Telko.id – POCO X8 Pro Series membukukan penjualan spektakuler di hari pertama peluncurannya di Indonesia. Pada 4 April 2026, lebih dari 30.000 unit smartphone dari seri ini berhasil terjual hanya dalam kurun 24 jam.
Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia, menyatakan bahwa respons pasar ini menunjukkan gamer kalcer di Tanah Air siap naik level.
“POCO X Series selalu jadi favorit, dan kali ini kita bawa ke level berikutnya. Gaming bukan cuma soal menang, tapi juga soal bagaimana lo tampil stand out,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dengan Speed to the max yang responsif dan stabil, POCO X8 Pro Series siap diajak gas terus di berbagai kondisi.
Kehadiran POCO X8 Pro Series ini melanjutkan momentum yang telah dibangun POCO F7 Series awal tahun, yang disebut telah menetapkan standar baru sebagai true flagship.
Seri terbaru ini hadir dengan kombinasi Extreme Performance dan Extreme Value untuk memenuhi ekspektasi penggemar POCO.
POCO X8 Pro Max menjadi perhatian utama sebagai ponsel pertama di dunia yang ditenagai chipset Dimensity 9500s. Chipset ini menghasilkan skor AnTuTu yang mencapai angka 3.085.998.
Performa tersebut didukung RAM LPDDR5X 9600Mbps yang membuat setiap interaksi di layar 6,83 inci berpanel flagship M10 terasa instan.
Untuk pengalaman visual yang lebih imersif, perangkat ini dilengkapi teknologi ray tracing. POCO juga menyematkan sistem pendingin POCO 3D IceLoop untuk menjaga suhu tetap optimal selama sesi gaming panjang.
Daya tahan baterai menjadi keunggulan lain. Untuk pertama kalinya, POCO menyematkan baterai raksasa berkapasitas 8.500mAh berbasis silicon-carbon yang diklaim mampu bertahan hingga dua hari pemakaian.
Ketika perlu diisi ulang, teknologi 100W HyperCharge siap mengisi daya dengan cepat. Di sektor kamera, POCO X8 Pro Max mengandalkan sensor 50MP Light Fusion 600 dengan stabilisasi optik (OIS).
Sementara itu, varian POCO X8 Pro hadir sebagai jawaban bagi pengguna yang mencari keseimbangan efisiensi dan performa. Ponsel ini membawa debut chipset Dimensity 8500-Ultra yang menawarkan peningkatan performa GPU yang signifikan dengan konsumsi daya yang efisien.
Fitur WildBoost Optimization hadir untuk mencegah frame drop di momen krusial. Meski memiliki desain yang lebih ringkas, perangkat ini tetap dibekali baterai 6.500mAh dan kamera utama 50MP Sony IMX882 dengan OIS.
POCO juga menghadirkan edisi khusus untuk para kolektor dan penggemar Marvel, yaitu POCO X8 Pro – Iron Man Edition. Edisi kolaborasi ini menampilkan desain futuristik dengan sentuhan khas Iron Man, termasuk lampu flash kamera yang dirancang menyerupai Arc Reactor dan dapat menyala saat notifikasi masuk.
Pengalaman tema Iron Man juga terintegrasi penuh ke dalam antarmuka pengguna dan animasi booting yang eksklusif.
Komitmen POCO tidak hanya pada performa hardware, tetapi juga dukungan jangka panjang. POCO X8 Pro Series dijamin akan mendapatkan pembaruan sistem operasi hingga 4 kali dan pembaruan keamanan selama 6 tahun ke depan.
Perusahaan juga terus mengembangkan konektivitas lintas perangkat untuk memperluas ekosistem pengguna.
Baca Juga:
Penjualan perdana atau first sale POCO X8 Pro Series masih berlangsung hingga 25 April 2026. Konsumen dapat membeli perangkat ini melalui kanal resmi seperti Mi.com atau POCO Official Store di berbagai platform e-commerce, termasuk Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, Lazada, dan Akulaku.
Kesuksesan penjualan hari pertama ini menegaskan posisi kuat POCO di pasar smartphone performa tinggi Indonesia. Kombinasi spesifikasi flagship, desain yang menarik, dan nilai tambah seperti edisi kolaborasi serta dukungan pembaruan jangka panjang menjadi daya tarik utama.
Pesaing seperti Vivo S50 Series juga menawarkan paket serupa dengan chipset gahar dan baterai besar, menunjukkan persaingan yang ketat di segmen ini.
POCO terus memperkuat portofolionya dengan menghadirkan pilihan di berbagai segmen, mulai dari flagship ekstrem seperti seri X8 Pro dan POCO F7, hingga smartphone dengan harga lebih terjangkau seperti yang diulas dalam Review POCO C71.
Dengan penjualan yang terbukti kuat, POCO X8 Pro Series diproyeksikan akan menjadi salah satu produk andalan perusahaan sepanjang tahun 2026. (Icha)


