spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1186

Bikin Gemas, Konsep Robot Ini Mirip Baymax di Big Hero 6

Telko.id, Jakarta – Para ilmuwan sedang mencoba merancang robot dengan konsep mirip karakter Baymax yang populer di film Big Hero 6. Mereka ingin mengubah imej robot yang keras dan kaku, dengan mencoba mengembangkan robot lunak dengan bahan dasar yang fleksibel.

Maklum, selama ini sebagian besar robot masih terkesan keras dan kaku. Mayoritas robot memang terbuat dari logam, yang diyakini lebih awet dan kuat.

Seperti dilansir Ubergizmo, selain menggunakan bahan fleksibel, robot lunak ini pun ditenagai oleh tenaga yang bukan berasal dari listrik, tapi tekanan udara.

{Baca juga: Ford Bikin Robot Pengirim Barang, Ini Penampakannya}

Memang, penciptaan robot lunak di dunia bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Telah banyak inovasi terkait hal itu. Cuma bedanya, robot lunak buatan peneliti dari Harvard tersebut punya pengoperasian lebih sederhana.

Dikutip Telko.id, Sabtu (08/06/2019), robot lunak buatan peneliti Harvard tak butuh banyak kabel. Sistem yang diterapkan pun sederhana. Dengan tenaga berupa tekanan udara, robot tersebut memiliki desain sangat minimalis.

Sistem kerjanya, udara akan terpompa melalui lubang pipa di kaki robot. Pipa-pipa itu mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ukuran yang berbeda berguna untuk menentukan cara reaksi pipa terhadap tekanan udara.

{Baca juga: Robot Ini Berikan Sensasi Bermain Game VR}

Peneliti Harvard mengklaim, desain tersebut sangat ideal untuk robot yang tidak memungkinkan pemakaian kabel untuk pengoperasiannya. Sebagai misal robot di ruang angkasa atau robot untuk misi pencarian dan penyelamatan.

Belum lama ini, ada pula robot yang menawarkan sensasi berbeda bagi para pencinta game pertarungan Augmented Reality (AR). Robot itu bisa bertarung dengan manusia di kehidupan nyata saat bermain game Virtual Reality. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Hore! Podcast Obama akan Hadir di Spotify

Telko.id, JakartaPodcast Obama di Spotify segera hadir. Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, bersama sang istri, Michelle Obama, bekerja sama dua tahun dengan Spotify untuk memproduksi podcast eksklusif.

Seperti dikutip Telko.id dari Slashgear, Sabtu (08/06/2019), Obama beserta istri dan anak-anaknya akan memproduksi sekaligus merekam suara untuk Spotify. Hasil produksi bakal didistribusikan ke seluruh dunia.

Dalam menjalin kemitraan, Spotify berkolaborasi dengan perusahaan produksi Obama bernama Higher Ground. Sebelumnya, Obama dan Netflix juga mengumumkan kerja sama selama dua tahun terkait produksi film dan dokumenter.

{Baca juga: Spotify Bakal Bisa Dengarkan Musik Berbarengan}

Spotify sebagai layanan streaming musik terbesar dunia dengan jumlah pengguna aktif mencapai 217 juta per bulan betugas mendistribusikan rekaman suara eksklusif Obama dan keluarga kepada pendengar di seantero jagat.

Dalam lima tahun terakhir, podcast menjadi bisnis menggiurkan dengan aneka konten, meliputi kriminal, berita terkini, politik, hingga komedi. Di Amerika Serikat, pendengar podcast naik 35 persen dalam tiga tahun terakhir.

{Baca juga: Podcast jadi Fokus untuk Tingkatkan Jumlah Pengguna Spotify}

Sayang, belum diketahui topik apa yang akan diangkat di podcast ala Obama dan keluarga. Demikian pula waktu peluncurannya. Yang jelas, Obama yakin podcast versinya akan menawarkan kesempatan untuk membuat dialog produktif.

Tak hanya itu, Obama percaya bahwa rekaman suara versinya bakal membuat orang-orang tersenyum sekaligus terhibur. Kendati demikian, podcast Obama dan keluarga akan membuat orang berpikir, dan menjadi semakin dekat. (SN/FHP)

Sumber: Slashgear

YouTube Semangat Bantai Konten Diskriminatif

Telko.id, Jakarta – YouTube melakukan inovasi baru guna membatasi konten diskriminatif dan konten palsu. Caranya, dengan menghapus lebih banyak channel ekstremis dan memberi penghargaan kepada kreator terpercaya.

YouTube memberlakukan kebijakan baru terkait hal itu setelah berkonsultasi dengan para pakar ekstremisme, supremasi, dan kebebasan berbicara. Bagi YouTube, keterbukaan platform sangat membantu kreativitas dan akses informasi.

“Menjadi tanggung jawab kami untuk melindungi hal-hal tersebut. Kami mencegah penggunaan platform untuk menghasut kebencian, pelecehan, diskriminasi, dan kekerasan,” terang YouTube, dikutip Telko.id dari UPI, Sabtu (08/06/2019).

{Baca juga: YouTubers Ini Siap Bantu Program Diet Kamu, Tertarik?}

Pada 2017 lalu, YouTube mencoba membatasi tampilan konten supremasi dengan tidak mengizinkan video untuk dibagikan. YouTube juga membatasi komentar dan rekomendasi. Karenanya, YouTube ingin mempertahankan komitmen itu.

Mulai saat ini, YouTube akan melarang video yang menyatakan bahwa satu kelompok lebih baik dari lainnya atau menyarankan pemisahan berdasarkan kualitas seperti usia, jenis kelamin, ras, kasta, agama, orientasi seksual, atau status veteran.

{Baca juga: Duh! YouTuber Ini Dibui 15 Bulan Gara-gara “Prank Oreo”}

YouTube bakal pula melarang konten yang menyangkal peristiwa bersejarah yang terdokumentasi secara baik seperti penembakan Sekolah Dasar Holocaust dan Sandy Hook. YouTube pun berencana membatasi penyebaran konten tak masuk akal.

Sekarang, YouTube sedang melakukan uji coba pembaruan platform. YouTube menemukan jumlah konten tak layak dari hasil rekomendasi turun 50 persen. YouTube berjanji akan menangguhkan kanal yang kerap menyerukan kebencian. (SN/FHP)

Sumber: UPI

Ada Fitur Jadul Samsung di Android Q, Seperti Apa?

Telko.id, Jakarta – Ada “fitur lawas” Samsung dan Motorola yang dihadirkan Google di sistem operasi Android Q. Fitur itu adalah Screen Attention, seperti apa?

Dikutip dari XDA Developers, seperti dilansir Telko.id pada Sabtu (08/06/2019), fitur tersebut pada awalnya bernama Adaptive Sleep di Android Q Beta 3.

Fitur ini menggunakan kamera depan smartphone untuk mengetahui apakah pengguna sedang melihat layar atau tidak.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Ini 3 Fitur Baru Paling Menarik di Android Q}

Apabila terdeteksi sedang melihat layar, maka layar akan tetap menyala. Sebaliknya, jika tidak melihat layar, maka layar smartphone otomatis akan mati.

Seperti familiar dengan fitur ini? Ya, karena fitur Screen Attention mirip dengan fitur Smart Stay ala Samsung atau Attentive Display ala Motorola, yang secara efektif membuat baterai smartphone jauh lebih tahan lama.

{Baca juga: Ini Smartphone Xiaomi dan Nokia yang Adopsi Android Q}

Bagi pengguna yang telah memiliki Android Q Beta 4, cara mengaktifkan fitur ini cukup mudah. Akses saja SettingsDisplayScreen Attention. Dilaporkan, Google juga sedang mempertimbangkan untuk menyediakan Screen Attention untuk sebagian besar smartphone, tidak terbatas hanya seri Google Pixel saja.

Versi stabil dari Android Q sendiri akan dirilis pada Agustus atau September 2019 mendatang. Google pun akan merilis beberapa pembaruan Android Q Beta ke lebih banyak smartphone selain Pixel, beberapa di antaranya adalah Nokia 8.1, Xiaomi Mi 9, dan Xiaomi Mi Mix 3 5G. (FHP)

Sumber: phoneArena

Lebih Mahal! Segini Harga Resmi Xiaomi Mi Band 4

0

Telko.id, Jakarta – Wearable ala Xiaomi, Mi Band 4 memang akan diluncurkan di tahun ini. Namun, meski perangkat ini belum dirilis, Mi Band 4 nyatanya sudah dijual duluan di salah satu e-commerce lewat skema pre-order.

Dikutip dari Gizmochina, Sabtu (08/06/2019), pre-order dilakukan oleh salah satu penjual bernama Mr. Carl di situs AliExpress. DI sana, harga Mi Band 4 mencapai USD 49,99 atau setara Rp 710 ribuan.

Harga tersebut terbilang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga Mi Band 3 di Indonesia yang mencapai Rp 499 ribuan.

{Baca juga: Xiaomi Patenkan Teknologi “Kamera di Layar”}

Suksesor Mi Band 3 ini sendiri akan memiliki dua varian yang berbeda, yaitu versi dengan NFC dan versi tanpa NFC.

Nah, perangkat yang dijual di AliExpress ini merupakan versi tanpa NFC dengan strap berwarna hitam, mirip dengan seri Mi Band yang diluncurkan sebelumnya.

{Baca juga: Unik! Powerbank Xiaomi Ini Bentuknya Mirip Alat Makeup}

Secara spesifikasi, perangkat tersebut akan memiliki layar berjenis OLED, dan ditopang oleh baterai berkapasitas 135 mAh. Perangkat pemantau kesehatan tersebut juga telah mendukung teknologi berbasis Bluetooth 5.0 untuk menunjang konektivitas antara perangkat dengan smartphone.

Perangkat wearable ini dipastikan akan dirilis pada 11 Juni mendatang di China. Sayang, belum diketahui kapan Xiaomi benar-benar akan menjualnya di pasar luar China atau global. (FHP)

Sumber: Gizmochina

Sistem Operasi Huawei, HongMeng OS akan Meluncur Tahun Ini

Telko.id, Jakarta – Huawei memastikan akan merilis sistem operasi sendiri di tahun ini. Sistem operasi dilaporkan akan memiliki dua nama resmi, yaitu “HongMeng OS” dan “Oak OS”.

Melansir dari Global Times, seperti dikutip pada Sabtu (08/06/2019), HongMeng OS akan dikhususkan Huawei untuk smartphone yang beredar pasar China saja, dan Oak OS akan tersedia untuk smartphone di pasar lainnya.

Sistem operasi tersebut kemungkinan besar akan diluncurkan secara resmi pada kuartal-3 tahun 2019 atau sekitar September mendatang.

Laporan ini dikonfirmasi langsung oleh Head of Consumer Business Huawei, Richard Yu. Menurutnya, HongMeng OS memang akan dirilis pada tahun ini sekitar bulan Agustus atau September mendatang.

Sebelumnya, Huawei sempat mengajukan aplikasi merek dagang ke EUIPO (European Unikon Intellectual Property Office). Perusahaan asal China ini mengajukan beberapa nama untuk sistem operasi buatannya, yaitu Huawei ARK OS, Huawei ARK, ARK, dan ARK OS.

Sistem operasi Huawei ini sendiri merupakan “pengganti” dari Android OS. Asal tahu saja, smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Android di masa mendatang, karena Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

Keputusan ini membuat perusahaan terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk softwarehardware dan sistem operasi, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source. (FHP)

Punya “Tompel”, Begini Bocoran Desain Galaxy Note 10 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Bocoran desain versi Pro dari Samsung Galaxy Note 10 bocor. Smartphone ini bakal mengusung desain “tompel” alias lubang kamera yang terlihat cukup unik, dan mengadopsi teknologi empat kamera utama sebagai daya tariknya.

Melansir dari GSMArena, Sabtu (08/06/2019), desain render dari Samsung Galaxy Note 10 Pro ini dibocorkan oleh situs OnLeaks.

Terlihat, Galaxy Note 10 Pro memiliki desain yang sama dengan versi standar Note 10. Yang jadi pembeda adalah, konfigurasi kamera dan ukuran layarnya.

{Baca juga: Bocoran 5 Warna Samsung Galaxy Note 10, Ada Red!}

Note 10 memiliki tiga kamera utama, sedangkan versi Pro menggunakan empat kamera utama. Note 10 Pro punya lensa tambahan berupa lensa 3D ToF (Time of Flight), dan konfigurasinya mirip-mirip dengan Galaxy S10 5G.

Untuk ukuran layar, Pro memiliki layar berukuran 6,75 inci, sementara versi standar hanya punya layar 6,3 inci saja. Resolusi keduanya sama, namun karena perbedaan ukuran, maka kapasitas baterainya pun juga akan berbeda kapasitasnya.

Sebelumnya dilaporkan kalau Samsung akan menyematkan teknologi fast charging super cepat untuk Galaxy Note 10. Suksesor Note 9 itu akan megusung teknologi fast charging 45W.

Kecepatannya bahkan 3 kali lipat dari Note 9 yang hanya mengadopsi fast charging 15W untuk mengisi daya baterainya yang berkapasitas 4,000 mAh.

{Baca juga: Fast Charging Galaxy Note 10 Lebih Cepat dari P30 Pro}

Apabila dibandingkan dengan fast charging dari smartphoneterbaru seperti Huawei P30 Pro, kecepatan Note 10 pun lebih cepat. Sebab, jagoan Huawei ini hanya mengusung teknologi 40W untuk mengisi baterainya yang berkapasitas 4,200 mAh.

Seluruh seri Samsung Galaxy Note 10 diprediksi akan melenggang secara resmi pada Agustus mendatang. Sayang, Samsung belum memberikan teaser resmi soal phablet premium ini. (FHP)

Trafik Layanan Data Telkomsel Melonjak 12,3% Selama Lebaran

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data tertinggi pada H-1 Lebaran tahun ini menjadi 19,30 Petabyte atau meningkat 12.3% jika dibandingkan dengan trafik layanan data pada hari normal. Dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, trafik layanan ini mengalami kenaikan sekitar 49,8%, dengan rata-rata lonjakan tertinggi terjadi di antara pukul 00:00 hingga 06:00, atau pada saat sahur.

Diungkapkan Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, pihaknya sangat bersyukur karena dapat melayani pelanggan dan masyarakat dengan baik mulai dari awal Ramadan hingga puncak Lebaran.

{Baca juga: 7.000 Pelanggan Mudik Bareng Telkomsel Gratis}

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami menyadari tingginya minat pelanggan untuk memanfaatkan jaringan Telkomsel sehingga kualitas, kapasitas, dan jangkauan jaringan tetap kami optimalkan hingga berakhirnya masa libur Lebaran dan seterusnya sehingga pelanggan bisa selalu berkomunikasi dengan nyaman,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (7/6/2019).

Wilayah dengan kenaikan trafik layanan data tertinggi adalah Jawa Tengah dengan peningkatan 44,0% dibandingkan hari normal, diikuti wilayah Jawa Barat (sebesar 31,2%) dan Jawa Timur (sebesar 26,9%). Sementara beberapa lokasi yang tercatat mengalami peningkatan yang signifikan adalah Exit Tol Pejagan, Pompa Bensin Gentong Tasikmalaya, Rumah Makan Lestari Banjarnegara, Bandara Adi Soemarmo dan Rest Area Adiwerna km 287 Tegal.

Lonjakan serupa juga terjadi di lokasi-lokasi wisata yang dipadati pengunjung, diantaranya Pantai Tirtamaya Indaramayu, Pantai Santolo Garut, Rekreasi Kota Bunga Puncak, Rekreasi Pangandaran – Batu Keras dan Taman Wisata Linggarjati Kuningan.

Secara umum, kontribusi tertinggi penggunaan layanan data berasal dari pelanggan yang beraktivitas di media social mencapai 30,4 %. Pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk menyaksikan film atau video secara streaming dengan kontribusi sebesar 28,7%. Sementara itu, komunikasi berbasis teks, serta panggilan suara dan panggilan video melalui aplikasi pesan instan memberikan andil sekitar 15,7 % terhadap penggunaan layanan data.

{Baca juga: Ganjot Adopsi 4G, Telkomsel Gandeng Mitra Devices}

“Untuk memberikan pengalaman pelanggan dalam menggunakan layanan data yang lebih cepat dan stabil, kami tidak hanya memperluas layanan 4G LTE ke lebih 500 Ibu Kota/Kabupaten, dengan jaringan 4G Telkomsel, pelanggan juga dapat download, upload ataupun sharing berbagai jenis konten dalam file besar seperti foto, video, games, aplikasi dan lain sebagainya dengan lebih baik,” lanjut Denny.

Pada layanan video streaming, salah satu kontributor meningkatnya konsumsi kuota data adalah aktivitas pelanggan yang menyaksikan streaming melalui aplikasi Youtube. Khusus layanan media sosial kontributor meningkatnya konsumsi kuota data didominasi aktivitas pelanggan pada aplikasi Facebook dan Instagram.

Sementara itu, beberapa ragam aplikasi lain yang menjadi favorit pelanggan selama periode Lebaran tahun ini adalah Google Service yang memiliki andil terhadap penggunaan layanan data Telkomsel sebesar 7,7%, diikuti Mobile Legend dan TikTok masing-masing sebesar 1,1%.

Untuk layanan suara dan SMS, dibandingkan dengan trafik pada hari normal, trafik layanan suara mengalami penurunan sebesar -14,9% menjadi 1.05 miliar menit, hal yang sama juga terjadi dalam trafik layanan SMS yang mengalami penurunan sebesar -3,7% menjadi 531 juta SMS.

Dari sisi kualitas layanan, tingkat keberhasilan koneksi data, pengiriman SMS, dan panggilan suara masing-masing mencapai  99,69%, 99,70%, dan 98,52% yang berarti secara umum pelanggan dapat menikmati layanan komunikasi dengan lancar.

Untuk mengantisipasi tingginya peggunaan layanan komunikasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2019, sejak jauh-jauh hari Telkomsel menggelar berbagai persiapan dari sisi infrastruktur maupun produk dan layanan. Telkomsel telah melakukan perluasan cakupan, penambahan kapasitas, dan peningkatan kualitas jaringan, terutama di 557 titik strategis di jalur mudik dan lokasi wisata utama (point of interest), yang meliputi Bandar Udara, Terminal Bus, Stasiun Kereta, Dermaga, Rumah Sakit, Area Padat Populasi, Pasar Tradisional, dan Mal.

Beberapa aktivitas kesiapan infrastruktur yang dilakukan Telkomsel antara lain membangun 10.000 BTS multiband LTE, mengoperasikan 70 mobile BTS, menambah kapasitas gateway internet 15% dari kapasitas existing menjadi 4.700 Gbps, menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa.

 

Susul AS dan Rusia, China Luncurkan Roket dari Laut

Telko.id, Jakarta – Pemerintah China meluncurkan roket Long March 11 dari pusat peluncuran di kapal yang berada di Laut Kuning. Negara ini pun untuk kali pertama berhasil melepaslandaskan roket ke luar angkasa dari tengah laut.

Di kapal tersebut, seperti dikutip Telko.id dari TechCrunch, Jumat (7/6/2019), terdapat setidaknya tujuh roket. Dimana lima di antaranya untuk penggunaan komersil, sedangkan dua lain membawa kargo eksperimen guna keperluan riset luar angkasa.

Dengan peluncuran itu, China menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Rusia yang mampu meluncurkan roket dari laut. Bahkan, China adalah satu-satunya negara yang bisa meluncurkan roket menggunakan sarana milik sendiri.

{Baca juga: Jepang Berhasil Luncurkan Roket Komersil ke Luar Angkasa}

Perlu diketahui bahwa platform Sea Launch yang digunakan oleh Amerika Serikat dan Rusia merupakan hasil kerja sama dari beberapa negara, termasuk Norwegia dan Ukraina. Platform itu berhenti beroperasi pada 2014.

April 2019 lalu, China berhasil mengirim satelit data relai yang dikembangkan sendiri ke luar angkasa dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di barat daya Provinsi Sichuan. Satelit Tianlian II-01 di atas roket pembawa Long March-3B.

{Baca juga: China Kirim Satelit Data Relai ke Luar Angkasa}

Peluncuran tersebut merupakan kali pertama dari satelit pelacakan. Relai data generasi kedua China akan menyediakan layanan seperti data, pengukuran dan kontrol, serta transmisi ke pesawat ruang angkasa berawak.

Dibanding sang pendahulu, sistem Tianlian I, sistem satelit relai generasi baru akan meningkat secara signifikan dalam hal perencanaan misi, manajemen sistem, maupun implementasi tugas. Laju transmisi datanya lebih maju. [SN/IF]

Asyik! Ada Facebook Avatar untuk Messenger dan News Feed

Telko.id, Jakarta Facebook merilis fitur baru untuk menyaingi Bitmoji di Snapchat. Fitur yang diberi nama Facebook Avatar ini akan tersedia untuk pertama kalinya bagi para pengguna di Australia.

Dikutip Telko.id dari TechCrunch, Jumat (7/6/2019), Facebook Avatar bisa digunakan di layanan Messenger dan komentar di News Feed. Para pengguna di seluruh dunia bisa mengaksesnya pada akhir 2019.

Facebook Avatar memiliki tombol berikon senyum di bagian komentar News Feed dan stiker Messenger. Cukup menekannya, para pengguna bisa menciptakan Facebook Avatar sesuai keinginan.

{Baca juga: Facebook dan WhatsApp Bakal Tarik Dukungan dari Ponsel Huawei}

Sayang, untuk sementara belum tersedia opsi untuk menciptakan Avatar dengan cara selfie atau mengambil foto profil. Menariknya, Facebook tidak menghadirkan fitur ini untuk dimonetisasi alias mencari uang.

Ke depan, fitur Facebook Avatar akan memungkinkan pengguna untuk menggunakan Avatar sebagai foto profil atau dikirimkan via layanan Group.  Meski demikian, Facebook belum memastikan kapan kemampuan itu bakal hadir.

{Baca juga: Mirip Facebook, Instagram Juga Punya Fitur Penghemat Data}

Baru-baru ini, Facebook dilaporkan sedang berinovasi untuk efektivitas pelaporan bug. Lewat pembaruan aplikasi, jejaring sosial ini memungkinkan pelaporan bug dengan cara menggetarkan ponsel pengguna.

Nantinya, Facebook juga akan menghadirkan menu popup yang berfungsi untuk mengirim laporan bug dari para pengguna. Inovasi itu konon bakal hadir untuk semua perangkat bersistem operasi iOS maupun Android. [SN/IF]