spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1062

Gaet Go-Pay, JNE Targetkan 25% Transaksi Cashless per Bulan

0

Telko.id, Jakarta JNE menggandeng Go-Pay sebagai uang elektronik pertama untuk opsi pembayaran biaya pengiriman paket. Perusahaan jasa pengiriman logistik ini berharap, 25% transaksi pembayaran di JNE ke depannya dilakukan menggunakan Go-Pay dan mampu mulai mengubah cara bayar pelanggan menjadi cashless.

Dijelaskan VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi, selama ini pelanggan JNE mayoritas melakukan pembayaran menggunakan uang cash. Tetapi dengan kehadiran Go-Pay, Eri berharap supaya pelanggan bisa beralih ke pembayaran cashless atau menggunakan uang elektronik.

“Sekitar 20% sampai 25% transaksi di tahap awal pake Go-Pay itu sudah bagus. Jadi, sekitar 20% sampai 25% transaksi dalam 1 bulan sudah menggunakan Go-Pay,” katanya di Jakarta, Selasa (13/08/2019).

{Baca juga: Sekarang, Kirim Paket JNE Bayarnya Bisa via Go-Pay}

Implementasi layanan dompet digital milik Go-Jek itu sebagai metode pembayaran sebenarnya telah dilakukan sejak Juli 2019 lalu di Gerai JNE se-Jabodetabek. Menurut Eri , implementasi pembayaran itu akan dilakukan secara bertahap hingga akhir Agustus nanti.

“Soal implementasi masih bertahap hingga Agustus 2019 sampai hadir di 7 ribu Gerai JNE,” tambah Eri .

Lewat kerja sama kedua perusahaan juga, diharapkan pertumbuhan industri logistik di Indonesia dapat meningkat. Saat ini pertumbuhan industri logistik telah mencapai 14,7%, dan diperkirakan akan terus naik seiring pertumbuhan bisnis online yang sedang booming.

“Kami percaya bahwa dengan menghadirkan kemudahan pembayaran non-tunai di layanan kami, potensi tersebut dapat semakin dimaksimalkan,” ucapnya.

{Baca juga: LinkAja Anggap Go-Pay dan OVO Bukan Saingan, Kenapa?}

Di kesempatan yang sama, Head of Offline Payments Go-Pay, Ardelia Apti menyatakan bahwa mereka ingin mendorong transaksi cashless atau non-tunai di industri pengiriman logistik seperti JNE. Platform besutan Go-Jek ini juga memastikan, mereka tidak akan menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan perusahaan lain.

“Kita sih tidak menutup kemungkinan untuk kerja sama dengan partner yang lain. Mungkin aku belum bisa disclose berikutnya siapa,” tutup Ardelia. (NM/FHP)

Sekarang, Kirim Paket JNE Bayarnya Bisa via Go-Pay

0

Telko.id, Jakarta Go-Pay menjadi platform uang elektronik atau dompet digital pertama untuk opsi pembayaran biaya pengiriman paket JNE. Menurut VP of Marketing JNE, Edi Palgunadi, pembayaran via Go-Pay diharapkan bisa dilakukan di lebih dari 7 ribu gerai JNE di seluruh Indonesia.

Edi mengatakan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menjangkau kebutuhan pelanggan. Salah satu caranya dengan memberikan sistem pembayaran cashless.

“Kami menggandeng Go-Pay sebagai salah satu platform uang elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Dengan kolaborasi ini, pelanggan JNE bisa melakukan transaksi dengan menggunakan Go-Pay,” katanya di Jakarta, Selasa (13/08/2019).

{Baca juga: LinkAja Anggap Go-Pay dan OVO Bukan Saingan, Kenapa?}

Implementasi layanan dompet digital milik Go-Jek itu sebagai metode pembayaran sebenarnya telah dilakukan sejak Juli 2019 lalu di Gerai JNE se-Jabodetabek. Ia mengatakan, implementasi pembayaran itu akan dilakukan secara bertahap hingga akhir Agustus nanti.

“Soal implementasi masih bertahap hingga Agustus 2019 sampai hadir di 7 ribu Gerai JNE,” tambah Edi.

Hal serupa juga dikatakan oleh Head of Offline Payments Go-Pay, Ardelia Apti. Ia menyatakan, alasan pihaknya tertarik melakukan kerjasama dengan JNE karena industri pengiriman logistik sedang tumbuh pesat di Indonesia.

“Kita tertarik bekerja sama dengan JNE karena industri logistik sedang booming. Jual beli online sedang booming juga, dan network JNE luas sekali di seluruh Indonesia,” kata Ardelia.

{Baca juga: Duitnya Berlimpah, Orang Terkaya Dunia Ketahuan Malas Ganti Celana}

Untuk melakukan pembayaran, caranya cukup mudah. Petugas JNE akan memberikan QR Code kepada pelanggan untuk dipindai menggunakan smartphone mereka.

Selanjutnya, mereka dapat membayar biaya pengiriman, dan dapat menikmati promo cashback hingga Rp 5 ribu. (NM/FHP)

Gusur P30 Pro, Galaxy Note 10+ jadi Smartphone Kamera Terbaik

0

Telko.id, Jakarta – Samsung Galaxy Note 10+ 5G telah resmi menjadi smartphone dengan kamera terbaik versi DxOMark. Smartphone ini menjadi yang terbaik untuk kategori kamera utama dan kamera selfie.

Asal tahu saja, Note 10+ 5G mengusung empat kamera belakang dan satu kamera depan. Konfigurasinya, 12MP lensa utama dengan dual aperture f/1.5 dan f/2.4, 16MP lensa ultra-wide 123°, 12MP lensa telephoto, dan lensa 3D Time of Flight (ToF). Sementara kamera depan, beresolusi 10MP.

Dengan konfigurasi itu, Samsung Galaxy Note 10+ 5G memperoleh skor 113 poin untuk kamera belakang, dan berhasil menggusur Huawei P30 Pro yang sebelumnya menjadi pemimpin dengan skor 112 poin.

Apabila dijabarkan, skor di kategori Photo menyentuh angka 118 poin, atau tertinggal satu poin dari Huawei P30 Pro. Meski demikian, DxOMark menyebutkan bahwa Samsung telah mengubah algoritma pemrosesan gambar menjadi jauh lebih baik daripada S10 5G.

Note 10+ 5G unggul jauh di bagian Video dengan skor 101 poin. Smartphone itu dapat merekam video 4K @60fps yang lebih baik, karena mampu memberikan detail dan warna yang berkualitas.

Sementara kamera depan, Note 10+ memperoleh skor 99 poin. Phablet premium ini menyusul Asus Zenfone 6 dengan selisih satu poin.

Masing-masing untuk kategori Photo dan Video, Note 10+ 5G memperoleh skor 103 poin dan 93 poin. DxOMark mengatakan, kamera depan smartphone tersebut menghasilkan foto dan video berkualitas terbaik di dalam berbagai kondisi pengambilan gambar.

Dikutip dari GSMArena, Selasa (13/08/2019), karena perbedaan satu-satunya antara model 5G dan Note 10+ hanyalah kehadiran modem 5G saja, maka skor ini pun berlaku bagi Samsung Galaxy Note 10+ “standar”. (FHP)

Sumber: DxOMark, GSMArena

Siap-siap! Realme 5 Segera Meluncur Pada 5 Agustus

0

Telko.id, Jakarta – Akhirnya Realme mengumumkan tanggal pasti kapan mereka akan meluncurkan smartphone terbarunya, Realme 5. Dalam poster teaser yang diunggah di Flipkart, brand tersebut akan merilis smartphone Realme terbaru itu pada 20 Agustus mendatang.

Poster yang diposting tersebut menggunakan tagline “Joinging the 5quad”, yang mengacu pada konfigurasi empat kamera atau quad camera yang diusung Realme 5.

Meski punya empat kamera, Realme 5 ini tidak akan menjadi smartphone Realme pertama dengan sensor kamera 64MP. Hal ini pun dikonfirmasi langsung oleh bos Realme India, Madhav Sheth.

{Baca juga: Lebih Dekat dengan Smartphone Realme Berkamera 64MP}

Dilaporkan GSMArena, seperti dilansir Telko.id pada Selasa (13/08/2019), ia mengatakan bahwa smartphone baru Realme ini punya lensa utama 48MP dengan sensor Sony IMX586.

Konfigurasi lainnya berupa lensa ultra-wide angle dengan jangkauan 119°, lensa makro, dan lensa depth atau bokeh. Sayang, Realme tidak mengungkapkan spesifikasi lain dari jagoan barunya tersebut.

Realme sebelumnya telah memamerkan smartphone dengan kamera 64MP pertama di dunia di ajang Camera Innovation Event yang diselenggarakan di New Delhi, India. Di ajang tersebut, Realme juga memastikan bahwa smartphone dengan 64MP Quad Camera tersebut bukanlah Realme 5 maupun Realme 5 Pro.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Realme Terbaru}

Wujud smartphone itu sendiri ditutup oleh casing khusus yang menyembunyikan desain keseluruhannya. Namun untuk frame kameranya, Realme memutuskan untuk tetap memamerkannya.

Terdapat empat kamera yang diposisikan secara vertikal. Masing-masing memiliki konfigurasi, lensa utama beresolusi 64MP, kemudian lensa ultra-wide, lensa Super Macro, dan lensa portrait atau lensa telephoto. (FHP)

Sumber: GSMArena

Oppo jadi “Raja Baru” di Pasar Smartphone Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Perusahaan riset konsumen, Canalys merilis laporan marketshare smartphone Indonesia di Q2-2019. Berdasarkan laporan Canalys, Oppo berhasil memimpin marketshare smartphone Indonesia pada kuartal kedua.

Oppo sukses meraih posisi tersebut untuk pertama kalinya dengan persentase 26% dan pertumbuhan tahun ke tahun (YoY) meningkat menjadi 54%.

Oppo sukses menyalip posisi Samsung yang berada di posisi kedua dengan marketshare 24% dan pertumbuhan YoY mencapai 10%.

{Baca juga: Apple Babak Belur, Vendor Smartphone Asia Kuasai Pasar}

Xiaomi ada di posisi ketiga dengan marketshare 19%. Perusahaan besutan Lei Jun ini mengalami penurunan penjualan 9% dibandingkan tahun lalu.

Vivo menempati posisi keempat dengan marketshare 15% dan pertumbuhan 15%, dan diikuti oleh Realme yang secara mengejutkan masuk sebagai brand lima besar dengan marketshare 7% dan pertumbuhan 62% .

Menurut PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, mereka merasa bangga dengan pencapaian ini. Ia mengatakan, ada beberapa seri smartphone Oppo yang mendorong penjualan brand tersebut di Tanah Air.

“Beberapa tipe seperti A1k, A5s, F11, F11 Special Online Edition dan F11 Pro memberikan kontribusi besar terhadap market share di kuartal ini,” jelasnya.

“Persentase A Series pasti lebih besar dibanding F Series,” tambahnya, ketika dihubungi tim Telko.id pada Selasa (13/08/2019).

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Lebih lanjut Aryo mengatakan, strategi pihaknya untuk menguasai pasar smartphone menengah di Indonesia sudah cukup tepat. Pendekatan dari sisi desain dan penyajian warna perangkat yang tampil berbeda juga menjadi daya tarik utama untuk menggaet konsumen muda yang menjadi target utama mereka.

“Kami merasa strategi kami yang sangat kuat pada jaringan luring juga menjadi penyebab mengapa Oppo bisa mendapat pencaiapan seperti ini. Fokus kami kedepan adalah bagaimana menyajikan layanan purna jual yang terbaik kepada konsumen kami, sehingga nantinya kami dapat mempertahankan market share kami di pasar Indonesia,” tutup Aryo. (NM/FHP)

Gadis Ini Tanam Chip RFID Mobil Tesla Model 3 di Lengannya

0

Telko.id, Jakarta  – Ide menanamkan sebuah chip ke dalam tubuh manusia bukanlah hal yang benar-benar baru, atau setidaknya sering kita melihatnya di film-film sci-fi. Namun, seorang biohacker bernama Amie DD telah membuat inovasi selangkah lebih maju dengan menanamkan chip RFID mobil listrik Tesla Model 3 ke lengan.

Chip tersebut dapat digunakannya untuk membuka kunci pintu mobil listrik Tesla Model 3 miliknya. Amie DD mengaku sudah cukup lama menanamkan chip RFID ke lengannya.

{Baca juga: Temukan Bug Tesla Model 3, Dua hacker Diganjar Mobil Baru}

Ia menyatakan, dengan menanamkan chip RFID ke lengan, mentransfer informasi dari Tesla menjadi lebih mudah. Namun, dilansir Ubergizmo, fitur keamanan Tesla mencegahnya untuk melakukan hal itu.

Seperti dikutip Telko.id, Senin (12/8/2019), Amie DD mengambil kartu kunci Tesla, kemudian meleburnya.Lantas, ia mengambil chip RFID yang ada di dalamnya dan menanamkan ke dalam lengan.

Tahun lalu, Biohax, perusahaan asal Swedia yang khusus menyediakan implan chip untuk manusia, melakukan pembicaraan dengan firma hukum dan keuangan di Inggris untuk penanaman microchip ke karyawan.

Klien mereka percaya bahwa menanamkan chip ke karyawannya bakal lebih mudah daripada membagikan kartu keamanan. “Perusahaan-perusahaan ini memiliki dokumen sensitif,” kata pendiri Biohax.

{Baca juga: Edan! Mobil Listrik Tesla Taklukkan Supercar [Video]}

Tentu saja, tidak semua orang setuju dengan ide itu. Menurut juru bicara Konfederasi Industri Inggris, teknologi telah mengubah cara dalam bekerja. Aturan baru membuat para karyawan tidak nyaman. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Bukan HongMeng, Huawei Siapkan HarmonyOS Gantikan Android

0

Telko.id, Jakarta  – Sejak beberapa waktu lalu, Huawei santer dikabarkan serius menggarap sistem operasi sendiri guna menggantikan Android buatan Google. Sempat mencuat nama HongMengOS, kini muncul sistem operasi lainnya bernama HarmonyOS.

Sistem operasi HarmonyOS sudah secara resmi diperkenalkan oleh CEO Huawei, Richard Yu, pada ajang Huawei Developer Conference di Dongguan, China, baru-baru ini. Usut punya usut, HarmonyOS merupakan nama lain dari sistem operasi HongmengOS.

{Baca juga: Huawei Daftarkan Merek Dagang untuk OS Baru, Harmony}

Pabrikan asal China ini meluncurkan HarmonyOS berbasis open-source yang dapat digunakan di berbagai perangkat, baik ponsel maupun TV pintar. Sistem operasi ini hadir sebagai ekosistem shared developer. Pengembang bisa membuat satu aplikasi untuk berbagai perangkat.

Seperti dikutip Telko.id dari Engadget, Senin (12/8/2019), untuk tahap awal ini, sistem operasi ini bakal diluncurkan di China pada awal tahun depan. Informasi menyebut bahwa HarmonyOS akan digunakan pertama kali untuk TV pintar. Namun, perusahaan akan memperluasnya di perangkat ponsel.

Selama tiga tahun ke depan, perusahaan akan memakai HarmonyOS ke berbagai perangkat. Kendati begitu, pemakaian sistem operasi ini tetap bergantung kepada kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Sebab, titah Presiden Donald Trump sangatlah penting.

Kalau Trump mencabut Huawei dari daftar hitam, maka raksasa teknologi asal China ini tentu bisa menggunakan lagi produk-produk maupun komponen teknologi buatan Amerika Serikat. Dengan kata lain, Huawei kemungkinan besar akan memakai lagi sistem operasi Android, yang notabene buatan Google.

{Baca juga: Surprise! Ini Perangkat Pertama Huawei Berbasis HongMeng OS}

Di lain sisi, bukan tidak mungkin sistem operasi HarmonyOS memang benar-benar tidak akan hadir di ponsel maupun komputer buatan Huawei.  Yang pasti, sampai sekarang, Huawei masih tampak berat untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap Android. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

Game GRIS Mulai Pre-order untuk Pengguna iOS

0

Telko.id, Jakarta  – GRIS, platformer cantik, mempesona, dan sekuel game indie melawan kejahatan This Is The Police akan datang ke iOS dalam sebulan. Game pertama akan diluncurkan pada bulan ini, sementara yang kedua dijadwalkan tiba pada pertengahan September 2019.

Kedua judul akan diluncurkan sebagai game premium dan sudah tersedia untuk pre-order melalui App Store. This Is The Police 2 juga akan hadir di Android, tetapi GRIS saat ini hanya akan tersedia untuk pengguna iOS.

{Baca juga: 3 Game Klasik Resident Evil akan Hadir di Nintendo Switch}

GRIS adalah platformer amazon 2D tentang kehilangan pribadi. Game itu menceritakan perjalanan emosional di mana para pemain akan menavigasi realitas pudar dari seorang gadis muda yang penuh harapan yang hilang di dunianya sendiri.

Kita semua telah melalui masa-masa sulit, jadi untuk beberapa GRIS mungkin terasa sedikit tertekan. Namun, permainan ini dimainkan seperti “pengalaman menggugah, bebas dari bahaya, frustrasi atau kematian,” sehingga Anda dapat menjelajahi dunia GRIS sesuai keinginan

GRIS menampilkan puzzle ringan, sedikit bagian platforming permainan, serta tantangan berbasis keterampilan opsional. Permainan ini sangat ringan pada teks serta menawarkan pengalaman visual yang mendalam.

Game tersebut akan dirilis pada 22 Agustus 2019 mendatang. Meski demikian, Anda sudah dapat memesan melalui App Store hanya dengan USD  4,99, harga yang murah untuk membayar pengalaman yang luar biasa.

{Baca juga: PUBG Mobile & Resident Evil 2 Rilis Zombie: Survive Till Dawn}

This Is The Police 2 adalah jenis permainan yang sama sekali berbeda, tetapi sama-sama luar biasa. Meskipun memang masih sulit bagi game tersebut untuk menyamai sekuel This Is The Police yang diakui secara kritis dalam genre game. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena

Berkat Twitter, Gadis Ini Bisa Bertemu Saudaranya yang Hilang

0

Telko.id, Jakarta – Pernikahan merupakan acara yang menggembirakan, sebab pernikahan menyatukan dua keluarga menjadi satu. Seorang gadis asal Malaysia sangat berbahagia, setelah keinginannya bertemu saudara-saudaranya yang hilang bisa diwujudkan oleh Twitter.

Gadis Malaysia ini, ingin saudara-saudaranya dapat menghadiri pernikahannya. Namun, karena mereka dipisahkan sejak masih anak-anak, dia kehilangan kontak dengan saudaranya dan tidak tahu di mana mereka berada.

Setelah puluhan tahun berpisah, dia menginginkan “hadiah istimewa”, yakni dapat bertemu dengan saudara-saudaranya pada saat pernikahan berlangsung.

{Baca juga: Parah! Twitter Mengaku Manfaatkan Data Pengguna Tanpa Izin}

Gadis yang memiliki nama akun, Oh hey (@fdzhx) itu kemudian memposting foto-foto lama ketika ia bersama saudara-saudaranya ke akun Twitter-nya.

Dia berharap dengan menggunakan mekanisme distribusi informasi berkecepatan tinggi yaitu Twitter, ia dapat menemukan mereka.

“Halo! Saya mencoba mencari saudara saya yang sudah lama hilang di Pahang, Malaysia. Terakhir kali saya bertemu dengan mereka, saat saya berusia 8 tahun. Saya punya alamat mereka tetapi saya tidak berpikir mereka masih tinggal di sana. Kakak tertua saya seharusnya berusia 24 tahun, kakak kedua berusia sekitar 23 tahun,” tulisnya.

{Baca juga: Atta Halilintar “Diusir” dari Twitter, Kenapa?}

Dia menambahka, bahwa dia bahkan telah pergi ke Departemen Pendaftaran Nasional (JPN) dan mencoba memeriksa laporan medis untuk menemukan mereka, tetapi tidak berhasil.

“Sudah lama saya tidak bertemu mereka. Saya akan segera menikah dan satu-satunya yang saya inginkan adalah mereka ada di sisiku. Saya tahu ini sulit dan tidak mungkin, tetapi tolong retweet untuk mewujudkannya. Insya Allah!,”tambahnya.

Dengan sedikit campur tangan Tuhan dan keajaiban Twitter, ia akhirnya menerima balasan. Elyna (@elynananana) me-retweet postingan aslinya. Ternyata, dia adalah salah satu saudara perempuannya.

Elyna menulis, “Bisakah aku memanggilmu kakak? Saya gemetaran sekarang. Apakah itu kamu? Saya Ellina. Apakah aku adikmu?”

Elyna kemudian menjelaskan di bagian komentar di utasnya bahwa mereka adalah empat saudara kandung tetapi salah satu dari mereka dikirim ke Singapura untuk tinggal bersama keluarga angkat.

Mereka kemudian benar-benar kehilangan kontak tetapi berkat Twitter, mereka sekarang telah bersatu kembali dan sedang mempersiapkan pernikahan!

{Baca juga: Bahagianya Bocah-bocah Ini Saat “Foto Selfie”, Bikin Terharu}

Postingan dari Oh hey telah mengumpulkan lebih dari 4.800 retweet. Ya, berkat Twitter, kini ia bisa berkumpul kembali dengan saudara-saudaranya. [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

Game Grid 2 Tiba-tiba Dihapus dari Steam, Kenapa?

0

Telko.id, Jakarta – Seminggu setelah game DuckTales: Remastered dihapus dari Steam, kini giliran game Grid 2 yang juga “menghilang” dari Steam. Rupanya, game balap buatan Codemasters ini telah dihapus dengan alasan lisensi yang kadaluwarsa.

Lisensi yang kadaluwarsa berlaku untuk model mobil Grid 2 maupun soundtrack-nya. Sebelumnya, game Grid yang ditawarkan secara gratis juga menghilang dari Steam.

Dilaporkan PC Gamer, seperti dilansir Telko.id pada Senin (12/08/2019), dihapusnya Grid 2 dari Steam merupakan kebijakan yang lebih baik, ketimbang game yang hilang secara tiba-tiba.

{Baca juga: Ada “Tamagotchi Buas” di Call of Duty: Modern Warfare}

Asal tahu saja, baru-baru ini game RPG buatan Sega, Aplha Protocol hilang secara mendadak dari Steam

Codemasters sendiri sedang bersiap untuk merilis game berikutnya berjudul “GRID”. Game ini akan rilis pada 11 Oktober tahun ini, dan diklaim, game ini masih berada di tahap penyempurnaan.

{Baca juga: Kumpulan Cheat GTA San Andreas PC dan PS2 Lengkap}

GRID menjadi game pertama Codemasters setelah mereka tidak mengeluarkan seri baru selama 5 tahun terakhir. Game balap ini masih mengusung konsep yang sama dari game Grid lainnya.

Nantinya, ada sekitar lebih dari 70 lebih jenis mobil beserta dengan puluhan lintasan balap dari seluruh dunia yang bisa digunakan. Ditambah pula dengan adanya beragam fitur, seperti mode Career, Online, sampai mode Challenge yang menyatut nama dari para pembalap terkenal, seperti pembalap F1 Fernando Alonso. (BA/FHP)

Sumber: PC Gamer