spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1046

Casing Resmi Overwatch Nintendo Switch Nongol di Amazon

0

Telko.id, Jakarta  – Kembali pada tahun 2018, Blizzard meluncurkan game pertama mereka untuk Switch dalam bentuk Diablo 3. Hal itu memuncukan dugaan Overwatch akan datang untuk Switch. Dan dugaan itu kini jadi kenyataan, karena casing resmi Overwatch Nintendo Switch sudah muncul di Amazon.

Pada masa mendatang, lebih banyak game Blizzard hadir di Switch. Ada pembicaraan di masa lalu tentang Overwatch yang mungkin datang ke Switch, di mana Blizzard mengakuinya layak dihadirkan.

{Baca juga: Modelnya Identik, Ini yang Baru dari Nintendo Switch Teranyar}

Berita baiknya, sepertinya kita bisa semakin dekat dengan kenyataan itu. Menurut laporan, case Overwatch yang dilisensikan secara resmi telah ditemukan di Amazon.

Merujuk berita Ubergizmo, berdasarkan daftar, dikatakan bahwa hal tersebut secara resmi dilisensikan oleh Nintendo dan Blizzard Entertainment.

Sekarang, daftar itu telah dihapus, menunjukkan bahwa mungkin itu hadir lebih awal dari yang diharapkan. Sayang, Blizzard maupun Nintendo belum secara resmi mengkonfirmasi.

Jadi, pemain jangan terlalu berharap. Meski demikian, dengan casing yang tampaknya terdaftar untuk rilis 15 September 2019, semoga segera ada informasi lebih lanjut.

{Baca juga: ROM Android untuk Nintendo Switch Telah Tersedia}

Beberapa waktu lalu, ada kabar pemain bakal bisa menghidupkan kembali permainan Diablo di browser berkat upaya GalaXyHaXz, pengembang proyek Devilution Diablo. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Ini 5 Tips Transaksi Online yang Aman ala Traveloka

0

Telko.id, Jakarta – Transaksi online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Apalagi sudah banyak aplikasi Financial Technology (Fintech) yang menyediakan layanan tersebut. Untuk itu, Traveloka memberikan 5 tips untuk Anda bisa bertransaksi digital secara aman.

Pertama adalah pilih Personal Identification Number (PIN) atau password yang berbeda-beda untuk setiap rekening atau akun. Menurut SVP Financial Products Traveloka, Alvin Kumarga idealnya sebuah PIN harus terdiri angka, tanda baca dan huruf demi keamanan.

{Baca juga: Traveloka Meluncurkan Fitur Pembayaran Terbaru PayLater}

Selain itu, menurut Alvin, Anda juga harus melakukan pergantian PIN secara berkala dan jangan memberitahu password atay PIN kepada orang lain.

“Jangan menggunakan PIN yang sama untuk semua rekening dan akun saat transaksi online,” kata Alvin di acara Workshop Journalist Class di Jakarta, Selasa (27/08/2019).

Kemudian tips yang kedua adalah pastikan perusahaan fintech memiliki izin dari lembaga berwenang seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Hal ini karena masih banyak fintech yang belum memiliki izin tapi sudah beredar di masyarakat, atau fintech ilegal.

“Setau saya di website OJK, sudah ada fintech yang diberikan izin dan terdaftar pemerintah,” tutur Alvin.

Ketiga, hindari mengirimkan data pribadi kepada pihak tidak dikenal di aplikasi percakapan online seperti WhatsApp. Menurut Alvin, data pribadi adalah hal yang berharga di era digital saat ini. Pasalnya jika diterima pihak yang mau bertindak jahat, maka Anda bisa menjadi korban peretasan.

“Jangan asal shared data. Misalnya disuruh shared foto KTP lewat WhatsApp karena kita gak tahu niat mereka soal foto KTP ini untuk apa,” jelasnya.

Keempat adalah hati-hati terhadap upaya phishing. Anda jangan buru-buru untuk membuka tautan baik di laman media sosial maupun email karena itu bisa menjadi celah melakukan peretasan. Pastikan sumber tautan tersebut dari institusi resmi sebelum membukanya.

{Baca juga: Asli, 10 Foto Ini Tunjukkan Belanja Online tak Selalu Berakhir Bahagia}

Dan yang terakhir atau Kelima, Anda harus selalu memperbarui software laptop atau smartphone yang Anda miliki untuk meningkatkan keamanan di gawai. [NM/HBS]

OJK Larang Fintech Berikan Data Pengguna ke Pihak Ketiga

0

Telko.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang perusahaan Financial Technology (Fintech) memberikan data pengguna kepada pihak ketiga. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan menghindari penyalahgunaan data yang merugikan pengguna.

Menurut Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK, Triyono sudah ada 4 Peraturan OJK (POJK) terkait perusahaan Fintech dan Inovasi Keuangan Digital (IKD). Kesemua peraturan tersebut memiliki benang merah yakni melarang penyelenggara memberikan informasi kepada pihak ketiga.

{Baca juga: Asosiasi FinTech Desak OJK Tindak Lanjut Aturan Layanan P2P Lending}

“Penyelenggara dilarang memberikan data dan atau informasi mengenai konsumen kepada pihak ketiga,” kata Triyono di acara diskusi “Keamanan Data Pengguna di Era Cashless Society di Indonesia” di Jakarta, Selasa (27/08/2019).

“Data adalah the new oil, sehingga harus kita jaga,” sambung Triyono menegaskan.

Keempat peraturan tersebut adalah POJK Nomor 13 Tahun 2018 tentang Inovasi Keuangan Digital (IKD), POJK Nomor 77 Tahun 2016 tentang Peer to Peer Lending (P2P Lending), POJK Nomor 37 Tahun 2018 tentang Equity Crowfunding dan POJK Nomor 12 tahun 2018 tentang Digital Banking.

“Dari segi peraturan OJK, konsumen sudah dilindungi,” tuturnya.

OJK juga membuat Surat Himbauan Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Financial Technology sejak tahun 2018. Dalam surat tersebut OJK membatasi agar P2P Lending hanya dapat mengakses kamera mikrofon dan lokasi pengguna saja.

“Pengawasan P2P Lending membatasi industri untuk mengakses data pribadi pengguna pada smartphone yaitu hanya cukup pada akses kamera, mikrofon dan lokasi saja,” tambah Triyono.

Dia pun memberikan sedikit tips kepada pengguna ketika ingin melakukan transaksi digital. Triyono menyarankan agar pengguna melakukan transaksi digital di perusahaan sudah mendapatkan izin dari OJK.

{Baca juga: BI: Peluang Bisnis Fintech di Indonesia Masih Terbuka Lebar

“Tips saya adalah dengan bertransaksi kepada Fintech yang sudah memiliki izin di OJK. Jadi bisa dicek dulu apakah mereka sudah mendapatkan status di OJK atau Bank Indonesia,” tutup Triyono. [NM/HBS]

Fix! Huawei Mate 30 Pro Punya Empat Kamera Utama

0

Telko.id, Jakarta – Poster promosi Huawei Mate 30 Pro telah muncul. Pada poster, terlihat kalau smartphone ini punya frame kamera berbentuk lingkaran sebagai tempat dari empat kamera utama.

Frame ini sangat berbeda dengan frame kamera Mate 20 Pro maupun P30 Pro yang punya desain “sedikit kaku” dengan tiga kamera utama.

Dilaporkan GSMArena, LED Flash di Mate 30 Pro dipisahkan, dan diposisikan di bagian samping body smartphone.

{Baca juga: Smartwatch HarmonyOS Mau Masuk Indonesia, Huawei?}

Lantas, apa kegunaan kamera keempat di Mate 30 Pro? Bisa jadi, konfigurasinya merupakan ultra-wide, wide, telephoto, dan 3D ToF (TIme of Flight).

Dari kebocoran sebelumnya, Mate 30 Pro akan memiliki dua sensor kamera besar -1 / 1,55″ untuk kamera utama dan 1 / 1,7″ untuk kamera ultra-wide. Kemudian untuk telephoto, smartphone ini punya kemampuan optical-zoom 5x.

{Baca juga: Bukan “Layar Air Terjun”, Begini Tampang Depan Mate 30}

Secara spesifikasi, seperti dikutip Telko.id, Selasa (27/08/2019), Huawei Mate 30 Pro didukung oleh fast charging 40W, dan wireless charging 27W. Smartphone ini bakal ditopang oleh prosesor Kirin 990, dan tetap menggunakan sistem operasi berbasis Android terbaru.

Jika tidak ada kendala, Mate 30 Series segera meluncur secara resmi pada 6 September 2019. (SN/FHP)

Sumber: GSMArena

Bos Apple Bantu Pemadaman Kebakaran Hutan Hujan Amazon

0

Telko.id, Jakarta  – Kebakaran di hutan hujan Amazon tak juga padam sampai minggu keempat. Bos Apple, Tim Cook, pun menjanjikan bantuan untuk proses pemadaman. Namun, ia tak menyebutkan nominalnya.

“Kebakaran di hutan hujan Amazon sangatlah menghancurkan. Padahal, hutan itu merupakan satu ekosistem terpenting di dunia. Apple akan menyumbang untuk pelestarian keanekaragaman hayati,” terang Cook.

{Baca juga: Drone Berhasil Foto Kehidupan Langka Suku Amazon}

Ia melanjutkan, upaya untuk memulihkan hutan hujan Amazon sangat diperlukan. Dikutip Telko.id dari CNET, Selasa (27/8/2019), Apple berkomitmen untuk menyokong pelestariannya di seluruh Amerika Latin.

Cook merupakan CEO perusahaan teknologi pertama yang memberi bantuan ke Amazon. Ia juga menyumbang uang atas nama Apple setelah kehancuran Katedral Notre Dame di Paris, Prancis, pada awal tahun ini.

Para pemimpin dunia membahas tentang kebakaran Amazon di KTT G7 pada akhir pekan lalu. Mereka menjanjikan paket bantuan USD 20 juta. Aliansi Bumi Leonardo DiCaprio juga menjanjikan bantuan USD 5 juta.

Beberapa pengguna Twitter marah karena minim liputan media dan perhatian terkait kebakaran hutan hujan Amazon. Pengguna media sosial pun meminta perhatian miliarder untuk turut memberi sumbangan.

{Baca juga: Fosil Kuda Purba Ditemukan di ‘Pintu Gerbang Neraka’}

Mereka membandingkan kejadian itu dengan kasus Katedral Notre Dame. Dalam waktu 48 jam setelah kebakaran Notre Dame, donasi mengalir dari miliarder Prancis, IBM, Apple, Disney, dan sebagainya. [SN/HBS]

Sumber: CNET

Pengguna Kesal! Layar iPad Pro Suka “Ngadat” Tiba-tiba

0

Telko.id, Jakarta – Perlu diakui kalau iPad Pro punya kualitas layar yang baik. Tapi, beberapa pengguna mengeluhkan layar tablet Apple tersebut yang kadang bermasalah.

Dilaporkan, beberapa pengguna mengaku mengalami respons yang tertunda. Bahkan, menurut Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Selasa (27/8/2019), layar sentuh iPad Pro sama sekali tak tanggap.

Informasi menyebut, bahwa masalah itu tampaknya telah berlangsung berbulan-bulan. Problem baru muncul ketika pengembang Steve Troughton-Smith mencuit via Twitter.

{Baca juga: Layar iPhone 2020 Dipasok Perusahaan Asal China?}

“iPad saya tak memedulikan segala sentuhan di seluruh sistem iOS 13, terutama jika dipakai menggunakan aplikasi berat,” ujarnya.

Sayang, sampai sekarang tidak jelas apa yang mungkin menyebabkan permasalahan respons di layar sentuh iPad Pro. Para pengguna pun masih ragu, permasalahan berasal dari perangkat keras atau perangkat lunak.

{Baca juga: Apple akan Bawa Teknologi Face ID ke Mac?}

Anehnya, Troughton-Smith mencatat bahwa layar sentuh tablet premium itu berfungsi baik ketika merespons Apple Pencil. Untuk sementara, ia menyimpulkan bahwa persoalan layar sentuh bukan soal perangkat keras.

Beberapa pengguna tablet tersebut pun sudah mendapat penggantian layar sentuh. Namun demikian, problem muncul lagi beberapa bulan kemudian. Mereka pun meminta kepada Apple untuk segera mengatasi persoalan tersebut. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Instagram Hadirkan Threads sebagai Pengganti Direct

0

Telko.id, Jakarta  – Beberapa tahun lalu, Instagram meluncurkan aplikasi mandiri untuk pengiriman pesan yang disebut Direct. Padahal, Instagram sudah memiliki fitur pengiriman pesan langsung ke dalam aplikasi. Itu sebabnya, kini mereka menghadirkan Threads sebagai pengganti Instagram Direct

Ternyata, keputusan itu bukanlah ide terbaik. Awal tahun ini, Instagram memutuskan untuk “membunuhnya”.  Namun demikian, hal tersebut bukan akhir dari ambisi pengiriman pesan di Instagram.

{Baca juga: Fitur Baru Instagram Bisa Cekal Postingan Menganggu}

Menurut The Verge, seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (27/8/2019), Instagram tampaknya sedang mengerjakan aplikasi pesan mandiri baru bernama Threads. Seistimewa apakah fitur Threads?

Fitur itu kemungkinan akan menjadi versi Direct yang lebih ditingkatkan. Pengguna akan dapat berbagi lebih banyak hal satu sama lain, termasuk lokasi, kecepatan perjalanan, dan bahkan usia baterai perangkat.

Kebijakan tersebut bisa jadi merupakan cara Instagram untuk mencoba bersaing dengan Snapchat. Informasi menyebut bahwa Instagram berharap para pengguna bisa menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi.

Sekadar informasi, rata-rata pengguna menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan Snapchat dibanding Instagram. Instagram pun yakin kehadiran fitur Threads mampu mengubah semua kebiasaan pengguna.

{Baca juga: Trik Upload Foto di Instagram Web}

Selama ini, Instagram tidak pernah benar-benar dikenal sebagai aplikasi olah pesan. Fokus utama Instagram adalah berbagi foto. Sayang, mengenai hal ini, Instagram belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai komentar. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Smartwatch HarmonyOS Mau Masuk Indonesia, Huawei?

0

Telko.id, Jakarta – Huawei memastikan, perangkat pertama yang akan tersedia secara global dengan sistem operasi HarmonyOS bakal segera diluncurkan. Diungkapkan Senior Manager EMUI Product Marketing Huawei Consumer Business Group, James Lu, perangkat yang dimaksud adalah smartwatch.

Sekadar informasi, HarmonyOS pertama kali diimplementasikan pada smart TV mereka bernama Honor Vision. Smart TV berukuran layar 55 inci tersebut hanya tersedia di China saja, yang memang menjadi fokus sistem operasi itu sejak awal.

Menurut James, smartwatch Huawei terbaru itu bakal hadir secara global di tahun depan. Dan bisa jadi, para pengguna di Indonesia juga turut bisa merasakannya.

{Baca juga: Huawei: HarmonyOS Bukan Pengganti Android!}

“Tahun depan, kami akan membawa smartwatch terbaru dengan HarmonyOS, dan itu akan tersedia secara global,” katanya, saat ditemui tim Telko.id di kantor Huawei, Selasa (27//08/2019).

Selain smartwatch, ia juga berjanji bakal menghadirkan lebih banyak lagi perangkat berbasis HarmonyOS yang bakal dijual secara global. Meski demikian, ia tak menyebutkan perangkat apa saja yang akan tersedia ke depannya.

“Tentu saja kami akan membawa banyak perangkat lagi, meskipun kami belum ada rencananya sampai sekarang,” jelas James.

Senior Manager EMUI Product Marketing Huawei Consumer Business Group, James Lu. (Foto: Faisal/Telko.id)

Ia sendiri sendiri secara tegas menyatakan bahwa HarmonyOS bukan alternatif pengganti Android. Pasalnya, sistem operasi tersebut merupakan platform untuk banyak perangkat IoT ke depannya.

“Ini bukan alternatif Android, ini bukan pengganti Android. HarmonyOS adalah sistem operasi untuk banyak device ke depannya,” tegasnya.

{Baca juga: Huawei: Kalau Kepepet, Kami Baru Pakai HarmonyOS}

HarmonyOS, dijelaskan James, memungkinkan pengguna untuk merasakan pengalaman seamless ketika menggunakan perangkat yang berbeda-beda.

“Sistem operasi ini memecahkan permasalahan pengguna yang punya banyak device di era IoT seperti sekarang. Ia memberikan pengalaman yang seamless antara produk-produk yang berbeda,” pungkas James. (FHP)

Smartfren Siapkan Jaringan 4G di Ibu Kota Baru

0

Telko.id,Jakarta – Smartfren mengaku siap menggelar jaringan 4G di ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur (Kaltim). Selain itu mereka juga berharap agar pemerintah turut membangun jaringan telekomunikasi disana.

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys menjelaskan jika sejak Juli 2019 jaringan 4G beserta produk Super 4G Kuota dan Super 4G Unlimited sudah hadir di Balikpapan dan Samarinda Kalimantan Timur.

{Baca juga: Diuji Coba, Kecepatan Internet 5G Smartfren Capai 8,7 Gbps}

“Jadi dapat disimpulkan kapanpun pemerintah mencanangkan tanggal pemindahan ibukota Smartfren sudah siap untuk mengembangkan lebih lanjut ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Merza dalam keterangan resmi yang diterima Telko.id, Selasa (27/08/2019)

Namun pembangunan infrastruktur di ibukota yang baru tentu akan melewati banyak tahapan dan waktu. Untuk itu Smartfren berharap agar pemerintah ikut memfasilitasi untuk membangun jaringan disana.

“Dengan membangun infrastruktur utama seperti jaringan transmisi backbone dengan kapasitas besar, sarana serta prasarana seperti ducting bersama, menara telekomunikasi, dan lainnya,” tambah Merza.

Terakhir Smartfren menyambut baik dan mendukung setiap langkah pemerintah dalam hal pengembangan, ibu kota baru. Mereka juga akan menunggu langkah lebih lanjut dari pemerintah terkait pembangunan disana.

“Smartfren siap untuk mendukung tersedianya infrastruktur telekomunikasi demi terciptanya kelancaran masyarakat berkomunikasi serta jalannya pemerintahan berbasis sistem elektronik. Smartfren akan terus mengikuti rencana lebih lanjut dari pemerintah dalam program pemindahan ibukota tersebut,” ujar Merza.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin siang (26/08) resmi mengumumkan lokasi ibu kota baru Indonesia, yakni berada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Pengumuman ini menjadi perbincangan warganet Indonesia sehingga tagar #IbuKotaBaru pun menjadi viral di Twitter.

{Baca juga: Smartfren Uji Coba Jaringan 5G Pakai Headset VR}

“Pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam dan diintensifkan dalam 3 tahun terakhir ini. Hasil kajian, lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Pasir Utara, dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim,” jelasnya di Istana Negara, Jakarta. [NM/HBS]

Huawei: HarmonyOS Bukan Pengganti Android!

0

Telko.id, Jakarta – HarmonyOS dilaporkan merupakan sistem operasi alternatif potensial untuk pengganti Android ketika Huawei diembargo pemerintah Amerika Serikat (AS). Akan tetapi, menurut Senior Manager EMUI Product Marketing Huawei Consumer Business Group, James Lu, HarmonyOS bukan alternatif bagi Android.

“Ini bukan alternatif Android, ini bukan pengganti Android. HarmonyOS adalah sistem operasi untuk banyak device ke depannya,” jelasnya, saat temu media di Jakarta, Selasa (27/08/2019).

Menurutnya, HarmonyOS merupakan sistem operasi revolusioner yang bisa memberikan pengalaman berbeda daripada sistem operasi lainnya kepada para penggunanya.

{Baca juga: Huawei: Kalau Kepepet, Kami Baru Pakai HarmonyOS}

Sistem operasi ini, dikatakan James, membuat pengguna punya pengalaman seamless ketika menggunakan produk-produk berbasis HarmonyOS. Pasalnya, sistem operasi ini punya proses yang fleksibel dan sama ketika dijalankan di perangkat yang berbeda.

“Sistem operasi ini memecahkan permasalahan pengguna yang punya banyak device di era IoT seperti sekarang. Ia memberikan pengalaman yang seamless antara produk-produk yang berbeda,” katanya.

Selain pengguna, sistem ini juga memudahkan para developer aplikasi. James menegaskan, para developer bisa membangun 1 aplikasi yang bisa dijalankan di perangkat yang berbeda-beda.

{Baca juga: Mau Lawan AS, Huawei Bakal Ciptakan “Pasukan Besi”}

“Mulai dari wearable, smartphone, head unit (di mobil), dan perangkat lainnya,” ucap James.

HarmonyOS sendiri pertama kali diimplementasikan pada smart TV mereka bernama Honor Vision. Smart TV itu punya layar berukuran 55 inci, dan disematkan berbagai fitur berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna ketika menikmati berbagai konten. (FHP)