spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Menkominfo: Konsep TKDN 30% Bukan Sekedar Relokasi Manufaktur

 

Telko.id – Aturan Tingkat kandungan Dalam Negeri atau TKDN untuk smartphone 4G yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2017 adalah 30%. Sayang, aturan itu seperti diterjemahkan dengan memindahkan pabrik ke Indonesia. Padahal, yang diinginkan oleh pemerintah lebih dari itu.

“Kalau TKDN kita konsepnya hanya merelokasi manufaktur maka kita cuma akan jadi blue collar pada 5-10 tahun ke depan. Padahal, kita tidak ingin tenaga kerja kita hanya akan menjadi buruh saja,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia menjelaskan.

Untuk itu, konsep dari TKDN ini harus jelas. Harus dilihat dari value nya. Dan, Menkominfo sudah sempat berbicara dengan Kementerian Perindustrian untuk memanfaatkan momen akan diberlakukannya TKDN 30% tersebut di awal 2017 nanti. Sehingga aturan itu tidak sekedar diterjemahkan sebagai relokasi pabrik saja.

Jadi, sangat penting TKDN ini diurai kembali dengan melihat dari proses awal hingga menjadi sebuah ponsel. Dimulai dari aktivitas development yang terdiri dari riset, desain, dan manufaktur. “Manufaktur sendiri ada dua proses, software dan hardware. Kalau TKDN 30% cuma kita jejali hardware manufaktur maka kita cuma akan jadi blue collar,” ujar Rudiantara lebih lanjut.

Rudiantara juga mencontohkan, misalnya tentang desain. Orang lokal yang mendesain. Jadi bukan cuma tenaga saja yang digunakan, tetapi juga pemikiran dan ide lahir dari lokal. Itu pasti akan lebih bermanfaat bagi Indonesia. Terlebih, di Indonesia setiap tahunya ada 1 juta orang yang lulus sarjana. Lulusan inilah yang sejatinya berpotensi untuk dapat diserap oleh vendor global. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU