spot_img

Ini Dia Strategi XL Untuk Fokus Ke Layanan Digital

Telko.id – Tahun 2016 menjadi tahun yang cukup ‘mendebarkan’ bagi XL Axiata karena mengubah sasaran pelanggan menjadi premium. Langkah itu ternyata memberikan dampak pada jumlah pelanggan yang terpangkas habis. Tetapi, XL ternyata cukup puas dengan hasil nya di akhir tahun.

“Kami yakin langkah strategis tahun kemarin mampu memperkuat fondasi untuk menjadi lebih baik tahun 2017 ini,” kata Dian Siswarini, Direktur Utama XL Axiata dalam paparan nya usai RUPS.

Memang boleh dibilang prestasi XL di 2016 tidak. terlalu menggembirakan. Dari sisi pendapatan secara year on year terjadi penurunan 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari Rp.22,960 Triliun menjadi 21,412 Triliun. Memang, pada kuartal 3 ke kuartal empat ada kenaikan. Tetapi sangat kecil, hanya 0.5% saja. Dari Rp.5,250 Triliun menjadi Rp.5,274 Triliun.

Hal tersebut diperoleh karena adanya perubahan strategi dari XL yang mensasar pelanggan premium yang notabene pengguna data. Terlihat bahwa kontribusi dari pendapatan XL dari data terjadi peningkatan. Dari 35% kontribusi data di kuartal empat 2015 menjadi 53% ditahun 2016. Dari sisi ARPU atau average rate per usage pun terjadi peningkatan walaupun sedikit. Yakni dari 34 ribu menjadi 35 ribu pada akhir 2016.

Agenda transformasi 3R atau Revamp, Rise, Reinvent yang dicanangkan oleh XL pun digadang-gadang menjadi landasan keberhasilan di 2016. Di mana, strategi ini dianggap mampu menghasilkan margin yang lebih baik. Dengan focus pada cost managemen, EBITDA margin telah meningkat 1.0% menjadi 37.6% pada 2016. Selain itu, Total hutang telah berkurang 54% menjadi Rp14.67 Triliun diikuti dengan berjalan lancarnya right issue dari transaksi tower sale. “Hal itu membuat hutang bersih terhadap EBITDA saat ini 1.6x dan hutang USD turun signifikan,” kata Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur / Chief Financial Officer XL.
Dengan pondasi yang sudah ada ini maka pada 2017 XL siap menjadi digital focus company. Untuk mendukung strategi perusahaan ini maka focus XL di sisi jaringan adalah memperluas jaringan 4G dengan menambah 107% BTS 4G. Dari 8200 BTS 4G di 2016 akan ditingkatkan menjadi 17.000 BTS 4G.

Lalu meningkatkatkan kualitas jaringan 3G di luar Jawa dengan menggunakan teknologi 3G U900. Jumlah BTS U900 ini pun akan ditingkatkan di tahun 2017 sebesar 45%. Dari 11 ribu BTS U900 menjadi 16 ribu BTS U900. “Dengan menerapkan teknologi U900 ini maka akan mengurangi selisih cakupan di luar Jawa, jaringan akan 6 kali lebih luas dan sinyal dalam ruangan akan 2 kali lebih kuat,” kata Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL.

Untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi di tahun 2017 ini maka XL akan menganggarkan belanja modal sebesar kurang lebih Rp 7 triliun. “Dana tersebut akan diperoleh dari cash internal perusahaan,” ujar Adlan menjelaskan.

Pada tataran operasional, XL Axiata akan terus melanjutkan implementasi strategi 3R (Revamp, Rise, Reinvent) sebagai landasan bisnis dengan meningkatkan eksekusi transformasi di tahun 2017. Dengan Revamp the Core atau strategi mengubah, XL Axiata akan melanjutkan pengembangan jangkauan dan peningkatan kualitas jaringan. Rise Up The Value Ladder atau strategi meningkatkan, XL Axiata akan membangun model bisnis berbasis layanan Data. Reinvent Way to Play in Data atau strategi menciptakan, perusahaan akan membangun solusi telekomunikasi dan digital melalui Digital Service.

Selanjutnya, sebagai perusahaan digital, manajemen XL Axiata juga akan melakukan langkah penyelarasan rencana digitalisasi dengan simplifikai bisnis. Digitalisasi akan dilakukan dalam 3 kategori. Pertama, pada kategori customer centricity, menyederhanakan semua produk layanan yang sebelumnya cukup kompleks menjadi lebih simpel dan personalized sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan.

Saat ini XL Axiata telah menghadirkan ekosistem digital di semua platform dengan nama “myXL”. Melalui semua platform digital myXL yang terdiri dari media sosial, aplikasi mobile, layanan pelanggan digital (e-care), website, forum, maka pelanggan akan lebih mudah berkomunikasi dengan XL Axiata untuk mendapatkan berbagi informasi, baik terkait produk layanan, penanganan keluhan, hingga informasi bersifat korporat. Sampai saat berbagai platform digital myXL terus mengalami peningkatan. Twitter myXL memiliki 1,28 juta follower, FaceBook myXL (5 juta fans), Instagram myXL (31 ribu), YouTube myXL (38,2 ribu ), dan LINE (2,3 juta follower).

Masih terkait customer centricity, pada sisi digital marketing dan digital analytics, XL Axiata juga telah mengoptimalkan kemampuan analisa data pelanggan untuk selanjutkan digunakan untuk penyediaan layanan yang disesuaikan dengan apa yang diinginkan oleh pelanggan digital saat ini. Paket layanan tersebut adalah paket YouTube Tanpa Kuota. Hal ini disesuaikan dengan tingkat konsumsi pelanggan digital atas konten-konten video. Salah satu konten video yang memiliki akses tertinggi adalah siaran sepakbola. Karena itu pula, XL Axiata telah bekerjasama pula dengan Genflix, aplikasi penyedia layanan siaran sepakbola English Premiere League.

Kedua, pada kategori business process, mengubah proses bisnis yang kompleks menjadi lebih efisien pada eksekusi dan operasionalnya. Ketiga, pada sisi fondasi, perusahaan akan fokus menyediakan infrastruktur layanan digital yang didukung dengan cara kerja dan budaya kerja digital (digital culture). XL Axiata telah berusaha keras untuk menyediakan infrastruktur yang berkualitas dan mampu menopang penyelenggaraan layanan data digital sesuai ekspektasi pelanggan. (Icha)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img

Latest Phone's

Latest Articles