spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1136

LinkAja Targetkan Genjot Transaksi Non Tunai Hingga 75%

Telko.id, Jakarta – Layanan uang elektronik LinkAja akhirnya resmi meluncur pada Minggu (30/06). Aplikasi pembayaran digital yang dikembangkan oleh PT Fintek Karya Nusantara ini menargetkan bisa mendorong percepatan inklusi keuangan dan transaksi non tunai di Indonesia hingga 75 persen di akhir tahun ini.

Menurut CEO LinkAja Danu Wicaksana, LinkAja hadir untuk memenuhi target pemerintah dalam mendorong Gerakan Nasional Nontunai atau cashless society. Apalagi saat ini inklusi keuangan Indonesia masih di bawah 50%. Itu sebabnya LinkAja ingin membantu peningkatan tersebut.

“Data World Bank 2018 menyebutkan inklusi keuangan kita (Indonesia) baru mencapai 49%. Kami berkeinginan mendorong percepatan inklusi keuangan hingga akhir tahun 2019 bisa mencapai 75 persen. Syukur-syukur bisa 90 persen di tahun-tahun mendatang,” ujar Danu di Jakarta, Kamis (04/07/2019).

Menurut Danu, bahwa ada dua tantangan untuk meningkatkan inklusi keuangan. Tantangan tersebut yang menjadi pekerjaan rumah bagi LinkAja untuk mengedukasi masyarakat mengenai transaksi non tunai.

{Baca juga: Resmi Dirilis, LinkAja Ingin Tingkatkan Inklusi Keuangan}

“Ada dua tantangan utama dalam meningkatkan inklusi keuangan, yakni kebiasaan masyarakat menggunakan uang tunai, dan akses terhadap layanan keuangan yang masih terbatas,” imbuhnya.

Danu menyebutkan bahwa LinkAja menawarkan aneka fitur dan layanan yang memudahkan aktivitas orang sehari-hari. Ia mengatakan uang elektronik ini bisa menggantikan uang fisik untuk bertransaksi.

Ia mengungkapkan, bahwa LinkAja mencoba memberikan edukasi secara konsisten untuk mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang menggunakan uang tunai menjadi non tunai.

Selain itu, perusahaan juga ingin melakukan optimalisasi jangkauan ke seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan layanan keuangan yang efisien.

“Karena itu kami berupaya untuk menyesuaikan strategi yang kami jalankan dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat sehingga mau berpindah menggunakan layanan uang elektronik dalam bertransaksi sehari-hari,” jelas Danu.

Seperti diketahui, layanan LinkAja yang dikembangkan PT Fintek Karya Nusantara (Fintara) ini merupakan sinergi antar beberapa bank BUMN dan juga Telkomsel. LinkAja menghadirkan beragam layanan transaksi pembayaran non tunai.

Dompet digital BUMN ini sudah menggandeng lebih dari 150.000 merchant, dan bisa melayani pembayaran di lebih dari 400 tagihan dan produk digital, belanja online di lebih dari 20 e-commerce nasional.

Selain itu, layanan ini juga bisa digunakan untuk pembayaran berbagai moda transportasi publik, serta bekerja sama dengan puluhan partner donasi digital seperti hingga fitur-fitur keuangan dan hiburan.

{Baca juga: Sah! TCash Resmi Berganti Nama Jadi LinkAja}

Saat ini layanan uang elekronik ini sudah memiliki titik Cash In Cash Out (CICO) untuk mengisi saldo dan menarik tunai di lebih dari 100.000 titik di seluruh Indonesia.

Fitur unggulan LinkAja yang baru adalah layanan tarik tunai tanpa kartu debit hanya dengan menggunakan smartphone di lebih dari 40 ribu ATM Link Himbara. Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan penarikan uang instan tanpa harus membawa kartu. [NM/HBS]

Ejek Presiden Mirip Winnie the Pooh, Perusahaan Ini Diciduk

Telko.id, Jakarta – Pemerintah China memberikan konsekuensi berat kepada Indievent, sebuah perusahaan video game. Alasannya, mereka membandingkan presiden China, Xi Jinping dengan Winnie the Pooh dalam game horor.

Izin bisnis Indievent dicabut usai perusahaan itu ikut membuat Devotion, game horor Taiwan. Seperti dikutip Telko.id dari Engadget, Kamis (04/07/2019), game itu memperlihatkan meme kontroversial terkait presiden China.

Kabar ini terkuak berkat cuitan seorang pendiri Another Indie, Iain Garner di Twitter beberapa waktu lalu.

{Baca juga: Cuma 10% Gamer yang Punya Nyali untuk Memainkan Resident Evil 7}

Beda dengan Indievent, Red Candle Games selaku pengembang game asal Taiwan tersebut justru tidak mendapatkan sanksi apapun dari pemerintah China. Banyak pihak menilai, kalau perusahaan game asal China ini memang tidak beruntung.

Hukuman dari pemerintah China kepada Indievent terjadi karena ada poster game Devotion yang berbunyi, “Xi Jinping Winnie the Pooh moron”. Gamer sayap kanan pun membanjiri Steam dengan ulasan negatif.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 4 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

Red Candle Games meminta maaf atas kejadian itu. Mereka berjanji untuk memperbaiki masalah yang terjadi. Meskipun sudah menempuh berbagai langkah, game Devotion belum juga kembali tersedia di Steam.

Antipati China terhadap Winnie the Pooh memang jauh melampaui apapun. Sensor China mulai melarang gambar Winnie the Pooh setelah meme yang tersebar di internet membandingkannya dengan Xi Jinping. (SN/FHP)

Sumber: Engadget

Ada Fitur “Tatapan Mata palsu” di FaceTime iOS 13, Seperti Apa?

Telko.id, Jakarta – Apple sedang memperbaiki masalah tatapan mata ketika pengguna sedang melakukan video call atau video conference. Caranya, raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat ini menambahkan fitur “tatapan mata palsu” ke FaceTime di sistem operasi iOS 13.

Asal tahu saja, salah satu masalah di sebagian besar perangkat ketika melakukan video call adalah letak lensa kamera yang berada di atas layar. Letak kamera itu membuat pengguna bukannya menghadap kamera, tapi menatap layar untuk melihat wajah orang yang diajak bicara.

Dengan begitu, orang yang diajak bicara bakal melihat pengguna dengan menatap ke bawah. Namun, hal berbeda hadir di iOS 13.

{Baca juga: Akan Hadir di iOS 13, Mode Gelap WhatsApp Sudah Bisa Dicoba}

Di iOS 13 beta terbaru, ada fitur bernama FaceTime Attention Correction. Fitur tersebut membuat penyesuaian real-time untuk gambar mata sehingga panggilan video lebih nyaman.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (4/7/2019), para pengguna bakal saling tampak melihat, bukannya menatap layar atau kamera. Dengan kata lain, pengguna akan kontak mata dengan lawan bicara.

Kemampuan FaceTime Attention Correction bisa dihadirkan berkat penggunaan teknologi Augmented Reality atau AR. Teknologi AR berfungsi melacak mata pengguna dan membuatnya seperti melihat lawan bicara.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Yang harus disayangkan, belum ada penjelasan apakah fitur FaceTime Attention Correction akan memengaruhi pengguna berkacama atau tidak. Tapi, fitur menunjukkan fitur bekerja pada pengguna FaceTime lain.

Sekadar informasi, Apple bakal merilis iOS 13 pada akhir 2019. Sistem operasi tersebut hanya akan mendukung perangkat tertentu. Ponsel iPhone 6 ke bawah tidak masuk daftar perangkat yang mendapat dukungan iOS 13. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Indosat Kolaborasi Dengan Google Meluncurkan Mobile Data Plan

0

Telko.id – Google sebagai pemilik operating sistem Android dan IM3 Ooredoo sebagai operator selular besar di Indonesia tentu memiliki misi yang sama yakni memberikan kenyamanan pada para penggunanya. Hal ini yang mendasari kedua perusahaan ini melakukan kolaborasi dengan meluncurkan Mobile Data Plan (MDP).

MDP adalah fitur yang ditanamkan dalam sistem operasi Android yang memungkinkan pelanggan IM3 Ooredoo memiliki pengalaman yang lebih baik dalam mengelola penggunaan kuota internet mereka, mengetahui informasi saldo, informasi paket data dan melakukan pembelian paket di jaringan Indosat Ooredoo super gampang tanpa harus install aplikasi.

Fitur MDP meningkatkan pengalaman pelanggan untuk cek dan beli paket data super gampang. Pembelian paket data melalui MDP menggunakan pulsa bagi pelanggan prabayar, sedangkan pelanggan pascabayar akan ditagihkan pada tagihan bulananpelanggan.

“Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Indosat Ooredoo selalu berupaya untuk berinovasi memberikan produk dan layanan terbaik. Melalui IM3 Ooredoo, kami terus memberikan transformasi digital dan pada hari ini dengan bangga mengumumkan kolaborasi dengan raksasa teknologi, Google meluncurkan Mobile Data Plan yang memudahkan pelanggan mengelola dan membeli paket data super gampang langsung dari ponsel Android mereka,” ujar Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo.

Fitur MDP ini sendiri tidak akan bertabrakan dengan yang ada di MyIM3. Hal ini sudah ditegaskan oleh Vikram. “Fitur MDP ini menjadi alternatif lain yang mengubah pengalaman pelanggan kami dalam mengatur paket data mereke ke level selanjutnya. Antara fitur MDP dan MyIM3 tidak akan saling bersaing,” ujar Vikram.

Dengan fitur MDP pelanggan akan mudah untuk update status di media sosial, streaming lagu atau video, YouTube-an hingga cari info apapun di internet tanpa perlu khawatir kuota internet habis, karena di MDP semua jadi mudah. Cara mengaktifkannya jugasuper gampang:

  1. Klik ikon Pengaturan/ Settings
  2. Pilih menu “Google”
  3. Pilih menu “Paket Kuota” atau “Mobile Data Plan”
  4. MDP pelanggan telah aktif

“Google bekerjasama erat dengan Indosat Ooredoo sebagai partner penting di ekosistem untuk memberikan pengalaman terbaik di platform Android. Kami ingin membantu pengguna melakukan hal sehari-hari dengan sangat lancar, contohnya adalah kolaborasi Mobile Data Plan API ini, yang memungkinkan pelanggan mengontrol kuota dan membeli paket data dengan Super Gampang,”ujar Mahir Sahin, Director Android Partnerships, South East Asia and South Asia, Google.

Dengan demikian, pelanggan IM3 Ooredoo mendapat pengalaman bebas khawatir dan tidak akan kehabisan kuota, terutama di saat membutuhkan. (Icha)

Canon Ajak Masyarakat Danai Proyek Kamera Seukuran USB

0

Telko.id, Jakarta – Canon mengajak masyarakat mendanai proyek pengembangan kamera kecil seukuran drive USB. Lewat website Indiegogo, Canon melakukan pengumpulan dana untuk mengembangkan kamera yang bernama Ivy Rec tersebut.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Kamis (04/07/2019), kamera ini terdapat carabiner gantungan kunci dan seukuran drive USB, sehingga mudah dibawa kemana-kemana.

Di Ivy Rec, ada sensor CMOS 13/3 megapiksel seukuran 1/3 inci yang mampu merekam video 1080p pada 60 frame per detik. Kamera ini juga tahan air dengan kedalaman 1 meter selama 30 menit.

Canon menyebutkan bahwa kamera ini akan bagus untuk penggunaan di luar ruangan, karena tahan guncangan. Jadi, Anda bisa menempelkannya ke ransel, misalnya, saat Anda keluar dan menjelajahi alam yang indah.

{Baca juga: Canon: Fotografer Profesional Tak Butuh Mirrorless}

Canon belum mengungkap harga untuk produk ini sehingga tidak jelas berapa harganya. Bagi Anda yang tertarik menjadi donator dapat mendaftar lewat platform Indiegogo. Nanti para donator akan mendapat diskon 30% dari harga eceran saat kamera tersebut tersedia di pasaran.

Memang kamera terus berevolusi untuk memudahkan aktivitas pengguna. Misalnya pada April lalu Sony memperkenalkan kamera ringkas premium yang diklaim paling kecil dan ringan di dunia yakni Sony RX0 II.

Kamera kecil ini menawarkan perekaman video internal 4K, layar LCD yang dapat ditekuk hingga 180 derajat yang cocok buat aktifitas video blog atau Vlogging.

{Baca juga: Sony RX0 II, Kamera Ringkas Buat Vlogging}

Menurut President Director PT. Sony Indonesia, Kazuteru Makiyama, kamera terbarunya ini memang bertujuan menjadi perangkat untuk aktivitas vlogging dan aktivitas luar ruangan lainnya. Kamera ini berukuran hanya 59mm x 40,5mm x 35mm dengan berat 132 gram saja. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Pricenton Digital Group ‘Caplok’ Bisnis Data Center XL Axiata

0

Telko.id – XL Axiata, di Indonesia memiliki lima data center yang tersebar di seluruh Indonesia. Bisnis yang menggiurkan pada masa yang akan datang ini sekarang sudah di’caplok’ oleh Princeton Digital group. Tidak tanggung-tanggung, 70% dari kepemilikan XL sudah berpindah tangan.

Princeton Digital Group (PDG) sendiri merupakan investor, pengembang dan operator infrastruktur internet berbasis di Singapura yang didukung oleh Warburg Pincus.

Lalu, perusahaan dengan kepemilikan baru tersebut diberi nama Princeton Digital Group Data Centres dan akan mendukung eksistensi strategis PDG di Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025.

Dharapkan perusahaan Joint Venture ini akan menjadi operator Data Center dengan kemampuan bertumbuh secara signifikan untuk melayani perusahaan hyperscalers, unicorn domestik, korporasi, dan perusahaan telekomunikasi.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan XL Axiata dalam bisnis patungan ini. PDG bermaksud untuk memperbesar kapasitas Data Center yang sudah ada serta membangun satu Data Center hyperscale di akhir tahun ini. Dengan investasi lanjutan tersebut Joint Venture ini akan menjadi pemimpin pasar di Indonesia serta salah satu operator Data Center terbesar di Asia Tenggara,” kata Rangu Salgame, Chairman dan CEO, Princeton Digital Group.

Bagi PDG, tujuan dari akuisis ini adalah untuk meningkatkan kompetensi mumpuni dalam infrastruktur internet global guna membangun portofolio pan-Asian multi-billion digital infrastructure.

“Kami sangat senang dapat menjalin kemitraan ini dengan PDG. Pengetahuan dan sepak terjang kami pada industri telekomunikasi, dikombinasikan dengan keahlian dan pengalaman yang luas dari tim PDG di bidang telekomunikasi dan teknologi global, menjadikan entitas baru ini, sebagai mitra pilihan untuk para penyedia layanan digital berskala besar dan perusahaan multinasional yang secara pesat memperluas operasi mereka di Indonesia dan di kawasan Asia,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO, XL Axiata.

Sebagai gambaran, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Google dan Temasek, ekonomi digital Indonesia akan mendominasi Asia Tenggara pada tahun 2025 seiring meningkatnya nilai pasar (market value) sebanyak 3x lipat mencapai US $ 100 miliar dari sebelumnya $ 27 miliar pada tahun 2018.

Di sisi lain, penyedia layanan public cloud global seperti Alibaba Cloud, Amazon Web Services, dan Google Cloud telah membangun beberapa hub strategis di pasar. Dan, data Centre adalah tulang punggung pertumbuhan fenomenal ini.

Di seluruh Asia Tenggara, pasar layanan Data Centre akan mengalami kemajuan besar dengan lebih dari dua kali lipat nilainya dalam empat tahun ke depan. Menurut Technavio, pasar layanan Data Centre di wilayah ini akan tumbuh stabil pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 14% selama periode 2017 hingga 2021. (Icha)

Lagi Ngehits, Serunya “Tantangan Tutup Botol”, Ada yang Kecebur Kolam

Telko.id, Jakarta – Apakah Anda suka mencoba tantangan internet? Jika iya, maka saat ini ada tantangan atau challenge baru yang kini tengah viral di media sosial, namanya The Bottle Cap Challenge alias “Tantangan Tutup Botol”.

Para selebriti pun ikut membagikan video mereka sendiri yang sedang melakukan “Tantangan Tutup Botol. Tantangan ini mengharuskan seseorang melepas tutup botol dengan sekali tendangan.

Menariknya, seperti dikutip Telko.id dari The Star, mereka yang mencoba tantangan ini tidak boleh menyentuh atau memindahkan botol.

Menurut CBS News, The Bottle Cap Challenge mungkin berasal dari praktisi seni bela diri campuran sekaligus Juara Taekwando Dunia, Farabi Davletchin, memposting videonya pada 26 Juni 2019, lalu.

Ia menandai selebriti seperti Jason Statham dan Jackie Chan dalam video yang ia buat, dan meminta para selebriti ini untuk membuat video The Bottle Cap Challenge versi mereka sendiri.

Challenge atau tantangan ini memang seru dan terkadang mengundang tawa. Dalam tantangan ini melibatkan satu orang untuk memegang botol, saat tutup botol ini ditendang secara memutar.

{Baca juga: Yuk Ikut Ramaikan #TrashChallenge untuk Selamatkan Bumi}

Juara UFC Max Holloway kemudian memposting versinya sendiri dan menandai penyanyi dan penulis lagu John Mayer yang merespons dengan upayanya di Tantangan Cap Botol.

Sementara aktor laga Jason Statham juga membagikan video The Bottle Cap Challenge di Twitter pada 1 Juli. Videonya telah dilihat lebih dari empat juta kali di Twitter.

Bintang Bollywood, Akshay Kumar, mengaku tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut mencoba tantangan ini dan mempostingnya.

Sementara Donnie Yen, justru menaikkan standar tantangan dengan melakukan tantangan Tutup Botol dalam kondisi mata tertutup.

Tantangan Tutup Botol telah terbukti sangat sulit. Beberapa netizen mencoba tantangan ini namun gagal atau justru menjadi konyol sehingga menjadi daya tarik di media sosial.

{Baca juga: Diduga karena Momo Challenge, Bocah 12 Tahun Gantung Diri}

Sumber: The Star

Bukan Karena LoveFrom, Ini Alasan Jony Ive Tinggalkan Apple

Telko.id, Jakarta – Ternyata alasan Jony Ive hengkang dari Apple bukan saja karena ingin mengembangkan perusahaan LoveFrom, tapi ada alasan lainnya. Baru- baru ini terkuak fakta mengenai penyebab Ive keluar dari Apple.

Kabarnya, ia merasa tak dihargai setelah CEO Apple, Tim Cook. Selain itu, para kolega juga menyatakan tak tertarik dengan desain iPhone karyanya.

Informasi lain menyebut, Jony sudah lama tak akrab dengan tim di Apple. Ia kerap bolos kerja. Di lain sisi, ia mendapat tekanan gara-gara Apple mulai kesulitan menciptakan produk sehingga kepayahan dengan penetrasi pasar.

{Baca juga: Perginya Jony Ive jadi Tanda Era Apple akan Berakhir}

Seperti dikutip Telko.id dari Wired, Kamis (04/07/2019), ia juga merasa Cook tak lagi perhatian kepada tim desain Apple. bos Apple tersebut jarang berkunjung ke studio desain sehingga Ive dan tim mulai merasa dianaktirikan.

Yang mencengangkan, kabarnya ia tak sepakat dengan kebijakan perusahaan. Kebijakan Apple memprioritaskan orang-orang dari bidang lain untuk menduduki kursi penting daripada orang yang mengerti soal teknologi.

Satu lagi, Ive beda pendapat dengan jajaran eksekutif Apple tentang smartwatch Apple Watch. Ia mengaku ingin Apple Watch menjadi produk fesyen, sedangkan para petinggi menginginkannya sebagai bagian dari iPhone.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Seperti diberitakan, Sir Jonathan Paul Ive atau lebih dikenal dengan panggilan Jony Ive menyatakan hengkang dari Apple lantaran akan mendirikan perusahaan sendiri. Informasi mengungkap bahwa Jony bakal mendirikan LoveForm.

Kendati meninggalkan Apple, The Guardian memberitakan bahwa Jony tidak putus hubungan total dengan Tim Cook dkk. Sebab, LoveForm akan bermitra dengan Apple untuk mengembangkan teknologi siap pakai dll. (SN/FHP)

Sumber: Wired

Buntut Perang Dagang, Perusahaan Teknologi Segera Tinggalkan China

Telko.id, Jakarta – HP, Dell, Microsoft, dan Amazon kabarnya sedang pikir-pikir untuk pergi dari China. Keempat perusahaan teknologi ini dirumorkan sepakat untuk tak lagi memproduksi perangkat keras di China. Hal itu sebagai buntut perang dagang Amerika Serikat dan China.

Dilansir The Verge, HP dan Dell berencana memindahkan 30 persen proses produksi laptop di luar China. Pun demikian dengan Microsoft dan Amazon yang bakal memindahkan proses produksi Xbox, Amazon Kindles, serta Amazon Echo.

Bahkan, dikutip Telko.id pada Kamis (04/07/2019), ASUS dan Asustek ikut-ikutan ingin memindahkan kegiatan manufaktur di luar China. Mereka menghindari aturan tambahan 25 persen untuk barang-barang impor dari China.

{Baca juga: Apple Produksi Mac Pro 2019 di China?}

Selain HP, Dell, Microsoft, dan Amazon, ada beberapa perusahaan teknologi besar lain yang berencana untuk pindah produksi. Sebelum mereka, Apple dikabarkan segera memindahkan 30 persen produksi ke negara lain.

Namun, baru-baru ini, justru ada kabar mengejutkan dari Apple. Rumor menyebut, Apple bakal memproduksi Mac Pro 2019 di China. Padahal, sejak 2013, Apple selalu merakit Mac Pro di pabrik yang berada di Texas.

{Baca juga: AS Gerah Belum Bisa Cekal Jaringan 5G China}

Kendati demikian, perlu diakui bahwa mayoritas produk Apple memang diproduksi di China. Yang menjadi aneh adalah Apple memutuskan untuk memproduksi Mac Pro terbaru di China di tengah perang dagang.

Dan meski diproduksi di China, seperti dikutip Telko.id dari The Verge, Minggu (30/6/2019), Mac Pro terbaru tetap masih akan memiliki komponen yang dibuat di AS dan mendukung industri pabrik di 30 negara bagian. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

Dirilis untuk Bidik Vloggers, Segini Harga Xiaomi Mi CC9

0

Telko.id, Jakarta – Bukan Xiaomi namanya kalau tidak melepas smartphone terbarunya dengan harga yang terjangkau. Buktinya, harga Xiaomi Mi CC9, Xiaomi Mi CC9e, dan Xiaomi Mi CC9 Meitu Edition yang dibanderol dengan mahar cukup “ramah kantong”, apabila melihat dari spesifikasi dan fitur yang ditawarkannya.

Sekadar informasi, trio smartphone baru di keluarga CC Series ini ditujukan Xiaomi untuk masuk ke segmen fotografi, dan menyasar pengguna yang suka vlog alias vloggers.

Xiaomi Mi CC9, Mi CC9e, dan Mi CC9 Meitu Edition punya tiga kamera belakang. Masing-masing punya konfigurasi 48MP aperture f/1.8 sebagai lensa utama, lensa ultra-wide 8MP, dan lensa depth dengan sensor 2MP. Sementara kamera depan, punya sensor 32MP dengan aperture f/2.0.

{Baca juga: Sah! Trio Xiaomi Mi CC9 Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkapnya}

Kamera tersebut dibekali sejumlah fitur, seperti AI Portrait Mode, Night Mode, sampai Mimoji. Sekadar informasi, Mimoji merupakan fitur yang animasi emoji yang hadir dengan 165 gaya rambut, wajah, dan aksesoris yang berbeda untuk dipilih pengguna, dan mendukung format gambar maupun video.

Xiaomi Mi CC9 yang telah ditenagai oleh prosesor Snapdragon 710 dan mengusung layar AMOLED berukuran 6,39 inci hanya dibanderol dengan harga mulai dari USD 260 atau setara Rp 3,6 jutaan untuk versi RAM dan ROM 6GB/64GB.

Sementara untuk model RAM 6GB dan ROM 128GB, dilepas di harga USD 290 atau Rp 4 jutaan. Smartphone ini akan tersedia dengan tiga pilihan warna, yaitu Black, White, dan Blue.

Sedangkan Xiaomi Mi CC9e, dilepas dengan harga yang lebih murah. Wajar, karena smartphone menjadi “versi terendah” di CC Series dengan sejumlah pengurangan porsi spesifikasi.

Mi CC9 punya layar AMOLED berukuran 6 inci beresolusi HD+, dan ditenagai oleh prosesor Snapdragon 665. Xiaomi menghargainya dengan mahar USD 189 atau Rp 2,6 jutaan untuk model paling rendah, dan USD 232 atau Rp 3,2 jutaan untuk versi tertingginya dengn RAM 6GB dan ROM 128GB.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Lantas berapa harga untuk smartphone edisi spesial Mi CC9 Meitu Edition? Well, Xiaomi menghargainya dengan nilai USD 378 atau setara dengan Rp 5,3 jutaan. Smartphone ini bakal dikemas dengan warna Pearl White, dan memiliki sejumlah fitur tambahan dan besaran ROM hingga 256GB.

Smartphone ini memiliki konfigurasi kamera dengan sentuhan “Low Light Portrait Mode” dari Meitu. Sekedar informasi, Meitu adalah merek smartphone yang diakuisisi Xiaomi pada tahun 2018 lalu. (FHP)