spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1132

Pricenton Digital Group ‘Caplok’ Bisnis Data Center XL Axiata

0

Telko.id – XL Axiata, di Indonesia memiliki lima data center yang tersebar di seluruh Indonesia. Bisnis yang menggiurkan pada masa yang akan datang ini sekarang sudah di’caplok’ oleh Princeton Digital group. Tidak tanggung-tanggung, 70% dari kepemilikan XL sudah berpindah tangan.

Princeton Digital Group (PDG) sendiri merupakan investor, pengembang dan operator infrastruktur internet berbasis di Singapura yang didukung oleh Warburg Pincus.

Lalu, perusahaan dengan kepemilikan baru tersebut diberi nama Princeton Digital Group Data Centres dan akan mendukung eksistensi strategis PDG di Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025.

Dharapkan perusahaan Joint Venture ini akan menjadi operator Data Center dengan kemampuan bertumbuh secara signifikan untuk melayani perusahaan hyperscalers, unicorn domestik, korporasi, dan perusahaan telekomunikasi.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan XL Axiata dalam bisnis patungan ini. PDG bermaksud untuk memperbesar kapasitas Data Center yang sudah ada serta membangun satu Data Center hyperscale di akhir tahun ini. Dengan investasi lanjutan tersebut Joint Venture ini akan menjadi pemimpin pasar di Indonesia serta salah satu operator Data Center terbesar di Asia Tenggara,” kata Rangu Salgame, Chairman dan CEO, Princeton Digital Group.

Bagi PDG, tujuan dari akuisis ini adalah untuk meningkatkan kompetensi mumpuni dalam infrastruktur internet global guna membangun portofolio pan-Asian multi-billion digital infrastructure.

“Kami sangat senang dapat menjalin kemitraan ini dengan PDG. Pengetahuan dan sepak terjang kami pada industri telekomunikasi, dikombinasikan dengan keahlian dan pengalaman yang luas dari tim PDG di bidang telekomunikasi dan teknologi global, menjadikan entitas baru ini, sebagai mitra pilihan untuk para penyedia layanan digital berskala besar dan perusahaan multinasional yang secara pesat memperluas operasi mereka di Indonesia dan di kawasan Asia,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO, XL Axiata.

Sebagai gambaran, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Google dan Temasek, ekonomi digital Indonesia akan mendominasi Asia Tenggara pada tahun 2025 seiring meningkatnya nilai pasar (market value) sebanyak 3x lipat mencapai US $ 100 miliar dari sebelumnya $ 27 miliar pada tahun 2018.

Di sisi lain, penyedia layanan public cloud global seperti Alibaba Cloud, Amazon Web Services, dan Google Cloud telah membangun beberapa hub strategis di pasar. Dan, data Centre adalah tulang punggung pertumbuhan fenomenal ini.

Di seluruh Asia Tenggara, pasar layanan Data Centre akan mengalami kemajuan besar dengan lebih dari dua kali lipat nilainya dalam empat tahun ke depan. Menurut Technavio, pasar layanan Data Centre di wilayah ini akan tumbuh stabil pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 14% selama periode 2017 hingga 2021. (Icha)

Lagi Ngehits, Serunya “Tantangan Tutup Botol”, Ada yang Kecebur Kolam

Telko.id, Jakarta – Apakah Anda suka mencoba tantangan internet? Jika iya, maka saat ini ada tantangan atau challenge baru yang kini tengah viral di media sosial, namanya The Bottle Cap Challenge alias “Tantangan Tutup Botol”.

Para selebriti pun ikut membagikan video mereka sendiri yang sedang melakukan “Tantangan Tutup Botol. Tantangan ini mengharuskan seseorang melepas tutup botol dengan sekali tendangan.

Menariknya, seperti dikutip Telko.id dari The Star, mereka yang mencoba tantangan ini tidak boleh menyentuh atau memindahkan botol.

Menurut CBS News, The Bottle Cap Challenge mungkin berasal dari praktisi seni bela diri campuran sekaligus Juara Taekwando Dunia, Farabi Davletchin, memposting videonya pada 26 Juni 2019, lalu.

Ia menandai selebriti seperti Jason Statham dan Jackie Chan dalam video yang ia buat, dan meminta para selebriti ini untuk membuat video The Bottle Cap Challenge versi mereka sendiri.

Challenge atau tantangan ini memang seru dan terkadang mengundang tawa. Dalam tantangan ini melibatkan satu orang untuk memegang botol, saat tutup botol ini ditendang secara memutar.

{Baca juga: Yuk Ikut Ramaikan #TrashChallenge untuk Selamatkan Bumi}

Juara UFC Max Holloway kemudian memposting versinya sendiri dan menandai penyanyi dan penulis lagu John Mayer yang merespons dengan upayanya di Tantangan Cap Botol.

Sementara aktor laga Jason Statham juga membagikan video The Bottle Cap Challenge di Twitter pada 1 Juli. Videonya telah dilihat lebih dari empat juta kali di Twitter.

Bintang Bollywood, Akshay Kumar, mengaku tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut mencoba tantangan ini dan mempostingnya.

Sementara Donnie Yen, justru menaikkan standar tantangan dengan melakukan tantangan Tutup Botol dalam kondisi mata tertutup.

Tantangan Tutup Botol telah terbukti sangat sulit. Beberapa netizen mencoba tantangan ini namun gagal atau justru menjadi konyol sehingga menjadi daya tarik di media sosial.

{Baca juga: Diduga karena Momo Challenge, Bocah 12 Tahun Gantung Diri}

Sumber: The Star

Bukan Karena LoveFrom, Ini Alasan Jony Ive Tinggalkan Apple

Telko.id, Jakarta – Ternyata alasan Jony Ive hengkang dari Apple bukan saja karena ingin mengembangkan perusahaan LoveFrom, tapi ada alasan lainnya. Baru- baru ini terkuak fakta mengenai penyebab Ive keluar dari Apple.

Kabarnya, ia merasa tak dihargai setelah CEO Apple, Tim Cook. Selain itu, para kolega juga menyatakan tak tertarik dengan desain iPhone karyanya.

Informasi lain menyebut, Jony sudah lama tak akrab dengan tim di Apple. Ia kerap bolos kerja. Di lain sisi, ia mendapat tekanan gara-gara Apple mulai kesulitan menciptakan produk sehingga kepayahan dengan penetrasi pasar.

{Baca juga: Perginya Jony Ive jadi Tanda Era Apple akan Berakhir}

Seperti dikutip Telko.id dari Wired, Kamis (04/07/2019), ia juga merasa Cook tak lagi perhatian kepada tim desain Apple. bos Apple tersebut jarang berkunjung ke studio desain sehingga Ive dan tim mulai merasa dianaktirikan.

Yang mencengangkan, kabarnya ia tak sepakat dengan kebijakan perusahaan. Kebijakan Apple memprioritaskan orang-orang dari bidang lain untuk menduduki kursi penting daripada orang yang mengerti soal teknologi.

Satu lagi, Ive beda pendapat dengan jajaran eksekutif Apple tentang smartwatch Apple Watch. Ia mengaku ingin Apple Watch menjadi produk fesyen, sedangkan para petinggi menginginkannya sebagai bagian dari iPhone.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Seperti diberitakan, Sir Jonathan Paul Ive atau lebih dikenal dengan panggilan Jony Ive menyatakan hengkang dari Apple lantaran akan mendirikan perusahaan sendiri. Informasi mengungkap bahwa Jony bakal mendirikan LoveForm.

Kendati meninggalkan Apple, The Guardian memberitakan bahwa Jony tidak putus hubungan total dengan Tim Cook dkk. Sebab, LoveForm akan bermitra dengan Apple untuk mengembangkan teknologi siap pakai dll. (SN/FHP)

Sumber: Wired

Buntut Perang Dagang, Perusahaan Teknologi Segera Tinggalkan China

Telko.id, Jakarta – HP, Dell, Microsoft, dan Amazon kabarnya sedang pikir-pikir untuk pergi dari China. Keempat perusahaan teknologi ini dirumorkan sepakat untuk tak lagi memproduksi perangkat keras di China. Hal itu sebagai buntut perang dagang Amerika Serikat dan China.

Dilansir The Verge, HP dan Dell berencana memindahkan 30 persen proses produksi laptop di luar China. Pun demikian dengan Microsoft dan Amazon yang bakal memindahkan proses produksi Xbox, Amazon Kindles, serta Amazon Echo.

Bahkan, dikutip Telko.id pada Kamis (04/07/2019), ASUS dan Asustek ikut-ikutan ingin memindahkan kegiatan manufaktur di luar China. Mereka menghindari aturan tambahan 25 persen untuk barang-barang impor dari China.

{Baca juga: Apple Produksi Mac Pro 2019 di China?}

Selain HP, Dell, Microsoft, dan Amazon, ada beberapa perusahaan teknologi besar lain yang berencana untuk pindah produksi. Sebelum mereka, Apple dikabarkan segera memindahkan 30 persen produksi ke negara lain.

Namun, baru-baru ini, justru ada kabar mengejutkan dari Apple. Rumor menyebut, Apple bakal memproduksi Mac Pro 2019 di China. Padahal, sejak 2013, Apple selalu merakit Mac Pro di pabrik yang berada di Texas.

{Baca juga: AS Gerah Belum Bisa Cekal Jaringan 5G China}

Kendati demikian, perlu diakui bahwa mayoritas produk Apple memang diproduksi di China. Yang menjadi aneh adalah Apple memutuskan untuk memproduksi Mac Pro terbaru di China di tengah perang dagang.

Dan meski diproduksi di China, seperti dikutip Telko.id dari The Verge, Minggu (30/6/2019), Mac Pro terbaru tetap masih akan memiliki komponen yang dibuat di AS dan mendukung industri pabrik di 30 negara bagian. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

Dirilis untuk Bidik Vloggers, Segini Harga Xiaomi Mi CC9

0

Telko.id, Jakarta – Bukan Xiaomi namanya kalau tidak melepas smartphone terbarunya dengan harga yang terjangkau. Buktinya, harga Xiaomi Mi CC9, Xiaomi Mi CC9e, dan Xiaomi Mi CC9 Meitu Edition yang dibanderol dengan mahar cukup “ramah kantong”, apabila melihat dari spesifikasi dan fitur yang ditawarkannya.

Sekadar informasi, trio smartphone baru di keluarga CC Series ini ditujukan Xiaomi untuk masuk ke segmen fotografi, dan menyasar pengguna yang suka vlog alias vloggers.

Xiaomi Mi CC9, Mi CC9e, dan Mi CC9 Meitu Edition punya tiga kamera belakang. Masing-masing punya konfigurasi 48MP aperture f/1.8 sebagai lensa utama, lensa ultra-wide 8MP, dan lensa depth dengan sensor 2MP. Sementara kamera depan, punya sensor 32MP dengan aperture f/2.0.

{Baca juga: Sah! Trio Xiaomi Mi CC9 Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkapnya}

Kamera tersebut dibekali sejumlah fitur, seperti AI Portrait Mode, Night Mode, sampai Mimoji. Sekadar informasi, Mimoji merupakan fitur yang animasi emoji yang hadir dengan 165 gaya rambut, wajah, dan aksesoris yang berbeda untuk dipilih pengguna, dan mendukung format gambar maupun video.

Xiaomi Mi CC9 yang telah ditenagai oleh prosesor Snapdragon 710 dan mengusung layar AMOLED berukuran 6,39 inci hanya dibanderol dengan harga mulai dari USD 260 atau setara Rp 3,6 jutaan untuk versi RAM dan ROM 6GB/64GB.

Sementara untuk model RAM 6GB dan ROM 128GB, dilepas di harga USD 290 atau Rp 4 jutaan. Smartphone ini akan tersedia dengan tiga pilihan warna, yaitu Black, White, dan Blue.

Sedangkan Xiaomi Mi CC9e, dilepas dengan harga yang lebih murah. Wajar, karena smartphone menjadi “versi terendah” di CC Series dengan sejumlah pengurangan porsi spesifikasi.

Mi CC9 punya layar AMOLED berukuran 6 inci beresolusi HD+, dan ditenagai oleh prosesor Snapdragon 665. Xiaomi menghargainya dengan mahar USD 189 atau Rp 2,6 jutaan untuk model paling rendah, dan USD 232 atau Rp 3,2 jutaan untuk versi tertingginya dengn RAM 6GB dan ROM 128GB.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Lantas berapa harga untuk smartphone edisi spesial Mi CC9 Meitu Edition? Well, Xiaomi menghargainya dengan nilai USD 378 atau setara dengan Rp 5,3 jutaan. Smartphone ini bakal dikemas dengan warna Pearl White, dan memiliki sejumlah fitur tambahan dan besaran ROM hingga 256GB.

Smartphone ini memiliki konfigurasi kamera dengan sentuhan “Low Light Portrait Mode” dari Meitu. Sekedar informasi, Meitu adalah merek smartphone yang diakuisisi Xiaomi pada tahun 2018 lalu. (FHP)

Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi Xiaomi Mi CC9 dan Lainnya

0

Telko.id, Jakarta – Trio smartphone CC Series resmi diperkenalkan Xiaomi. Adalah Xiaomi Mi CC9, Xiaomi Mi CC9e, dan Xiaomi Mi CC9 Meitu Edition yang seluruhnya menawarkan spesifikasi handal dengan kemampuan fotografi yang diklaim berkualitas.

Spesifikasi Xiaomi Mi CC9 sesuai dengan bocoran yang beredar sebelumnya. Smartphone tersebut mengusung layar berjenis AMOLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+.

layarnya punya dimensi memanjang dengan adanya notch berbentuk waterdrop di bagian atasnya, plus mendukung sensor sidik jari di dalamnya.

{Baca juga: Keteteran Lawan Huawei cs, Apple akan Rilis iPhone Khusus China}

Mi CC9 ditenagai oleh prosesor Snapdragon 710, mirip seperti Realme 3 Pro, RAM 6GB/8GB, ROM 64GB/128GB, dan baterai berkapasitas 4,030 mAh yang didukung oleh fast charging 18W. Sebagai versi tertinggi, Mi CC9 tentu saja dibekali konfigurasi kamera yang lengkap.

Ada tiga kamera belakang, masing-masing punya konfigurasi 48MP aperture f/1.8 sebagai lensa utama, lensa ultra-wide 8MP, dan lensa depth dengan sensor 2MP. Sementara kamera depan, punya sensor 32MP dengan aperture f/2.0.

Beralih ke Mi CC9e, smartphone ini menjadi versi “paling rendah” di CC Series. Akan tetapi, dilansir Telko.id dari GSMArena, Kamis (04/07/2019), Xiaomi mengatakan bahwa smartphone tersebut tetap membawa sejumlah fitur unggulan dari CC9 meski “dikurangi” porsinya.

Salah satunya adalah layar berjenis AMOLED dengan ukuran yang diperkecil menjadi 6 inci dan resolusi hanya HD+ atau 1560 x 720 piksel. Meski demikian, desain layar berponi dengan sensor sidik jari di dalamnya masih terdapat di seri ini.

Mi CC9e ditenagai oleh prosesor Snapdragon 665, RAM 4GB/6GB, ROM 64GB/128GB, dan baterai berkapasitas 4,030 mAh dengan fast charging.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Xiaomi Terbaru}

Seri terakhir yang diboyong Xiaomi adalah edisi spesial bernama Mi CC9 Meitu Edition. Secara spesifikasi, smartphone ini sama dengan CC9, tapi memiliki beberapa peningkatan fitur termasuk besaran ROM atau memori internal menjadi 256GB yang dipasangkan dengan RAM 8GB.

Smartphone ini memiliki konfigurasi kamera yang sama dengan CC9, namun ia mendapatkan sentuhan “Low Light Portrait Mode” dari Meitu. Sekedar informasi, Meitu adalah merek smartphone yang diakuisisi Xiaomi pada tahun 2018 lalu. (FHP)

Sumber: GSMArena

Trik Upload Foto di Instagram Lewat PC

Telko.id, Jakarta – Biasanya pengguna Instagram membagikan foto atau video di Instagram melalui aplikasi di smartphone. Tapi tapi tahukah Anda bahwa nyatanya pengguna bisa juga upload foto di Instagram lewat PC melalui websitewell dengan “sedikit” trik.

Asal tahu saja, aplikasi Instagram menawarkan fitur lengkap bagi para penggunanya. Mulai dari bisa mengunggah foto, video, Instagram Stories, mengirimkan Direct Message, dan fitur lainnya.

Akan tetapi, berbeda dengan Instagram versi website atau desktop. Media sosial ini seperti “membatasi” para penggunanya untuk mencoba fitur-fitur andalan di aplikasi, termasuk mengunggah foto dan video.

{Baca juga: Begini Cara Pakai Stiker untuk Ngobrol di Instagram Stories}

Nah, dalam tulisan kali ini tim Telko.id mau membagikan cara untuk upload foto maupun video di Instagram web dengan mudah. Cara ini kami lakukan menggunakan browser Google Chrome versi terbaru. Yuk simak!

  • Pertama yang harus Anda lakukan tentu saja mengakses situs Instagram. Jangan lupa untuk lakukan login terlebih dahulu.
  • Kemudian, tekan tombol berbentuk tiga titik bertumpuk di pojok kanan atas browser.
  • Selanjutnya, tekan tombol More Tools, dan pilih Developer Tools.
  • Sekarang bagian paling krusialnya nih. Di samping tab Elements, tekan ikon mobile atau tombol Toggle Device Toolbar.

  • Jika sudah, refresh halaman Instagram. Otomatis, tampilannya bakal menyerupai aplikasi Instagram.

  • Jangan lupa untuk menutup jendela Developer Tools agar tampilan Instagram menjadi lebih besar.
  • Untuk mengunggah foto atau video, seperti biasa tekan saja tombol +, dan pilih foto maupun video Anda.

Bagaimana, Mudah kan caranya? Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah upload di Instagram melalui perangkat desktop. (FHP)

IM3 Ooredoo dan Google Meluncurkan Mobile Data Plan

0

Telko.id, Jakarta – Pertama di Indonesia, IM3 Ooredoo berkolaborasi dengan Google berikan cara baru untuk cek dan beli kuota internet super gampang dari setting ponsel Android dengan meluncurkan Mobile Data Plan (MDP).

Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo mengatakan, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Indosat Ooredoo selalu berupaya untuk berinovasi memberikan produk dan layanan terbaik. Melalui IM3 Ooredoo, kami terus memberikan transformasi digital dan pada hari ini dengan bangga mengumumkan kolaborasi dengan raksasa teknologi, Google meluncurkan Mobile Data Plan yang memudahkan pelanggan mengelola dan membeli paket data super gampang langsung dari ponsel Android mereka.

{Baca juga : Bahas Revolusi Industri, Indosat Gelar Kartini 4.0}

­

“Kami mengerti pelanggan sangat membutuhkan internet untuk membantu dan mempermudah kehidupan sehari-hari mereka, dengan fitur MDP ini akan mengubah pengalaman pelanggan kami dalam mengatur paket data mereka ke level selanjutnya,” ujar Vikram di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Lebih lanjut Vikram menjelaskan, MDP adalah fitur yang ditanamkan dalam sistem operasi Android yang memungkinkan pelanggan IM3 Ooredoo memiliki pengalaman yang lebih baik dalam mengelola penggunaan kuota internet mereka, mengetahui informasi saldo, informasi paket data dan melakukan pembelian paket di jaringan Indosat Ooredoo super gampang tanpa harus install aplikasi.

“Dengan fitur MDP pelanggan akan mudah untuk update status di media sosial, streaming lagu atau video, YouTube-an hingga cari info apapun di internet tanpa perlu khawatir kuota internet habis, karena di MDP semua jadi mudah,” ungkapnya.

Dilokasi yang sama, Mahir Sahin, Director Android Partnerships, South East Asia and South Asia, Google mengatakan, Google bekerjasama erat dengan Indosat Ooredoo sebagai partner penting di ekosistem untuk memberikan pengalaman terbaik di platform Android.

“Kami ingin membantu pengguna melakukan hal sehari-hari dengan sangat lancar, contohnya adalah kolaborasi Mobile Data Plan API ini, yang memungkinkan pelanggan mengontrol kuota dan membeli paket data dengan Super Gampang. Dengan demikian, pelanggan IM3 Ooredoo mendapat pengalaman bebas khawatir dan tidak akan kehabisan kuota, terutama di saat membutuhkan,” katanya.

{Baca Juga : Indosat Ooredoo Ajak Siswa Sekolah #BijakBersosmed}

Saat ini pelanggan prabayar IM3 Ooredoo dapat memilih tiga paket langganan yang berbeda; Paket Yellow, paket Unlimited bulanan dan paket New Freedom sedangkan pelanggan pascabayar dapat memilih paket Freedom Internet dan paket Unlimited. Bonus 50% kuota utama setiap beli paket data di Mobile Data Plan. Ayo gabung dan coba super gampangnya Internetan Kuat dari IM3 Ooredoo! [MS]

Lagi, Instagram, Facebook, WhatsApp Down Bersamaan

Telko.id, Jakarta – Tiga media sosial populer, Instagram, Facebook, dan WhatsApp down secara bersamaan. Kejadian ini membuat para penggunanya tidak bisa menjalankan aplikasi secara maksimal.

Tumbangnya layanan Facebook dkk ini juga terpantau juga oleh situs Down Detector.

(Baca juga: Akan Hadir di iOS 13, Mode Gelap WhatsApp Sudah Bisa Dicoba}

Ribuan laporan dari pengguna Instagram, Facebook, dan WhatsApp down di berbagai negara yang tersebar di Amerika Latin, beberapa negara Eropa, hingga sejumlah negara Asia termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura mengeluh tidak dapat mengakses aplikasi secara maksimal.

Seperti tidak bisa me-refresh News Feed di Facebook, tidak bisa mengunduh gambar atau file di aplikasi pesan instan itu, hingga tidak dapat melihat Feed dan mengirimkan Direct Message di Instagram.

Tak hanya ketiga layanan tersebut, menurut Down Detector, layanan Facebook Messenger juga dilaporkan ikut-ikutan tumbang. Akan tetapi, laporannya tidak sebanyak tiga aplikasi tadi.

(Baca juga: WhatsApp Web, Cara Pakai dan Trik Memaksimalkannya}

Hingga kini, masih belum ada pernyataan resmi dari Instagram, WhatsApp, atau Facebook selaku induk perusahaan terkait masalah ini. (FHP/HBS)

 

Telkomsel TMI Suntikan Dana Investasi untuk Kredivo  

0

Telko.id, JakartaTelkomsel mengumumkan pendanaan baru untuk FinAccel (Kredivo) dalam jumlah yang tidak disebutkan melalui Telkomsel Mitra Inovasi (Telkomsel TMI) bersama MDI Ventures. TMI sendiri adalah anak perusahaan Telkomsel di bidang strategic investments.

Kredivo merupakan startup dengan produk inovatif berupa alternatif metode pembayaran digital yang baru, dengan berbagai pilihan metode dan  jangka waktu pembayaran bagi pembeli.

Selain membuat pembayaran dalam jumlah besar menjadi pembayaran berjangka yang lebih terjangkau, solusi dari Kredivo membuat proses pengajuan kredit menjadi lebih mudah dan instan, namun tetap aman.

Untuk mengakomodasi hal tersebut, Kredivo menggunakan data science dalam algoritma penilaian kredit (credit-scoring) yang dikombinasikan dengan sejumlah pengukuran data historis guna menentukan kelayakan kredit, sehingga dapat membuka akses untuk pemberian kredit bagi kelompok konsumen baru.

{Baca juga: Telkomsel Terus Kembangkan Jaringan 5G di Indonesia}

Kredivo selama ini telah membantu transaksi pembayaran para pemain besar di e-commerce seperti Tokopedia, BukaLapak, Shopee, dan sistem kasir online Moka untuk terus berkembang serta menawarkan pilihan pembayaran online yang mudah dan fleksibel kepada pelanggan.

CEO TMI, Andi Kristianto menegaskan investasi TMI untuk Kredivo terutama dilatarbelakangi oleh solusi pembayaran Kredivo yang lebih fleksibel yang berhasil menyelesaikan permasalahan yang dihadapi segmen profesional muda dalam mendapatkan kredit konvensional.

“Baik FinAccel (Kredivo) dan Telkomsel memanfaatkan teknologi, inovasi, dan transparansi dalam memberikan solusi yang fokus pada kebutuhan pelanggan,” ujar Andi.

Menurutnya, kerjasama Telkomsel dan Kredivo tidak hanya bertujuan untuk menyediakan solusi pembayaran yang lebih fleksibel dan terjangkau untuk segmen profesional muda dan juga dapat menjangkau segmen pelanggan yang lebih luas.

“Pada akhirnya kerjasama ini diharapkan dapat membangun produk finansial yang terpercaya dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, CEO FinAccel, Akshay Greg mengatakan, bahwa FinAccel dan Telkomsel memiliki tujuan yang sama dalam membangun produk finansial yang terpercaya dan mampu menghilangkan kesulitan transaksi, serta membuat pembelian menjadi lebih terjangkau.

“Kami bangga dapat bermitra dengan salah satu perusahaan perintis terkemuka dalam ekonomi digital di Indonesia, dan kami berharap kerjasama ini akan semakin meningkatkan layanan finansial bagi masyarakat di perkotaan,” kata Akshay.

{Baca juga: Lewat TMI, Telkomsel akan Investasi untuk Startup}

Masih pada kesempatan yang sama, CEO MDI Ventures, Nicko Widjaja menambahkan bahwa investasi Telkomsel ke dalam Kredivo merupakan kemenangan yang nyata.

“Terdapat sejumlah kolaborasi dan sinergi yang telah kami identifikasi yang mampu menghasilkan manfaat besar bagi Telkomsel dan FinAccel,” imbuhnya.

Ia menyebut kerjasama ini sangat menguntungkan karena kedua belah pihak dapat ‘go-to-market’ secara bersama-sama, menjangkau pelanggan Telkomsel yang luas dan memberikan layanan dengan nilai tambah yang signifikan kepada mereka.[HBS]