spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1043

Synnex dan Intel Umumkan 12 Finalis OpenVino Hackathon 2019

0

Telko.id, Jakarta Synnex Metrodata Indonesia dan Intel mengumumkan 12 finalis kompetisi OpenVino Hackathon 2019. Seluruh finalis siap bertarung untuk memperebutkan hadiah senilai Rp 90 juta dengan merancang aplikasi yang berorientasi pada bisnis, mudah direplikasi dan dapat dipakai banyak orang.

Menurut Solution Director Synnex Metrodata Indonesia, Lie Heng, OpenVino Hackathon 2019 adalah kompetisi untuk mengajak seluruh anak bangsa berlomba-lomba dalam memberikan solusi IT. Nantinya, akan ada 3 pemenang terbaik yang mendapatkan total hadiah Rp 90 juta.

“Lewat teknologi, kami ingin memecahkan solusi-solusi bangsa dan mencari sumber daya yang unggul sesuai yang diinginkan Presiden Republik Indonesia,” katanya, di Jakarta, Kamis (22/08/2019).

{Baca juga: Mau Tahu Merek Paling Bernilai Sedunia 2019? Ini Daftarnya}

Acara ini sudah dimulai sejak 28 Maret 2019. Saat ini, kompetisi telah memasuki babak akhir dan 12 finalis terpilih akan mengikuti babak final untuk memperebutkan hadiah utama. 12 finalis terbaik ini disaring dari 4 kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

“Kami bangga dapat menghadirkan kompetisi OpenVino dan tidak menduga bahwa animo peserta sangat banyak dan mereka sangat antusias,” tambah Lie.

12 finalis tersebut adalah Team Smart Bin Unsyiah, Agus Prayudi, Richard Vinc, KMB Micro, Al_vertising dan DycodeX. Kemudian ada juga Tandem Youngster 2019, Yesy Diah Rosita, Yu Ji Em, AItrash, Lattice Teknologi Mandiri dan Andal Wahana Sinergi.

{Baca juga: Harganya “Wah”, Ini 5 Keunggulan Galaxy Note 10 dan Note 10+}

“Kami ingin mencari sebanyak mungkin solusi untuk masalah sehari-hari. Indonesia memiliki banyak developer handal dan kini saatnya kita berinisiatif melalui kompetisi OpenVino” tutur Lie.

Hal serupa dikatakan oleh Presiden Direktur Metrodata Electronics, Susanto Djaja. Dirinya berharap jika nantinya kompetisi ini dapat mendapatkan talenta-talenta yang bisa menawarkan solusi teknologi untuk Indonesia.

“Diharapakan kami dapat menjaring banyak developer-developer terbaik sekaligus menyuguhkan solusi-solusi Market Ready Solution untuk Indonesia,” tutup Susanto. (NM/FHP)

 

Kalau Kepepet, Kami Baru Pakai HarmonyOS

0

Telko.id, Jakarta – Meski memuji kekuatan sistem operasi HarmonyOS, sebuah alternatif potensial untuk Android, Huawei tetap bersikeras untuk mempertahankan ekosistem tunggal dengan platform Google itu.

Karenanya, Huawei menyatakan tidak memiliki rencana untuk meluncurkan smartphone berbasis HarmonyOS. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Presiden Senior Huawei, Vincent Yang pada Rabu (21/08).

“Kami ingin mempertahankan satu standar, satu ekosistem,” kata Yang, seperti dilansir CNET. Yang menarik, ia menambahkan bahwa HarmonyOS hanya akan berfungsi sebagai opsi cadangan bagi mereka.

{Baca juga: Mau Lawan AS, Huawei Bakal Ciptakan “Pasukan Besi”}

Dengan kata lain, dikutip Telko.id, Kamis (22/08/2019), HarmonyOS hanya akan dipakai jika Amerika Serikat (AS) memilih untuk memberlakukan larangan yang akan mencegah Huawei mengakses Android.

Yang juga mengisyaratkan bahwa Huawei dipastikan segera merilis smartphone flagship, yang diyakini sebagai Huawei Mate 30 Pro. Ia menyatakan, smartphone tersebut masih akan menggunakan sistem operasi Android bikinan Google.

{Baca juga: Galaxy Note 10, “Senjata” Samsung Melawan Huawei}

Namun, jika larangan diberlakukan, Huawei akan beralih ke HarmonyOS untuk Mate 30 Pro. Akan tetapi, mimpi buruk itu tidak terjadi sehingga Huawei dipastikan tetap bakal memakai Android di Mate 30 Pro.

Keengganan Huawei untuk berkomitmen kepada HarmonyOS untuk smartphone tidaklah mengejutkan. Sebagai sistem operasi baru, hampir tidak mempunyai dukungan aplikasi dari pihak ketiga. (SN/FHP)

Sumber: CNET

Facebook Hapus Ratusan Akun di Myanmar, Ini Alasannya

0

Telko.id, Jakarta  Facebook menyatakan telah menutup 216 halaman media sosial, grup, dan akun di Myanmar. Beberapa di antaranya terkait dengan tentara. Upaya itu untuk menghalangi aksi manipulasi serta meminimalisasi debat publik.

Facebook, seperti dikutip Telko.id dari Reuters, Kamis (22/08/2019), menutup 89 akun, 107 halaman, dan 15 grup di Myanmar.

Facebook juga menutup lima akun Instagram. Lima akun Instagram yang ditutup, beberapa di antaranya punya ratusan ribu pengikut.

{Baca juga: Fitur Baru Facebook Hindarkan Pengguna dari Iklan “Sok Tahu”}

Facebook sebelumnya telah menghapus ratusan akun, termasuk milik kepala militer Myanmar. Facebook melakukannya setelah dikritik telah gagal untuk bertindak tegas atas praktik kebencian di tengah kekerasan terhadap Muslim Rohingya.

Orang-orang di balik akun Myanmar yang dihapus oleh Facebook menggunakan kembali konten berita dan hiburan. Mereka juga mengunggah konten bertopik nasional dan lokal, termasuk kejahatan, hubungan etnis, selebriti, dan militer.

“Meskipun orang-orang di balik tindakan tersebut berusaha untuk menyembunyikan identitas, penyelidikan kami menemukan bahwa beberapa kegiatan erat kaitannya  dengan individu yang condong kepada militer Myanmar,” kata Facebook.

{Baca juga: Twitter dan Facebook Hapus Akun Provokator Demo Hong Kong}

Belum lama ini, Twitter dan Facebook menangguhkan jaringan akun palsu yang diyakini telah dioperasikan oleh pemerintah China. Dua media sosial itu melakukan penyelidikan operasi informasi untuk mencegah akun provokator demo Hong Kong.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Twitter dan Facebook untuk mengungkap potensi perselisihan politik yang sengaja dirancang di sekitar protes yang terjadi di Hong Kong. Twitter pun menemukan 936 akun yang dibuat di Republik Rakyat China.

Namun, jaringan akun yang ditemukan oleh Facebook berjumlah jauh lebih kecil. Menurut Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber Facebook, ada tujuh halaman, tiga grup, dan lima akun palsu yang terlacak dan langsung dihapus. (SN/FHP)

Sumber: Reuters

Chrome Bakal Beritahu Kalau Password Pengguna Dibobol

0

Telko.id, Jakarta – Saat ini, jumlah pelanggaran data semakin meningkat, seperti password dibobol. Mungkin, sudah saatnya untuk ganti password alias kata sandi atau setidaknya meningkatkannya dengan keamanan tambahan seperti two-factor authentication.

Guna mengatasi persoalan itu, Google menyatakan ingin membantu para pengguna. Menurut laporan Techdows, Google sekarang sedang mengerjakan fitur pendeteksi kebocoran password untuk browser Chrome.

Nantinya, seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (22/08/2019), setiap kali pengguna memasukkan password untuk masuk ke situs, Google akan memeriksanya menggunakan database pelanggaran data publik.

{Baca juga: Bobol Password, Pria Ini “Koleksi” Ratusan Akun Wanita}

Jika mendeteksi bahwa akun pengguna telah dilanggar, maka akan muncul notifikasi pemberitahuan. Saat ini, fitur tersebut sepertinya belum diaktifkan secara default, sehingga pengguna perlu mengaktifkannya terlebih dahulu. Lalu, bagaimana jika ingin memeriksanya?

Apabila ingin memeriksanya, pengguna harus membuka “chrome: // flags” dan pilih opsi “Leak” untuk kemudian membuka “Password Leak Detection “. Setelahnya, pengguna bisa mengaktifkan fitur pendeteksi baru itu.

{Baca juga: Duh! Aplikasi Hotspot Bocorkan Password 2 Juta Jaringan Wi-Fi}

Chrome bukanlah  satu-satunya browser yang menawarkan fitur tersebut. Firefox buatan Mozilla juga menawarkan fitur serupa. Asal tahu saja, saat ini mayoritas pengguna menggunakan dua browser itu di internet.

Baru-baru ini, Google juga dilaporkan segera menambahkan tombol ke Chrome yang memungkinkan pengguna untuk menjeda atau memutar video dari tab apa pun. Fitur baru itu diketahui bernama Global Media Controls. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Salah Paham, Algoritma YouTube Malah Hapus Video Adu Robot

0

Telko.id, Jakarta Algoritma YouTube dinilai belum sempurna. Pasalnya, algoritma yang disematkan pada sistem moderasi video YouTube melakukan kesalahan dengan menghapus video adu robot.

Sekadar informasi, platform seperti YouTube adalah rumah bagi jutaan video. Artinya, akan menjadi tugas yang hampir mustahil bagi manusia untuk memoderasi semua konten di dalamnya.

Itulah sebabnya kenapa perusahaan menggunakan algoritma dan alat khusus untuk membantu secara otomatis mengidentifikasi jenis konten tertentu dan menandainya agar dihapus.

{Baca juga: Baru Seumur Jagung, Fitur YouTube Ini Pensiun Bulan Depan}

Konten tertentu yang dimaksud bisa berupa adegan grafik serta musik yang dilindungi hak cipta. Sayangnya, menurut laporan Ubergizmo, sistem tersebut ternyata bukanlah yang sempurna.

Dikutip Telko.id, Kamis (22/8/2019), algoritma yang disiapkan YouTube keliru mengira pertempuran antar-robot merupakan video kekejaman terhadap hewan.

Sebuah laporan Motherboard mengungkapkan bahwa beberapa saluran yang dijalankan oleh pesaing BattleBots menemukan bahwa video telah dihapus. Alasannya, video melanggar aturan.

YouTube memang melarang video yang mempertontonkan kekejaman terhadap hewan. Akan tetapi, dalam konten itu, tidak ada satu pun hewan yang diadu. Di sana hanya ada pertarungan antar-robot yang berbentuk hewan.

{Baca juga: Nonton Film Gratis dengan 4 Aplikasi ini, Dosa Tanggung Sendiri!}

YouTube kemudian mengembalikan video-video tersebut dan dalam sebuah pernyataan mengaku telah berbuat kesalahan. “Maklum, volume video di YouTube sangatlah besar,” ujar YouTube.

YouTube melanjutkan, setelah tahu ada kesalahan, perusahaan langsung bertindak cepat untuk mengembalikan video yang dihapus. YouTube bahkan menawari pengunggah untuk mengajukan banding. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Realme Mau Rilis Seri Baru Pekan Depan, Smartphone Gaming?

0

Telko.id, Jakarta – Realme kemungkinan besar bakal menambah lini baru dengan menghadirkan smartphone gaming dengan performa kelas atas. Pasalnya, baru-baru ini CMO mereka, Xu Qi Chase mengunggah teaser soal smartphone Realme terbaru yang bakal dirilis sebentar lagi.

Lewat media sosial Weibo, Chase membagikan foto Velociraptor sekaligus memberikan petunjuk soal produk baru mereka.

Ia mengatakan, perangkat baru ini akan menawarkan peningkatan kinerja dan akan memiliki kemampuan kamera yang lebih baik.

{Baca juga: Realme XT, Smartphone Pertama dengan Sensor Kamera 64MP}

Selain itu, Chase pun mengungkapkan bahwa smartphone Realme tersebut bakal memulai debutnya di minggu depan.

“Performa tinggi! Ambil foto terbaik! Ini adalah seri baru dari perangkat kami yang akan dirilis minggu depan,” katanya, seperti dikutip Telko.id dari Playfuldroid, Kamis (22/08/2019).

Menghadirkan smartphone gaming menjadi tebakan yang logis untuk Realme. Sebab, saat ini popularitas perangkat gaming mobile telah naik popularitasnya belakangan ini.

Bisa jadi, Realme mungkin akan menyematkan prosesor MediaTek Helio G90 atau G90T yang jadi SoC khusus smartphone gaming dengan harga yang “ramah di kantong”.

{Baca juga: MediaTek Perkenalkan Prosesor Khusus Smartphone Gaming}

Sekadar informasi, kedua SoC ini dibangun di atas proses fabrikasi 12nm FinFET, dan memiliki total delapan inti dengan kombinasi dua core Cortex-A76 dan enam core Cortex-A55s dengan clock-speed maksimum 2.05 GHz.

Prosesor ini juga memiliki GPU Mali-G76 yang memungkinkan smartphone yang menggunakannya bisa memiliki layar dengan dukungan HDR10 10-bit Color Depth dan mampu menopang RAM hingga 10GB LPDDR4X.

MediaTek Helio G90 Series punya teknologi bernama HyperEngine yang mampu meningkatkan performa smartphone ketika pengguna bermain game. Teknologi ini akan mengaktifkan berbagai fitur, seperti menggabungkan koneksi WiFi dan LTE untuk meningkatkan kekuatan sinyal. (FHP)

Sumber: Playfuldroid

Telkom dan Protelindo Siap Beli 3000 BTS Indosat

0

Telko.id – Niat Indosat ingin menjual BTS memang sudah sempat disampaikan oleh CEO Indosat yang lalu, Chris Kanter. Dia bilang, salah satu opsi pendanaan yang dipikirkan untuk mendapat dana segar adalah jual BTS. Nah, kini mulai terungkap lagi, bahwa Telkom dan Protelindo ikut dalam lelang penjual 3000 BTS Indosat.

Sayang, proses nya sampai di mana, masih belum ada informasinya secara lengkap dari Indosat.

“Pada dasarnya perusahaan terbuka terhadap semua opsi pendanaan. Pada saat ini kami lebih fokus untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan serta memberikan pengalaman terbaik baik pelanggan kami,” kataTurina Farouk, SVP Corporate Communication Indosat Ooredo beberapa waktu lalu.

Menurut kabar yang beredar, Indosat menawarkan dua skema pembelian yakni membeli sluruh Menara atau 1.000 menara.

Siapa saja yang berniat membeli BTS Indosat? Yang sudah terungkap adalah Telkom dan Protelindo. Telkom sendiri, menurut Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen, seperti dikutip dari CNN Indonesia sudah mengikuti proses penjualan Menara Indosat melalui anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

“Kami memang sedang ikut proses penjualan tower Indosat. Tentunya kalau memang Telkom Group yang dinyatakan pemenang akan masuk ke Mitratel,” katanya.

Tidak dsebutkan berapa besar yang dipersiapkan, namun ia menyebutkan perusahaan pelat merah itu menyiapkan belanja modal sebesar 27 persen dari pendapatan tahun 2018 sebesar Rp130,78 triliun. Itu berarti, perusahaan menyiapkan belanja modal sebesar Rp35,31 triliun. Persentase itu meningkat dibandingkan belanja modal tiap tahun di kisaran 25 persen.

Sedangkan Protelindo, menurut Direktur Protelindo, Indra Gunawan yang dihubungi Telko.id, mereka ikut dalam proses penjualan. “Yang dijual sebanyak 3100 menara,”ujarnya. Namun, lebih lanjut berapa besar dana yang dipersiapkan untuk pembelian ini atau proses nya seperti apa, Indra masih belum mau berkomentar tentang kegiatan tersebut. Alasannya, prosesnya masih berjalan.

Deal Street Asia mengutip sumber yang mengetahui rencana ini melaporkan, nilai yang diincar dari penjualan menara ini sebesar US$ 300 juta atau Rp 4,24 triliun (kurs Rp 14.138 per dollar AS).

Indosat menetapkan harga penjualan rata-rata US$ 100.000 – US$ 200.000 untuk satu unit menara. Kisaran harga ini tergantung dengan lokasi, masa sewa, dan aspek-aspek lain dari menara tersebut.

Sebagai informasi, tahun ini, ISAT mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 10 triliun. Mayoritas capex tersebut yakni sebesar 88% akan digunakan untuk mengembangkan jaringan 4G. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, saat masih menjabat Direktur Utama ISAT, Chris Kanter pernah mengatakan, penjualan menara BTS sebagai salah satu opsi pendanaan, di samping rights issue dan penerbitan obligasi.

Alasannya, pada 2019, ISAT masih akan terus mengembangkan jaringan 4G. Perusahaan ini ingin menambah sekitar 18.000 BTS 4G yang tersebar di 4.200 sites telekomunikasi, baik di Jawa dan luar Jawa. (Icha)

Realme XT, Smartphone Pertama dengan Sensor Kamera 64MP

0

Telko.id, Jakarta – Setelah menghadirkan Realme 5 dan Realme 5 Pro, Realme membuat kejutan dengan mengumumkan nama dari smartphone kamera 64MP mereka. Brand tersebut menyatakan, smartphone dengan kamera beresolusi besar itu akan bernama Realme XT.

Tak hanya itu saja kejutannya. Realme juga memutarkan lagi “Wake Me Up When September Ends” dari Green Day, yang memberikan petunjuk kalau Realme XT akan diumumkan pada Oktober mendatang.

Oleh Realme, smartphone ini dijuluki “64MP Quad Camera Xpert”. Pasalnya, Realme XT merupakan smartphone dengan kamera 64MP pertama di dunia.

{Baca juga: Mencoba Kemampuan Kamera 64MP Realme, Ini Hasil Fotonya}

Smartphone tersebut menggunakan sensor ISOCELL Bright GW1 buatan Samsung. Dikombinasikan juga dengan lensa ultra-wide, lensa Super Macro, dan lensa portrait sebagai konfigurasi kamera utamanya.

Dilansir dari GSMArena, Kamis (22/08/2019), diperkirakan smartphone ini bakal melenggang secara resmi pada awal Oktober mendatang. Dan, penjualan perdananya akan dilakukan pada 27 Oktober.

Realme 5 dan 5 Pro

Realme sendiri telah merilis Realme 5 dan Realme 5 Pro. Keduanya dibanderol dengan harga terjangkau, meski menawarkan beragam fitur dan spesifikasi handal serta mumpuni kepada penggunanya.

Realme 5 mengusung layar berukuran 6,5 inci dengan resolusi HD+ dan aspek rasio layar 20 : 9. Smartphone tersebut ditenagai oleh Snapdragon 664, RAM 3GB/4GB, storage 32GB/64GB/128GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh.

Realme menyematkan empat kamera belakang dan satu kamera depan untuk smartphone terbarunya. Masing-masing konfigurasinya adalah 12MP lensa utama, lensa ultra-wide 8MP, lensa 2MP macro, dan lensa depth. Sementara kamera depannya, 13MP.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Realme Terbaru}

Untuk versi Pro, punya layar berukuran 6,3 inci beresolusi Full HD+ dan aspek rasio 19,5 : 9. Prosesor Snapdragon 712 ditunjuk sebagai mesin utamanya, bersama dengan RAM 4GB/6GB/8GB, storage 64GB/128GB, dan baterai berkapasitas 4,035 mAh dengan dukungan VOOC 3.0.

Ia juga memiliki empat kamera utama dan satu kamera depan. Konfigurasinya 48MP lensa utama dengan sensor Sony IMX586, lensa ultra-wide 8MP, lensa 2MP macro, dan lensa depth. Sementara kamera depannya, 16MP.

Untuk harganya, Realme 5 dibanderol dengan harga INR 9,999 atau Rp 1,9 jutaan dan akan tersedia pada 27 Agustus mendatang. Sementara Realme 5 Pro, harganya INR 13,999 atau Rp 2,7 jutaan dan dijual resmi pada 4 September mendatang. (FHP)

Sumber: GSMArena

Baru Seumur Jagung, Fitur YouTube Ini Pensiun Bulan Depan

0

Telko.id, Jakarta – Google segera menghentikan salah satu fitur YouTube tak lama lagi. Fitur yang “dikorbankan” tersebut adalah fitur Messages yang tersematkan di tab Inbox di aplikasi YouTube.

Fitur ini segera pensium pada bulan depan atau 18 September mendatang. Hal tersebut bisa dipastikan setelah YouTube menampilkan pemberitahuan di bagian atas Inbox kepada pengguna.

Terdapat juga tombol “Learn More” di sampingnya yang memberikan informasi lebih lanjut soal hilangnya beberapa fitur penting dalam Messages yang akan hilang sebelum tanggal 18 September.

{Baca juga: Ikuti Tips YouTube, Wanita Ini Jadi Korban ‘Telur Meledak’}

“Setelah 18 September, Anda tidak lagi bisa mengirimkan pesan secara langsung di YouTube. Beberapa bagian dari fitur ini mungkin akan hilang sebelum tanggalnya, seperti berbagi video sebagai pesan,” jelas YouTube.

Apabila pengguna memiliki banyak pesan atau percakapan di dalamnya, mereka dihimbau untuk mengunduh salinan pesan di halaman bantuan Google. Halaman ini juga biasanya digunakan untuk mengunduh informasi dari layanan Google lainnya.

Bisa dibilang, umur fitur Messages hanya seumur jagung. Pasalnya, fitur tersebut baru diluncurkan di YouTube pada awal Agustus 2017 lalu. Dan di umurnya yang genap 2 tahun, Google malah menutupnya.

{Baca juga: Harganya “Wah”, Ini 5 Keunggulan Galaxy Note 10 dan Note 10+}

Ya, Google memang sudah biasa menghilangkan fitur atau menutup layanan yang tidak berjalan dengan baik. Fitur YouTube itu mungkin dinilai jarang digunakan oleh para penggunanya, karena mereka lebih memilih membagikan video via aplikasi chatting atau media sosial lainnya.

Bahkan bisa jadi, banyak pengguna yang tidak mengetahui kalau fitur ini ada, karena kurang populer. Jadi, apabila Anda menggunakannya, silakan mengunduh salinan pesan Anda segera ya! (FHP)

XL Tantang 12 Influencer di Digi Race Competition 2019

0

Telko.id, Jakarta Digi Race Competition 2019 resmi digelar XL Axiata. Tujuannya, untuk membuktikan kualitas jaringan 4G XL yang telah banyak dinikmati di banyak daerah Tanah Air.

Diungkapkan Group Head Customer and Brand Experience XL Axiata, Frinzy Zulkarnain, Digi Race Competition 2019 merupakan sebuah permainan berbasis digital.

Sambil bermain, nantinya para peserta akan berkunjung ke beberapa kota untuk merasakan secara langsung kualitas jaringan XL disana.

{Baca juga: XL Prediksi 5G akan Hadir di Indonesia Pada 2022}

“Digi Race adalah permainan interaktif, inovatif yang 100% digital base, dan peserta menggunakan jaringan XL Axiata,” kata Frinzy di Jakarta, Rabu (21/08/2019).

Ada 3 fokus kegiatan yang dilakukan yakni streaming video, video call games dan social media active yang diikuti oleh 12 influencer media sosial. Mereka semua harus menyelesaikan berbagai tantangan berupa kuis dengan pertanyaan-pertanyaan melalui video streaming di aplikasi Youtube, Spotify, Instagram, dan Netflix.

Kegiatan berlangsung selama 4 hari, antara ‪22-25 Agustus 2019‬ di 3 Kota yakni Surakarta, Surabaya dan Malang. Semua jenis tantangan mengharuskan peserta untuk mengakses layanan data dengan kapasitas besar seperti streaming video dan musik, mengunduh dan mengunggah foto dan video, juga memainkan games.

“Jadi mereka bisa melakukan polling di Instagram bagaimana caranya untuk melanjutkan game tersebut,” tutur Frinzy.

Sebelumnya, kegiatan yang sama telah digelar di 5 kota besar yakni, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan Medan pada Maret 2019 dengan diikuti oleh 50 peserta di masing-masing kota. Kegiatan tersebut berhasil menarik perhatian 3.5 juta orang lewat berbagai media sosial dan kanal digital.

Diharapkan dengan dilanjutkannya kegiatan ini dapat memberikan lebih banyak masukan sebagai acuan untuk terus melakukan perbaikan dalam rangka menjaga kualitas layanan XL Axiata di masa mendatang.

“Semua aktivitas digital oleh peserta atau dipantau secara khusus oleh tim network XL Axiata, untuk mengetahui kemampuan jaringan data yang sudah terfiberisasi di semua rute kompetisi,” pungkas Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya. (NM/FHP)