spot_img

XL Bakal Right Issue dan Jual Menara Untuk Bayar Hutang

Telko.id – Berdasarkan hasil kinerja XL di tahun 2015, operator ini masih memiliki hutang. sebanyak Rp26.953 triliun. Untuk mengurangi beban ini, XL akan melakukan right issue sebanyak 2.75 miliar lembar saham. Rencana ini telah diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Di mana, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa telah memutuskan menyetujui rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui Mekanisme Penawaran Umum Terbatas II. Saham yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 2.75 miliar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 (seratus Rupiah) per saham. Rencana ini telah disetujui oleh lebih dari 99% pemegang saham yang hadir. Di mana, pemegang saham yang hadir dalam RUPS tersebut adalah 84.1%.

“Untuk harga dari right issue itu sendiri masih menunggu persetujuan dari OJK terlebih dahulu. Paling tidak di akhir April atau awal Mei harga baru bisa diumumkan karena ada peraturan bareu,” ujar Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur and Chief Financial Officer XL dalam paparan publik usai RUPS.

Rapat juga menyetujui rencana Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. (“Axiata”) untuk mengambil bagian atas Saham Baru yang akan dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas II serta menggunakan hak tagihnya kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Pinjaman tertanggal 10 Maret 2014.

Selanjutnya, jumlah dana yang akan diterima sehubungan dengan Penambahan Modal Dengan HMETD ini, seluruhnya akan digunakan seluruhnya untuk pembayaran atas utang Perseroan kepada Axiata selaku pemegang saham Perseroan. Setiap kelebihan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas II, jika ada, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

Kemudian, juga disetujui oleh Rapat, rencana Perseroan untuk menjalankan Program LTI (Long Term Incentive) 2016 – 2020 melalui penambahan modal Perseroan tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 265.000.000 (dua ratus enam puluh lima  juta)  lembar saham baru. Hal ini dilakukan berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Selain right issue, XL juga akan melakukan penjualan menara. Rencananya XL akan menjual 2.500 tower miliknya dengan nilai per tower, sebesar Rp1,6 miliar. Sehingga dari penjualan tower tersebut diharapkan menghasilkan dana senilai Rp4 triliun.

Pada RUPS itu juga telah menetapkan pengangkatan Direktur baru dan penerbitan saham bare yakni Yessie D. Yosetya sebagai Direktur Independen/Chief Service Management Officer.

“Pengangkatan Direktur Independen ini dilakukan agar langkah strategis XL untuk melakukan konvergensi jaringan dan IT yang direncanakan XL bisa berjalan mulus. Selain itu, posisi Direktur Independen ini akan bertanggung jawab juga terhadap ‘belanja’ perusahaan,” ujar Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata menjelaskan.

Selanjut, Dian juga menjelaskan bahwa ‘belanja’ perusahaan itu hampir 90% dilakukan untuk ‘belanja’ untuk jaringan. Jadi harus ada yang bertanggung jawab. (Icha)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img

Latest Phone's

Latest Articles