spot_img
Latest Phone

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

ARTIKEL TERKAIT

YouTube Premium “Menyerah” Lawan Netflix

Telko.id, JakartaSerial orisinil merupakan konten utama yang diciptakan YouTube untuk menarik orang supaya berlangganan layanan YouTube Premium. Tapi, cara yang digunakan YouTube tampaknya tidak sesuai harapan.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Kamis (28/03/2019), YouTube membatalkan penggarapan dua serial orisinil terbesar, sekaligus tidak lagi menerima penggarapan serial baru.

Beberapa sumber mengungkapkan bahwa YouTube membatalkan penggarapan serial fiksi ilmiah Origin dan Overthinking with Kat & June. Alasannya, layanan video milik Google tersebut berganti fokus untuk tidak lagi melawan Netflix.

{Baca juga: YouTube Music Hadir di Speaker Sonos}

YouTube “menyerah” untuk bersaing dengan layanan sejenis dalam penggarapan program orisinil. Asal tahu saja, tahun lalu muncul pemberitaan bahwa YouTube berencana mengubah strategi. Alasannya apa, YouTube hanya menjawab secara normatif.

Sebelum berganti menjadi YouTube Premiun, layanan berlangganan mereka bernama YouTube Red. Tapi kini, layanan tersebut ingin berganti strategi ke konten musik, bukan lagi serial orisinil.

{Baca juga: Facebook & YouTube Dituntut Terkait Penembakan Masjid di Christchurch}

Itu artinya, para pelanggan akan memperoleh fitur-fitur khusus musik, semisal Playback. YouTube juga berinvestasi menyeponsori para musisi baru. Mereka akan pula berinvestasi ke konten orisinil lain meski masih fokus di musik.

Baru-baru ini, YouTube juga menghadapi gugatan hukum. Penyebabnya, YouTube dianggap lalai soal video siaran langsung penembakan di dua masjid di Selandia Baru. Tak hanya YouTube, gugatan serupa juga melanda Facebook. (SN/FHP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU