spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

ARTIKEL TERKAIT

Brigitta Gunawan, Aktivis Muda yang Selamatkan Terumbu Karang dengan Teknologi Samsung

Telko.id – Brigitta Gunawan, seorang aktivis muda asal Indonesia, resmi bergabung dalam Generation17, sebuah kemitraan antara Samsung dan United Nations Development Programme (UNDP). Program ini memberdayakan generasi muda yang berkontribusi nyata terhadap pencapaian Global Goals.

Sejak 2020, Generation17 telah mendukung para Pemimpin Muda di seluruh dunia melalui teknologi Samsung Galaxy. Mereka juga menyediakan mentorship dan peluang networking untuk memperkuat cerita dan solusi yang dibawa para aktivis.

Perjalanan Brigitta dimulai saat remaja. Saat snorkeling di perairan Pulau Nusa Penida, Indonesia, ia terpesona oleh keindahan terumbu karang. Pemandangan bawah laut yang penuh warna dan kehidupan itu meninggalkan kesan mendalam. Setibanya kembali di darat, satu pemikiran terus terlintas di benaknya: sebagian besar orang tidak akan pernah mengalami hal ini.

Brigitta tumbuh di Jakarta, sebuah kota industri yang jauh dari terumbu karang. Namun, sejak kecil ia selalu tertarik pada laut. Ia bahkan menapaki langkah pertamanya di sebuah pantai di Bali. Setelah perjalanan snorkeling ke Nusa Penida, keterikatan itu berkembang menjadi rasa tanggung jawab yang besar.

Menurut UN Environment Programme (UNEP), pemanasan laut, polusi, dan penangkapan ikan berlebih telah menempatkan terumbu karang pada jalur yang mengkhawatirkan. Hingga 90% terumbu karang diperkirakan akan hilang pada tahun 2050. Terumbu karang, yang terdapat di lebih dari 100 negara, merupakan salah satu ekosistem terpenting di laut. Ekosistem ini menopang kehidupan biota laut, melindungi garis pantai, dan mendukung komunitas yang bergantung padanya. Secara global, lebih dari satu miliar orang bergantung pada laut yang sehat untuk mata pencaharian mereka.

“Kita akan kehilangan begitu banyak dalam waktu yang sangat singkat,” ujar Brigitta. “Saya memutuskan bahwa ada sesuatu yang bisa saya lakukan.”

Mengubah Hashtag Menjadi Gerakan Nyata

Pada tahun 2021, di usia 17 tahun, Brigitta meluncurkan 30×30 Indonesia. Nama ini diambil dari upaya global untuk melindungi 30% lautan pada tahun 2030. Target ini didukung oleh Tujuan Global PBB untuk aksi iklim (Goal 13) dan kehidupan bawah air (Goal 14). Target ini dipandang krusial untuk menjaga kelestarian ekosistem laut.

Ia memulai secara sederhana, dengan sebuah tagar dan ajakan bagi masyarakat untuk mengirimkan foto sambil memegang tanda dukungan. Dalam bulan pertama, lebih dari 400 foto masuk. Banyak di antaranya berasal dari sekolah dan kelompok pemuda yang sebelumnya belum pernah mendengar tentang target 2030 tersebut.

“Saya sama sekali tidak memiliki pengalaman,” ujar Brigitta, seraya mengapresiasi para mentor di awal perjalanannya. “Saya hanya menikmati prosesnya dan perlahan membangun apa yang kini ada.”

Tak lama kemudian, Brigitta memperluas langkahnya melampaui media sosial. Bekerja sama dengan komunitas penyelam lokal dan para pemimpin desa di timur laut Bali, ia membantu merancang dan membangun taman karang di dasar laut. Taman karang adalah struktur buatan tempat fragmen karang ditanam untuk membantu terumbu yang rusak pulih, meskipun suhu laut terus meningkat. Selama lima tahun terakhir, timnya telah menanam lebih dari 1.400 fragmen karang, dengan tingkat kelangsungan hidup hingga 86%.

Teknologi Samsung Membawa Laut ke Ruang Kelas

Seiring berkembangnya upaya restorasi karangnya, tantangan yang lebih mendalam terus mengganggu pikiran Brigitta. Sebagian besar orang tidak akan pernah menginjakkan kaki di laut, apalagi melihat terumbu karang secara langsung. “Penting bagi orang untuk melihat laut agar mereka tahu mengapa kita harus menyelamatkannya,” ujarnya.

Pada tahun 2024, ia meluncurkan Diverseas, sebuah program edukasi gratis yang menggunakan perekaman bawah laut 360 derajat. Program ini menghadirkan terumbu karang ke dalam ruang kelas, sekaligus mendukung Tujuan Global PBB untuk pendidikan berkualitas (Goal 4). Brigitta bekerja sama dengan berbagai organisasi konservasi berbasis komunitas di seluruh dunia untuk merekam footage. Para siswa mengenakan headset dan seketika seolah berada di bawah permukaan laut, dikelilingi oleh karang dan kehidupan laut lainnya.

Kursus daring Diverseas memperluas pendidikan kelautan melampaui ruang kelas. Program ini telah menjangkau siswa di lebih dari 10 negara. Siswa yang tinggal di wilayah daratan belum pernah melihat pemandangan bawah laut ini. Melalui peningkatan literasi kelautan, Brigitta mengajak semua pihak untuk bersama-sama melindungi keanekaragaman hayati.

Diverseas kini telah menjangkau lebih dari 20.000 orang di 12 negara melalui workshops, kursus daring, beasiswa pelatihan penyelam, konferensi, dan berbagai acara. Fokusnya pada literasi laut yang imersif membuat dunia bawah laut terasa nyata dan layak untuk dilindungi.

Bagi Brigitta, tujuan saat ini adalah menjangkau lebih banyak komunitas di seluruh dunia, serta terus melanjutkan upaya restorasi terumbu karang di seluruh Indonesia. Dalam prosesnya, ia dibantu oleh teknologi Samsung untuk mengajarkan siswa tentang ekosistem bawah laut.

Dalam upaya restorasi terumbu karang, di mana angka kehilangan terumbu bisa terasa sangat besar, Brigitta percaya bahwa menjaga optimisme adalah hal yang penting. “Bagi anak muda, menyerah bukanlah pilihan,” ujarnya. “Kami harus tetap berharap.”

Dan tempat terbaik untuk membangun harapan itu adalah ruang kelas, baik fisik maupun virtual. “Saya percaya pendidikan sangatlah kuat,” ujarnya. “Jika dilakukan dengan benar, Anda dapat menginspirasi generasi muda yang akan menjadi para pembuat kebijakan di masa depan.”

Content image for article: Brigitta Gunawan, Aktivis Muda yang Selamatkan Terumbu Karang dengan Teknologi Samsung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU