spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Akhirnya, Penjualan Menara Indosat Selesai Juga

Telko.id – Hari ini, 20 Desember 2019, Indosat Ooredoo menyatakan bahwa telah menyelesaikan transaksi 2.100 penjualan menara telekomunikasi ke Mitratel. Penandatangannya dilaksanakan di Jakarta.

“Hal ini sekaligus menandai penyelesaian transaksi secara keseluruhan dari 3.100 menara milik perusahaan kepada Protelindo dan Mitratel yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini,” ungkap Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo dalam pernyataan tertulisnya.

Penyelesaian transaksi ini juga mengikuti persetujuan pemegang saham Indosat Ooredoo yang diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal Kamis, 21 November 2019 di Jakarta.

Sebagai informasi, Indosat Ooredoo menjual menaranya PT Mitratel sebanyak 2.100 menara dan 1.000 menara pada PT Protelindo dengan total nilai transaksi hingga sebesar Rp 6,39 triliun.

Secara rinci, nilai pembelian oleh Mitratel (PT Dayamitra Telekomunikasi) yang merupakan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia yang mencapai Rp 4,44 triliun. Sementara itu, nilai pembelian menara oleh Protelindo (PT Profesional Telekomunikasi Indonesia) yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara Nusantara sebesar Rp 1,95 triliun.

Seluruh transaksi tersebut diharapkan selesai paling lambat 16 Desember 2019. Pembayaran transaksi akan dilakukan dalam bentuk tunai pada saat penyelesaian.

Selain itu, ISAT juga mengadopsi model transaksi sale and leaseback yang terbagi menjadi dua paket yang seimbang, yakni 2.100 dan 1.000 menara. Dengan begitu, ISAT akan menyewa menara-menara tersebut ke kedua perusahaan untuk waktu sepuluh tahun. Jangka waktu sewa ini dapat diperpanjang dengan sesuai kesepakatan para pihak.

Dana yang diperoleh dari penjualan Menara tersebut, Indosat akan menggunakannya untuk kebutuhan investasi perusahaan, terutama peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan 4G.

“Kami menginisiasi rencana investasi yang cukup signifikan di tahun 2019–2021 dalam rangka mendukung pertumbuhan pasar dan tujuan transformasi perusahaan,” kata Ahmad beberapa waktu lalu.

Transaksi ini juga dinilai dapat berdampak positif terhadap keuangan perusahaan karena dapat menaikkan tingkat likuiditas dan solvabilitas keuangan yang kemudian meningkatkan kemampuan pinjaman ISAT. Dengan penjualan ini, sisa menara telekomunikasi milik ISAT adalah sebanyak 5.000 unit. (Icha)

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU