spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1046

Canggih, Sneakers Nike Bisa Dikendalikan dengan Siri

0

Telko.id, Jakarta – Nike kembali memberikan kejutan bagi para penggemar sneakers. Perusahaan pakaian dan sepatu olahraga asal Amerika Serikat ini segera meluncurkan sneakers Nike yang bisa terhubung dengan Apple Watch dan Siri.

Seperti diketahui, saat ini banyak label mulai menggarap konsep sepatu pintar, dan kini Nike merupakan satu di antara produsen sepatu yang mewujudkannya menjadi kenyataan.

{Baca juga: Nike Kembali Rilis Sneakers Playstation}

Teknologi yang digunakan Nike bernama auto-lacing. Teknologi ini memungkinkan pemakai sepatu menyesuaikan ketat atau longgar melalui fitur di ponsel pintar yang terhubung dengan sepatu.

Dilansir dari mirror, sebenarnya teknologi auto-lacing ini sudah diterapkan pada beberapa sepatu Nike sebelumnya. Di antaranya, Adapt BB.

Sementara itu, sneakers terbaru dari Nike yang canggih ini diberi nama Nike Huarache. Model ini menawarkan aplikasi antarmuka yang unik untuk mengatur tingkat keketatan sepatu yang dapat diatur, memanfaatkan fitur FitAdapt.

Selain itu, seri Huarache ini disebut canggih lantaran pemakaianya dapat mengatur ketat atau longgarnya sepatu dengan memanfaatkan Apple Watche dan Siri. Dengan fitur ini pengguna dapat mengendalikan sepatu yang dipakai dengan perintah suara.

Seperti halnya seri Adapt BB, seri Adapt Huarache juga dilengkapi dengan lampu LED yang dapat diubah warnanya melalui aplikasi.

{Baca juga: Nike Luncurkan Sepatu Pintar, Bisa Mengikat Tali Sendiri}

Rencananya, sneakers Adapt Huarache akan dirilis pada Jumat, 13 September, melalui aplikasi SNKRS Nike dan retailer terpilih.

Sumber: Mirror

Akun CEO Twitter Diretas untuk Sebar Pesan Pro-Hitler

0

Telko.id, Jakarta – Meski menyandung status CEO Twitter, namun Jack Dorsey ternyata tak bebas dari keisengan para hacker. Terbukti, akun pribadi milik pendiri Twitter itu dikabarkan diretas oleh oknum tak bertanggung jawab, untuk menyebarkan pesan pro-hilter.

Dilansir Telko.id dari Mashable pada Sabtu (31/08/2019), peretasan akun Twitter milik Dorsey ini terjadi pada Jumat sore (30/8/2019) waktu setempat.

Para hacker menggunakan akun milik Dorsey untuk nge-tweet pesan terkait pro-hilter dengan menuliskan jika Hitler tidak bersalah dalam peristiwa Holocaust yang membunuh jutaan warga Yahudi tersebut.

{Baca juga: Revisi Aturan, Twitter akan Hapus Tweet Kebencian Agama}

Tweet tersebut sudah dihapus namun berhasil diabadikan oleh akun bernama @danielnazer. Menanggapi aksi peretasan itu, Twitter pun angkat suara.

Vice President Communication Global, Brandon Borrman mengonfirmasi bahwa memang benar akun Jack Dorsey telah diretas, dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan.

“Ya, akun Jack dikompromikan. “Kami sedang mengerjakannya dan menyelidiki apa yang terjadi,” kata Brandon.

Sedangkan akun yang disebutkan dalam tweet tersebut yakni @ taytaylov3r telah ditangguhkan oleh Twitter. Kasus ini pun menjadi pelajaran bahwa akun CEO Twitter, Jack Dorsey yang memiliki 4,2 juta pengikut tidak bisa bebas dari peretasan, bahkan di layanan miliknya sendiri.

Keamanan Twitter memang sempat menjadi sorotan awal tahun lalu. Perusahaan keamanan siber, Insinia menemukan celah keamanan di media sosial Twitter. Menurut mereka, mereka dapat mengatur postingan sebuah tweet di akun selebriti melalui Short Message Service (SMS) atau pesan singkat.

Dilansir Telko.id dari The Guardian pada Selasa (02/01/2019), ada dua selebritas yakni Louis Theroux dan Eamonn Holmes yang diuji coba dalam penelitian ini.

{Baca juga: Keamanan Lemah, Akun Twitter Bisa Diretas Lewat Pesan SMS}

Menurut perwakilan pihak Insinia, Mike Godfrey, perusahaan mereka dapat memposting tweet di akun selebriti dengan teknologi spoofing dalam ponsel untuk menyoroti cacat keamanan di sistem jaringan media sosial.

Hasilnya terdapat celah keamanan di Twitter dan orang dapat menyalahgunakan kelemahan tersebut untuk menyebarkan disinformasi dan merusak reputasi individu terkemuka.

“Kami telah memperingatkan tentang hal ini selama bertahun-tahun,” kata Godfrey. [NM/HBS]

Sumber: Mashable

YouTube Langgar Privasi Anak, Google Didenda Rp 2,8 Triliun

0

Telko.id, Jakarta – Google diduga akan membayar denda sekitar USD 150 juta hingga USD 200 juta atau Rp 2,8 triliun untuk mengakhiri penyelidikan Federal Trade Commission (FTC) terkait pelanggaran Undang-undang Privasi Anak di platform YouTube.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Sabtu (31/08/2019), FTC menyetujui denda bulan lalu, tetapi ini adalah pertama kalinya jumlah dolar dilaporkan. Saat ini, rincian ketentuan penyelesaian lainnya tidak tersedia.

{Baca juga: Terciduk Pornografi Anak, Youtuber Ini Masuk Bui}

Tapi sejak minggu lalu Youtube  melarang iklan yang ditargetkan pada video yang ditujukan untuk anak-anak. Tidak jelas apakah kebijakan YouTube ini terkait dengan penyelesaian FTC atau tidak.

Sebelumnya FTC melakukan penyelidikan setelah kelompok advokasi menuduh bahwa YouTube melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-anak (COPPA) dengan mengumpulkan data anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Ini bukan pertama kalinya FTC telah menjatuhkan perusahaan teknologi besar untuk pelanggaran privasi. Awal musim panas ini, Facebook menyetujui penyelesaian USD$ 5 miliar atau Rp 70,9 Triliun terkait privasi Cambridge Scandal. Tetapi denda terbesar FTC untuk pelanggaran COPPA adalah penyelesaian USD$ 5,7 juta atau Rp 80 miliar pada bulan februari lalu.

Sebenarnya video yang menampilkan konten anak-anak di YouTube, sangat banyak menarik perhatian pemirsa.  Dilansir Telko.id dari Asia One pada Selasa (30/07/2019), Pew Research Center merilis data jika video yang menampilkan anak-anak paling populer serta menarik perhatian pemirsa YouTube.

{Baca juga: Konten Anak-anak Makin Populer, YouTube kok Malah Dikecam?}

Pew menganalisis aktivitas selama minggu pertama tahun 2019 di hampir 44 ribu Channel YouTube dengan lebih dari 250 ribu pelanggan. Hasilnya hanya dua persen dari 243 ribu video yang diunggah setiap minggu itu menampilkan bocah yang berusia di bawah 13 tahun.

Tetapi konten anak rata-rata menerima 298 ribu penayangan. Bahkan jumlah penonton rata-rata sekitar 57 ribu dan 14 ribu orang. Kemudian kanal yang mengunggah setidaknya satu video yang menampilkan seorang anak rata-rata  memiliki 1,8 juta subscribers. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

5 Alasan Kenapa Smartphone Rp 3 Jutaan Bisa Bikin ‘Ngiler’

0

Telko.id, Jakarta – Dulu jika Anda inging mendapatkan fitur smartphone yang canggih harus merogoh kantong yang sangat dalam, karena hanya fitur canggih hanya ada di smartphone kelas flagship. Namun dengan kemajuan teknologi, harga smartphone Rp 3 jutaan pun sudah tak kalah canggih.

Beberapa tahun yang lalu, sejumlah fitur mewah di dalam sebuah smartphone mungkin hanya bisa diharapkan oleh mereka yang berkantong tebal. Jika tidak, ya bersiap saja menerima nasib, berlapang dada memperoleh apapun yang disediakan vendor untuk Anda.

Resolusi layar yang rendah, kamera biasa-biasa saja, suara nyaring bak anak bayi yang baru melihat dunia, dan sebagainya. Singkat kata, nggak enak deh jadi orang – ehem… nggak banyak duit.

Tapi… tapi… tapi… itu kemarin-kemarin, dulu-dulu. Nyatanya, meski menjadi orang tak berduit tetap tidak enak, namun apa yang sebelumnya tidak bisa kita dapatkan kini menjadi lebih mungkin. Tentu saja kita tidak sedang berbicara tentang tas Gucci atau LV, tapi smartphone.

Ya, saat ini smartphone Rp 3 jutaan sudah bisa mendapatkan fitur mewah di dalam sebuah smartphone bukan lagi sekedar impian, bahkan buat kita yang berduit sedikit sekalipun. Mau apa?

Layar jernih beresolusi tinggi? Desain elegan nan memesona? Sensor sidik jari di dalam layar? Atau… sekedar kamera canggih untuk membuat wajah secantik artis Korea? BISA! Dan kita memiliki banyak sekali pilihan untuk itu. Salah satunya adalah Oppo K3.

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

Dibanderol dengan harga sekitar Rp3,9 juta, smartphone teranyar Oppo ini bukan saja bisa dijangkau oleh kita kaum yang selalu kekurangan duit, ini juga menghadirkan sejumlah fitur menawan yang beberapa tahun lalu mungkin hanya bisa ditemui di smartphone kelas atas. Nah, apa saja fitur-fitur yang dimaksud?

1. Layar OLED Panoramic

Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya organik, ini adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik.

Biasanya OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Kelebihannya, fleksibel dengan ketipisan mencapai kurang dari 1 mm.

Di dunia smartphone, teknologi layar ini mulai diadopsi oleh banyak pabrikan. Salah satunya Oppo, yang menyematkannya di badan smartphone terbaru dan masuk kategori kelas menengah, Oppo K3. Bersamanya, ada layar Panoramic dengan ukuran 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080.

Apa hebatnya layar ini? Pastinya memberikan pengalaman visual yang baik. Sehingga terasa pas saat digunakan untuk menikmati konten multimedia. Oh, rasio screen-to-body 91,1% yang dibawanya juga memberikan tampilan layar penuh. Lega deh pokoknya.

2. In Display Fingerprint

Beberapa waktu yang lalu, sebagian dari kita mungkin hanya akan mendapati fitur ini tersemat di badan-badan smarphone kelas atas, yang harganya sendiri sudah pasti tidak setara dengan satu gerobak cendol. Saat itu, kita cuma bisa ngiler. Sampai beberapa pembuat smartphone datang untuk memberi kabar gembira.

Sensor sidik jari di bawah layar juga ada di smartphone harga terjangkau, lho! Dan inilah yang dilakukan Oppo, ketika membiarkan smartphone harga 3 jutaan-nya membekali diri dengan fitur serupa. Namanya Oppo K3. Dan berdasarkan sedikit pengujian nih, responnya cepat.

3. Kamera pop up

Kamera pop up memang masih belum menjadi fitur idola bagi smartphone kelas atas, namun mengingat tren yang berkembang saat ini, menjadikan pop up camera sebagai salah satu alasan kenapa smartphone Rp3 jutaan juga bisa bikin ngiler, rasanya tidak berlebihan.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Modul kamera pop-up ini secara default tersembunyi di dalam body perangkat, secara tidak langsung menyingkirkan hal-hal yang mungkin menganggu kelapangan layar. Disini, kamera akan muncul dalam waktu 0,8 detik ketika kita ingin melakukan selfie atau pemindaian wajah.

Setelah selesai, ia akan secara otomatis menutup kembali. Bukan sesuatu yang sangat fantastis memang, tapi bukankah inovasi harus selalu dihargai?

4. AI

Selain mekanisme pop up yang unik, hal lainnya lagi yang bisa diapresiasi dari smartphone harga Rp3 jutaan Oppo ini adalah kualitas kameranya yang bagus. Smartphone ini punya dua kamera di bagian belakang dengan resolusi 16MP aperture f/1.7 dan 2MP lensa depth aperture f/2.4. Kedua kamera itu sudah disematkan fitur-fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Ultra Night Mode 2.0 sampai Artistic Portrait Mode.

5. Prosesor cepat

Memiliki smartphone yang cepat dan terampil dalam mengerjakan banyak hal adalah idaman semua orang, bahkan yang tidak masuk kategori tajir mampus.

Kabar baiknya, Oppo membuat K3 menjadi salah satunya berkat Snapdragon 710 besutan Qualcomm. Lengkap dengan arsitektur delapan inti Kryo dengan kecepatan clock hingga 2.2 GHz serta GPU Adreno 616.

Spesifikasi ini lantas dikombinasikan dengan RAM 6GB, penyimpanan 64GB, dan ColorOS 6 yang dioptimalkan dengan baik. Ini secara tidak langsung memastikan pengalaman yang mulus ketika Anda berinteraksi dengan Oppo K3. [IF]

5 Alasan Kenapa Smartphone Rp3 Jutaan Bisa Bikin ‘Ngiler’

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa tahun yang lalu, sejumlah fitur mewah di dalam sebuah smartphone mungkin hanya bisa diharapkan oleh mereka yang berkantong tebal. Jika tidak, ya bersiap saja menerima nasib, berlapang dada memperoleh apapun yang disediakan vendor untuk Anda. Resolusi layar yang rendah, kamera biasa-biasa saja, suara nyaring bak anak bayi yang baru nelihat dunia, dan sebagainya. Singkat kata, nggak enak deh jadi orang – ehem… nggak banyak duit.

Tapi… tapi… tapi… itu kemarin-kemarin, dulu-dulu. Nyatanya, meski menjadi orang tak berduit tetap tidak enak, namun apa yang sebelumnya tidak bisa kita dapatkan kini menjadi lebih mungkin. Tentu saja kita tidak sedang berbicara tentang tas Gucci atau LV, tapi smartphone.

Ya, saat ini mendapatkan fitur mewah di dalam sebuah smartphone bukan lagi sekedar impian, bahkan buat kita yang berduit sedikit sekalipun. Mau apa? Layar jernih beresolusi tinggi? Desain elegan nan memesona? Sensor sidik jari di dalam layar? Atau… sekedar kamera canggih untuk membuat wajah secantik artis Korea? BISA! Dan kita memiliki banyak sekali pilihan untuk itu. Salah satunya adalah Oppo K3.

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

Dibanderol dengan harga sekitar Rp3,9 juta, smartphone teranyar Oppo ini bukan saja bisa dijangkau oleh kita kaum yang selalu kekurangan duit, ini juga menghadirkan sejumlah fitur menawan yang beberapa tahun lalu mungkin hanya bisa ditemui di smartphone kelas atas. Nah, apa saja fitur-fitur yang dimaksud?

1. Layar OLED Panoramic

Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya organik, ini adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. Biasanya OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Kelebihannya, fleksibel dengan ketipisan mencapai kurang dari 1 mm.

Di dunia smartphone, teknologi layar ini mulai diadopsi oleh banyak pabrikan. Salah satunya Oppo, yang menyematkannya di badan smartphone terbaru dan masuk kategori kelas menengah, Oppo K3. Bersamanya, ada layar Panoramic dengan ukuran 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080. Apa hebatnya layar ini? Pastinya memberikan pengalaman visual yang baik. Sehingga terasa pas saat digunakan untuk menikmati konten multimedia. Oh, rasio screen-to-body 91,1% yang dibawanya juga memberikan tampilan layar penuh. Lega deh pokoknya.

2. In Display Fingerprint

Beberapa waktu yang lalu, sebagian dari kita mungkin hanya akan mendapati fitur ini tersemat di badan-badan smarphone kelas atas, yang harganya sendiri sudah pasti tidak setara dengan satu gerobak cendol. Saat itu, kita cuma bisa ngiler. Sampai beberapa pembuat smartphone datang untuk memberi kabar gembira. Sensor sidik jari di bawah layar juga ada di smartphone harga terjangkau, lho! Dan inilah yang dilakukan Oppo, ketika membiarkan smartphone harga 3 jutaan-nya membekali diri dengan fitur serupa. Namanya Oppo K3. Dan berdasarkan sedikit pengujian nih, responnya cepat.

3. Kamera pop up

Kamera pop up memang masih belum menjadi fitur idola bagi smartphone kelas atas, namun mengingat tren yang berkembang saat ini, menjadikan pop up camera sebagai salah satu alasan kenapa smartphone Rp3 jutaan juga bisa bikin ngiler, rasanya tidak berlebihan.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Modul kamera pop-up ini secara default tersembunyi di dalam body perangkat, secara tidak langsung menyingkirkan hal-hal yang mungkin menganggu kelapangan layar. Disini, kamera akan muncul dalam waktu 0,8 detik ketika kita ingin melakukan selfie atau pemindaian wajah. Setelah selesai, ia akan secara otomatis menutup kembali. Bukan sesuatu yang sangat fantastis memang, tapi bukankah inovasi harus selalu dihargai?

4. AI

Selain mekanisme pop up yang unik, hal lainnya lagi yang bisa diapresiasi dari smartphone harga Rp3 jutaan Oppo ini adalah kualitas kameranya yang bagus. Smartphone ini punya dua kamera di bagian belakang dengan resolusi 16MP aperture f/1.7 dan 2MP lensa depth aperture f/2.4. Kedua kamera itu sudah disematkan fitur-fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Ultra Night Mode 2.0 sampai Artistic Portrait Mode.

5. Prosesor cepat

Memiliki smartphone yang cepat dan terampil dalam mengerjakan banyak hal adalah idaman semua orang, bahkan yang tidak masuk kategori tajir mampus. Kabar baik, karena Oppo membuat K3 menjadi salah satunya berkat Snapdragon 710 besutan Qualcomm. Lengkap dengan arsitektur delapan inti Kryo dengan kecepatan clock hingga 2.2GHz serta GPU Adreno 616.

Spesifikasi ini lantas dikombinasikan dengan RAM 6GB, penyimpanan 64GB, dan ColorOS 6 yang dioptimalkan dengan baik. Ini secara tidak langsung memastikan pengalaman yang mulus ketika Anda berinteraksi dengan Oppo K3.

Belum Setahun, BIG Agent Bukukan 300.000 Pengguna

0

Telko.id, Jakarta –  Setelah diperkenalkan pada akhir 2018 lalu, on-demand platform besutan Ralali.com – BIG Agent, dilaporkan telah memiliki 300.000 Sobat Agent (sebutan bagi pengguna BIG Agent) yang tersebar di 25 provinsi di seluruh Indonesia, dengan dominasi di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Padang, dan Palembang.

Untuk diketahui, BIG Agent dibesut dengan tujuan untuk membantu bisnis menjadi lebih mudah dengan memberdayakan dan menghubungkan SDM Indonesia melalui platform. Tak hanya freelancer atau yang belum memiliki pekerjaan saja yang bisa bergabung disini, tetapi juga karyawan, mahasiswa, pelajar bahkan ojek online.

{Baca juga: Lobi Go-jek, OVO dkk, WhatsApp Pay akan Hadir di Indonesia}

Diungkapkan ujar Founder dan CEO Ralali.com, Joseph Aditya dalam keterangan resmi, Jumat (30/8/2019), pelaku bisnis utamanya UMKM seringkali mengalami tantangan dalam mengembangkan bisnisnya. Keterbatasan biaya, keterbatasan waktu, keterbatasan relasi, belum lagi biaya upah SDM yang tidak sebanding dengan kualitas performa kerjanya.

“Dengan adanya BIG Agent, pelaku bisnis bisa memangkas jarak dan waktu, menyebarluaskan bisnis dan produknya kepada sasaran yang tepat dan membayar sesuai dengan performa. Kehadiran BIG Agent ini membedakan kami dengan e-commerce lainnya, kami mendefinisikan cara baru melakukan bisnis,” jelas Joseph.

BIG Agent menjadi inovasi yang berdampak pada ekonomi digital Indonesia karena seluruh masyarakat bisa memiliki hak dan peluang yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya tanpa syarat yang sulit, hanya dengan menjalankan pekerjaan sesuai preferensi yang ada di platform BIG Agent. Platform yang dekat dengan seluruh lapisan masyarakat ini menghubungkan pelaku bisnis dan pasarnya.

{Baca juga: CR7 Resmi jadi Brand Ambassador Shopee}

Berdasarkan data Ralali.com, setidaknya ada ratusan ribu pekerjaan yang ada di platform BIG Agent, termasuk yang berasal dari korporasi besar. Ada tiga layanan pekerjaan yang diberikan BIG Agent bagi pelaku bisnis, yakni survei pasar (14,29 persen), promosi (74,52 persen) dan akuisisi (4,25 persen).

Alexander Lukman selaku Chief Operating Officer Ralali.com menambahkan pengolahan data tersebut menjadi rujukan tepat sasaran bagi pihaknya guna memahami berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem digital. “Lebih dari itu, kami juga terus memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis dengan akses fintech dimana BIG Agent telah menghubungkan lebih dari 1.500 pelaku usaha dengan partner fintech Ralali.com dengan total nilai pendanaan mencapai Rp18 miliar,” kata Alexander.

 

Sah! Pokemon Masters Hadir di iOS dan Android

0

Telko.id, Jakarta – Bagi Anda pengguna Android dan iOS yang menggemari permainan Pokemon, ada kabar gembira untuk Anda. Pasalnya, Anda kini sudah bisa memainkan game Pokemon Masters, karena pada hari ini game tersebut resmi menyambangi kedua sistem operasi tersebut.

Apakah Anda terjebak dalam antrian untuk menunggu selama berjam-jam agar dapat memainkan World of Warcraft: Classic?

{Baca juga: Berani Nantang? Ini 4 Shadow Pokemon Baru di Pokemon Go}

Jika iya, Anda pasti dapat menghabiskan waktu dengan memeriksa game mobile Pokemon Masters yang baru saja dirilis untuk iOS dan Android.

Terlepas dari namanya, permainan tersebut bukan tentang Pokemon. Sebab, Anda tidak akan berburu dan mengumpulkan monster-monster kecil.

Pokemon Masters adalah tentang pelatih. Pemain akan mengumpulkan Sync Pairs (nama permainan untuk pelatih) dan mitra set mereka.

Premisnya sederhana, bentuk tim dengan tiga pelatih dan Pokemon mereka dan targetkan kelemahan lawan Anda untuk menghasilkan lebih banyak kerusakan.

Tujuan permainan ini adalah untuk bepergian ke Pulau Pasio, mengumpulkan lencana dan mencoba mengakses level papan peringkat yang lebih tinggi.

Ada 65 Pasangan Sinkronisasi yang tersedia saat peluncuran, yang dapat dibeli jika Anda tidak ingin mencoba dan mengumpulkannya dengan memainkan game.

Menurut Phone Arena, Pokemon Masters menawarkan permainan bersama, jadi Anda bisa bermain dengan teman-teman di seluruh dunia.

{Baca juga: Bakal Banyak Pokemon Baru di Android dan iOS}

Namun, Anda harus bermain dengan dua pemain lain. Dan yang menarik, game ini gratis untuk diunduh di platform Android dan iOS via Play Store dan App Store. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena

Aplikasi CamScanner Disusupi Malware, Segera Uninstall!

0

Telko.id, Jakarta – Bagi Anda pengguna aplikasi CamScanner, disarankan untuk segera menguninstall aplikasi kreator PDF tersebut. Pasalnya, para peneliti keamanan di Kaspersky menemukan adanya malware yang bersemayam di aplikasi tersebut.

Aplikasi CamScanner termasuk aplikasi yang sangat popular di Android. Terbukti, aplikasi ini sudah diunduh tak kurang dari 100 juta kali sejak pertama kali dirilis pada tahun 2010 di Google Play Store.

{Baca juga: Awas! Aplikasi FaceApp Pro Ternyata Mengandung Malware}

Sayangnya, pihak pengembang aplikasi ini secara diam-diam telah menyisipkam malware berbahaya ke dalam aplikasi tersebut. Tentunya aksi ini akan sangat merugikan pengguna yang telah mengunduhnya.

Seperti dikutip Telko.id Android Police, para peneliti keamanan di Kaspersky menemukan beberapa versi baru dari aplikasi CamScanner yang telah disusupi Trojan yang dirancang untuk mengirim malware ke perangkat Android.

Dijelaskan Kaspersky bahwa mereka telah mendeteksi adanya modul Trojan-Dropper.AndroidOS.Necro.n. Modul ini kemudian berproses dalam memunculkan Trojan Downloader, yang selanjutnya akan mengunduh modul-modul jahat lainnya ke perangkat yang terinstall CamScanner.

Malware di CamScanner ini pertama kali muncul pada update versi 5.11.3.20190616 yang dirilis 16 Juni, dan masih tertanam hingga update versi 5.12.0.20190725 yang rilis pada 25 Juni. Barulah saat update versi 5.12.0.20190730 digulirkan pada 30 Juni, malware ini diklaim sudah dihilangkan. Benarkah sudah hilang?

Meski pihak CC Intelligence selaku developer aplikasi CamScanner sudah menyatakan telah mencabut malware tersebut, namun Kaspersky menganjurkan untuk jangan dulu memakainya, apalagi aplikasi yang masih versi lama.

Peringatan yang sama juga disampaikan oleh Life Hacker. Mereka mengingatkan, bahwa aplikasi ini masih cukup rentan disusupi malware. Terbukti, aplikasi ini juga langsung dicabut dari Google Play Store, sebagai sanksi karena disusupi malware berbahaya.

Sama seperti Kaspersky, Life Hacker juga menyarankan untuk segera menguninstall aplikasi CamScanner dari ponsel Android. Terutama untuk pengguna yang masih menggunakan versi lama, belum mendapatkan update terbaru.

{Baca juga: Hati-hati! Malware RTF Incar Aplikasi Microsoft via Email}

“Jika Anda belum update ke versi terbaru setelah 30 Juni, sebaiknya Anda mencopotnya dari ponsel Android-mu sekarang juga. Bahkan kalau pun sudah update ke versi terbaru, kami anjurkan sebaiknya untuk tetap menghapusnya” tulis Life Hacker memberi peringatan. [BA/HBS]

Sumber: Android Police, Kaspersky

Capcom Bakal RIlis Game Resident Evil Baru?

0

Telko.id, Jakarta – Mungkinkah ada game Resident Evil baru? Jika Anda seorang penggemar waralaba, Anda mungkin harus segera mempersiapkan diri. Kenapa?

Karena di situs web yang baru saja diluncurkan, Capcom sedang ingin menggoda para gamer lewat sesuatu yang disebut “Resistensi Proyek”.

{Baca Juga: Kecanduan Zombie, Lenovo Gandeng Resident Evil: The Final Chapter}

Menurut laporan Ubergizmo, beberapa orang percaya bahwa proyek tersebut bisa merupakan seri terbaru game Resident Evil yang sedang dalam pengembangan.

Llogo di mana R dan E di dunia “Perlawanan” disorot dalam warna merah, membuat beberapa orang percaya bahwa hal itu sangat erat terkait dengan Resident Evil.

Namun demikian, semua masih sekadar spekulasi. Yang jelas, trailer teaser untuk Project Resistance diperkirakan akan debut di Tokyo Game Show pada 9 September.

Terakhir Capcom merilis game Resident Evil baru bukan remake adalah pada tahun 2017 dengan Resident Evil 7. Artinya, sekarang waktu yang tepat untuk bergerak.

Para gamer hanya perlu menunggu dan melihat. Situs web ini juga memperlihatkan logo Steam, Xbox One, dan PS4, sehingga mungkin bisa menjadi game fleksibel.

{Baca juga: Cuma 10% Gamer yang Punya Nyali untuk Memainkan Resident Evil 7}

Game baru Capcom kemungkinan memang dirancang untuk konsol generasi saat ini, yang menunjukkan bahwa perilisannya mungkin tidak akan terlalu lama. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Amazon Sarankan Produk Bunuh Diri ke Konsumen, Kok Bisa?

0

Telko.id, JakartaAmazon disebut-sebut memunculkan saran kepada pengguna untuk mencari produk berbahaya berkaitan dengan bunuh diri. Minggu lalu, ketika pengguna menelusuri kata “bunuh diri” di Amazon untuk pasar Amerika Serikat (AS), menghasilkan laman situs yang menunjukkan peralatan bunuh diri.

Bahkan, di India, hasil pencarian di situs e-commerce tersebut merekomendasikan pil tidur, pestisida, dan sebuah buku berjudul “Bagaimana Melakukan Bunuh Diri.”

Makanya, e-commerce ini berencana untuk menyebarluaskan nomor telepon bantuan bagi para pelanggan yang menanyakan tentang bunuh diri di situsnya.

{Baca juga: Setelah Alibaba dan Alphabet, Giliran Amazon Investasi di Gojek?}

Seperti dikutip Telko.id dari Reuters, Jumat (30/08/2019), itu dilakukan karena saat ini pengawasan regulasi dari perusahaan teknologi kelas kakap belakangan meningkat, termasuk Amazon.

Amazon menghadapi tantangan dalam menjaga pasar. Sebab, pedagang dapat menawarkan barang terlarang atau ilegal yang tak terdeteksi oleh sistem. E-commerce besutan Jeff Bezos itu melarang pedagang untuk menjual produk non-media yang mempromosikan atau mengagungkan tindakan bunuh diri.

{Baca juga: Patah Hati, Pria Muda Siarkan Aksi Gantung Diri di Facebook}

Laporan Wall Street Journal pada pekan lalu juga mengidentifikasi, lebih dari 4.000 item di Amazon diberi label menipu. Agensi AS telah melarang keberadaannya.

Google, Facebook Inc, dan Twitter Inc juga telah mengeluarkan nomor bantuan sebagai jawaban atas pertanyaan pengguna yang melibatkan istilah “bunuh diri”. Informasi saluran telepon terkait saran bunuh diri milik Amazon akan ditambahkan ke halaman detail produk tertentu guna memberi tahu secara detail kepada pelanggan. (SN/FHP)

Sumber: Reuters