spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1115

Fitur Baru YouTube Bakal Bikin Kreator Konten Makin Tajir

Telko.id, Jakarta – YouTube mengumumkan fitur baru bernama Super Stickers dan Learning Playlists di gelaran VidCon. YouTube mengatakan, sekarang ada banyak cara bagi para kreator konten untuk meraup pendapatan dengan memanfaatkan kedua fitur baru tersebut.

Menurut YouTube, kehadiran fitur baru ini memungkinkan para kreator konten untuk lebih mudah terhubung dengan penggemar. Lantas, apa sebenarnya fungsi dari fitur Super Stickers dan Learning Playlists?

Seperti dikutip Telko.id dari TechCrunch, Minggu (14/7/2019), Learning Playlists hadir untuk mempromosikan penggunaan YouTube dari segi edukasi, sedangkan Super Stickers melengkapi alat monetisasi Super Chat.

{Baca juga: Akhirnya, Ada Fitur untuk Kontrol Rekomendasi Video YouTube}

Sekadar informasi, Super Chat dirilis pada Januari 2017 dan memungkinkan penggemar membayar sejumlah uang untuk menampilkan pesan di bagian teratas selama premiere atau siaran langsung seorang Youtuber.

YouTube mengklaim, Super Chat sekarang merupakan saluran pendapatan nomor satu di hampir 20.000 kanal milik para kreator konten. Angka itu naik cukup signifikan dari tahun ke tahun dengan besaran 65 persen.

Berdasarkan catatan, tak kurang dari 90.000 saluran telah menggunakan Super Chat. Dan, dari jumlah tersebut, sebagian kreator konten mendapatkan pemasukan lebih dari USD 400 atau sekitar Rp 5,6 juta per menit.

Karenanya, YouTube segera menghadirkan Super Stickers pada beberapa bulan ke depan. Penggemar bisa membeli stiker animasi selama siaran langsung berlangsung untuk menunjukan dukungan kepada kreator.

{Baca juga: Keuntungan Memakai Internet Download Manager & Cara Install IDM 2019}

Kehadiran Super Stickers terinspirasi oleh Emotes dan Cheermotes di situs gaming Twitch Bits. Fungsinya menghadirkan stiker animasi ke percakapan sebagai cara untuk mendukung siaran langsung kreator video. [SN/HBS]

Sumber: Techcrunch

Canggih! Bot AI Facebook Kalahkan Pemain Poker Profesional

Telko.id, Jakarta – Untuk kali pertama, bot berteknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan mampu mengalahkan seorang pemain poker profesional. Bot AI itu merupakan ciptaaan Facebook dan Carnegie Mellon University (CMU).

Bot bernama Pluribus tersebut mengalahkan pemain profesional dalam permainan Texas Hold’em tanpa batas dalam sejumlah format berbeda. Dalam format itu termasuk lima bot AI dan satu manusia, serta satu bot dan lima pemain manusia.

Menurut laporan Engadget, orang di balik Pluribus menyatakan bahwa menciptakan bot multiplayer poker merupakan sebuah pencapaian besar di bidang AI. Asal tahu saja, poker menampilkan permainan secara lebih tertutup ketimbang catur.

{Baca juga: AI Pemburu Alien Deteksi Puluhan Sinyal Misterius}

Bot AI umumnya mengalami kesulitan untuk memperoleh informasi rahasia dan bertindak secara efektif terkait tata cara permainan poker. Sekadar informasi, Pluribus merupakan bot versi lebih canggih ketimbang karya lama CMU bernama Libratus.

Beberapa tahun lalu, Libratus juga berhasil mengalahkan pemain profesional. Dikutip Telko.id, Minggu (14/7/2019), algoritma pencarian online baru memungkinkan Pluribus mencari opsi yang tersedia untuk memutuskan beberapa gerakan selanjutnya.

Bot tersebut didukung oleh algoritma self-play lebih cepat untuk permainan dengan informasi tersembunyi. Artinya, Pluribus lebih efisien dalam mempelajari penanganan informasi tersembunyi di game yang dimainkan bot melawan salinannya.

Pluribus juga diklaim lebih efisien ketimbang bot AI pemain game lain. Pluribus menggunakan memori sebesar 128GB dan menjalankan dua GPU saat tengah melakukan permainan. Hal itu agak berbeda dibanding skema yang ada di Libratus.

{Baca juga: Pertama di Dunia, “Robot AI” Jadi Pembaca Berita TV di China}

Sebagai tambahan informasi, pada 2016 lalu, AlphaGo menggunakan 1920 CPU dan 280 CPU saat menghadapi pemain Go profesional, Lee Sedol. Dengan kata lain, Pluribus bermain dalam kecepatan dua kali lebih tinggi daripada pemain profesional. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

Microsoft akan Tutup Akun Xbox Live yang Tidak Aktif

Telko.id, Jakarta – Sebagian besar layanan online mengharuskan pengguna untuk membuat akun, begitupun Xbox Live. Namun, banyak pengguna yang memiliki akun dan lama tidak digunakan. Bahkan, mereka sudah melupakannya. Nantinya, Microsoft akan menutup akun yang dua tahun tak aktif.

Microsoft nampaknya belajar dari fakta bahwa selama ini banyak akun yang “tidur” alias tak aktif. Oleh karena itu, Microsoft membuat kebijakan baru bagi para pengguna layanan Xbox Live.

Seperti dilansir Ubergizmo, yang dikutip Telko.id, Minggu (14/7/2019), Microsoft menyatakan akan menutup semua akun pengguna jika terpantau tidak aktif selama dua tahun.

{Baca juga: Xbox Live Bakal Terintegrasi ke Perangkat iOS dan Android}

Aturan baru ini akan mulai diterapkan pada 30 Agustus 2019 nanti. Semua akun Xbox Live yang tidak aktif selama dua tahun akan ditutup secara otomatis. Pihak perusahaan pun memaparkan alasannya.

Kebijakan itu dimaksudkan untuk menghilangkan akun duplikat dan akun mati. Mereka bakal secara rutin mengecek semua akun setiap dua tahun guna mengecek apakah pengguna masih aktif atau tidak sama sekali.

Pengguna punya opsi untuk mengaktifkan akun minimal sekali dalam dua tahun supaya tidak ditutup total oleh Microsoft. Raksasa perangkat lunak itu juga menyatakan, bahwa akun pengguna tidak akan ditutup jika saldo di dalamnya masih ada.

Demikian pula jika pengguna belum mambayar tunggakan kredit, Microsoft belum akan menutup akun meski terpantau telah tidak aktif selama dua tahun. Bagaimana dengan pengguna yang memiliki banyak akun?

{Baca juga: 10 Situs Download Drama Korea Subtitle Indonesia Terlengkap 2019}

Menurut Microsoft, mereka yang memiliki akun keluarga dengan satu atau lebih sub-akun tidak perlu khawatir. Pasalnya, selama setidaknya satu sub-akun masih aktif, akun utama tidak akan ditutup oleh Microsoft. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Tenang! Aturan Blokir Ponsel BM Tidak berlaku Surut 

0

Telko.id – Pemberlakukan aturan Pemblokiran Ponsel Black Market menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementrian Kominfo, Ismail tidak berlaku surut.

Menurutnya, aturan tersebut kini sedang digodok oleh pihak terkait, Kemkominfo, Kemenperin dan Kemendag. Untuk itu, menurutunya, masyarakat diminta tidak panik terhadap rencana penerapan validasi IMEI (International Mobile Equipment Identity). Regulasi itu, menurut rencana  akan ditandatangani tiga kementerian (Perdagangan, Peindustrian dan Kominfo) pada  Agustus 2019.

“Masyarakat yang kebetulan menggunakan atau membeli ponsel black market, jangan panik karena aturan pemblokiran tersebut tidak berlaku surut. Kami sedang menggodok mekanisme secara detail. Kami juga akan melaporkan hasil kajian kami kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Bapak Rudiantara,” ujar Ismail dalam acara press conference dengan media di Kantor SDPPI, Jalan Merdeka  Barat, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).

Laporan itu itu nantinya apakah nantinya aturan tersebut akan direvisi, dikurangi atau ditambahkan?. “Kami masih menunggu arahan beliau.Tapi yang jelas, kajian kami sudah sangat matang dan komprehenshif  dengan mempertimbangkan beragam aspek. Baik itu konsumen, industri, maupun pihak lainya,”

Dirjen SDPPI Kementrian Kominfo, Ismail mengemukakan ada tujuh poin yang harus dituntaskan sebelum Permen dari tiga Kementerian ditandatangani.

Ketujuh poin itu adalah kesiapan SIBINA (Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional),  Data Base IMEI, Pelaksanaan Test, Sinkronisasi Data Operator Selular. Selanjutnya poin lainnya adalah kesiapan Sosialisasi, kesiapan Sumber daya Manusia (SDM), serta  SOP (Standard Operasional)  Kemkominfo, Kemenperin, Kemendag dan operator selular.

“Tujuh poin tersebut dalam tahap pematangan. Diharapkan sebelum  tanggal 17  Agustus selesai,” ujarnya.

Berkaitan dengan kesiapan SIBINA, Ismail menjelaskan, sistem itu membutuhkan lima masukan yakni data TPP (tanda pendaftaran produk) impor, TPP produksi, data dump operator selular, Hand Carry, dan stok pedagang.

Selanjutnya, data itu diolah oleh SIBINA yang menghasilkan white list, notification list, exception list, dan black list. “Jadi bila ada ponsel yang masuk dalam katagori black list, (ponsel) itulah yang akan diblokir.”

Ismail juga menjelaskan bahwa bila ada masyarakat yang menggunakan ponsel yang dibeli di luar negeri (hand carry) atau ponsel BM (black market) sepanjang sudah digunakan saat ini tidak akan diblokir karena regulasi itu berlaku ke depan.

Dirjen SDPPI itu juga menambahkan stok ponsel yang ada di pedagang, terutama toko-toko ponsel di daerah terpencil dan belum dijual ke masyarakat nantinya  diminta untuk melakukan pengecekan IMEI di web aplikasi Kemenperin. (Icha)

 

 

Buntut Skandal Cambridge Analytica, Facebook Didenda Rp70 Triliun

Telko.id, Jakarta – Federal Trade Commission (FTC) atau otoritas perdagangan mengeluarkan putusan terkait hukuman untuk Facebook. Hukuman tersebut berkaitan dengan penggunaan data pribadi pengguna oleh Cambridge Analytica.

Menurut laporan The Verge, dikutip Telko.id, Minggu (14/7/2019), FTC menjatuhkan denda sebesar USD 5 miliar atau sekitar Rp70 triliun kepada Facebook. Denda itu merupakan yang terbesar dijatuhkan oleh FTC kepada perusahaan teknologi.

{Baca juga: Facebook akan Tambah Jumlah Karyawan Kulit Hitam}

Nah, menariknya, buntut dari denda tersebut justru membuat perusahaan ini semringah. Sebab, saham perusahaan di bursa malah mengalami kenaikan. Sayang, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai berapa kenaikan harga saham tersebut.

Yang jelas, para investor tidak risau dengan uang yang dikeluarkan oleh Facebook untuk membayar denda. Sebab, jumlah itu masih lebih kecil ketimbang pemasukan yang didapat perusahaan per kuartal. Mark Zuckerberg dkk tampaknya mampu menjaga kepercayaan investor.

Selain denda, FTC juga meminta kepada Facebook untuk memperketat peraturan terkait perlindungan data. Namun demikian, jejaring sosial terbesar ini terus saja mengumpulkan serta membagikan data pribadi pengguna kepada pihak ketiga.

{Baca juga: Pendiri Apple Ajak Masyarakat Hapus Facebook Berjemaah}

Terkait denda dari FTC, Facebook sudah melakukan antisipasi dengan menyiapkan anggaran. Perusahaan sejak awal memperkirakan akan terkena denda dari FTC sebesar USD 3 miliar hingga USD 5 miliar gara-gara skandal Cambridge Analytica.

Dengan kata lain, perusahaan sama sekali tidak keberatan untuk membayar denda dari FTC. Apalagi, pendapatan pada kuartal kemarin mencapai USD 15 miliar atau sekitar Rp 210 triliun. Bahkan, tahun lalu, pemasukam Facebook lebih besar. [SN/IF]

NASA Berhasil Rekam Kegiatan Robot Penjelajah Mars

Telko.id, Jakarta –  Pesawat ruang angkasa yang mengorbit di Mars berhasil merekam gambar robot penjelajah Curiosity milik NASA. Curiosity menjelajah gunung Aeolis Mons atau Mount Sharp di Woodland Bay atau Teluk Woodland.

Dalam sebuah pernyataan, dikutip Telko.id dari Space, Minggu (14/7/2019), Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA mengatakan, gambar diperoleh ketika Curiosity berhadapan 65 derajat berlawanan dengan arah jarum jam dari utara.

{baca juga: Dikira Hilang, Video Langka NASA Dimiliki Mantan Anak Magangnya}

Medan dramatis yang menyapu mengelilingi Curiousty saat perjalanan menyusuri gunung setinggi lima kilometer terletak di area Gale Crater atau wilayah pendaratan. JPL NASA berujar, pengamatan dapat terlihat jelas karena refleksi cerah.

Perekaman menggunakan kamera MRO High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) milik Universitas Arizona. Kamera tersebut sangat sensitif sehingga mampu menangkap bayangan debu di bukit pasir kecil di permukaan Mars.

Kamera MRO HiRISE kemungkinan akan terus beroperasi sampai ada sang penerus Curiosity. Kabarnyam penerus Curiosity akan menjalankan misi misi NASA Mars 2020. Misi itu diprediksi mendarat di Jezero Crater pada 18 Februari 2021.

{Baca juga: NASA Segera Terbangkan Drone ke Bulan Terbesar Saturnus}

Maret 2019, NASA, menyimpulkan bahwa kemungkinan besar ada kehidupan alien di Mars. Sebab, gambar yang diambil oleh Curiosity Rover diyakini sebagai tumbuhan. Foto jepretan Curiosity Rover memperlihatkan bentuk seperti alga, lumut, dan jamur.

Selama ini, para ilmuwan telah sibuk melakukan penelitian mengenai potensi kehidupan di Mars. Bahkan, penelitian sudah dilakukan sejak seorang astronom Italia bernama Giovanni Schiaparelli mengarahkan teleskop ke Mars pada 1877. [SN/IF]

Oh No, Gunakan Lensa Kontak Saat Mandi Bisa Sebabkan Kebutaan?

Telko.id, Jakarta – Anda yang sehari-hari menggunakan lensa kontak, sebaiknya waspada. Sebab, seorang atlet dari Shrewsbury, Shropshire di Inggris diketahui menjadi buta setelah lensa kontak menyebabkan infeksi pada kornea kanannya.

Atlet bernama Nick Humphreys (29) ini mulai mengenakan kacamata sejak berusia empat tahun. Namun, pada 2013 ia ingin meningkatkan kesehatannya dengan berolahraga, sehingga mengganti kacamatanya dengan lensa kontak seharga £ 25 atau sekitar Rp 436 ribu.

Sejak itu, dia memakai lensa hingga lima hari seminggu dan beralih menggunakan kacamata pada dua hari yang lain. Sebulan sekali, ia mengganti lensa kontaknya.

{Baca juga: Produk Kosmetik Lady Gaga Hanya Dijual di Amazon}

Pada Januari 2018, Nick memperhatikan goresan di matanya ketika dia bangun suatu pagi. Ia menyadari bahwa dia tidak bisa melihat melalui mata kanannya dengan benar.

Namun demikian, dia tidak terlalu memikirkannya dan menganggapn itu sebagai goresan biasa, sebelum akhirnya kembali mengenakan lensanya. Tapi, sejak itu penglihatannya memburuk.

Penasaran, Nick pun memutuskan untuk pergi ke ahli kacamata dan mengatakan bahwa ada sebuah benjolan seperti bisul pada matanya. Ahli ini lalu merujuknya ke Rumah Sakit Royal Shrewsbury.

Dari sini, Nick tahu bahwa ia telah terkena Acanthamoeba keratitis (AK), yakni infeksi kornea yang disebabkan organisme mikroskopis yang ditemukan di dalam air. Kemungkinan ini terjadi pada saat mandi sambil mengenakan lensa kontak.

“Setiap pagi saya bangun, pasang lensa lalu pergi ke gym. Sebelum bekerja saya akan mandi lalu menuju ke kantor,” katanya kepada Shropshire Star.

Ia tidak menyangka bahwa menggunakan lensa kontak saat mandi akan berbahaya bagi matanya. Sebab, selama ini ia tidak pernah diberitahu untuk tidak memakai lensa kontak di kamar mandi.

Bahkan, kata Nick, tidak ada peringatan pada kemasan dan ahli kacamata tidak pernah menyebutkan risiko penggunaan lensa kontak ketika mandi.

“Saya mengatakan kepada dokter bahwa saya membaca beberapa cerita menyeramkan tentang hal itu dan bertanya apakah mata saya perlu dilepas. Dia hanya menatapku dan berkata, ‘Itu bisa jadi kemungkinan.’ Saat itulah aku sadar itu serius,” kata Nick.

Nick kemudian mendapat resep obat tetes mata desinfektan selama tiga minggu. Namun, pada Maret 2018, Nick terkejut mengetahui bahwa mata kanannya benar-benar buta!

{Baca juga: Viral! PRT Temukan Sampah Plastik di Perut Ikan yang Mau Dimasak}

“Saya mencintai pekerjaan saya, tetapi secara fisik saya tidak bisa berada di luar rumah. Rasa sakit di mata saya terlalu berat dan satu-satunya waktu saya keluar adalah untuk mengunjungi rumah sakit. Bermain sepak bola bukan lagi pilihan, ”katanya.

Pada bulan Juli 2018, Nick berhasil menyembuhkan infeksinya, tetapi mata kanannya tetap buta.

Sekarang, Nick telah dua kali melakukan operasi pada matanya dan sedang menunggu transplantasi kornea. [BA/IF]

10 Bulan Eksis, Google Akhirnya Tiadakan Blog Compass

Telko.id, Jakarta – Akhir tahun lalu, Google meluncurkan manajemen tool blog bernama ‘Blog Compass.’ Aplikasi ini memungkinkan pengguna terhubung ke situs yang menjalankan WordPress atau Blogger, dan memberi wawasan tentang topik yang sedang tren dan dasbor terpusat untuk analisis/komentar. Namun demikian, aplikasi nyatanya tidak berumur panjang.

Dilaporkan Androidpolice, Minggu (14/7/2019), Google memutuskan untuk mematikan Blog Compass.

{Baca juga: Apple, Google, Facebook, Amazon Tersandung Kasus Monopoli}

Sementara Blog Compass masih tersedia di Play Store, membukanya sekarang hanya menampilkan pesan selamat tinggal.

“Setelah beberapa bulan, kami telah memutuskan untuk mematikan aplikasi Blog Compass. Jika Anda ingin terus mengelola blog Anda, periksa Blogger atau Site Kit milik Google untuk WordPress.”

Menurut ulasan pengguna, aplikasi itu sudah mengalami masalah sejak Oktober. Banyak orang tidak dapat masuk dengan akun Google, dan laporan terakhir paling lambat bulan lalu. Menurut Play Store, Blog Compass mencapai antara 10.000 hingga 50.000 pemasangan.

{Baca juga: Publisher Cabut dari Stadia? Google Jamin Game Selalu Tersedia}

Tidak ada yang tahu mengapa Google memutuskan untuk menutup Compass, tetapi sepertinya aplikasi ini hampir tidak memiliki kesempatan untuk berhasil. Aplikasi untuk platform Blogger Google sendiri belum diperbarui sejak 2016, jadi mungkin tidak mengherankan bahwa perusahaan tidak memiliki minat dalam blogging.

Sebelum Blog Compass, Google telah lebih dulu mematikan Google+. Penutupan layanan yang berlangsung lebih awal dari rencana semula ini dilakukan bukan tanpa alasan. Menurut raksasa teknologi ini, ada bug perangkat lunak baru di layanannya itu. [IF]

 

Demi Pokemon Go, Niantic Bakal Matikan Aplikasi Pertamanya

Telko.id, Jakarta – Niantic disebut-sebut akan mematikan aplikasi Field Trip, yang selama ini menjadi akar dari aplikasi besutannya. Pebesut Pokémon Go, Ingress dan Harry Potter: Wizards Unite ini memutuskan untuk menutup layanan Field Trip dalam waktu dekat untuk “memprioritaskan” upayanya pada pengalaman augmented reality.

Field Trip sendiri, seperti dilaporkan Engadget, Minggu (14/7/2019), telah berjalan sejak 2012 – bahkan setelah perpecahan dengan Google. Namun sayang, proyek ini sepertinya tidak akan bertahan lama.

{Baca juga: Hore! Game Harry Potter: Wizard Unite Resmi Hadir di Indonesia}

Namun demikian, bagi Anda yang masih menggunakan Field Trip dan tidak ingin mencari penggantinya, jangan berputus asa. Sementara Niantic belum berkomitmen pada apa pun pada tahap ini, itu mengisyaratkan bahwa mungkin ada “versi konsep ulang” dari aplikasi. Kita tunggu saja.

Untuk diketahui, Field Trip merupakan aplikasi yang berguna untuk mengetahui semua informasi yang ada disekitar. Aplikasi ini tidak akan seperti aplikasi Chrome untuk Android atau Google Now, ini dapat diunduh menggunakan smartphone apa saja yang menggunakan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread ke atas.

{Baca juga: Pokemon Go Segera Campakkan Pengguna Android 4.4 KitKat}

Kegunaan FieldTrip adalah dapat membantu pengguna untuk mencari informasi dan sejarah tentang apa saja dengan menggunakan data lokal terbaru seperti rumah makan terbaik, tempat berberlanja terdekat, dan tempat hiburan.

Pada 21 Juni lalu, game Augmented Reality baru Niantic, yakni Harry Potter: Wizards Unite telah dirilis untuk perangkat besistem operasi Android dan iOS. Perusahaan bekerja sama dengan WB Games untuk mengembangkan ini. Harry Potter: Wizards Unite merupakan game AR unggulan Niantic setelah Pokemon Go.

Menurut Business Insider, Harry Potter: Wizards Unite mengajak para pemain menjelajah dunia nyata untuk mencari tanda-tanda sihir dan bertemu dengan karakter ternama dari franchise Harry Potter.

 

Huawei Daftarkan Merek Dagang untuk OS Baru, Harmony

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah aplikasi merek dagang disebut-sebut telah diajukan Huawei ke Uni Eropa Intellectual Property Office. Perusahaan China ini berusaha mendaftarkan nama Harmony untuk sistem operasi mobile dan komputer.

Dilaporkan GSMArena, Minggu (14/7/2019), aplikasi ini diajukan perusahaan asal China pada 12 Juli 2019, dan saat ini sedang dalam pemeriksaan.

{Baca juga: Bukan HongMengOS, Smartphone Terbaru Huawei Masih Android}

Harmony bergabung dengan Ark sebagai moniker yang dapat digunakan perusahaan di pasar global untuk sistem operasinya. Dikenal sebagai HongMeng OS, sistem operasi ini telah dikembangkan setidaknya sejak 2015 lalu.

Beberapa bulan terakhir, tepatnya setelah ketegangan antara AS dan China mengemuka sebagai buntut larangan penggunaan Huawei oleh teknologi yang berasal AS, sistem operasi ini mulai menjadi sorotan.

Rumor menyebutkan OS baru ini siap menyapa konsumen pada awal musim gugur (sekitar Agustus), dengan sebanyak 1 juta unit uji sudah menjalankannya. CEO Huawei bahkan menyebut bahwa HongMeng OS lebih cepat dari Android.

{Baca juga: Huawei Perkenalkan HongMeng OS pada 9 Agustus?}

Yang paling menarik, Ren Zengfei menyatakan bahwa sistem operasi ini tidak hanya diperuntukkan smartphone saja. Ia menyebut, sistem operasi juga bisa dipakai untuk router, switch jaringan, tablet, komputer, serta data center.

Masih berdasarkan klaim Zengfei, HongmengOS punya kecepatan jauh lebih baik ketimbang MacOS keluaran Apple. Katanya, sistem punya dukungan penundaan pemrosesan kurang dari lima menit.

Ia juga membandingkan sistem operasi Huawei dengan Fuchsia OS, sistem operasi baru buatan Google. Ia menyampaikan, Huawei akan terus menyempurnakan HongmengOS meski Amerika Serikat melunak. [IF]