Kategori: ZTE

  • Peluncuran nubia Neo 5 Series Ditandai Kampanye Mystery Box Emas

    Peluncuran nubia Neo 5 Series Ditandai Kampanye Mystery Box Emas

    Telko.id – nubia resmi mengumumkan peluncuran nubia Neo 5 Series di Indonesia dengan kampanye Mystery Box berhadiah emas yang unik.

    Produsen smartphone gaming ini menawarkan total 99 hadiah emas seberat 2 gram bagi konsumen yang melakukan pembelian selama periode pre-order.

    Kampanye ini berlangsung pada 16 hingga 24 Mei 2026 melalui toko resmi nubia di berbagai platform e-commerce. Setiap pembelian nubia Neo 5 Series akan mendapatkan satu Mystery Box yang berisi kejutan, mulai dari emas hingga merchandise eksklusif.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi nubia untuk memperkuat posisinya di segmen smartphone gaming di Indonesia.

    Sebelumnya, lini flagship REDMAGIC 11 Pro mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 628 persen dibandingkan generasi sebelumnya dan meraih peringkat pertama di Blibli pada segmen harganya.

    Content image for article: nubia Luncurkan Neo 5 Series dengan Kampanye Mystery Box Berhadiah Emas
    Content image for article: nubia Luncurkan Neo 5 Series dengan Kampanye Mystery Box Berhadiah Emas

    “Menggunakan REDMAGIC 11 Pro untuk sesi gaming yang panjang terasa nyaman dan bebas rasa khawatir. Performanya tetap stabil dan responsif, sehingga sangat membantu dalam pertandingan kompetitif,” ujar Geek Fam Baloyskie, profesional esports.

    Inovasi Pendinginan dan Fitur Gaming

    nubia Neo 5 series diperkirakan membawa sejumlah terobosan yang terinspirasi dari lini flagship REDMAGIC. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah sistem pendinginan baru yang disinyalkan melalui teaser “Feel the Wind”.

    Teaser tersebut memicu spekulasi bahwa nubia Neo 5 series akan menghadirkan kipas pendingin internal, fitur yang sebelumnya hanya tersedia pada perangkat flagship. Teknologi ini diyakini akan meningkatkan manajemen suhu selama sesi gaming yang panjang.

    Selain pendinginan, perangkat ini juga diperkirakan dilengkapi shoulder trigger untuk kontrol yang lebih presisi. Fitur ini memungkinkan respons lebih cepat dan pengalaman bermain layaknya konsol, menjadikannya pilihan menarik bagi para gamer kompetitif.

    Dari sisi desain, nubia Neo 5 series mengusung bodi datar tanpa tonjolan kamera. Desain ini tidak hanya tampil lebih rapi tetapi juga meningkatkan kenyamanan saat digunakan dalam posisi horizontal untuk bermain game dalam waktu lama.

    Perangkat ini juga dilengkapi asisten AI yang dirancang untuk mengoptimalkan sistem secara cerdas. Fitur ini membantu pengelolaan performa adaptif dan memberikan dukungan saat bermain yang lebih responsif sesuai kebutuhan pengguna.

    Baterai berkapasitas besar juga menjadi salah satu keunggulan yang dihadirkan. Kapasitas ini memungkinkan sesi gaming lebih lama tanpa gangguan, menjawab kebutuhan utama para gamer masa kini akan daya tahan perangkat.

    Ekspansi Ekosistem dan Kemitraan Strategis

    nubia terus mempercepat ekspansinya di Indonesia dengan membangun ekosistem yang lebih kuat. Strategi ini mencakup sektor e-commerce, distribusi, konektivitas, dan industri gaming untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

    Sepanjang satu tahun terakhir, nubia menunjukkan pertumbuhan konsisten berkat kemampuannya memadukan inovasi teknologi dengan pemahaman pasar lokal. Portofolio produknya mencakup smartphone berperforma tinggi dengan layar imersif dan fitur gaming lengkap.

    Sebagai bentuk apresiasi, nubia menggelar nubia Partner Appreciation Ceremony untuk memberikan penghargaan kepada mitra strategis. Beberapa mitra yang menerima penghargaan termasuk Lazada, Blibli, Shopee, TikTok Shop by Tokopedia, AXIS, Garena, dan Geek Fam.

    Penghargaan ini mencerminkan komitmen nubia dalam membangun hubungan erat dengan mitra yang berkontribusi pada pertumbuhan bisnis dan ekosistem yang saling terhubung. Inovasi Gaming terus menjadi fokus utama perusahaan.

    Kehadiran nubia di ajang Delta Force National Championship juga menandai semakin kuatnya keterlibatan brand ini di ekosistem gaming kompetitif.

    Ajang ini menjadi panggung tepat bagi perangkat berorientasi performa untuk menunjukkan kemampuannya.

    Langkah ini bukan sekadar kemunculan produk, melainkan penegasan komitmen nubia untuk menjadi bagian dari budaya gaming.

    Perusahaan berpartisipasi aktif dalam esports dan berbagai kegiatan berbasis komunitas untuk memperkuat hubungan dengan pengguna.

    Mekanisme kampanye Mystery Box sendiri dirancang dengan pendekatan gamifikasi untuk menciptakan pengalaman pembelian yang lebih interaktif.

    Kampanye ini diharapkan membangun antusiasme sekaligus kedekatan yang lebih kuat dengan konsumen.

    Selain emas, Mystery Box juga berisi berbagai hadiah eksklusif seperti merchandise spesial, gaming pad, fan cooling, dan drone DJI.

    nubia Neo 5 series diperkirakan menjadi perangkat yang membawa filosofi “Born to Win” melalui perpaduan performa, kontrol, sistem pendinginan, dan daya tahan yang solid. Meski detail spesifikasi masih bersifat spekulatif, seluruh petunjuk mengarah pada inovasi besar berikutnya.

    Dengan strategi ini, nubia berupaya menghadirkan teknologi gaming profesional kepada lebih banyak pengguna di Indonesia. Konsumen kini dapat menikmati fitur yang sebelumnya hanya tersedia di perangkat flagship tanpa mengorbankan performa atau kemampuan kompetitif. (Icha)

  • ZTE dan XLSMART Resmikan Innovation Center 5G-Advanced di Jakarta

    ZTE dan XLSMART Resmikan Innovation Center 5G-Advanced di Jakarta

    Telko.id – ZTE Corporation bersama XLSMART resmi meluncurkan Innovation Center di Jakarta pada 29 April 2026.

    Fasilitas ini dirancang sebagai pusat uji coba untuk mengakselerasi adopsi teknologi 5G-Advanced (5G-A) dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

    Berlokasi di kantor ZTE Indonesia, The East Building, Kuningan, Jakarta Selatan, pusat inovasi ini menjadi platform kolaboratif bagi pelaku industri, akademisi, dan mitra ekosistem.

    Mereka dapat bersama-sama menguji berbagai solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar Tanah Air.

    Peresmian Innovation Center dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan penting. Hadir antara lain Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong, Chairman Sinarmas Telecommunication & Technology Franky Oesman Widjaja, Senior Vice President ZTE James Zhang, serta jajaran manajemen XLSMART. Kehadiran para tokoh ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat fondasi digital nasional.

    Shurish Subbramaniam, Director & Chief Technology Officer XLSMART, mengatakan, “Innovation Center ini merupakan langkah strategis dalam perjalanan kami sebagai enabler ekosistem digital. Fokus kami tidak hanya pada pengembangan jaringan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah yang terukur bagi industri. Melalui kolaborasi dengan ZTE, kami ingin mendukung percepatan adopsi 5G-Advanced dan AI untuk membuka peluang pertumbuhan baru serta memperkuat daya saing digital Indonesia di kawasan.”

    James Zhang, Senior Vice President ZTE, menambahkan, “Sebagai salah satu negara yang berperan penting dalam transformasi digital di kawasan ASEAN, peluncuran Innovation Center bersama ZTE dan XLSMART di Jakarta menjadi tonggak baru dalam kemitraan jangka panjang kami untuk mendorong adopsi teknologi. Dengan menggabungkan keahlian inovasi global ZTE dan pemahaman mendalam terhadap pasar lokal, kami berharap dapat mendukung pengembangan infrastruktur digital yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.”

    Fokus Teknologi Unggulan

    Innovation Center ini menampilkan beberapa fokus teknologi utama yang menjadi andalan. Pertama, optimasi jaringan berbasis AI untuk mendukung infrastruktur telekomunikasi yang lebih cerdas, prediktif, dan adaptif.

    Kedua, kapabilitas 5G-Advanced yang mengeksplorasi konektivitas ultra-andal dengan latensi rendah untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan efisiensi industri.

    Ketiga, solusi infrastruktur berkelanjutan berupa teknologi hemat energi yang mendukung operasional digital ramah lingkungan dan efisien biaya. Keempat, eksplorasi teknologi masa depan melalui riset strategis untuk mendukung kesiapan konektivitas Indonesia ke depannya.

    Richard Liang, President Director ZTE Indonesia, menegaskan, “Melalui Innovation Center bersama ini, ZTE berkomitmen menghadirkan platform yang mendukung adopsi teknologi. Kami akan menjadikan peluncuran innovation center ini sebagai awal baru untuk semakin memperkuat kemitraan strategis kami dengan XLSMART.”

    Langkah ini sejalan dengan perkembangan ekosistem 5G-Advanced secara global. Sebelumnya, dunia telah menyaksikan Koneksi 5G-Advanced NR-NTN Pertama yang memanfaatkan satelit LEO OneWeb.

    Di sisi lain, inovasi chipset juga terus bermunculan seperti MediaTek T930 yang dirancang khusus untuk mendukung era konektivitas baru.

    Komitmen Jangka Panjang

    Innovation Center ini diharapkan menjadi salah satu referensi inovasi telekomunikasi di kawasan ASEAN. ZTE dan XLSMART kembali menegaskan komitmen jangka panjang untuk mendukung roadmap transformasi digital Indonesia.

    Mereka juga bertekad memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendorong pengembangan ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing global.

    Pencapaian XLSMART di bidang jaringan juga patut dicatat. Operator ini baru saja Borong Penghargaan di MWC 2026 berkat jaringan 5G tercepat dan inovasi terbaiknya. Ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memimpin transformasi digital di Indonesia.

    Inisiatif serupa juga terjadi di kota lain. Indosat, Nokia, dan NVIDIA baru saja meresmikan AI-RAN Research Center di Surabaya. Sementara itu, Mitratel dan AALTO tengah mengembangkan HAPS di stratosfer untuk memperluas jangkauan internet.

    Dengan hadirnya Innovation Center ini, ZTE dan XLSMART berharap dapat membuka berbagai peluang pemanfaatan 5G-Advanced dan AI. Tujuannya adalah mendukung masa depan digital Indonesia yang praktis, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. (Icha)

  • Telkomsel – ZTE  Pimpin Revolusi Jaringan AI dan Inklusi Digital

    Telkomsel – ZTE Pimpin Revolusi Jaringan AI dan Inklusi Digital

    Telko.id – ZTE Corporation dan Telkomsel secara resmi memperkuat kemitraan strategis dengan menandatangani Strategic Partnership Agreement (SPA) pada ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2026.

    Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan konektivitas digital yang lebih cerdas dan inklusif di Indonesia melalui fokus pada jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI), perluasan broadband di wilayah rural, serta inovasi solusi enterprise.

    Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam mengembangkan jaringan adaptif dan cerdas yang berorientasi pada pengalaman pelanggan.

    Kerja sama akan mengeksplorasi teknologi AI-native dan inovasi enterprise untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih andal, merata, dan bernilai bagi pelanggan dan pelaku industri di Tanah Air.

    Kolaborasi ini melanjutkan berbagai inisiatif sebelumnya, seperti pengalaman 1 Gbps dan pengembangan solusi 5G.

    Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menyatakan bahwa Telkomsel terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan yang mengutamakan pelanggan.

    “Melalui kolaborasi ini, kami berupaya mengintegrasikan kapabilitas jaringan cerdas berbasis AI untuk meningkatkan keandalan layanan, memperluas akses broadband yang lebih inklusif, dan membuka peluang baru bagi pelanggan serta pelaku industri di seluruh Indonesia,” ujarnya.

    President Director ZTE Indonesia, Richard Liang, mengatakan transformasi digital Indonesia menunjukkan momentum positif seiring meningkatnya adopsi teknologi.

    “Bersama Telkomsel, kami berkomitmen mendukung pengembangan kapabilitas jaringan yang cerdas dan adaptif guna menjawab kebutuhan pengguna dan industri yang terus berkembang,” kata Richard.

    Ia menambahkan, kolaborasi diharapkan mendorong pertumbuhan digital berkelanjutan dan membangun ekosistem digital yang tangguh.

    AI-Native RAN untuk Layanan 5G Adaptif

    Salah satu pilar utama kolaborasi adalah evaluasi kapabilitas AI-native Radio Access Network (RAN). Pendekatan ini dirancang untuk memungkinkan layanan 5G yang lebih adaptif dan berorientasi pada pelanggan.

    Telkomsel dan ZTE akan melakukan uji coba konsep modul AIREngine pada platform BBU V9200. Teknologi ini memungkinkan pengelolaan jaringan berbasis pengalaman pengguna, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan secara konsisten dan lebih terdiferensiasi.

    Ekspansi Edge UPF untuk Perkuat Broadband di Daerah Terpencil

    Untuk mendorong inklusi digital yang lebih merata, kedua perusahaan akan memperluas implementasi Edge User Plane Function (UPF).

    Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan lebih dekat dengan pengguna, yang secara signifikan menurunkan latensi dan meningkatkan efisiensi jaringan.

    Pendekatan ini sangat krusial untuk memperkuat stabilitas dan keandalan layanan, khususnya di wilayah terpencil dan rural di berbagai penjuru Indonesia, sejalan dengan upaya pemerataan akses digital.

    Kolaborasi strategis di MWC 2026 ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan konektivitas dan kesenjangan digital di Indonesia.

    Fokus pada AI dan edge computing tidak hanya bertujuan meningkatkan performa jaringan bagi pengguna perkotaan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas dan stabil bagi masyarakat di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan infrastruktur.

    Selain penguatan jaringan, kerja sama ini juga mencakup program inovasi bersama dengan pelanggan enterprise.

    Program tersebut akan melibatkan uji coba terarah untuk mengidentifikasi use case AI yang relevan, terukur, dan aplikatif bagi kebutuhan berbagai sektor industri di Indonesia.

    Hal ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di sektor korporat dan menciptakan solusi yang lebih tepat guna.

    Implikasi dari kemitraan yang diperdalam ini adalah percepatan menuju jaringan telekomunikasi yang tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih cerdas dan responsif terhadap kebutuhan spesifik pengguna.

    Dengan pendekatan berbasis AI dan komitmen pada perluasan jangkauan, kolaborasi Telkomsel dan ZTE berpotensi menjadi katalis untuk pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. (Icha)

  • ZTE dan MyRepublic Pacu Pemerataan Internet 5G Lewat Project Ascend

    ZTE dan MyRepublic Pacu Pemerataan Internet 5G Lewat Project Ascend

    Telko.id – ZTE Corporation dan MyRepublic Indonesia secara resmi mengumumkan kemitraan strategis melalui inisiatif bertajuk “Project Ascend”.

    Kolaborasi ini dirancang untuk mempercepat pemerataan akses internet broadband di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) dan spektrum frekuensi 1,4 GHz.

    Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran layanan MyRepublic Air, sebuah solusi internet nirkabel yang membidik wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal oleh infrastruktur kabel serat optik.

    Inisiatif ini memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang telah dimenangkan oleh MyRepublic Indonesia—entitas yang beroperasi di bawah PT Eka Mas Republik, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk—melalui proses lelang yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

    Pemanfaatan frekuensi internet baru ini menjadi kunci utama dalam strategi kedua perusahaan untuk menghadirkan konektivitas yang inklusif.

    Dengan karakteristik teknis yang dimiliki spektrum 1,4 GHz, layanan ini diharapkan mampu memberikan jangkauan yang lebih luas dan efisien, khususnya di area dengan kepadatan penduduk menengah hingga rendah.

    Teknologi End-to-End untuk Konektivitas Maksimal

    Dalam kerja sama ini, ZTE berperan sebagai mitra teknologi utama yang menyediakan solusi infrastruktur jaringan secara menyeluruh. ZTE akan menggelar solusi end-to-end yang mencakup Radio Access Network (RAN), perangkat penerima di sisi pelanggan atau Customer Premises Equipment (CPE), jaringan inti (core network), hingga wireless backhaul dan sistem kelistrikan pendukung.

    Pendekatan terintegrasi yang ditawarkan ZTE memungkinkan MyRepublic untuk melakukan implementasi jaringan dengan lebih cepat.

    Selain kecepatan implementasi, solusi ini menjamin skalabilitas jaringan agar tetap efisien dan siap mengakomodasi lonjakan trafik data di masa depan. Hal ini krusial mengingat kebutuhan konsumsi data masyarakat Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya.

    Richard Liang, President Director ZTE Indonesia, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam memperluas infrastruktur digital berkualitas tinggi.

    Sinergi antara jangkauan pasar yang dimiliki MyRepublic dan keahlian teknologi global ZTE diharapkan menciptakan ekosistem broadband yang tangguh.

    “Dengan mengombinasikan jangkauan pasar MyRepublic Indonesia dan keahlian teknologi global ZTE, kemitraan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem broadband yang lebih tangguh dan inklusif,” ujar Richard.

    Fokus Ekspansi di Luar Pulau Jawa

    Project Ascend memiliki fokus geografis yang jelas, yaitu memperluas penetrasi internet berkecepatan tinggi ke luar pusat-pusat perkotaan utama. Rencana cakupan layanan MyRepublic Air meliputi berbagai wilayah strategis di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara. Ekspansi ini sejalan dengan agenda transformasi digital nasional untuk mengurangi kesenjangan digital antarwilayah.

    Hendra Gunawan, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, menyatakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan wujud komitmen perusahaan terhadap pembangunan nasional yang inklusif. Menurutnya, akses internet saat ini telah bergeser dari sekadar gaya hidup menjadi kebutuhan primer.

    “Broadband bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan infrastruktur esensial untuk mendukung peluang ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial. Melalui kemitraan dengan ZTE, kami berupaya memastikan MyRepublic Air hadir menyediakan akses internet yang andal dan terjangkau,” jelas Hendra.

    Kehadiran infrastruktur yang andal di wilayah tertinggal dan terpencil diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan sektor-sektor vital. Mulai dari akses terhadap materi pendidikan, layanan kesehatan digital, layanan keuangan, hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Hal ini senada dengan upaya industri telekomunikasi lainnya, seperti program akses sehat yang juga mengandalkan konektivitas digital.

    Mendorong Ekonomi Digital Berkelanjutan

    Pemanfaatan teknologi 5G FWA pada spektrum 1,4 GHz menawarkan solusi efisien untuk tantangan geografis Indonesia. Teknologi ini memungkinkan penyediaan layanan broadband berkualitas tinggi tanpa harus menunggu penggelaran kabel serat optik yang memakan waktu dan biaya tinggi di area-area sulit. Ini menjadi pelengkap yang vital bagi infrastruktur fixed broadband yang sudah ada.

    Melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan dalam Project Ascend, ZTE dan MyRepublic berkomitmen mendukung rencana strategis digital jangka panjang Indonesia. Fokus utamanya adalah menyediakan solusi konektivitas yang tidak hanya menghubungkan masyarakat, tetapi juga memberdayakan mereka untuk bersaing di tingkat regional dan mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan. (Icha)

  • ZTE Indonesia Kolaborasi Dengan Telkom University dan ITS

    ZTE Indonesia Kolaborasi Dengan Telkom University dan ITS

    Telko.id – ZTE Corporation melalui anak perusahaannya, ZTE Indonesia telah menjalin kemitraan strategis dengan dua institusi akademik terkemuka: Telkom University (Tel-U) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

    Kemitraan ini, yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) dengan kedua universitas, bertujuan untuk memberikan peluang berharga bagi mahasiswa melalui beasiswa ZTE dan program 5G Rising Star 2024, yang menawarkan dukungan finansial, pelatihan, dan kesempatan pengembangan karier di ZTE.

    Sejak diluncurkan pada tahun 2019, program Beasiswa ZTE dan 5G Rising Star telah berkontribusi pada perkembangan sektor TIK di Indonesia dengan menawarkan kesempatan pendidikan dan pekerjaan kepada banyak talenta digital, memberdayakan mereka untuk mendorong inovasi digital di Indonesia.

    Pada tahun 2024, beasiswa telah diberikan kepada sembilan mahasiswa berprestasi dari kedua universitas yang mengambil jurusan Teknik Elektro. Proses seleksi dibagi menjadi tiga tahap: penyaringan administratif, tes tertulis, dan wawancara.

    Baca juga : ZTE dan Smartfren Terapkan Komputasi RAN berbasis Native-AI

    “Di ZTE, kami percaya bahwa masa depan ekonomi digital ada di tangan para mahasiswa saat ini. Kemitraan ini bukan hanya tentang memberikan beasiswa atau peluang pekerjaan, tetapi juga tentang membina generasi inovator yang akan memimpin transformasi digital Indonesia,” kata Richard Liang, Presiden Direktur ZTE Indonesia.

    Dengan mengintegrasikan pendidikan akademik dan pengalaman praktek di industri, ZTE membantu mahasiswa mengasah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, memberdayakan mereka menjadi generasi unggul dan mengambil peran dalam lanskap teknologi yang terus berkembang.

    “Bersama Telkom University dan ITS, kami membangun masa depan yang lebih cerah di mana dunia akademik dan industri bertemu, mendorong kemajuan teknologi dan pendidikan di era digital,” ungkap Richard Liang menambahkan.

    Dida Diah Damajanti, Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Alumni Telkom University, mengatakan, “Kemitraan dengan ZTE merupakan langkah penting dalam memberdayakan mahasiswa kami untuk menjadi pemimpin masa depan”.

    “Program beasiswa ZTE Indonesia dan 5G Rising Star akan memberikan mereka peluang dan pengalaman berharga, memperkaya perjalanan pendidikan mereka, dan mempersiapkan mereka untuk peran yang berdampak di sektor TIK,” ujar Dida menambahkan.  

    Nurul Widiastuti, Wakil Rektor ITS, mengatakan, “Kemitraan ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa kami untuk meningkatkan keterampilan mereka dan memperoleh pengalaman praktis di perusahaan teknologi terkemuka”.

    “Penandatanganan MoA dengan ZTE menandai momen penting dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Kami percaya bahwa melalui kolaborasi ini, kami dapat membina generasi baru yang akan memberikan kontribusi signifikan bagi masa depan digital Indonesia,” ujar Nurut menambahkan.  

    Robby Purbantoro, Direktur SDM ZTE Indonesia, mengatakan, “Program kolaboratif ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan talenta muda untuk memprioritaskan pendidikan mereka sambil memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman berharga yang dapat langsung diaplikasikan untuk memperkuat kompetensi mereka saat memasuki dunia kerja.”

    Kolaborasi antara ZTE, Telkom University, dan ITS mencerminkan komitmen kuat ZTE untuk memajukan ekosistem digital Indonesia melalui pembinaan generasi profesional terampil masa depan.

    Kemitraan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan ZTE untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, memastikan bahwa mahasiswa Indonesia memperoleh pengetahuan, pengalaman praktis, serta keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk meraih keberhasilan dalam industri digital dan telekomunikasi yang terus berkembang pesat. (Icha)

  • ZTE nubia Red Magic 9 Pro+

    ZTE nubia Red Magic 9 Pro+

    [sc name=”spek-hp”][/sc]

  • ZTE nubia Red Magic 9 Pro

    ZTE nubia Red Magic 9 Pro

    [sc name=”spek-hp”][/sc]

  • ZTE Blade V50 Vita

    ZTE Blade V50 Vita

    [sc name=”spek-hp”][/sc]

  • ZTE Blade V50

    ZTE Blade V50

    [sc name=”spek-hp”][/sc]

  • ZTE Blade A73

    ZTE Blade A73

    [sc name=”spek-hp”][/sc]