Telko.id – Kabar baik datang dari Google: Android 16 telah resmi dirilis dan mulai digulirkan ke perangkat Pixel.
Namun, bagaimana dengan perangkat lain dari berbagai merek? Berikut daftar lengkap perangkat yang diprediksi akan mendapatkan update Android 16.
Android 16 hadir dengan berbagai peningkatan performa dan fitur baru yang menjanjikan pengalaman lebih baik bagi pengguna.
Seperti biasa, Google Pixel menjadi yang pertama menerima update ini. Namun, bagi pengguna perangkat dari merek lain, prosesnya mungkin memakan waktu lebih lama karena penyesuaian dengan skin kustom masing-masing merek.
Berbeda dengan rilis sebelumnya, kali ini hanya Google dan Motorola yang telah mengumumkan secara resmi daftar perangkat yang akan mendapatkan update Android 16.
Untuk merek lain, daftar ini dibuat berdasarkan kebijakan update sebelumnya dan sedikit prediksi. Kami akan memperbarui informasi ini begitu merek-merek tersebut mengumumkan daftar resminya.
Google Pixel: Selalu yang Pertama
Sebagai pengembang Android, wajar jika perangkat Pixel selalu menjadi yang pertama mendapatkan update terbaru. Untuk Android 16, berikut daftar perangkat Pixel yang akan menerima update:
Pixel 6, 6 Pro, 6a
Pixel 7, 7 Pro, 7a
Pixel 8, 8 Pro, 8a
Pixel 9, 9 Pro, 9 Pro XL, 9 Pro Fold, 9a
Pixel Fold
Pixel Tablet
Samsung: Raja Android dengan One UI
Samsung dikenal dengan dukungan update yang cukup panjang untuk perangkat flagship-nya. Berikut prediksi perangkat Samsung yang akan mendapatkan Android 16 dengan lapisan One UI:
Motorola menjadi satu-satunya merek selain Google yang telah mengumumkan daftar resmi perangkat yang akan mendapatkan Android 16. Berikut daftarnya:
Motorola Razr 2025, Razr+ 2025, Razr Ultra 2025
Motorola Razr+ 2024
Motorola Razr 60, Razr 60 Ultra
Motorola Razr 50, Razr 50 Ultra
Motorola Edge 2025
Motorola Edge 60, Edge 60 Pro
OnePlus: OxygenOS yang Ringan
OnePlus dikenal dengan OxygenOS yang ringan dan dekat dengan pengalaman stock Android. Berikut prediksi perangkat OnePlus yang akan mendapatkan Android 16:
OnePlus 13, 13s, 13R, 13T
OnePlus 12, 12R
OnePlus 11, 11R
OnePlus Nord 4
OnePlus Nord 3
OnePlus Nord CE 4, CE 4 Lite
Xiaomi dan Sub-mereknya
Xiaomi termasuk merek yang cukup cepat dalam memberikan update Android. Berikut prediksi perangkat Xiaomi, Redmi, dan Poco yang akan mendapatkan Android 16:
Xiaomi 15, 15 Pro, 15 Ultra
Xiaomi 14, 14 Pro, 14 Ultra
Redmi Note 14, Note 14 Pro, Note 14 Pro+
Poco F7 Pro, F7 Ultra
Poco F6, F6 Pro
Jika perangkat Anda termasuk dalam daftar di atas, bersiaplah untuk mendapatkan update Android 16 dalam beberapa bulan mendatang.
Namun jika tidak, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan upgrade perangkat. Seperti biasa, Google Pixel akan menjadi yang pertama mendapatkan update, diikuti oleh merek lain dalam beberapa minggu atau bulan setelahnya. (icha)
Telko.id – Meta dan Oakley resmi meluncurkan kacamata pintar bertenaga AI untuk atlet dan penggemar olahraga. Produk bernama Oakley Meta HSTN ini akan tersedia untuk preorder mulai 11 Juli dengan harga mulai US$499 (Rp6 juta).
Kemitraan ini memperluas kolaborasi Meta dengan EssilorLuxottica, pemilik merek Oakley dan Ray-Ban. Sebelumnya, Meta telah sukses dengan Ray-Ban Meta glasses yang terjual jutaan unit sejak peluncurannya.
“Oakley Meta HSTN menghadirkan kategori baru Performance AI glasses yang menggabungkan desain ikonik Oakley dengan teknologi mutakhir Meta,” jelas pernyataan resmi perusahaan.
Fitur Unggulan Oakley Meta HSTN
Kacamata ini dirancang khusus untuk aktivitas olahraga dengan beberapa fitur utama:
Kamera resolusi tinggi 3K untuk merekam aktivitas tanpa menggunakan tangan
Speaker open-ear untuk mendengarkan musik atau podcast
Ketahanan air standar IPX4
Baterai tahan hingga 8 jam pemakaian normal
Dukungan asisten AI Meta untuk berbagai fungsi
Meta mengklaim produk ini merupakan evolusi dari kacamata AI dengan kemampuan khusus untuk atlet. Misalnya, pengguna bisa bertanya tentang kondisi cuaca atau langsung merekam momen penting dengan perintah suara “Hey Meta”.
Oakley Meta HSTN akan diluncurkan pertama kali di Amerika Utara, Australia, dan beberapa negara Eropa. Rencananya produk akan menyusul ke Meksiko, India, dan Uni Emirat Arab pada akhir tahun.
Meta memilih strategi pemasaran melalui atlet ternama seperti Kylian Mbappé (sepakbola) dan Patrick Mahomes (American football). Produk ini juga akan dipamerkan di acara olahraga besar seperti Fanatics Fest dan UFC International Fight Week.
Peluncuran ini menandai persaingan ketat di pasar wearable AI. Sebelumnya, Snap mengumumkan akan merilis smart glasses tahun depan, sementara Google juga dikabarkan sedang mengembangkan produk serupa.
Untuk edisi terbatas yang akan dirilis Juli, Meta menetapkan harga US$499. Versi reguler dengan harga mulai US$399 akan menyusul musim panas ini. Menurut trend teknologi wearable yang semakin berkembang, produk seperti ini ditargetkan untuk kalangan profesional dan early adopter. (Icha)
Telko.id – Sennheiser, perusahaan audio legendaris asal Jerman, merayakan ulang tahun ke-80 pada tahun 2025. Delapan dekade perjalanan ini diisi dengan inovasi teknologi audio, produk ikonik, dan komitmen untuk terus membangun masa depan dunia suara.
Didirikan pada Juni 1945 oleh Dr. Fritz Sennheiser, perusahaan yang bermula dari laboratorium kecil di Wedemark ini telah berkembang menjadi salah satu pemain utama di industri audio global.
“Audio adalah nafas dan hidup kami. Kami digerakkan oleh semangat untuk menciptakan pengalaman suara yang unik,” ujar Daniel Sennheiser, Co-CEO Sennheiser Group.
Perayaan ini tidak hanya tentang angka, melainkan pelajaran berharga dari sejarah panjang perusahaan.
“Yang terpenting bukanlah jumlah tahunnya, melainkan pelajaran yang kami petik dari masa lalu demi masa depan,” tambah Dr. Andreas Sennheiser, Co-CEO lainnya.
Inovasi yang Mengubah Industri Audio
Sennheiser memiliki catatan panjang dalam menghadirkan terobosan teknologi. Pada 1957, perusahaan ini mengembangkan sistem mikrofon wireless pertama untuk kebutuhan profesional.
Kini, teknologi wireless mereka mencapai puncak baru dengan peluncuran Spectera, ekosistem wireless broadband digital dua arah pada 2024.
Produk-produk legendaris seperti MD 421 (1960), HD 414 (1968), HD 25 (1988), hingga HE 1 (2015) menjadi bukti konsistensi kualitas Sennheiser. “Produk kami menceritakan kisah orang-orang dari seluruh dunia,” jelas Daniel Sennheiser.
Dalam rangka perayaan ini, Sennheiser akan menghadirkan produk dan penawaran spesial. Promosi dimulai dengan IE 100 Pro pada Juli, diikuti HD 25 Light pada Agustus. Penggemar bisa mengikuti cerita produk ikonik melalui situs resmi dan media sosial Sennheiser.
Perusahaan ini tetap berkomitmen pada inovasi dengan menginvestasikan lebih dari 8% pendapatan tahunan untuk riset dan pengembangan. “Inovasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah perjalanan,” tegas Andreas Sennheiser.
Sebagai merek yang telah mewarnai sejarah audio dunia, Sennheiser terus menjadi pilihan profesional dan pecinta musik. Seperti Zuk yang berkomitmen memenuhi TKDN, Sennheiser juga menunjukkan dedikasi pada kualitas produknya.
Di tengah persaingan dengan produk audio dari berbagai merek, Sennheiser tetap mempertahankan posisinya sebagai pelopor teknologi suara berkualitas tinggi. (Icha)
Telko.id – Trump Organization, yang dikelola oleh putra Presiden AS Donald Trump, Donald Jr. dan Eric, baru saja mengumumkan peluncuran layanan operator seluler baru bernama Trump Mobile di Amerika Serikat.
Layanan ini beroperasi sebagai MVNO (Mobile Virtual Network Operator) dengan memanfaatkan jaringan AT&T, Verizon, dan T-Mobile.
Trump Mobile menawarkan paket layanan bernama “The 47 Plan” seharga $47,45 per bulan. Angka ini merujuk pada Donald Trump sebagai Presiden ke-47 dan ke-45 AS.
Paket ini mencakup panggilan, SMS, dan data tanpa batas, perlindungan perangkat lengkap, bantuan darurat jalan 24/7 melalui Drive America, layanan telehealth, serta panggilan internasional gratis ke lebih dari 100 negara. Layanan ini juga tidak memerlukan kontrak atau pemeriksaan kredit.
Selain itu, Trump Mobile meluncurkan smartphone eksklusif bernama T1 Phone dengan warna emas seharga $499. Perangkat ini diklaim “dirancang dan diproduksi dengan bangga di Amerika Serikat” dan akan tersedia pada Agustus atau September 2025.
Spesifikasi Trump T1 Phone
T1 Phone dilengkapi layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz, kamera utama 50 MP, sensor depth 2 MP, kamera makro 2 MP, kamera selfie 16 MP, dan baterai 5.000 mAh dengan pengisian daya 20W.
Perangkat ini juga memiliki jack audio 3,5 mm, sensor sidik jari, RAM 12GB, penyimpanan 256GB yang dapat diperluas, serta sistem operasi Android 15. Namun, chipset yang digunakan belum diungkap.
Pemesanan T1 Phone sudah dibuka melalui situs resmi Trump Mobile. Pengguna juga dapat beralih ke Trump Mobile dengan membawa perangkat mereka sendiri. Perusahaan menjanjikan dukungan pelanggan 24/7 berbasis di AS.
Peluncuran Trump Mobile menambah persaingan di industri telekomunikasi AS, yang saat ini didominasi oleh operator besar seperti Verizon dan AT&T.
Kehadiran layanan ini juga memperkuat ekspansi bisnis Trump Organization di luar sektor properti dan hiburan.
Sebelumnya, operator ini juga disebut-sebut sebagai bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk mendorong produk dalam negeri, seperti yang terlihat dari larangan terhadap beberapa aplikasi China, termasuk Alipay. Langkah ini sejalan dengan kebijakan proteksionis yang diusung Trump selama menjabat. (Icha)
Telko.id – Trump Mobile mengumumkan peluncuran smartphone premium terbarunya, T1 Phone, yang akan dirilis pada Agustus mendatang.
Ponsel ini dirancang dan diproduksi di Amerika Serikat dengan desain elegan berwarna emas serta mengutamakan performa tinggi.
Perusahaan menyatakan T1 Phone ditujukan bagi pelanggan yang menginginkan perangkat terbaik dari operator seluler mereka.
“Kami bangga menghadirkan T1 Phone, smartphone premium yang sepenuhnya dibuat di AS untuk pengalaman mobile yang unggul,” jelas pernyataan resmi Trump Mobile.
Selain mendukung migrasi nomor dari operator lain, Trump Mobile menawarkan solusi lengkap bagi pengguna yang ingin beralih.
Telko.id – Acer Nitro Lite hadir sebagai jawaban untuk kamu yang mencari laptop dengan performa tinggi, tapi tetap ringan dan stylish bahkan dibanderol dengan harga yang terjangkau.
Meski masuk kategori laptop tipis, Acer Nitro Lite tidak main-main soal spesifikasi. Dibekali GPU RTX, Intel Core i7 processor 13620H, dan layar yang mendukung kebutuhan gaming serta editing, perangkat ini siap menemani aktivitas berat tanpa kompromi. Berikut ulasan lengkapnya.
Desain: Minimalis, Portabel, dan Siap Tampil Beda
Acer Nitro Lite tampil beda dari mayoritas laptop gaming di pasaran dengan pendekatan desain yang lebih clean dan minimalis.
Warna serba putih yang membungkus seluruh bodi memberikan kesan elegan dan modern, menjadikannya cocok tidak hanya untuk gamer, tapi juga pelajar, kreator konten, hingga profesional muda yang ingin tampil rapi dan stylish.
Bobotnya hanya 1,95 kg dengan ketebalan 22,9 mm, membuatnya cukup nyaman dibawa bepergian. Meski tergolong tipis dan ringan, bodi laptop ini terasa kokoh dengan build quality yang solid.
oplus_2097152
Engsel layar mampu dibuka hingga 180 derajat, sebuah fitur yang praktis saat presentasi atau kolaborasi, terutama di ruang kerja kreatif atau akademik.
Keyboard backlit berwarna putih senada dengan desain bodi, tampil sederhana namun tetap fungsional untuk bekerja dalam kondisi pencahayaan rendah.
Touchpad-nya lebar dan responsif, sementara layout tombol cukup ergonomis untuk mengetik dalam waktu lama. Semua elemen desain dirancang agar tetap bersih dan tidak berlebihan, mengedepankan kesan profesional.
Sistem ventilasi tersembunyi di bagian belakang dan bawah laptop mendukung sistem pendingin dual-fan, menjaga performa tetap stabil tanpa membuat perangkat terlihat “ramai” seperti laptop gaming pada umumnya.
Tidak ada aksen RGB mencolok di sini, yang membuat Acer Nitro Lite cocok digunakan di berbagai lingkungan, termasuk kantor dan ruang kelas.
Secara keseluruhan, desain Nitro Lite adalah perpaduan antara gaya dan fungsi. Cocok untuk kamu yang menginginkan laptop dengan performa tinggi, namun tetap tampil elegan dan tidak mencolok saat dibawa ke mana pun.
Miliki Refresh Rate Hingga 180Hz dengan 100% sRGB
Acer Nitro Lite telah dibekali layar 16 inci WUXGA (1920×1200 piksel) yang memberikan ruang kerja lebih luas berkat rasio aspek 16:10.
Rasio ini sangat ideal untuk produktivitas karena memberikan area vertikal ekstra—berguna saat menulis, mengedit dokumen panjang, atau menyusun timeline video. Bezel-nya juga cukup tipis, sehingga pengalaman menonton terasa lebih imersif.
Refresh rate-nya sudah mencapai 180Hz, fitur yang jarang ditemukan di laptop setipis ini. Bagi gamer, ini berarti tampilan yang sangat mulus, terutama saat bermain game kompetitif seperti Valorant, CS2, atau Fortnite.
Sementara bagi kreator, refresh rate tinggi ini juga membantu saat mengedit video atau menonton preview dengan frame rate tinggi agar terlihat natural dan tanpa tearing dengan warna yang memanjakan mata.
Tak kalah penting, layarnya sudah mendukung 100% sRGB color gamut, menjadikannya cocok untuk desainer grafis, fotografer, atau editor video yang membutuhkan akurasi warna tinggi.
Warna yang ditampilkan terlihat hidup dan tajam, dengan kontras yang baik untuk kelasnya. Kombinasi refresh rate tinggi dan akurasi warna ini menjadikan Acer Nitro Lite unggul untuk berbagai kebutuhan visual, baik hiburan maupun pekerjaan serius.
Performa Kencang, Game AAA Super Lancar
Acer Nitro Lite membuktikan bahwa laptop tipis pun bisa bertenaga. Ditenagai prosesor Intel® Core™ i7 processor 13620H, laptop ini mampu menangani berbagai beban kerja berat, dari gaming hingga rendering video.
Intel Core processors (13th Gen) ini memiliki 10 core (6 performance + 4 efficiency) yang dirancang untuk multitasking efisien—misalnya menjalankan software editing sambil streaming atau membuka banyak tab browser.
Laptop ini juga hadir dengan RAM 16GB dual-channel (8GB + 8GB), memberikan bandwidth memori yang luas untuk kebutuhan multitasking yang lancar. RAM-nya masih bisa di-upgrade jika diperlukan.
Di sisi penyimpanan, tersedia SSD NVMe 512GB yang super cepat, dengan dua slot SSD yang memungkinkan pengguna menambah kapasitas bila butuh ruang ekstra untuk file proyek besar atau game berat.
Sektor grafis jadi salah satu kekuatan utama Acer Nitro Lite. Varian tertingginya menggunakan NVIDIA GeForce RTX 4050 6GB, yang cukup powerful untuk gaming AAA modern dan rendering 3D.
Alternatif yang lebih ekonomis tersedia dalam bentuk RTX 2050 4GB DDR5, yang tetap mumpuni untuk game kasual dan software desain ringan.
Yang menarik, kedua GPU ini sudah mendukung DLSS 3.5, teknologi AI dari NVIDIA yang meningkatkan performa game secara signifikan dengan menghasilkan frame tambahan secara cerdas tanpa mengorbankan kualitas visual.
Dalam pengujian, Acer Nitro Lite RTX 4050 mampu menjalankan game seperti Cyberpunk 2077 dengan stabil di 60 fps (setting medium-high, DLSS aktif), Call of Duty: Modern Warfare III pada 80+ fps di setting high, dan Red Dead Redemption 2 dengan mulus di kisaran 60 fps.
Game kompetitif seperti Valorant, CS2, dan Apex Legends bisa berjalan dengan sangat lancar di atas 120 fps—ideal dipadukan dengan refresh rate layar 180Hz.
Untuk kebutuhan kreatif, performa laptop ini juga tidak mengecewakan. Acer Nitro Lite sanggup menjalankan Adobe Premiere Pro, After Effects, Blender, hingga DaVinci Resolve dengan cukup stabil untuk project menengah.
Proses encoding video Full HD hingga 4K berjalan mulus, terutama jika didukung dengan GPU acceleration yang tersedia pada RTX 4050.
Meski hadir dalam bodi tipis, Acer membekali laptop ini dengan sistem pendingin dual-fan yang cukup efektif. Suhu saat beban tinggi tetap terjaga dalam batas wajar tanpa throttling berlebih.
Kombinasi antara kinerja tinggi, efisiensi daya, dan sistem termal yang baik menjadikan Nitro Lite bukan sekadar laptop tipis biasa, melainkan perangkat siap tempur untuk kerja keras dan hiburan berat.
Kesimpulan
Acer Nitro Lite adalah laptop serba bisa untuk kamu yang ingin mobilitas tinggi tanpa harus mengorbankan kekuatan. Laptop ini mampu menangani tugas berat seperti editing dan gaming, dengan tetap menjaga tampilan yang stylish dan punya konektivitas modern seperti Thunderbolt 4 dan ekspansi SSD ganda.
Laptop ini cocok untuk gamer yang butuh performa tapi ogah bawa laptop berat, pelajar dan pekerja profesional, serta kreator konten yang butuh layar akurat dan GPU tangguh dalam paket portabel.
Harga dan Ketersediaan
Laptop Acer Nitro Lite sudah tersedia di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 12.999.000, sudah termasuk Windows 11 Home, paket lengkap Microsoft Office Home 2024.
Bagi yang berminat, berikut info lebih lanjut terkait berbagai produk Acer maupun promo yang sedang berjalan dapat diakses pada tautan berikut.
Perlu diketahui bahwa Acer sudah menawarkan berbagai garansi bagi para pengguna yakni 3 tahun service dan 1 tahun Free Acer Accidental Damage Protection untuk Acer Nitro Lite. (Icha)
Telko.id – Huawei kembali memperkuat lini wearable-nya dengan meluncurkan Huawei Watch Fit 4, sebuah smartwatch yang menggabungkan desain elegan dengan fitur kesehatan dan olahraga yang sangat lengkap.
Setelah beberapa hari mencobanya, berikut adalah pengalaman dan ulasan lengkap mengenai performa smartwatch ini.
Stylish dan Ringan untuk Penggunaan Sehari-hari
Huawei Watch Fit 4 hadir dengan desain ramping berdimensi 43,0 × 38,0 × 9,5 mm dan berat hanya sekitar 27 gram.
Saat dipakai, jam ini terasa sangat ringan dan nyaris tidak terasa di pergelangan tangan, cocok untuk digunakan dari pagi hingga malam tanpa rasa tidak nyaman.
Casing berbahan aluminium memperkuat kesan premium, sementara pilihan warna seperti Ungu, Abu-abu, Putih, dan Hitam memudahkan kamu menyesuaikannya dengan outfit harian.
Saat penggunaan, ada tombol dibagian samping kanan yang bisa ditekan untuk masuk lebih jauh ke fitur-fitur yang ada pada smartwatch ini. Selain itu juga bisa diputar-putar untuk mencari fitur yang diinginkan. Dan, Anda pun dapat menyentuh layar untuk mengoperasikannya.
Layar AMOLED Tajam dan Jelas di Bawah Sinar Matahari
Layar AMOLED 1,82 inci dengan resolusi 480 × 408 piksel dan tingkat kecerahan hingga 2000 nits adalah salah satu daya tarik utama.
Pengalaman pribadi menunjukkan layar ini tetap terlihat jernih saat digunakan di luar ruangan, bahkan di bawah sinar matahari langsung.
Fitur Always-On Display juga sangat membantu untuk sekadar melihat waktu atau notifikasi tanpa perlu menyalakan layar.
Pengalaman Penggunaan: Praktis dan Responsif
Dari sisi pemakaian, Huawei Watch Fit 4 terasa responsif dan mudah digunakan. UI berjalan mulus dan intuitif, bahkan bagi pengguna baru smartwatch.
Sinkronisasi dengan aplikasi Huawei Health juga berjalan lancar baik di Android maupun iOS. Notifikasi dari WhatsApp, panggilan masuk, hingga reminder aktivitas bisa diakses dengan cepat langsung dari pergelangan tangan.
Menariknya lagi, ketika ada pesan masuk, maupun panggilan masuk di ponsel Anda, bisa dilihat dari smartwatch ini. Bahkan ketika mau melakukan panggilan juga memungkinkan.
Fitur Kesehatan dan Olahraga yang Sangat Lengkap
Dalam penggunaan harian, fitur-fitur kesehatannya sangat membantu:
Pemantauan detak jantung dan SpO2 (oksigen darah) real-time
Pendeteksi tidur dan kualitas napas saat tidur
Pelacak stres harian
Pemantauan siklus menstruasi (untuk pengguna perempuan)
Lebih dari 100 mode olahraga, termasuk berenang dan olahraga air lainnya
Semua fitur ini bekerja akurat dan memberi insight yang sangat berguna untuk memahami kondisi tubuh.
Performa Tangguh dan Baterai Super Awet
Salah satu nilai jual terbesar dari Huawei Watch Fit 4 adalah daya tahan baterainya. Dalam penggunaan biasa (notifikasi aktif, pemantauan detak jantung, mode olahraga ringan), smartwatch ini bisa bertahan hingga 7-10 hari.
Bahkan dengan AOD menyala, baterainya tetap mampu bertahan 4 hari penuh. Pengisian dayanya juga mudah dan cepat, cukup tempelkan ke magnetic charger yang disertakan.
Konektivitas dan Ketahanan Fisik yang Andal
Watch Fit 4 dilengkapi dengan Bluetooth 5.2, GNSS dual-band untuk pelacakan lokasi yang akurat. Menariknya, smartwatch dari Huawei ini tidak hanya compatible dengan smartphone Android saja, tetapi juga dengan mudah bisa berkoneksi dan compatible dengan iOS.
Perangkat ini juga memiliki ketahanan air hingga 5 ATM. Cocok untuk dibawa berenang atau saat hujan ringan. Namun disarankan tidak digunakan di sauna atau air panas, terutama jika menggunakan strap berbahan nilon. (Icha)
Telko.id – Lenovo resmi meluncurkan Yoga Pro 7i Aura Edition di Indonesia, laptop premium yang dirancang khusus untuk profesional kreatif. Perangkat ini dibekali prosesor Intel® CoreTM Ultra Series 2 dan teknologi AI canggih untuk mendukung produktivitas tanpa kompromi.
Laptop ini hadir sebagai bagian dari seri Lenovo Aura Edition yang fokus pada pengalaman pengguna berbasis AI. Yoga Pro 7i Aura Edition menawarkan kombinasi performa tinggi, desain premium, dan fitur khusus untuk konten kreator, desainer, hingga video editor.
“Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition dengan Intel® CoreTM Ultra Series 2 dirancang menjadi partner andalan proses kreatif, menghadirkan performa AI yang intuitif dan adaptif,” kata Santi Nainggolan, Consumer Lead Lenovo Indonesia.
Performa Tangguh untuk Beban Kerja Kreatif
Laptop ini ditenagai prosesor Intel® CoreTM Ultra 9 H Series 2 dengan arsitektur Arrow Lake terbaru. Dukungan NPU Intel® AI Boost memungkinkan akselerasi tugas berbasis AI seperti rendering real-time dan simulasi grafis kompleks.
Untuk mendukung multitasking berat, Yoga Pro 7i Aura Edition dilengkapi RAM 32GB LPDDR5X dan penyimpanan 1TB PCIe Gen 4 M.2. GPU Intel® ArcTM 140T memastikan stabilitas saat mengedit desain atau rendering video.
Profesional kreatif akan menghargai layar OLED 14,5 inci dengan resolusi 3K dan cakupan warna 100% sRGB, P3, dan Adobe RGB. Akurasi warna Delta E<1 dan sertifikasi TUV Low Blue Light membuatnya ideal untuk kerja lama.
Desain premium dengan sasis aluminium MIL-STD 810H dan bobot ringan memudahkan mobilitas. Baterai 84Whr tahan hingga 14 jam, dengan pengisian cepat 15 menit untuk 3 jam penggunaan tambahan.
Fitur unggulan termasuk Smart Modes untuk fokus kerja, Collaboration Mode untuk meeting virtual, dan Wellness Mode untuk menjaga kesehatan pengguna. Integrasi Lenovo AI Now memungkinkan optimasi performa otomatis berdasarkan kebutuhan.
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition sudah tersedia di Indonesia dengan harga mulai Rp21.999.000. Produk ini dilengkapi Lenovo Premium Care 3 tahun dan Accidental Damage Protection untuk ketenangan pengguna.
Telko.id – Transformasi digital berbasis cloud, saat ini bukan lagi opsi tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan fundamental. Laporan IDC Indonesia (2024) menunjukkan, pasar cloud publik di Indonesia diperkirakan berpotensi mencapai nilai US$ 1,38 miliar atau Rp 22,48 triliun pada 2025. Jumlah ini tumbuh dengan pertumbuhan tahun sebelumnya (growth year on year) sebesar 20,5 persen.
Sementara itu, di Indonesia, penetrasi komputasi awan diperkirakan akan tumbuh hingga 75 persen. Jumlah ini, didorong oleh meningkatnya permintaan transformasi digital di sektor publik dan swasta.
Gartner memperkirakan bahwa pada tahun 2025, 75 persen dari semua data akan dihasilkan di luar pusat data tradisional dan lingkungan awan. Namun, adopsi cloud juga menghadirkan tantangan serius yang harus diatasi.
Beberapa di antaranya, adalah: • Ketergantungan pada infrastruktur IT lama yang menghambat skalabilitas dan efisiensi.
• Biaya tinggi dari platform virtualisasi tradisional seperti VMware dan RedHat, yang menghambat inovasi, terutama di kalangan perusahaan menengah.
• Isu kedaulatan dan kepatuhan data, terutama di tengah maraknya adopsi AI dan edge computing.
• Kebutuhan akan infrastruktur terdistribusi dan resilien untuk mendukung workload modern seperti AI, IoT, serta aplikasi berbasis edge.
Menjawab tantangan tersebut, Rakuten Symphony, bersama integrator sistem nasional PT Alita Praya Mitra, menghadirkan pendekatan baru lewat seminar bertema “Resilient Edge Computing for Data Sovereignty & Modern AI Workloads”.
Acara yang berlangsung di Park Hyatt Jakarta, pada Rabu (4/6/2025) ini, dihadiri berbagai stakeholder di industri teknologi, seperti Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) Edwin Hidayat Abdullah, Aju Widya Sari selaku Direktur Kecerdasaan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru KOMDIGI, yang juga menjadi keynote speaker dalam kegiatan seminar ini, serta lebih dari 100 peserta dari sektor pemerintah dan korporasi.
Seminar ini bertujuan menggali use case nyata edge computing dan Software-Defined Storage (SDS), membahas transisi dari platform virtualisasi lama ke arsitektur Kubernetes-native, menjawab tuntutan regulasi data lokal dan keamanan nasional, dan mendorong kolaborasi strategis antar industri.
“Pembangunan ekonomi digital juga harus mengusung azas berkeadilan. Jangan sampai hanya new tech saja tapi tidak ada insentif untuk data center atau infrastruktur” ujar Edwin Hidayat Abdullah, Dirjen Ekosistem Digital KOMDIGI, dalam sesi diskusi panel.
Teguh Prasetya, Presiden Direktur Alita sekaligus Ketua Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), menyampaikan, Alita kini terus fokus memperkuat platform edge, IoT, dan solusi cerdas untuk sektor pemerintah, manufaktur, dan layanan publik. “Kami percaya kemitraan dengan Rakuten akan mempercepat adopsi cloud-native dan edge AI secara lebih luas,” tegasnya.
Menurut Teguh, saat ini, transformasi digital Indonesia, teknologi edge computing dan AI menjadi kunci dalam mendukung kedaulatan data dan efisiensi operasional lintas sektor. Ia menekankan, kehadiran dari investor global dan inisiatif lokal untuk AI, kita berada di momen penting untuk memperkuat dalam perkembangan ekosistem digital nasional.
Global Head of Sales, Rakuten Symphony Inc, Udai Kanukolanu menjelaskan, dengan menggabungkan keahlian dan infrastruktur lokal Alita dan cloud sebagai inovasi global dari Rakuten Symphony, OSS, dan open RAN, Rakuten berupaya mempercepat adopsi layanan digital di masa mendatang secara nasional.
“Inisiatif ini sejalan dengan visi Indonesia tentang pemberdayaan digitalisasi di masa depan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi,” ujarnya. Udai juga menyoroti keberhasilan global Rakuten dalam menghadirkan platform AI-ready yang terbukti efisien dan sesuai regulasi lokal.
“Kami telah mendukung lebih dari 40.000 lokasi ritel global, layanan kesehatan kritis, hingga orkestrasi jaringan open RAN 5G di berbagai negara. Kini saatnya Indonesia mengambil lompatan serupa,” ujarnya.
Senada, Anirban Chakravartti selaku SVP Rakuten Cloud menjelaskan, edge computing dan AI bukan lagi tren, tetapi kebutuhan mendesak di era kecepatan data dan tuntutan regulasi. Ia menjelaskan, Rakuten mendesain infrastruktur cloud-native yang mampu menjalankan workload AI di edge, dengan orkestrasi otomatis dan keamanan berlapis.
Berbagai skenario pemanfaatan dari edge computing saat ini pun, sudah mulai dapat ditemui di berbagai retail. Seperti, optimasi rantai pasok di industri retail, automasi dan pemanfaatan teknologi robot di sektor manufaktur, hingga diagnosa penyakit di sektor kesehatan.
Anirban mengungkapkan, 83 persen organisasi atau perusahaan saat ini, berencana untuk menjalankan AI/ML di lokasi fisik, untuk meningkatkan bisnis dan operasional bisnisnya. Sehingga membuat operasional mereka lebih efisien secara operasional.
Pentingnya Kedaulatan Data Di tengah perkembangan teknologi yang terus bergulir, kedaulatan data kini menjadi salah satu faktor yang menjadi perhatian. Kedaulatan data menjadi penting karena menyangkut kontrol nasional, keamanan informasi, kemandirian ekonomi digital, dan terwujudnya keadilan terhadap akses teknologi.
Prof Dr Hammam Riza Ketua Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), menekankan urgensi membangun infrastruktur yang mendukung kedaulatan data dan transformasi digital yang inklusif.
“Dengan edge-native cloud yang dikembangkan secara lokal, kita bisa pastikan AI dan data digital melayani kepentingan bangsa, bukan sekadar menjadi konsumen dari solusi luar negeri,” ujarnya.
Menurut Hammam, selain dampak ekonomi dan sosial budaya, poin utama yang menjadi perhatian dalam kedaulatan data, juga mencakup keselamatan dan keamanan dari penggunaan teknologi AI.
“Saat ini, pemanfaatan AI masih dibayangi isu pelanggaran data dan ancaman keamanan lainnya,” ujarnya.
Selain itu, ketidakakuratan dan penyalahgunaan AI, termasuk disinformasi, malinformasi, manipulasi, dan keputusan yang salah, juga masih kerap terjadi. Sehingga diperlukan dasar etika dan regulasi yang jelas dalam pemanfaatannya.
Diskusi panel turut menghadirkan pimpinan Lintasarta, dan XL Smart, yang membahas roadmap sovereign cloud, integrasi kontainer dan VM dalam satu platform Kubernetes, serta strategi hibrida yang bisa diterapkan segera. (Icha)
Telko.id – Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan regulasi tambahan untuk operator satelit asing yang beroperasi di Tanah Air.
Hal ini menyusul meningkatnya kehadiran satelit asing seperti Starlink dan rencana masuknya pemain baru dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sebuah forum diskusi, perwakilan ASSI (Asosiasi Satelit Indonesia) menjelaskan bahwa regulasi saat ini memberikan fasilitas “landing right” dengan dua syarat utama: koordinasi dengan operator lokal dan prinsip resiprokal.
Namun, muncul kekhawatiran ketimpangan antara pemain asing dan lokal dalam pemanfaatan frekuensi.
“Kami berpikir perlu menambahkan beberapa item untuk kerja sama, bukan mempersulit, tapi prinsipnya adalah bagaimana kita punya kesempatan yang sama,” jelas Sigit Jatiputro, Sekretaris Jenderal Asosiasi Satelit Indonesia menjelaskan.
Proteksi Frekuensi dan Hak Negara
Salah satu usulan baru adalah hak setiap negara untuk memiliki sistem satelitnya sendiri. Selain itu, diusulkan mekanisme kontrol transmisi satelit asing berdasarkan kepatuhan terhadap regulasi.
“Kalau sudah comply dengan aturan, boleh transmit. Kalau belum, tidak boleh transmit di wilayah Indonesia,” tambahnya.
ASSI juga mendorong penerapan “explicit agreement” berdasarkan Artikel 1.15 ITU (International Telecommunication Union) untuk mengontrol satelit asing.
Langkah ini diklaim sebagai upaya melindungi frekuensi yang terbatas dan memastikan kesetaraan akses bagi operator lokal.
Kolaborasi Ekosistem dan Teknologi Ramah Lingkungan
Forum ini juga membahas pentingnya kolaborasi antar-ekosistem, tidak hanya di industri satelit tapi juga dengan sektor lain seperti logistik, pendidikan, dan kesehatan.
“Dengan satelit, konektivitas bisa mempercepat ekspansi layanan kesehatan ke daerah terpencil,” ujar Anggoro K. Widiawan, Ketua Umum.
Isu satelit ramah lingkungan juga mengemuka. Pembicara menjelaskan kriteria satelit ramah lingkungan, antara lain material yang mudah terurai dan tidak mengganggu astronomi.
“Ini menjadi tantangan bagi negara berkembang seperti Indonesia yang ingin membangun industri satelit sendiri,” ujarnya.
Diskusi juga menyentuh rencana pembentukan badan antariksa baru untuk memantau space debris (sampah antariksa).
Saat ini Indonesia masih mengandalkan informasi dari luar negeri untuk memantau objek antariksa yang berpotensi jatuh ke Bumi.
Mengenai kemandirian peluncuran satelit, pembicara mengakui tantangan besar yang dihadapi.
“Kita perlu fokus pada pengembangan bertahap, dimulai dari fasilitas pendukung seperti tempat penyimpanan dan perakitan satelit,” jelasnya.
Kolaborasi dengan negara tetangga disebut sebagai salah satu strategi untuk mempercepat pengembangan industri antariksa nasional.
Menurut data yang diungkapkan dalam forum, nilai pasar satelit di Indonesia mencapai lebih dari Rp6 triliun per tahun.
Namun, dampak tidak langsung terhadap sektor lain seperti pendidikan dan logistik diperkirakan jauh lebih besar. (Icha)