spot_img

Lenovo Bakal Investasi $ 1.2Trilun Untuk AI, Big Data dan IoT

Telko.id – Lenovo Group Ltd. berencana menginvestasikan US $ 1,2 miliar dalam penelitian dan pengembangan teknologi Artificial Intelligence, Big Data, dan Internet of Things (IoT) dalam empat tahun ke depan. Hal ini dikatakan oleh Yang Yuanqing, Chairman dan CEO Lenovo, seperti yang dilansir dari media China.

Rencananya, dana tersebut akan dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan teknologi yang dijanjikan hingga tahun 2012 lebih dari 20% dari total pengeluaran penelitian dan pengembangannya.

Selain itu, Yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut akan bermitra dengan Google dan Amazon.com dalam pengembangan produk, karena berencana untuk memiliki penjualan smartphonenya mengambil 50% dari total pendapatannya di masa depan dari 30% saat ini.

Lenovo mulai memusatkan perhatian pada Artificial Intelligence pada akhir tahun lalu. Pada bulan November 2016, ia mempekerjakan mantan wakil direktur pelaksana Microsoft Research Asia Rui Yong sebagai wakil presiden senior dan chief technology officer untuk memimpin usaha tersebut.

Pada bulan Februari, perusahaan tersebut mengatakan dalam laporan tahunannya bahwa saat ini sedang menjajaki sejumlah bidang termasuk smart home appliance, smart office dan smart healthcare sebagai mesin pertumbuhan masa depannya. Bulan lalu, Lenovo mendirikan laboratorium Artificial Intelligence yang dipimpin oleh peneliti senior Research and Artificial Intelligence yakni Xu Feiyu.

Fenomena perusahaan teknologi di Cina yang mulai melirik pengembangan Artificial Intelligence ini memang sudah terlihat dibeberapa tahun belakangan ini. Seperti Baidu mendirikan Institute of Deep Learning pada tahun 2013 untuk fokus pada pengenalan citra, pembelajaran mesin, robotika, interaksi manusia-komputer, visi 3D dan komputasi heterogen. Pada tahun yang sama, Baidu juga meluncurkan laboratorium AI lainnya di lembah silikon.

Pada bulan Februari, Baidu memperoleh persetujuan dari pemerintah China untuk mendirikan laboratorium AI nasional yang melakukan penelitian mendalam, visi komputer, pendengaran mesin, identifikasi biometrik, interaksi manusia-komputer, layanan standar dan kekayaan intelektual dalam pembelajaran mendalam.

Alibaba Group Holding Ltd tahun lalu meluncurkan Alicloud ET, mirip dengan Microsoft Cortana dan Apple’s Siri, yang memiliki fungsi pengenalan gambar, perkiraan lalu lintas dan analisis emosi. Alat pembayaran Alipay perusahaan ini memiliki 450 juta pengguna yang memanfaatkan teknologi pengenalan wajah untuk berbagai layanan.

Laboratorium penelitian milik Tencent yang berfokus pada penelitian artificial intelligence mencatat rekor dengan mencapai tingkat pengakuan sebesar 83,29% dalam tantangan MegaFace, sebuah kontes yang diakui secara internasional. (Icha)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

- Advertisement -spot_img

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0