spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Oracle: Cloud akan Dominasi Belanja IT Global di 2025

Telko.id – Selama dekade berikutnya, Oracle Corp memperkirakan akan terjadi penurunan tajam dalam belanja bisnis TI tradisional di seluruh dunia, membuka jalan untuk layanan cloud dan meninggalkan lebih banyak ruang untuk inovasi ketimbang perawatan hardware dan software.

Prediksi ini datang setelah Oracle Corp mengakuisisi start up milik dua teknisi India, Rohit Gupta dan Ganesh Kirti. Start up yang berbasis di AS ini bergerak di bidang keamanan cloud.

“Pada tahun 2025, 80 persen dari anggaran TI akan dihabiskan untuk cloud, dan bukan pada TI tradisional. Hampir semua aplikasi baru akan berada di aplikasi SaaS (Software as a Service) pada tahun 2025,” kata CEO Oracle Corp Mark V. Hurd, seperti dilansir ETTech, Kamis (22/9).

Ia menjelaskan, belanja infrastruktur cloud akan terus meningkat. Dan tidak akan lagi linear, melainkan geometris dalam hal kecepatan.

Perusahaan yang bermarkas di AS, yang mengklaim sebagai perusahaan cloud yang paling cepat berkembang ini melaporkan bahwa 82 persen pertumbuhan pendapatan SaaS-nya dan layanan terkait berada di angka US$ 815 juta untuk kuartal Juni-Agustus.

Ke depan, Oracle, yang memiliki total 20.000 pelanggan cloud, mengatakan bahwa akan semakin banyak perusahaan yang mengandalkan cloud. Apalagi mengingat tak ada lagi masalah keamanan di cloud, yang merupakan perhatian utama untuk masa depan.

“Aku merasa satu hal penting lainnya yang hampir semua orang sebutkan dalam konteks pengambilan keputusan saat akan pindah ke cloud adalah keamanan,” katanya.

Dengan pergeseran ke layanan cloud, Hurd menambahkan, jumlah pusat data milik perusahaan juga akan turun 80 persen pada tahun 2025.

“Dampak teknisnya, bukan hanya inovasi yang datang dengan itu, tetapi juga perubahan dalam model bisnis. Akan ada peningkatan geometris dalam jumlah kecepatan yang diadopsi bisnis,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU