spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Yota Devices Dinyatakan Bangkrut, YotaPhone Tutup Usia

Telko.id, Jakarta – Sebagian dari kita mungkin tidak asing lagi dengan YotaPhone. Setidaknya sejak tahun 2012 silam, bayang-bayang tentang handset layar ganda yang didukung E Ink telah diwujudkan ponsel ini. Tapi sayang, ini tak berlangsung lama. Sebuah laporan yang dirilis Cnews.ru dan Liliputing, menyatakan bahwa Yota Devices, selaku pembesut hadset, telah bangkrut.

Gugatan demi gugatan yang dialamatkan pada perusahaan disebut-disebut menjadi alasan kebangkrutan. Pabrikan Yota untuk dua YotaPhone pertama, Hi-P Singapore, contohnya, menuntut perusahaan sebesar US$ 126 juta pada tahun 2015 karena perusahaan dilaporkan menolak menerima barang (dan mungkin membayar) jumlah minimum ponsel yang telah disetujui saat pemesanan.

{Baca juga: Ada “Kerutan” di Layar Samsung Galaxy Fold, Lihat Videonya}

Pada 2016, The Financial Times melaporkan bahwa dua YotaPhone pertama hanya terjual sekitar 75.000 unit. Hi-P setuju untuk menerima US$ 17 juta sebagai gantinya, tetapi ternyata kesepakatan itu gagal.

YotaPhone sendiri, seperti dilaporkan Theverge, sesungguhnya belum sepenuhnya relevan dengan dunia barat – atau bahkan Rusia – dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan gagal mengirimkan YotaPhone 2 ke Amerika Serikat pada tahun 2015 meskipun telah melampaui tujuan crowdfunding Indiegogo, dan pada akhir 2016, perusahaan memutuskan untuk menarik diri dari Rusia dan Eropa, sebagai gantinya menggeser operasi ke China.

{Baca juga: Dirilis 24 April, Redmi Y3 Fokus ke Kamera Selfie}

Memang, YotaPhone 3 sukses membawa pulang penghargaan dari IF Design Award pada tahun 2018, di China pun ponsel ini mulai dijual. Namun janjinya untuk kembali ke Rusia, apalagi pasar lainnya, tidak pernah terealisasi. Kini, dengan bangkrutnya Yota Device, YotaPhone sepertinya tidak akan lagi bisa diharapkan.

Pada 2016 silam, YotaPhone sendiri sempat mengutarakan niatnya untuk berusaha sebaik mungkin dalam memenuhi aturan TKDN yang berlaku di Indonesia.  Namun demikian , vendor asal Rusia yang kala itu baru merambah pasar Indonesia ini mengaku belum mampu.  Dan Yotaphone 2 yang diperkenalkan pun tak terdengar gaungnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU