spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

YouTube Premium “Menyerah” Lawan Netflix

Telko.id, JakartaSerial orisinil merupakan konten utama yang diciptakan YouTube untuk menarik orang supaya berlangganan layanan YouTube Premium. Tapi, cara yang digunakan YouTube tampaknya tidak sesuai harapan.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Kamis (28/03/2019), YouTube membatalkan penggarapan dua serial orisinil terbesar, sekaligus tidak lagi menerima penggarapan serial baru.

Beberapa sumber mengungkapkan bahwa YouTube membatalkan penggarapan serial fiksi ilmiah Origin dan Overthinking with Kat & June. Alasannya, layanan video milik Google tersebut berganti fokus untuk tidak lagi melawan Netflix.

{Baca juga: YouTube Music Hadir di Speaker Sonos}

YouTube “menyerah” untuk bersaing dengan layanan sejenis dalam penggarapan program orisinil. Asal tahu saja, tahun lalu muncul pemberitaan bahwa YouTube berencana mengubah strategi. Alasannya apa, YouTube hanya menjawab secara normatif.

Sebelum berganti menjadi YouTube Premiun, layanan berlangganan mereka bernama YouTube Red. Tapi kini, layanan tersebut ingin berganti strategi ke konten musik, bukan lagi serial orisinil.

{Baca juga: Facebook & YouTube Dituntut Terkait Penembakan Masjid di Christchurch}

Itu artinya, para pelanggan akan memperoleh fitur-fitur khusus musik, semisal Playback. YouTube juga berinvestasi menyeponsori para musisi baru. Mereka akan pula berinvestasi ke konten orisinil lain meski masih fokus di musik.

Baru-baru ini, YouTube juga menghadapi gugatan hukum. Penyebabnya, YouTube dianggap lalai soal video siaran langsung penembakan di dua masjid di Selandia Baru. Tak hanya YouTube, gugatan serupa juga melanda Facebook. (SN/FHP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU