spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Drone Facebook Ini akan Bawa Internet ke Daerah Terpencil

Telko.id – Setelah berulang kali mengungkapkan keinginannya untuk menghubungkan dunia dengan internet, Facebookbelum lama ini dikabarkan telah melakukan tes skala penuh pada pesawat tanpa awaknya, Aquila. Facebook berniat untuk menggunakan pesawat bertenaga surya itu untuk menyediakan konektivitas web regional untuk miliaran orang yang tinggal didaerah terpencil.

Sebelumnya, perusahaan milik Mark Zuckerberg ini telah menegaskan bahwa proyek-proyek seperti Aquila diperlukan untuk menghubungkan masyarakat terpencil di mana infrastruktur web terestrial terlalu mahal.

Pesawat yang dikembangkan oleh Connectivity Lab Facebook ini menghadapi cukup banyak rintangan teknis sebelum akhirnya selesai. Selain itu, seperti diutarakan kepala insinyurnya, proyek ini perlu mengembangkan kemitraan kunci antara pemerintah dan mitra lainnya untuk bisa berhasil di berbagai lokasi di seluruh dunia.

“Ini akan membutuhkan peningkatan signifikan dalam sains dan teknik untuk berhasil,” kata kepala teknik dan infrastruktur global Facebook, Jay Parikh. “Ini juga akan mengharuskan kita untuk bekerja sama dengan operator, pemerintah dan mitra lainnya untuk menyebarkan pesawat ini di daerah di mana mereka akan paling efektif.”

Drone bertenaga surya ini memiliki sayap tak ubahnya sebuah pesawat normal dan terbang pada ketinggian 60.000. Desain super efisiennya akan memungkinkannya terbang selama tiga bulan terus-menerus.

Menurut Facebook, pesawat ini masih memerlukan banyak perbaikan sebelum akhirnya dapat tetap tinggi-tinggi selama berbulan-bulan pada satu waktu, meskipun tes terbaru melebihi harapan.

“Adalah sebuah kesuksesan besar karena kami akhirnya dapat menerbangkan Aquila selama lebih dari 90 menit – tiga kali lebih lama dari yang direncanakan,” pungkas Parikh, seperti dilansir dari Readwrite, Jumat (29/7).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU