spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1022

15 Ribu Nelayan Sudah Gunakan Apliksi Laut Nusantara

0

Telko.id – Indonesia memiliki perairan seluas 3.257.483 km persegi. Sangat luas. Jadi wajar jika banyak nelayan yang mencari ikan dilaut. Kini dengan aplikasi Laut Nusantara, Nelayan akan lebih mudah menemukan ikan sehari-harinya. Tercatat, aplikasi ini sudah digunakan oleh 15 ribu pengguna aktif.

Yang menggembirakan, aplikasi ini bukan hanya digunakan oleh nelayan yang sudah mendapatkan sosialisasi penggunaanya saja, tetapi banyak juga yang sudah menguduh secara mandiri.

“Tentu ini fenomena yang sangat menggembirakan karena kami dan BROL memang membangun aplikasi ini untuk meningkatkan produktivitas nelayan Indonesia. Hal ini juga berarti bahwa masyarakat nelayan Indonesia semakin menyadari arti penting keberadaan teknologi digital untuk membantu produktivitas mereka,” ungkap Yessie D Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata menjelaskan.

Hal itu juga yang membuat XL Axiata terus meningkatkan dan memaksimalkan manfaat penggunaan aplikasi tersebut melalui pengembangan fitur-fitur baru layanan yang dapat digunakan nelayan untuk mendukung aktifitas nya.

Selain fitur yang mampu menunjukkan lokasi keberadaan ikan, rata-rata nelayan pengguna aplikasi Laut Nusantara juga memanfaatkan penuh panduan keselamatan melaut yang diberikan. Panduan ini berupa data-data perkiraan cuaca, terutama mengenai kecepatan dan arah angin, juga tinggi gelombang.

Data-data kondisi alam tersebut bahkan disertai lokasinya. Dengan begitu, sebelum nelayan berangkat melaut, mereka sudah bisa memperhitungkan resiko keselamatan yang akan dihadapi di laut.

Untuk memaksimalkan manfaat aplikasi Laut Nusantara, XL Axiata terus menambah fitur-fitur baru yang dibutuhkan nelayan. Fitur yang paling baru adalah navigasi ke titik tangkapan ikan. Fitur ini seperti penunjuk jalan yang aman menuju lokasi ikan dengan mempertimbangkan antara lain keberadaan karang dan berbagai penghalang di laut. Fitur ini akan sangat berguna bagi nelayan yang melakukan pekerjaannya di malam hari yang gelap dan tidak semua karang atau pulau kecil dilengkapi dengan mercusuar.

Dengan menggunakan fitur ini, sebelum berangkat nelayan juga akan bisa memperhitungkan jarak tempuh yang kemudian bisa memperhitungkan kebutuhan BBM. Persediaan BBM saat di tengah laut sangat penting. Selain akan bisa mendukung usaha menangkap ikan,  persediaan BBM juga menyangkut keselamatan karena perubahan cuaca di laut juga bisa terjadi sangat cepat. BBM yang mencukupi akan memungkinkan seorang nelayan menghindari cuaca buruk yang mengancam keselamatannya.

Fitur baru selanjutnya adalah panggilan darurat. Dengan fitur ini, seorang nelayan bisa mengirimkan informasi kondisi darurat atau SOS yang dihadapinya kepada admin Laut Nusantara melalui fitur chat. Admin Laut Nusantara selanjutnya akan meneruskan informasi ini kepada pihak berwenang dalam keselamatan di laut, juga kepada nelayan lain yang ada di sekitar lokasi. Fitur-fitur lainnya berupa tanya jawab mengenai hal-hal yang paling sering ditanyakan dalam penggunaan aplikasi Laut Nusantara, satelit view, serta review dari nelayan mengenai akurasi data lokasi keberadaan ikan.

Serangkaian dengan acara di Bali ini, XL Axiata juga kembali melakukan sosialisasi pemanfaatan aplikasi Laut Nusantara kepada masyarakat nelayan di 3 Desa (Desa Yeh Kuning, Kecamatan Melaya dan Desa Perancak) Kabupaten Jembrana Bali. Kali ini XL Axiata mendapatkan dukungan dari PT Profesional Telekomunikasi Bersama (Protelindo) berupa 150 smartphone sebagai bentuk bantuan kepada nelayan. Sudah termasuk dalam paket ini kartu perdana Axis dengan paket data 1 GB dan free call antar pengguna Axis dan XL. Kedua pihak sepakat untuk mendukung produktivitas nelayan Indonesia di berbagai daerah.

Aplikasi Laut Nusantara pertama kali diluncurkan oleh XL Axiata pada 29 Agustus 2018. Hingga saat ini sosialisasi langsung oleh tim XL Axiata telah dilakukan kepada masyarakat nelayan di 19 daerah di berbagai wilayah di Indonesia. XL Axiata mentargetkan, hingga akhir tahun nanti diharapkan akan ada sekitar lebih dari 20 ribu nelayan memanfaatkannya.

Ke-19 daerah tersebut adalah Nunukan, Muara Gembong Bekasi, Serang, Pandeglang, Indramayu, Kenjeran dan Greges  di Surabaya, Banyuwangi, Situbondo, Sendang Biru di Malang, Prigi di Trenggalek, Perancak dan Pekutatan di Jembrana Bali, Lombok Tengah, Pengambengan, Sanur, Gianyar, Pangandaran dan Cilincing Jakarta.

Program sosialisasi akan terus dilakukan di sepanjang tahun 2019 ini. Selain mendatangi langsung setiap lokasi sentra nelayan, XL Axiata juga memanfaatkan media sosial YouTube untuk membagikan cara penggunaan aplikasi Laut Nusantara melalui video tutorial. Dengan demikian, masyarakat nelayan di mana pun bisa secara mandiri mengakses aplikasi ini tanpa perlu menunggu sosialisasi tatap muka.

Kini Supir Tanki Pertamina Ngantuk pun Akan Terdeteksi IoT Telkomsel

0

Telko.id – Internet of Things memang bisa digunakan untuk berbagai hal. Kalau untuk deteksi keberadaan kendaraan sudah ada yakni mengawinkan IoT dengan GPS. Kini salah satu yang baru dikembangkan oleh Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga adalah meningkatkan masalah keamanan. Dimana yang dideteksi adalah perilaku supir pengakut BBM.

“Kami sangat mengedepankan masalah safety. Terlebih, truk pengakut BBM yang akan membahayakan orang banyak jika terjadi sesuatu. Jadi, perilaku pengemudi juga menjadi penting,” ungkap Nina Sulistyowati, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, saat penandatanganan MOU dengan Telkomsel di Jakarta (02/08).

Dengan kerjasama dengan Telkomsel ini, menurut Nina ternyata bisa melihat atau mendeteksi perilaku pengemudi ini. Apakah sedang fresh, mengantuk, menguap atau lainnya. Semua bisa dilihat dari pendeteksi wajah.

Fasilitas itu, termasuk dalam solusi IoT Telkomsel yang namanya, Telkomsel FIeetsight. Dalam kesepakatan yang dilakukan oleh operator plat merah ini bersama dengan Pertamina Patra Niaga adalah untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi lebih dari 1.800 unit kendaraan tangki BBM.

Solusi IoT ini difokuskan untuk aset-aset bergerak, termasuk memonitor dan mengontrol armada. Fleetsight akan menggunakan perangkat telematika berbasis satelit yang diintegrasikan dengan berbagai jenis sensor atau peralatan tambahan pada kendaraan.

Teknologi ini diklaim mampu merekam semua paramater mobilitas aset sekaligus menyediakan informasi kepada pengguna. Baik dalam bentuk insight maupun data, seperti pilihan rute, jam operasional kendaraan, perilaku mengemudi, hingga mengukur batas kecepatan.

Data-data tersebut juga dikombinasikan dengan rule dan alert yang mampu memberikan peringatan secara real-time ketika terjadi pelanggaran standard operasional.

Misalnya melebihi kecepatan, beroperasi di luar jadwal, melintasi rute yg bukan seharusnya, temperatur kerja komponen-komponen kritikal melebihi standard, dan lain-Iain.

Berbekal sistem dengan kecerdasan buatan, Fleetsight di truk tangki Pertamina juga bisa mendeteksi saat pengemudi mengantuk, merokok atau hal-hal lainnya yang melanggar aspek keselamatan. (Icha)

20 September, Untitled Goose Game Rilis di Mac & Windows PC

0

Telko.id, Jakarta  – Anda tidak perlu menunggu lebih lama untuk mendatangkan malapetaka berbulu di Untitled Goose Game. Pasalnya, House House telah mengumumkan bahwa games tersebut akan rilis pada 20 September 2019 nanti di perangkat Mac dan Window PC.

House House menyatakan bahwa dalam waktu dekat judul game tersebut akan tersedia di Mac dan Windows PC melalui Epic Games Store serta Switch pada 20 September 2019 mendatang.

{Baca juga: 3 Game Klasik Resident Evil akan Hadir di Nintendo Switch}

Menurut laporan Engadget, House House menjual game tersebut seharga USD 20. Anda bisa mendapatkan harga lebih murah, yakni USD 15, jika membelinya saat momen peluncuran.

Untitled Goose Game adalah game siluman yang dikembangkan oleh House House. Dalam Pemain mengendalikan angsa untuk menghadapi serangkaian tantangan guna mengganggu manusia.

Angsa tersebut tak hanya dapat berjalan, tetapi juga membunyikan klakson, mengepakkan sayapnya, dan meraih barang-barang. Ia bahkan dapat berinteraksi dengan benda dan orang.

{Baca juga: Epic Games Store Kini Sudah Ada Fitur Cloud Save}

Tugas-tugasnya sering berinteraksi dengan karakter yang tidak dapat dimainkan. Permainan ini terstruktur. Pemain dapat bergerak dari satu area ke area lain dengan menyelesaikan tantangan.

House House mengutip Super Mario 64 sebagai inspirasi awal untuk jenis permainan yang akan mereka garap. Mereka ingin pemain mengendalikan karakter yang dapat tampil secara 3D. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

Ada Delapan Game Indie Baru di Epic Games Store

0

Telko.id, Jakarta  –  Epic Games Store telah mengumumkan bahwa delapan game indie baru akan tersedia secara eksklusif. Game itu akan menjadi bagian dari PAX West 2019 Showcase.

Dari delapan game tersebut, terdapat judul yang sangat dinanti-nantikan seperti Ooblets dan Wattam. Epic Games Store sepertinya akan melanjutkan strategi untuk mendapatkan hak eksklusif.

{Baca juga: Epic Games Store Kini Sudah Ada Fitur Cloud Save}

Menurut TechRadar, Epic Games melakukannya dalam upaya memenangkan pelanggan dari toko pesaing seperti Steam. Kebiasaan layanan toko games online ini membuat game eksklusif pernah kontroversial.

Kala itu, mereka menghadirkan beberapa game, seperti Metro Exodus. Gam tersebut dibuat eksklusif untuk layanan toko game-nya,  bahkan setelah preorder diambil di toko-toko saingan.

Ooblets adalah game pertanian yang terlihat lucu yang mendorong pemain untuk bertani, tumbuh, dan melatih ooblet, serta menjelajahi dunia Oob dan menghadapi pelatih lain dalam pertempuran.

Pembuat Ooblets mengumumkan eksklusivitas Epic Games Store pada awal tahun ini. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa pengumuman tersebut disambut dengan banyak permusuhan.

Semoga semuanya akan sedikit tenang sekarang. Pengumuman tentang lebih banyak lagi Epic Games Store tidak akan memicu tingkat kemarahan yang sama.

Sebelumnya juga sudah dikonfirmasi bahwa fitur cloud save sedang diluncurkan untuk “beberapa game baru.” Implementasi secara lebih luas dari fitur ini terletak di kartu.

{Baca juga: Epic Games Blokir Pengguna yang Ngeborong Game, Kenapa?}

Cloud saves memberi para pemain banyak kenyamanan. Mereka dapat dengan mudah mengunggah progres game ke cloud dan kemudian mengakses save game itu kapan pun sesuai keinginan di perangkat apa pun.

Fitur tersebyt membuatnya jauh lebih mudah untuk beralih antar perangkat karena pemain selalu memiliki ketenangan pikiran bahwa kemajuan permainan mereka tidak akan hilang selama beraktivitas.[BA/HBS]

Sumber: Techradar

Lakukan Perbaikan, BTS Telkomsel di Papua Pulih 98%

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel terus melakukan perbaikan jaringan usai kerusuhan yang terjadi di Jayapura, Papua beberapa waktu lalu. Saat ini perangkat Base Transceiver Station  atau BTS Telkomsel sudah pulih 98% sehingga minggu ini layanan telepon dan SMS akan kembali normal.

Menurut GM External Coorporate Communication Telkomsel, Aldin Hasyim, bahwa saat hanya tinggal sekitar 2% BTS Telkomsel yang masih rusak, atau yang sudah pulih 98%.

{Baca juga: Kantor Dibakar Massa, Telkom Group Amankan Aset di Jayapura}

Aldin menambahkan, bahwa perusahaan saat ini terus melakukan perbaikan dan berusaha agar minggu ini layanan telepon dan SMS bisa kembali normal.

“Tinggal 2% BTS kita yang masih putus, tapi hari ini dan besok itu sudah disolusikan. Mudah-mudahan di akhir minggu ini sudah 100% BTS bisa up lagi ya, tapi untuk voice dan SMS. Kalau untuk internet masih diblokir,” kata Aldin di Telkomsel Smart Office Jakarta, Senin (02/09/2019).

Pada kesempatan tersebut Aldin juga menceritakan penyebab terputusnya layanan Telepon dan SMS di Jayapura. Berdasarkan identifikasi ternyata penyebab putusnya layanan karena terjadi kebakaran jaringan fiber optik di distrik Abepura, Kabupaten Jayapura.

“Kemarin itu ada fiber optik  yang memang terbakar. Kabel optiknya di darat yaitu di Abepura. Jadi Abepura itu yang menyebabkan kota Jayapura kemarin ada yang terputus akibat kena api,” jelasnya.

Saat ini Telkomsel juga terus melakukan perbaikan BTS serta jaringan optik yang terbakar. Namun karena faktor keamanan, perbaikan hanya bisa dilakukan siang hari dengan pengawalan dari aparat keamanan seperti TNI dan Polri.

{Baca juga: Massa Demo Ricuh, Kantor Telkom Jayapura Dibakar}

“Sekarang lagi proses pembenaran. Cuma kalau malam kita gak bisa karena beresiko. Jadi siang hari baru kita jalan dan dikawal oleh temen-temen TNI dan Polri. Semoga 1-2 hari ini bisa beres dan mudah-mudahan di awal minggu ini bisa up,” tutup Aldin. [NM/HBS]

Rilis Ulang World of Warcraft Classic Untungkan Activision Blizzard

0

Telko.id, Jakarta  – Penerimaan awal untuk versi rilis ulang video game klasik menunjukkan potensi pertumbuhan harga saham Activision Blizzard Inc. Judul-judul baru dari waralaba utama juga memperkuat pandangan perusahaan.

Surat kabar keuangan AS mengatakan bahwa World of Warcraft Classic merilis kemasan ulang edisi pertama dari permainan online yang sangat populer pada tahun 2000-an. Hal itu telah menciptakan gebrakan besar di dunia video game.

{Baca juga: Blizzard Janji Tindak Tegas Para Cheater Overwatch}

Menurut Reuters, World of Warcraft Classic memecahkan rekor untuk pemirsa bersamaan pada hari peluncuran di Twitch. “Model bisnis untuk World of Warcraft sangat menguntungkan,” kata perusahaan analis Barron.

Dengan biaya berlangganan USD 15 per bulan, World of Warcraft Classic mendorong beberapa juta pelanggan baru selama beberapa kuartal. Hal tersebut meningkatkan pendapatan perusahaan secara signifikan.

Activision Blizzard, yang berbasis di Santa Monica, California, memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD 38,8 miliar menurut data dari Eikon dari Refinitiv. Meski demikian, perusahaan telah mengalami beberapa bulan yang berat.

Harga sahamnya anjlok setengah antara Oktober 2018 dan pertengahan Februari 2019. Perusahaan pun melakukan PHK 800 karyawan. Kepala keuangan perusahaan memperingatkan bahwa 2019 akan menjadi tahun transisi.

{Baca juga: Blizzard Beri Percobaan Gratis untuk Overwatch}

Minggu lalu, harga saham perusahaan naik 6,9 persen menjadi USD 50,60. Barron mengatakan, dengan rilis 2019 perusahaan cenderung lebih baik dari yang diharapkan. “Masih ada banyak sisi positif untuk Activision,” ujar Barron. [BA/HBS]

Sumber: Reuters

 

Produk Apple Kena Tarif Import 15 Persen, Ini Daftarnya

0

Telko.id, Jakarta  – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China akan menghantam Apple pada akhir pekan ini. Tarif impor bakal menyeret perusahaan teknologi terbesar AS itu ke dalam pusaran bisnis nan rumit. Terbukti, produk-produk Apple kena tarif 15 Persen. Produk apa saja?

Kebijakan AS dan China membuat Apple mau tak mau menaikkan harga perangkat. Tak cukup, perang dagang bakal merusak rantai pasokan global. Akhir pekan lalu, tambahan tarif import sebesar 15 persen dari AS masuk ke Daftar Federal.

{Baca juga: Tim Cook “Curhat” Dampak Perang Dagang ke Donald Trump}

Dengan kata lain, Presiden Donald Trump resmi memberlakukan tambahan biaya tersebut. Pungutan itu akan “menendang” ratusan produk yang masuk atau ditarik dari gudang untuk dikonsumsi di AS sesuai dengan pesanan.

“Ya, AS menambahkan tarif ke produk Apple,” kata Gene Munster dari Loup Ventures, seperti dikutip Telko.id dari Bloomberg, Senin (2/9/2019). Lantas, produk Apple apa saja yang bakal terkena tambahan tarif 15 persen?

Mulai akhir pekan nanti, tambahan tarif 15 persen akan menyasar jam tangan pintar Apple Watch, AirPods, HomePod, beberapa headphone Beats, serta iMac. Bahkan, produk andalan berupa ponsel iPhone bisa terdampak.

Asal tahu saja, iPhone menyumbang lebih dari setengah dari pendapatan Apple. Memang, iPhone tidak akan terkena tarif import 15 persen sampai 15 Desember 2019. Namun, setelahnya, produk tersebut bisa mengikuti AirPods dkk.

{Baca juga: Donald Trump Minta Apple Pindahkan Pabrik ke AS}

Tidak jelas apakah Apple akan menaikkan harga produk atau menanggung biaya tarif. Yang ejlas, perusahaan pasti akan mempertahankan margin lebih tinggi daripada kebanyakan produsen perangkat keras lainnya. [SN/HBS]

Sumber: Bloomberg

Telkomsel Digitalisasi 1.800 Truk Tangki BBM Pertamina

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel melakukan digitalisasi terhadap 1800 unit kendaraan tangki BBM Pertamina. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara anak usaha Telkom Group itu dengan Pertamina Patra Niaga.

Menurut Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini digitalisasi dilakukan dengan memberikan solusi Internet of Things (IoT) Telkomsel Fleetsight untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan moda pengangkut bahan bakar tersebut.

{Baca juga: Gandeng Google, Telkomsel Perkenalkan ‘Android Zero Touch’}

“Teknologi ini dapat meningkatkan operasional dan efisiensi layanan serta keselamatan. Kita ingin membantu layanan agar lebih terkontrol end to end ke pusat,” kata Emma di Telkomsel Smart Office, Jakarta Senin (02/09/2019)

Telkomsel FleetSight adalah solusi IoT yang dapat memonitor dan mengontrol armada kendaraan dengan perangkat telematika berbasis satelit. Teknologi ini mampu merekam dan menyediakan informasi berupa pilihan rute, jam operasional kendaraan, perilaku pengemudi dan mengukur batas kecepatan.

Data-data tersebut juga dikombinasikan dengan peraturan dan peringatan yang daapat diberikan secara real time, ketika terjadi pelanggaran operasonal. “Kita akan melihat fitur-fitur yang dapat memantau driver apakah ngantuk atau tidak,” tambah Emma.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Nina Sulistyowati mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel atas dukungan berupa digitalisasi 1800 truk pengangkut BBM Pertamina. Harapannya digitalisasi ini dapat berdampak positif terhadap kegiatan operasional Pertamina.

“Semoga juga berdampak positif bagi akselerasi efisiensi dan distribusi agar persediaan BBM dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia,” kata Nina.

Penjajakan kerja sama kedua perusahaan diawali dengan penandatanganan MoU meliputi 3 fase. Tahap pertama merupakan pemasangan FleetSight yang siap beroperasi pada September hingga Oktober 2019.

{Baca juga: Telkomsel Terus Kembangkan Jaringan 5G di Indonesia}

Tahap kedua dan ketiga merupakan peningkatan fitur FleetSight dengan mengintegrasikan beberapa sensor tambahan seperti temperatur rem kendaraan, kekentalan oli mesin dan tekanan pada ban. [NM/HBS]

Game Astroneer Hadir di PS4 pada 15 November 2019

0

Telko.id, Jakarta  – Anda tidak harus menggunakan platform yang didukung Microsoft untuk memainkan game Astroneer. System Era telah mengumumkan kabar gembira bahwa akan hadir di PlayStation 4 (PS4).

System Era menyatakan bahwa game penjelajah planet yang dihasilkan secara prosedural akan tersedia di PlayStation 4 pada 15 November 2019 mendatang seharga USD 30.

{Baca juga: Epic Games Store Kini Sudah Ada Fitur Cloud Save}

Pre-order terbuka mulai sekarang, mencakup semua yang dirilis untuk versi PC dan Xbox One hingga, termasuk pembaruan jetpack Explorer 4 September, jump-jet, dan kamera pemain.

Sayang, dilansir Engadget, tidak disebutkan apakah game itu bisa dimainkan lintas platform. Yang jelas, game Astroneer akan mencakup multipemain mencapai empat orang.

Di game itu, Anda adalah bertugas menambang planet dengan membentuknya kembali sesuka Anda. Anda bisa menggali terowongan yang dalam, membangun landai, atau memperluas pangkalan.

Anda bisa memanen lebih banyak sumber daya dan mengembangkan lebih banyak teknologi. Astroneer berbeda dengan Minecraft. Gam itu mengajak Anda menginjakkan kaki di dunia lain.

{Baca juga: Ini Game PS4 Terlaris di 2017, FIFA dan PES Bersaing!}

Sekadar informasi, Astroneer adalah game petualangan yang dikembangkan oleh System Era. Versi akses awal game dirilis pada 16 Desember 2016, dan versi 1.0 game dirilis pada 6 Februari 2019. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

Tampilan Baru, Video di Play Store Bakal Autoplay

0

Telko.id, Jakarta – Mulai bulan depan, para pengguna Android mungkin akan merasa sedikit lebih sebal ketika mengakses Google Play Store. Pasalnya, toko aplikasi Android itu baru saja mendapatkan desain ulang dengan corak putih menyilaukan, dan akan ada video iklan aplikasi yang diputar secara otomatis.

Ya, seperti dilaporkan GSMArena, seperti dikutip Telko.id, Senin (02/09/2019), mulai bulan depan di Play Store akan terdapat video promo aplikasi yang tampil secara otomatis. Video tersebut bakal muncul di daftar aplikasi Android.

Google mengatakan, video dalam daftar aplikasi akan diputar secara otomatis guna membantu lebih banyak pengguna dalam menemukan konten untuk perangkat mereka.

{Baca juga: Asyik!! Game Stranger Things Hadir di iOS dan Android}

Namun demikian, keputusan itu mungkin tidak akan berjalan baik dengan beberapa pengembang aplikasi. Sebab, Google berujar bahwa pengembang harus menonaktifkan monetisasi dalam video yang ditarik dari YouTube.

“Jika videomu dimonetisasi, konten tersebut dapat menampilkan iklan YouTube. Hal ini tentu membingungkan pengguna. Saat menjelajah Google Play, kami ingin mereka melihat aplikasimu, bukan iklan orang lain,” tulis Google dalam pernyataannya.

Informasi menyebut bahwa para pengembang aplikasi memiliki waktu hingga 31 Oktober 2019 untuk menonaktifkan monetisasi dalam video atau mengunggah video dengan konten berbeda tanpa klaim monetisasi.

YouTube juga memutar video secara otomatis saat pengguna menggulir halaman utama. Akan tetapi, pengguna punya opsi untuk menonaktifkan menu putar otomatis pada aplikasi. Para pengguna Android pun berharap Play Store pun bisa memberikan opsi yang serupa.

{Baca juga: Awas! Lebih dari 2.000 Aplikasi Berbahaya Ancam Smartphone Android}

Belum lama ini, Google membuat kebijakan tegas dengan menghapus banyak aplikasi di Play Store. Aplikasi yang dihapus memungkinkan pengguna untuk menguntit orang lain. Tentu, hal tersebut melanggar privasi.

Google merujuk kepada laporan Avast, yang menemukan tujuh aplikasi di Play Store punya kemampuan untuk melacak dan mengirim data lokasi, kontak pribadi, daftar panggilan, bahkan pesan teks pengguna. (SN/FHP)

Sumber: GSMArena