spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1184

Lagi, Google Maps “Pinjam” Fitur Andalan Waze

Telko.id, Jakarta – Google sepertinya berencana untuk menyatukan dua aplikasi navigasi mereka, yakni Google Maps dan Waze. Sebab, kini raksasa pencarian itu akan menghadirkan fitur baru di Google Maps yang sebenarnya telah hadir di Waze, yaitu penunjuk kecepatan kendaraan.

Asal tahu saja, Google Maps dan Waze adalah dua aplikasi navigasi Google yang sepenuhnya terpisah, namun memiliki fitur dan fungsi yang hampir sama.

Dilansir dari Ubergizmo, Minggu (09/06/2019), dengan hadirnya fitur untuk menampilkan kecepatan kendaraan, maka pengguna akan melihat seberapa cepat mereka mengemudi sambil mendapatkan navigasi ke lokasi tujuan.

{Baca juga: Rumah Prabowo Berubah Jadi “Istana Presiden Republik Kertanegara”}

Sayangnya, fitur ini belum tersedia untuk semua pengguna di seluruh dunia.

Itu karena, sejauh ini, hanya Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Republik Ceko, Portugal, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat yang akan mendapatkan fitur tersebut. Tapi jangan khawatir, karena raksasa pencarian ini berjanji akan menghadirkannya ke negara lain.

{Baca juga: Fitur Waze di Google Maps Hadir di 40 Negara, Indonesia Kebagian Gak?}

Fitur ini sendiri akan sangat cocok bila disandingkan dengan fitur Google Maps lainnya, yaitu peringatan batas kecepatan serta lokasi radar tetap yang hadir di lebih dari 40 negara.

Fitur yang hadir di aplikasi untuk Android dan iOS ini bakal menunjukkan tanda batas kecepatan di sudut bawah Maps, sedangkan perangkap radar dan foto radar muncul sebagai ikon di jalan virtual. (BA/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Mau Piknik ke Luar Angkasa? Segini Biaya per Malamnya

Telko.id, Jakarta – Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengumumkan rencana untuk membuka paket piknik ke ISS atau Stasiun Luar Angkasa Internasional bagi para turis pada 2020 mendatang.

Misi komersial itu bakal berlangsung selama 30 hari, dengan estimasi biaya total mencapai USD 59 juta atau sekira Rp 839 miliar. Calon peserta plesiran bakal melakukan aktivitas komersial dan pemasaran selama berada di orbit.

Dilansir LiveScience, biaya akomodasi per malam ke ISS dipatok USD 35.000 atau Rp 498 juta per turis. Jika terdapat cukup permintaan, NASA bakal menyediakan dua perjalanan komersial selama setahun.

{Baca juga: Susul AS dan Rusia, China Luncurkan Roket dari Laut}

Dikutip Telko.id, Minggu (09/06/2019), calon astronot bakal diberangkatkan ke markas NASA. Mereka wajib memenuhi standar kesehatan ketat. NASA menjelaskan, tawaran penerbangan komersial ke luar angkasa merupakan upaya untuk bisa mandiri secara finansial.

Astronot Christina Koch yang berbicara dari ISS menyebut, piknik ke antariksa yang ditawarkan NASA bakal menjadi pengalaman menyenangkan yang memiliki nilai unik untuk penelitian, pengembangan, dan teknologi.

{Baca juga: Bezos Pamer Blue Moon, Pengangkut Bahan Bangunan ke Bulan}

ISS bukan properti milik NASA. ISS dibangun bersama Rusia mulai 1998. Negara-negara lain berpartisipasi dalam misi dan pengiriman astronot. Namun, AS telah membayar dan mengendalikan sebagian besar modul ISS.

Plesiran ke ISS pernah dilakukan pada 2001 silam. Ketika itu, seorang pengusaha AS bernama Dennis Tito membayar USD 20 juta atau sekitar Rp 280 miliar kepada Rusia supaya bisa “jalan-jalan” ke luar angkasa. (SN/FHP)

Sumber: Live Science

Catat! Ini Game yang Bisa Dimainkan di Google Stadia

Telko.id, Jakarta – Maret lalu, Google membuat kejutan dengan memperkenalkan Google Stadia. Itu merupakan layanan streaming game, yang memungkinkan pengguna untuk memainkan game tertentu tanpa harus meng-install-nya.

Sekarang, raksasa pencarian ini mengungkapkan daftar game apa saja yang bisa dimainkan di Stadia.

Dilansir dari The Verge, Minggu (09/06/2019), game tersebut adalah Bandai Namcp – Dragon Ball Xenoverse 2, Bethesda – DOOM Eternal, DOOM 2016, Rage 2, The Elder Scrolls Online, Wolfenstein: Youngblood.

{Baca juga: Bos Xbox Sindir Google Stadia, Begini Katanya}

Kemudian, ada Bungie – Destiny 2, Capcom – TBD, Coatsink – Get Packed (eksklusif), Codemasters – GRID, Deep Silver – Metro Exodus, Drool – Thumper, Electronic Arts – TBD, Giants Software – Farming Simulator 19, dan Larian Studios – Baldur’s Gate 3.

Lalu, ada nWay Games – Power Rangers: Battle for the Grid, Rockstar Games – TBD, Sega – Football Manager, SNK – Samurai Shodown, Square Enix – Final Fantasy XV, Tomb Raider Definitive Edition, Rise of the Tomb Raider, dan Shadow of the Tomb Raider.

Selanjutnya, 2K Games – NBA 2K, Borderlands 3, Tequila Works – Gylt, Warner Bros – Mortal Kombat 11, THQ – Darksiders Genesis, Ubisoft – Assassin’s Creed Odyssey, Just Dance, Tom Clancy’s Ghost Recon Breakpoint, Tom Clancy’s The Division 2, Trials Rising, dan The Crew 2.

{Baca juga: Asyik! Bungie Gratiskan Game Destiny 2}

Nah, untuk bisa memainkan seluruh game tersebut, pengguna Google Stadia hanya perlu membayar USD 10 atau Rp 140 ribuan per bulannya. Satu-satunya game yang bisa dimainkan gratis adalah Destiny 2.

Menurut Google, daftar game tersebut belum lengkap. Google akan mengumumkan lebih banyak game pada ajang E3 2019. Google menyediakan paket Founder’s Edition seharga USD 130 atau Rp 1,8 jutaan berisi hardware starter kit dan langganan selama tiga bulan. (FHP)

Sumber: The Verge

Asyik! Bungie Gratiskan Game Destiny 2

0

Telko.id, Jakarta – Tahun lalu, game Destiny 2 dibagikan secara gratis oleh sang developer, Bungie. Mereka melakukannya untuk merayakan hari jadi ke satu tahun untuk game tersebut.

Tapi, keputusan Bungie pada akhirnya membuat para gamers bertanya-tanya. Apakah developer tersebut sengaja melakukannya karena ingin mengetahui game gratis bisa menarik lebih banyak pemain daripada game berbayar, atau tidak.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Bungie. Lewat siaran langsung mengenai kehadiran Destiny: New Light, mereka memutuskan untuk benar-benar menggratiskan Destiny 2 untuk seluruh gamers.

{Baca juga: Drakor di Netflix Ini akan Diadaptasi jadi Game Mobile}

Para gamers dapat dengan bebas mengunduh dan meng-install, serta bermain game tersebut secara cuma-cuma. Dilansir dari Ubergizmo, Minggu (09/06/2019), Bungie bakal mendapatkan penghasilan dari transaksi di dalam game atau in-game purchases.

Developer ini juga mengatakan, bahwa game gratis tersebut akan termasuk semua konten Year One. Tapi, semua gamers masih perlu membayar apabila ingin mencoba konten Forsaken dan annual pass pada game. (BA/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Siap-siap! Mata Uang Facebook Bisa Digunakan Sebentar Lagi

Telko.id, Jakarta – Facebook diperkirakan akan mengumumkan mata uang digital atau cryptocurrency sendiri di beberapa aplikasinya pada bulan ini. Raksasa media sosial itu yakin kalau mata uang kripto mereka akan populer, berkat dukungan beberapa pihak.

Menurut laporan The Information, seperti dikutip Telko.id pada Minggu (09/06/2019), perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini telah mendapatkan dukungan dari pihak luar yang akan membantu mereka memperkuat kepercayaan publik terhadap mata uang Facebook.

Ada beberapa cara dari media sosial ini untuk mempopulerkan mata uang digital mereka.

{Baca juga: Facebook Serius Jual Uang Kripto di WhatsApp Coin}

Seperti, mata uang Facebook akan berfungsi sebagai mata uang tanpa batas dan tanpa biaya transaksi.

Kemudian, raksasa media sosial ini pun akan memberikan opsi kepada karyawannya yang bekerja untuk proyek ini untuk dibayar dalam token mata uang kripto daripada uang sungguhan.

Media sosial tersebut juga berencana untuk membuat ATM atau terminal fisik khusus untuk mata uang digital mereka. Lalu, mereka akan memberikan bonus bagi retailer atau penjual yang memungkinkan pelanggan mereka membayar dengan mata uang digital.

{Baca juga: Tahun Lalu, Hacker Panen Uang Kripto Curian Senilai Rp 24 Triliun}

Dilaporkan, nantinya mata uang tersebut akan tersedia di aplikasi Facebook, WhatsApp, sampai Messenger. Mata uang ini juga akan diprioritaskan kehadirannya di negara berkembang dengan mata uang yang tidak stabil.

Kemungkinan besar, mata uang kripto ini akan rilis pada Juni mendatang. Well, kita nantikan saja kehadirannya ya! (FHP)

Sumber: The Information

Samsung Galaxy Tab S5 akan Melenggang, Speknya Gak Nyantai!

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy Note 10 bukanlah satu-satunya produk flagship yang akan dirilis Samsung di tahun ini. Sebab, perusahaan asal Korea Selatan ini juga sedang mempersiapkan tablet high-end, yaitu Samsung Galaxy Tab S5.

Baru-baru ini, sebuah tablet premium buatan Samsung muncul di situs benchmark, Geekbench. Dalam situs tersebut, tampak kalau tablet terbaru Samsung ini memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik dari Samsung Galaxy Tab S5e.

Sekadar informasi, Tab S5e merupakan tablet dengan bobot yang ringan, dan body yang terbilang tipis. Tablet ini mengusung layar berukuran besar, tepatnya 10,5 inci berjenis Super AMOLED beresolusi (2560 x 1600 piksel).

{Baca juga: Samsung Galaxy Tab S5e Masuk Indonesia, Tebalnya Setara “5 KTP”}

Untuk spesifikasinya, tablet ini menggunakan prosesor octa-core 2.0 GHz Snapdragon 670, RAM 4GB, ROM 64GB, baterai berkapasitas 7,040 mAh yang didukung fast charging 18W, dan sistem One UI berbasis Android 9 Pie.

Dikutip dari Gizchina, Minggu (09/06/2019), Samsung Galaxy Tab S5 menggunakan prosesor Snapdragon 855, RAM 6GB, dan memori internal 128GB.

{Baca juga: Bocoran Harga Galaxy Note 10, Lebih Murah dari iPhone XS Max}

Tidak diketahui berapa ukuran layar, dan kapasitas baterai dari Tab S5. Tapi kemungkinan besar, tablet high-end ini akan mengusung layar berjenis Super AMOLED berukuran 10,5 inci, dan punya baterai berkapasitas 7,000 mAh dengan fast charging.

Sebelumnya dikabarkan, kalau Samsung Galaxy Note 10 akan melenggang secara resmi pada Agustus mendatang. Smartphone ini nantinya akan dibanderol dengan harga mencapai USD 1.100 atau Rp 15,6 jutaan hingga USD 1.200 atau Rp 17 jutaan untuk versi paling rendahnya. (FHP)

Sumber: Gizchina

2 Smartphone 5G Nokia Siap Meluncur, Apa Saja?

Telko.id, Jakarta – HMD Global dilaporkan sedang mempersiapkan dua smartphone 5G Nokia di tahun 2019 ini. Kabar tersebut diungkapkan oleh sumber anonim di industri ritel yang juga kerap memberikan beberapa bocoran akurat soal smartphone Nokia.

Menurut sumber itu, dua smartphone 5G Nokia ini masing-masing akan ditenagai oleh dapur pacu yang berbeda.

Satu smartphone akan menjadi seri tertinggi atau flagship, karena ditopang oleh prosesor Snapdragon 855. Sementara smartphone lainnya, hanya ditenagai oleh prosesor Snapdragon seri 700 paling baru.

{Baca juga: Berumur 21 Tahun, Nokia 9110i Communicator jadi “Holy Grail” Kolektor}

Sayang, sumber itu tidak menyebutkan nama dari kedua smartphone Nokia yang mendukung teknologi 5G ini.

Tapi, seperti dilansir dari Nokia Power User, Minggu (09/06/2019), bisa jadi kedua smartphone itu merupakan suksesor dari Nokia 8.1 dan Nokia 9 PureView.

Asal tahu saja, keduanya merupakan seri tertinggi dari Nokia untuk saat ini. Sumber tersebut juga mengatakan, kalau kedua smartphone 5G ini kemungkinan besar akan hadir pada kuartal-III tahun 2019, atau paling lambat pada kuartal terakhir di tahun ini.

{Baca juga: Nokia Ambil Peluang di Balik Ketegangan Kasus Huawei}

Nokia saat ini memang sedang mengejar ketertinggalan untuk masuk ke industri 5G. Perusahaan teknologi asal Finlandia itu pada akhirnya harus menggabungkan manufaktur teknologi milik sendiri dengan pabrik hasil akuisisi Alcatel-Lucent.

“Ya, kami terlambat dalam hal pengembangan jaringan 5G. Tak cuma dalam hitungan beberapa minggu, tetapi beberapa bulan. Sekarang, kami harus mengejar ketertinggalan itu,” kata CEO Nokia, Rajeev Suri. (FHP)

Sumber: Nokia Power User

Bocoran Harga Galaxy Note 10, Lebih Murah dari iPhone XS Max?

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy Note 10 adalah salah satu smartphone yang dinantikan kehadirannya oleh para konsumen di tahun ini. Smartphone tersebut menjanjikan fitur, teknologi, dan performa mumpuni kepada pengguna. Yang jadi pertanyaan, berapakah harga Samsung Galaxy Note 10 saat dirilis nanti?

Berdasarkan laporan dari phoneArena, seperti dilansir Telko.id pada Minggu (09/06/2019), seorang sumber anonim yang akrab dengan rencana Note 10 mengatakan kalau smartphone itu akan dibanderol Rp 1,4 juta sampai Rp 2,8 juta lebih mahal daripada Galaxy Note 9 yang rilis tahun lalu.

Itu artinya, kemungkinan harga Galaxy Note 10 akan mencapai USD 1.100 atau Rp 15,6 jutaan hingga USD 1.200 atau Rp 17 jutaan untuk versi paling rendahnya.

{Baca juga: Waktu Peluncuran Galaxy Note 10 Terkuak, Catat Tanggalnya!}

Apabila dibandingkan dengan iPhone XS Max paling rendah dengan ROM 64GB, harganya lebih mahal, karena jagoan Apple itu dihargai USD 1.099 atau Rp 15,6 jutaan. Tapi, kalau dibandingkan dengan versi tertinggi dengan ROM 512GB, Note 10 terasa “murah”, karena iPhone XS Max dibanderol USD 1.449 atau Rp 20,6 jutaan.

Samsung Galaxy Note 10 sendiri nantinya akan tersedia dalam empat model berbeda, termasuk model 5G. Dua model di antaranya, dibedakan dari ukuran body dan layarnya.

Model SM-N970 untuk versi standar dan SM-N975 untuk Note 10 Pro. Masing-masing dari model tersebut memiliki versi yang mendukung teknologi jaringan 4G dan 5G. Khusus model 5G, Samsung memberikan nomor model SM-N971 dan SM-N976.

{Baca juga: Samsung Siapkan Empat Model Galaxy Note 10, Termasuk 5G}

Secara spesifikasi, versi Pro memiliki layar berukuran 6,75 inci, sementara versi standar hanya punya layar 6,3 inci saja. Resolusi keduanya sama, namun karena perbedaan ukuran, maka kapasitas baterainya pun juga akan berbeda kapasitasnya.

Seluruh seri Note 10 tersebut diharapkan akan segera hadir pada Agustus mendatang, sama seperti saat Samsung meluncurkan Galaxy Note 9 di tahun lalu. (FHP)

Sumber: phoneArena

Waktu Peluncuran Galaxy Note 10 Terkuak, Catat Tanggalnya!

0

Telko.id, Jakarta – Samsung masih akan merilis smartphone seri flagship di tahun ini, yakni Samsung Galaxy Note 10. Namun banyak yang penasaran kapan ponsel itu akan diluncurkan. Berita terbaru menyebutkan bahwa pabrikan asal Korea Selatan itu sudah menentukan tanggal peluncuran Galaxy Note 10. Kapan?

Dilansir Telko.id dari Phone Arena, Minggu (9/6/2019), Samsung disebutkan akan merilis Samsung Galaxy Note 10 pada tanggal 10 Agustus 2019 mendatang.

Jika berkaca pada peluncuran Galaxy Note 9, Samsung memilih tanggal 9 Agustus 2018. Namun, kenyataannya, Galaxy Note 9 baru diperkenalkan pada 24 Agustus 2018.

{Baca juga: Punya “Tompel”, Begini Bocoran Desain Galaxy Note 10 Pro}

Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa Galaxy Note 10 baru diluncurkan pada 25 Agustus 2019 mendatang, meski waktu yang ditentukan adalah 10 Agustus 2019. Sayang, Samsung belum memberi konfirmasi.

Yang pasti, seiring perkenalan secara resmi Galaxy Note 10, perusahaan Korea Selatan itu juga akan menghadirkan sejumlah model anyar. Satu di antaranya adalah Galaxy Note 10 dengan dukungan konektivitas jaringan kelima atau 5G.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa chipset Qualcomm Snapdragon 855 belum mendukung kemampuan jaringan 5G. Karenanya, modem jaringan 5G di Galaxy Note 10 akan ditambahkan secara terpisah.

{Baca juga: Bocoran 5 Warna Samsung Galaxy Note 10, Ada Red!}

Samsung juga dikabarkan akan menghadirkan Galaxy Note 10 berukuran layar 6,3 inci dengan kamera tunggal untuk pasar Eropa. Sementara Galaxy Note 10 Pro berlayar 6,8 inci, akan mendukung jaringan 5G dan tersedia di Amerika Serikat.

Kamera Galaxy Note 10 Pro bakal mirip Galaxy S10, yakni terdiri atas tiga kamera untuk versi Galaxy Note 10, dan empat kamera di Galaxy Note 10 Pro atau versi 5G. Kameranya akan disematkan secara vertikal, bukan secara horisontal. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Google Rayu Pemerintah AS Izinkan Huawei Tetap Pakai Android

Telko.id, Jakarta – Google sepertinya masih enggan kehilangan Huawei. Kabar terkini menyebut bahwa Google sedang melobi pemerintah Amerika Serikat (AS) agar Android bisa tetap mendukung perangkat Huawei.

Seperti dikutip Telko.id dari The Verge, Sabtu (8/6/2019), Google bahkan berani menjamin keamanan nasional AS apabila diizinkan tetap menyokong Huawei. Google tak ingin Huawei punya sistem operasi sendiri.

Menurut Google, jika Huawei jadi membuat sistem operasi sendiri alias tak lagi memakai Android, privasi para pengguna justru terancam. Google menegaskan, sistem operasi bikinan Huawei bakal rawan terkena retas.

{Baca juga: Sistem Operasi Huawei, HongMeng OS akan Meluncur Tahun Ini}

Saat ini layanan terpenting di perangkat Android adalah Google Play Protect, yang berfungsi melacak malware, virus, dan ancaman siber. Karenanya, Google tak akan membiarkan Huawei membuat sistem operasi sendiri.

Analoginya, kalau para pengguna ponsel Huawei menerima pesan rahasia dari AS, terbuka kemungkinan informasi itu akan tersebar. Hal tersebut akan terjadi jika Huawei punya sistem operasi sendiri yang dimodifikasi.

Seperti diketahui, setelah ditinggal oleh Google, Huawei langsung gerak cepat untuk mencari pengganti. Huawei juga sedang mempersiapkan layanan pengganti Google Play Store untuk perangkat buatannya.

{Baca juga: Sudah Move On, Huawei Persiapkan Pengganti Google Play Store}

Huawei berencana meminta para pengembang untuk menyertakan aplikasi ke App Gallery. Asal tahu saja, App Gallery adalah toko aplikasi milik Huawei yang hampir serupa dengan Galaxy Apps Store milik perangkat Samsung.

Huawei sendiri sudah memastikan akan merilis sistem operasi sendiri di tahun ini. Sistem operasi ini dilaporkan akan memiliki dua nama resmi, yaitu “HongMeng OS” dan “Oak OS“.

Melansir dari Global Times, seperti dikutip pada Sabtu (08/06/2019), HongMeng OS akan dikhususkan Huawei untuk smartphone yang beredar pasar China saja, dan Oak OS akan tersedia untuk smartphone di pasar lainnya.

Sistem operasi tersebut kemungkinan besar akan diluncurkan secara resmi pada kuartal-3 tahun 2019 atau sekitar September mendatang.

{Baca juga: Diboikot Amerika Serikat, Huawei Merapat ke Rusia}

Laporan ini dikonfirmasi langsung oleh Head of Consumer Business Huawei, Richard Yu. Menurutnya, HongMeng OS memang akan dirilis pada tahun ini sekitar bulan Agustus atau September mendatang. [SN/HBS]

Sumber: The Verge