spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1054

Begini Cara Tetap Fokus Kerja Tanpa Terganggu Smartphone

0

Telko.id, Jakarta – Kurang lebih sekitar satu dekade, smartphone telah menembus semua bidang dalam kehidupan manusia, termasuk di tempat kerja. Batas antara waktu kerja dan waktu pribadi kini telah kabur. Lantas, bagaimana caranya agar bisa kerja tanpa terganggu smartphone?

Gangguan bukan hanya karena bos sering mengirim email atau pesan setelah hari kerja berakhir, namun juga karena karyawan menghabiskan begitu banyak waktu di smartphone mereka saat bekerja, baik untuk chatting, buka media sosial, atau bahkan banyak yang bermain game online.

{Baca juga: 3 Dampak Negatif Terlalu Sering Pakai Ponsel}

“Fragmentasi kehidupan sehari-hari ini menyebabkan produktivitas berkurang, akibat gangguan permanen,” kata profesor psikologi Christian Montag, yang meneliti masalah ini di University of Ulm di Jerman.

Rata-rata, orang menghabiskan sekitar dua setengah jam sehari untuk membuka smartphone mereka, tentu saja ini tidak terjadi selama jam kerja. “Sebagian besar waktu mereka ada di Facebook, Instagram dan media sosial lainnya,” kata Montag.

Mereka dipicu untuk melakukannya karena takut ketinggalan atau disebut dengan istilah FOMO. Untuk mencegah ketakutan ini muncul, masuk akal untuk menetapkan batas waktu penggunaan ponsel cerdas di kantor.

Untuk mengatasi masalah ini, konsultan organisasi Gabriele Thies menyarankan agar sebaiknya anda memeriksa email dan pesan pribadi pada waktu-waktu tertentu, misalnya di pagi dan sore hari.

Selain itu, sebaiknya anda menjawab pesan dengan segera jika benar-benar diperlukan. Jika pesan tersebut tidak begitu penting, biarkan sampai nanti.

Anda juga disarankan untuk mematikan semua pemberitahuan ponsel ketika sedang bekerja, baik nada dering serta pesan masuk. Sebaiknya, letakan ponsel di meja dengan posisi menghadap ke bawah atau di saku, bahkan jika memungkinkan, harus dimatikan.

“Orang yang berkomunikasi dengan Anda di lingkungan kerja dapat diminta untuk berkomunikasi terutama melalui nomor telepon kantor atau email,” kata Thies.

Keluarga dan teman-teman kita bahkan juga dilarang menghubungi selama jam kerja kecuali dalam keadaan darurat.

{Baca juga: Apakah Anda Mengidap Nomophobia alias Kecanduan Smartphone?

“Karyawan tidak boleh mengirim pesan sendiri, sebab akan ada lebih sedikit respons selama jam kerja,” kata Thies.

Tapi di zaman sekarang, pertanyaan yang muncul adalah, apakah Anda bisa melakukannya?

Sumber: The Star

 

Jago Coding, Bocah 13 Tahun Ini Punya Penghasilan Rp 168 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Di zaman serba canggih seperti sekarang ini, ada banyak peluang usaha yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar. Seperti yang dilakukan bocah asal Malaysia bernama Muhammad Akmal Hazim yang punya penghasilan ratusan juta rupiah karena jago coding.

Bocah berusia 13 tahun ini berhasil membangun perangkat lunaknya sendiri, dan berhasil memperoleh pendapatan RM 50.000 atau sekitar Rp 168. 582.500 dalam setahun. Ia juga mendapat 400 klien hanya dalam satu tahun.

{Baca juga: Bos Apple Ajak Anak-anak Belajar Coding Sejak Dini}

Benchpoint.io, website yang dibuat oleh Akmal, menyediakan solusi uji kecepatan jarak jauh dan sistem pembandingan internet. Dengan perangkat lunaknya, klien dapat melakukan tes kecepatan pada server yang mencakup pengujian beban yang dapat ditangani server.

Software ini memungkinkan klien untuk memprediksi kemampuan server mereka untuk menangani trafic yang besar.

Seperti dilansir The Borneo Post, Akmal menjelaskan ide di balik pembuatan perangkat lunak itu terinspirasi setelah ia melihat salah satu kliennya harus membuang waktu bolak-balik ke layar untuk memantau server.

“Jadi yang saya buat adalah perangkat lunak yang harus anda instal, salin dan tempel kode ke server dan setelah itu, Anda dapat mengelola tes kecepatan dari antarmuka web.”

Ke depan, Akmal berencana untuk membuat platform untuk Malaysia, yang bertujuan mengurangi latensi dan meningkatkan kecepatan internet sambil menghindari downtime.

{Baca juga: Robot Mungil Ini Bisa Ajari Anak-anak Cara Coding}

Kita semua pasti sangat senang melihat anak muda jenius semacam ini. Semoga, kesuksesannya juga ditiru oleh anak-anak muda di Indonesia. [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

Lagi, Jaksa Agung AS Selidiki Dugaan Kasus Monopoli Facebook

0

Telko.id, Jakarta – Jaksa Agung dari berbagai negara di Amerika Serikat (AS) melakukan penyelidikan dugaan kasus monopoli yang dilakukan Facebook. Mereka menyelidiki apakah raksasa jejaring sosial itu melanggar undang-undang anti monopoli AS atau tidak.

Dilansir Telko.id dari The Verge pada Sabtu (06/09/2019), tim Jaksa berasal dari Colorado, Florida, Lowa, Nebraska, North Carolina, Ohio, Tennessee dan District of Columbia. Penyelidikan dipimpin langsung oleh Jaksa Agung AS, Letitia James.

{Baca juga: Dianggap Monopoli, Pendiri Facebook Kritik Mark Zuckerberg}

“Bahkan platform media sosial terbesar di dunia harus mengikuti hukum dan menghormati konsumen. Saya bangga memimpin koalisi  jaksa agung dalam menyelidiki apakah Facebook telah menghambat persaingan dan membuat pengguna dalam bahaya,” kata James.

Fokus penyelidikan yakni pada dua hal yakni dugaan praktik monopoli serta penyalahgunaan data pengguna yang dilakukan Facebook.

“Apakah Facebook “membahayakan data konsumen, mengurangi kualitas pilihan konsumen, atau meningkatkan harga iklan,” tambah James.

Penyelidikan ini menambah daftar kasus hukum yang dialami perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu. Baru-baru ini mereka sudah harus membayar denda hingga USD$ 5 Miliar atau Rp 70,3 Triliun oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat. Hingga kini Facebook tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya Inggris juga melakukan penyelidikan serupa. Komisi Persaingan Usaha Inggris dilaporkan sedang menginvestigasi platform online dan iklan digital. Yang mengejutkan, mereka memprioritaskan penyelidikan terhadap Google dan Facebook.

Menurut laporan CNET, dikutip Telko.id, Jumat (5/7/2019), Maret 2019 lalu juga dilakukan investigasi di Eropa dan menghasilkan keputusan berupa denda USD 1,7 miliar untuk Google gara-gara persoalan iklan.

{Baca juga: Inggris Investigasi Google dan Facebook Terkait Monopoli Iklan}

Komisi Eropa mengatakan, Google melakukan praktik monopoli dengan menerapkan pembatasan iklan di situs pihak ketiga bagi para kompetitor. Google dinilai telah melanggara ketentuan persaingan usaha.

Berdasarkan penelitian Komisi Persaingan Usaha Inggris, Google dan Facebook dicecar dengan tiga pertanyaan.  Satu di antaranya terkait kemungkinan konsumen bisa mengontrol data yang dikumpulkan platform online. [NM/HBS]

Sumber: The Verge

Google Kembangkan Teknologi AI untuk Pantau Perilaku Bayi

0

Telko.id, Jakarta – Inovasi teknologi terus dilakukan Google. Ada kabar jika Google ingin mengembangkan sistem dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk melacak perilaku bayi, termasuk tanda-tanda ketika bayi ingin menangis.

Dilansir Telko.id dari Digital Trends pada Sabtu (07/09/2019), teknologi yang dikembangkan Google ini akan menggabungkan monitor berkamera pemantau dengan teknologi AI.

{Baca juga: Bayi di Bekasi Dinamai “Google”, Artinya Bikin Terinspirasi}

Monitor dengan sistem kecerdasan buatan itu akan melacak mata dan gerakan bayi serta suara untuk mengingatkan orang tua jika muncul prilaku tak biasa yang dilakukan bayi.

Kamera juga dapat mencari tanda-tanda ketidaknyamanan yang tidak akan terdeteksi oleh monitor audio tradisional. Bayi yang bergerak lebih dari biasanya mungkin karena suasana lingkungan terlalu panas atau terlalu dingin.

Teknologi ini juga memantau kedua mata dan gerakan bayi, sehingga bisa melacak bayi sedang bangun atau tertidur atau mencoba keluar dari tempat tidur bayi. Semua fitur tersebut dapat dikaitkan dengan aplikasi yang mengirimkan pemberitahuan kepada orang tua di smartphone atau tablet.

Teknologi tersebut telah mendapatkan paten pada Kamis (05/09/2019) dan akan menjadi perluasan dari Google Nest. Selama ini teknologi pengawasan bayi hanya sekedar memantau suara.

Itu sebabnya, teknologi dari Google ini menjadi inovasi baru karena dapat lebih akurat untuk memperingatkan orang tua ketika bayi mulai bergerak atau menangis.

Sebelumnya, Bosch menciptakan kereta bayi listrik dengan sensor canggih. Kereta dorong listrik buatan Bosch dilengkapi pula dengan sensor bawaan untuk alasan keamanan. Fungsinya untuk mendeteksi kejadian-kejadian yang membahayakan.

{Baca juga: Bosch Ciptakan Kereta Bayi Listrik dengan Sensor Canggih}

Sebagai misal, jika Anda mendorong kereta bayi tersebut ke jalan menurun, sensor bawaan akan membantu sistem pengereman guna mencegah insiden tak diinginkan. Ketika Anda pergi ke atas bukit, sensor berguna untuk membantu menjaga kereta dorong agar tetap di jalur. [NM/HBS]

Sumber: Digital Trends

Kreatif! Wanita Ini Tambal AC Bocor Pakai Popok Bayi

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah peristiwa unik bisa menjadi viral di media sosial. Contohnya aksi kreatif seorang wanita yang menambal kebocoran mesin pendingin ruangan atau AC dengan popok bayi. Seperti apa caranya?

Dilansir Telko.id dari World of Buzz pada Sabtu (06/09/2019), wanita asal Taiwan ini membagikan ide kreatifnya di media sosial Weibo, untuk menghentikan air yang menetes di pendingin ruangan saat malam hari.

Wanita itu mengatakan bahwa pendingin udara mulai bocor di tengah malam, dan dia khawatir, karena komputernya ditempatkan tepat di bawah pendingin udara.

{Baca juga: Viral! Dikirimi Link Situs Pornhub dari Mahasiswanya, Dosen Ini ‘Kepo’}

Dia takut air yang bocor akan merusak komputernya dan harus dengan cepat memikirkan cara untuk menghentikan kebocoran. Idepun muncul. Dia memutuskan untuk menggunakan popok ukuran XXL milik anaknya dan menempelkannya di atas AC-nya.

Bahan penyerap popoknya pun dihadapkan ke arah AC supaya bisa menyerap air. Netizen lain yang melihat posting itu terhibur dengan metode tidak konvensionalnya untuk menghentikan kebocoran dan mengatakan bahwa popok itu sangat berguna.

Memang banyak aksi kreatif yang terjadi di rumah tangga, salah satunya trik mata panda untuk mengurangi kecanduan game. Trik ini mulai viral ketika munculnya foto seorang gadis kecil dengan “mata panda” beredar di media sosial.

{Baca juga: Viral! Orang Tua Hentikan Anak Main HP Pakai “Mata Panda”}

Mereka ingin menghentikan kebiasaan buruk putrinya dengan cara unik ini. Trik ini bermula ketika sang ibu memakaikan eyeshadow hitam di sekitar mata putrinya ketika tidur, sehingga seolah mirip mata panda.

Ketika gadis kecil ini terbangun, ia sangat ketakutan dan menangis saat melihat dirinya di cermin. Sang ibu langsung memperingatkannya agar tidak terlalu banyak menggunakan smartphone. [NM/HBS]

Sumber: World of Buzz

Gagal Mendarat di Bulan, Pesawat Antariksa India Hilang Kontak

0

Telko.id, Jakarta – Usaha India untuk menjadi negara keempat yang mendarat di Bulan mengalami hambatan. Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) kehilangan kontak dengan pesawat Lander Chandrayaan-2 Vikram yang akan mendarat ke Bulan.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Sabtu (07/09/2019), ISRO kehilangan kontak dengan Chandrayaan-2 Vikram ketika pesawat tersebut berada diketinggian 2,1 km di atas permukaan bulan.

Badan antariksa India itu pun sedang menganalisis data yang tersedia, dan memprediksi jika pesawat ruang angkasa Chandrayaan-2 masih dalam orbit.

Hingga saat ini belum dapat dijelaskan bagaimana nasib pesawat tersebut. Namun jika misi ini gagal maka ini adalah kasus kegagalan kedua sebuah negara ingin menjajaki bulan, setelah sebelumnya pesawat bernama Beresheet milik Israel jatuh setelah mencoba mendarat di Bulan.

Sampai saat ini baru Amerika Serikat, Rusia, dan China yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasanya di bulan. Israel mencoba jadi negara keempat yang mendarat di bulan lewat pesawat ruang angkasa Beresheet pada April lalu, tapi gagal.

India sendiri ingin menjadi negara keempat yang berhasil mendarat ke bulan, namun hingga kini belum jelas nasib pesawat mereka.

{Baca juga: Siapa Pesaing Terberat AS untuk Misi Pendaratan di Bulan?}

Sebelumnya, seperti dilansir Space.com, pesawat ruang angkasa India berhasil membawa reflektor pertama ke bulan sebagai bagian dari misi Chandrayaan-2, Senin (22/7/2019) lalu.

Peluncuran tersebut dilakukan oleh ISRO, dengan meluncurkan reflektor kecil baru ke kutub selatan bulan.

“Beratnya hanya 1 ons atau sekitar 22 gram dan dapat dilihat dari orbit bulan,” kata Simone Dell’Agnello, ketua eksekutif teknologi di  Institut Nasional untuk Fisika Nuklir-Frascati National Labs di Italia, dikutip Telko.id, Minggu (28/7/2019).

{Baca juga: Ikuti Jejak Misi Apollo, India Kirim Reflektor ke Bulan}

Reflektor kecil itu disebut mikroreflektor. Menurut Dell’Agnello, retoflektor generasi berikutnya akan jauh lebih ringan dan padat ketimbang yang digunakan oleh para astronot misi Apollo 11, Apollo 14, maupun Apollo 15. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Kocak! Pria Ini Tangkap ‘iPhone Terbang’ di Atas Roller Coaster

0

Telko.id, Jakarta – Semuel Kempf tidak menyangka keberuntungan justru hadir di wahana hiburan. Pria asal Selandia baru tersebut berhasil “ketiban rezeki” karena berhasil menangkap iPhone X ketika dirinya sedang menaiki Roller Coaster.

Dilansir Telko.id dari Gizmondo pada Sabtu (07/09/2019), kejadiannya di Taman Hiburan Port Aventura Spanyol, pada bulan Agustus 2019 lalu. Kemudian dirinya bersama kawan-kawan naik Roller Coaster yang cukup ekstrem bernama Shambhala.

Perlu diketahui jika Shambhala memiliki kecepatan tertinggi 80 mil per jam atau 128,7 km per jam, sehingga perlu nyali cukup besar untuk menaiki wahana tersebut.

Kempf pun naik tanpa firasat apapun. Tetapi ketika Roller Coaster sedang berada di atas ketinggian, Kempf tanpa sengaja melihat iPhone X melayang. Lalu dengan sigap dirinya pun berhasil menangkapnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Ternyata iPhone X tersebut merupakan milik penumpang Roller Coaster lain. Usai permainan berakhir, Kempf pun memberikan iPhone X kepada pemiliknya. Dalam wawancaranya, Kempf mengatakan bahwa pemilik iPhone itu sempat tidak percaya jika ponselnya selamat.

“Dia sangat terkejut dan senang pada saat yang sama. Dia memberi saya pelukan dan berkata dia akan membayar tiket saya,” tutur Kempf.

Kempf lalu mengunggah video aksi penyelamatannya di YouTube pada Rabu (04/09/2019) lewat akun Youtube sirsammy 15. Hasilnya video telah ditonton sebanyak 3,2 juta kali, 16 ribu likes dan 1072 komentar. Hal ini cukup fantastis mengingat subscribers channel sirsammy 15 hanya 370 orang saja.

{Baca juga: Berhari-hari di Dasar Danau, Kondisi iPhone X Ini Bikin Kaget}

Kasus mengenai iPhone X sempat menjadi ramai juga pada Agustus 2019 lalu. Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (14/08/2019), belum lama ini tim penyelam di Inggris menemukan iPhone X yang telah beberapa hari berada di dasar danau dalam kondisi hidup.

Sumber: Gizmodo

 

eSIM Hadir di Indonesia, Bagaimana Tanggapan BRTI?

0

Telko.id, Jakarta – Smartfren baru saja meluncurkan layanan eSIM. Menanggapi hal itu, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan sedang mengkaji terkait penerapan eSIM di Indonesia, dan untuk saat ini belum diperlukan regulasi baru.

Menurut Anggota BRTI, Setyardi Widodo kehadiran eSIM dicermati khususnya soal teknis registrasi atau cara masyarakat mendaftarkan diri.

“Perhatian kami terkait proses registrasi lewat Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kemudian juga teknisnya seperti apa misalnya cara mendaftarnya,” kata Setyardi di Jakarta, Jumat (06/09/2019).

{Baca juga: Selain Lebih Murah, Ini Keuntungan eSIM Menurut Smartfren}

Dirinya mengakui jika eSIM akan memberikan efisiensi bagi operator. Pasalnya mereka tidak perlu melakukan produksi kartu SIM karena merupakan chip yang sudah tertanam dalam smartphone.

“Ini memungkinkan membawa banyak model bisnis. kita belum menentukan terkait model tersebut dan baru mencermatinya saja. Tapi dengan adanya eSIM maka terjadi efisiensi industri karena mereka tidak perlu lagi memproduksi kartu SIM,” tambahnya.

Untuk saat ini Setyardi menilai jika belum ada regulasi khusus. Adapun jika nantinya dibuat regulasi, maka yang difokuskan adalah soal implementasi pemakaiannya sendiri di masyarakat.

“Penerapannya harus dilihat dari perkembangannya. Jadi sejauh ini belum ada regulasi khusus. Jikapun ada, itu soal regulasi turunannya, seperti aplikasinya yang perlu diatur dimana,” ujar Setyardi.

Hal serupa juga dikatakan oleh Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys. Menurutnya pemerintah ataupun BRTI belum perlu mengatur regulasi terkait eSIM. Tetapi jika layanan ini terus berkembang, maka perlu ada regulasi khusus.

{Baca juga: Smartfren Tawarkan Pengguna iPhone Upgrade ke eSIM Gratis}

“Regulasi nggak perlu aturan khusus menurut saya, karena ini berbentuk chip saja, bukan slot. Tapi karena perkembangan penggunaan eSim yang beragam, ini yang sebetulnya perlu di atur, mungkin di sana yang perlu di atur regulasinya,” tutur Merza. [NM/HBS]

 

Facebook dan Microsoft Gelar Lomba Deteksi Deepfake

0

Telko.id, Jakarta – Facebook Inc dan Microsoft menggelar lomba deteksi deepfake dengan total hadiah USD$ 10 juta atau Rp 141,3 juta. Mereka mencari peneliti untuk mendeteksi konten-konten deepfake yang selama ini dapat membingungkan masyarakat.

Dilansir Telko.id dari AsiaOne pada Jumat (06/09/2019) lomba yang dinamakan “Deepfake Detection Challenge”, mengajak para peneliti untuk mendeteksi dan membuat alat pengujian  deepfake.

{Baca juga: Kualitas Deepfakes Ditingkatkan, Video Hoax jadi Sulit Dikenali?}

Perlombaan akan dimulai pada Desember mendatang dan Facebook sengaja membayar aktor untuk dijadikan objek video deepfake. Menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat pada November 2020, platform sosial terus berupaya mengatasi ancaman video deepfake.

House Intelligence Committee Chairman Adam Schiff pada bulan Juli lalu  juga menuntut agar Facebook, Twitter Inc dan Google Alphabet Inc harus bersikap untuk mengatasi deepfake.

Beberapa peneliti juga sedang mengerjakan sistem untuk mengotentikasi video atau gambar pada titik pengambilan melalui digital watermarking. Tetapi evolusi yang cepat dari teknologi deepfake telah membuat media sosial dan peneliti berpikir keras melawan konten video palsu tersebut.

“Ini adalah permainan kucing dan tikus. Jika saya merancang deteksi untuk deepfake, saya memberi penyerang pembeda baru untuk diuji,” kata  Asisten Profesor Teknik Komputer di Tandon School, New York University University, Siddharth Garg.

Bukan pertama kalinya Facebook mengadakan Deepfake Detection Challenge. Sebelumnya perlombaan dan pendanaan dilakukan Facebook untuk mendeteksi peredaran deepfake agar masyarakat tidak tertipu.

{Baca juga: Sah! Tom Cruise Gantikan Robert Downey Jr Jadi ‘Iron Man’ [Video]}

Bahkan Facebook menghabiskan USD$ 7,5 juta atau Rp 105,9 miliar untuk tim di Universitas California,  Universitas Berkeley, Universitas Maryland dan Universitas Cornell dalam menanggapi ancaman itu.

Sebelumnya Deepfake juga menghebohkan penggemar Iron Man. Ada video deepfake AI yang menampilkan sosok Iron Man dengan wajah berganti Tom Cruise. [NM/HBS]

Sumber: AsiaOne

Marvel Dimension Of Heroes Hadir di Platform Mirage AR Lenovo

0

Telko.id, Jakarta – Sebelumnya Lenovo bekerja sama dengan Disney meluncurkan Star Wars: Jedi Challenge yang memungkinkan gamers sebagai Jedi. Kini, Lenovo dan Disney mengumumkan Marvel Dimension of Heroes, sebuah game baru berbasis AR (Augmented Reality).

Game tersebut mengadopsi teknologi Augmented Reality atau AR. Pengguna memainkannya menggunakan headset Mirage AR sehingga tercipta sebuah pengalaman gaming yang mendalam.

{Baca Juga: Kecanduan Zombie, Lenovo Gandeng Resident Evil: The Final Chapter}

Sekarang, sepertinya kemitraan Lenovo dan Disney akan diperluas ke Marvel. Di IFA 2019, Lenovo dan Disney mengumumkan Marvel Dimension of Heroes, sebuah game baru berbasis AR.

Menurut laporan Ubergizmo, Marvel Dimension of Heroes memungkinkan gamer untuk mengambil peran sebagai pahlawan super dan bertarung melawan orang lain melalui teknologi AR.

Pengaturan ini sedikit berbeda dari Star Wars: Jedi Challenge. Alih-alih menggunakan lightsaber, Marvel Dimension of Heroes justru akan hadir dengan dua pengontrol tangan “Universal”.

Perangkat itu Anda pegang di tangan saat Anda melawan penjahat lain buatan Marvel. Para pahlawan super yang dapat dipilih para gamer termasuk Captain America, Thor, dan Captain Marvel.

Ada pula Black Panther, Doctor Strange, dan Star-Lord. Game tersebut juga akan hadir dengan beberapa mode yang berbeda seperti Story Mode, Survival Mode, dan mode Co-Op.

Informasi menyebut, mode Co-Op memungkinkan gamer untuk bermain satu sama lain, meskipun masing-masing  harus memiliki headset Lenovo Mirage AR dan kit.

{Baca juga: Absen di 2019, Assassin’s Creed Ragnarok Rilis di 2020?}

Kit Lenovo Mirage AR untuk Marvel Dimension of Heroes akan tersedia untuk pembelian pada tanggal 6 September 2019 seharga USD 250. Anda dapat melihat ulasan tentang headset Lenovo Mirage Solo. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo