spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Indosat Bawa 5 Startup Perempuan Indonesia Tembus Pasar Vietnam

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui program SheHacks secara resmi membawa lima startup perempuan Indonesia ke Vietnam dalam inisiatif Global Market Benchmarking Trip.

Langkah strategis yang berlangsung di Ho Chi Minh City pada 9 Maret 2026 ini bertujuan membuka akses pasar baru di kawasan Asia Tenggara.

Program pemberdayaan berbasis teknologi ini berfokus pada penguatan jejaring inovasi lintas negara. Kehadiran delegasi ini sekaligus membuktikan kapasitas inovator perempuan lokal, khususnya dalam bidang kecerdasan artifisial (AI), untuk bersaing dan berkolaborasi di ekosistem digital global yang semakin kompetitif.

Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang khusus untuk menghadirkan peluang nyata di ekonomi digital global.

“Program ini mencerminkan komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia secara inklusif, di mana perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa,” ungkap Reski dalam keterangan resminya.

Reski menambahkan bahwa kolaborasi lintas negara, penguatan jejaring institusi, dan akses ke investor akan memperluas dampak SheHacks dari skala nasional menuju Asia Tenggara.

Harapannya, para pendiri perusahaan rintisan ini mampu membangun koneksi kuat, mengakses peluang pendanaan, dan mengubah inovasi mereka menjadi solusi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

Delegasi yang diberangkatkan merupakan Top 5 MVP Accelerator 2025 yang mewakili sektor digital prioritas di Tanah Air. Kelima perusahaan rintisan tersebut mencakup DoctorTool, Hear Me, Serenic.ai, Katalis AI, dan Lunar Interactive. Masing-masing peserta membawa solusi teknologi spesifik yang sangat relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Content image for article: Indosat Bawa 5 Startup Perempuan Indonesia Tembus Pasar Vietnam

DoctorTool hadir sebagai penyedia ekosistem digital berbasis AI yang dirancang untuk mengintegrasikan fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, dan pasien. Melalui inisiatif SheHacks, solusi ini diperkenalkan sebagai jawaban atas tantangan digitalisasi di sektor medis.

Sementara itu, Hear Me menawarkan solusi komunikasi inklusif berbasis teknologi yang didedikasikan bagi Teman Tuli. Inovasi ini menjembatani kesenjangan interaksi sosial di masyarakat dan memastikan aksesibilitas komunikasi yang lebih merata bagi penyandang disabilitas.

Serenic.ai membawa inovasi AI klinis yang difokuskan pada otomatisasi administratif rumah sakit. Teknologi ini mencakup optimalisasi klaim fasilitas kesehatan dan pencatatan rekam medis yang dioperasikan melalui sistem berbasis percakapan antara dokter dan pasien.

Katalis AI berfokus pada penyediaan solusi pemasaran digital yang mengintegrasikan kombinasi kecerdasan buatan dan analitik data. Terakhir, Lunar Interactive menerapkan sistem gamifikasi interaktif yang dirancang khusus untuk mempermudah pembelajaran keterampilan berbicara bahasa asing.

Capaian Strategis dan Kolaborasi Lintas Negara

Kunjungan kerja ke Vietnam ini mencatatkan sejumlah capaian signifikan yang mengukuhkan peran SheHacks sebagai jembatan inovasi bilateral. Berdasarkan laporan SheHacks, rangkaian aktivitas di Ho Chi Minh City mencakup 51 sesi pencocokan bisnis (business matching) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di ekosistem teknologi setempat.

Selain pertemuan bisnis, delegasi startup perempuan Indonesia juga mendapatkan sesi pendampingan intensif bersama pakar industri. Materi pendampingan mencakup implementasi teknologi AI, strategi bisnis, aspek legalitas, proyeksi ekonomi, hingga strategi pembangunan komunitas (community building).

Diskusi kolaborasi dengan institusi inovasi pemerintah Vietnam juga menjadi agenda krusial dalam kunjungan ini. Dari sisi perluasan jaringan, program ini berhasil membuka koneksi strategis dengan enam investor potensial yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara.

Delegasi juga terhubung dengan enam instansi pemerintah dan sembilan calon mitra potensial di ekosistem Vietnam. Angka ini merepresentasikan landasan kuat bagi keberlanjutan kolaborasi komersial lintas negara di masa depan, sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan di sektor teknologi.

Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari sinergi dengan berbagai lembaga penting di Vietnam. Institusi yang terlibat meliputi Department of Science & Technology (DOST), Startup & Innovation Hub (SIHUB), HCMC Innovation Department, Business Startup Support Centre (BSSC), dan Investment & Trade Promotion Center (ITPC).

Keterlibatan langsung berbagai institusi pemerintah Vietnam tersebut dinilai sangat strategis. Dukungan otoritas setempat membuka jalan bagi proses adaptasi pasar (soft-landing) yang lebih mulus bagi perusahaan rintisan asal Indonesia yang berencana melakukan ekspansi operasional ke negara tersebut.

Mendorong Daya Saing di Pasar Global

Seluruh rangkaian inisiatif Global Market Benchmarking Trip ini membuktikan transformasi program yang diusung oleh Indosat. Program ini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai inkubator inovasi lokal, melainkan telah berevolusi menjadi platform lintas negara yang mampu membangun koneksi global secara konkret dan terukur.

Melalui interaksi langsung di lapangan, para pendiri mendapatkan kesempatan berharga untuk memahami regulasi bisnis di Vietnam. Mereka juga dapat mengevaluasi potensi ekspansi secara realistis dan menyesuaikan model bisnis masing-masing agar relevan dengan karakteristik pasar Asia Tenggara yang dinamis.

Salah satu momentum paling penting dalam kunjungan ini adalah penyelenggaraan sesi acara unggulan (featured events) yang melibatkan perusahaan modal ventura terkemuka seperti Do Ventures dan DMZ Ventures. Sesi ini menjadi panggung utama bagi para delegasi untuk mempresentasikan inovasi mereka di hadapan pemodal internasional.

Dalam sesi bersama investor tersebut, kelima startup perempuan Indonesia memaparkan teknologi dan model bisnis mereka. Interaksi dua arah ini memungkinkan terjadinya diskusi mendalam terkait potensi pendanaan, sekaligus memperluas eksposur portofolio bisnis antar negara secara kredibel.

Sambutan positif dari ekosistem teknologi Vietnam menegaskan bahwa solusi digital yang dikembangkan oleh inovator Tanah Air memiliki daya saing tinggi. Kehadiran startup ini membuktikan bahwa dengan dukungan ekosistem yang tepat, produk teknologi lokal berpotensi besar untuk melakukan penetrasi ke pasar internasional.

Indosat Ooredoo Hutchison menjadikan inisiatif di Vietnam ini sebagai landasan penting untuk memperluas pergerakan program pemberdayaan perempuan di kawasan Asia. Langkah strategis ini diproyeksikan menjadi model percontohan bagi kolaborasi serupa di negara-negara Asia lainnya pada masa mendatang.

Konsistensi pembukaan akses pasar global ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem inovasi teknologi yang lebih inklusif, tangguh, dan kompetitif. Upaya berkelanjutan ini memastikan para pelaku usaha perempuan di Indonesia siap mengambil peran dominan dalam lanskap ekonomi digital regional. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU