya beresolusi 12MP lensa wide-angle, lena telephoto 52mm, dan lensa superwide 16mm. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo