spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1023

Ilmuwan Jepang Temukan Fosil Dinosaurus Dewa Naga

0

Telko.id, Jakarta – Ilmuwan Jepang berhasil menemukan spesies dinosaurus baru. Spesies dinosaurus pemakan tumbuhan tersebut diberi nama “Kamuysaurus japonicus” atau Dewa Naga Jepang.

Dilansir Telko.id dari Japan Today pada Minggu (08/09/2019), penemuan bermula saat ditemukan fosil ekor di Jepang utara pada tahun 2013. Pengumpulan fosil dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Hokkaido Jepang dan ternyata fosil tersebut merupakan spesies baru dinosaurus.

Mereka memprediksi jika dinosaurus tersebut berukuran 8 meter, pemakan tumbuhan atau herbivora dan berusia 72 juta tahun. Menurut ilmuwan, dinosaurus ini masuk dalam spesies baru di famili Hadrosaurida. Diprediksi dinosaurus ini berkeliaran di Bumi pada akhir periode Cretaceous.

{Baca juga: Ngeri! T-Rex Raksasa Ditemukan di Kanada, Bobotnya Capai 8 Ton}

Usia hidup dinosaurus ini diprediksi sekitar 9 tahun dan memiliki berat 4 atau 5,3 ton tergantung apakah dia berjalan dengan dua kaki atau empat. Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal peer-review Inggris “Scientific Reports”

“Fakta bahwa dinosaurus baru ditemukan di Jepang berarti pernah ada dunia dinosaurus independen di Jepang atau di Asia Timur, dan proses evolusi independen,” kata pemimpin tim Yoshitsugu Kobayashi.

Kobayashi menilai jika  Dinosaurus Dewa Naga Jepang ini mungkin hidup di daerah pantai, yang merupakan habitat langka bagi dinosaurus pada waktu itu.  “Sangat jarang bahwa kerangkat dinosaurus dalam kondisi berkembang ini ditemukan di Asia Timur,” kata Kobayashi.

{Baca juga: Bikin Canggung, Pose Dinosaurus di Legoland Malaysia Viral}

“Karena Jepang memiliki banyak cadangan laut, lebih banyak dinosaurus diperkirakan akan digali di masa depan,” katanya.

Penelitian ini meningkatkan kemungkinan bahwa beberapa spesies dinosaurus lebih suka mendiami daerah dekat lautan, menunjukkan lingkungan garis pantai adalah faktor penting dalam diversifikasi dinosaurus dalam evolusi awal mereka. [NM/HBS]

Sumber: Japan Today

Tawan Pelajar China, Penculik Minta Uang Tebusan 80 Bitcoin

0

Telko.id, Jakarta – Ada peristiwa yang memilukan sekaligus unik. Pelajar asal China ditawan dan penculik meminta uang tebusan dalam bentuk 80 bitcoin atau USD$ 842 ribu atau Rp 11 miliar. Bagaimana akhirnya?

Dilansir Telko.id dari Nextshark pada Minggu (08/09/2019), pria tersebut bernama Ye Jingwang (20) yang sedang belajar di Australia. Sebelum peristiwa naas itu Jingwang terlihat sedang meninggalkan Apartemen di Hurstville, Sydney Australia pada 23 Agustus 2019.

Namun pada tanggal 24 Agustus 2019 ayah Jingwang menerima sebuah video yang memperlihatkan jika Jingwang sedang ditutup matanya dengan wajah berlumuran darah, News.com.au melaporkan.

{Baca juga: Bisnis Bitcoin, Pria Ini Dipenjara Dua Tahun}

Di negeri kangguru tersebut, Jingwang diculik dan orangtuanya harus membayar tebusan agar anaknya bebas. Tetapi bukan uang dollar atau Yuan yang mereka inginkan.

Para penculik meminta uang tebusan berupa 80 bitcoin dari keluarga dan memperingatkan mereka jika mereka gagal mematuhinya, Jingwang akan mengalami kecelakaan.

Dua hari kemudian, ayahnya pun kembali menerima video lain berupa adegan Ye Jingwang yang  memohon ayahnya untuk menyelamatkannya. Keluarga pun menyetujuinya. Alhasil Jingwang pun dibebaskan dan ditemukan disebuah tempat di Central Coast, Australia.

“Setelah investigasi yang ekstensif, pria itu ditemukan oleh polisi di Mooney Mooney di Central Coast negara bagian sekitar pukul 5.30 sore pada hari Minggu, 1 September 2019,” kata juru bicara kepolisian Pasukan Perampokan dan Kejahatan Berat atau Strike Force Galleghan.

“Sejak itu dia telah bersatu kembali dengan keluarganya. Tidak ada penangkapan atau dakwaan dilakukan pada tahap ini dan investigasi sedang berlangsung. Tidak ada informasi lebih lanjut, ”lanjut juru bicara itu.

{Baca juga: Transaksi Bitcoin Ternyata Penuh Tipuan, Kok Bisa?}

Ada spekulasi yang menyatakan bahwa Ye Jingwang bisa menjadi salah satu dari banyak korban dari penculikan palsu. Kejahatan tersebut sebuah penipuan baru yang menargetkan komunitas China di Australia. [NM/HBS]

Sumber: Nextshark

WhatsApp Call Bisa Lewat Google Assistant

0

Telko.id, Jakarta – Tak lama lagi Anda akan bisa melakukan panggilan telepon dan video call WhatsApp dengan menggunakan Google Assistant. Kemampuan ini kabarnya sudah digulirkan Google di beberapa negara.

Saat ini para pengguna WhatsApp sudah bisa mengirimkan pesan chat dengan bantuan Google Assistant. Tapi rupanya Google tidak berhanti sampai disitu saja, karena fitur baru akan ditambahkan pada update terbaru yang sudah digulirkan.

{Baca juga: WhatsApp Web, Cara Pakai dan Trik Memaksimalkannya}

Kemampuan baru yang ditambahkan tersebut adalah kini Anda bisa meminta asisten digital Google untuk melakukan panggilan telpon dan juga video WhatsApp. Untuk menggunakannya juga kurang lebih mirip seperti saat Anda mengirimkan pesan WhatsApp.

Ya, untuk memakai fitur baru di Google Assistant ini, Anda tinggal memberikan kata perintah. Seperti misalnya saat ingin membuka WhatsApp Video, Anda bisa mengatakan: “Hey Google, WhatsApp Video ….”.

Begitupun saat Anda ingin melakukan panggilan telepon, Anda hanya perlu memberikan perintah dengan mengatakan: “Hey Google, WhatsApp Call …”.

Kemampuan ini tentu saja menjadi kabar menggembirakan bagi pengguna WhatsApp, karena bisa lebih memudahkan saat ingin berkomunikasi disaat kondisi kita sedang tidak memegang ponsel. Seperti misalnya pada saat mengendarai mobil.

{Baca juga: Selain Suara, Google Assistant Bisa Pindai Wajah Pengguna}

Sayangnya, fitur baru ini nampaknya belum digulirkan untuk Indonesia. Karena pada saat Tim Telset ingin mencobanya, fitur ini masih belum dapat digunakan. Kita tunggu saja kehadiran fitur ini masuk ke Indonesia. [HBS]

 

Begini Cara Tetap Fokus Kerja Tanpa Terganggu Smartphone

0

Telko.id, Jakarta – Kurang lebih sekitar satu dekade, smartphone telah menembus semua bidang dalam kehidupan manusia, termasuk di tempat kerja. Batas antara waktu kerja dan waktu pribadi kini telah kabur. Lantas, bagaimana caranya agar bisa kerja tanpa terganggu smartphone?

Gangguan bukan hanya karena bos sering mengirim email atau pesan setelah hari kerja berakhir, namun juga karena karyawan menghabiskan begitu banyak waktu di smartphone mereka saat bekerja, baik untuk chatting, buka media sosial, atau bahkan banyak yang bermain game online.

{Baca juga: 3 Dampak Negatif Terlalu Sering Pakai Ponsel}

“Fragmentasi kehidupan sehari-hari ini menyebabkan produktivitas berkurang, akibat gangguan permanen,” kata profesor psikologi Christian Montag, yang meneliti masalah ini di University of Ulm di Jerman.

Rata-rata, orang menghabiskan sekitar dua setengah jam sehari untuk membuka smartphone mereka, tentu saja ini tidak terjadi selama jam kerja. “Sebagian besar waktu mereka ada di Facebook, Instagram dan media sosial lainnya,” kata Montag.

Mereka dipicu untuk melakukannya karena takut ketinggalan atau disebut dengan istilah FOMO. Untuk mencegah ketakutan ini muncul, masuk akal untuk menetapkan batas waktu penggunaan ponsel cerdas di kantor.

Untuk mengatasi masalah ini, konsultan organisasi Gabriele Thies menyarankan agar sebaiknya anda memeriksa email dan pesan pribadi pada waktu-waktu tertentu, misalnya di pagi dan sore hari.

Selain itu, sebaiknya anda menjawab pesan dengan segera jika benar-benar diperlukan. Jika pesan tersebut tidak begitu penting, biarkan sampai nanti.

Anda juga disarankan untuk mematikan semua pemberitahuan ponsel ketika sedang bekerja, baik nada dering serta pesan masuk. Sebaiknya, letakan ponsel di meja dengan posisi menghadap ke bawah atau di saku, bahkan jika memungkinkan, harus dimatikan.

“Orang yang berkomunikasi dengan Anda di lingkungan kerja dapat diminta untuk berkomunikasi terutama melalui nomor telepon kantor atau email,” kata Thies.

Keluarga dan teman-teman kita bahkan juga dilarang menghubungi selama jam kerja kecuali dalam keadaan darurat.

{Baca juga: Apakah Anda Mengidap Nomophobia alias Kecanduan Smartphone?

“Karyawan tidak boleh mengirim pesan sendiri, sebab akan ada lebih sedikit respons selama jam kerja,” kata Thies.

Tapi di zaman sekarang, pertanyaan yang muncul adalah, apakah Anda bisa melakukannya?

Sumber: The Star

 

Jago Coding, Bocah 13 Tahun Ini Punya Penghasilan Rp 168 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Di zaman serba canggih seperti sekarang ini, ada banyak peluang usaha yang dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar. Seperti yang dilakukan bocah asal Malaysia bernama Muhammad Akmal Hazim yang punya penghasilan ratusan juta rupiah karena jago coding.

Bocah berusia 13 tahun ini berhasil membangun perangkat lunaknya sendiri, dan berhasil memperoleh pendapatan RM 50.000 atau sekitar Rp 168. 582.500 dalam setahun. Ia juga mendapat 400 klien hanya dalam satu tahun.

{Baca juga: Bos Apple Ajak Anak-anak Belajar Coding Sejak Dini}

Benchpoint.io, website yang dibuat oleh Akmal, menyediakan solusi uji kecepatan jarak jauh dan sistem pembandingan internet. Dengan perangkat lunaknya, klien dapat melakukan tes kecepatan pada server yang mencakup pengujian beban yang dapat ditangani server.

Software ini memungkinkan klien untuk memprediksi kemampuan server mereka untuk menangani trafic yang besar.

Seperti dilansir The Borneo Post, Akmal menjelaskan ide di balik pembuatan perangkat lunak itu terinspirasi setelah ia melihat salah satu kliennya harus membuang waktu bolak-balik ke layar untuk memantau server.

“Jadi yang saya buat adalah perangkat lunak yang harus anda instal, salin dan tempel kode ke server dan setelah itu, Anda dapat mengelola tes kecepatan dari antarmuka web.”

Ke depan, Akmal berencana untuk membuat platform untuk Malaysia, yang bertujuan mengurangi latensi dan meningkatkan kecepatan internet sambil menghindari downtime.

{Baca juga: Robot Mungil Ini Bisa Ajari Anak-anak Cara Coding}

Kita semua pasti sangat senang melihat anak muda jenius semacam ini. Semoga, kesuksesannya juga ditiru oleh anak-anak muda di Indonesia. [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

Lagi, Jaksa Agung AS Selidiki Dugaan Kasus Monopoli Facebook

0

Telko.id, Jakarta – Jaksa Agung dari berbagai negara di Amerika Serikat (AS) melakukan penyelidikan dugaan kasus monopoli yang dilakukan Facebook. Mereka menyelidiki apakah raksasa jejaring sosial itu melanggar undang-undang anti monopoli AS atau tidak.

Dilansir Telko.id dari The Verge pada Sabtu (06/09/2019), tim Jaksa berasal dari Colorado, Florida, Lowa, Nebraska, North Carolina, Ohio, Tennessee dan District of Columbia. Penyelidikan dipimpin langsung oleh Jaksa Agung AS, Letitia James.

{Baca juga: Dianggap Monopoli, Pendiri Facebook Kritik Mark Zuckerberg}

“Bahkan platform media sosial terbesar di dunia harus mengikuti hukum dan menghormati konsumen. Saya bangga memimpin koalisi  jaksa agung dalam menyelidiki apakah Facebook telah menghambat persaingan dan membuat pengguna dalam bahaya,” kata James.

Fokus penyelidikan yakni pada dua hal yakni dugaan praktik monopoli serta penyalahgunaan data pengguna yang dilakukan Facebook.

“Apakah Facebook “membahayakan data konsumen, mengurangi kualitas pilihan konsumen, atau meningkatkan harga iklan,” tambah James.

Penyelidikan ini menambah daftar kasus hukum yang dialami perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu. Baru-baru ini mereka sudah harus membayar denda hingga USD$ 5 Miliar atau Rp 70,3 Triliun oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat. Hingga kini Facebook tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya Inggris juga melakukan penyelidikan serupa. Komisi Persaingan Usaha Inggris dilaporkan sedang menginvestigasi platform online dan iklan digital. Yang mengejutkan, mereka memprioritaskan penyelidikan terhadap Google dan Facebook.

Menurut laporan CNET, dikutip Telko.id, Jumat (5/7/2019), Maret 2019 lalu juga dilakukan investigasi di Eropa dan menghasilkan keputusan berupa denda USD 1,7 miliar untuk Google gara-gara persoalan iklan.

{Baca juga: Inggris Investigasi Google dan Facebook Terkait Monopoli Iklan}

Komisi Eropa mengatakan, Google melakukan praktik monopoli dengan menerapkan pembatasan iklan di situs pihak ketiga bagi para kompetitor. Google dinilai telah melanggara ketentuan persaingan usaha.

Berdasarkan penelitian Komisi Persaingan Usaha Inggris, Google dan Facebook dicecar dengan tiga pertanyaan.  Satu di antaranya terkait kemungkinan konsumen bisa mengontrol data yang dikumpulkan platform online. [NM/HBS]

Sumber: The Verge

Google Kembangkan Teknologi AI untuk Pantau Perilaku Bayi

0

Telko.id, Jakarta – Inovasi teknologi terus dilakukan Google. Ada kabar jika Google ingin mengembangkan sistem dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk melacak perilaku bayi, termasuk tanda-tanda ketika bayi ingin menangis.

Dilansir Telko.id dari Digital Trends pada Sabtu (07/09/2019), teknologi yang dikembangkan Google ini akan menggabungkan monitor berkamera pemantau dengan teknologi AI.

{Baca juga: Bayi di Bekasi Dinamai “Google”, Artinya Bikin Terinspirasi}

Monitor dengan sistem kecerdasan buatan itu akan melacak mata dan gerakan bayi serta suara untuk mengingatkan orang tua jika muncul prilaku tak biasa yang dilakukan bayi.

Kamera juga dapat mencari tanda-tanda ketidaknyamanan yang tidak akan terdeteksi oleh monitor audio tradisional. Bayi yang bergerak lebih dari biasanya mungkin karena suasana lingkungan terlalu panas atau terlalu dingin.

Teknologi ini juga memantau kedua mata dan gerakan bayi, sehingga bisa melacak bayi sedang bangun atau tertidur atau mencoba keluar dari tempat tidur bayi. Semua fitur tersebut dapat dikaitkan dengan aplikasi yang mengirimkan pemberitahuan kepada orang tua di smartphone atau tablet.

Teknologi tersebut telah mendapatkan paten pada Kamis (05/09/2019) dan akan menjadi perluasan dari Google Nest. Selama ini teknologi pengawasan bayi hanya sekedar memantau suara.

Itu sebabnya, teknologi dari Google ini menjadi inovasi baru karena dapat lebih akurat untuk memperingatkan orang tua ketika bayi mulai bergerak atau menangis.

Sebelumnya, Bosch menciptakan kereta bayi listrik dengan sensor canggih. Kereta dorong listrik buatan Bosch dilengkapi pula dengan sensor bawaan untuk alasan keamanan. Fungsinya untuk mendeteksi kejadian-kejadian yang membahayakan.

{Baca juga: Bosch Ciptakan Kereta Bayi Listrik dengan Sensor Canggih}

Sebagai misal, jika Anda mendorong kereta bayi tersebut ke jalan menurun, sensor bawaan akan membantu sistem pengereman guna mencegah insiden tak diinginkan. Ketika Anda pergi ke atas bukit, sensor berguna untuk membantu menjaga kereta dorong agar tetap di jalur. [NM/HBS]

Sumber: Digital Trends

Kreatif! Wanita Ini Tambal AC Bocor Pakai Popok Bayi

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah peristiwa unik bisa menjadi viral di media sosial. Contohnya aksi kreatif seorang wanita yang menambal kebocoran mesin pendingin ruangan atau AC dengan popok bayi. Seperti apa caranya?

Dilansir Telko.id dari World of Buzz pada Sabtu (06/09/2019), wanita asal Taiwan ini membagikan ide kreatifnya di media sosial Weibo, untuk menghentikan air yang menetes di pendingin ruangan saat malam hari.

Wanita itu mengatakan bahwa pendingin udara mulai bocor di tengah malam, dan dia khawatir, karena komputernya ditempatkan tepat di bawah pendingin udara.

{Baca juga: Viral! Dikirimi Link Situs Pornhub dari Mahasiswanya, Dosen Ini ‘Kepo’}

Dia takut air yang bocor akan merusak komputernya dan harus dengan cepat memikirkan cara untuk menghentikan kebocoran. Idepun muncul. Dia memutuskan untuk menggunakan popok ukuran XXL milik anaknya dan menempelkannya di atas AC-nya.

Bahan penyerap popoknya pun dihadapkan ke arah AC supaya bisa menyerap air. Netizen lain yang melihat posting itu terhibur dengan metode tidak konvensionalnya untuk menghentikan kebocoran dan mengatakan bahwa popok itu sangat berguna.

Memang banyak aksi kreatif yang terjadi di rumah tangga, salah satunya trik mata panda untuk mengurangi kecanduan game. Trik ini mulai viral ketika munculnya foto seorang gadis kecil dengan “mata panda” beredar di media sosial.

{Baca juga: Viral! Orang Tua Hentikan Anak Main HP Pakai “Mata Panda”}

Mereka ingin menghentikan kebiasaan buruk putrinya dengan cara unik ini. Trik ini bermula ketika sang ibu memakaikan eyeshadow hitam di sekitar mata putrinya ketika tidur, sehingga seolah mirip mata panda.

Ketika gadis kecil ini terbangun, ia sangat ketakutan dan menangis saat melihat dirinya di cermin. Sang ibu langsung memperingatkannya agar tidak terlalu banyak menggunakan smartphone. [NM/HBS]

Sumber: World of Buzz

Gagal Mendarat di Bulan, Pesawat Antariksa India Hilang Kontak

0

Telko.id, Jakarta – Usaha India untuk menjadi negara keempat yang mendarat di Bulan mengalami hambatan. Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) kehilangan kontak dengan pesawat Lander Chandrayaan-2 Vikram yang akan mendarat ke Bulan.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Sabtu (07/09/2019), ISRO kehilangan kontak dengan Chandrayaan-2 Vikram ketika pesawat tersebut berada diketinggian 2,1 km di atas permukaan bulan.

Badan antariksa India itu pun sedang menganalisis data yang tersedia, dan memprediksi jika pesawat ruang angkasa Chandrayaan-2 masih dalam orbit.

Hingga saat ini belum dapat dijelaskan bagaimana nasib pesawat tersebut. Namun jika misi ini gagal maka ini adalah kasus kegagalan kedua sebuah negara ingin menjajaki bulan, setelah sebelumnya pesawat bernama Beresheet milik Israel jatuh setelah mencoba mendarat di Bulan.

Sampai saat ini baru Amerika Serikat, Rusia, dan China yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasanya di bulan. Israel mencoba jadi negara keempat yang mendarat di bulan lewat pesawat ruang angkasa Beresheet pada April lalu, tapi gagal.

India sendiri ingin menjadi negara keempat yang berhasil mendarat ke bulan, namun hingga kini belum jelas nasib pesawat mereka.

{Baca juga: Siapa Pesaing Terberat AS untuk Misi Pendaratan di Bulan?}

Sebelumnya, seperti dilansir Space.com, pesawat ruang angkasa India berhasil membawa reflektor pertama ke bulan sebagai bagian dari misi Chandrayaan-2, Senin (22/7/2019) lalu.

Peluncuran tersebut dilakukan oleh ISRO, dengan meluncurkan reflektor kecil baru ke kutub selatan bulan.

“Beratnya hanya 1 ons atau sekitar 22 gram dan dapat dilihat dari orbit bulan,” kata Simone Dell’Agnello, ketua eksekutif teknologi di  Institut Nasional untuk Fisika Nuklir-Frascati National Labs di Italia, dikutip Telko.id, Minggu (28/7/2019).

{Baca juga: Ikuti Jejak Misi Apollo, India Kirim Reflektor ke Bulan}

Reflektor kecil itu disebut mikroreflektor. Menurut Dell’Agnello, retoflektor generasi berikutnya akan jauh lebih ringan dan padat ketimbang yang digunakan oleh para astronot misi Apollo 11, Apollo 14, maupun Apollo 15. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Kocak! Pria Ini Tangkap ‘iPhone Terbang’ di Atas Roller Coaster

0

Telko.id, Jakarta – Semuel Kempf tidak menyangka keberuntungan justru hadir di wahana hiburan. Pria asal Selandia baru tersebut berhasil “ketiban rezeki” karena berhasil menangkap iPhone X ketika dirinya sedang menaiki Roller Coaster.

Dilansir Telko.id dari Gizmondo pada Sabtu (07/09/2019), kejadiannya di Taman Hiburan Port Aventura Spanyol, pada bulan Agustus 2019 lalu. Kemudian dirinya bersama kawan-kawan naik Roller Coaster yang cukup ekstrem bernama Shambhala.

Perlu diketahui jika Shambhala memiliki kecepatan tertinggi 80 mil per jam atau 128,7 km per jam, sehingga perlu nyali cukup besar untuk menaiki wahana tersebut.

Kempf pun naik tanpa firasat apapun. Tetapi ketika Roller Coaster sedang berada di atas ketinggian, Kempf tanpa sengaja melihat iPhone X melayang. Lalu dengan sigap dirinya pun berhasil menangkapnya.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Apple Terbaru}

Ternyata iPhone X tersebut merupakan milik penumpang Roller Coaster lain. Usai permainan berakhir, Kempf pun memberikan iPhone X kepada pemiliknya. Dalam wawancaranya, Kempf mengatakan bahwa pemilik iPhone itu sempat tidak percaya jika ponselnya selamat.

“Dia sangat terkejut dan senang pada saat yang sama. Dia memberi saya pelukan dan berkata dia akan membayar tiket saya,” tutur Kempf.

Kempf lalu mengunggah video aksi penyelamatannya di YouTube pada Rabu (04/09/2019) lewat akun Youtube sirsammy 15. Hasilnya video telah ditonton sebanyak 3,2 juta kali, 16 ribu likes dan 1072 komentar. Hal ini cukup fantastis mengingat subscribers channel sirsammy 15 hanya 370 orang saja.

{Baca juga: Berhari-hari di Dasar Danau, Kondisi iPhone X Ini Bikin Kaget}

Kasus mengenai iPhone X sempat menjadi ramai juga pada Agustus 2019 lalu. Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (14/08/2019), belum lama ini tim penyelam di Inggris menemukan iPhone X yang telah beberapa hari berada di dasar danau dalam kondisi hidup.

Sumber: Gizmodo