spot_img
Latest Phone

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

Garmin Run Indonesia 2025 dan Limbah.id berhasil Kumpulkan Hampir 3 Ton Sampah

Telko.id — Garmin Indonesia sukses menggelar ajang lari tahunan...

Instagram Safety Camp: Peran Orang Tua Kunci Keamanan Digital Remaja

Telko.id - Meta menyelenggarakan Instagram Safety Camp di Indonesia...

Garmin Venu 4 Resmi Dirilis, Bawa Wellness Adaptif ke Indonesia

Telko.id - Garmin secara resmi meluncurkan Venu 4 di...

ARTIKEL TERKAIT

Menkominfo: Konsep TKDN 30% Bukan Sekedar Relokasi Manufaktur

 

Telko.id – Aturan Tingkat kandungan Dalam Negeri atau TKDN untuk smartphone 4G yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2017 adalah 30%. Sayang, aturan itu seperti diterjemahkan dengan memindahkan pabrik ke Indonesia. Padahal, yang diinginkan oleh pemerintah lebih dari itu.

“Kalau TKDN kita konsepnya hanya merelokasi manufaktur maka kita cuma akan jadi blue collar pada 5-10 tahun ke depan. Padahal, kita tidak ingin tenaga kerja kita hanya akan menjadi buruh saja,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia menjelaskan.

Untuk itu, konsep dari TKDN ini harus jelas. Harus dilihat dari value nya. Dan, Menkominfo sudah sempat berbicara dengan Kementerian Perindustrian untuk memanfaatkan momen akan diberlakukannya TKDN 30% tersebut di awal 2017 nanti. Sehingga aturan itu tidak sekedar diterjemahkan sebagai relokasi pabrik saja.

Jadi, sangat penting TKDN ini diurai kembali dengan melihat dari proses awal hingga menjadi sebuah ponsel. Dimulai dari aktivitas development yang terdiri dari riset, desain, dan manufaktur. “Manufaktur sendiri ada dua proses, software dan hardware. Kalau TKDN 30% cuma kita jejali hardware manufaktur maka kita cuma akan jadi blue collar,” ujar Rudiantara lebih lanjut.

Rudiantara juga mencontohkan, misalnya tentang desain. Orang lokal yang mendesain. Jadi bukan cuma tenaga saja yang digunakan, tetapi juga pemikiran dan ide lahir dari lokal. Itu pasti akan lebih bermanfaat bagi Indonesia. Terlebih, di Indonesia setiap tahunya ada 1 juta orang yang lulus sarjana. Lulusan inilah yang sejatinya berpotensi untuk dapat diserap oleh vendor global. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU