spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1075

Adu Kuat! Champion Series Fortnite Digelar Lima Minggu

0

Telko.id, Jakarta  – Sekarang musim kesepuluh Champion Series Fortnite sedang berlangsung. Epic Games siap untuk menguraikan apa yang akan terjadi selanjutnya untuk kompetisi game battle royale itu.

Champion Series pertama (sebelumnya disebut Championship Series) akan dimulai pada 17 Agustus 2019 dengan trio perlombaan untuk menaklukkan daerah masing-masing selama lima minggu.

{Baca juga: Seri Kejuaraan Fortnite Pertama Digelar 17 Agustus, Minat?}

Menurut Engadget, selama lima minggu, peserta akan melakoni kompetisi solo pada hari Rabu dan Kamis, dan trio pada hari Jumat. Tim-tim top akan saling berhadapan pada 20-22 September 2019.

Seperti yang disebutkan dalam pratinjau, akan ada papan peringkat untuk menunjukkan kemajuan dalam memerintah wilayah Anda. Setiap acara akan memiliki kelompok hadiah sendiri.

Jumlah hadiah mencapai jutaan dolar untuk diperebutkan di seluruh Champion Series. Dalam jangka panjang, juga akan ada serangkaian turnamen Fortnite Spotlight oleh komunitas pembuat game.

Tujuan semua kompetisi ini tetap sama, yakni adalah upaya untuk menjaga program esports Fortnite resmi berjalan sepanjang tahun alih-alih hanya berfokus kepada kegiatan Piala Dunia.

{Baca juga: Gokil! Bocah Ini Kantongi Rp 42 Miliar setelah Juara Fortnite}

Itu bisa meningkatkan legitimasi permainan di dunia kompetitif. Terlebih, kompetitor Fortnite seperti Apex Legends juga telah mengembangkan olahraga mereka sendiri. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

Robot Kecoa Ini Bisa Deteksi Korban Hidup di Lokasi Bencana

0

Telko.id, Jakarta  – Kecoa telah mengilhami para peneliti untuk membuat robot berukuran sangat kecil, yang secara teori dapat menggali data di lokasi bencana alam dan menyampaikan informasi untuk menyelamatkan para pekerja. Dari situ, para ahli merancang robot kecoa.

Tim dari University of California, Berkeley, merancang robot kecoa yang terbuat dari bahan polyvinylidene fluoride (PVDF) dan berukuran sebesar perangko. Para peneliti pun mengklaim, robot tersebut memiliki banyak manfaat.

{Baca juga: Robot Bebek Ini Siap Bantu Petani Basmi Gulma}

“Jika terjadi gempa bumi, sulit bagi mesin besar atau anjing pelacak untuk menemukan korban hidup di bawah puing. Karenanya, kami ciptakan robot berukuran kecil tapi kuat untuk melakukannya,” kata Yichuan Wu, anggota tim peneliti.

Seperti dikutip Telko.id dari New York Post, Senin (5/8/2019), robot itu diklaim sekuat kecoa asli. Para peneliti sampai berulang kali memberikan tekanan dengan cara menginjaknya. Robot tersebut pun dijamin efektif untuk evakuasi.

“Sebagian besar robot berukuran kecil sangatlah rapuh. Jika Anda menginjaknya, robot akan hancur. Namun, tidak demikian dengan robot ini. Pergerakannya di tanah begitu cepat,” timpal Liwei Lin, penulis senior makalah penelitian.

Juli tahun lalu, Rolls-Royce juga menciptakan robot kecoa yang mampu merangkak di dalam ruang berukuran sempit. Robot tersebut nantinya bisa digunakan untuk membersihkan ruang bersudut sempit, termasuk area mesin pesawat.

{Baca juga: Hiii… Robot Ikan Ini Punya Darah}

Robot kecoa buatan Rolls-Royce  memiliki tinggi sekitar 15 milimeter dengan berat beberapa ons. Robot akan dilengkapi kamera serta optik untuk pemindaian 3D yang memungkinkan para insinyur menilai masalah dari jarak jauh. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

Diotaki Snapdragon 712 AIE, Ini Harga Vivo Z1 Pro

0

Telko.id, Jakarta Vivo Z1 Pro resmi dirilis di Indonesia. Dengan mengusung Prosesor Snapdragon 712 AIE, smartphone gaming ini dibandrol dengan harga yang cukup menggoda, dan sudah bisa dipesan pada bulan Agustus ini.

“Harga Vivo Z1 Pro adalah Rp 3.099.000,” kata Senior Product Manager Vivo Indonesia, Yoga Samiaji, di Jakarta Senin (05/08/2019)

Yoga mengatakan jika smartphone ini tersedia dalam dengan dua varian warna yakni Sonic Black dan Sonic Blue. Dari segi kapasitas penyimpanan smartphone gaming ini hanya tersedia untuk varian RAM 4GB dan Penyimpanan Internal 64GB saja.

{Baca juga: Smartphone Gaming Vivo Z1 Pro Resmi Rilis di Indonesia}

“Warna ini menyiratkan lambang pantang menyerah. Biasanya kalau bermain game ketika kalah justru makin penasaran,” tambah Yoga.

Vivo Indonesia juga sudah mulai membuka pre-order secara eksklusif mulai 5 Agustus hingga 8 Agustus 2019 melalui Vivo Store di Lazada.

Keuntungan melalui pre-order adalah pembeli akan mendapatkan giftbox senilai Rp 500 ribu dan PUBG Redeem Code. Sedangkan Vivo juga akan membuka penjualan offline pada pertengahan Agustus mendatang.

Secara tampilan Vivo Z1 Pro memiliki layar Ultra O Screen dengan ukuran 6,53 inci dengan rasio layar sinematik 19,5 : 9 dan resolusi FHD+. Dari segi kamera, smartphone ini memiliki 32 MP AI Selfie Camera yang terdapat di bagian sisi kiri layar.

Di bagian belakang, terdapat 3 kamera yang memiliki kapasitas lensa berbeda-beda. Ponsel ini hadir dengan 16 MP main camera, 8MP Super Wide-Angle Camera dan 2MP Depth Camera sehingga menghasilkan kualitas foto yang bagus.

{Baca juga: Hands-on Vivo Z1 Pro, Powerful Berkat Snapdragon 712 AIE}

Kapasitas baterainya juga terbilang besar. Kapasitas baterai 5,000 mAh dengan dual engine fast-charging berkekuatan 18W. Menurut Yoga pengguna bisa bermain PlayerUnknown’s Battlegrounds hingga 7,5 jam non stop menggunakan smartphone ini. [NM/HBS]

Smartphone Gaming Vivo Z1 Pro Resmi Rilis di Indonesia

0

Telko.id,Jakarta – Vivo Mobile Indonesia resmi merilis smartphone gaming terbarunya Vivo Z1 Pro ke Indonesia. Dengan mengandalkan prosesor Snapdragon Qualcomm 712 AIE, smartphone ini cocok untuk aktifitas gaming dan kegiatan dengan mobilitas tinggi.

Menurut  Senior Product Manager Vivo Indonesia, Yoga Samiaji, pada pusat prosesor Qualcomm Snapdragon 712 AIE, terdapat CPU 64 bit Qualcomm Kyro 360. Selain itu ada juga GPU Andreno 616 yang mampu menghadirkan aktifitas rendering grafis yang 45% lebih cepat dibanding Snapdragon 660.

“Menjadikan smartphone ini sesuai kebutuhan dan powerful performance,” ujar Yoga di Jakarta, Senin (05/08/2019).

{Baca juga: Hands-on Vivo Z1 Pro, Powerful Berkat Snapdragon 712 AIE}

Selain itu, smartphone ini juga menghadirkan fitur Vivo Multi-Turbo. Fitur tersebut mampu menjaga jaringan agar tetap stabil, mempercepat kerja prosesor hingga mengurangi panas saat bermain game. Apalagi kapasitas penyimpanan smartphone ini cukup besar dengan RAM 4GB dan penyimpanan internal 64GB.

“Multi Turbo dapat membuat suhu smartphone menjadi 1 hingga 1,5 derajat lebih adem,” tambah Yoga.

Secara tampilan Vivo Z1 Pro memiliki layar Ultra O Screen dengan ukuran 6,53 inci dengan rasio layar sinematik 19,5 : 9 dan resolusi FHD+. Dari segi kamera, smartphone ini memiliki 32 MP AI Selfie Camera yang terdapat di bagian sisi kiri layar. Walaupun berada di layar, Yoga menjamin jika kamera depan tidak mengganggu aktivitas gaming pengguna.

“Jadi mau main game Proximity mau main game nonton film musik semya gak akan ganggu,”kata Yoga.

{Baca juga: Vivo Z1 Pro Jadi Ponsel Gaming di India}

Di bagian belakang, terdapat 3 kamera yang memiliki kapasitas lensa berbeda-beda. Vivo Z1 Pro hadir dengan 16 MP main camera, 8MP Super Wide-Angle Camera dan 2MP Depth Camera sehingga menghasilkan kualitas foto yang bagus.

“Dengan AI Super Wide Angle ketika di zoom gambar foto tidak pecah,” ujar Yoga.

Baterai Vivo Z1 Pro juga terbilang besar. Kapasitas baterai 5,000 mAh dengan dual engine fast-charging berkekuatan 18W. Menurut Yoga pengguna bisa bermain PlayerUnknown’s Battlegrounds hingga 7,5 jam non stop menggunakan smartphone ini. [SN/HBS]

Capcom Minta Fans Resident Evil Uji Coba Game Baru

0

Telko.id, Jakarta  – Capcom meminta umpan balik permainan baru yang sedang dikembangkan. Capcom  secara khusus meminta kritik dan saran kepada komunitas Resident Evil Jepang.

Dilansir Game Spot, email ke duta Resident Evil, yang dilihat dan diterjemahkan oleh penggemar Resi Biohaze, memberi tahu mereka tentang permainan baru yang sedang dikembangkan oleh Capcom.

{Baca juga: 3 Game Klasik Resident Evil akan Hadir di Nintendo Switch}

Email itu berbunyi, “Untuk semua Duta Resident Evil, terima kasih atas perlindungan Anda tentang seri Resident Evil. Hari ini, kami merekrut penguji untuk permainan yang sedang dikembangkan!”

“Kami tertarik untuk memasukkan umpan balik dari semua duta ke dalam pengembangan game kami. Silakan baca detail dan jika Anda tertarik untuk berpartisipasi, klik tombol Entri.”

Tidak jelas game apa yang dimaksud Capcom dalam email itu. Mungkin saja perusahaan sedang mengerjakan entri utama berikutnya untuk seri atau remake lain yang mirip remake Resident Evil 2.

Namun, Resident Evil 5 dan 6 sedang diporting ke Nintendo Switch pada akhir tahun ini. Bisa jadi, game tersebut hanya versi yang menjalani pengujian alias belum tentu menjadi judul Resident Evil.

Game Resi terbaru adalah remake Resident Evil 2, yang diluncurkan pada bulan Januari dengan sambutan positif. Resident Evil 2 tidak hanya menjadi remake bintang dari aslinya.

{Baca juga: Cuma 10% Gamer yang Punya Nyali untuk Memainkan Resident Evil 7}

“Game itu juga menjadi permainan horor yang kuat, yang memberikan situasi yang membangkitkan kecemasan, melampaui beberapa entri terbaik seri,” kata kritikus Alessandro Fillari. [BA/HBS]

Sumber: Gamespot 

Penampakan Premium Oppo K3 yang akan Meluncur di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Oppo sebentar lagi akan merilis smartphone menengah terbarunya ke Indonesia, Oppo K3. Smartphone perdana di lini K Series ini bisa dibilang mengusung desain premium dan spesifikasi handal, layaknya Reno Series.

Oppo K3 dikemas dengan desain memanjang, dan memiliki layar berukuran 6,5 inci berjenis OLED dengan resolusi Full HD+. Tidak nampak adanya notch atau punch hole di bagian layarnya, karena smartphone ini mengadopsi desain Panoramic atau full screen.

Selain itu, smartphone ini pun punya kamera pop-up mekanis yang mirip seperti Oppo F11 Pro. Bedanya, sentuhan kamera pop-up di smartphone tersebut tampak lebih premium dan berbeda.

{Baca juga: Oppo Kembali Patenkan Ponsel dengan Kamera Slider}

“Panoramic OLED Screen merupakan salah satu daya tarik dari K3, apalagi layarnya telah mendukung sensor sidik jari di dalamnya dengan respon yang cepat,” ujar PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, saat ditemui tim Telko.id usai acara Media Hands-on Oppo K3 di Jakarta, Senin (05/08/2019).

K3 menganut desain simetris ala Reno Series. Warnanya cenderung premium dengan dua pilihan warna, yaitu Jet Black dan Pearl White yang melapisi body-nya yang berbahan dasar kaca.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Smartphone ini ditenagai oleh prosesor octa-core Snapdragon 710, dan ditopang oleh baterai berkapasitas besar dengan dukungan VOOC Flash Charge 3.0. Baterainya sendiri berkapasitas 3,765 mAh.

Oppo K3 akan melenggang secara resmi pada 8 Agustus mendatang. Belum diketahui berapa harga smartphone ini sampai sekarang. Namun, kemungkinan besar harga Oppo K3 di Indonesia akan cukup menarik apabila melihat kualitas desain dan spesifikasi yang ditawarkannya. (FHP)

Sekali Tekan Tombol, Pengguna TikTok Bisa Berbagi Stiker GIF

0

Telko.id, Jakarta  – TikTok punya fitur baru yang memungkinkan pengguna menambahkan stiker. Bekerja sama dengan Giphy, aplikasi berbagi video ini menghadirkan stiker GIF di video hanya sekali sentuhan tombol.

Menurut laporan TechCrunch, seperti dikutip Telko.id, Senin (5/8/2019), Giphy menawarkan cukup banyak stiker yang berasal dari meme di TikTok. Sebut saja stiker Here’s the Tea dan the Blanco Brown.

{Baca juga: TikTok Bakal Terintegrasi dengan WhatsApp, Instagram dkk}

Baru-baru ini, aplikasi buatan China ini akan memiliki fitur baru. Lewat fitur bernama Send To, aplikasi berbagi video itu akan terintegrasi dengan sejumlah media sosial populer seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

Fitur Send To memungkinkan pengguna untuk berbagi video TikTok ke kontak WhatsApp. Fitur anyar tersebut sedang diuji coba. Kehadirannya diketahui melalui leakster kondang bernama Jane Manchun Wong.

Tak hanya WhatsApp, menurut laporan Business Today, seperti dikutip Telko.id, Senin (22/7/2019), fitur itu juga memungkinkan pengguna berbagi video ke teman melalui Instagram maupun Facebook.

Jane Manchun Wong membeberkan pula bahwa TikTok sekarang sedang menguji layanan Link Account. Layanan tersebut akan menghubungkan akun pengguna TikTok dengan Facebook maupun Google.

{Baca juga: 4 Cara Hindari Anak-anak dari Bahaya TikTok}

Tak cukup, melalui layanan Link Account, pengguna Tik Tok juga bisa beralih menggunakan akun Facebook maupun Google. Kabarnya, TikTok juga sedang menyiapkan tampilan antarmuka daftar video favorit. [SN/HBS]

Sumber: Techcrunch

Pasca Mati Listrik, Telkomsel Masih Pulihkan Jaringan

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel terus berupaya untuk memulihkan jaringan pasca peristiwa mati listrik massal yang terjadi pada Minggu (04/08/2019). Perbaikan bertujuan untuk memastikan percepatan pemulihan layanan Telkomsel secara menyeluruh.

Menurut Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin bahwa Telkomsel terus berupaya maksimal untuk memulihkan layananan telekomunikasi akibat terputusnya pasokan listrik PLN di wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat dan sekitarnya.

{Baca juga: Gandeng Google, Telkomsel Perkenalkan ‘Android Zero Touch’}

“Saat ini, seluruh perangkat pendukung untuk menstabilkan pasokan listrik ke seluruh titik alat produksi Telkomsel, seperti perangkat baterai dan mobile back up power/ mobile genset sudah disiagakan di seluruh titik,” tutur Denny dalam keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Senin (05/08/2019).

Segala upaya tersebut dilakukan juga untuk mengantisipasi jika pemadaman listrik kembali terjadi. “Terutama untuk mengantisipasi jika akan ada rencana pemadaman bergilir oleh PLN di sejumlah titik lokasi,” tambah Denny.

Pelanggan Telkomsel tetap dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas/fitur yang tersedia, seperti fitur layanan UMB, aplikasi MyTelkomsel, customer touch point baik itu di GraPARI, Mitra Outlet, call center 188, hingga virtual assistant Telkomsel.

{Baca juga: Telkomsel Terus Kembangkan Jaringan 5G di Indonesia}

Seperti diketahui, siang kemarin terjadi mati listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Padamnya listrik disebabkan gangguan pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. [NM/HBS]

Dampak Mati Listrik, 20% Jaringan XL di Jabodetabek Terganggu

0

Telko.id, Jakarta – XL Axiata turut merasakan dampak dari mati listrik yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Operator seluler asal Malaysia ini menyebutkan bahwa sekitar 20% jaringan XL di Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah terkena dampak pemadaman listrik.

Menurut Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap kondisi jaringan XL di seluruh wilayah terdampak pemadaman listrik pada Minggu (04/08/2019) kemarin.

Hasilnya terjadi penurunan kualitas jaringan akibat dampak dari pemadaman listrik kemarin, yang dirasakan oleh banyak pelanggan.

{Baca juga: XL Kenalkan “Laut Nusantara” ke Nelayan Banyuwangi}

“Sekitar 20% jaringan XL di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang terdampak dan mengalami penurunan kualitas jaringan. Penurunan kualitas yang dimaksud terutama berupa berkurangnya kecepatan dan kestabilan akses internet, serta akses voice,” tulis Tri Wahyuningsih.

Kemudian wanita yang akrab disapa Ayu ini menambahkan jika area Jawa Timur juga terdampak walaupun presentasenya tidak sebesar di tiga wilayah sebelumnya.

“Area Jawa Timur sekitar 1% jaringan XL yang terdampak dan mengalami penurunan kualitas akses internet dan voice,” tambah Ayu, dalam keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Senin (05/08/2019).

Antisipasi telah dilakukan oleh tim teknis XL dalam menghadapi kondisi darurat seperti ini telah berhasil meminimalisir dampak buruk pada layanan.

“Langkah antisipasi tersebut antara lain berupa menyediaan baterai cadangan dan genset dalam jumlah yang memadai, serta rekaya pengaturan trafik jaringan,” tutur Ayu.

{Baca juga: Jangkau Area Terluar, XL akan Gunakan Palapa Ring}

Hingga saat ini pemulihan kondisi jaringan terus dilakukan tanpa menunggu pulihnya pasokan listrik. Hasilnya, semakin berkurang jaringan yang terdampak. XL berharap pasokan listrik dapat kembali normal.

Seperti diketahui, siang kemarin terjadi mati listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Padamnya listrik disebabkan gangguan pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. [NM/HBS]

Ponsel HongMeng OS Rilis Kuartal IV-2019, Huawei?

0

Telko.id, Jakarta  – Huawei membangun sistem operasi sendiri bernama HongMeng OS sejak Mei 2019, seterlah diembargo pemerintah Amerika Serikat (AS). Sistem operasi yang akan menggantikan Android itu kabarnya akan dirilis pada kuartal keempat 2019.

Minggu (4/8/2019) waktu setempat, publikasi media pemerintah China, Global Times, mengatakan bahwa Huawei memang akan memakai sistem operasi buatan sendiri untuk ponsel. Perusahaan asal China ini sedang menguji HongMengOS untuk ponsel ciptaannya.

{Baca juga: Surprise! Ini Perangkat Pertama Huawei Berbasis HongMeng OS}

Dilansir CNET, dikutip Telko.id, Senin (5/8/2019), sumber anonim mengatakan bahwa perusahaan akan merilis ponsel bertenaga HongMengOS seharga 2.000 yuan atau sekitar USD 290 atau lebih kurang Rp 4,1 juta pada kuartal IV-2019 mendatang.

Informasi menyebut, ponsel itu akan hadir bersamaan seri Huawei Mate 30. Jika benar, berarti sistem operasi ini akan digunakan di ponsel segmen low-end. Untuk ponsel premium seri Mate dan Pro akan tetap pakai Android.

Namun, penggunaan Android di dua ponsel tersebut bisa dilakukan jika Presiden Donald Trump mencabut Huawei dari daftar hitam. Namun, apakah pernyataan raksasa teknologi China ini soal pemakaian OS buatan mereka sendiri itu untuk ponsel bisa dipercaya?

Eksekutif Huawei, Catherine Chen, sebelumnya mengatakan bahwa sistem operasi ini sedang dalam tahap penyempurnaan dan bakal dipakai untuk perangkat non-ponsel. Sistem operasi ini akan digunakan untuk  perangkat Internet-of-Things (IoT).

{Baca juga: Bos Huawei Pede HongMengOS Lebih Ngebut dari Android dkk}

Di lain sisi, CEO Huawei, Ren Zhengfei, mengatakan pada bulan lalu bahwa HongMeng OS kemungkinan bekerja lebih cepat daripada Android. Senada dengan Chen, ia menegaskan, HongMeng OS hadir diperuntukkan perangkat IoT. [SN/HBS]

Sumber: CNET