Telko.id – Satelit Nusantara 5 (N5) kini telah berhasil mencapai orbit yang dituju dan segera memulai tahapan krusial dalam siklus hidupnya.
Setelah melalui proses peluncuran, satelit ini langsung memasuki fase In-Orbit Testing (IOT) untuk memverifikasi seluruh fungsi sistem sebelum siap melayani kebutuhan konektivitas digital di Indonesia secara komersial.
Adi Rahman Adiwoso,Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), seperti dikutip dari laman resmi menjelaskan bahwa setibanya di orbit, fokus utama saat ini adalah memastikan kesehatan dan performa satelit pascapeluncuran.
Tahapan ini sangat vital untuk menjamin bahwa seluruh instrumen bekerja sesuai spesifikasi sebelum diintegrasikan dengan jaringan stasiun bumi. Proses verifikasi teknis yang ketat ini dijadwalkan akan berlangsung selama kurang lebih 90 hari.
Jika seluruh indikator pengujian menunjukkan hasil positif, proses akan berlanjut ke tahap spacecraft handover. Ini merupakan momen serah terima operasional resmi dari pihak manufaktur, Boeing, kepada Satelit Nusantara Lima (SNL).
Langkah ini menjadi penanda penting bahwa Satelit Nusantara 5 telah siap sepenuhnya untuk dikelola secara mandiri oleh operator dalam negeri.
Adi menambahkan bahwa dukungan infrastruktur di darat atau ground segment juga telah disiapkan secara matang oleh Pasifik Satelit Nusantara (PSN).
Sebanyak tujuh Stasiun Bumi telah dibangun dan tersebar di lokasi-lokasi strategis di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan cakupan layanan yang optimal.
Baca Juga:
Ketujuh lokasi stasiun bumi tersebut meliputi Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Keberadaan infrastruktur ruas bumi yang tersebar luas ini memegang peran kunci dalam menjaga stabilitas layanan satelit agar dapat beroperasi secara berkelanjutan dan melayani kebutuhan data yang masif.
“SNL ditargetkan beroperasi penuh pada April 2026 dan diharapkan dapat memperkuat ekosistem konektivitas nasional, khususnya dalam mendukung kebutuhan komunikasi data berkapasitas besar serta percepatan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Adi menegaskan target operasional satelit tersebut.
Dukungan Bagi Ekonomi Digital Nasional
Pentingnya kehadiran Satelit N5 juga mendapat perhatian dari mantan Menteri Perdagangan periode 2011-2014, Gita Wirjawan. Dalam kunjungannya ke Stasiun Bumi PSN di Cikarang, Jawa Barat, pada Kamis (29/1), Gita menyoroti dampak strategis satelit ini terhadap pertumbuhan ekonomi digital di tanah air.
Menurut Gita, keberadaan Satelit N5 akan memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan pemerataan akses internet hingga ke pelosok Nusantara.
Konektivitas yang merata ini dinilai akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkuat kinerja bisnis mereka. Dengan akses internet yang andal, produk-produk lokal memiliki kesempatan untuk dipasarkan ke pasar yang jauh lebih luas, melampaui batasan geografis.
Hal ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengenai potensi ekonomi digital Indonesia. Gross Merchandise Value (GMV) Indonesia diperkirakan akan mencapai angka USD 360 miliar pada tahun 2030 mendatang.
Dengan proyeksi sebesar itu, Indonesia dipastikan akan menjadi pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, mengungguli negara-negara tetangga.
Kehadiran infrastruktur digital yang mumpuni seperti Satelit N5 dan juga Satelit Nano buatan anak bangsa di masa depan, menjadi fondasi utama untuk merealisasikan potensi ekonomi tersebut.
Tanpa infrastruktur konektivitas yang kuat, pertumbuhan ekonomi digital akan terhambat oleh kesenjangan akses antarwilayah.
“Selamat kepada PSN atas tibanya Satelit N5 di orbit dan tinggal setahap lagi melayani masyarakat Indonesia. Kehadiran Satelit N5 sebagai infrastruktur digital dalam memperluas konektivitas harus dimaksimalkan para pelaku usaha untuk pengelolaan bisnis agar tumbuh secara berkelanjutan sehingga berdampak positif bagi masyarakat serta negara,” tutup Gita mengakhiri kunjungannya. (Icha)


