spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Batal Dipinang Hutchison Three, O2 Mulai Dilirik Investor

Telko.id – Beberapa perusahaan ekuitas swasta di Inggris dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk membeli O2. Isyarat ini hadir menyusul ditolaknya penawaran CK Hutchison Three Inggris oleh Komisi Eropa belum lama ini.

Menurut sebuah laporan di Daily Telegraph, perusahaan ekuitas swasta Apax dan CVC Capital Partners bekerjasama dengan Tom Alexander, yang menciptakan Virgin Mobile sebagai operator jaringan virtual mobile pertama (MVNO) di akhir 1990-an dan kemudian menjadi CEO pertama EE ketika Orange dan Deutsche Telekom menggabungkan usahanya di Inggris.

Namun pembicaraan tidak bisa dimulai secara resmi sampai 15 Juli, mengingat ‘sangkutan’ yang tersisa. Seperti diketahui, Telefónica sebagai pemilik O2 Inggris masih memiliki perjanjian eksklusivitas dengan Hutchison – meskipun sekarang merger tidak bisa berlangsung.

Menurut Telegraph, sponsor ekuitas swasta yang potensial telah mendekati CEO O2 Inggris, Ronan Dunne. Konon, sang CEO menunjukkan tanda-tanda bersedia untuk mempertimbangkan proposal pembelian dengan atau tanpa keterlibatan Alexander. “Dalam setiap skenario manajemen pembelian ia akan cenderung dihargai dengan baik,” kata laporan tersebut.

Kandidat lainnya yang muncul sebagai calon pemilik baru O2 Inggris adalah Liberty Global, perusahaan AS yang memiliki Virgin Media, yang meliputi Virgin Mobile lama. Sky mungkin bersedia untuk berinvestasi, kata Telegraph lagi.

Sebelumnya, Komisi Eropa melarang akuisisi Hutchison atas O2 Inggris lantaran hal ini “akan menyebabkan penurunan dalam hal pilihan dan harga yang lebih tinggi serta kualitas layanan yang lebih rendah bagi konsumen Inggris daripada tanpa kesepakatan tersebut.”

Menurut Komisi, seperti dilansir GTB, Selasa (17/5), merger akan mengurangi pilihan penyedia jaringan untuk MVNO.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU