spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1018

Duh! 419 Juta Data Pengguna Facebook Beredar Bebas di Internet

0

Telko.id, Jakarta – Belum juga lupa dengan kasus Facebook dan Cambridge Analytica yang menyangkut soal privasi data pengguna, Facebook kembali tersandung kasus yang serupa. Peneliti keamanan dari GDI Foundation mengungkapkan, bahwa mereka menemukan 419 juta data pengguna Facebook di Internet.

Fakta tersebut diungkap oleh Sanyam Jain, anggota dari GDI Foundation yang menemukan basis data online berisi ratusan informasi pribadi pengguna Facebook.

Menurutnya, data-data pribadi pengguna Facebook yang bisa “dikonsumsi” bebas di internet mencakup nama, jenis kelamin, asal, hingga nomor telepon.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Kamis (05/09/2019), tidak jelas siapa yang mengambil informasi tersebut dari Facebook dan mengapa data tersebut diunggah ke publik.

{Baca juga: Facebook Sengaja Langgar Regulasi Privasi Data?}

Namun setelah ditelusuri, ternyata pelakunya adalah pengelola host web basis data yang mengaku kepada Tech Crunch, telah mengambilnya secara offline.

Facebook pun angkat suara terkait kasus ini. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Facebook mengatakan jika basis data tersebut sudah tua dan kemungkinan data diambil sebelum Facebook melakukan perubahan pada tahun lalu.

Perubahan yang dimaksud adalah, menghapus fitur yang memungkinkan pengguna untuk menemukan pengguna lainnya menggunakan nomor telepon mereka. “Data telah dihapus dan kami tidak melihat bukti bahwa akun Facebook diretas. Masalah ini sudah ditangani pada 4 April 2018 oleh Chief Technology Officer Facebook,” tulis Juru bicara Facebook.

Sebelumnya, Facebook kembali tersandung masalah. Jejaring sosial terbesar di dunia itu dituding secara diam-diam menyalahgunakan data pribadi pengguna Facebook. Gubernur New York, Andrew Cuomo, pun memerintahkan dua lembaga untuk menyelidiki laporan tersebut.

{Baca juga: Belum Kapok, Facebook Salahgunakan Data Pribadi Pengguna}

Menurut informasi, Facebook mengakses lebih banyak informasi pribadi yang tidak diketahui sebelumnya. Facebook kabarnya menggunakan aplikasi berbagi data di smartphone milik pengguna.

Laporan mengungkapkan, data itu diakses dari pengguna ponsel. Di dalamnya termasuk data kesehatan berupa berat badan, tekanan darah, status ovulasi, dan data sensitif lain milik pengguna. (NM/FHP)

24 Juta Orang Indonesia Gunakan OS MIUI Tiap Bulannya

0

Telko.id, Jakarta Xiaomi menilai Indonesia sebagai pasar terpenting bagi mereka. Sebab, kalau dilihat dari jumlah pengguna aktif bulanan MIUI di Indonesia, jumlahnya mencapai 24 juta pengguna.

Hal itu dikatakan langsung oleh Yajun Yan, Head of Xiaomi Global Internet Business di acara Xiaomi Developer Conference di Jakarta, Rabu (04/09/2019).

“Indonesia adalah market yang penting. Saat ini OS MIUI telah memiliki lebih dari 24 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia,” kata Yajun.

{Baca juga: 7 Smartphone Xiaomi Ini Tidak Lagi Dapat Update MIUI}

Sementara secara global, pengguna aktif bulanan MIUI mencapai 279 juta pengguna yang tersebar di 220 negara dalam 77 bahasa.

Yajun menyatakan, suksesnya MIUI karena fokus pada lokalisasi konten. Seperti, browser dan tema yang punya cita rasa lokal.

“Kami menyediakan lokalisasi terhadap berbagai fitur seperti browser dan juga tema yang sangat lokal,” tambah Yajun.

Pada kesempatan tersebut, Xiaomi juga mengajak developer lokal untuk mengembangkan kemampuan mereka dibidang teknologi lewat aplikasi GetApp. Aplikasi ini memberikan wadah kepada developer untuk mempromosikan aplikasi mereka.

{Baca juga: Hands-on Black Shark 2 Pro: Jagoan Gaming Paling “Ngegas”}

Menurut Head of GetsApp, Ivonne Li, aplikasi GetsApp merupakan pembaruan dari Mi Apps Store. Terdapat beberapa perubahan yang terjadi dalam GetsApp, seperti tampilan yang lebih mudah dan pengguna tidak perlu mendaftar ketika mengunduh aplikasi di GetsApp.

“Pengguna dapat mengunduh aplikasi tanpa perlu melakukan sign in di GetsApp,” kata Ivonne.

Untuk Indonesia, terdapat beberapa penyesuaian di GetsApp. Misalnya saja, adanya fitur bahasa Indonesia, penawaran dan kupon setiap harinya, sampai penawaran menarik di hari libur nasional ataupun festival.

{Baca juga: Lewat GetsApp, Xiaomi Beri Wadah untuk Developer Lokal}

Aplikasi ini pun menawarkan developer Indonesia untuk mempromosikan aplikasinya di GetsApp. Caranya mereka dapat menghubungi email overseas-dev@xiaomi.com dan yueshen@xiaomi.com untuk memasukan aplikasi mereka di GetsApp.

“Anda dapat menghubungi email ini untuk mengetahui cara mempromosikan aplikasi Anda ke GetsApp,” tutur Ivonne. (NM/FHP)

Acer Exclusive Store Dibuka, Ajak Pengujung Jajal “Kursi Sultan”

0

Telko.id, Jakarta – Acer mengumumkan toko premium pertamanya di Indonesia, Acer Exclusive Store yang bertempat di Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta. Di toko ini, para pengunjung bisa melihat dan mencoba langsung berbagai produk flagship Acer, seperti kursi “gamers sultan”, Acer Predator Thronos.

Sekadar informasi, Acer Predator Thronos merupakan gaming chair yang diperkenakan pada IFA 2018 lalu. Harga kursi gaming tersebut terbilang mahal, karena dilepas mulai dari Rp 199 juta hingga Rp 299 juta.

Selain Acer Predator Thronos, produk lain yang mejeng di Acer Exclusive Store adalah laptop tipis Swift Series, ConceptID, dan laptop gaming Acer Predator.

“Acer Exclusive Store kami memberikan kemudahan dan panduan pembelian produk-produk unggulan dari Acer khususnya lini produk laptop tipis Swift Series, ConceptD dan Predator Gaming,” kata Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia.

Berbagai aksesoris gaming juga ikut dihadirkan oleh Acer, seperti mouse, headset, keyboard hingga backpack. Herbet menyatakan, tidak hanya produk-produk unggulan saja yang dipamerkan dan dijual, mereka juga memberikan penawaran khusus yang terbilang sangat menarik.

Acer menawarkan promo untuk mendapatkan Acer Swift 3 Acer Day Edition dengan prosesor Intel Core i7 seharga Rp 1. Promo ini hanya berlaku bagi pelanggan XL Prioritas.

Syaratnya, pelanggan harus berlangganan paket seharga Rp 715 ribu selama 24 bulan untuk dapat membawa pulang Acer Swift 3 Acer Day Edition itu seharga Rp 1.

Tak hanya itu, Acer juga “menggoda” pelanggannya dengan hadiah printer gratis, merchandise dari Herschel, tumbler Hydro Flask dan cashback senilai Rp 500 ribu. Penawaran menarik ini berlaku pada 4 sampai 15 September 2019.

“Toko ini tentunya akan membantu konsumen untuk memilih laptop Acer sesuai dengan kebutuhan,” pungkas Herbet. (FHP)

Karyawan Huawei Diteror Agen FBI?

0

Telko.id, Jakarta  – Huawei mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menginstruksikan penegak hukum guna “memaksa” karyawannya untuk berbalik melawan perusahaan.

Huawei membuat pernyataan itu via rilis pada Selasa (3/9/2019) waktu setempat. Huawei berujar, pemerintah AS menggunakan kekuasaan yudisial dan administratif untuk mengganggu bisnis perusahaan.

{Baca juga: Bos Huawei Minta Karyawan Siap Tempur, Kalau Tidak…}

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman memilih untuk sementara tidak mengomentari investigasi spesifik. “Kami mematuhi hukum dan semua subjek investigasi,” terangnya seperti dilansir Reuters.

Dikutip Telko.id, Rabu (4/9/2019), Huawei mengatakan bahwa staf dan mitra perusahaan menjadi sasaran penggeledahan, penahanan, dan penangkapan. Beberapa karyawan bahkan didatangi oleh agen FBI di rumah.

“Mereka dan ditekan untuk memberikan informasi tentang perusahaan,” ujar Huawei. Menurut dokumen Huawei, delapan karyawan, beberapa di antaranya warga negara AS, terlibat dalam insiden tersebut.

Mereka semua adalah eksekutif menengah ke atas. Insiden terbaru terjadi pada 28 Agustus 2019 ketika seorang karyawan dari kantor Huawei AS memberitahu perusahaan tentang kedatangan seorang agen FBI.

{Baca juga: Huawei “Bodo Amat” dengan Embargo dari Amerika Serikat}

Agen FBI meminta kepada orang itu untuk menjadi informan. Namun, Huawei tidak memberikan bukti apa pun atas tuduhan tersebut. Ia hanya mengklaim bahwa para karyawan telah melaporkan kepada perusahaan. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Awak Kabin Unggah Foto Bareng Kuda di Pesawat, Ada Apa?

0

Telko.id, Jakarta  – Ketika berbicara tentang binatang yang mendukung aktivitas manusia, paling umum yang mungkin Anda temukan adalah anjing. Anjing sering digunakan untuk membantu membimbing penderita tunanetra. Tapi yang ini unik, karena foto bersama kuda di dalam pesawat.

Anjing termasuk paling banyak digunakan sebagai hewan pendukung aktivitas manusia lantaran punya tingkat dukungan emosional cukup stabil. Anjing juga membawa kenyamanan kepada orang-orang yang kerap membutuhkannya.

{Baca juga: Dipaksa Selfie, Lumba-lumba Langka Meregang Nyawa}

Kini, hewan pendukung emosional tidak terbatas kepada anjing. Menurut laporan, seorang wanita bernama Abrea Hensley membawa kuda sebagai pendukung aktivitasnya. Konyolnya, kuda tersebut ia bawa ke pesawat American Airlines.

Beruntung, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (4/9/2019), kuda yang ia bawa berukuran mini sehingga bisa masuk ke kabin pesawat. Sebuah foto yang diunggah di Instagram memperlihatkan kru penerbangan bersama sang kuda.

Para awak kabin berpose dengan kuda mini milik Hensley yang diberi nama Flirty. Menurut Hensley, Flirty selalu mendapat sambutan hangat saat dibawanya pergi, termasuk ke bioskop, belanja bahan makanan, bahkan periksa ke dokter.

Para kru pesawat tampak senang dengan kehadiran Flirty. Meski demikian, ia mengklaim bahwa ada beberapa perlakuan kurang baik ketika Filrty dibawanya ke sebuah tempat. Tapi, ia tak mempermasalahkan sikap tersebut.

{Baca juga: “Manusia Ikan” Suku Bajau Mampu Menyelam 70 Meter}

Dalam sebuah pernyataan di Today Show, seorang perwakilan American Airlines mengatakan, “Kami sangat menyadari peran penting seekor anjing, kucing, dan kuda kecil yang terlatih membantu aktivitas para penyandang cacat”. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Lewat GetsApp, Xiaomi Beri Wadah untuk Developer Lokal

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi mengajak developer lokal mengembangkan kemampuan mereka dibidang teknologi. Bahkan lewat GetApp, mereka memberikan wadah kepada developer lokal untuk mempromosikan aplikasi mereka.

Menurut Head of GetsApp, Ivonne Li aplikasi, GetsApp merupakan pembaruan dari Mi Apps Store. Terdapat beberapa perubahan yang terjadi dalam GetsApp seperti tampilan yang lebih mudah dan pengguna tidak perlu mendaftar ketika mengunduh aplikasi di GetsApp.

“Pengguna dapat mengunduh aplikasi tanpa perlu melakukan sign in di GetsApp,” kata Ivonne di Xiaomi Developer Conference, Jakarta, Rabu (04/09/2019).

{Baca juga: Sah! Xiaomi jadi Merek Pertama yang Pakai Kamera 108MP}

Untuk Indonesia terdapat beberapa penyesuaian di GetsApp. Misalnya tersedianya fitur bahasa Indonesia, adanya penawaran dan kupon setiap hari serta penawaran menarik di hari libur nasional ataupun festival.

“Indonesia adalah market yang besar sehingga terdapat fitur-fitur lokal yang hadir di GetsApp,” tambah Ivonne.

Distribusi aplikasi di GetsApp di Indonesia cukup besar. Distribusi global dalam aplikasi-aplikasi yang terdapat dalam GetsApp mencapai 220 miliar dengan jumlah pengguna aktif harian 1,7 juta.

Untuk itu GetsApp pun menawarkan pengembang Indonesia untuk mempromosikan aplikasinya di GetsApp. Caranya mereka dapat menghubungi email overseas-dev@xiaomi.com dan yueshen@xiaomi.com untuk memasukan aplikasi mereka di GetsApp.

“Anda dapat menghubungi email ini untuk mengetahui cara mempromosikan aplikasi Anda ke GetsApp,” tutur Ivonne.

{Baca juga: Edan! Xiaomi Mi Mix 4 Punya Kamera 108 MP dari Samsung}

Selain itu developer juga dapat mengikuti Seagull Project. Projek tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan aplikasi dan mendapat investasi hingga Rp 200 miliar.

Tidak hanya itu, jika lolos aplikasi mereka akan tampil di halaman awal, menerbitkan ulasan-ulasan serta aplikasi hadir dalam tajuk rekomendasi GetsApp.

“Proyek ini gratis dan Anda bisa bergabung ke projek ini,” ujar Ivonne. [NM/HBS]

Kelompok Pencuri Gasak iPhone Senilai Rp 4,2 Miliar

0

Telko.id, Jakarta  – Semua orang tahu bahwa iPhone adalah komoditas ‘panas’. Hampir semua orang menginginkannya. Nilai jual kembalinya pun cukup tinggi untuk sekelas perangkat bekas. Tak heran ponsel pintar buatan Apple ini juga menjadi incaran para kelompok pencuri.

Banyak pencuri dan perampok menargetkan iPhone. Faktanya, sebuah laporan dari Perth Now telah mengungkap bahwa sekelompok pencuri menggasak sebuah Apple Store.

{Baca juga: Video Detik-detik Penangkapan Komplotan Pencuri di Apple Store}

Kejadian berlangsung di Apple Store Perth, Australia, belum lama ini. Para pencuri membawa sejumlah iPhone dari tempat tersebut, senilai lebih dari USD 300 ribu atau lebih kurang Rp 4,2 miliar.

Meski berhasil menggasak perangkat buatan Apple dengan nominal cukup besar, para pencuri sebenarnya bak “mendatangi tanduk”. Apple bakal mudah melacak semua iPhone yang hilang.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (4/9/2019), Apple memiliki langkah-langkah keamanan untuk kejadian seperti pencurian.  Apple pasti tahu perangkat mana yang dicuri.

Perusahaan telah mengunci seluruh perangkat sehingga bakal menjadikannya “tidak berguna”. Dengan kata lain, para pencuri tak akan bisa melakukan apapun atau memakai hasil curiannya itu.

{Baca juga: Gerombolan Pencuri Gasak Puluhan iPhone di Apple Store}

Kalau sedikit pintar, mereka sebenarnya masih bisa menjual komponen-komponen yang terdapat di iPhone. Konsekuensinya, tentu jumlah uang yang mereka dapatkan akan jauh lebih sedikit.

Det Snr Const Whelan memperingatkan masyarakat untuk tidak membeli ponsel curian tersebut. Sayang, sampai detik ini, pihak Apple Store belum memberi keterangan soal aksi pencurian itu. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Misi NASA dan ESA Selamatkan Bumi dari Ancaman Asteroid Raksasa

0

Telko.id, Jakarta – Jika umat manusia ingin menghentikan asteroid raksasa yang akan menghantam planet Bumi, perlu kerjasama antar negara untuk dapat melakukannya. Untungnya, hal itu sudah dilakukan lewat kerjasama antara NASA dan ESA.

Tim Badan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan Badan Antariksa Eropa alias European Space Agency (ESA) akan bertemu di Roma minggu depan untuk membahas kemajuan tentang Asteroid Impact Deflection Assessment (penilaian defleksi dampak asteroid).

{Baca juga: Meteorit yang Jatuh di Australia Mengandung Mineral Aneh}

Kedua lembaga antariksa ini akan melakukan misi penelitian bersama untuk mempelajari kemungkinan mengalihkan asteroid dengan cara menabrakkan pesawat ruang angkasa ke permukaan asteroid tersebut.

Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk membelokkan orbit salah satu dari dua asteroid Didymos antara Bumi dan Mars. ESA akan membantu NASA dalam menerbangkan pesawat ruang angkasa dari misi Double Asteroid Redirection Test (DART).

Pesawat ini harus diluncurkan pada musim panas 2021 dan akan menabrak asteroid Didymos yang berukuran lebih kecil, sekitar 14.764MPH. Selanjutnya Cubesat Italia, LICIACube, akan mempelajari momen dampak dari tabrakan itu.

Setelah itu, ESA akan meluncurkan probe Hera pada Oktober 2024 untuk mempelajari asteroid yang menjadi target. Termasuk kawah yang muncul akibat tumbukan tersebut, massa, dan probe radar (yang pertama untuk asteroid).

Dibutuhkan waktu sekitar dua tahun bagi Hera untuk tiba di permukaan asteroid tersebut. Para ilmuwan memilih pasangan asteroid ini karena mudah untuk diuji.

Batu luar angkasa atau asteroid yang lebih kecil mengorbit cukup lambat, sehingga harus realistis untuk mengubah orbitnya dengan cara yang nyata.

Tentu saja, ada perbedaan besar antara tes seperti ini dan krisis atau ancaman yang sebenarnya. Sementara asteroid target bisa mengakibatkan kerusakan serius sekitar 525 kaki, dan ini masih terbilang kecil dan lambat.

{Baca juga: Ngeri! Asteroid Raksasa akan Tabrak Bumi, Apa Dampaknya?}

Sistem defleksi di masa depan mungkin harus dapat memukul asteroid yang jauh lebih besar dan lebih cepat agar keluar dari jalur tumbukan.

Ini adalah langkah penting menuju sistem pertahanan yang tepat, dan mungkin cukup untuk melindungi manusia dari banyak dampak potensial ancaman asteroid yang alam menabrak bumi. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

Punya Uneg-uneg Tentang Indosat? Tanya Saja Pada INDIRA

0

Telko.id – Pada Hari Pelanggan Nasional, Indosat Ooredoo memberikan alternatif baru bagi para pelanggannya untuk berkomunikasi menyampaikan uneg-uneg atau masalahnya memanfaatkan teknologi chat-bot. Namanya INDIRA atau Indosat Digital Representative Assistant.

Teknologi yang digunakan pada INDIRA ini adalah Artificial Intelligence (AI). INDIRA mampu menjawab pertanyaan dari pelanggan secara langsung dengan fitur live chat di situs web Indosat Ooredoo dan aplikasi MyIM3.

“Hari Pelanggan Nasional merupakan momentum bagi perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan dengan memuaskan pelanggan terutama dalam hal pelayanan. Kami selalu memanfaatkan teknologi digital lebih dari yang lain, dengan fitur INDIRA ini kami telah mengurangi waktu tunggu (menanggapi pertanyaan pelanggan) secara signifikan dan secara langsung meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap layanan Indosat Ooredoo,” ungkap Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo menjelaskan.

Dengan fitur live chat ini, pelanggan bisa dengan mudah menanyakan produk dan layanan Indosat Ooredoo, penyampaian pesan dan keluhan serta mendapatkan penyelesaian secara langsung tanpa harus menunggu untuk tersambung dengan staf customer service untuk menyelesaikan masalah mereka.

Pelanggan juga dapat memesan nomor antrian Gerai dan memilih lokasi Gerai tujuan melalui fitur INDIRA. Selain dapat membantu menjawab pertanyaan pelanggan, INDIRA juga mampu memberikan rekomendasi paket yang sesuai dengan pelanggan berdasarkan historis penggunaan paket sebelumnya.

“Kami selalu berusaha untuk menawarkan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan lebih efisien. Pengguna Indosat Ooredoo bisa langsung mengunduh aplikasi MyIM3 secara gratis dari App Store atau Google Play untuk memanfaatkan fitur ini secara langsung,” tutup Vikram Sinha.

 

 

Samsung Galaxy Fold Rilis 6 September 2019 di Korsel?

0

Telko.id, Jakarta  – Samsung akhirnya dikabarkan akan segera memasarkan ponsel layar lipat pertamanya Samsung Galaxy Fold pada Jumat (6/9/2019) di Korea Selatan. Awalnya, smartphone ini diluncurkan pada April 2019, tetapi tiba-tiba batal.

Pembatalan rilis ponsel layar lipat tersebut berkaitan dengan temuan cacat di bagian layar. Setelah melakukan serangkaian perbaikan, Samsung akhirnya akan merilis Galaxy Fold di Korea Selatan seharga 2,4 juta won atau USD 1.980.

Jika dikonversi dalam mata uang dalam negeri, harga sebesar itu sama dengan lebih kurang Rp 28 juta. Meski demikian, seperti dikutip Telko.id dari Reuters, Rabu (4/9/2019), Samsung belum membenarkannya.

Sebelumnya, Samsung mengumumkan bahwa Galaxy Fold akan rilis ulang pada September 2019. Namun, peluncurannya pada September 2019 hanya menyasar pasar tertentu, termasuk Korea Selatan.

Pada waktu bersamaan, Huawei juga bakal merilis Huawei Mate X. Bedanya, ponsel ini dirancang untuk bisa dilipat keluar, berlawanan dengan Galaxy Fold yang bisa dlipat ke dalam. Ponsel lipat buatan Huawei ini seharusnya rilis pada Juni 2019.

Kemungkinan, Galaxy Fold akan dilego seharga USD 1.980 atau sekitar Rp 28 juta untuk versi 4G. Sedangkan untuk versi 5G, kemungkinan lebih mahal USD 150, atau lebih kurang Rp 2 juta. Namun, kabar ini masih bias.

Lantas, berapa harga yang dipatok untuk Huawei Mate X? Smartphone lipat yang telah mengusung teknologi 5G ini akan dibanderol sekitar USD 2.600 atau Rp 36,3 juta. Yang jelas, ponsel tersebut tidak akan beredar di Amerika Serikat. [SN/HBS]

Sumber: Reuters