Wednesday, October 17, 2018

CES 2018: ZTE Berencana Luncurkan Smartphone 5G di Awal 2019

Telko.id – ZTE berniat curi start, untuk lebih dahulu memanfaatkan peluang pasar device 5G. Setidaknya, pada awal 2019, pabrikan asal Cina ini akan mulai berjualan di Amerika dan menunjukan ke canggihan produk pertamanya yang menawarkan layanan mobile generasi mendatang.

Dalam komentar yang dibuat di sela-sela acara CES 2018 di Las Vegas, CEO ZTE AS Lixin Cheng mengatakan kepada Bloomberg bahwa perangkat tersebut akan diluncurkan pada akhir 2018 atau awal 2019, walaupun rencana dapat berubah tergantung pada ketersediaan jaringan 5G bersamaan dengan chipset penting dan diperlukan untuk memberikan konektivitas lebih cepat. Selain smartphone, ZTE juga berencana mengeluarkan tablet berkemampuan 5G dan modem untuk di rumah

Komentar Cheng mengikuti sebuah pengumuman oleh operator AS AT & T, yang mengatakan akan meluncurkan layanan mobile 5G di belasan kota di seluruh negeri pada akhir tahun ini. Pertanyaan diajukan mengenai rencana AT & T, mengingat fakta bahwa produsen telepon tidak mengindikasikan bahwa mereka berencana meluncurkan perangkat siap 5G pada tahun 2018.

Disisi lain, Qualcomm sebagai penyedia chipset mengatakan chip 5G-nya tidak akan siap sampai 2019, yang berarti akan sulit bagi perangkat yang kompatibel untuk memasuki pasar tahun ini.

Jika rencana ZTE dalam meluncurkan 5G itu terlaksana sesuai jadwal, maka pabrikan ini akan menjadi yang pertama di dunia. Bakal menjadi kemenangan besar atas pesaing beratnya yakni Apple dan Samsung serta berbagai vendor Cina lainnya.

Sejauh ini tidak ada indikasi nyata Apple dan Samsung sedang mengembangkan perangkat yang mampu mengantarkan 5G. Apple memulai pengujian jaringan 5G pada 2017, sementara Samsung meniru kemitraan dengan Verizon sekitar peralatan siap 5G untuk rumah.

Peluncuran perangkat semacam itu di AS juga akan membantu ZTE beralih dari beberapa sorotan yang dihadapi di pasar. Perusahaan tersebut didenda sekitar $ 1 miliar pada awal 2017 karena melanggar sanksi perdagangan AS dengan Iran, dan masih ada masalah keamanan di negara tersebut di sekitar perusahaan Cina. (Icha)

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…