spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1144

Google Maps Bisa Prediksi Jadwal Bus dan Kereta

Telko.id, Jakarta – Google kabarnya menambah kemampuan untuk aplikasi navigasi Google Maps. Sekarang, aplikasi peta buatan Google ini punya dua fitur baru untuk tranportasi umum, yakni prediksi jadwal bus dan kereta api (KA).

Tak cuma prediksi jadwal, aplikasi ini juga menghadirkan fitur untuk mengecek kepadatan penumpang bus dan KA. Menurut TechCrunch, ketersediaan dua fitur itu sudah mencapai 200 kota di dunia.

“Fitur baru untuk transportasi baru di Google Maps bisa diakses di perangkat Android maupun iOS,” kata Manajer Produk Google Maps, Taylah Hasaballah dan Anthony Bertuca, dikutip Telko.id, Jumat (28/6/2019).

{Baca juga: Terima Siswa Sesuai Zonasi, SMA Ini Pakai Google Maps}

Fitur prediksi kepadatan di Google Maps bernama Crowdedness Prediction. Pengguna bisa menemukannya jika mengklik ikon transportasi umum saat sedang mencari arah menggunakan aplikasi navigasi ini.

Google Maps akan memberi informasi apakah bus atau KA penuh berdasarkan perjalanan-perjalanan sebelumnya. Informasi itu bisa membantu pengguna untuk memutuskan apakah mau berdesakan atau menunggu.

Google menganalisa kepadatan transportasi umum saat jam sibuk adalah pukul 06.00 hingga 10.00, pada Oktober 2018 hingga Juni 2019. Ada 10 kota di dunia yang transportasi umumnya memiliki kepadatan tinggi.

{Baca juga: Ada Fitur Speedometer di Google Maps, Apa Fungsinya?}

Kota-kota tersebut, antara lain, Buenos Aires rute Urquiza (Argentina), Sao Paulo rute 11 (Brasil), Buenos Aires rute A, Sao Paulo rute 8 Diamante, Paris rute 13 (Prancis), serta  Tokyo rute Chuo (Jepang).

Untuk fitur kedua bernama Live Traffic Delays, pengguna bisa memanfaatkannya guna melihat prediksi jadwal kedatangan bus berdasarkan situasi lalu lintas terkini. Pengguna bisa pula melihat perjalanan tertunda. [SN/HBS]

Sumber: Techcrunch

Yess! Pokemon Masters Bakal Rilis Tahun Ini  

Telko.id, Jakarta – Waralaba Pokemon sukses merambah game mobile. Jika ingin memainkan lebih banyak game Pokemon di ponsel, Anda bakal senang mendengar kabar ini. Ya, Pokemon Masters segera rilis.

Menurut Ubergizmo, Pokemon Masters telah diumumkan akan dirilis pada musim panas mendatang. Namun demikian, game itu akan sedikit berbeda karena tampaknya lebih berfokus kepada aspek sosial.

Dalam game Pokemon sebelumnya, pemain dilibatkan untuk mengumpulkan Pokemon dan bertarung melawan pelatih lainnya. Aspek-aspek tersebut memang masih akan menjadi bagian dari Pokemon Masters.

{Baca juga: Bakal Banyak Pokemon Baru di Android dan iOS}

Namun, perusahaan akan mencoba untuk mengembangkan lebih banyak gameplay sosial dengan mengajak pemain untuk bergabung dengan pelatih lain. Game ini mengajak pemain melawan pemain dari tim lain.

Pelatih akan didasarkan kepada seri sebelumnya. Masing-masing pelatih dipasangkan dengan Pokemon milik sendiri. Presiden Perusahaan Pokémon, Tsunekazu Ishihara, mencoba menjalskan tentang Pokemon Masters.

“Idenya adalah untuk menciptakan pengalaman bermain game di mana Anda bisa berteman bukan hanya pokemon, tetapi juga pelatih. Permainan ini diperkirakan akan berlangsung di wilayah baru bernama Pasio,” ujarnya.

{Baca juga: Begini Cara Main PUBG Mobile di PC Pakai Tencent Gaming Buddy}

Mendengar informasi yang sejauh ini beredar, Pokemon Masters tampaknya memang akan hadir dengan format lebih segar. Anda dapat melihat trailernya untuk mendapatkan gambaran tentang game Pokemon Masters. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Awas Kecanduan! 9 Juta Orang Habiskan 6 Jam Sehari Main Candy Crush

Telko.id, Jakarta – Jika Anda merasa sudah menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk bermain game Candy Crush, maka Anda tidak sendirian. Karena sebenarnya ada sekitar 9 juta orang di dunia ini yang “senasib” dengan Anda sudah kecanduan game tersebut.

Hasil survey yang dilakukan perusahaan pengembang game, King mengungkap, bahwa ada lebih dari 9 juta orang di seluruh dunia memainkan game Candy Crush selama tiga hingga enam jam sehari.

Namun King bersikeras bahwa permainan ini tidak membuat ketagihan. Hal itu dikatakan pengembang game Candy Crush itu pada saat menjawab pertanyaan dari komite Inggris yang sedang menyelidiki teknologi imersif dan adiktif, beberapa waktu lalu.

{Baca juga: 11 Oktober, Candy Crush Debut di Android dan iOS}

Wakil Presiden Senior di King, Alex Dale, mengatakan bahwa dari 270 juta pemain di seluruh dunia, 3,4 persen (9,2 juta) bermain selama tiga jam atau lebih dalam sehari. Sementara 0,16 persen (432.000) bermain selama enam jam atau lebih.

Dia menambahkan bahwa banyak dari pemain ini berasal dari demografi yang memiliki “banyak waktu dengan tangan mereka”, alias menganggur. Termasuk di antaranya orang-orang yang sudah pensiun di usia 60-an, 70-an dan 80-an.

Sejak itu, King mengeluarkan klarifikasi, dan mengklaim bahwa angka 270 juta mengacu pada pengguna aktif bulanan daripada pengguna aktif harian. Perusahaan tidak mengungkapkan berapa jumlah pengguna aktif harian.

Pasar utama untuk game Candy Crush Saga adalah wanita berusia 35 dan lebih. Pemain game ini rata-rata bermain selama 38 menit sehari, menurut Dale.

{Baca juga: Game Candy Crush Diangkat ke Layar Kaca}

King juga menyebutkan tentang berapa jumlah uang yang dihabiskan orang untuk pembelian dalam aplikasi game yang bisa bikin orang ketagihan itu.

Tahun lalu, satu pemain dilaporkan telah menghabiskan $ 2.600 atau sekitat Rp 36,7 juta dalam satu hari untuk membeli mata uang emas batangan yang dapat digunakan untuk mempercepat kemajuan pemain melalui permainan.

Namun, Dale mengatakan ini bukan bukti kecanduan, karena pemain telah mengambil keuntungan dari “penjualan” emas batangan dan kemudian menggunakannya selama tujuh bulan.

“Di antara 270 juta pemain, kami mendapat kontak antara dua dan tiga orang dalam sebulan yang khawatir telah menghabiskan terlalu banyak uang atau waktu untuk permainan,” kata Dale.

“Itu adalah jumlah yang sangat, sangat kecil yang menghabiskan atau bermain di tingkat tinggi. Ketika kami berbicara dengan mereka, mereka mengatakan bahwa mereka senang dengan apa yang mereka lakukan,” terangnya.

Eksekutif King mengakui keseriusan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini untuk mengakui kecanduan video game sebagai penyakit. Namun, mereka juga menunjukkan bahwa American Psychiatric Association tidak setuju dengan WHO.

{Baca juga: Begini Cara Main PUBG Mobile di PC Pakai Tencent Gaming Buddy}

“Kita perlu memahami di mana sains berada di daerah ini. Kami bukan psikiater. Kami senang, bagaimanapun, tunduk pada kerahasiaan komersial normal dan privasi data, untuk bekerja dengan para ahli di bidang ini jika mereka ingin mendiskusikannya dengan kami,” terrangnya.

Pembuat game telah menghadapi peningkatan pengawasan tentang bagaimana mereka merawat para pemain yang mungkin menjadi kecanduan pada karya-karya mereka. Electronic Arts (EA) dan pencipta Fortnite Epic Games, juga sudah menjawab pertanyaan dari komite.

Pekan lalu, pembuat game royale battle royale, Fortnite, menyarankan Pangeran Harry keliru mengatakan bahwa platform itu membuat ketagihan, dan bersumpah akan mengembalikan uang kepada orangtua yang anak-anaknya membayar tagihan besar dalam game.

Pakar industri dan badan perdagangan juga memberikan wawasan mereka tentang penyelidikan Digital, Budaya, Media dan Komite Olahraga, yang menawarkan reaksi beragam terhadap kecanduan video game.

{Baca juga: Cara Download Call of Duty Mobile di Smartphone Android}

Kepala Eksekutif Asosiasi Hiburan Interaktif Inggris (UKIE), Dr Jo Twist, mengatakan badan perdagangan mengangao keputusan WHO tidak didasarkan pada bukti kuat yang cukup.

“Kami sadar bahwa orang bermain berlebihan, dan apa yang ingin kami lakukan sebagai industri adalah membantu orang menemukan keseimbangan,” katanya. [BA/HBS]

Sumber: Mirror

Anabatic Technologies Luncurkan Platform Untuk Aset Digital

Telko.id, Tangerang – PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) hari ini  mengumumkan mulai beroperasinya digitalexchange.id (DEX) sebuah platform  untuk aset digital yang menghadirkan praktik keamanan, transparansi terbaik, user interface yang unik dan berkomitmen mendukung pelanggan dalam membeli, menjual serta mengelola aset digital.

“Sebagai salah satu lini bisnis baru dibidang financial technology (fintech) dari Anabatics Technologies, digitalexchange.id menjadi salah satu platform pertukaran aset digital di Indonesia yang paling fokus pada pelanggan,” kata CEO digitalexchange.id Duwi Sudarto Putra pada press conference dan grand launching di Graha Anabatic, BSD, Tanggerang, Jumat (28/6/2019).

Duwi juga mengatakan, dengan menghadirkan user interface yang unik dan fitur-fitur canggih, Platform digitalexchange.id memungkinkan pelanggan untuk mengelola dan bertransaksi aset digital secara mudah, didukung layanan terbaik dan fee yang lebih kompetitif dan mudah untuk digunakan serta penyediaan layanan dukungan penuh  selama 7 hari 24 jam.

{Baca juga : Regulator Keuangan Global Mulai Pantau Aset Crypto}

“Kami mengembangkan digitalexchange.id berdasarkan fokus dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang paling mendasar yakni kemudahan penggunaan platform aset digital, kecepatan dalam bertransaksi, proses setor dan penarikan yang cepat dan tentunya didukung layanan pelanggan terbaik di dalam lingkungan yang terjamin keamanannya,” ungkapnya.

Selain itu, digitalexchange.id juga menghadirkan fitur – fitur  premium yang menguntungkan pelanggan seperti Arbitase tools, Advance Trading dan  AI Signal trading yang memudahkan pengguna baru dan masih awam hingga yang sudah berpengalaman dalam mendapatkan keuntungan di setiap transaksinya serta Powerful Trading Platform, sangat mudah untuk digunakan, transparan dan terpercaya

Setelah diresmikan, digitalexchange.id akan mulai beroperasi, sehingga pelangganan dapat segera menikmati keunggulan tersebut dengan mengakses situs www.digitalexchange.id. Bertepatan dengan peresmian, platform ini juga akan merilis 11 aset digital untuk pelanggannya yakni BTC, BTG, BCHABC, BCHSV, DOGECOIN, ETN, GRAFT, LTC, XZC, ZEC, ETH.

{Baca juga : Pertukaran Token Digital BITBOX Mulai Beroperasi)

Digitalexchange.id dioperasikan oleh PT. Indonesia Digital Exchange, sebagai anak perusahaan  Anabatic Technologies. Peluncuran digitalexchange.id ini juga menjadi salah satu bagian dari sejumlah inisiatif Anabatic Technologies untuk memperkuat posisinya di industri digital dan keuangan, khususnya di sektor fintech. [MS]

Cemburu di Facebook, Pria Ini Tega Aniaya Pacarnya Sampai Bonyok

Telko.id, Jakarta – Kelakuan pria yang satu ini sangat keterlaluan dan tak patut dicontoh. Hanya gara-gara cemburu di Facebook, seorang pria di Inggris tega menganiaya dan mencungkil mata pacarnya sendiri.

Cemburu dalam suatu hubungan dianggap sebagai sesuatu hal yang wajar dan dianggap sebagai hal yang normal. Tapi tidak dalam kasus ini, karena dianggap sudah keterlaluan.

Seorang pria dari Inggris telah ditangkap karena mencoba mencungkil mata pacarnya. Alasannya sangat sepele, yakni karena pacarnya menyukai posting orang lain di Facebook.

{Baca juga: Tragis! Bayi Jatuh dari Eskalator Terekam CCTV, Netizen Ngamuk!}

Danny Bridges, pria 35 tahun asal Kent, menyerang pacarnya pada akhir tahun lalu karena alasan yang tidak masuk akal. Pacarnya dipukul dan dicekik di apartemennya.

Tak cukup di situ saja, pria sadis ini mencoba mencungkil mata pacarnya dengan menggunakan jempol tangannya.

Agar aksinya tidak diketahui orang lain, Danny yang juga seorang binaragawan, menjebak pacarnya agar datang ke apartemennya pada sekitar 31 Oktober hingga 2 November 2018, tahun lalu.

Untungnya, korban berhasil diselamatkan setelah disekap selama tiga hari dengan cara menelepon temannya untuk meminta bantuan.

“Dia membentak saya karena menyukai postingan Facebook orang lain. Dia membuka mata saya dan memasukkan ibu jari ke dalamnya. Sangat menyakitkan, hingga saya pikir mata saya akan pecah,” terangnya.

{Baca juga: Viral di Medsos, Foto Bayi “Perkasa” Memotong Kayu}

Akibat perbuatanya, Danny yang bekerja sebagai buruh dijatuhi hukuman setelah dinyatakan bersalah, dalam persidangan yang digelar di Canterbury Crown, beberapa waktu lalu. [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

Asyik! Kirim GIF dari Google Images “Gak Pake Lama” Lagi

Telko.id, Jakarta Kirim GIF dalam percakapan memang membuat topik pembicaraan menjadi lebih seru, ketimbang hanya mengirimkan emoji. Sebab, emoji masih bersifat statis yang terkadang membuatnya membosankan.

Ya, GIF cenderung dinamis lantaran berformat animasi. Menggunakannya, percakapan jadi lebih menyenangkan dan mengalir. Melihat fenomena itu, Google pun mencari cara untuk memudahkan pengguna kirim GIF.

Dulu, untuk membagikan GIF lewat Google, pengguna harus mengunduh file GIF dan mengirimkannya. Atau, pengguna harus membagikan URL atau tautan dari GIF terkait. Tapi, sekarang, Google mengubahnya jadi lebih mudah.

{Baca juga: Tumblr, Peninggalan Yahoo Lainnya yang akan Dilego Verizon}

Menurut Google, seperti dilansir Ubergizmo, pengguna sekarang gampang membuat GIF melalui Google untuk mengekspresikan terkejut, mengucapkan selamat pagi, dan lain-lain. Google Images kini punya opsi Share GIFs.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 4 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

Dikutip Telko.id, Jumat (28/6/2019), opsi Share GIFs di Google Images sekarang memungkinkan untuk berbagi GIF secara langsung ke berbagai aplikasi, termasuk Gmail, Hangouts, Android Messages, dan WhatsApp.

Sayang, saat ini, fitur Share GIFs baru tersedia di aplikasi Google Images untuk iOS dan Android. Ke depan, Google berencana membawa opsi Share GIFs ke lebih banyak platform, termasuk browser atau peramban telepon seluler. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

iOS 13 Cegah Pengguna “Buang-buang Waktu” Saat Browsing

Telko.id, Jakarta – iOS 13 akan mencegah para penggunanya untuk “buang-buang waktu” ketika mengakses dunia internet. Dilaporkan, sistem operasi terbaru Apple ini akan mencegah penggunanya yang sengaja atau tidak disengaja telah membuka situs yang sama sebanyak dua kali.

Apple menghadirkan solusi ini untuk mengubah kebiasaan pengguna. Asal tahu saja, iOS 13 datang dengan beberapa peningkatan kualitas di dalamnya.

Menurut Cult of Mac, seperti dilansir Ubergizmo, Safari di iOS 13 akan membantu mencegah pengguna membuka situs yang sama di tab lain. Safari di iOS 13 bakal mendeteksi apabila pengguna membuka lagi situs serupa sampai dua kali.

{Baca juga: Hapus Aplikasi Lebih Mudah di iOS 13, Begini Caranya}

Meski demikian, dikutip Telko.id, Jumat (28/06/2019), pengguna sebenarnya masih bisa membuka situs yang sama di tab lain. Solusi yang dihadirkan oleh Apple di Safari dengan sistem operasi ini hanyalah untuk meminimalisasi upaya ketidaksengajaan.

Nantinya, Safari di perangkat bersistem operasi iOS terbaru akan menyarankan beralih ke tab yang sudah ada ketika pengguna secara tidak sengaja membuka lagi situs yang sama. Hal tersebut tentu bakal membantu pengguna dalam menghemat paket data.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Lebih-lebih jika pengguna sedang bepergian ke luar negeri sehingga harus menghemat penggunaan paket data. Lain hal kalau pengguna memang tak mempermasalahkan pemakaian paket data atau sedang terkoneksi internet melalui jaringan WiFi.

Sekadar informasi, Safari adalah peramban atau browser buatan Apple yang terpasang di seluruh perangkat berbasis iOS. Kebaradaannya tak memberi tempat bagi peramban lain di peranti semacam iPhone, iPad,  iPod Touch, maupun iMac. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

NASA Segera Terbangkan Drone ke Bulan Terbesar Saturnus

Telko.id, Jakarta – Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengumumkan misi besar berikutnya untuk jelajahi Tata Surya. Rangkaian misi bernama Dragonfly itu akan mengirim pesawat luar angkasa ke permukaan Titan, bulan terbesar Saturnus.

Misi Dragonfly, program terbaru New Frontiers NASA, memilih Titan lantaran memiliki ciri khas yang unik. Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Jumat (28/06/2019), Titan merupakan satu kandidat yang lebih menjanjikan untuk menemukan tanda-tanda kehidupan mikroba.

Sesuai jadwal, Dragonfly akan meluncur ke luar angkasa pada 2026, sedikit terlambat ketimbang rencana awal yang mematok target pada 2025.

{Baca juga: NASA Terbangkan Jam Atom ke Luar Angkasa, Buat Apa?}

Misi ini akan menghabiskan sembilan tahun penerbangan, melintas sejauh 840 juta mil menuju permukaan Titan.

Sesampainya di sana, Dragonfly punya waktu dua jam untuk melepaskan drone dual-quadcopter. Misi selanjutnya akan diteruskan oleh drone dual-quadcopter. Drone itu akan menghabiskan waktu 2,7 tahun untuk melakukan penerbangan pendek hingga 5 mil di Titan.

Penerbangan akan berlangsung sekali setiap hari. Drone bakal melakukan perjalanan dengan kecepatan sekitar 20 mil per jam, dengan ketinggian maksimal 2 mil.

{Baca juga: 10 Situs Download Drama Korea Subtitle Indonesia Terlengkap 2019}

Selama melakukan perjalanan, Dragonfly akan berhenti untuk mengumpulkan sampel dari daerah yang menarik di Titan. Elizabeth Turtle dari Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins, mengatakan bahwa bidang gundukan di bulan Saturnus itu adalah area sangat menarik.

Misi ini akan berakhir ketika mencapai kawah tumbukan yang dikenal sebagai Selk. Menurut Turtle, kawah berada di garis lintang rendah dan harus dapat diakses oleh drone.

“Daerah itu cukup baik. Ada banyak data dari berbagai instrumen di wilayah tersebut,” katanya. (SN/FHP)

Sumber: Engadget

Tanpa AI, Night Mode di Kamera Smartphone Tak akan Ada

Telko.id, Jakarta – Pabrikan chipset Qualcomm mengungkapkan bahwa Kamera smartphone saat ini memiliki sejumlah fitur dan teknologi yang mampu menghasilkan foto berkualitas di berbagai kondisi. Seperti, Night Mode, bokeh, Super Resolution, dan lainnya yang biasanya terdapat pada kamera smartphone yang beredar sekarang.

Akan tetapi menurut Senior Manager, Business Development Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto, fitur-fitur kamera yang seabreg tersebut tidak akan hadir dan berfungsi dengan baik tanpa adanya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Sebab, dalam menangkap dan memproses suatu gambar, dibutuhkan perpaduan antara sensor kamera, ISP atau Image Signal Processor, software AI, hingga Hexagon Vector Processor dan software Snapdragon Neural Processing Engine (NPE) atau chip Artificial Intelligence Engine (AIE).

{Baca juga: Aplikasi Ini Wow Banget untuk “Hilangkan” Orang di Foto}

“Kalau tidak ada AI, fitur-fitur kamera yang dibanggakan seperti itu pasti tidak ada,” katanya, di acara Qualcomm Snapdragon Academy 3.0, di Jakarta, Jumat (28/06/2019).

Menurutnya, fitur-fitur ini membutuhkan proses berbasis AI untuk meningkatkan kualitas foto yang diambil. Misalnya untuk mengurangi noise, meningkatkan cahaya, mengenali objek utama dan background saat mengambil foto bokeh, dan lainnya.

Senior Manager, Business Development Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto

Begitu juga dengan fitur Super Resolution yang memungkinkan kamera untuk mengambil gambar hingga 4 kali lebih besar. AI dibutuhkan saat kamera mengambil beberapa foto sekaligus, dan menggabungkan dan meningkatkan kualitasnya menjadi 1 foto berukuran besar.

“Proses kamera membutuhkan AI. Bahkan sampai filter foto di aplikasi seperti Snapchat saja membutuhkan AI untuk mengenali wajah pengguna,” jelas Dominikus.

{Baca juga: Indoxxi XX1 Lite, Aplikasi Nonton Film Streaming Anti Repot}

Meski demikian, ia menegaskan bahwa AI pada smartphone hanya bertugas untuk menjalankan perintah saja. Nah untuk prosesnya atau algoritmanya, itu sesuai dengan brand smartphone masing-masing untuk menyesuaikan pengaturan foto terbaik menurut mereka masing-masing.

Brand 1 dan brand lain pasti punya algoritma sendiri-sendiri. Brand A untuk night mode mementingkan detail, dan brand lain lebih ke pencahayaannya. AIE hanya menjalankan perintah saja,” pungkasnya. (FHP)

Tegas! Twitter akan Pantau Setiap Kicauan Politikus

Telko.id, Jakarta – Twitter bakal mengidentifikasi dan memblokir kicauan Twitter dari tokoh-tokoh penting, khususnya politikus. Kicauan politikus ini akan dimusnahkan jika terbukti melanggar aturan Twitter.

“Kami sekarang akan melabeli semua cuitan yang melanggar aturan. Meski demikian, kami tetap berusaha mengakomodasi kepentingan publik,” kata CEO Twitter, Jack Dorsey, dilansir Reuters.

Seperti dikutip Telko.id, Jumat (28/06/2019), kebijakan baru itu akan berlaku tegas bagi para politikus dan pejabat pemerintah yang telah memiliki pengikut lebih dari 100 ribu orang.

{Baca juga: Ternyata, “Iron Man” Bingung Bedakan Antara Mars dan Bulan}

Twitter menyatakan, pengguna tidak perlu mengklik tautan untuk melihat setiap unggahan yang dilabeli atau pernah dilaporkan oleh pengguna lain. Sebab, tim Twitter akan jeli melabeli cuitan yang bersifat sembrono.

“Ada beberapa kasus yang perlu publik akses meski mungkin melanggar aturan Twitter. Namun, kami menimbang untuk membuat kicauan berlabel atau telah ditandai tak bisa diakses oleh publik,” katanya.

{Baca juga: Viral Foto Anak Terjepit Eskalator, Bikin Ngeri!}

Dorsey lalu mencontohkan cuitan yang melanggar aturan dan tidak perlu dilihat oleh publik. Ia menyebut, unggahan yang perlu dihindari oleh pengguna misalnya berisi ajakan melakukan kekerasan.

Selama ini, Twitter dikritik karena dianggap tidak cukup tegas menangani kicauan para politikus. Namun, sekarang, Twitter akan menghapus apabila cuitan para politikus banyak dilaporkan.

Sumber: Reuters