spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1090

2020, Pengguna Android di Eropa Bisa Pilih Mesin Pencari Sendiri

0

Telko.id, Jakarta – Chrome sepertinya tidak akan menjadi satu-satunya mesin pencari di smartphone Android yang beredar di Eropa. Pasalnya, Google akan mengizinkan pengguna Android di kawasan tersebut untuk memilih browser default dan mesin pencarinya sendiri saat memasang perangkat baru untuk pertama kalinya. Hal ini dilakukan demi mematuhi perintah Komisi Eropa terkait Android.

Dilaporkan Androidcentral, Sabtu (3/8/2019), setidaknya empat penyedia mesin pencarian, termasuk Google, akan ditampilkan di layar pilihan setiap kali seseorang memasang smartphone atau tablet Android baru di Eropa mulai awal tahun depan. Namun, penyedia yang terdaftar di layar pilihan akan berbeda di setiap negara.

{Baca juga: Kudeta Apple, Induk Google jadi Perusahaan Terkaya di Dunia}

Google akan mengadakan lelang harga pertama secara tertutup untuk memilih penyedia layanan yang akan ditampilkan di layar pilihan untuk pengguna berdasarkan negara per negara. Batas waktu untuk mengajukan lelang dan mengajukan tawaran adalah 13 September 2019. Google akan mengonfirmasi daftar penyedia yang akan muncul di layar pilihan di setiap negara pada 31 Oktober 2019.

Masih menurut laporan yang sama, di setiap negara dimana lelang digelar, penyedia layanan akan menyatakan harga yang mereka bayarkan setiap kali pengguna memilih mereka dari layar pilihan di negara tertentu. Setiap negara akan memiliki ambang batas tawaran minimum. Tiga penawar tertinggi yang memenuhi atau melampaui ambang tawaran untuk negara tertentu akan muncul di layar pilihan untuk negara itu.

{Baca juga: Google Cari Relawan untuk Pixel 4, Bayarannya Rp 70 Ribu}

Lantas, apa yang terjadi setelah pengguna menentukan pilihannya?

Pengguna masih dapat menyesuaikan perangkat mereka bahkan setelah pengaturan awal. Ini berarti mereka akan bebas untuk mengubah penyedia pencarian default di widget pencarian atau Google Chrome, mengubah cara aplikasi diatur, dan banyak lagi.

Kominfo: Regulasi IMEI Baru Aktif Tahun Depan

0

Telko.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memprediksi jika Regulasi IMEI baru akan aktif tahun depan karena harus ada beberapa perangkat yang perlu dipersiapkan usai peraturan tersebut ditandatangani.

Hal tersebut dijabarkan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail dalam diskusi bertajuk “Membedah Potensi Kerugian Konsumen, Industri, Negara akibat Ponsel Black Market dan Solusinya”  di Kantor Kominfo Jakarta, Jumat (02/08/2019).

Ismail menjelaskan jika tidak ada halangan acara penandatangan Peraturan Menteri (Permen) antara Kominfo, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dilakukan pada bulan Agustus ini.

{Baca juga: Kasus Ditutup, Menkominfo Batal Bertemu Kimi Hime}

“Kisaran 17 Agustus. Itu penandatanganan payung hukum. Momentum 17 Agustus kita buat sebagai momentum kebijakan. Kebijakan itu dalam peraturan menteri yang ditandatangani oleh tiga menteri,” kata Ismail.

Namun demikian, peraturan itu tidak lantas langsung diterapkan setelah penandatangan. Pasalnya, masih ada banyak hal (8) yang harus dipersiapkan.  Misalnya Penyiapan Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional (SIBINA), Penyiapan Database IMEI, Pelaksanaan Tes, Sinkronisasi Data  dengan Operator Seluler dan Sosialisasi.

“Jadi perlu ada sinkronisasi data yang solid dan sosialisasi kepada pengguna,” tambah Ismail.

{Baca juga: Akan Ketemu Kimi Hime, Rudiantara: Kita Lakukan Pembinaan}

Belum lagi perlu dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Khusus, Standar Operasional Prosedur (SOP) di tiga kementerian dan Pusat Layanan Konsumen. Ismail menilai jika persiapan itu butuh waktu sehingga dirinya memprediksi jika Permen mengenai IMEI bisa diberlakukan pada 17 Februari 2020.

“Untuk memenuhi 8 hal kami membutuhkan waktu 6 bulan sejak ditandatangani untuk live. Selama 6 bulan kita lakukan persiapan. Jika seluruhnya sudah siap kita akan live,” ujar Ismail.

Terakhir, Ismail mengatakan jika implementasi peraturan mengenai IMEI bisa saja lebih cepat atau sebaliknya. Tetapi Ismail optimis jika implementasi peraturan bisa dilaksanakan Februari tahun depan. “Kami optimis peraturan ini bisa terlaksana tepat waktu,”  tutupnya. [NM/IF]

Lewat Fitur Baru, WhatsApp Beritahu Pengguna Soal Pesan Berantai

0

Telko.id, Jakarta – Penyebaran informasi yang salah sepertinya telah benar-benar membuat cemas banyak pihak, tak terkecuali WhatsApp. Dalam upaya untuk mengurangi penyebaran informasi yang salah pada platformnya, aplikasi perpesanan ini memperkenalkan sebuah fitur baru yang memudahkan pengguna untuk mengetahui berapa banyak pesan yang diterimanya telah diteruskan.

Singkat kata, ketika pengguna menerima pesan yang telah diteruskan diantara pengguna lainnya sebanyak lebih dari lima kali, seperti pesan berantai, maka pesan itu akan ditandai dengan ikon panah ganda. Sebelumnya, ikon panah tunggal di WhatsApp menunjukkan bahwa pesan telah diteruskan.

{Baca juga: WhatsApp Web Tak Perlu Lagi Terhubung ke Ponsel}

Dilaporkan BuzzFeed, Sabtu (3/8/2019), jika pengguna mencoba meneruskan pesan yang telah diteruskan berkali-kali oleh pengguna lain, WhatsApp akan mencatat bahwa pesan tersebut merupakan pesan yang “diteruskan berkali-kali,” sebelum dikirim.

Hal yang sama berlaku pula untuk semua pesan lain yang dikirim di WhatsApp. Sebanyak apapun pesan tertentu telah diteruskan, pihak perusahaan mengklaim bahwa pesan akan tetap terenkripsi.

“Kami baru-baru ini memperkenalkan pembaruan pada label pesan yang diteruskan yang membantu orang mengidentifikasi ketika mereka menerima pesan yang sebelumnya diteruskan beberapa kali, seperti pesan berantai,” kata juru bicara WhatsApp sebagaimana dikutip dari BuzzFeed News.

{Baca juga: Aplikasi WhatsApp Bakal Segera Hadir di iPad?}

Fitur baru ini merupakan bagian dari upaya WhatsApp untuk mengurangi kesalahan informasi yang menyebar melalui pesan yang diteruskan pada platformnya. Aplikasi milik Facebook, dengan lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia ini adalah vektor untuk informasi yang salah di dua pasar terbesarnya, yakni India dan Brasil.

Tahun lalu misalnya, gerombolan massa yang marah karena desas-desus WhatsApp tentang penculik anak telah menghukum lebih dari 45 orang di seluruh India. Di Brasil lain lagi, aplikasi ini telah digunakan oleh aktivis politik sayap kanan untuk berorganisasi.

 

LG Siapkan Ponsel Lipat Ganda dengan Stylus?

0

Telko.id, Jakarta – Foldable phone atau ponsel lipat masih menjadi segmen yang menarik bagi sebagian pembuat smartphone. Jika sebelumnya kita telah mendengar banyak tentang ini dari Samsung dan Huawei, bahkan sebuah nama yang tak dikenal Royole, kini giliran LG yang disebut-sebut bakal mendatangkan perangkat serupa.

Dilaporkan PhoneArena, Sabtu (3/8/2019), LG, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, kemungkinan besar sedang mengerjakan konsepnya sendiri. Dan baru-baru ini, muncul sebuah paten yang berasal dari perusahaan.

{Baca juga: LG Siapkan Sebuah Ponsel dengan Kamera Berlubang?}

Dokumen tersebut mengungkap rupa sebuah ponsel yang bisa dilipat tidak hanya sekali tetapi dua kali, dan secara efektif membuatnya memiliki layar tiga lapis. Menariknya lagi, dari ilustrasi ini tampak sebuah celah yang kemungkinan menjadi tempat bagi sebuah pensil.

Dengan kata lain, LG mungkin akan memperkenalkan ponsel lipat dengan stylus. Ini akan menjadi tawaran yang menarik bagi para pecinta stylus, mengingat Galaxy Fold yang sangat diharapkan tidak mendukung hal tersebut. Namun demikian, membuat digitizer lipat yang tepat, yang memastikan akurasi yang baik dan resistif secara sempurna mungkin merupakan tantangan tersendiri.

{Baca juga: Gara-gara Jepang, Apple, Samsung dan LG Saling “Baku Tembak”}

Jadi, ide LG ini mungkin untuk hanya mengemas stylus kapasitif dengan perangkat – seperti edisi LG Stylo Fold. Atau, ini bisa saja ide yang dipatenkan, yang tidak pernah terwujud.

Sepeti diketahui, perusahaan cenderung untuk mengamankan apa pun yang mereka hasilkan melalui paten jauh sebelum benar-benar memutuskan apakah mereka dapat atau ingin memproduksinya atau tidak. Nah, kalaupun LG nantinya memutuskan untuk membuat smartphone ini menjadi nyata, banyak orang mungkin akan menantinya.

Rilis 7 Agustus, Segini Harga Samsung Galaxy Note 10 dan 10+

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah bocoran baru terkait harga yang akan dibawa smartphone teranyar Samsung, Galaxy Note 10 dan Note 10 + menyambangi Twitter. Bila dikaitkan dengan laporan awal yang keluar bulan lalu, bocoran kali ini tampaknya cukup akurat.

Melansir GSM Arena, Sabtu (3/8/2019), bukannya mulai dari € 999 atau setara Rp15,7 jutaan, sang pembocor Ishan Agarwal mengklaim bahwa Galaxy Note10 akan berharga € 949 atau sekitar Rp15 juta saja untuk model 256GB. Galaxy Note 10 sendiri, seperti diketahui, tidak akan memiliki versi 128GB. Mereka akan mulai dari 256GB sebagai gantinya.

{Baca juga: Edan! Samsung Galaxy Note 10 Punya RAM 12GB DDR5}

Sementara itu, Samsung Galaxy Note 10+ akan dibanderol pada harga €1,049 atau sekitar Rp16,5 jutaan untuk versi 256GB dan €1,199 atau hampir Rp19 juta untuk versi 512GB.

Samsung Galaxy Note 10 diketahui akan datang dengan RAM 12GB. Dibawah layar Super AMOLED berdesain Infinity-O atau lubang kamera yang dibawanya, kita akan menemukan prosesor Exynos 9825 yang dibangun berdasarkan fabrikasi proses EUV 7nm generasi kedua.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Di bagian kamera, flagship terbaru Samsung ini akan dibekali tiga kamera belakang, sementara Galaxy Note 10+ punya tambahan lensa 3D ToF yang diletakkan sejajar dengan LED Flash.

Dilansir Telko.id dari Android Authority, dalam undangannya Samsung mengumumkan bahwa Note 10 akan dirilis pada 7 Agustus mendatang di tempat yang sama seperti tahun lalu, Barclay’s Center, New York, Amerika Serikat.

Ahmad Al-Neama ‘Anak Muda’ Yang Jadi Bos Baru Indosat Ooredoo

0

Telko.id – Indosat Ooredoo memiliki President Director yang baru usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis 1 Agustus 2019.  Dia adalah Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama seorang pria, 38 tahun dengan 15 tahun pengalaman di industri telko global.

“Saya akan melanjutkan visi Indosat Ooredoo menjadi perusahaan digital terdepan dengan bekal pengalaman profesional di berbagai belahan dunia. Network roll out menjadi prioritas untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” kata Ahmad Al-Neama ketika berkenalan dengan awak media di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Target Ahmad di Indosat pada tahun pertama ini adalah mengakselerasi jaringan sehingga dapat menambah kapasitas dan kualitas jaringan 4G nya. Selain itu juga meningkatkan level video. Karena Ahmad melihat tren saat ini adalah menikmati berbagai pengalaman melalui video.

“Jadi, jaringan harus kuat sehingga pengalaman pelanggan untuk layanan data, khususnya video juga baik,” ujar nya.

Ahmad juga menambahkan, bahwa upaya penguatan jaringan 4G ini seiring dengan tiga visi Indosat Ooredoo. Ketiga visi tersebut yakni menjadi leading digital telco, membuat Indosat jadi perusahaan telcoyang bisa dipercaya, dan mempercepat akselerasi digital.

“Untuk menjadi perusahaan yang fokus dengan digital, kami butuh jaringan yang baik agar bisa memberikan layanan data yang baik,” tutur dia.

Namun, ketika ditanya sumber pendanaan Indosat Ooredoo untuk mengimplementasikan itu semua, CEO termuda di Qatas Group ini tidak mau menjawab.

Indosat Ooredoo akan terus tumbuh secara cepat untuk berkompetisi di bisnis telekomunikasi dalam negeri. “Saya telah berkeliling ke beberapa wilayah regional di Indonesia, dan saya memahami tantangan yang ada. Kami berkomitmen memberikan apa yang kami janjikan agar menjadi perusahaan telko Indonesia yang dapat dipercaya. kami juga akan mempercepat kemampuan digital kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” tambah Ahmad.

Ahmad juga menaruh perhatian dalam pengembangan talenta digital dalam negeri dengan melansir Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp). Tujuannya, mencetak 10.000 developer muda bersertifikasi global.

“Kami ingin mengambil peran aktif membangun dunia digital Indonesia melalui program edukasi yang menghasilkan para talenta muda creator solusi digital sebagai wujud kepedulian sosial kami untuk meningkatkan dan memperkaya kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Program ini kami harapkan dapat mencetak para developer muda bersertifikasi yang tidak hanya dapat membangun ekosistem digital Indonesia, namun juga mampu bersaing di dunia digital global,” tutupnya. (Icha)

 

Implementasi regulasi Validasi IMEI Ada Tiga Fase Pengendalian

0

Telko.id – Implementasi regulasi validasi IMEI dengan MISDN akan berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama, inisiasi ditandai dengan penandatanganan tiga peraturan menteri. Selanjutnya, fase kedua, persiapan.

“Dalam fase ini pemerintah menyiapkan SIBINA (Sistem Informasi Basisdata IMEI Nasional) agar bisa dilakukan sinkronisasi data dengan data operator seluler. Selain itu juga melakukan sosialisasi dan penyiapan pusat layanan konsumen. operator seluler serta penyiapan pusat layanan konsumen. Fase pertama dan kedua ini diharapkan bisa terealisasi bulan Agustus 2019,” tutur Ismail, Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, dalam Talkshow dan Seminar Membedah Potensi Kerugian Konsumen, Industri dan Negara Akibat Ponsel Black Market dan Solusinya di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Kominfo, Jumat (2/8/2019).

Fase selanjutnya yang dilakukan disebut fase operasional dalam bentuk eksekusi oleh operator telekomunikasi dengan melakukan pengiriman notifikasi oleh operator ke pemegang IMEI duplikat untuk membuktikan keaslian perangkat. penyediaan layanan lost and stolen dan sosialisasi laniutan.

Dirjen SDPPI, Ismail mengatakan dalam pengendalian IMEI ini pembagian tugas dibagi tiga kementerian. “Kemenperin memiliki tugas menyiapkan database dan SIBINA sekaligus prosedur verifikasi dan validasi IMEI. Sementara,  Kementerian Kominfo meminta operator menyediakan layanan lost and stolen dan sistem penghubung antara SIBINA dan EIR.  Dan Kemendag akan membina pedagang untuk mendaftarkan stok IMEI perangkat ke dalam SIBINA,” tuturnya.

Dalam kesempatan seminar dan talkshow tersebut dicanangkan juga gerakan #StopPonselBM.  Dengan gerakan tersebut diharapkan seluruh elemen bangsa ikut terlibat secara aktif memerangi dan mencegah peredaran ponsel BM.  (Icha)

Validasi IMEI, Pendapatan Pajak Terdongkrak, Konsumen Terlindungi

0

Telko.id – Pemerintah tengah menggodok peraturan mengenai validasi (pengendalian) International Mobile Equipment Identity (IMEI) dengan Mobile Subscriber Integrated Services Digital Network Number (MSISDN) atau nomor ponsel. Harapannya, dengan adanya peraturan itu maka pendapatan pajak terdongkrak dan konsumen terlindungi.

Peraturan menteri ini bukan hanya satu kementerian. Melainkan langsung tiga Kementerian yakni yang akan dibuat ini Peraturan Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan dan Menteri  Komunikasi dan Informatika yang rencananya akan ditandatangani pertengahan Agustus 2019. Bertepatan dengan Peringatan Ulang Tahun Proklamasi ke-74 Republik Indonesia.

Pemerintah menargetkan Indonesia merdeka dari ponsel black market (BM) untuk mendongkrak pajak dan pertumbuhan industri ponsel yang sehat.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan rencana keluarnya tiga Permen itu bisa menyehatkan ekosistem industri telekomunikasi nasional. Menurutnya, dari beberapa negara yang telah menerapkan soal validasi IMEI ponsel, membawa keuntungan karena  pendapatan negara dari pajak bisa terdongkrak, selain konsumen juga terlindungi.

“Dengan keluarnya Permen tiga Menteri itu merupakan bentuk untuk merdeka dari ponsel BM. Oleh karena itu. kami merencanakan mengeluarkan permen soal valldasi IMEI itu yang diharapkan terealisasi secepatnya.” ujar Rudiantara dalam Talkshow dan Seminar Membedah Potensi Kerugian Konsumen, Industri dan Negara Akibat Ponsel Black Market dan Solusinya di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Kominfo, Jumat (2/8/2019).

Perdagangan ponsel BM membawa kerugian untuk konsumen, industri dan negara. Oleh karena itu,  pemerintah menilai pentingnya regulasi untuk mengatasi peredaran ponsel BM tersebut Dari aspek tata niaga, peredaran ponsel BM akan memengaruhi perdagangan perangkat elektronik dan pada gilirannya memengaruhi pendapatan negara. Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) memperkirakan peredaran ponsel BM memiliki potensi  pajak yang hilang sekitar Rp 2,8 triliun per tahun.

Perhitungan itu didasarkan jumlah ponsel pintar baru setiap tahun sebanyak 45 juta ponsel pintar baru. Adapun sekitar 20% s.d. 30 % atau setara dengan 9 juta unit ponsel merupakan ponsel BM. Dengan harga per ponsel dalam kisaran harga Rp2,2 juta, nilai ponsel baru yang beredar mencapai Rp  22,5 triliun.  Dengan demikian,  ponsel BM tidak membayar pajak sehingga potensi kerugian negara dari hilangnya pendapatan 10 % PPN dan 2,5% PPh adalah sekitar Rp 2,8 triliun setahun.

Dalam acara yang digelar oleh Indonesia Technology Forum (ITF) didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika itu hadir pembicara Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo, Ismail; Direktur Jenderal Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemperin, Harjanto; Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggriono Sutiarto. Hadir pula Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi; Wakil Ketua Umum ATSI, Merza Fachys;  dan Direktur Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (Icha)

“Tendang” Apple, Induk Google jadi Perusahaan Terkaya di Dunia

0

Telko.id, Jakarta – Alphabet, induk Google, menggeser Apple dari posisi teratas perusahaan terkaya di dunia. Laporan menyebut, kuartal II- 2019, Alphabet punya kekayaan USD 117 miliar atau sekitar Rp 1.662 triliun.

Menurut laporan MacRumors, seperti dikutip Telko.id, Jumat (02/08/2019), kekayaan yang dimiliki Alphabet sekarang jauh lebih besar ketimbang harta Apple, yang masih tercatat USD 102 miliar atau sekitar Rp 1.448 triliun.

Dengan capaian positif yang diraih Alphabet, para pemegang saham pun bakal kian ketat dalam mengontrol penggunaan dana. Mereka menyatakan bakal mengawasi Alphabet dalam belanja saham maupun dividen.

{Baca juga: Pakai AI, DeepMind Bisa Deteksi Ginjal Akut Dalam 15 Menit}

Persaingan perusahaan Amerika Serikat dalam menangguk harta memang cukup kompetitif. Belum lama ini, peningkatan harga saham membuat Microsoft menjadi satu perusahaan paling bernilai di Negeri Paman Sam.

Microsoft menjadi perusahaan ketiga di Amerika Serikat yang menyentuh nilai pasar atau valuasi USD 1 triliun atau lebih kurang Rp 14 kuadriliun. Torehan Microsoft pun berhasil mengikuti jejak Apple dan Amazon.

{Baca juga: Embargo AS “Nggak Ngefek”, Penjualan Ponsel Huawei Melesat}

Peningkatan harga saham Microsoft sendiri berdasarkan indikasi jumlah saham yang diperdagangkan. Sebelumnya pada Agustus 2018, Apple menjadi perusahaan pertama Amerika Serikat bernilai USD 1 triliun.

Saham Amazon juga mencapai nilai USD 1 triliun pada bulan berikutnya. Namun demikian, sama halnya dengan Apple, total nilai saham Amazon kemudian turun, yakni ada di angka USD 935 miliar atau Rp 13,2 kuadriliun. (SN/FHP)

Sumber: MacRumors

Modern Warfare Dukung Cross Platform

0

Telko.id, Jakarta – Diumumkan kembali pada awal Mei tahun ini, game Call of Duty berikutnya yang segera dirilis Activision bakal disebut Call of Duty: Modern Warfare.

Salah satu fitur dalam game tersebut adalah dukungan cross-platform. Artinya, para gamers bisa bermain dengan gamers lain di platform PC, konsol PS4 dan Xbox One.

Dipastikan Activision, fitur cross-platform atau crossplay ini akan hadir ketika game tersebut resmi diluncurkan. Asal tahu saja, game ini melenggang pada 25 Oktober 2019 mendatang.

{Baca juga: Bukan Game, tapi Medsos yang Bikin Remaja Depresi}

Dengan kata lain, gamers tidak perlu menunggu DLC atau update tambahan untuk mengaktifkan fitur ini.

Strategi Activision menghadirkan crossplay di Call of Duty: Modern Warfare saat diluncurkan, sedikit berbeda dari bagaimana game lain yang mengusung fitur sama.

Biasanya, dukungan fitur itu ditambahkan setelah game diluncurkan. Namun, semakin banyak game menambahkan dukungan lintas konsol atau platform, tren ini sepertinya akan terus berlanjut.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 4 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

Akan tetapi, ada pro dan kontra soal crossplay atau cross-platform. Pasalnya, seperti dilansir Ubergizmo pada Jumat (02/08/2019), ada beberapa gamers yang tidak menyukai dukungan fitur ini.

Sebab, ada yang merasa tidak adil jika gamers di konsol bermain melawan gamers PC. Maklum saja, gamers PC bisa bermain dengan keyboard dan mouse sehingga punya kontrol yang lebih baik. (BA/FHP)

Sumber : Ubergizmo