spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1014

Apple Watch Edition Series 5 Menggunakan Titanium Frame Yang Elegan

0

Telko.id – Apple Watch Edition Series 5 kali pertama diperkenalkan pada 2019, September. Perangkat bermesin Apple S5 ini hadir dengan sistem operasi watchOS 6.0, upgradable to 6.2 dan dibekali dengan RAM berkapasitas GB.

Sampai berita ini diturunkan, Apple memang belum secara resmi merilis harga Apple Watch Edition Series 5. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Apple Watch Series 4).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Apple Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Titanium frame: Space Black, TitaniumCeramic frame: White) dan memiliki body berdimensi 44 x 38 x 10.7 mm (1.73 x 1.50 x 0.42 in) dengan berat 47.8 g (1.69 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Sapphire crystal), ceramic/sapphire crystal back, titanium frameGlass front (Sapphire crystal), ceramic/sapphire crystal back, ceramic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support eSIM.

Spesifikasi Apple Watch Edition Series 5

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Apple S5 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU dan prosesor grafis / GPU PowerVR. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Ion dengan kapasitas mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 1.78″ Inch dengan jenis LTPO OLED capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 448×368 pixels dan telah dilengkapi dengan Sapphire crystal glass,3D Touch display
1000 nits max brightness (advertised)
Always-on display. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Apple Watch Edition Series 5 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini menanamkan eSIM sehingga dapat support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA, LTE.

Selain itu ada juga konektifitas USB No, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Accelerometer, gyro, heart rate (2nd gen), barometer, compass, Natural language commands and dictation (talking mode).

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Apple Watch Edition Series 5 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1800 / 1900 / 2100
4G bands 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 18, 19, 20, 25, 26, 39, 40, 41, 66 – Global
Speed HSPA, LTE
LAUNCH
Announced 2019, September
Status Available. Released 2019, September
BODY
Dimensions 44 x 38 x 10.7 mm (1.73 x 1.50 x 0.42 in)
Weight 47.8 g (1.69 oz)
Build Glass front (Sapphire crystal), ceramic/sapphire crystal back, titanium frameGlass front (Sapphire crystal), ceramic/sapphire crystal back, ceramic frame
SIM eSIM
Colors Titanium frame: Space Black, TitaniumCeramic frame: White
50m water resistant
ECG certified (region dependent SW application; HW available on all models)
DISPLAY
Type LTPO OLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 1.78 inches, 10.0 cm2 (~60.0% screen-to-body ratio)
Resolution 448 x 368 pixels (~326 ppi density)
Protection Sapphire crystal glass
3D Touch display
1000 nits max brightness (advertised)
Always-on display
PLATFORM
OS watchOS 6.0, upgradable to 6.2
Chipset Apple S5
CPU
GPU PowerVR
MEMORY
Card slot No
RAM GB
Internal 32GB
MAIN CAMERA
Sensors No
Features
Video
SELFIE CAMERA
Sensors
Features
Video
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB No
FEATURES
Sensors Accelerometer, gyro, heart rate (2nd gen), barometer, compass
Other Natural language commands and dictation (talking mode)
BATTERY
Type Li-Ion
Size mAh
Non-removable Li-Ion battery
TESTS
Performance
Battery life

Apple Watch Series 5 Hadir Dengan 3 Warna Yang Menawan

0

Telko.id – Apple Watch Series 5 kali pertama diperkenalkan pada 2019, September. Perangkat bermesin Apple S5 ini hadir dengan sistem operasi watchOS 6.0, upgradable to 6.2 dan dibekali dengan RAM berkapasitas GB.

Sampai berita ini diturunkan, Apple memang belum secara resmi merilis harga Apple Watch Series 5. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Apple Watch Series 4).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Apple Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Space Black, Silver, Gold) dan memiliki body berdimensi 44 x 38 x 10.7 mm (1.73 x 1.50 x 0.42 in) dengan berat 47.8 g (1.69 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Sapphire crystal), ceramic/sapphire crystal back, stainless steel frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support eSIM.

Spesifikasi Apple Watch Series 5

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Apple S5 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU dan prosesor grafis / GPU PowerVR. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Ion dengan kapasitas mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 1.78″ Inch dengan jenis LTPO OLED capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 448×368 pixels dan telah dilengkapi dengan Sapphire crystal glass,3D Touch display
1000 nits max brightness (advertised) Always-on display. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Apple Watch Series 5 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini menanamkan eSIM sehingga support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA, LTE.

Selain itu ada juga konektifitas USB No, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Accelerometer, gyro, heart rate (2nd gen), barometer, compass, Natural language commands and dictation (talking mode).

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Apple Watch Series 5 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 18, 19, 20, 25, 26, 39, 40, 41, 66 – Global
Speed HSPA, LTE
LAUNCH
Announced 2019, September
Status Available. Released 2019, September
BODY
Dimensions 44 x 38 x 10.7 mm (1.73 x 1.50 x 0.42 in)
Weight 47.8 g (1.69 oz)
Build Glass front (Sapphire crystal), ceramic/sapphire crystal back, stainless steel frame
SIM eSIM
Colors Space Black, Silver, Gold
50m water resistant
ECG certified (region dependent SW application; HW available on all models)
DISPLAY
Type LTPO OLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 1.78 inches, 10.0 cm2 (~60.0% screen-to-body ratio)
Resolution 448 x 368 pixels (~326 ppi density)
Protection Sapphire crystal glass
3D Touch display
1000 nits max brightness (advertised)
Always-on display
PLATFORM
OS watchOS 6.0, upgradable to 6.2
Chipset Apple S5
CPU
GPU PowerVR
MEMORY
Card slot No
RAM GB
Internal 32GB
MAIN CAMERA
Sensors No
Features
Video
SELFIE CAMERA
Sensors
Features
Video
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB No
FEATURES
Sensors Accelerometer, gyro, heart rate (2nd gen), barometer, compass
Other Natural language commands and dictation (talking mode)
BATTERY
Type Li-Ion
Size mAh
Non-removable Li-Ion battery
TESTS
Performance
Battery life

Apple Watch Series 5 Aluminum Tampil Sporty Dengan Fitur Canggih!

0

Telko.id – Apple Watch Series 5 Aluminum kali pertama diperkenalkan pada 2019, September. Perangkat bermesin Apple S5 ini hadir dengan sistem operasi watchOS 6.0, upgradable to 6.2 dan dibekali dengan RAM berkapasitas GB.

Sampai berita ini diturunkan, Apple memang belum secara resmi merilis harga Apple Watch Series 5 Aluminum. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Apple Watch Series 4 Aluminum).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Apple Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Silver, Gold, Space Gray) dan memiliki body berdimensi 44 x 38 x 10.7 mm (1.73 x 1.50 x 0.42 in) dengan berat 36.7 g (1.31 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, ceramic/sapphire crystal back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support eSIM.

Spesifikasi Apple Watch Series 5 Aluminum

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Apple S5 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU dan prosesor grafis / GPU PowerVR. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 32GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Ion dengan kapasitas mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 1.78″ Inch dengan jenis LTPO OLED capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 448×368 pixels dan telah dilengkapi dengan Ion-X strengthened glass,3D Touch display
1000 nits max brightness (advertised) Always-on display. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Apple Watch Series 5 Aluminum sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini menggunakan eSIM hingga dapat mendukung teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA, LTE.

Selain itu ada juga terdapat fasilitas GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Accelerometer, gyro, heart rate (2nd gen), barometer, compass, Natural language commands and dictation (talking mode).

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Apple Watch Series 5 Aluminum :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 18, 19, 20, 25, 26, 39, 40, 41, 66 – Global
Speed HSPA, LTE
LAUNCH
Announced 2019, September
Status Available. Released 2019, September
BODY
Dimensions 44 x 38 x 10.7 mm (1.73 x 1.50 x 0.42 in)
Weight 36.7 g (1.31 oz)
Build Glass front, ceramic/sapphire crystal back, aluminum frame
SIM eSIM
Colors Silver, Gold, Space Gray
50m water resistant
ECG certified (region dependent SW application; HW available on all models)
DISPLAY
Type LTPO OLED capacitive touchscreen, 16M colors
Size 1.78 inches, 10.0 cm2 (~60.0% screen-to-body ratio)
Resolution 448 x 368 pixels (~326 ppi density)
Protection Ion-X strengthened glass
3D Touch display
1000 nits max brightness (advertised)
Always-on display
PLATFORM
OS watchOS 6.0, upgradable to 6.2
Chipset Apple S5
CPU
GPU PowerVR
MEMORY
Card slot No
RAM GB
Internal 32GB
MAIN CAMERA
Sensors No
Features
Video
SELFIE CAMERA
Sensors
Features
Video
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n
Bluetooth 5.0, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB No
FEATURES
Sensors Accelerometer, gyro, heart rate (2nd gen), barometer, compass
Other Natural language commands and dictation (talking mode)
BATTERY
Type Li-Ion
Size mAh
Non-removable Li-Ion battery
TESTS
Performance
Battery life

Hai Live Generation, Hidupkan Keseruan mu dengan Samsung Galaxy A20s dan A30s

Telko.id – Dalam era digital sekarang ini, banyak tuntutan para konsumen terhadap gadget yang ingin dimiliki. Terutama untuk tetap terhubung secara realtime. Samsung Galaxy A20s dan A30s pun siap menemani kamu, sang Live Generation untuk selalu seru dalam keseharian mu.

Apa yang membuat seru?

Dua ‘kakak-beradik’, yakni Samsung Galaxy A20s dan 30s ini akan mampu memberikan pengalaman yang seru dalam keseharian kamu karena sudah mendukung berbagai kegiatan. Mulai dariLive-content, -gaming, -streaming, hingga -payment.

“Nah, berdasarkan beberapa Focus Group discussion yang dilakukan Samsung, pasti saja kebutuhan baterai yang mumpuni selalu muncul. Selain yang pertama adalah kamera,” ungkap  Irfan Rinaldi, Produk Marketing Mobile Samsung Electronic Indonesia, di Jakarta Kamis (26/9/2019).

Kenapa?

Karena, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Google pada “Consumer Barometer”.Tercatat bahwa konsumen rata-rata menghabiskan waktu sekitar 18 jam per hari untuk menikmati konten hiburan pada smartphonemereka baik dalam menonton video live streaminghingga bermain game online dimana 42% dari mereka juga gemar mendengarkan musik  live streaming dari smartphone.

“Itu sebabnya, unsur baterai menjadi penting. Nah, supaya semakin seru, pada kedua produk ini sudah diberikan baterai dengan kekuatan 4000mAh dan tentunya fast charging,” ujar Irfan.

Selain itu, untuk kenyamanan dan keamanan pengguna, Galaxy A20s sudah dilengkapi dengan On-Screen Fingerprint  serta Face Recognitionyang semakin menjaga privasi pengguna.

Untuk mendorong penjualan, Samsung pun melakukan Flash Sale untuk Galaxy A20s pada tanggal 26 – 28 September 2019 ditawarkan seharga Rp. 2.499.000 untuk kapasitas RAM 3GB, dan Rp. 2.799.000 untuk RAM 4GB.

Galaxy A20s tersedia dengan tiga pilihan warna menarik yaitu hijau, merah, dan hitam. Untuk mendapatkan promo menarik selama  periode promo flash saleberlangsung, konsumen dapat mengunjungi situs www.galaxyaseries.com, Lazada.co.id, Jd.id, Blibli.com, Dinomarket.com, Shopee.com, Tokopedia, Erafone.com, Bhinneka.com, Telesindoshop.com, Bukalapak.com, Elevenia, Akulaku. maupun toko retail Samsung yang berpartisipasi.

Lalu, seperti apa spesifikasi kedua produk terbaru Samsung ini?

 

Fitur Galaxy A20s Galaxy A30s
Body 163.31 x 77.52 x 7.99mm 158.5 x 74.7 x 7.8mm
Colors Hijau, Merah, dan Hitam Prism Crush Black, Prism Crush White, dan Prism Crush Green
Display Size dan Resolution 6.5-inch HD+ (720×1560)

PLS

6.4-inch HD+ (720×1520)

Super AMOLED

Infinity Display Infinity-V Display

PLS

Infinity-V Display

Super Amoled

Rear Camera 13MP (F1.8) + 8MP (F2.2) + 5MP (F.2.2) 25MP (F1.7) + 5MP (F2.4) + 8MP (F2.2)
Front Camera 8MP (F2.0) 16MP (F2.0)
Procesor + OS Snapdragon 450

Android 9.0 (Pie)

Exynos 7904

Android 9.0 (Pie)

RAM + Storage 3GB RAM dengan 32GB Internal Storage

4GB RAM dengan 64GB Internal Storage

Expandable Micro SD slot (up to 512GB)

4GB RAM dengan 64GB Internal Storage

Expandable Micro SD slot up to 512GB.

Battery 4000 mAh 4000 mAh
Biometric Authentications Rear Fingerprint,

Face Recognition

On-Screen Fingerprint,

Face Recognition

 

 

(Icha)

 

Tak Hanya Jaringan, XL Axiata pun Siapkan Solusi dan Simcard Khusus NB-IoT

0

Telko.id – Untuk menumbuh kembangkan bisnis di Internet of Things, tidak bisa dilakukan sendirian. Itu sebabnya, XL selain sudah siap dengan jaringan berbasis teknologi Narrowband IoT (NB-IoT) di 31 kota, operator ini pun siap melayani kebutuhan pasar korporasi dan UKM akan solusi IoT secara end to end dan customizesolusi untuk siap masuk ke industri 4.0.

XL pun tidak bekerja sendirian. Berbagai ekosistem pendukung seperti penyedia perangkat, platform, system security hingga perguruan tinggi dan institusi pendidikan terkait, serta komunitas yang memiliki minat melakukan riset dan pengembangan di bidang IoT untuk memanfaatkan jaringan NB-IoT pun  dirangkul.

Terlebih, dinamika industri telekomunikasi dan data serta teknologi digital sangat pesat kemajuannya sehingga XL pun harus menyesuaikan secara terus menerus dan berkesinambungan. Dan, layanan IoT ini memiliki masa depan yang menjanjikan. Baik untuk korporasi maupun UKM.

“Merespon hal tersebut kami terus memperkuat ekosistemnya, salah satunya dengan meluncurkan secara komersial penyediaan kartu perdana khusus NB-IoT, jaringan di 31 kota dan solusi NB-IoT secara end to end dan customize, yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh ekosistem yang membutuhkan,” ungkap Feby Sallyanto,Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata saat peluncuran jaringan NB-IoT dan solusinya di Jakarta (25/09).

Feby menambahkan, upaya pengembangan ekosistem NB-IOT ini, XL Axiata juga menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian.

Selain itu XL Axiata juga sudah menjalin kerja sama dengan mitra lain seperti penyedia perangkat, platform, system security yang sudah teruji. Bagi kalangan pendidikan, jaringan NB-IoT ini dapat dimanfaatkan oleh para pengembang perangkat IoT baik dari pelajar/mahasiswa, juga industri di setiap kota yang telah terkoneksi.

Ke-31 kota/kabupaten tersebut adalah DKI Jakarta, Bogor, Bandung, Purwakarta, Majalengka, Cimahi, Cirebon, Tasikmalaya, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Mojokerto, Denpasar, Mataram, Medan, Binjai, Lhoksumawe, Lubuk Linggau, Padang, Pekanbaru, Batam, Tanjung Pinang, Bengkulu, Banjarmasin, Bontang, Palangkaraya, Samarinda, Pontianak, Makassar, dan Kendari.

Tidak hanya berhenti di 31 kota, jaringan NB IoT akan terus dikembangkan hingga bisa menjangkau ke seluruh Indonesia.

Secara teknis, jaringan NB-IoT prinsip kerjanya sama dengan teknologi selular secara umum. Hal yang membedakan adalah modul komunikasi yang ada pada perangkat IoT yang hanya dapat bekerja pada jaringan NB-IoT pada frekuensi 900 MHz (band 8).

Dengan menggunakan frekuensi yang rendah, jaringan NB-IoT dengan LPWA (Low Power Wide Area), artinya daya yang digunakan perangkat untuk berkomunikasi dengan jaringan sangat kecil namun cakupan jangkauannya sangat luas, sehingga jaringan tersebut lebih efektif dan efisien, dibandingkan dengan jaringan selular lainnya untuk use case IoT yang tidak membutuhkan bandwidth besar.

Dengan menggunakan NB-IoT, sebuah perangkat IoT juga dapat bertahan hingga 10 tahun dengan menggunakan baterai. Selain itu, perangkat pemancarnya dapat mencakup radius lebih dari 10 kilometer dan menggunakan infrastruktur telekomunikasi yang aman dan terintegrasi.

Jaringan NB-IoT milik XL Axiata didukung oleh penyedia perangkat telekomunikasi ternama seperti, Ericsson, Huawei, Cisco, dan beberapa perusahaan penyedia perangkat telekomunikasi lainnya. Tidak hanya menyediakan layanan koneksi NB-IoT, XL Axiata melalui XL Business Solution juga menyediakan end-to-end solution berbasis teknologi NB-IoT sesuai dengan kebutuhan pelanggannya.

Untuk mendorong korporasi dan UMK menggunakan layanan ini, XL Axiata memberikan promo paket layanan NB-IoT sampai dengan 31 Desember 2019 seharga Rp 15.000,- (sebelum pajak) untuk satu tahun dengan quota 20MB untuk pelanggan korporat.

Selama masa promo, pelanggan layanan NB-IoT dapat menggunakan FlexIoT (IoT Platform full stack XL Axiata) untuk menerima data yang dikirim oleh perangkat NB-IoT dan membangun aplikasi di atas FlexIoT.

Sebagai informasi, pada awal tahun ini, XL Axiata sukses meluncurkan solusi IoT di bidang transportasi dengan product Fleetech yang sudah dinikmati oleh berbagai pelanggan korporat.

Kemudian pada pertengahan kuartal kedua tahun ini, di bidang agriculture, XL Axiata membangun solusi smart poultry dalam rangka digitalisasi industri peternak ayam untuk sebuah korporasi besar di Indonesia. Dalam waktu dekat, XL Business Solution akan memasuki area baru yaitu smart building dengan menggandeng beberapa korporasi ternama.

Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah tersedia di 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia. XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (Icha)

GoPlay Hadir, Industri Film Indonesia pun Semakin Seru dan Semarak

0

Telko.id – Saat ini dunia perfilman Indonesia sedang lucu-lucu nya dan seru. Bagaimana tidak, jumlah film Indonesia sedang tumbuh terus, dan kualitasnya juga semakin meningkat. Padahal, film Indonesia selalu mendapatkan tekanan juga dari film-film luar. Nah, ditengah keseruannya ini, hadir GoPlay, platform video-on-demand dari GoJek.

Kehadirannya ini seperti mengobati kerinduan masyarakat Indonesia terhadap konten lokal yang berkualitas.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap konten lokal dapat dilihat dari pertumbuhan penonton film Indonesia selama tiga tahun terakhir. Yang meningkat dari 36 juta di tahun 2016 menjadi 46 juta di tahun 2018. Namun, dalam hal rasio penonton film Indonesia terhadap film asing di layar lebar, masih menjadi PR bersama.

Berdasarkan data Pusat Pengembangan (Pusbang) Indonesia, jumlah penonton film di bioskop terus meningkat. Jumlahnya mencapai 100,6 juta, 108,2 juta, dan 129,5 juta sepanjang 2016-2018.

Namun, peningkatan itu justru berbanding terbalik dengan rasio penonton film lokal terhadap total yang menurun. Rasionya sempat naik dari 36% di 2016 menjadi 37% pada 2017. Tetapi rasionya kembali menjadi 36% pada tahun lalu. Itu artinya, penonton Tanah Air lebih banyak membeli tiket film asing di bioskop.

Di sisi lain, akses penonton terhadap hiburan berkualitas masih terbatas. Layar bioskop juga tidak sebanding dengan jumlah populasi. Sehingga, sineas anak bangsa belum bisa menampilkan karyanya dengan optimal.

“Dengan GoPlay, kami berharap dapat menjawab kerinduan tersebut. Para pecinta film dan serial bisa menemukan berbagai konten mulai dari drama romantis, kisah hidup sehari hari, thriller, hingga serial komedi dari komika berbakat tanah air,” ungkap Edy Sulistyo, CEO GoPlay.

Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fajar Hutomo mengatakan kehadiran GoPlay bisa membuat industri perfilman bisa meningkat karena ruang pengembalian investasi lebih luas. Dengan adanya paltform ini, kesempatan industri film bukan hanya di layar lebar melainkan juga ruang digital.

“Bekraf juga mau mengedukasi investor, dengan kehadiran GoPlay ini membuat investasi perfilman bergairah, karena ruang pengembalian investasinya lebih luas,” kata Fajar usai peluncuran GoPlay, Rabu (26/09/2019).

Dia mengatakan produksi film makin banyak dan penonton makin meningkat, pada 2018 jumlah penonton mencapai 80 juta orang. Rasio pertumbuhan film Indonesia pun naik. Tahun ini saja ada 11 film Indonesia yang penontonnya mencapai 1 juta orang.

Gojek telah meluncurkan GoPlay, sebagai platform video on demand pertamanya. Berbeda dengan platform lainnya, GoPlay memberikan akses lebih luas untuk konten unik dan berkualitas, yang sejalan dengan misi mengoptimalkan industri film di Indonesia. (Icha)

Bisnis Gojek pun Semakin Mengurita Dengan Meluncurkan GoPlay

0

Telko.id – bisnis Gojek semakin hari, semakin menggurita. Terus bertambah unit bisnis lain yang memperkaya layanannya ke masyarakat Indonesia. Kini yang dirambah adalah dunia perfilman. Layanan ini diberi nama GoPlay.

GoPlay merupakan platform video-on-demand. Berbeda dengan platform lainnya, GoPlay memberikan akses lebih luas untuk konten unik dan berkualitas, yang sejalan dengan misi mengoptimalkan industri film di Indonesia. Kehadiran GoPlay memberikan kemudahan bagi para pecinta film dan serial menikmati beragam konten di manapun, kapan pun.

Tidak hanya memberikan angin sejuk bagi para pecinta film dan serial, GoPlay menjadi wadah bagi sineas nasional untuk memperkenalkan karya ke pasar yang lebih luas. GoPlay menyajikan konten yang diproduksi sendiri, yaitu GoPlay Originals, maupun konten eksklusif menarik lainnya.

“Kehadiran GoPlay dapat menjembatani para sineas berbakat dengan jutaan pengguna smartphone di Indonesia yang selalu mencari konten berkualitas. Gojek yang sudah didownload lebih dari ratusan juta kali di Indonesia, telah memiliki pengguna setia yang dapat langsung dijangkau para sineas,” kata Kevin Aluwi, Co-Founder Gojek dalam sambutannya saat peluncuran GoPlay di Jakarta (26/09).

Dia juga berharap GoPlay dapat menciptakan dampak sosial ekonomi yang positif bagi kemajuan ekosistem industri kreatif di Indonesia.

Untuk memanfaatkan layanan GoPlay ini, Anda dapat mengunduh konten dan menikmatinya secara offline dengan kualitas high definition, menggunakan perangkat mobile. Peluncuran layanan GoPlay dalam ekosistem Gojek ini menyusul peluncuran secara beta kepada sejumlah pengguna Gojek bulan Juli lalu.

Para pengguna Gojek maupun pecinta film dan serial di seluruh Indonesia dapat mengunduh aplikasi GoPlay dan menikmati beragam konten berkualitas termasuk produksi GoPlay Originals dan konten eksklusif.

Di tahap peluncuran ini, pengguna memperoleh kemudahan mengakses GoPlay dengan dua cara. Pertama, dengan biaya Rp89.000 dapat mengakses konten GoPlay selama sebulan penuh.Kedua, dengan biaya Rp99.000 dapat menikmati GoPlay sekaligus ongkir GoFood gratis senilai Rp600.000 (60 voucher) selama satu bulan. (Icha)

Industri Kesehatan Indonesia Siap Sambut Ke Teknologi 4.0

0

Telko.id – Tranformasi digital kini sudah mulai masuk ke industri kesehatan. Salah satu yang siap membantu adalah unit bisnis Lintasarta di bidang kesehatan, Owlexa Healthcare. Terutama untuk mempersiapkan peningkatan layanan administrasi kesehatan dengan beragam solusinya yang mengikuti perkembangan teknologi 4.0.

Hal ini disampaikan oleh Indar Siswanto, General Manager E-Health Strategic Business unit Owlex pada seminar kesehatan sekaligus memperingati ulang tahun nya yang ke-4 di Jakarta.

“Dengan pertambahan usia, Owlexa tentu terus melakukan optimalisasi. Kami membantu dalam mengelola kesehatan perusahaan dalam memberikan pelayanan secara optimal kesehatan kepada karyawannya, dengan demikian kita lebih fokus memberikan solusi-solusi kesehatan yang terbaik sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini,” ungkap Indar.

Menurut Indar Siswanto, saat ini Owlexa telah bekerjasama dengan lebih dari 3.800 provider di Tanah Air. Hal ini, katanya, menunjukan komitmen Owlexa dalam mendukung pertumbuhan industri kesehatan sejak diluncurkan pada September 2015.

“Owlexa berperan sebagai Third Party Administration (TPA) dalam memberikan solusi kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terbaik dan andal bagi pesertanya,” tegasnya.

Ia menambahkan, disamping itu Owlexa juga memberikan pelayanan adminsitrasi kesehatan atau Administration Service Only (ASO), serta produk pengelolaan dan pengendalian secara terencana terhadap dana kesehatan karyawan atau Managed Care, dengan sistem pelayanan rujukan dan pola pembayaran kapitasi atau fee for service tanpa mengurangi mutu pelayanan.

Senior Manager TPA Product and Customer Services Owlexa, Tri Rahayu, menambahkan, Owlexa menjaga konsistensi dalam memberikan pelayanan administrasi kesehatan dengan Cepat, Akurat, Responsif, dan Efisiensi sesuai dengan tagline Owlexa yakni CARE. “Ini salah satu yang membuat Owlexa berbeda adalah bisa memantau dana kesehatan secara realtime melalui web report,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut Tri, dengan menjadi bagian dari Unit Bisnis Lintasarta sebagai perusahaan ICT yang telah berpengalaman lebih dari 31 tahun menjadikan Owlexa lebih siap menghadapi geliat teknologi yang terus mengalami perkembangan. “Owlexa memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggannya dengan di dukung oleh sistem dan teknologi yang handal serta sumber daya manusia berpengalaman di bidangnya,” ujarnya.

Tri menambahkan bahwa, Owlexa Healthcare memberikan pelayanan tanpa batas, diantaranya memberikan pelayanan terhadap proses administrasi klaim perusahaan atau asuransi mulai dari proses membership, eligibility member, case monitoring, discharge sampai pada proses pembayaran tagihan klaim biaya pengobatan.

“Layanan dan Fasilitas yang diberikan Owlexa di dukung dengan sistem teknologi informasi berbasis web dan siap di integrasikan dengan sistem Hospital Information System (HIS), pelayanan tanpa bayar tunai (Cashless) di jaringan provider, serta sudah memiliki Mesin EDC (Electronic Data Capture) & Web Based sendiri dimana mesin EDC tersebut ditempatkan di lokasi provider yang langsung terhubung ke sistem OWLEXA sehingga dapat melakukan verifikasi data secara online,” tutupnya. (Icha)

 

Pemerintah Bakal Bangun Kalimantan Ring, Seperti Apa Rencananya?

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan program baru untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di ibu kota negara (IKN) baru. Namanya Kalimantan Ring. Lelang proyek jaringan ini rencananya dibuka paling lambat 2021.

Menteri Kominfo Rudiantara menuturkan, upaya itu dilakukan untuk menopang kebutuhan internet di IKN baru. Sebab, akan banyak perpindahan masyarakat ke Kalimantan, terutama di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang jadi lokasi calon IKN.

“Diperkirakan traffic internet akan meningkat. Karena itu, kita akan buat Kalimantan Ring untuk meningkatkan keandalan infrastruktur telekomunikasi,” papar dia di Nunukan, Kalimantan Utara.

Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak operator terkait rencana tersebut. Meski belum memerinci, pria yang akrab disapa Chief RA itu menegaskan, tender pembangunan bakal dibuka paling lambat dua tahun mendatang.

“Kita bicarakan dengan operator, mau bangun tidak. Tapi dengan syarat operator kalau mau bangun harus dibuka kepada operator lain. Konsep harus sharing,” kata Rudiantara.

Rudiantara mengatakan akan melakukan pertemuan dengan operator untuk meningkatkan keterandalan jaringan telekomunikasi di Kalimantan.

“Yang jelas, sebelum pindah ibu kota negara, jaringan telekomunikasi sudah siap,” tuturnya.

Kemenkominfo juga berencana membangun gateway internasional di Kalimantan. Saat ini, kata dia, untuk mengakses internet di wilayah Kalimantan, terutama Nunukan, traffic data harus dibawa ke Jakarta atau Singapura terlebih dahulu. Hal itu memengaruhi kecepatan internet di sana.

“Jadi, nanti Kalimantan punya gateway untuk traffic dayanya sendiri,” ungkapnya. Rencananya pembangunan gateway dilakukan 5-10 tahun mendatang.

Rudiantara juga menambahkan bahwa nantinya infrastruktur jaringan akan dibangun di bahu jalan yang telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Salah satu yang dimanfaatkan adalah jalan yang dibangun Kementerian PUPR di perbatasan. Batas Indonesia dengan Malaysia itu kurang lebih 300 KM, di bahu jalan kita akan bangun fiber optik, sehingga nanti Kalimantan ring-nya akan semakin bagus,” ujarnya.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif menuturkan, pembangunan jaringan di Kalimantan tak cukup hanya dengan membangun base transceiver station (BTS). Perlu ada pembangunan jaringan utama atau backbone.

Dia menjelaskan, pembangunan jaringan telekomunikasi memiliki hierarki yang harus dipenuhi. Pertama, jaringan backbone seperti Palapa Ring atau tol informasi yang sudah dibangun pihaknya dan Kemenkominfo di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Kedua, jaringan backhaul (fishbone). Terakhir, jaringan akses atau last mileseperti BTS.

Meski kini Kalimantan sudah masuk jaringan Palapa Ring, jaringan di sana belum seandal Pulau Jawa. Bentuk ringnya pun belum sempurna. Karena itu, dibutuhkan jaringan utama dan pendukung yang membentuk ring secara sempurna. “Intinya bahwa di Kalimantan nanti butuh jaringan telekomunikasi andal. Jadi, perlu dilengkapi jaringan utama dan beberapa pendukung,” jelasnya.

Dia menekankan, konsep pembangunan itu harus segera dikomunikasikan dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Dengan begitu, dapat diketahui pembagian peran dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di IKN baru. “Kalau ada segmen yang tidak menarik secara bisnis oleh operator, pemerintah yang bangun,” ungkapnya.

Pembangunan infrastruktur di wilayah Kalimantan ini dinilai bakal lebih mudah bila dibandingkan dengan Papua. Sebab, secara geografis, bukit-bukit di sana tak setinggi Papua. Dengan begitu, dari segi pembiayaan bakal lebih murah.

Kalimantan Ring berbasis infrastruktur Sharing, Emang Telkomsel Mau?

Jika melihat kondisi jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur yang bakal menjadi Ibu Kota baru, Telkomsel lah yang memiliki jaringan yang lebih kuat di wilayah itu dibandingkan dengan operator lainnya.

Lalu, jika pemerintah ingin menerapkan infrastruktur sharing di wilayah tersebut, apakah Telkomsel bersedia berbagi jaringannya dengan operator lain?

Pasalnya, konsep infrastruktur sharing yang sudah ‘dikumandangkan’ oleh menkominfo sejak beberapa tahun belakangan ini, ditolak mentah-mentah oleh Telkomsel. Alasannya, untuk melayani pelanggannya sendiri saja masih kurang.

Hal itu sempat disampaikan oleh Telkomsel 3 tahun lalu, ketika isu infrastruktur sharing ramai diperbincangkan.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Telkomsel menegaskan tidak akan mengadopsi sistem infrastructure sharing atau berbagi infrastruktur dengan operator lain. Alasannya jaringan mereka sudah padat pengguna dan tidak memungkinkan untuk dibagi.

Sebenarnya selama ini antar operator sudah ada kerjasama dalam infrastruktur pasif (site atau menara pemancar). Imbauan dari pemerintah kini mencakup berbagi infrastruktur aktif, misalnya Radio Access Network (RAN) Namun, seperti dikatakan oleh Direktur Network Telkomsel Sukardi Silalahi, operator pelat merah tersebut menolak melakukannya.

“Sharing itu bisa dilakukan kalau masih ada slot. Kalau occupancy kami rendah, tidak apa-apa sharing. Tapi jaringan kami sudah penuh,” ujarnya saat berbincang bersama wartawan di Jakarta, Selasa (15/3/2016), seperti dikutip dari Kompas.com.

Lalu, sekarang bagaimana?  

Yang pasti, untuk mengantisipasi kebutuhan telekomunikasi seluler calon Ibu Kota negara baru di Kalimantan Timur, Telkomsel terus memperkuat kualitas jaringan 4G di provinsi tersebut, terutama di tiga ruas jalan utama.

Seperti dikutip dari Kompas.com. dalam acara Media Update Telkonsel di Balikpapan, Senin (23/9/2019), dijelaskan bahwa ketiga ruas jalan ini mencakup jalur lintas Balikpapan hingga Samarinda (non-tol), rute jalan tol Balikpapan hingga Samarinda, dan ruas lintas Sepaku hingga Penajam Paser Utara.

“Kami perkuat jaringan Telkomsel di sana (jalur non-tol Balikpapan – Samarinda) dan secara keseluruhan 4G-nya sudah seamless,” kata GM Network Operation Quality Management Telkomsel Regional Kalimantan, Rahmad Putra Jaya, ketika berbicara dalam acara.

Hingga akhir tahun 2019 ini, Telkomsel menargetkan 1.800 BTS 4G baru akan melayani para konsumen di Kalimantan. Sebanyak 400 di antaranya dibangun di Kalimantan Timur.

“Hanya saja, masih ada di bawah 50 persen yang belum aktif, hanya tinggal tunggu sampai akhir tahun,” ujar Rahmad.

Dengan kata lain, ada kurang lebih 900 BTS 4G lagi yang harus dibangun oleh Telkomsel di wilayah Kalimantan demi mencapai target.

Telkomsel sendiri mengklaim sudah memiliki 18.100 BTS yang tersebar di wilayah seluruh wilayah di Pulau Kalimantan, di mana 6.100 di antaranya adalah BTS 4G.

Saat rencana penambahan rampung, operator yang identik dengan warna merah ini akan mengoperasikan sekitar 19.900 BTS di pulau Kalimantan, dengan rincian jumlah BTS 4G sekitar 7.900 unit.

Di Kalimantan sendiri, cakupan 4G Telkomsel diklaim sudah mencapai 86 persen dari populasi dengan jumlah pelanggan mencapai sekitar 12,6 juta. Sebanyak 6,8 juta di antaranya merupakan pelanggan data. (Icha)

Luar Biasa! Hanya 3 Tahun Saja, Agen Fintech Sudah Capai 5 Juta

0

Telko.id – Inklusi keuangan di Indonesia memang sudah tumbuh baik. Namun, keberadaan Financial Technology bakal lebih mendorong lagi. Terlihat dari data yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ketika memberikan keynote speech dalam Indonesia Fintech Summit & Expo 2019, di Assembly Hall-Jakarta Convention Center, Senin (23/09/2019), hanya butuh 3 tahun saja, agen Fintech sudah mencapai 5 juta.

“Sekitar70% dari mereka memberikan layanan kepada populasi yang belum tersentuh akses perbankan. Sehingga, kami percaya bahwa fintech dan agennya dapat berkontribusi terhadap pencapaian keuangan inklusif,” ungkap Menko Darmin menambahkan.

Darmin pun menyampaikan harapannya untuk industri fintech di nusantara ini, yakni fintech dapat menyediakan optimisme baru yang dapat memperlancar proses inklusi keuangan, khususnya kepada populasi yang masih belum tersentuh inklusi keuangan, jadi dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tak hanya itu, Darmin juga mengingatkan agar terciptanya sebuah usaha untuk makin meningkatkan potensi fintech dan agennya dapat bekerja bersama agen bank untuk menyediakan layanan keuangan yang terjangkau, mudah, aman dan cepat. Perusahaan fintech juga harus memperhatikan manajemen risiko, edukasi dan perlindungan konsumen, selain hanya memikirkan profit saja.

“Untuk menambah keuntungan maksimal, perusahaan fintech harus mempunyai hubungan dengan sektor riil, jadi mampu menciptakan ekosistem ekonomi digital. Saya juga menganjurkan adanya kolaborasi antar stakeholders di bidang keuangan atau perbankan untuk mengatasi tantangan yang masih ada, seperti kesiapan infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan, tata kelola data digital, dan kerangka peraturan,” papar Darmin.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengamini perlunya pembangunan infrastruktur TIK yang mumpuni untuk semakin memajukan ekonomi digital di Indonesia. Pasalnya, hal ini akan berpengaruh terhadap kesiapan masyarakat untuk mengambil manfaat dari fintech itu sendiri, karena masih banyak juga daerah di Indonesia yang belum tersentuh digitalisasi.

“Selain itu, kami pun selalu membuka dialog dengan industri agara dapat menciptakan rezim perpajakan yang tepat untuk perusahaan digital dan nondigital, baik untuk Indonesia maupun rest of the world. Sebab, saat ini banyak transaksi yang sudah borderless,” jelas Menkeu Sri.

Sebagai informasi, saat ini Inklusi keuangan di Indonesia telah tumbuh baik. Berdasarkan Global Findex (2017), proporsi populasi orang dewasa Indonesia yang mempunyai rekening bank meningkat menjadi 48,9% dari jumlah 36,1% di 2014. Sementara, survei dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2016 juga memperlihatkan sebanyak 68,7% populasi orang dewasa telah memiliki akses terhadap berbagai layanan keuangan formal.

Namun, hasil kedua survei tersebut memperlihatkan masih terdapat sisa persentase yang besar dari orang dewasa yang belum memiliki rekening bank ataupun akses ke layanan keuangan lainnya. Untuk itu, masih diperlukan layanan keuangan yang lebih aman, mudah dan terjangkau, yang dapat dipenuhi dengan adanya teknologi dan inovasi yang dilakukan oleh perusahaan fintech.

Dalam beberapa tahun ke belakang, jumlah perusahaan fintech khususnya yang bergerak di bidang pembayaran dan pinjaman terus meningkat signifikan. Hal tersebut menumbuhkan agen fintech yang lebih banyak lagi. (Icha)