spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1134

Philips Monitors Gandeng Spider-Man : Far From Home

0

Telko.id, Jakarta – Philips Monitors akan menghadirkan visual pahlawan super kepada pelanggan setianya musim ini, bekerja sama dengan SpiderMan: Far From Home yang akan tayang di bioskop secara global di bulan Juli ini.

Para penggemar Spider-man dan pengguna setia Philips Monitors akan menyaksikan kolaborasi istimewa ini mulai dari penawaran khusus hingga kampanye interaktif media sosial yang digelar di Asia-Pasifik.

“Apa yang ditampilkan pada sosok superhero Spider-Man dalam film Spider-Man: Far From Home sangat mewakili apa yang kami hadirkan dalam jajaran produk Philips Monitor. Selain canggih dari sisi teknologi, produk kami juga cepat dan gesit dalam performa kualitas visual layarnya,” ujar Dedah, Marketing Communication Philips Monitor Indonesia.

{Baca juga : ’Stand Monitor Dijual Rp 14 Juta, Fans Apple ‘Ngamuk’}

lebih lanjut dedah menjelaskan, segala yang ada pada sosok Spider-Man seperti diwakili salah satu produk andalan Philips Monitor, yakni pada seri 325M7C yang merupakan monitor Quad HD (2560 x 1440 piksel) dengan teknologi Momentum yang super tajam.

Selain itu, dengan diperkuat teknologi AMD FreeSync dan kecepatan refreseh rate 144Hz mampu menampilkan gambar yang sempurna untuk pengalaman entertainment maupun gaming.

“Desain melengkung yang dimiliki Philips Monitor 325M7C mampu memberikan pengalaman personal dengan efek immersive yang akan membuat pengguna tetap fokus pada apa yang ditampilkan pada layar. Selain itu, ada pula teknologi Philips VA LED yang memberikan rasio kontras statis super tinggi untuk kualitas gambar lebih jelas dan cerah,” ungkap dedah.

Philips Monitor 325M7C juga memiliki teknologi manajemen piksel yang dioptimalkan untuk memberikan kemampuan sudut pandang dengan 178/178 derajat yang ekstra lebar. Dengan begitu, monitor ini sangat cocok untuk melihat foto, browsing internet, menonton film, bermain game, dan mendesain dari berbagai aplikasi grafis favorit.

{Baca juga : Mahal! Monitor Mac Dibandrol Rp 71 Juta Tanpa Penyangga}

Teknologi Ultra Wide-Color pada Philips Monitor 325M7C memberikan spektum warna yang lebih luas untuk gambar lebih cemerlang. Apa yang dimiliki pada teknologi ini mampu memberikan “color gamut” yang menghasilkan warna hijau yang lebih alami, merah yang lebih cerah, dan biru yang lebih dalam. Hal ini tentu saja membuat monitr mampu memberikan hiburan media, gambar, dan produktivitas pengguna yang lebih hidup dan berwarna. [MS]

Merinding! Pononton Annabelle Comes Home Ditemukan Tewas di Bioskop

Telko.id, Jakarta – Film Annabelle Comes Home sedang tayang di bioskop di seluruh dunia. Sekuel terbaru dari film Annabelle yang bergenre horor ini selalu dinanti penggemar film horor. Namun kali ini film yang mengisahkan boneka jelmaan setan itu benar-benar “memakan korban”.

Film bergenre horor selalu menjadi favorit para penggemar film di bioskop. Jenis film ini dapat memompa adrenalin Anda dan membuat penonton mendapatkan lebih banyak sensasi ketakutan. Bahkan ada yang sampai meninggal

Meskipun Anda mungkin perlu tidur dengan lampu kamar menyala selama beberapa hari, itu benar-benar sepadan. Namun, ini mungkin tidak berlaku untuk beberapa orang, sebab ada seorang pria yang ditemukan meninggal setelah menonton film Annabelle Comes Home.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 4 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

Menurut Bangkok Post, seorang pria Inggris ditemukan tewas di bioskop ketika menonton film horor Annabelle Comes Home, saat berlibur di Thailand.

Pria bernama Bernard Channing itu pergi ke bioskop untuk menonton film pada Selasa (2/7/2019) malam, saat berjalan-jalan di tempat wisata di Pattaya.

Tetapi ketika film horor telah selesai dan lampu theater dinyalakan, penonton yang duduk di sebelahnya terkejut mengetahui bahwa Bernard sudah tidak bernyawa.

Wanita yang pertama melihat jasad Bernard itu pun terkejut dan berteriak histeris meminta bantuan staf bioskop. Panggilan darurat dilakukan sekitar pukul 20:00 waktu setempat.

Dilansir dari Mirror, disebutkan bahwa Bernard yang berasal dari Gedling, Nottingham itu dinyatakan meninggal di dalam bioskop. Tubuhnya ditutupi dan dibawa pergi melalui pintu samping dan dimasukkan ke ambulans.

Seorang warga setempat, Monthira Phengrat, mengatakan saat kejadian ada beberapa orang di pintu masuk yang berbicara dengan staf. Mereka tampak sangat sedih.

“Mereka sangat terkejut dengan apa yang terjadi. Beberapa orang duduk di dekat mayat itu. Staf bioskop sangat prihatin dan mereka berusaha mencegah siapa pun melihat apa yang sedang terjadi. Kami dilarang memotret, ”katanya.

Menurut staf yang bekerja di bioskop, pria berusia 78 tahun itu membeli satu tiket untuk menonton film. Ada juga saksi yang mengklaim bahwa pria itu benar-benar pingsan bahkan sebelum film dimulai.

Polisi mengatakan bahwa tubuh Bernard telah dibawa ke rumah sakit di distrik Banglamung. Pemeriksaan post-mortem dilakukan di sana untuk mengetahui penyebab kematiannya, meskipun belum ada informasi yang dirilis.

{Baca juga: Indoxxi XX1 Lite, Aplikasi Nonton Film Streaming Anti Repot}

Sebagai informasi, film Annabelle Comes Home adalah film horor Annabelle sekuel ketiga, dan film ketujuh dalam franchise horor The Conjuring.

Menurut The Sun, ini adalah kedua kalinya seseorang dilaporkan tewas di dalam bioskop saat menonton film horor. Pada tahun 2016, seorang pria berusia 65 tahun dari India dikatakan mengalami serangan jantung saat menonton The Conjuring 2.

Dengan pengalaman di atas, anda yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan jantung, lakukan tindakan pencegahan, ambil obat-obatan, dan cobalah untuk tidak beraktivitas apa pun yang dapat memperburuk jantung Anda. [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

Polisi China Ciduk Pria Penyiram Air ke CEO Baidu

Telko.id,Jakarta – Kepolisian China menahan pria yang diduga menjadi pelaku penyiraman sebotol air ke kepala CEO Baidu, Robin Li pada Kamis (04/07), ketika melakukan presentasi mengenai teknologi Baidu.

Dilansir Telko.id dari Reuters pada Jumat (05/07/2019) polisi segera bertindak usai pihak Baidu melaporkan kasus ini. Polisi telah menangkap pria tersebut dan sayangnya polisi belum memberikan informasi identitas pria tersebut kepada publik.

Polisi mengaku sedang menyelidiki, mengidentifikasi seorang individu dan menempatkannya dalam penahanan administratif selama lima hari.

“Hal ini dilakukan karena dia mengambil pertengkaran dan memprovokasi masalah”, kata polisi.

{Baca juga: Google Mau Balik ke China, Begini Reaksi Baidu}

Hingga saat ini Baidu juga tidak memberikan konfirmasi. Sebelumnya CEO Baidu, Robin Li mengalami pengalaman tidak mengenakkan, ketika sedang pidato di Beijing, China kemarin (4/7). Orang nomor satu di Baidu itu disiram air oleh pria misterius di depan publik.

Dilansir Telko.id dari Japan Times pada Jumat (05/07/2019), Robin sedang memperkenalkan layanan parkir valet yang diberdayakan oleh Artificial Intelligence (AI) ketika seorang pria dengan kaus hitam mengayunkan sebotol air di atas kepalanya.

Robin sempat terdiam beberapa detik sambil menyeka wajahnya. Lalu Dia kembali melanjutkan pidatonya seolah-olah tidak ada yang terjadi pada dirinya. Tidak jelas siapa orang iseng tersebut dan apa motifnya. Namun Robin tetap berpidato selama 40 menit sebelum akhirnya pergi meninggalkan panggung.

{Baca juga: Waduh, CEO Baidu Diguyur Air saat Pidato oleh Pria Misterius}

Baidu merupakan mesin pencari yang terkenal di China. Bahkan ada yang menyebut jika Baidu adalah Google-nya China. Tetapi Baidu tidak terlepas dari kontroversi yang menyertainya. Pada tahun 2016 seorang mahasiswa dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan kanker yang dia temukan melalui Baidu.

Selain itu Baidu juga kehilangan beberapa eksekutif senior utama dan mencatat kerugian untuk pertama kalinya pada bulan Mei kemarin sejak perusahaan tersebut Go Public pada tahun 2005. [NM/HBS]

Sumber: Reuters

Aplikasi Email Rawan Diretas, Samsung Siapkan ‘Email Plus’

0

Telko.id, Jakarta – Samsung kabarnya sedang bekerja keras untuk membawa pengguna Android ke aplikasi email baru yang lebih aman. Sebab, ada laporan bahwa aplikasi email lawas di ponsel Samsung sedang diintai penjahat siber alias rawan diretas.

Beberapa bulan lalu, banyak pemilik ponsel Samsung menerima email dari Google. Email tersebut berisi pemberitahuan tentang fakta bahwa aplikasi email Samsung ternyata berasal dari penerbit yang mencurigakan.

Parahnya, penerbit itu kemungkinan besar memiliki akses ke data Gmail para pengguna ponsel Samsung. Pesan dari Google juga berisi rincian tentang cara penerbit aplikasi membaca, mengirim, dan menghapus pesan.

{Baca juga: Fix! Ini Tanggal Peluncuran Samsung Galaxy Note 10}

Penerbit tersebut menghapusnya secara permanen dengan akun Gmail pengguna. Namun, Samsung malah mengklaim bahwa masalah itu hanyalah bug. Tapi, seiring waktu berjalan, Samsung mulai tampak merasa waswas.

Seperti dikutip Telko.id dari Phone Arena, Jumat (5/7/2019), perusahaan asal Korea Selatan tersebut berencana meluncurkan aplikasi email baru untuk perangkat Android. Kemungkinan, namanya Email Plus.

Informasi menyebut, Samsung baru saja mengajukan permohonannya di Inggris. Dalam dokumen, Email Plus dideskripsikan sebagai perangkat lunak komputer untuk ponsel dan tablet guna mengelola akun email.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Ada selentingan bahwa Email Plus bakal hadir untuk kali pertama di ponsel flagship Samsung Galaxy Note 10. Sayang, Samsung tidak mengomentari kabar ini. Detail soal waktu peluncuran Email Plus pun belum bisa dikonfirmasi. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

telset.id | 502: Bad gateway

Bad gateway

Los Angeles

Cloudflare

Working

What happened?

The web server reported a bad gateway error.

What can I do?

Please try again in a few minutes.

Penjualan Smartphone 5G akan “Booming” di 2023

0

Telko.id, Jakarta – Penjualan Smartphone 5G diprediksi akan meningkat di tahun 2023. Di tahun tersebut penjualan smartphone dengan jaringan generasi kelima tersebut akan menyalip penjualan smartphone 4G.

Dilansir Telko.id dari Gizmochina pada Jumat (05/07/2019) sejauh smartphone 5G masih sedikit sedikit jenisnya. Tercatat ada mereka Samsung Galaxy S10 5G, LG V50 ThinQ, OnePlus 7 Pro, Oppo Reno 5G dan Moto Z4 Motorola.

Selain itu permintaan juga masih rendah karena operator masih menguji jaringan tersebut. Tetapi lembaga riset pasar, Canalys memproyeksikan jika terjadi lonjakan jumlah Smartphone 5G di pasaran dan puncaknya di tahun 2023.

{Baca juga: 2 Smartphone 5G Nokia Siap Meluncur, Apa Saja?}

Canalys memprediksi jika smartphone 5G akan menjual lebih banyak dari smartphone 4G di tahun tersebut. Artinya selama 4 tahun kedepan diprediksi jaringan 5G mulai berkembang sehingga turut mendongkrak penjualan smartphone 5G.

Canalys memperkirakan penjualan ponsel 5G akan mencapai puncaknya pada 800 juta unit yang merupakan 51,4% pangsa pasar smartphone. Cina akan menyumbang 34% sementara Amerika Utara sekitar 18,8%.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari ini, Wakil Presiden Mobilitas Canalys, Nicole Peng mengatakan jika China akan berpengaruh pada peningkatan penjualan Smartphone 5G tersebut.

“China juga merupakan rumah bagi banyak pemasok peralatan 5G besar dan vendor ponsel cerdas, yang akan bertanggung jawab atas dorongan pemasaran yang agresif selama beberapa tahun mendatang,” ujar Peng.

{Baca juga: Smartphone 5G OnePlus Unjuk Gigi di MWC 2019}

Walaupun begitu Peng menilai jika prediksi tersebut bisa salah karena adopsi 5G tidak semudah jaringan generasi sebelumnya.

“Tetapi adopsi 5G smartphone di pasar massal tidak selalu berarti penyebaran 5G yang sukses. Penerapan 5G penuh akan memakan waktu lebih lama, dan jauh lebih kompleks daripada generasi jaringan sebelumnya,” tutup Peng. [NM/HBS]

Sumber: Gizmochina

Ini Dia Seri iPhone Paling “Berumur Panjang”

0

Telko.id, Jakarta – Apple terbilang rajin merilis iPhone baru ke pasaran. Padahal, banderol iPhone tidaklah murah. Dari sekian banyak iPhone yang telah dipasarkan Apple, kira-kira seri apa ya yang paling “berusia panjang”?

Lembaga riset Statista baru saja mengeluarkan hasil riset terkait semua seri iPhone. Statista mengungkap data mengenai iPhone yang paling banyak mendapatkan dukungan sistem operasi dari Apple. Dan jawabannya…

Seperti dikutip Telko.id dari iMore, Jumat (5/7/2019), iPhone 5s ternyata adalah iPhone paling “berusia panjang” di antaranya ponsel buatan Apple. Asal tahu saja, iPhone 5s meluncur ke pasaran pada 2013 dengan iOS 7.

{Baca juga: Perginya Jony Ive jadi Tanda Era Apple akan Berakhir}

Hadir sejak enam tahun lalu, iPhone 5s masih mendapat dukungan pembaruan sistem operasi iOS 12 dari Apple pada 2018. Padahal, iPhone seri lain hanya mendapat dukungan sistem operasi empat tahun atau lima tahun.

Sekadar informasi, penjualan iPhone 5s secara global memang cukup menggembirakan Apple. Bahkan, di tengah promosi Apple untuk ponsel baru iPhone 6 dan 6 Plus, penjualan iPhone 5s justru meningkat di pasaran.

Menurut analis Societe Generale, Andy Perkins, pada kuartal I-2015, penjualan iPhone 5s berkontribusi sekitar 10 persen. Sementara pada kuartal II-2015, penjualannya meningkat dua kali lipat hingga menjadi 20 persen.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Padahal, menurut Perkins, biasanya penjualan ponsel lawas tidak akan mungkin bisa menguat ketika permintaan pasar mulai turun. Bisa jadi, waktu itu, minat konsumen terhadap iPhone 6 dan iPhone 6 Plus memang tak bagus. [SN/HBS]

Sumber: iMore

Waduh, CEO Baidu Diguyur Air saat Pidato oleh Pria Misterius

Telko.id, Jakarta CEO Baidu, Robin Li mengalami pengalaman tidak mengenakkan, ketika sedang pidato di Beijing, China kemarin (4/7). Orang nomor satu di Baidu itu disiram air oleh pria misterius di depan publik.

Dilansir Telko.id dari Japan Times pada Jumat (05/07/2019), Robin sedang memperkenalkan layanan parkir valet yang diberdayakan oleh Artificial Intelligence (AI) ketika seorang pria dengan kaus hitam mengayunkan sebotol air di atas kepalanya.

Robin sempat terdiam beberapa detik sambil menyeka wajahnya. Lalu Dia kembali melanjutkan pidatonya seolah-olah tidak ada yang terjadi pada dirinya.

“Apa masalahmu?” ucap robin dalam bahasa Inggris kepada pelaku.

“Seperti yang baru saja dilihat semua akan mengalami kejadian tidak terduga di jalan menuju perkembangan AI,” tambahnya.

{Baca juga: Google Mau Balik ke China, Begini Reaksi Baidu}

Tidak jelas siapa orang iseng tersebut dan apa motifnya. Namun Robin tetap berpidato selama 40 menit sebelum akhirnya pergi meninggalkan panggung.

Baidu merupakan mesin pencari yang terkenal di China. Bahkan ada yang menyebut jika Baidu adalah Google-nya China. Tetapi Baidu tidak terlepas dari kontroversi yang menyertainya.

Pada tahun 2016 seorang mahasiswa dikabarkann meninggal dunia setelah menjalani perawatan kanker yang dia temukan melalui Baidu.

Selain itu Baidu juga kehilangan beberapa eksekutif senior utama dan mencatat kerugian untuk pertama kalinya pada bulan Mei kemarin sejak perusahaan tersebut Go Public pada tahun 2005.

{Baca juga: Bicara Teror Masjid Selandia Baru, Senator Australia Dilempari Telur}

Insiden memalukan yang menimpa tokoh penting bukan sekali ini saja terjadi. Pada bulan Juni lalu, aktivis perlindungan hewan sempat mendatangi CEO Amazon, Jeff Bezos saat sedang diwawancarai di Las Vegas Amerika Serikat.

Beberapa hari sebelumnya seorang pria menyambar mikrofon dari kandidat Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris ketika berbicara di sebuah forum. [NM/HBS]

Sumber: Japan Times

Gara-gara Jepang, Apple, Samsung dan LG Saling “Baku Tembak”

0

Telko.id, Jakarta – Di tengah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, hubungan antara Jepang dengan Korea Selatan (Korsel) pun ikut memanas. Apple, Huawei, LG, dan Samsung disebutkan bakal terlibat “baku tembak”. Apa masalahnya?

Dikutip Telko.id dari Phone Arena, Jumat (5/7/2019), mulai hari ini Jepang membatasi ekspor polimida berfluorinasi dan hidrogen fluorida kemurnian tinggi (HF) ke Korsel. Keduanya termasuk bahan untuk produksi ponsel.

{Baca juga: Gara-gara Jepang, Pasokan iPhone 2019 Terancam Bermasalah}

Selama ini, Samsung dan LG menggunakan bahan tersebut untuk membuat layar. Samsung dan SK Hynix Inc Jepang juga tercatat sebagai penyuplai terbesar chip memori ke berbagai perusahaan besar di hampir semua negara.

Eksportir Jepang wajib mendapatkan izin dari pemerintah untuk mengirim bahan-bahan itu ke Korsel. Prosesnya memakan waktu hingga 90 hari. Produksi panel OLED Samsung untuk iPhone buatan Apple pun akan terdampak. Demikian juga produksi untuk perangkat LG.

Semua ini gara-gara putusan Mahkamah Agung Korsel pada 2018 lalu. Putusan MA itu mengharuskan Jepang membayar kompensasi bagi warga Korsel yang bekerja di Nippon Steel selama Perang Dunia II.

Sebelumnya diberitakan, Apple sedang menghadapi masalah pelik. Apple berpotensi mengalami gangguan pasokan komponen untuk iPhone 2019. Gara-garanya, Jepang berencana memperketat ekspor material tertentu untuk ponsel.

{Baca juga: Kepemilikan Asing di Bisnis IT Jepang Dibatasi, Dampak Huawei?}

Perlu diketahui bahwa iPhone dan Apple Watch sangat bergantung kepada OLED buatan Samsung. Apple mulai menggunakan panel OLED sejak merilis iPhone X pada 2017. Sebelumnya, Apple menggunakan panel LCD untuk iPhone. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena